cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
The urgency of anti-corruption education as a local subject in secondary education in Lampung Province Aida Ratna Zulaiha; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71162

Abstract

Anti-corruption education is a mandatory local content subject in formal secondary schools in Lampung Province based on the Governor's Regulation. Implementing anti-corruption subjects is carried out by strengthening anti-corruption behavior through a cycle of knowledge, skills, and attitudes to form an anti-corruption attitude in each individual based on their understanding and awareness. This study aimed to determine the implementation process and output of anti-corruption education in senior high schools and vocational high schools in Lampung and to analyze the urgency of anti-corruption education as a local content subject in relation to the objectives of anti-corruption education that have been set. The method used is a combination of analysis of legal documents, modules, and strategies related to anti-corruption education, followed by a survey conducted on schools implementing the program. In most senior high schools and vocational high schools in Lampung that have implemented anti-corruption education as a local content subject, the most dominant aspects taught are attitudes and knowledge, but less for the skills aspect. Based on the objectives of the anti-corruption education set, implementing anti-corruption education only in the form of anti-corruption subjects in local content is not enough. The effectiveness of anti-corruption education in educational units will be achieved if anti-corruption education is implemented comprehensively through curriculum implementation, a conducive ecosystem that supports the internalization of anti-corruption values, and the governance of secondary education units with integrity.   Abstrak Pendidikan Antikorupsi merupakan mata pelajaran muatan lokal wajib pada sekolah menengah formal di Provinsi Lampung yang didasarkan pada Peraturan Gubernur. Implementasi mata pelajaran antikorupsi dilakukan dalam bentuk penguatan perilaku antikorupsi, melalui siklus pengetahuan, keterampilan dan sikap, dengan tujuan terbentuknya sikap antikorupsi pada setiap individu yang didasarkan pada pemahaman dan kesadaran yang dimiliki. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui proses implementasi dan output dari pendidikan antikorupsi di SMA dan SMK di Lampung serta menganalisis urgensi pendidikan antikorupsi sebagai mata pelajaran muatan lokal dikaitkan dengan tujuan pendidikan antikorupsi yang ditetapkan. Metode yang dilakukan merupakan kombinasi antara analisis terhadap dokumen hukum, modul dan strategi terkait pendidikan antikorupsi dengan survei yang dilakukan terhadap sekolah pelaksana program. Mayoritas SMA dan SMK di Lampung yang sudah mengimplementasikan pendidikan antikorupsi sebagai mata pelajaran muatan lokal, aspek yang paling dominan diajarkan adalah sikap dan pengetahuan, namun kurang untuk aspek keterampilan. Berdasarkan tujuan dari pendidikan antikorupsi yang ditetapkan, mengimplementasikan pendidikan antikorupsi hanya dalam bentuk mata pelajaran antikorupsi pada muatan lokal tidak cukup. Efektivitas pendidikan antikorupsi di satuan pendidikan akan tercapai jika pendidikan antikorupsi dilaksanakan secara komprehensif melalui implementasi kurikulum, ekosistem kondusif yang mendukung internalisasi nilai antikorupsi, serta tatakelola satuan pendidikan menengah yang berintegritas. Kata Kunci: muatan lokal; pendidikan antikorupsi; peserta didik; sekolah menengah
Implementation of community-based Merdeka Curriculum at MTSN 7 Pesisir Selatan Ilmita Ilmita
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.70378

Abstract

One of the Ministry of Religious Affairs' initiatives is the implementation of the Community-Based Merdeka Curriculum (IKM) in madrasah. The aim is for all stakeholders to collaborate to support the independent curriculum implementation in madrasahs. This study aims to identify and obtain information about implementing the independent curriculum at MTsN 7 Pesisir Selatan from the author's perspective as a community member. The method used is descriptive qualitative. The research was conducted at MTsN 7 Pesisir Selatan, and data was collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques include data reduction, presentation, and conclusion drawing. Triangulation used to test the data's validity includes source and method triangulation. The results of this study indicate that the community-based independent curriculum implementation at MTsN 7 Pesisir Selatan has been carried out optimally and is ongoing. However, there are still many shortcomings and obstacles in its implementation. The key to the success of the community-based independent curriculum implementation at MTsN 7 Pesisir Selatan lies in the involvement of various stakeholders, including the school principal and teachers, LPTK lecturers, and madrasah education supervisors from the Ministry of Religious Affairs, who are willing to make changes.   Abstrak Salah satu kebijakan Kementerian Agama adalah menginisiasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) berbasis komunitas di madrasah, tujuannya supaya semua stakeholder bahu membahu dalam mendampingi penerapan kurikulum merdeka di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memperoleh informasi tentang implementasi kurikulum merdeka di MTsN 7 Pesisir Selatan dari kacamata penulis sebagai salah satu anggota komunitas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di MTsN 7 Pesisir Selatan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data adalah triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kurikulum merdeka berbasis komunitas di MTsN 7 Pesisir Selatan telah dilaksanakan dengan optimal dan sedang berlangsung, walaupun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan dan hambatan. Kunci keberhasilan dari implementasi kurikulum merdeka berbasis komunitas di MTsN 7 Pesisir Selatan adalah adanya keterlibatan berbagai pihak (stakeholder) yaitu kepala sekolah dan para guru, dosen LPTK dan pengawas pendidikan madrasah kementerian Agama yang memiliki kemauan untuk melakukan perubahan. Kata Kunci: kurikulum; implementasi kurikulum; IKM BK; Kurikulum Merdeka
Development of a digital module for planning and installation of the audio system subject in audio video engineering skills competency Dian Ismidiati Idil; Nurhikmah H; Abd Haling
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.66913

Abstract

The development of digital module in Planning and Installation of Audio Systems Subject for grade XI at SMKN 10 Makassar aims: (1) to discover the description of the needs for digital module for planning and installation audio system subject at SMKN Negeri Makassar, (2) to design the product of digital module in planning and installation of audio system at SMKN 10 Makassar, and (3) to measure the level of validity, practicality, and effectiveness of digital module for planning and installation of audio system at SMKN 10 Makassar. This study is a Research and Development (R and D) type of research, using the development model ADDIE model, which consists of five stages, namely: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. The number of test subjects was two validators, subject teachers, and class IX students at SMK Negeri 10 Makassar. This research shows that the student's needs are met with the required qualifications. Digital modules are developed according to the needs of students and teachers using Canva and Microsoft. The results of expert validation, teacher responses, limited trials, and small group trials, as well as evaluation of student learning outcomes, are in the very good category, indicating that the digital module for planning and installing audio systems is declared valid and practical (easy to use) and effectively used in the learning process.   Abstrak Pengembangan modul digital pada Mata Pelajaran Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio untuk kelas XI di SMK Negeri 10 Makassar bertujuan yaitu untuk: (1) mengetahui gambaran kebutuhan modul digital perencanaan dan instalasi sistem audio di SMK Negeri 10 Makassar, (2) mendesain produk modul digital perencanaan dan instalasi sistem audio di SMK Negeri 10 Makassar, (3) mengukur tingkat validitas, kepraktisan, dan efektifitas modul digital perencanaan dan instalasi sistem audio di SMK Negeri 10 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian jenis Research and Development (R and D) menggunakan model ADDIE terdiri dari lima tahapan yaitu: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, (5) evaluation. Jumlah subjek uji coba yaitu 2 validator, guru mata pelajaran, dan peserta didik kelas IX SMK Negeri 10 Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kebutuhan peserta didik berada pada kualifikasi dibutuhkan. Modul digital dikembangkan sesuai kebutuhan peserta didik dan guru dengan menggunakan canva dan Microsoft. Hasil validasi ahli, tanggapan guru, uji coba terbatas, dan uji coba kelompok kecil, serta evaluasi hasil belajar peserta didik berada pada kategori sangat baik sehingga menunjukkan bahwa modul digital perencanaan dan instalasi sistem audio dinyatakan valid dan praktis (mudah digunakan) dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: kreativitas dalam pembelajaran; modul digital; perencanaan dan instalasi sistem audio
Development of Digital Fiqh Books to Improve Learning Outcomes SMP IT As-Sunnah Makassar Sulfah Muhtar; Pattaufi Pattaufi; Farida Febriati; Nurhikmah H
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71427

Abstract

Rapid advances greatly influence the world of education in technology, information, and communication. Teachers must be able to use technology to create innovative and effective learning. This research aims to identify the need for digital books, design the development of digital books, and measure the validity, practicality, and effectiveness of digital books. This research uses research and development methods focused on developing digital books. The development model refers to the ADDIE development model with five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research was conducted at SMP IT As-Sunnah Makassar with 30 research students, 1 Fiqh subject teacher, and two validators. The digital book developed was declared very valid by media content/design experts and valid by material experts. The level of practicality was measured from questionnaire responses by teachers and students. Both assessments stated that it was convenient. The level of effectiveness of digital books is measured by pretest and posttest, which shows an increase in learning outcomes and that they are declared very effective. Based on the analysis results, it can be concluded that the development of digital fiqh books can be used in the learning process.   Abstrak Dunia pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemajuan pesat dalam teknologi, informasi dan komunikasi. Guru harus mampu menggunakan teknologi untuk membuat pembelajaran inovatif dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan buku digital, mendesain pengembangan buku digital dan mengukur tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan buku digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development) yang difokuskan untuk mengembangkan buku digital. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE dengan lima tahapan; analysis, design, development, implement, dan evaluate. Penelitian dilaksanakan di SMP IT As-Sunnah Makassar dengan penelitian 30 siswa, 1 orang guru mata pelajaran Fiqih, dan 2 orang validator. Buku digital yang dikembangkan dinyatakan sangat valid oleh ahli isi media/desain dan valid oleh ahli materi. Tingkat kepraktisannya diukur dari angket respon oleh guru dan siswa, dari kedua penilaian dinyatakan sangat praktis. Tingkat keefektifan buku digital diukur dengan pretest dan posttest yang menunjukkan terjadinya peningkatan hasil belajar sehingga dinyatakan sangat efektif. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pengembangan buku digital fiqih dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: buku digital; fiqih; hasil belajar
Evaluation of comprehensive guidance and counseling program using the CIPP model Afentis Nehe; Sophia Tri Satyawati; Yari Dwikurnaningsih
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.69941

Abstract

As an integral part of education that impacts the success of student character building, Guidance and Counseling need to be evaluated regularly to produce a good program. This study will evaluate the comprehensive guidance and counseling program at SMK Swasta Pembda Nias using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The research method used is a descriptive qualitative with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results showed that from the context aspect, the guidance and counseling program at SMK Swasta PEMBDA Nias is highly relevant to student's needs and the school's vision and mission. From the input aspect, the human resources and materials used are adequate, but they still require improvement in counselors' training and professional development. The process aspect shows that the program's implementation has gone according to plan. From the product aspect, the program has positively impacted students' academic and non-academic development. There is a need for continuous evaluation to ensure the sustainability of the positive impact that has existed.   Abstrak Bimbingan dan Konseling sebagai bagian integral dari pendidikan yang berdampak pada keberhasilan pembentukan karakter peserta didik perlu dievaluasi secara rutin untuk menghasilkan program yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program bimbingan dan konseling komprehensif di SMK Swasta PEMBDA Nias dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek konteks, program bimbingan dan konseling di SMK Swasta Pembda Nias memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan peserta didik dan visi-misi sekolah. Dari aspek input, sumber daya manusia dan materi yang digunakan sudah memadai, namun masih memerlukan peningkatan dalam hal pelatihan dan pengembangan profesional konselor. Aspek proses menunjukkan bahwa pelaksanaan program sudah berjalan sesuai dengan rencana. Sedangkan dari aspek produk, program ini telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik dan non-akademik peserta didik, meskipun perlu adanya evaluasi berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan dampak positif yang telah ada. Kata Kunci: CIPP; bimbingan dan konseling komprehensif; evaluasi program
Increasing children's naturalist intelligence through the application of the project method in the Al Khoiriyah Play Group Badru Zaman; Iis Halimatusadiyah; Ade Siti Saharah
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.72524

Abstract

This research was motivated by the underdevelopment of children's naturalistic intelligence, especially regarding their sense of belonging and affection and liking to care for animals and plants in the Al Khoiriyah Play Group, West Bandung Regency. One of the reasons for this is that the application of learning methods is not appropriate. This research aims to increase children's naturalist intelligence by applying the project method. The research method used is Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which consists of the planning (plan), implementation (act), observation (observe), and reflection (reflect) stages. The research was carried out over 2 cycles, with the research subjects being group B children in the Al Khoiriyah Playgroup, West Bandung Regency, totaling 12 children, 7 girls and 5 boys. Data collection techniques use interviews, observation, and documentary studies, while data analysis techniques use descriptive quantitative and qualitative. The research results show that the teacher has implemented the project method well from the preparation, implementation, and assessment stages. As for the development of children's naturalist intelligence, applying the project method can optimally improve children's naturalist intelligence.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi belum berkembangnya kecerdasan naturalis anak khususnya terkait rasa memiliki dan kasih sayang serta suka memelihara binatang dan tumbuhan di Kelompok Bermain Al Khoiriyah Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut salah satunya disebabkan penerapan metode pembelajaran yang belum tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan naturalis anak melalui penerapan metode proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari tahap perencanaan (plan), pelaksanaan tindakan (act), observasi (observe) dan refleksi (reflect). Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus dengan subjek penelitian anak kelompok B di Kelompok Bermain Al Khoiriyah Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 12 anak yakni 7 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan studi dokumenter, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan metode proyek dengan baik dari mulai tahap persiapan, tahap pelaksanaan, sampai pada tahap penilaian. Adapun dalam hal perkembangan kecerdasan naturalis anak, penerapan metode proyek dapat meningkatkan kecerdasan naturalis anak secara optimal. Kata Kunci: anak usia dini; kecerdasan naturalis; metode proyek
Designing mathematical modeling process worksheets for unifying assessment, instruction, and learning Bambang Riyanto
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.72173

Abstract

The importance of unifying assessment is because current assessment practices are cumulative products of learning theories and measurement models developed to meet social and educational needs at different times. The research aims to produce a valid mathematical model for unifying assessment, instruction, and learning. The research approach is development research, which consists of 3 steps: analysis, design, and evaluation. The analysis step applies student analysis, curriculum, mathematical modeling, and real-world problems. The second step is design and product. In the final step, researchers used a formative evaluation design consisting of self-evaluation, one-to-one, expert review, small group, and field tests. Data were analyzed using descriptive analysis methods: (1) walk-through, analysis based on expert opinions to obtain a valid mathematical modeling process to unify assessment, instruction, and learning; (2) Results Analysis of the one-to-one. Expert validation of mathematical modeling processes in process worksheets can unify assessment, instruction, and learning. One-to-one results are exciting, challenging, and novel. A mathematical modeling process device was obtained as a valid process worksheet for unifying assessment, instruction, and learning. It is necessary to research other subjects using volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity in real-world contexts.   Abstrak Pentingnya penyatuan asesmen, karena praktik asesmen yang ada saat ini merupakan produk kumulatif dari teori belajar dan model pengukuran yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan pendidikan pada waktu yang berbeda. Tujuan penelitian adalah menghasilkan instruksi pemodelan matematika yang valid untuk penyatuan penilaian, instruksi dan pembelajaran. Pendekatan riset adalah Development research yang terdiri dari 3 langkah yaitu analisis, desain dan evaluasi. Pada langkah analisis diterapkan analisis siswa, kurikulum, pemodelan matematika dan permasalahan dunia nyata. Langkah kedua, desain dan produk. Pada langkah terakhir, peneliti menggunakan desain evaluasi formatif yang terdiri dari evaluasi diri, one-to-one, expert review, small group, dan field test. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif: (1) walk through, analisis berdasarkan komentar para ahli untuk memperoleh instruksi pemodelan matematika yang valid untuk menyatukan penilaian, instruksi dan pembelajaran; (2) Menganalisis hasil one-to-one review. Validasi ahli instruksi pemodelan matematika dalam bentuk lembar kerja proses dapat menyatukan penilaian, instruksi dan pembelajaran. Hasil one-to-one masalah pemodelan ini menarik dan menantang serta baru. Diperoleh perangkat instruksi pemodelan matematika berupa lembar kerja proses yang valid untuk penyatuan penilaian, instruksi dan pembelajaran. Perlu dilakukan penelitian pada mata pelajaran lain dengan menggunakan konteks dunia nyata yang volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas dan ambiguitas. Kata Kunci: asesmen; instruksi; lembar kerja proses; pembelajaran; pemodelan matematika; pendesainan
Implementation of IPE in health education curriculum: Challenges and strategies Prischilia Modesta Sueng Son; Ari Indra Susanti; Hadi Susiarno
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.72596

Abstract

Interprofessional Education (IPE) is when two or more professions learn together to realize effective collaboration and improve healthcare outcomes. This scoping review aimed to identify challenges, explore strategies used to overcome challenges and assess the impact of IPE implementation on the health education curriculum. The scoping review had a framework consisting of five steps: identifying questions, identifying relevant articles, selecting articles, mapping data, compiling, summarizing, and reporting results and discussion: findings were organized by relevant themes and sub-themes. From the multiple methods used, ten articles were generated. They showed the main challenges in IPE development and implementation: lack of consistency and standards, limited resources and institutional support, cultural differences, and traditional hierarchies. Strategies to overcome these challenges include faculty training and development, policy stakeholder support, systematic curriculum integration, development/innovation, and case-based and simulation approaches. The positive impact of IPE improved knowledge, skills, and attitudes among students and healthcare professionals, promoting better teamwork and collaboration. Developing and implementing IPE in health education curricula requires a multifaceted approach that addresses challenges through strategic solutions.    Abstrak Interprofessional Education (IPE) adalah situasi di mana dua atau lebih profesi belajar bersama untuk mewujudkan kolaborasi yang efektif dan meningkatkan hasil perawatan kesehatan.Tujuan scoping review ini mengidentifikasi tantangan dan mengeksplorasi strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan serta menilai dampak dari implementasi IPE dalam kurikulum pendidikan Kesehatan. Tinjauan cakupan dengan kerangka kerja yang terdiri dari lima langkah: mengidentifikasi pertanyaan, mengidentifikasi artikel yang relevan, memilih artikel, memetakan data, menyusun, merangkum, dan melaporkan hasil dan diskusi: temuan diorganisasikan berdasarkan tema dan sub-tema yang relevan. Dari metode beberapa metode yang digunakan, 10 artikel dihasilkan dan menunjukkan tantangan utama dalam pengembangan dan implementasi IPE, yaitu kurangnya konsistensi dan standar, keterbatasan sumber daya dan dukungan institusional, serta perbedaan budaya dan hierarki tradisional. Strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut meliputi pelatihan dan pengembangan tenaga pengajar, dukungan pemangku kebijakan, integrasi kurikulum yang sistematis, pengembangan/inovasi, serta pendekatan berbasis kasus dan simulasi. Dampak positif dari IPE meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap di antara para siswa dan profesional kesehatan, mendorong kerja sama tim dan kolaborasi yang lebih baik. Kesimpulan: Pengembangan dan implementasi IPE dalam kurikulum pendidikan kesehatan memerlukan pendekatan multifaset yang menjawab tantangan melalui solusi strategis. Kata Kunci: interprofessional education (IPE), kurikulum kesehatan; pendidikan kesehatan
Need assessment of Al-Mumtaaz Islamic Elementary School students’ food literacy competencies Haura Dzakira Sahla; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71522

Abstract

Al-Mumtaaz Islamic Elementary School Karawang has created various programs to support students' food literacy knowledge and skills. However, the programs implemented by schools have not been supported with systematic curriculum planning and clear food literacy competencies that meet students’ needs. Therefore, this research aims to develop food literacy competency and identify the student's actual performance in food literacy. This research uses McNeil's Need Assessment Model method, which consists of 4 stages. The first stage produces several learning objectives with insight into food literacy from various literature sources. The second stage produces food literacy competencies for elementary school students, which multiple experts have validated. The third stage is an initial formative assessment to look for gaps between food literacy competencies and the conditions of 58 Phase A (Level 1 & 2) students. The initial formative assessment results show that 98,3% of students are above the minimum competency category. Even so, there is still a gap in food literacy knowledge among students. The final stage is to provide program recommendations for schools according to the analysis of student performance.   Abstrak SD Islam Al-mumtaaz Karawang telah membuat beragam program untuk mendukung pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah dasar untuk memperoleh kecakapan literasi pangan. Namun, program yang telah dilakukan oleh sekolah belum ditunjang dengan perencanaan kurikulum yang baik dan tujuan kompetensi literasi pangan yang jelas dan sesuai kebutuhan usia peserta didik, latar belakang budaya, latar belakang agama, dan lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun tujuan kompetensi literasi pangan dan mengidentifikasi kemampuan aktual siswa berdasarkan tujuan kompetensi yang telah disusun. Penelitian ini menggunakan metode Need Assessment Model dari McNeil yang terdiri dari 4 tahapan. Tahap pertama menghasilkan sejumlah tujuan - tujuan pembelajaran yang memiliki wawasan literasi pangan dari berbagai sumber literatur. Tahap kedua menghasilkan peta kompetensi literasi pangan untuk jenjang SD yang telah divalidasi oleh berbagai ahli. Tahap ketiga adalah melakukan asesmen formatif awal untuk mencari kesenjangan antara kompetensi literasi pangan dengan kondisi aktual siswa SD Fase A sejumlah 58 siswa. Dimana hasil asesmen formatif awal menunjukkan bahwa 98,3% murid SD Fase A menunjukkan tingkat kompetensi literasi pangan pada kategori cakap dan mahir. Meskipun begitu, masih terdapat kesenjangan pengetahuan literasi pangan pada siswa. Tahap terakhir adalah memberikan program rekomendasi untuk sekolah sesua dengan analisis kemampuan siswa. Kata Kunci: pengembangan kurikulum; literasi pangan; asesmen kebutuhan
Project-based learning (PjBL) strategies with gamification Putri Fadilla Azzahra Fazarini; Yerry Soepriyanto; Henry Praherdhiono
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.65253

Abstract

This research aims to develop and test the effectiveness of the Project-Based Learning (PjBL) learning model integrated with gamification (G-PJBL) to increase student engagement and learning outcomes in Graphic and Visual Media courses. The background to this research is the low graduation rate of students in this course due to the diverse backgrounds and abilities of students. PjBL research with Gamification activities uses the ASSURE development model, which contains six stages. Construction is carried out sequentially according to the plans that have been made. Research data was obtained from validation by learning design experts, observations during learning, and student learning outcomes. The development of PjBL with gamification activities has had a positive impact on increasing student engagement and motivation. The research results show that the well-structured G-PJBL syntax follows student needs. Validation by learning design experts shows that the learning design is feasible. In addition, the research results show that G-PJBL can increase student engagement and learning motivation and improve their learning achievement. This model can be applied to other courses that require student involvement and creativity.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan gamifikasi (G-PJBL) untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Media Grafis dan Visual. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat kelulusan mahasiswa pada mata kuliah tersebut karena beragamnya latar belakang dan kemampuan mahasiswa. Penelitian PjBL dengan kegiatan Gamification menggunakan model pengembangan ASSURE yang berisi 6 tahapan yang digunakan. Pembangunan dilakukan secara berurutan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Data penelitian diperoleh dari validasi ahli desain pembelajaran, observasi selama pembelajaran, dan hasil belajar mahasiswa. Pengembangan PjBL dengan kegiatan gamification memberikan dampak positif terhadap peningkatan engagement dan motivasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintaks G-PJBL yang dikembangkan telah sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan terstruktur dengan baik. Validasi ahli desain pembelajaran menunjukkan bahwa desain pembelajaran layak untuk diterapkan. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa G-PJBL mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar mahasiswa, serta meningkatkan prestasi belajar mereka. Model ini dapat diterapkan pada mata kuliah lain yang membutuhkan keterlibatan dan kreativitas mahasiswa. Kata Kunci: berbasis proyek; gamifikasi; PjBL; strategi pembelajaran; teknologi pendidikan