cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
The potential of STEM-based curriculum in realizing 21st-century learning: Bibliometric analysis Wahyudin Wahyudin; Muhammad Rafi Valliansyah; Cindy Sri Meidina Adeliani; Muhammad Bahrul Ulum
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71111

Abstract

Education, in general, cannot be separated from various existing problems. One of these problems is a gap between graduate education and industry needs. This causes multidisciplinary learning, such as STEM, to be carried out. Extracting information related to research in the STEM curriculum field as an effort to realize 21st-century learning is important. This research aims to analyze the scope of STEM-based curriculum research in realizing 21st-century learning using a bibliometric review. Data collection was carried out through the Scopus database with the keywords ("STEM competency" AND "21st learning skills") OR (stem AND "21st learning skills") OR (stem AND curriculum AND student) from 2020 to 2025. This research discusses general information analysis, annual research production, most relevant sources, local impact sources, local impact authors, most relevant affiliations, country of correspondence author, country of production of scientific articles, most cited countries, most cited documents, tree map and related thematic map with previously defined keywords. This research found that the project-based learning model (PjBL) is suitable for implementation in STEM-based curricula to realize 21st-century learning. Some potential research keywords are students, curriculum, engineering education, engineering, motivation, and curriculum development.   Abstrak Pendidikan secara umum tidak lepas dari berbagai permasalahan yang ada. Salah satu masalah tersebut adalah terdapat kesenjangan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri. Hal ini menyebabkan pembelajaran multidisiplin ilmu seperti STEM perlu dilakukan. Penggalian informasi terkait penelitian dalam bidang kurikulum STEM sebagai upaya mewujudkan pembelajaran abad ke-21 menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang lingkup penelitian kurikulum berbasis STEM dalam mewujudkan pembelajaran abad ke-21 dengan menggunakan tinjauan bibliometrik. Pengumpulan data dilakukan melalui database scopus dengan kata kunci ("STEM competency" AND "21st learning skills") OR (stem AND "21st learning skills") OR (stem AND curriculum AND student) dari tahun 2020 sampai 2025. Penelitian ini membahas analisis informasi umum, produksi riset tahunan, sumber paling relevan, local impact sumber, local impact penulis, afiliasi paling relevan, negara korespondensi penulis, negara produksi artikel ilmiah, negara yang paling banyak disitasi, dokumen yang paling banyak disitasi, tree map dan thematic map terkait dengan kata kunci yang telah ditetapkan sebelumnya. Penelitian ini menemukan bahwa model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) cocok diimplementasikan dalam kurikulum berbasis STEM dalam mewujudkan pembelajaran abad ke-21. Beberapa kata kunci penelitian yang potensial berupa students, curricula, engineering education, engineering, motivation, dan curriculum development. Kata Kunci: analisis bibliometrik; kurikulum berbasis STEM; pembelajaran abad ke-21; pemrograman R; pendidikan
Research trends and benefits of discovery learning and problem-based learning on critical thinking skills Muhamad Kosim Gifari; Babang Robandi
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.66410

Abstract

This study uses the Systematic Review (SR) method to identify, evaluate, and synthesize evidence from literature relevant to the research topic about the influence of Discovery Learning (DL) and Problem-Based Learning (PBL) on critical thinking skills. The purpose of this study is to identify research trends and analyze selected literature. The software used in this study is Google Scholar, Harzing's Publish or Perish 8, Microsoft Excel, Mendeley Desktop, and VOSviewer. The bibliometric analysis identified seven interrelated clusters, including DL, PBL, and critical thinking skills. The results of the visualization highlight the importance of technology integration in education and the important role of teachers and teaching materials. SR analysis shows that PBL and DL journals make a major contribution to the development of research on critical thinking. The most cited articles show the dominance of research in this area, with experimental methods being the most common. The results of SR analysis show that the DL and PBL learning models can improve students' critical thinking skills, as seen from previous studies. The implication is that this learning approach has great potential to improve the quality of education by preparing students to think critically and analytically in facing future challenges.   Abstrak Penelitian ini menggunakan metode Systematic Review (SR) untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti-bukti dari literatur yang relevan dengan topik penelitian tentang pengaruh Discovery Learning (DL) dan Problem-Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tren penelitian dan menganalisis literatur terpilih. Software yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Google Scholar, Harzing’s Publish or Perish 8, Microsoft Excel, Mendeley Desktop, dan VOSviewer. Analisis bibliometrik mengidentifikasi tujuh cluster yang saling terkait, termasuk DL, PBL, dan kemampuan berpikir kritis. Hasil visualisasi menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan dan peran penting guru serta bahan ajar. Analisis SR menunjukkan bahwa jurnal PBL dan DL memberikan kontribusi besar dalam pengembangan penelitian tentang berpikir kritis. Artikel yang paling banyak dikutip menunjukkan dominasi penelitian dalam bidang ini, dengan metode eksperimen menjadi yang paling umum. Hasil analisis SR menunjukkan bahwa model pembelajaran DL dan PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, seperti yang terlihat dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Implikasinya adalah bahwa pendekatan pembelajaran ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan mempersiapkan siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis dalam menghadapi tantangan masa depan. Kata Kunci: Berpikir kritis, pembelajaran berbasis penemuan, pembelajaran berbasis masalah
Bridging theory, policy, and practice: Stakeholder engagement in Ghana's NPEC Richard Lionel Gorni; Asep Suryana; Eka Prihatin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71208

Abstract

Ghana's education system is transforming significantly by implementing the National Pre-Tertiary Education Curriculum Framework (NPECF), emphasizing critical thinking and problem-solving skills over traditional rote learning. Translating these ambitious policy goals into effective classroom practices within a centralized system presents challenges. This research addresses this challenge through stakeholder analysis, examining how the involvement of policymakers, educators, parents, and local communities can bridge the gap between NPECF's theoretical ideals and practical classroom application. The research identifies potential roadblocks and opportunities for successful curriculum adoption by analyzing these diverse perspectives. Understanding the interactions and influences among policymakers, teachers, parents, and communities is crucial for transitioning smoothly from rote learning to a student-centered approach. This analysis highlights areas where stakeholders might need additional support or resources to embrace the new curriculum effectively. Ultimately, the findings can inform future educational reforms in Ghana and similar contexts, paving the way for a more effective and engaging learning experience for all students.   Abstrak Sistem pendidikan Ghana sedang mengalami transformasi signifikan dengan implementasi National Pre-Tertiary Education Curriculum Framework (NPECF) yang menekankan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah - lebih dari pembelajaran tradisional. Tetapi menerjemahkan tujuan kebijakan ambisius ini ke dalam praktik kelas yang efektif dalam sistem terpusat - pada gilirannya menyajikan tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menangani tantangan ini melalui analisis terhadap pemangku kepentingan, memeriksa bagaimana keterlibatan pembuat kebijakan, pendidik, orang tua, dan komunitas lokal dapat menjembatani kesenjangan antara cita-cita teoritis NPECF dengan aplikasi kelas praktis. Melalui analisis terhadap perspektif yang beragam ini, penelitian ini mengidentifikasi potensi hambatan dan peluang untuk penerapan kurikulum yang sukses. Memahami interaksi dan pengaruh antara pembuat kebijakan, guru, orang tua, dan komunitas sangat penting untuk transisi yang lancar dari pembelajaran sebelumnya yang rusak ke pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Analisis ini menyoroti bidang-bidang di mana pemangku kepentingan mungkin membutuhkan dukungan atau sumber daya tambahan untuk mengaplikasikan kurikulum baru secara efektif. Akhirnya, temuan ini dapat menginformasikan reformasi pendidikan di masa depan di Ghana. Dan konteks serupa, membuka jalan bagi pengalaman belajar yang lebih efektif dan menarik bagi semua peserta didik. Kata Kunc: layanan pendidikan Ghana; pendekatan yang berpusat pada peserta didik; keterlibatan pemangku kepentingan
Evaluation of the project for strengthening the Profil Pelajar Pancasila Mutiara Eka Betari; Rusman Rusman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71960

Abstract

Basic education plays a crucial role in forming students' character and competencies. The Merdeka Curriculum in Elementary Schools carries out the Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) to instill Pancasila values and develop students into lifelong learners with character. Evaluation of the achievement of P5 is essential to ensure its effectiveness and identify areas for improvement. This research aims to evaluate the achievement of P5 in Elementary Schools using the CIPP Model. This research uses a descriptive evaluation method with data collected through interviews, observation, document study and questionnaires. The results of the context evaluation show that the curriculum at SDPN 252 Setiabudi, Bandung City follows the principles of Kurikulum Merdeka, providing freedom in adapting learning and integrating Pancasila values. Input evaluation shows that facilities are adequate, but several deficiencies need to be corrected. Teachers need additional training to understand the development of project modules. Process evaluation shows that the implementation of P5 is going well, but there are obstacles related to the lack of timeliness and coordination of the Expo-Project, requiring better planning. Product evaluation shows that P5 has succeeded in developing positive student behavior and awareness of Pancasila values.   Abstrak Pendidikan dasar berperan krusial dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik. Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar mengusung Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan mengembangkan peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter. Evaluasi ketercapaian P5 menjadi esensial untuk memastikan efektivitasnya dan mengidentifikasi area perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi ketercapaian P5 di Sekolah Dasar menggunakan Model CIPP. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumen, dan angket. Hasil evaluasi konteks menunjukkan kurikulum di SDPN 252 Setiabudi Kota Bandung sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, memberikan kebebasan dalam adaptasi pembelajaran dan integrasi nilai-nilai Pancasila. Evaluasi input menunjukkan fasilitas memadai, namun beberapa kekurangan perlu diperbaiki. Guru membutuhkan pelatihan tambahan untuk memahami pengembangan modul proyek. Evaluasi proses menunjukkan pelaksanaan P5 berjalan baik, tetapi ada hambatan terkait ketidaktepatan waktu dan koordinasi Expo-Project, memerlukan perencanaan yang lebih baik. Evaluasi produk menunjukkan P5 berhasil mengembangkan perilaku positif peserta didik dan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila. Kata Kunci: CIPP; evaluasi proyek pembelajaran; P5; sekolah dasar
Analysis of the implementation and aspirations of national education politics in Muhammadiyah circles Yeny Nasril; Muhammad Sirozi; Sholihah Titin Sumanti
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71453

Abstract

Muhammadiyah is one of Indonesia's largest religious organizations and significantly influences people's lives. Muhammadiyah has several AUMs (Muhammadiyah Charity Efforts) to achieve various goals, visions, and missions of Muhammadiyah itself, one of which is Muhammadiyah's educational charity. Muhammadiyah runs its education system following its goals, visions, and missions. Therefore, this study aims to analyze the implementation of national education policies in the Muhammadiyah environment and identify national education political aspirations in the Muhammadiyah environment. This study uses a qualitative approach to explore the position, strategy, and impact of Muhammadiyah in shaping education policies and to provide a critical review. The study results show that Muhammadiyah significantly influences the direction of education policy through advocacy, curriculum development, and providing education services. In addition, this study also evaluates national education politics in the Muhammadiyah circle and Muhammadiyah's political aspirations, which emphasize inclusivity, quality, and relevance of education. A critical review of Muhammadiyah's political ambitions in Indonesian national education emphasizes the importance of education that is inclusive, tolerant, and relevant to the needs of society.   Abstrak Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang memiliki pengaruh signifikan dalam kehidupan masyarakat. Muhammadiyah memiliki beberapa AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) untuk mencapai berbagai tujuan, visi dan misi Muhammadiyah itu sendiri, salah satunya adalah amal usaha pendidikan Muhammadiyah. Muhammadiyah menjalankan sistem pendidikannya sesuai dengan tujuan, visi dan misinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan pendidikan nasional di lingkungan Muhammadiyah, serta mengidentifikasi aspirasi politik pendidikan nasional di lingkungan Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis posisi, strategi, dan dampak Muhammadiyah dalam membentuk kebijakan pendidikan, serta memberikan tinjauan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan pendidikan melalui advokasi, pengembangan kurikulum, dan penyediaan layanan pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi politik pendidikan nasional dalam lingkaran Muhammadiyah dan aspirasi politik Muhammadiyah yang menekankan pada inklusivitas, kualitas, dan relevansi pendidikan. Tinjauan kritis terhadap aspirasi politik Muhammadiyah dalam pendidikan nasional Indonesia menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, toleran, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kata Kunci: kelompok kepentingan; Muhammadiyah; nilai-nilai pendidikan Islam; politik pendidikan
The urgency of incorporating real-life conversation into IFL learning materials Nina Amalia Nurichsania; Suci Sundusiah; Ida Widia
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.72253

Abstract

While authenticity plays a vital role in foreign language learning, a significant disparity exists between classroom-based learning and the practical use of language in real-world contexts. IFL resources often lack authenticity, failing to mirror the genuine language encounters that learners face beyond the classroom. Therefore, this research explores the motivations, needs, and prior learning experiences of IFL learners to emphasize the importance of integrating real-life conversations into IFL learning materials. This descriptive qualitative research gathered data via surveys and semi-structured interviews with ten foreigners. The findings underscored the varied motivations of participants in learning Indonesian, including personal and familial connections, communication requirements during travel, interests in language, and cultural identity. Participants engaged in instructor-led and self-directed learning as endeavors to boost their proficiency. Intriguingly, there was a discrepancy between their learning experiences and needs. Although the provided IFL materials had successfully fulfilled the learners’ needs in formal settings, they fell short of adequately equipping them for real-world interactions in the intended social settings. Hence, it is suggested that authentic, real-life conversation be incorporated into the IFL materials to meet the diverse practical communication needs of IFL learners.   Abstrak Keautentikan memainkan peranan penting dalam pembelajaran bahasa asing, namun pada kenyataannya terdapat kesenjangan yang signifikan antara pembelajaran di kelas dan penggunaan bahasa dalam konteks kehidupan nyata. Sumber belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kerap kali kurang mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia sesungguhnya yang dihadapi pemelajar di luar kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi, kebutuhan, dan pengalaman belajar pemelajar untuk menekankan pentingnya pengintegrasian percakapan real-life dalam materi pembelajaran BIPA. Peneliti mengumpulkan data melalui survei dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian deskriptif kualitatif ini menyoroti beragam motivasi pemelajar dalam mempelajari bahasa Indonesia, yakni hubungan pribadi dan keluarga, kebutuhan komunikasi saat bepergian, minat terhadap bahasa, serta identitas budaya. Para pemelajar belajar bahasa Indonesia secara formal dengan instruktur dan secara mandiri sebagai usaha untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Indonesia mereka. Meskipun begitu, masih ditemukan kesenjangan antara pengalaman belajar dan kebutuhan belajar para pemelajar BIPA. Walaupun materi BIPA yang tersedia sudah mengakomodasi kebutuhan berbahasa pemelajar di konteks formal, materi tersebut belum memadai dalam mempersiapkan pemelajar untuk interaksi autentik dalam konteks sosial yang dibutuhkan. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, disarankan untuk mengintegrasikan percakapan real-life ke dalam materi pembelajaran BIPA guna memenuhi kebutuhan komunikasi praktis pemelajar BIPA yang beragam. Kata Kunci: Materi autentik; materi BIPA; percakapan kehidupan nyata
Development of hypercontent-based teaching materialsfor screen printing course at FIP UNM Asrul Burhan; Pattaufi Pattaufi; Nurhikmah H; Farida Febriati; Abdul Hakim; Citra Rosalyn Anwar; Wahira Wahira
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71289

Abstract

This research was conducted to meet the need for hypercontent-based digital teaching materials in the Screen Printing Techniques course in the Educational Technology Study Program, FIP UNM. The existing materials are less interactive and lack media such as text, images, and videos, essential for enhancing student understanding. The main goals are identifying these needs, designing hypercontent-based digital teaching materials, and measuring their validity, practicality, and effectiveness. The Research and Development (R&D) method follows the M. Alessi and Stanley R. Trollip model, including the stages of planning, design, and development. The research subjects included 20 students, one lecturer, and two validators (1 content/material expert and one design/media expert). Data collection techniques involved needs identification questionnaires, expert validation questionnaires, lecturer response questionnaires, and small and large group trial questionnaires. Descriptive quantitative analysis was used to evaluate the data. The findings indicate that the need for digital modules among students is very high, expert validation shows good qualifications, trials demonstrate the modules’ good practicality, and pre-test and post-test results reveal improved student learning outcomes with effective to very effective qualifications. Consequently, the screen printing technique digital module is deemed valid, practical, and effective.   Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan bahan ajar digital berbasis hypercontent pada mata kuliah Teknik Sablon di Prodi Teknologi Pendidikan FIP UNM, karena bahan ajar yang ada saat ini kurang interaktif dan tidak menyediakan berbagai media seperti teks, gambar, dan video yang dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi kebutuhan tersebut, merancang bahan ajar digital berbasis hypercontent, serta mengukur tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model M. Alessi dan Stanley R. Trollip, mencakup tahap perencanaan, desain, dan pengembangan. Subjek penelitian terdiri dari 20 mahasiswa, 1 dosen pengampu, dan 2 validator (1 ahli isi/materi dan 1 ahli desain/media). Teknik pengumpulan data meliputi angket identifikasi kebutuhan, angket validasi ahli, angket tanggapan dosen, serta angket uji coba kelompok kecil dan besar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Temuan menunjukkan bahwa kebutuhan mahasiswa terhadap modul digital sangat tinggi, validasi ahli menunjukkan kualifikasi baik hingga sangat baik, uji coba menunjukkan kepraktisan modul yang baik, dan hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan hasil belajar mahasiswa dengan kualifikasi efektif hingga sangat efektif. Modul digital Teknik Sablon dinyatakan valid, praktis, dan efektif. Kata Kunci: Modul digital; teknologi pendidikan; pengembangan bahan belajar; teknik sablon
Teacher retention in crisis: Informing policy to keep Ghanaian educators in classrooms Richard Lionel Gorni; Diding Nurdin; Johar Permana; Djaman Satori
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71690

Abstract

Ghana's schools face a severe teacher retention crisis, with only 36 percent of teachers in a district survey planning to stay in their roles. Researchers conducted a comprehensive survey of 138 teachers to investigate their reasons for wanting to leave the profession. Common themes emerged, including low pay, poor working conditions, and overwhelming workloads. Additionally, concerns about teacher well-being and the declining status of the teaching profession were highlighted as significant issues. The study sought to identify strategies to keep teachers engaged, employing a theory about employee turnover to guide the analysis. Researchers carefully examined the survey responses and pinpointed key strategies to address the crisis. These included reducing teacher workloads, improving working conditions, and enhancing the prestige and status of the teaching profession. This research provides valuable insights for policymakers seeking effective solutions to Ghana's teacher retention problems. The findings underscore the urgent need to address the factors driving teachers away and implement strategies to maintain a stable, motivated, and highly skilled teaching workforce, which is crucial for advancing Ghana's educational system.   Abstrak Sekolah-sekolah di Ghana sedang menghadapi krisis retensi guru yang parah, dengan hanya 36 persen guru dalam survei distrik yang berencana untuk tetap menjabat. Peneliti melakukan survei komprehensif terhadap 138 guru untuk mendalami alasan mereka ingin meninggalkan profesinya. Tema-tema umum muncul, termasuk gaji rendah, kondisi kerja yang buruk, dan beban kerja yang sangat berat. Selain itu, kekhawatiran mengenai kesejahteraan guru dan menurunnya status profesi guru juga disoroti sebagai permasalahan yang signifikan. Studi ini berusaha mengidentifikasi strategi untuk menjaga keterlibatan guru, dengan menggunakan teori tentang pergantian karyawan untuk memandu analisis. Melalui pemeriksaan yang cermat terhadap respons survei, para peneliti menunjukkan strategi utama untuk mengatasi krisis ini. Hal ini termasuk mengurangi beban kerja guru, memperbaiki kondisi kerja, dan meningkatkan prestise dan status profesi guru. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi para pembuat kebijakan yang mencari solusi efektif terhadap masalah retensi guru di Ghana. Temuan-temuan ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk mengatasi faktor-faktor yang mendorong guru menjauh dan menerapkan strategi yang dapat mempertahankan tenaga pengajar yang stabil, termotivasi, dan berketerampilan tinggi, yang sangat penting bagi kemajuan sistem pendidikan Ghana. Kata Kunci: pergantian karyawan; pengurangan guru; retensi guru
Interrelation between report book and teacher performance Witzir Sumadisastro Subran; Dinn Wahyudin; Lia Susanti; Dudun Najmudin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.65584

Abstract

Teacher report cards are a means of communication and evaluation between the principal and teachers that can improve teacher performance and impact student learning achievement. SDIT Nurul 'Ilmi Jambi has implemented teacher report cards for over ten years, which are given at the beginning of each month along with the receipt of monthly teacher rights. This study aims to determine the relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers. This study uses a mixed method, where data collection is carried out by distributing questionnaires. Then, to analyze the data, SPSS tools are used with validity tests, reliability tests, and Spearman rank correlation tests. In the qualitative method, interviews were conducted with teachers to determine the factors that contribute to teacher performance. The study's results indicate that there is a relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers, and there is a powerful positive influence. Other things that influence teacher performance based on the interview results are awareness, concern, and spiritual values such as sincerity and charity for the teacher himself.   Abstrak Rapor guru merupakan sarana komunikasi dan evaluasi antara kepala sekolah dan guru yang dapat meningkatkan kinerja guru serta akan berdampak kepada prestasi belajar siswa. SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi telah melaksanakan penerapan rapor guru selama lebih dari 10 tahun yang diberikan pada tiap awal bulan bersamaan dengan penerimaan hak bulanan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods), di mana pengumpulan data dilakukan menyebarkan kuesioner, kemudian untuk menganalisis data digunakan alat bantu berupa SPSS dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji korelasi rank spearman. Sedangkan metode kualitatif, dilakukan wawancara dengan guru untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi dan adanya pengaruh positif sangat kuat. Hal lain yang memengaruhi kinerja guru dari hasil wawancara adalah kesadaran, kepedulian, dan nilai-nilai spiritualitas seperti keikhlasan dan amal jariyah bagi guru itu sendiri. Kata Kunci: guru sekolah dasar; rapor guru; sekolah dasar
Development of a pocketbook for the prevention of bullying in school Sarah Kartini Izach; Nur Wahyu Rochmadi; Edi Suhartono
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71504

Abstract

The phenomenon of bullying in schools is often overlooked despite its significant negative impacts on victims, such as low self-esteem and risk of depression. This study aims to develop a pocketbook as a bullying prevention medium at SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Using the ADDIE model, the study involves five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The school's need for bullying prevention materials was identified in the analysis stage. The pocketbook design was developed using Canva, encompassing relevant and engaging content. The pocketbook was then implemented through socialization in the school. Evaluation was conducted through expert validation and feedback from teachers and students. Validation results indicated that the pocketbook is highly rated and suitable for use. Feedback from teachers and students showed very high scores, indicating that the pocketbook effectively enhances understanding of the importance of preventing bullying behavior. The pocketbook uses colored images and structured content to enhance student engagement and comprehension. With this pocketbook, a safe and comfortable learning environment is hoped to be created, fostering a culture of mutual respect in schools. The pocketbook can serve as a tool in socialization and strengthening material on bullying prevention in schools.   Abstrak Perundungan adalah fenomena yang marak terjadi di lingkungan sekolah dan memberikan dampak negatif yang signifikan bagi korban, seperti ketidakpercayaan diri, rendahnya harga diri, dan bahkan risiko kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah buku saku yang efektif untuk mencegah perilaku perundungan di sekolah. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, kebutuhan sekolah akan materi pencegahan perundungan diidentifikasi. Pada tahap desain, materi buku saku dirancang dengan mempertimbangkan aspek visual dan konten yang relevan. Tahap pengembangan melibatkan pembuatan buku saku menggunakan aplikasi Canva, sementara tahap implementasi dilakukan melalui sosialisasi kepada guru dan siswa. Tahap evaluasi melibatkan validasi oleh ahli dan pengumpulan tanggapan dari guru serta siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa buku saku ini dinilai sangat baik dan layak digunakan. Tanggapan guru dan siswa juga menunjukkan nilai yang sangat tinggi, menandakan bahwa buku saku ini efektif dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya mencegah perilaku perundungan. Penggunaan gambar berwarna dan konten yang terstruktur dalam buku saku membantu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Dengan adanya buku saku ini, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman serta mendorong budaya saling menghargai di sekolah. Buku saku ini dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam sosialisasi dan penguatan materi tentang pencegahan perundungan di sekolah. Kata Kunci: perundungan; pencegehan perundungan; buku saku