cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Psychological factors and customized learning pathways in curriculum design JournalHabibat Bolanle Abdulkareem; Kamoru Abidoye Tiamiyu; Aldulkareem Olalekan Abubakar; Rukayat Adetoun Abdulkareem; Fadilat Oluwakemi Adegbenro
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.69694

Abstract

This study explores the prevalence of mental health and learning pathways among undergraduate students in Kwara State, Nigeria. It examines the relationship between personality traits, learning pathways, and mental health behavior. Analyzing data from 1,502 respondents, the study categorizes mental health behavior into low, moderate, and high levels. Results indicate that most students (55.9 percent) exhibit low mental well-being, while 32.7 percent show moderate and 11.5 percent demonstrate high mental well-being. Regression analysis reveals that personality traits, including agreeableness, conscientiousness, neuroticism, openness to experience, and extraversion, collectively account for 51.2 percent of the variance in mental health scores. Among these traits, only conscientiousness significantly contributes, while other traits like neuroticism and agreeableness do not significantly impact mental health. These findings contrast with previous studies that reported higher levels of psychological distress and varying influences of personality traits on mental health. Recommendations include incorporating comprehensive mental health assessments into curricula, providing tailored mental health support, and integrating mental health resources within the educational framework. The study underscores the need for targeted interventions and support to address the high prevalence of low mental well-being among university undergraduates in the region.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi prevalensi kesehatan mental dan jalur belajar di kalangan mahasiswa sarjana di Negara Bagian Kwara, Nigeria, dan meneliti hubungan antara sifat-sifat kepribadian, jalur belajar, dan perilaku kesehatan mental. Menganalisis data dari 1.502 responden, penelitian ini mengkategorikan perilaku kesehatan mental ke dalam tingkat rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (55,9 persen) menunjukkan kesehatan mental yang rendah, sementara 32,7 persen menunjukkan kesehatan mental yang sedang, dan 11,5 persen menunjukkan kesehatan mental yang tinggi. Analisis regresi mengungkapkan bahwa sifat-sifat kepribadian, termasuk kesetujuan, ketelitian, neurotisme, keterbukaan terhadap pengalaman, dan ekstraversi, secara kolektif menyumbang 51,2 persen dari varians dalam skor kesehatan mental. Di antara sifat-sifat ini, hanya conscientiousness yang menunjukkan kontribusi yang signifikan, sementara sifat-sifat lain seperti neuroticism dan agreeableness tidak secara signifikan mempengaruhi kesehatan mental. Temuan ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang melaporkan tingkat tekanan psikologis yang lebih tinggi dan berbagai pengaruh dari sifat-sifat kepribadian terhadap kesehatan mental. Rekomendasi yang diberikan termasuk memasukkan penilaian kesehatan mental yang komprehensif ke dalam kurikulum, menyediakan dukungan kesehatan mental yang disesuaikan, dan mengintegrasikan sumber daya kesehatan mental dalam kerangka kerja pendidikan. Studi ini menggarisbawahi perlunya intervensi dan dukungan yang ditargetkan untuk mengatasi tingginya prevalensi kesejahteraan mental yang rendah di kalangan mahasiswa di wilayah ini. Kata Kunci: desain kurikulum; kesehatan mental; penyesuaian pembelajaran; mahasiswa
Principals’ managerial factors and teachers’ job effectiveness in public senior secondary schools Adeseko Sunday Olaifa; Solawat Ajibola Hassan; Simbiat Mojibola Fagbola; Oba Baba Ayoku; Taibat Joke Abolarin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74688

Abstract

The study examined principals’ managerial factors and teachers’ job effectiveness in public senior secondary schools in Ilorin Metropolis, Kwara State. The objectives of the study were to examine the managerial factors of principals in public senior secondary schools in Ilorin Metropolis, Kwara State; determine the level of teachers’ job effectiveness in public senior secondary schools in Ilorin Metropolis, Kwara State; and investigate the relationship between principals’ managerial factors and teachers’ job effectiveness in public senior secondary schools in Ilorin Metropolis, Kwara State. The Research Advisor's sample size determination was used to select 317 respondents. Principals’ Managerial Factors and Teachers’ Job Effectiveness Questionnaire were used to collect the data for this study. Findings indicated a significant relationship between principals’ managerial factors and teachers’ job effectiveness in public senior secondary schools in Ilorin Metropolis, Kwara State. There was a significant relationship between principals’ communication skills, principals’ supervisory skills, principals’ record-keeping skills, and principals’ interpersonal relationship skills, and teachers’ job effectiveness in public senior secondary schools in Ilorin Metropolis, Kwara State. It was recommended, among others, that school principals improve their communication skills by adopting different means of communication to ensure every teacher does his or her teaching job well.   Abstrak Studi ini menguji faktor manajerial kepala sekolah dan efektivitas kerja guru di sekolah menengah atas negeri di Ilorin Metropolis, Negara Bagian Kwara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji faktor manajerial kepala sekolah di sekolah menengah atas negeri di Ilorin Metropolis, Negara Bagian Kwara; menentukan tingkat efektivitas kerja guru di sekolah menengah atas negeri di Ilorin Metropolis, Negara Bagian Kwara dan menyelidiki hubungan antara faktor manajerial kepala sekolah dan efektivitas kerja guru di sekolah menengah atas negeri di Ilorin Metropolis, Negara Bagian Kwara. Penentuan ukuran sampel Research Advisors digunakan untuk memilih 317 responden. Faktor Manajerial Kepala Sekolah dan Kuesioner Efektivitas Kerja Guru digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Temuan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor manajerial kepala sekolah dan efektivitas kerja guru di sekolah menengah atas negeri di Ilorin Metropolis, Negara Bagian Kwara. Terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan komunikasi kepala sekolah, keterampilan pengawasan kepala sekolah, keterampilan pencatatan kepala sekolah dan keterampilan hubungan interpersonal kepala sekolah dengan efektivitas kerja guru di sekolah menengah atas negeri di Ilorin Metropolis, Negara Bagian Kwara. Direkomendasikan antara lain; kepala sekolah harus berupaya meningkatkan keterampilan komunikasi mereka dengan menggunakan cara komunikasi yang berbeda untuk memastikan setiap guru melakukan pekerjaan mengajarnya dengan baik. Kata Kunci: efektivitas kinerja guru; faktor manajerial kepala sekolah; keterampilan komunikasi
Trends in using internet-based learning media for students during the COVID-19 pandemic Muhammad Yus Firdaus; Mustofa Kamil; Purnomo Purnomo
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74368

Abstract

The COVID-19 pandemic has led to a profound transformation in the global education system, forcing a sudden shift from face-to-face teaching to online learning. This study aims to understand how students have utilized technology for online learning during the pandemic, focusing on using the internet and smartphones and evaluating the effectiveness of various applications and platforms such as WhatsApp, Zoom, and Learning Management Systems (LMS). A descriptive quantitative research method was employed with a survey technique involving 220 students from Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) to gather data on their technology use activities. The findings indicate that UNIS students predominantly use the internet for learning and information-seeking, while smartphones are more frequently used for communication and entertainment. WhatsApp and Zoom are the most commonly used applications for online learning, reflecting a preference for familiar and easily accessible platforms. The study highlights the need for improved digital skills and technology access to support more effective learning. Recommendations include developing technology training for educators, providing better student resources, and integrating online learning models into long-term educational strategies to enhance education quality and flexibility.   Abstrak Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan transformasi mendalam dalam sistem pendidikan global, memaksa pergeseran dari metode tatap muka ke pembelajaran daring secara mendadak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penggunaan teknologi oleh mahasiswa dalam konteks pembelajaran daring selama pandemi, dengan fokus pada pemanfaatan internet dan smartphone, serta efektivitas berbagai aplikasi dan platform seperti WhatsApp, Zoom, dan LMS. Metode penelitian kuantitatif deskriptif digunakan dengan teknik survei terhadap 220 mahasiswa Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas teknologi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa UNIS dominan menggunakan internet untuk belajar dan mencari informasi, sementara smartphone lebih sering digunakan untuk komunikasi dan hiburan. WhatsApp dan Zoom adalah aplikasi paling sering digunakan untuk pembelajaran daring, mencerminkan preferensi terhadap platform yang familiar dan mudah diakses. Temuan ini menyoroti perlunya peningkatan keterampilan digital dan akses teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini menyarankan pengembangan pelatihan teknologi untuk pengajar dan penyediaan sumber daya yang lebih baik bagi mahasiswa, serta integrasi model pembelajaran daring dalam strategi pendidikan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan fleksibilitas pendidikan. Kata Kunci: COVID-19; pembelajaran jarak jauh; pembelajaran online
Evaluation of the Kurikulum Merdeka in dance learning for junior high schools Nadia Putri Kharismawati; Zainal Arifin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74693

Abstract

Curriculum evaluation is a crucial component in the educational process that assesses the effectiveness of curriculum implementation and identifies strengths and weaknesses in its planning and application. Curriculum evaluation plays a crucial role in ensuring the successful implementation of the Kurikulum Merdeka, particularly in dance education, by assessing the effectiveness of planning, implementation, and learning outcomes. This study aims to evaluate the implementation of the Kurikulum Merdeka based on its relevance to the curriculum's achievements, covering the aspects of planning, implementation, and assessment of dance education. The study employs a descriptive method with a qualitative approach, collecting data through observation, interviews, and documentation from SMPN 1 Cimalaka. Participants in this research include the school principal, the vice principal of curriculum, art and culture teachers, and seventh-grade students. The study results indicate that the dance education planning at SMPN 1 Cimalaka aligns with the guidelines of the Kurikulum Merdeka. In practice, teachers have successfully adapted teaching methods to meet students' needs, though there are differences between the methods recommended in the modules and classroom practices. The evaluation of learning is systematically conducted using formative and summative assessments to measure student achievement.   Abstrak Evaluasi kurikulum merupakan komponen penting dalam proses pendidikan yang berfungsi untuk menilai efektivitas pelaksanaan kurikulum serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam perencanaan dan penerapannya. Evaluasi kurikulum berperan penting dalam memastikan keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka, terutama dalam pembelajaran seni tari, dengan cara menilai efektivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum merdeka, berdasarkan relevansinya dalam capaian kurikulum, dengan meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran tari. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari SMPN 1 Cimalaka. Partisipan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru seni budaya, dan siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran tari di SMPN 1 Cimalaka telah sesuai dengan panduan Kurikulum Merdeka. Dalam pelaksanaannya, guru berhasil mengadaptasi metode pengajaran sesuai kebutuhan siswa, meskipun ada perbedaan antara metode yang direkomendasikan modul dan praktik di kelas. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara sistematis dengan menggunakan asesmen formatif dan sumatif untuk mengukur pencapaian siswa. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; pendidikan seni tari; kurikulum merdeka
Pop-up book Putri Tujuh to improve the ability to read aloud Rizka Ardini; Safran Safran
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.72906

Abstract

This study aims to develop an interactive learning medium in the form of a pop-up book titled Putri Tujuh to enhance the reading-aloud ability of third-grade students at SD Negeri 057751 Simpang UPL. The study followed the ADDIE development model, which involved five stages. Firstly, the analysis stage revealed the need for more engaging learning media. Secondly, the design stage focused on creating a pop-up book design using simple materials as an interactive learning tool. Thirdly, the development stage involved validation by material and language experts, resulting in a high feasibility rating. Fourthly, the implementation stage included an effectiveness test that showed a significant improvement in reading skills and a practicality test that indicated the media's usefulness. Finally, the evaluation stage concluded that the product did not require further improvement based on the positive results of the tests conducted. The media effectively increased students' reading-aloud skills and reading interests. The implications of this research suggest that the use of pop-up books can be an effective alternative in teaching reading aloud in elementary schools, providing a solution to increase student motivation and engagement and assisting teachers in delivering more interactive and engaging learning materials.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berupa buku pop-up berjudul Putri Tujuh untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas III SD Negeri 057751 Simpang UPL. Penelitian ini mengikuti model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahap. Pertama, tahap analisis mengungkapkan perlunya media pembelajaran yang lebih menarik. Kedua, tahap desain difokuskan pada pembuatan desain buku pop-up sebagai alat pembelajaran interaktif dengan menggunakan bahan ajar sederhana. Ketiga, tahap pengembangan melibatkan validasi oleh ahli materi dan bahasa, menghasilkan peringkat kelayakan yang tinggi. Keempat, tahap implementasi meliputi uji efektivitas yang menunjukkan peningkatan keterampilan membaca yang signifikan, serta uji praktikalitas yang menunjukkan kegunaan media. Terakhir, tahap evaluasi menyimpulkan bahwa produk tidak memerlukan perbaikan lebih lanjut berdasarkan hasil positif dari uji yang dilakukan. Media efektif meningkatkan keterampilan membaca nyaring dan minat baca siswa. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan buku pop-up dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pengajaran membaca nyaring di sekolah dasar, memberikan solusi untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, serta membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Kata Kunci: buku pop-up; cerita rakyat; membaca nyaring
Local wisdom of Mapag Cai tradition of Banceuy villages indigenous community for sociology learning outcomes Irra Martiana; Dian Peniasian
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74511

Abstract

This research aims to apply the value of Gotong royong as local wisdom of Mapag Cai tradition in the Banceuy Village Indigenous Community to be a commodity of wisdom value development in the educational scene of Sociology learning. This research was conducted as an effort to utilize local wisdom so that students understand the meaning of “gotong royong” and strengthen the ties of social interaction in the digital era, which causes indirect interaction that impacts students' interpersonal intelligence. This research uses a descriptive research method that is precise to the characteristics of Mapag Cai social activities. The research was conducted through direct observation and interviewing Banceuy Indigenous Community Leaders, literature studies, and other sources relevant to the writing topic. The results illustrate that the Mapag Cai tradition means the spirit of cooperation and solidarity in maintaining the cleanliness of irrigation channels based on the values and rules held firmly by residents, which can be an inspiration for learning with a contextual approach in building soft skills to foster the spirit of cooperation and social interaction between students.   Abstrak Penelitian ini bertujuan menerapkan nilai gotong royong sebagai kearifan lokal tradisi Mapag Cai di Kampung Adat Banceuy Desa Sanca, Kecamatan Ciater Kabupaten Subang menjadi komoditas pengembangan nilai kearifan dalam adegan pendidikan pembelajaran Sosiologi. Alasan penelitian ini dilakukan adalah sebagai upaya memanfaatkan kearifan lokal agar peserta didik memahami makna gotong royong dan memperkuat jalinan interaksi sosial di era digital yang menyebabkan tingginya interaksi tidak langsung sehingga membawa dampak terhadap kecerdasan interpersonal peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif secara tepat terhadap sifat-sifat kegiatan sosial Mapag Cai. Penelitian dilakukan melalui observasi langsung dan mewawancarai Tokoh Masyarakat Adat Banceuy serta studi pustaka dan sumber lain yang relevan dengan topik penulisan. Hasil penelitian menggambarkan tradisi Mapag Cai bermakna semangat gotong royong dan solidaritas dalam menjaga kebersihan saluran irigasi yang dilandasi oleh nilai dan tata aturan yang dipegang teguh warga dapat menjadi inspirasi pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dalam membangun soft skill guna menumbuhkan semangat gotong royong dan interaksi sosial antar peserta didik. Kata Kunci: Kampung adat banceuy; pendidikan; gotong royong; kearifan lokal; mapag cai
Development of Indonesian comic-based teaching materials to improve students’ creativity Three Mutiara Sipa; Sahkholid Nasution
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.73082

Abstract

This research is motivated by the decline in student creativity in participating in learning and, therefore, the need for appropriate media for students. After being given comic-based teaching materials, the activities aimed to increase students' creativity in grade IV. The research method used is research and development (Research and Development) using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementations, Evaluation). This comic-based teaching material has undergone validation tests by experts. The percentage of results from experts on this comic-based teaching material is very valid and practical, based on criteria from media experts and material experts. In addition, the student and teacher response questionnaires also show very valid and practical criteria. From the N-gain results, a score is obtained in the high category. Therefore, this study shows the influence of using comic teaching materials to increase creativity in learning fictional story texts. It can be proven that the results show an increase from the ineffective category to the effective category. The conclusion is that this comic-based teaching material is very suitable, practical, and effective for use in learning Indonesian in fictional story texts to improve the creativity of elementary school students.   Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penurunan kreativitas peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, maka dari itu perlunya media yang tepat untuk peserta didik. Adapun kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta didik di kelas IV setelah diberi bahan ajar berbasis komik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analisys, Design, Develovment, Implementations, Evaluation). Bahan ajar berbasis komik ini telah melakukan uji validasi oleh ahli. Persentase hasil dari para ahli terhadap bahan ajar berbasis komik ini mendapatkan kriteria sangat valid dan sangat praktis dari ahli media dan ahli materi. Selain itu angket respons peserta didik dan angket respons guru juga menunjukkan kriteria sangat valid dan sangat praktis. Dari hasil N-gain diperoleh skor pada kategori tinggi, oleh karena itu penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan bahan ajar komik untuk meningkatkan kreativitas pada pembelajaran teks cerita fiksi. Hal ini dapat dibuktikan bahwa hasil menunjukkan peningkatan dari kategori tidak efektif menjadi efektif. Adapun kesimpulannya bahwa bahan ajar berbasis komik ini sangat layak, praktis, dan efektif untuk di gunakan di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi Teks cerita fiksi untuk meningkatkan kreativitas peserta didik sekolah dasar. Kata Kunci: bahan ajar; bahasa Indonesia; komik; kreativitas peserta didik; media pembelajaran
Effectiveness of technology in midwifery education for enhancing knowledge and clinical skills Yohana Filiberta Lumu Ladjar; Ari Indra Susanti
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74762

Abstract

Multimedia has positively impacted knowledge transfer, emphasizing the importance of collaborative learning and interactive tools in improving educational outcomes. E-learning contributes significantly to knowledge transfer and skill enhancement among nurses and midwives. This study aims to determine the effectiveness of technology in midwifery education. This literature review uses a descriptive analysis approach. Article searches used keywords across three databases that met the inclusion criteria. As a result, 17 articles were selected as references for this study. The article specifically discusses the use of technology in education from three themes: knowledge enhancement, skill improvement, and clinical readiness of midwifery students. From the collected articles, six concluded that technology influences knowledge enhancement, ten agreed that technology can improve students' skills, and four believed that technology can increase students' clinical readiness. The study concludes that technology plays a vital role in equipping midwifery students with enhanced knowledge and skills and fostering their clinical practice readiness in maternal and child health care.   Abstrak Pemanfaatan multimedia menunjukkan dampak yang positif dalam transfer pengetahuan yang menekankan pentingnya pembelajaran kolaboratif dan alat interaktif dalam meningkatkan hasil pendidikan. E-learning memberikan kontribusi yang significan terhadap transfer pengetahuan dan peningkatan keterampilan diantara perawat dan bidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan teknologi Pendidikan kebidanan. Literature review ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Pencarian artikel dengan kata kunci pada 3 database yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan 17 artikel sebagai sumber rujukan dalam penelitian ini. Artikel ini membahas khusus tentang penggunaan teknologi dalam Pendidikan yang dilihat dari 3 tema yaitu peningkatan pengetahuan, peningkatan keterampilan dan kesiapan klinis mahasiswa kebidanan. Dari artikel yang dikumpulkan terdapat 6 artikel yang berkesimpulan bahwa teknologi mempengaruhi peningkatan pengetahuan, 10 artikel menyetujui bahwa teknologi dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dan terdapat empat artikel yang meyakini bahwa teknologi dapat meningkatkan kesiapan klinis peserta didik. Simpulan penelitian ini teknologi berperan penting dalam mempersiapkan mahasiswa kebidanan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta kesiapan praktik klinis dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak. Kata Kunci: kemampuan; pengetahuan; pendidikan kebidanan; teknologi
Analysis of problem-solving ability: Pólya's strategy and positive attitude Wenny Fitria; Rudi Susilana; Nanang Priatna
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74803

Abstract

Problem-solving is essential for individuals to face various challenges in the 21st century. Therefore, problem-solving has become a primary goal in mathematics curricula worldwide. However, despite its importance, problem-solving remains one of the most challenging aspects to grasp in mathematics education. Several studies have shown that appropriate strategies and a positive attitude toward problem-solving can help improve students' problem-solving abilities. In this study, the author will examine the implementation of Pólya's mathematical problem-solving strategy. Additionally, the study will explore students' attitudes toward problem-solving and how these attitudes influence their performance. Finally, the research will assess the combined impact of Pólya's strategy and students' attitudes on their problem-solving abilities. This study employs a qualitative approach using content analysis methods. The results show that the top ten students from one of the best schools in Siak Regency still struggle to solve simple problems. This failure is attributed to inappropriate strategies and a lack of a positive attitude toward problem-solving. The study concludes that mastering problem-solving strategies and fostering a positive attitude are crucial for students to become effective problem solvers.   Abstrak Pemecahan masalah adalah keterampilan penting yang dibutuhkan individu untuk menghadapi berbagai tantangan di abad ke-21, sehingga menjadi tujuan utama dalam kurikulum matematika di banyak negara. Meskipun penting, aspek ini tetap menjadi bagian yang paling sulit dipahami dalam pendidikan matematika. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa secara terpisah, strategi yang tepat serta sikap positif terhadap pemecahan masalah, dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi Pólya dalam pemecahan masalah matematika. Selain itu, penelitian ini juga akan mengeksplorasi sikap siswa terhadap pemecahan masalah dan bagaimana sikap tersebut mempengaruhi kinerja mereka. Akhirnya, penelitian ini akan menilai dampak gabungan dari strategi Pólya dan sikap siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Hasilnya menunjukkan bahwa sepuluh siswa terbaik di salah satu sekolah terkemuka di Kabupaten Siak masih kesulitan menyelesaikan masalah sederhana. Kesulitan ini disebabkan oleh penggunaan strategi yang kurang tepat dan sikap positif yang rendah terhadap pemecahan masalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguasaan strategi pemecahan masalah dan pengembangan sikap positif secara bersamaan sangat penting agar siswa dapat menjadi pemecah masalah yang lebih efektif. Kata Kunci: heuristic pólya; pemecahan masalah matematika; sikap positif
Balancing control and freedom: conditional autonomy in curriculum management in an Islamic private school in Indonesia Khairil Azhar; Mohammad Ali; Eero Ropo; Dinn Wahyudin; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75491

Abstract

This study examines the complexities of teacher autonomy in curriculum management at a private Islamic school in Indonesia, positioned within an educational environment shaped, to a certain extent, by Indonesia's shifting educational policies—oscillating between centralization and decentralization—and various religious frameworks. Through qualitative analysis of data obtained from focused group discussions involving teachers and school management, this research reveals how teacher autonomy is both supported and constrained by institutional policies, religious values, and resource availability. The main finding of this study is the emergence of a conditional autonomy model, where teachers exercise a negotiated form of autonomy within certain boundaries. On one hand, teachers’ autonomy is influenced by national educational policies, institutional frameworks, and cultural-religious norms, indicating that this autonomy is conditional rather than absolute. On the other hand, due to practical field needs, teachers make adjustments in designing curriculum content, applying various teaching methods and strategies, and adapting teaching and assessment methods based on student conditions and time availability. These dynamics are influenced by factors such as school and foundation policies, educational supervision, resource availability, and teacher creativity. This study highlights unique challenges within the Indonesian context, where teacher autonomy in curriculum management requires a deeper, context-specific approach. A balance is needed between the demands for innovation and flexibility and the support and control mechanisms that do not restrict the space for the growth of teacher agency.   Abstrak Studi ini mengkaji kompleksitas otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum di sebuah sekolah Islam swasta di Indonesia, yang diposisikan sebagai satu lingkungan pendidikan yang sampai taraf tertentu terbentuk oleh ragam kebijakan pendidikan di Indonesia yang bergerak seperti pendulum—sentralistik-desentralistik—serta faktor berbagai kerangka keagamaan. Melalui analisis kualitatif atas data yang diperoleh dari diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), yang melibatkan guru-guru dan manajemen sekolah, penelitian ini mengungkapkan bagaimana otonomi guru didukung sekaligus dibatasi oleh kebijakan institusi, nilai-nilai agama, dan ketersediaan sumber daya. Temuan utama dari studi ini adalah munculnya suatu model conditional autonomy (otonomi kondisional), di mana para guru menerapkan otonomi yang dinegosiasikan dalam batas-batas tertentu. Di satu sisi, otonomi para guru tidak terlepas dari pengaruh kebijakan pendidikan nasional, kerangka institusi, dan norma budaya-religius, yang menunjukkan bahwa otonomi tersebut bukanlah mutlak melainkan bersyarat. Namun, di sisi lain, karena kebutuhan praktikal di lapangan, para guru melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam merancang isi kurikulum, menerapkan berbagai metode dan strategi pengajaran, serta menyesuaikan metode pengajaran dan penilaian berdasarkan kondisi siswa dan ketersediaan waktu. Dinamika ini sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebijakan sekolah dan yayasan, supervisi pendidikan, ketersediaan sumber daya, dan kreativitas guru. Studi ini menunjukkan tantangan unik dalam konteks Indonesia, di mana otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum memerlukan pendekatan yang lebih mendalam dan konteks-spesifik, di mana perlu keseimbangan antara kebutuhan akan inovasi dan fleksibilitas dengan mekanisme dukungan dan kontrol yang tidak menyempitkan ruang bagi pertumbuhan agency guru. Kata Kunci: agensi guru, kerangka keagamaan, manajemen kurikulum, otonomi guru, otonomi kondisional, otonomi kurikulum, sekolah Islam swasta