cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
IOLE cooperative learning model in improving students’ collaborative character and reading literacy Farisa Mardiani; Rusdarti Rusdarti; Panca Dewi Purwati
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69487

Abstract

The character of cooperation and literacy of students today still needs to improve. Effective learning model modifications are required to enhance students' collaborative character and literacy. The purpose of the research is to analyze the effectiveness of the IOLE (inside outside learning) learning model on the character of student collaboration and literacy. The research design used quasi-experimental methods with the control group. For each intervention and control group, research samples of as many as 12 elementary students in grade V. The research was carried out in November 2023 at two elementary schools in the Kudus District. Research instruments use pretests and posttests on the history of cigarettes to evaluate reading literacy. The observation sheet is used to assess the character of cooperation. The study's results showed an influence of the IOLE learning model on collaborative character (p=0,002) and reading literacy (p =0,002) in elementary students. This model can be implemented in primary schools, especially by the teacher of the fifth grade, as a form of learning innovation that can be done to the learning objectives, in particular, the character of cooperation and student reading literacy.    Abstrak Karakter kerjasama dan literasi membaca siswa saat ini masih tergolong rendah. Perlu adanya modifikasi model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan karakter kerja sama dan literasi membaca siswa. Tujuan penelitian untuk menganalisis keefektifan model pembelajaran IOLE (inside outside learning) terhadap karakter kerja sama dan literasi membaca siswa. Desain penelitian menggunakan quasi experimental with control group. Sampel penelitian sebanyak 12 siswa SD kelas V untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian dilakukan pada Bulan November 2023 di 2 SD Negeri di Kabupaten Kudus. Instrumen penelitian menggunakan pretest dan posttest mengenai sejarah rokok kretek untuk menilai literasi membaca. Lembar observasi digunakan untuk menilai karakter kerja sama. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh model pembelajaran IOLE terhadap karakter kerja sama (p=0,002) dan literasi membaca (p=0,002) pada siswa SD. Model pembelajaran IOLE efektif meningkatkan karakter kerja sama dan literasi membaca siswa SD sehingga mendukung capaian tujuan pembelajaran siswa khususnya pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Model ini dapat diimplementasikan di sekolah dasar khususnya oleh guru kelas V sebagai bentuk inovasi pembelajaran yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran khususnya karakter kerja sama dan literasi membaca siswa. Kata Kunci: karakter kerjasama; literasi membaca; model pembelajaran IOLE
Developing training modules for farmer organizations to enhance the local economy Suhartono Winoto; Asti Amelia Novita; M. R. Khairul Muluk; Oscar Radyan Danar
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.68821

Abstract

The availability of fertilizer is also a problem experienced by several regions in Indonesia, such as Mrayan Village and Baosan Lor Village, Ponorogo. This availability results in less than optimal quality and quantity of existing harvests. Several stakeholders directed the Association of Farmer Groups (Gapoktan) to optimize existing harvests. This research examines collaboration between relevant stakeholders such as the Department of Agriculture, the Department of Tourism, Perhutani, Extension, and LMDH in overcoming existing problems. One of the efforts is processing household organic waste into eco enzymes or alternative fertilizers that can be used when fertilizer availability is limited. This management requires stakeholders to guide and direct Gapoktan and Gapoktan Perempuan in managing waste and converting it into alternative fertilizers. Based on the program already running, creating a training module that the community can use to continue managing organic waste is necessary. The research was conducted using soft system methodology with the results of a farmer organization governance model through community empowerment. The results show stakeholders' role in providing guidance and direction to farmers through counseling by separating organic and inorganic waste and then processing it into eco enzymes that can be used as alternative fertilizer. Through this research, it is hoped that waste can be processed into alternative fertilizer, but its management requires extension workers and local community leaders.   Abstrak Ketersediaan pupuk turut menjadi problematika yang dialami oleh beberapa daerah di Indonesia, seperti Desa Mrayan dan Desa Baosan Lor, Ponorogo. Ketersediaan ini menyebabkan kurang optimalnya hasil kualitas dan kuantitas hasil panen yang ada. Menyikapi hal tersebut, beberapa stakeholders mengarahkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk mengoptimalkan hasil panen yang ada. Penelitian ini mengkaji kerjasama antara stakeholders terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Perhutani, Penyuluh hingga LMDH dalam mengatasi problematika yang ada, salah satu upaya yang dilakukan ialah pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi eco enzym atau pupuk alternatif yang dapat digunakan dikala ketersediaan pupuk sedang terbatas. Pengelolaan ini membutuhkan peran dari stakeholders untuk membimbing dan mengarahkan Gapoktan dan Gapoktan Wanita dalam mengelola sampah menjadi pupuk alternatif. Adapun berdasarkan program yang telah berjalan, perlu dibuat suatu modul pelatihan yang dapat digunakan masyarakat untuk melanjutkan pengelolaan sampak organik. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode soft system methodology dengan hasil berupa model tata kelola organisasi petani melalui pemberdayaan masyarakat. Hasil yang didapat, adanya peran dari stakeholders dalam memberikan bimbingan dan arahan kepada para petani melalui penyuluhan dengan memisahkan sampah organik dan anorganik untuk kemudian diolah menjadi eco enzym yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alternatif. Melalui penelitian ini, diharapkan sampah dapat diolah menjadi pupuk alternatif, namun dalam pengelolaannya dibutuhkan adanya peran dari penyuluh dan tokoh masyarakat setempat. Kata Kunci: modul pengembangan masyarakat; model tata kelola; stakeholders
Implementation of kurikulum merdeka for Muhammadiyah pandes primary students Special Region of Yogyakarta Muhammad Dzulqarnain Izzuddien Abdul Ahad; Hendro Widodo
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.66959

Abstract

Enhancing Indonesian education standards is the goal of Kurikulum Merdeka. This research was motivated by the Independent Class Strategy of the Indonesian Ministry of Education and Culture. This study aims to give a summary of Muhammadiyah Pandes Elementary School in Yogyakarta's Special Region's implementation of the Independent Curriculum. In order to ascertain the general condition of the exploration item, this investigation employs qualitative descriptive approaches. Academic stars were the main exploration subjects for the research, and validation, interviews, and observation collected data. The Kurikulum Merdeka component of SD Muhammadiyah Pandes Elementary School's research encompasses student characteristics, infrastructure and facilities, socio-cultural elements, partnerships established by the school, and the features of the educational unit made up of masters and supporting staff. The school has a four-year plan outlining its vision, aims, and objectives. First, diagnose and assess, then make necessary revisions to the plan, execute assessments and the primary learning activities, and lastly, assess and evaluate the entire learning process. Two parts comprise the operational analysis process of the curriculum in the learning unit: recording learning objectives and outcomes, processing assessment findings, providing support for professional development and evaluation activities, and encouraging self- and peer-reflection.   Abstrak Meningkatkan standar pendidikan Indonesia adalah tujuan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini dimotivasi oleh Strategi Kelas Mandiri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan ringkasan implementasi Kurikulum Merdeka di SD Muhammadiyah Pandes Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk mengetahui kondisi umum barang eksplorasi, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Bintang akademis menjadi subjek eksplorasi utama penelitian ini, dan data dikumpulkan melalui validasi, wawancara, dan observasi. Komponen Kurikulum Mandiri SD Muhammadiyah Pandes yang diteliti meliputi karakteristik peserta didik, prasarana dan sarana, unsur sosial budaya, kemitraan yang terjalin oleh sekolah, dan ciri satuan pendidikan yang terdiri dari magister dan tenaga penunjang. Sekolah memiliki rencana empat tahun yang menguraikan visi, sasaran, dan sasarannya. Pertama, mendiagnosis dan menilai, kemudian melakukan revisi yang diperlukan terhadap rencana, melaksanakan penilaian dan kegiatan pembelajaran utama, dan terakhir, menilai dan mengevaluasi seluruh proses pembelajaran. Ada dua bagian yang membentuk proses analisis operasional kurikulum di unit pembelajaran: mencatat tujuan dan hasil pembelajaran, memproses temuan penilaian, memberikan dukungan untuk pengembangan profesional dan kegiatan evaluasi, dan mendorong refleksi diri dan rekan sejawat. Kata Kunci: sekolah dasar; implementasi; kurikulum merdeka
HOTS-Based e-evaluation Quizwhizzer in science learning in elementary schools Farida Nur Kumala; Intan Safitri; Triwahyudianto Triwahyudianto; Arnelia Dwi Yasa; Moh Salimi
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71147

Abstract

Teachers have’nt implemented HOTS-based questions for learning evaluation, resulting in students' low thinking abilities. This research aims to develop HOTS-based E-evaluation using the Quizwhizzer application. This research uses the ADDIE model with various stages, namely (1) the analysis stage, curriculum analysis, student character, and learning evaluation are carried out; (2) the design stage, learning materials are determined, HOTS questions and research instruments are prepared; (3) the development stage, validation of the suitability of the material, language and media is carried out; (4) the implementation stage, a validation test of the practicality and effectiveness of the application is carried out; (5) the final, evaluation stage was carried out to find out deficiencies in the application. The research subjects were 28 class IV students at SDN Mulyorejo 3. The instruments used are tests and questionnaire sheets. The research results showed that the E-Evaluation of the feasibility test was 90 percent from material experts, 96 percent from language experts, and 92 percent from media experts. The results of teacher practicality were 95 percent, students were 92 percent and effectiveness showed that there was an increase in students' HOTS abilities." HOTS-based e-evaluation using the quizwhizzer application can increase students' HOTS in science learning.   Abstrak Guru belum menerapkan soal-soal berbasis HOTS untuk evaluasi pembelajaran sehingga berakibat kemampuan berpikir peserta didik yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan E-evaluation berbasis HOTS menggunakan aplikasi Quizwhizzer. Penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan berbagai tahapan yaitu (1) tahap analyis dilakukan analisis kurikulum, karakter peserta didik, dan evaluasi pembelajaran; (2) tahap design dilakukan penentuan materi pembelajan, menyusun soal HOTS dan instrument penelitian; (3) tahap development dilakukan validasi kelayakan materi, bahasa, dan media; (4) tahap implementation dilakukan uji validasi kepraktisan dan keefektifan aplikasi; (5) terakhir, tahap evaluation dilakukan untuk mengetahui kekurangan pada aplikasi. Subyek penelitian ialah peserta didik kelas IV SDN Mulyorejo 3 sejumlah 28 peserta didik. Instrumen yang digunakan yakni test dan lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan E-Evaluation dari uji kelayakan sebesar 90 persen dari ahli materi, 96 persen dari ahli bahasa, dan 92 persen dari ahli media. Hasil kepraktisan guru 95 persen, peserta didik 92 persen dan keefektifan yang menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan HOTS peserta didik. E-evaluation berbasis HOTS menggunakan aplikasi Quizwhizzer dapat meningkatkan HOTS peserta didik pada pembelajaran IPA. Kata Kunci: e-evaluation; kemampuan berpikir tingkat tinggi; Quizwhizzer
Student’s learning experiences in an online learning environment using Garrison's Col framework Titi Chandrawati; Laksmi Dewi; Nurhikmah H; Afriani Afriani; Fajar Arwadi; Heni Safitri; Faaizah Shahbodin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.62813

Abstract

This study was conducted to examine the implementation of online learning in distance education utilizing the Community of Inquiry (CoI) framework, as introduced by Garrison. The CoI framework consists of three core elements essential in implementing online learning: social presence, cognitive presence, and teaching presence. These components are crucial for the success of online learning modalities. This is due to the nature of online learning, where instructors and learners are not present at the exact location or time, necessitating a 'binding element' in the educational process to ensure effective management of learning activities. Consequently, this research involved distributing questionnaires to 317 participants enrolled in online courses at Universitas Terbuka Indonesia. The results obtained from this study were classified as high, indicating that all three CoI elements achieved high ratings. Specifically, the aspect of cognitive presence was dominated by resolution capabilities. In social presence, the open communication capacity scored higher than the affective and cohesive components. Meanwhile, facilitating discourse was rated higher in the teaching presence domain than instructional design, organization, and direct instruction. Based on these findings, it can be concluded that learning across these three aspects is considerably high in the students' online learning experiences.   Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran daring pada pembelajaran jarak jauh melalui pendekatan Community of Inquiry (CoI) framework yang diperkenalkan oleh Garrison. CoI memiliki tiga unsur yang menjadi perhatian dalam implementasi pembelajaran daring, yaitu social presence, cognitive presence, dan teaching presence. Ketiga unsur ini menjadi komponen penting dalam keberhasilan pembelajaran yang bersifat daring. Mengapa demikian? Karena pembelajaran daring adalah pembelajaran dimana antara pengajar dan peserta tidak berada pada tempat dan waktu yang bersamaan. Sehingga jika tidak ada “pengikat” dalam proses pembelajaran tersebut akan sulit untuk mengontrol pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan penyebaran kuesioner kepada 317 peserta yang mengikuti perkuliahan pembelajaran daring di Universitas Terbuka Indonesia. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa dari ketiga unsur CoI berada pada kategori tinggi, sspek cognitive presence didominasi oleh kemampuan resolution. Pada aspek social presence kemampuan open communication tinggi dibandingkan affective dan cohesive. Sedangkan pada aspek teaching presence facilitating discourse memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan instructional design and organization dan direct instruction. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kehadiran pembelajaran dari ketiga aspek tersebut cukup tinggi dalam pembelajaran daring yang dialami oleh siswa. Kata Kunci: community of Inquiry; evaluasi pengalaman belajar mahasiswa; pembelajaran daring
Development of human digestive organ media based on Assemblr EDU Arnelia Dwi Yasa; Farida Nur Kumala; Rujian Nur Andi Alfianto; Moh Salimi
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71204

Abstract

This study focuses on developing and evaluating a new learning media called Assemblr EDU-based human digestive organs media for elementary science learning. The motivation behind this research is the limitation of current learning materials, such as books and worksheets, which hinder students' understanding of the subject. The ADDIE development research model is employed, with 5th-grade students as the subjects. The study utilizes descriptive data analysis techniques and collects data through questionnaires using a Likert scale. The media is evaluated by material experts, media experts, linguists, teachers, and students. The results reveal that the media is considered feasible, with 88.5 percent of media experts rating it as "Very Feasible," 90 percent of material experts evaluating it as "Very Feasible," and 62.5 percent of linguists considering it as "Feasible." Furthermore, a practicality test conducted with teachers and students shows a 90 percent positive response. The effectiveness test, assessed through a t-test, demonstrates significant improvement in learning outcomes. Overall, the Assemblr EDU-based human digestive organ media proves feasible, practical, and effective in enhancing learning in elementary science.   Abstrak Keterbatasan media pembelajaran khususnya pada pembelajaran IPA yang hanya menggunakan buku dan LKS saja tentang organ pencernaan manusia menyebabkan siswa kurang memahami materi yang disampaikan, sehingga pengembangan media pembelajaran perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengembangan media alat pencernaan manusia berbasis Assemblr EDU pada pembelajaran IPA SD serta mengetahui kelayakan, kepraktisan dan keefektifan media tersebut. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan ADDIE dengan subjek penelitian kelas 5 Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif, dengan angket menggunakan skala likert oleh ahli materi, ahli media, ahli bahasa, serta respon guru dan siswa untuk pengumpulan data. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukkan validasi ahli media menilai penggunaan media ini layak digunakan dengan hasil akhir 88,5 persen dinilai “Sangat Layak”, validasi ahli materi 90 persen dinilai “Sangat Layak”, dan validasi ahli bahasa 62,5 persen dinilai “Layak”. Sedangkan, uji praktikalitas diperoleh dari angket respon guru dan siswa mencapai 90 persen. Uji efektivitas yang dinilai melalui uji-t menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Media organ pencernaan manusia berbasis Assemblr EDU pada pembelajaran IPA SD layak, praktis dan efektif dalam meningkatkan pembelajaran. Kata Kunci: Assemblr EDU; organ pencernaan manusia; IPA
Implementation of clinical supervision with a collaborative approach to enhance teachers’ pedagogical competence in junior high schools Alfonrianus Bali; Ade Iriani
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.70337

Abstract

Clinical supervision is a systematic approach to mentoring professional teachers. This research aims to improve teachers' pedagogical competence at Bintang Laut Telukdalam Private Middle School through the implementation of clinical supervision with a collaborative approach by the school principal. This type of research is school action research. This research used the Kemmis and Tagart model, which is carried out in 4 stages: planning, implementation or action, observation, and reflection. Data collection techniques used by the researcher are interviews, observation, documentation, and questionnaires. The results of the research show that the implementation of clinical supervision with a collaborative approach by the principal can increase the pedagogical competence of teachers at Bintang Laut Telukdalam Private Middle School, which can be proven by increasing the average teacher pedagogical competency score, namely: before providing clinical supervision the average competency score teacher pedagogy was 63, after providing clinical supervision it increased to 78 in cycle I and 81 in cycle II which was above the specified success criteria, namely 75. From these results, it can be concluded that implementing clinical supervision with a collaborative approach can increase teachers' pedagogy competency at Bintang Laut Telukdalam Private Middle School.   Abstrak   Supervisi klinis adalah suatu pendekatan yang sistematis dalam pembinaan profesional guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru SMP Swasta Bintang Laut Telukdalam melalui penerapan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif oleh kepala sekolah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Tagart yang merupakan sebuah model penelitian yang dilakukan dengan 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan atau tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru SMP Swasta Bintang Laut Telukdalam yang dapat dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai kompetensi pedagogik guru yaitu: sebelum pemeberian tindakan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif rata-rata nilai kompetensi pedagogik guru 63, setelah pemberian tindakan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif meningkat menjadi 78 pada siklus I dan 81 pada siklus II yang berada di atas kriteria keberhasilan yang ditentukan yaitu 75. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru SMP Swasta Bintang Laut Telukdalam. Kata Kunci: kompetensi pedagogik guru; pendekatan kolaboratif; supervisi klinis
Integrating PjBL and service-learning to improve 21st-century skills in tourism education Rosita Rosita; Armandha Redo Pratama; Erry Sukriah; Rudi Susilana; Rusman Rusman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.69249

Abstract

Students must master 21st-century skills in preparation for success in a digital society. The development of these skills is closely related to deep learning, such as analytical reasoning, problem-solving, and teamwork. Learning models such as PjBL and service-learning are two constructivist learning models that have the potential to improve student learning outcomes in all cognitive, affective, and psychomotor aspects. This research aimed to assess tourism students’ learning outcomes in these three aspects in one of the courses that integrate PjBL and service-learning. The assessment results showed optimal learning outcomes in all three aspects of competency. These findings support the results of previous studies regarding the effectiveness of using PjBL and service-learning. Achieving optimal learning outcomes using these two learning models requires teachers who are ready to be open to changes in teaching practices, and flexible in planning students' learning experiences. However, there are still several significant obstacles in the implementation process that need further research.    Abstrak Keterampilan abad 21 harus dikuasai siswa sebagai persiapan untuk sukses dalam masyarakat digital yang berubah cepat. Pengembangan keterampilan ini terkait erat dengan pembelajaran mendalam, seperti penalaran analitik, pemecahan masalah, dan kerja tim. Model pembelajaran seperti PjBL dan service-learning merupakan dua model pembelajaran konstruktivis yang memiliki potensi meningkatkan capaian pembelajaran siswa di semua aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang mendukung keterampilan abad 21. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi capaian pembelajaran mahasiswa di ketiga aspek tersebut pada mata kuliah yang menerapkan penggabungan PjBL dan service-learning di Program Studi Manajemen Resort & Leisure, Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil evaluasi menunjukkan capaian pembelajaran yang optimal di ketiga aspek kompetensi. Mahasiswa mampu mencapai tingkat teratas capaian pembelajaran baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hal ini berarti pencapaian yang diperlukan pada tingkat yang lebih rendah pun telah berhasil dicapai. Meskipun demikian, pencapaian learning outcome yang optimal menggunakan kedua model pembelajaran ini membutuhkan pengajar yang siap bersikap terbuka terhadap perubahan dalam praktik pengajaran, dan fleksibel dalam merencanakan pengalaman belajar siswa. Kata Kunci: capaian pembelajaran; pendidikan pariwisata; project-based learning; PjBL; service-learning
Implementation of Islamic-based curriculum in cultivating religious character at Al-Ikram Islamic School Medan Hotmasarih Harahap; Ali Imran Sinaga; Solihah Titin Sumanti
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.70743

Abstract

Character education is an educational effort that aims to improve the quality of educational processes and outcomes that lead to the formation of students' character and noble morals as a whole, integrated and balanced following graduation competency standards in each educational unit. Based on the decree of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 719/P/2020 concerning Guidelines for implementing curriculum in educational units in special conditions, it provides flexibility for schools to choose a curriculum that suits students' learning needs. In this way, Al-Ikram Islamic School Medan, apart from using the independent curriculum as the national curriculum, also uses the Islamic-based curriculum as a companion curriculum according to the needs of students. This research was conducted to analyze the background of the Islamic Based Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan; To analyze the role of the Islamic Based Curriculum in cultivating religious character at Al-Ikram Islamic School Medan; To analyze the implementation of the Islamic Based Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan; To analyze the evaluation of the Islamic Based Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan. The research method used in this research is a qualitative method with a descriptive/analytic type. The results of this research show that the implementation of the Islamic Curriculum at Al-Ikram Islamic School Medan is effective in instilling religious character, developing academic potential, and forming students with noble character and strong faith. Abstrak Pendidikan karakter adalah upaya pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu dan seimbang sesuai dengan standar kompetensi kelulusan pada setiap satuan pendidikan. Berdasarkan keputusan menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Dengan begitu Al-Ikram Islamic School Medan di samping menggunakan kurikulum merdeka sebagai kurikulum nasional juga menggunakan Islamic Based Curriculum sebagai kurikulum pendamping sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan unuk menganalisis latar belakang Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan; Untuk menganalisis peranan Islamic Based Curriculum dalam penanaman karakter religius di Al-Ikram Islamic School Medan; Untuk menganalisis penerapan Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan; Untuk menganalisis evaluasi Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif/analitik. Hasil penelitian ini adalah penerapan Islamic Based Curriculum di Al-Ikram Islamic School Medan efektif dalam menanamkan karakter religius, mengembangkan potensi akademik dan membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan beriman kuat. Kata Kunci: karakter; kurikulum berbasis Islam; religius
Digital promotion innovation of Ronggeng Ketuk Dance at Asem Gede Losarang Studio Widi Eka Yulita; Tati Narawati; Fitri Kurniati
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.68418

Abstract

The advancement of digital technology has significantly impacted the promotion and presentation of Tari Ronggeng Ketuk. This study aims to describe how Sanggar Asem Gede Losarang utilizes digital technology to promote this dance. The main subject of the research is the owner of the sanggar, Dede Jaelani, while the object of the research is Tari Ronggeng Ketuk. This study is based on the grand theory of Cultural Studies, employing a qualitative paradigm with a multidisciplinary approach encompassing digital marketing and non-formal education (sanggar) and a descriptive analysis method. Data was collected using triangulation techniques, including interviews, observations, and document studies. The data analysis process in this research includes data reduction, presentation, and systematic verification to ensure data validity. The results indicate changes in the presentation of Tari Ronggeng Ketuk regarding the number of dancers, accompanying music, and performance duration due to the digital era. Promotion strategies include using the sanggar's blog, collaborating with influencers on social media platforms, partnering with photography communities, and participating in cultural activities such as Napak Jagat Pasundan. This research is expected to support the preservation of traditional dance and promote cultural heritage for the future.   Abstrak Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap promosi dan penyajian Tari Ronggeng Ketuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Sanggar Asem Gede Losarang memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan tari ini. Subjek utama penelitian ini adalah Dede Jaelani, pemilik sanggar, sementara objek penelitiannya adalah Tari Ronggeng Ketuk. Penelitian ini berlandaskan pada grand theory Cultural Studies menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan multidisiplin (pemasaran digital dan pendidikan non formal). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi dengan proses analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data secara sistematis untuk memastikan keabsahan data. Strategi promosi dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga langkah: (1) perubahan konten yang disesuaikan untuk penampilan digital, (2) kerja sama dengan komunitas seni Napak Jagat Pasundan, dan (3) pemanfaatan media sosial seperti blog, Facebook, Instagram, dan YouTube sebagai sarana promosi. Strategi tersebut telah meningkatkan jumlah viewers tayangan Tari Ronggeng Ketuk sehingga leih dikenal oleh masyarakat luas. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pelestarian tari tradisional dan mempromosikan warisan budaya untuk masa depan. Kata Kunci: digital; promosi; studi budaya; tari Ronggeng Ketuk