cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan humaniora baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-8110.
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
Indeks Vol.2 Tahun 2014 editor .
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 2, No 4: Desember 2014
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.273 KB)

Abstract

Indeks Vol.2 Tahun 2014
The Effect of Scaffolding Techniques on Students’ Writing Achievement Yulia Vonna; Nur Mukminatien; Ekaning Dewanti Laksmi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 3, No 3: September 2015
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.451 KB)

Abstract

Abstract: This paper reports a study  which investigated the effect of scaffolding techniques on students’ writing achievement. This study is quasi-experimental research with nonrandomized control group design. The total number of participants was 36 students who were in two different groups: experimental group and control group. There were twenty students in the experimental group and sixteen students in the control group. The result of the pre-test showed that both the experimental group and the control group were equal and homogenous since the statistical computation yielded significant value p = 0.890 which was higher than α =0.05. The analysis of writing test in post-test yielded p= .027 which was smaller than α = 0.05. Thus, it can be concluded that scaffolding techniques can significantly improve the students’ writing achievement.Key Words: scaffolding techniques, writing achievement Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi teknik scaffolding terhadap kemampuan menulis siswa. Penelitian ini menggunakan eksperimental semu dengan desain nonrandomized control group. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 36 siswa yang dibagi dalam dua kelompok yaitu grup eksperimental dan grup kontrol. Grup eksperimental berjumlah 20 siswa, sedangkan grup kontrol berjumlah 16 siswa. Hasil pretest menunjukkan bahwa kedua grup sama dan homogen yang ditunjukkan oleh perhitungan statistik p = 0.890 yang lebih besar dari α =0.05. Sedangkan posttest menghasilkan p= .027 yang lebih kecil dari α = 0.05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa teknik scaffolding secara signifikan meningkatkan  kemampuan menulis siswa.Kata kunci: teknik scaffolding, kemampuan menulis
Pengaruh Strategi Kerjasama Kelompok dan Efikasi Diri terhadap Hasil Belajar Keterampilan Teknikal Yetursance Yulsiana Manafe; Punaji Setyosari; Dedi Kuswandi; Saida Ulfa
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 4, No 3: September 2016
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.092 KB)

Abstract

Abstract: This research aimed to prove effect instructional strategies of group cooperative on technical skills and self efficacy learners to technical skills with a quasi experimental methods. Research was conducted at SMK Negeri 2 Kupang, Indonesia. Subject is class X Audio Video Technique 2 with 40 people in 2015/2016 school year. Hypothesis testing using ANOVA (Analysis of Variance). Results, there are differences in technical skills of learners who have high self-efficacy with low self-efficacy and interaction between the instructional strategies and self efficacy towards technical skills. Suggestions study, Self-efficacy of learners is one factor to be considered, especially on the practice subjects.Key Words: group cooperaitve, self-efficacy, technical skills Abstrak: Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh strategi pembelajaran kerjasama kelompok terhadap keterampilan teknikal dan efikasi diri pembelajar terhadap keterampilan teknikal dengan metode quasi experimental. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Kupang. Subjek penelitian kelas X Teknik Audio Video-2 berjumlah 40 orang tahun ajaran 2015/2016. Pengujian hipotesis menggunakan MANOVA (Multivariate Analysis of Variance). Hasil penelitian ada perbedaan keterampilan teknikal pembelajar yang memiliki efikasi diri tinggi dengan efikasi diri rendah dan ada interaksi antara strategi pembelajaran dan efikasi diri pembelajar terhadap hasil belajar keterampilan teknikal. Saran penelitian, efikasi diri pembelajar perlu diterapkan terutama pada mata pelajaran keterampilan teknikal.Kata kunci: efikasi diri, kerjasama kelompok, keterampilan teknikal
The Pattern of Informal Education in Extra-Campus Student Organization Bangun Setiyawan Nugroho
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 2, No 1: Maret 2014
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.788 KB)

Abstract

Pola Pendidikan Informal dalam Organisasi Mahasiswa Ekstra UniversiterAbstract: This study aims to determine the underlying causes of informal education in the Student Organizations Extra university (OMEU) successfully reproduces many Indonesian leaders and what patterns of informal education in the association OMEU. The research approach used is qualitative case study research tradition, in this case the researchers used a multi-case. Sources of data in this study primarily obtained from informants who are leaders HMI, GMNI, and PMII in Malang. Data collection techniques used were interviewed, observation and documentation. The analysis technique used is the data management; reading and making notes; describe, classify, and interpretation; and present and visualize. The results of this study that (1) informal education in OMEU produce many leaders of Indonesia, (2) pattern of informal education in OMEU an interaction that occurs continu-ously between individuals, communities, and the environment.Key Words: patterns of informal education, extra student organizations university Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab yang mendasari pendidikan informal dalam Organisasi Mahasiswa Ekstra Universiter (OMEU) berhasil mereproduksi banyak pemimpin bangsa Indonesia dan seperti apa pola pendidikan informal dalam pergaulan OMEU. Pendekatan pe-nelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tradisi penelitian studi kasus, peneliti menggunakan multi kasus. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari para informan yang merupakan tokoh HMI, GMNI, dan PMII di Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah pengelolaan data; membaca dan membuat catatan; mendiskripsikan, mengklasifikasi, dan menginterpretasi; serta menyajikan dan memvisualisasikan. Hasil penelitian ini bahwa (1) pendidikan informal di OMEU menghasilkan banyak pemimpin bangsa Indonesia, (2) Pola pendidikan informal di OMEU merupakan interaksi yang terjadi secara terus menerus antara individu-individu, komunitas, dan lingkungan.Kata kunci: pola pendidikan informal, organisasi mahasiswa ekstra universiter
Implementing Guiding Questions Combined with Animation Film to Improve Ninth Graders’ Narrative Writing Skill Siswanjaya Siswanjaya; Ali Saukah; Francisca Maria Ivone
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 1: March 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.925 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i12017p033

Abstract

Abstract: This Classroom Action Research was aimed at improving students’ narrative writing ability at SMPN I Terbanggi Besar, Central Lampung. Lampung, Indonesia. The subjects were 34 students of class IXE. The researcher used writing test as the instrument. The findings showed that the strategy could improve ninth graders’ writing narrative ability. It’s highly recommended that the English teacher use guiding questions combined with animation film to improve the students’ narrative writing ability and the future researchers are suggested to conduct further studies related to the implementation of guiding questions combined with animation film with different kinds of texts and students level.Key Words: writing skill, narrative text, guiding questions, animation film Abstract: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa menulis text narrative di SMPN I Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Lampung, Indonesia. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXE yang berjumlah 34 siswa. Instrumen penelitian ini adalah tes menulis. Hasil penelitian menunjukkan bhw strategi ini dapat meningkatkan kemampuan menulis narrative siswa kelas IX. Peneliti sangat merekomendasikan kepada guru bahasa Inggris untuk menggunakan guiding questions dikombinasikan dengan film animasi untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis teks narrative dan peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melaksanakan penelitian berhubungan dengan penerapan guiding question dikombinasikan dengan film animasi pada jenis teks dan tingkat siswa yang berbeda.Kata kunci : Kemampuan menulis, teks narrative, pertanyaan penuntun, film animasi
The Analysis of Multicultural Based School Development Plans Nunuk Hariyati
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 2, No 4: Desember 2014
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.33 KB)

Abstract

Pengembangan Sekolah Berbasis MultikulturalAbstract: This study aims to determine the process of the preparation and implementation of the school development plan based on a multicultural school. The researcher used a qualitative approach, the type of case study is explanatory. Research location is SPI High School in Kota Batu. The findings of this research indicate that the school has a multicultural RPS, do strategies contained in multicultural RPS, RPS preparation process shown in the flow and RJKM RAKS preparation, implementation of the RPS is good, the school facilitates students in developing good self on the ability of academic and non-academic. Key Words: school development plan (RPS), multicultural education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyusunan dan implementasi rencana pengembangan sekolah pada sekolah berbasis multikultural. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus, bersifat eksplanatoris. Lokasinya di SMA SPI Kota Batu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sekolah  memiliki RPS multikultural, strategi yang dilakukan termuat dalam RPS multikultural, proses penyusunan RPS tampak pada alur penyusunan RAKS dan RJKM, implementasi RPS sudah baik, sekolah memfasilitasi siswa dalam pengembangan diri baik pada kemampuan akademik maupun non akademik.  Kata kunci: rencana pengembangan sekolah (RPS), pendidikan multikultural
Thematic Textbook Based on Local Wisdom Wina Nurfitriani; Sumarmi Sumarmi; Hariyono Hariyono
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 6, No 3: September 2018
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.501 KB)

Abstract

Abstract: Local wisdom based education is a part of the implementation of character building principles in education which enable students to prepare themselves for future. The local wisdom plays significant role since the implementation of real life context in teaching learning activities is the best approach to initiate the lesson. Not only as a basis in teaching learning activity, the implementation of local wisdom will assist student to comprehend every concept in learning material, therefore students will be able to implement their cognitive ability in daily life. One of means of integrating local wisdom is by transferring it to the textbook. Research and development study need to be done in developing local wisdom based textbook. The aim of research and development study is to create a valid, interesting, practical and effective textbook. Thiagarajan’s 4D model was implemented in this research and development study. The data analysis shows that this book is valid, interesting, practical and effective to use in teaching learning process.Key Words: textbook development, local wisdomAbstrak: Pendidikan berbasis nilai-nilai kearifan lokal adalah pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip pembentukan karakter. Kearifan lokal sangat penting karena terkait dengan penyiapan kualitas generasi yang akan datang. Proses pembelajaran haruslah dimulai dari lingkungan terdekat atau yang sering dijumpai siswa. Nilai-nilai kearifan lokal dapat membantu siswa memahami konsep nilai-nilai positif dalam materi buku teks. Kearifan lokal dijadikan basis dalam pengembangan buku teks tematik di sekolah dasar. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan buku teks tematik berbasis kearifan lokal yang valid, menarik, praktis, dan efektif. Model penelitian dan pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4D dari Thiagarajan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa buku teks yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan, kemenarikan, kepraktisan, dan keefektifan dalam pembelajaran. Kata kunci: pengembangan buku teks, kearifan lokal
Hedges and Boosters in Undergraduate Students’ Research Articles Imraatu Salichah; Enny Irawati; Yazid Basthomi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 3, No 2: Juni 2015
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims at investigating the use of hedges and boosters which are important in academic writing discourse as a mean of communicative strategies for increasing or reducing the force of statements. The data of this study were taken from the undergraduate students’ research ar-ticles of English Department at State University of Malang and analyzed based on the taxonomy of Hyland (1998a) and Hinkel (2005). The result showed that there were five types of hedges and three types of boosters. Moreover, the students used greater hedges than boosters in their research arti-cles as a way of reducing the risk of opposition, as a mean of being polite and as a way to obscure their authorial identity while advancing their opinion. However, the writers also used boosters to show their research originality and when they were quite sure that their claims share some universal understanding. Furthermore, the misused hedging devices by the students showed that they lack of knowledge of English rhetoric.Key Words: hedges, boosters, articlesAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan hedges dan boosters dalam menulis wacana akademik sebagai sarana strategi komunikatif untuk meningkatkan atau mengurangi kekuatan pernyataan. Data penelitian ini diambil dari artikel penelitian mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Malang dan dianalisis berdasarkan taksonomi Hyland (1998a) dan Hinkel (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima jenis hedges dan tiga jenis boosters. Selain itu, siswa menggunakan hedges memiliki nilai lebih besar dari boosters dalam artikel penelitian sebagai cara un-tuk mengurangi risiko oposisi, untuk menunjukkan sikap sopan dan untuk mengaburkan identitas kepenulisan dan menguatkan pendapat. Boosters juga digunakan untuk menunjukkan orisinalitas penelitian. Hedging yang disalahgunakan oleh para siswa menunjukkan bahwa kurangnya pengetahu-an tentang retorika bahasa Inggris.Kata kunci: hedges, boosters, artikel
What Makes Teachers of EFL Professional or Unprofessional Muhammad Amin
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 2, No 4: Desember 2014
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.714 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to investigate factors attributable to English teacher professional becoming and how the factors have shaped their professionalism. The subjects of the study, called informants, were six English teachers from upper secondary level of education (Sekolah Menengah Atas (SMA) and Madrasah Aliyah (MA)) in three different regions in Indonesia: Malang, Mataram, and Lombok Barat. The research design was constructivist grounded theory. Findings of the study reveal that, prior to their teaching induction, early interests in English and high aptitude are two contributing factors. After the induction, their professional becoming is influenced by level of job satisfaction, commitment to their own and student learning, communication skills and resilience. Recommendations to obtain potential professional teachers of EFL and strategies to help them develop and maintain their professionalism are also discussed.Key Words: teacher professionalism, personal factors, environmental factors, commitment, resilience Abstrak: Penelitian ini bertujuan meneliti faktor-faktor yang berperan dalam pembentukan profesionalitas guru Bahasa Inggris dan bagaimana faktor-faktor itu membentuk profesionalisme mereka. Enam informan yang merupakan guru SekolahMenengah Atas (SMA) and Madrasah Aliyah (MA) di tiga daerah di Indonesia—Malang, Mataram dan Lombok Barat—menjadi subjek penelitian ini. Desain penelitian ini adalah teori grounded konstruktivis. Temuan penelitian ini adalah bahwa minat dan bakat yang kuat dalam Bahasa Inggris merupakan faktor yang berperan dalam pembentukan profesionalisme sebelum (seseorang) menempuh pendidikan guru. Setelah pendidikan guru ditempuh, profesionalisme dibentuk oleh tingkat kepuasan kerja, komitmen terhadap pembelajaran diri maupun siswa, keterampilan berkomunikasi dan kelenturan mengembalikan semangat (motivasi) bekerja yang turun atau hilang.Kata kunci: profesionalisme guru, faktor pribadi, faktor lingkungan, komitmen, kelenturan
BLENDED LEARNING METHOD WITHIN INDONESIAN HIGHER EDUCATION INSTITUTIONS Zamzami Zainuddin; Cut Muftia Keumala
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 6, No 2: June 2018
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.567 KB)

Abstract

Abstract: This article aims to explore the potential development of a Blended learning model in Indonesian higher education institutions. The paper attempts to explain the concept of the Blended learning in terms of theory and practice, based on the literature discussed in several reputable international journals. Initially, this method proposes to improve the deficiencies of a traditional learning model which is lack of technological resources and at the same time to improve the gap of e-learning practice which is lack of a face-to-face learning experience. In the blended instruction, students will learn through a face-to-face interaction in the classroom and supported by learning media such as a Website, Video or Learning Management System (LMS). Meanwhile, the use of technologies is ordinarily used for students’ learning and peers interaction outside of class, especially for online discussion and homework submission. This method emphasizes that learning activity should not only occur in the classroom but also outside of the class through online media.Key Words: blended learning, hybrid learning, learning management systems, e-learning, conventional learningAbstrak: Tuliskan Artikel ini bertujuan untuk menggali potensi pengembangan metode pembelajaran Blended learning pada perguruan tinggi Indonesia. Tulisan mencoba memaparkan konsep pembelajaran Blended learning dari segi teori dan praktik berdasarkan literatur dari beberapa jurnal internasional bereputasi. Lahirnya metode ini bertujuan untuk menyempurnakan kekurangan dari metode pembelajaran konvensional face-to-face yang tidak menggunakan media teknologi dalam pembelajaran, serta kekurangan pada metode pembelajaran e-learning  yang mengesampingkan pembelajaran tatap muka. Dalam metode ini siswa akan belajar secara tatap muka di kelas yang didukung oleh berbagai media pembelajaran seperti website, video, dan Learning Management System (LMS). Dalam praktiknya, penggunaan media teknologi sebenarnya lebih banyak digunakan untuk proses pembelajaran di luar kelas terutama untuk diskusi online dan mengumpulkan tugas. Metode ini menekankan bahwa pembelajaran bukan hanya terjadi di kelas saja secara tatap muka, tetapi juga di luar kelas melalui media online.Kata kunci: blended learning, hybrid learning, learning management systems, e-learning, pembelajaran konvensional