cover
Contact Name
Holla Rei
Contact Email
hollarei25@gmail.com
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
hollarei25@gmail.com
Editorial Address
Bogor
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 31089623     DOI : 10.58987/ajpi.v5i2.9693
Core Subject :
jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan kajian ilmiah dalam bidang Pendidikan Islam. Jurnal ini menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan mahasiswa dalam menyebarluaskan gagasan, temuan, serta inovasi yang relevan dengan pengembangan pendidikan Islam di berbagai jenjang dan lembaga pendidikan. Ruang lingkup jurnal mencakup topik-topik seperti model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), metodologi pengajaran, pengembangan kurikulum, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, serta isu-isu kontemporer dalam pendidikan di madrasah, pesantren, dan sekolah. Al-Ilmiya menerapkan sistem peer-review dalam setiap proses penerbitan artikel guna menjamin kualitas dan orisinalitas karya ilmiah yang dimuat. Diterbitkan secara berkala, jurnal ini hadir sebagai kontribusi nyata dalam memperkaya khasanah keilmuan Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Filsafat sebagai Dasar Ilmu Pengetahuan Tedi Gandara; Erwin Suhertin; Rahma Alia; Rika Ratna Dewi; Sri Rahayu Mufida
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan modern berlangsung sangat pesat dan telah memberikan berbagai kemajuan dalam kehidupan manusia di bidang pendidikan, teknologi, sosial, maupun budaya. Namun, perkembangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran filsafat yang menjadi landasan fundamental dalam membangun kerangka berpikir ilmiah dan mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam praktiknya, perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini menunjukkan kecenderungan yang semakin menekankan aspek teknis dan empiris sehingga sering kali menjauh dari landasan filosofis yang meliputi dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filsafat sebagai dasar ilmu pengetahuan serta menjelaskan peran filsafat dalam membentuk, mengembangkan, dan mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur. Sebanyak 30 artikel dan buku ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara sistematis untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai hubungan filsafat dan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat berperan sebagai landasan ontologis yang menentukan objek kajian ilmu, landasan epistemologis yang mengarahkan proses memperoleh pengetahuan, serta landasan aksiologis yang mengatur pemanfaatan ilmu bagi kehidupan manusia. Temuan lainnya menunjukkan bahwa filsafat menjadi instrumen kritis dalam mengevaluasi perkembangan ilmu pengetahuan agar tetap berorientasi pada nilai, etika, dan kemaslahatan manusia. Dengan demikian, filsafat merupakan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari ilmu pengetahuan karena memberikan arah, makna, dan legitimasi terhadap proses pengembangan ilmu. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penguatan kajian filsafat ilmu dalam pendidikan agar pengembangan ilmu pengetahuan tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan peradaban.
Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi dalam Perspektif Islam Tedi Gandara; Muhamad Hasan Muladi; Dwi Indri Yuliani; Ihda Nurazizah; Rifatul Alawy
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan modern telah melahirkan berbagai paradigma tentang realitas, pengetahuan, dan nilai yang memengaruhi cara manusia memahami kehidupan serta membangun peradaban. Perbedaan pandangan yang berkembang dalam berbagai tradisi pemikiran tersebut memerlukan kajian filsafat Islam yang komprehensif agar diperoleh pemahaman yang utuh mengenai hakikat realitas, sumber pengetahuan, dan orientasi nilai dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam perspektif Islam serta menjelaskan hubungan ketiganya sebagai landasan dalam pengembangan pemikiran dan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan karya akademik yang relevan mengenai filsafat Islam, ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memandang realitas, pengetahuan, dan nilai sebagai satu kesatuan yang bersumber dari Allah Swt., di mana ontologi menjelaskan hakikat wujud melalui relasi Tuhan, alam, dan manusia; epistemologi menempatkan akal, pengalaman, intuisi, dan wahyu sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi; sedangkan aksiologi mengarahkan pemanfaatan pengetahuan pada pembentukan akhlak, moralitas, dan kemaslahatan. Dengan demikian, ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam Islam merupakan sistem filsafat yang terintegrasi dan saling mendukung dalam membentuk paradigma kehidupan yang holistik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian filsafat Islam sekaligus menawarkan kerangka konseptual yang dapat dijadikan landasan pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada keseimbangan antara aspek ketuhanan, keilmuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Logika sebagai Jalan Menuju Pemahaman Manusia dan Keadilan Sosial Tedi Gandara; Dian Yuniar; Indri Fitri Andini; Naseh Hispiyulloh; Dini Siti Syalsiah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis rasionalitas yang berkembang di era digital telah memunculkan berbagai persoalan sosial, seperti penyebaran disinformasi, meningkatnya kesalahan berpikir (fallacies), polarisasi pandangan, serta melemahnya kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan yang objektif dan bertanggung jawab. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa logika tidak hanya berfungsi sebagai alat berpikir formal, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membantu manusia memahami hakikat dirinya serta membangun kehidupan sosial yang berlandaskan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran logika sebagai jalan menuju pemahaman manusia yang utuh dan sebagai fondasi dalam mewujudkan keadilan sosial melalui kajian filsafat manusia dan filsafat sosial-politik. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi, menyeleksi, dan mensintesis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Sumber data penelitian diperoleh dari buku-buku filsafat, artikel jurnal nasional dan internasional, serta hasil penelitian terdahulu yang membahas logika, antropologi filosofis, kebebasan dan tanggung jawab manusia, serta teori keadilan dalam kehidupan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa logika berperan sebagai landasan berpikir rasional yang memungkinkan manusia memahami dimensi fisik, rasional, dan spiritualnya secara seimbang, sekaligus menghindari berbagai bentuk kesalahan berpikir yang dapat menghambat pengambilan keputusan moral dan sosial. Dengan demikian, logika dapat dipahami sebagai fondasi epistemologis dan etis yang tidak hanya membantu manusia mencapai pemahaman diri secara lebih mendalam, tetapi juga menjadi dasar bagi terwujudnya kehidupan sosial yang adil, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.  
Kajian Filsafat Ketuhanan dan Pemikiran Kontemporer dalam Perspektif Modern Tedi Gandara; Siti Aminah; Hendi; Jamaludin; Mira Santika Sari
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, globalisasi, dan modernisasi telah mengubah cara manusia memahami realitas kehidupan, termasuk cara memaknai keberadaan Tuhan, hubungan agama dengan akal, serta posisi nilai-nilai spiritual dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan modern yang semakin kompleks dan dinamis. Perbedaan pandangan yang berkembang dalam berbagai aliran filsafat, seperti rasionalisme, empirisme, idealisme, eksistensialisme, positivisme, dan postmodernisme, melahirkan beragam paradigma dalam menjelaskan konsep ketuhanan, argumen keberadaan Tuhan, problem kejahatan, serta relasi antara agama, filsafat, dan ilmu pengetahuan. Meskipun berbagai penelitian telah membahas filsafat ketuhanan maupun aliran-aliran filsafat secara terpisah, kajian yang mengintegrasikan filsafat ketuhanan dengan perkembangan pemikiran kontemporer dalam satu kerangka analisis yang komprehensif, sistematis, dan relevan bagi pengembangan pendidikan serta kehidupan modern masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan filsafat ketuhanan dengan perkembangan pemikiran kontemporer, mengevaluasi kontribusi berbagai aliran filsafat terhadap pemahaman konsep ketuhanan, serta menjelaskan relevansinya dalam membangun paradigma berpikir kritis pada era modern. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA, melalui penelusuran literatur pada database Google Scholar, Garuda, dan Scopus, yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebelum dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa argumen ontologis, kosmologis, dan teleologis tetap memiliki relevansi filosofis, sedangkan perkembangan aliran filsafat modern memperkaya cara memahami relasi antara Tuhan, manusia, ilmu pengetahuan, dan realitas sosial secara lebih kritis serta kontekstual. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi filsafat ketuhanan dengan pemikiran kontemporer dapat memperkuat pengembangan pendidikan, meningkatkan literasi filosofis, menumbuhkan sikap reflektif, serta membangun karakter yang mampu merespons tantangan global secara rasional dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa filsafat ketuhanan tetap memiliki posisi strategis sebagai landasan konseptual dalam memahami dinamika pemikiran kontemporer serta mengembangkan paradigma keilmuan yang seimbang antara rasionalitas, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pemikiran Filsafat dan Penerapannya dalam Kehidupan Tedi Gandara; Andi Ahmad Yusup; M.Khalid; Alya Iskandar; Linda Nurulaini; Noneng
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masyarakat modern menuntut individu memiliki kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan rasional dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Namun, kemampuan tersebut cenderung mengalami penurunan akibat dominasi informasi instan dan derasnya arus digitalisasi yang sering kali mendorong masyarakat menerima informasi tanpa proses analisis yang mendalam. Dalam konteks ini, pemikiran filsafat memiliki peran penting sebagai landasan dalam membentuk cara berpikir yang logis, sistematis, dan bijaksana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran para tokoh filsafat dari periode Yunani, Islam, Modern, hingga Kontemporer serta mengkaji penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan dunia pendidikan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran tokoh-tokoh filsafat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pembentukan pola pikir kritis, penguatan nilai moral, serta pengembangan kemampuan pemecahan masalah. Temuan penelitian juga mengungkapkan bahwa konsep berpikir filosofis masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sosial, pengambilan keputusan, pendidikan karakter, dan pembelajaran abad ke-21. Dengan demikian, pemikiran filsafat tidak hanya memiliki nilai teoritis, tetapi juga berperan penting sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang rasional, reflektif, dan berorientasi pada kebijaksanaan.
Implementasi Nilai-Nilai Filsafat dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Abad ke-21 Tedi Gandara; Muhammad Hadis; Muhamad Haris Al-qudsi; Maad Adlani; Ropiulanwar; Nurlina
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital, transformasi sosial, serta tuntutan kompetensi abad ke-21 telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan yang menuntut peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan adaptif. Namun, berbagai fenomena seperti krisis karakter, degradasi moral, rendahnya kepedulian sosial, serta melemahnya kemampuan reflektif peserta didik menunjukkan bahwa pendidikan masih menghadapi tantangan dalam membentuk pribadi yang berintegritas dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai filsafat dalam pendidikan serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik abad ke-21. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis data. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk menemukan tema-tema utama yang berkaitan dengan nilai filosofis dan pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai filsafat yang dominan dalam pembentukan karakter peserta didik meliputi rasionalitas, berpikir kritis, reflektif, etika, tanggung jawab, dan humanisme. Implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran dialogis, pembelajaran reflektif, pembelajaran berbasis masalah, serta penguatan budaya sekolah yang berorientasi pada pengembangan karakter. Dengan demikian, filsafat memiliki kontribusi yang signifikan sebagai landasan konseptual dan praktis dalam membentuk karakter peserta didik yang kritis, berintegritas, humanis, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan pada abad ke-21.
Kebebasan dan Tanggung Jawab Peserta Didik: Kajian Antropologi Filosofis dalam Pendidikan Tedi Gandara; Moch Wildan H; Aliya Hendrayani Maulida; Moch Erdiansyah; Valha Zakiyah; Fahmy Abdillah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan modern memberikan ruang yang semakin luas bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya melalui kebebasan dalam berpikir, belajar, dan mengambil keputusan. Kebebasan tersebut menjadi salah satu prinsip penting dalam pendidikan karena memungkinkan peserta didik berkembang sebagai individu yang mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab. Namun, dalam praktiknya, kebebasan sering kali tidak diimbangi dengan kesadaran akan tanggung jawab sehingga dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam proses pendidikan. Sejauh ini, kajian mengenai kebebasan peserta didik lebih banyak dianalisis dari perspektif psikologi dan pedagogi, sedangkan kajian yang meninjaunya dari sudut pandang antropologi filosofis masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kebebasan dan tanggung jawab peserta didik serta hubungan keduanya dalam perspektif antropologi filosofis sebagai landasan pendidikan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan berupa buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan antropologi filosofis, filsafat pendidikan, kebebasan, dan tanggung jawab peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan merupakan hakikat dasar manusia sebagai makhluk rasional yang memiliki kemampuan menentukan pilihan dan mengarahkan tindakannya secara sadar. Sementara itu, tanggung jawab merupakan konsekuensi moral dari setiap kebebasan yang dimiliki manusia sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan. Dengan demikian, pendidikan perlu mengembangkan keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab agar peserta didik mampu menjadi pribadi yang otonom, humanis, serta memiliki integritas moral dalam kehidupan individu maupun sosial.
Relasi Realitas, Pengetahuan, dan Akhlak dalam Perspektif Islam Tedi Gandara; Azwa Raiysa Noor; Rahmi Siti Rahmawati; Siti Nurul Nazwa fitriani; Midad Imadul Bilad; Aden Ginanjar
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara realitas, pengetahuan, dan akhlak dalam perspektif Islam melalui pendekatan ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA yang meliputi tahap identifikasi, screening, eligibility, dan included. Sumber data penelitian diperoleh dari literatur berupa buku-buku filsafat Islam dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas dalam Islam dipahami sebagai kesatuan wujud yang berpusat pada Tuhan sebagai sumber keberadaan absolut, sementara alam dan manusia merupakan bagian dari ciptaan yang memiliki keterkaitan hierarkis. Dalam aspek epistemologi, pengetahuan dalam Islam bersumber dari integrasi antara wahyu, akal, indera, dan intuisi yang saling melengkapi dalam memahami kebenaran. Selanjutnya, akhlak dipahami sebagai manifestasi dari pengetahuan yang benar sehingga kualitas moral manusia sangat ditentukan oleh kualitas epistemologinya. Temuan ini menegaskan bahwa terdapat hubungan yang tidak terpisahkan antara ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam filsafat Islam. Kesimpulannya, integrasi ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik, seimbang, dan berorientasi pada pembentukan manusia berilmu sekaligus berakhlak mulia.
Pemanfaatan Media Berbasi AI Dalam Pembelajaran dan Implikasinya Pada Minat Belajar Siswa Kelas VII di SMP Islam Al-Munawwariyyah Siti Rohmah; Mia Siti Nurazizah; Hanna Septia Melinda
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta implikasinya terhadap minat belajar siswa di SMP Islam Al-Munawwariyyah Cianjur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI telah memanfaatkan berbagai media berbasis AI secara terintegrasi, meliputi ChatGPT, Quizizz, Canva AI, dan YouTube. Pemanfaatan media-media tersebut terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap seluruh indikator minat belajar siswa, yAItu perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan aktif. Implikasi pemanfaatan media berbasis AI mencakup tiga dimensi utama, yAItu peningkatan kualitas proses pembelajaran, transformasi perilaku belajar siswa menuju kemandirian belajar, serta indikasi peningkatan hasil belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi media berbasis AI dalam pembelajaran PAI memiliki potensi transformatif yang besar dalam meningkatkan kualitas dan daya tarik pembelajaran PAI di era digital.
Strategi Pembelajaran Direct Instruction Guru Tahfiz dalam Meningkatkan Daya Ingat Hafalan Al-Qur’an di SMP IT Baiturrahmah Cibeber Cianjur Mia Siti Nurazizah; N Rida Fitriani
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya daya ingat dalam menjaga keberlanjutan hafalan Al-Qur’an peserta didik pada program tahfiz. Kemampuan peserta didik dalam menghafal dan mempertahankan hafalan masih beragam, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi Direct Instruction oleh guru tahfiz, menjelaskan peran guru dalam meningkatkan daya ingat hafalan Al-Qur’an, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMP IT Baiturrahmah Cibeber Cianjur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran mengenai penerapan strategi Direct Instruction melalui metode talaqqi, muroja’ah, bimbingan langsung, umpan balik, dan latihan berkelanjutan dalam meningkatkan daya ingat hafalan peserta didik. Penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi bagi guru dan lembaga pendidikan dalam pengembangan hafalan yang lebih optimal.