cover
Contact Name
Holla Rei
Contact Email
hollarei25@gmail.com
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
hollarei25@gmail.com
Editorial Address
Bogor
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 31089623     DOI : 10.58987/ajpi.v5i2.9693
Core Subject :
jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan kajian ilmiah dalam bidang Pendidikan Islam. Jurnal ini menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan mahasiswa dalam menyebarluaskan gagasan, temuan, serta inovasi yang relevan dengan pengembangan pendidikan Islam di berbagai jenjang dan lembaga pendidikan. Ruang lingkup jurnal mencakup topik-topik seperti model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), metodologi pengajaran, pengembangan kurikulum, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, serta isu-isu kontemporer dalam pendidikan di madrasah, pesantren, dan sekolah. Al-Ilmiya menerapkan sistem peer-review dalam setiap proses penerbitan artikel guna menjamin kualitas dan orisinalitas karya ilmiah yang dimuat. Diterbitkan secara berkala, jurnal ini hadir sebagai kontribusi nyata dalam memperkaya khasanah keilmuan Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Integrasi Pemikiran Filsafat dalam Penguatan Literasi Akademik Siswa Tedi Gandara; Bayu Suta; Faizal Herdianto; muhamad Raihan septiani; Salwa Zakiyah; Sri Mulyani
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya literasi akademik siswa masih menjadi tantangan penting dalam dunia pendidikan, yang ditunjukkan oleh lemahnya kemampuan membaca kritis, menulis akademik, berpikir reflektif, serta menyusun argumentasi ilmiah secara logis dan sistematis. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir mendalam sebagai fondasi pembelajaran abad ke-21. Dalam konteks ini, filsafat memiliki peran strategis karena mampu membentuk pola pikir rasional, kritis, reflektif, dan analitis yang mendukung penguatan literasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pemikiran filsafat dalam penguatan literasi akademik siswa melalui kajian konseptual terhadap berbagai aliran filsafat dan relevansinya dalam proses pendidikan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pemikiran filsafat, khususnya rasionalisme, empirisme, idealisme, eksistensialisme, dan postmodernisme, berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, membaca analitis, menulis argumentatif, serta mengevaluasi informasi secara objektif. Dengan demikian, integrasi pemikiran filsafat dalam proses pendidikan dapat menjadi landasan penting dalam memperkuat kompetensi akademik siswa, membangun budaya literasi yang lebih berkualitas, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat modern.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menginternalisasikan Nilai-Nilai Toleransi Beragama Pada Siswa Nurul Farihatun Nisa; Najma Fauziyatul Mustaghfiroh; Bagus Indrawan; Ahmad Khotibul Umam
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran guru Pendidikan Agama Islam dalam proses internalisasi nilai-nilai toleransi beragama pada peserta didik di lingkungan sekolah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam menumbuhkan sikap toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Walaupun nilai toleransi merupakan bagian integral dari ajaran Islam, realitas di lapangan masih menunjukkan adanya sikap kurang terbuka terhadap perbedaan di kalangan siswa. Kondisi ini mengindikasikan bahwa proses penanaman nilai toleransi belum berjalan secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam, peserta didik, serta pihak sekolah. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan triangulasi untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai toleransi beragama oleh guru Pendidikan Agama Islam dilakukan melalui penerapan strategi pembelajaran yang kontekstual, pemberian keteladanan dalam sikap dan perilaku, serta pembiasaan melalui budaya sekolah yang inklusif. Meskipun demikian, terdapat sejumlah hambatan, seperti keterbatasan waktu pembelajaran dan dominasi pendekatan kognitif yang kurang mendukung penguatan aspek afektif siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih terstruktur dan berkesinambungan dalam mengintegrasikan nilai toleransi beragama ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan praktik pendidikan yang lebih berorientasi pada pembentukan karakter toleran.
Bentuk Komunikasi Terapeutik Dalam Proses Rehabilitasi ODGJ di Yayasan Lali Jiwa Raga Wangon Rifky Ardhi Nugraha; Carissa Chrisella Padmarini; Fathi Nida Azami; Endi Nur Ajilah; Linisa Ilfi Nathania Az-Zahra; Haninnisa Ersa Azzahra; Khalfatul Musfiroh
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola komunikasi terapeutik dalam rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Yayasan Lali Jiwa Raga Wangon. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi terapeutik dilaksanakan melalui empat tahapan: orientasi, identifikasi, intervensi, serta evaluasi dan terminasi, dengan pola yang bersifat interpersonal dan kolaboratif. Hambatan utama meliputi kondisi psikologis pasien yang fluktuatif, kesulitan mengungkapkan perasaan, dan pengalaman traumatis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi terapeutik yang holistik dan fleksibel, didukung pendekatan spiritual serta keterlibatan keluarga, berperan penting dalam mendukung pemulihan dan fungsi sosial pasien ODGJ.
Hubungan Habituasi di Sekolah dengan Kebiasan Positif di Rumah Siswa Kelas V MI Islamiyah Nurrosyidiyah Rizka Khairani Nasution; Darlina Kartika Rini; Nurfaizah; Zaenal Abidin
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this research is based on the importance of character building and noble morals of elementary school students through consistent habituation methods in the school environment. MI Islamiyah Nurrosyidiyah Bogor has implemented a routine religious and disciplinary habituation program, but the level of sustainability of these practices at home needs to be analyzed. This study aims to analyze the relationship between habituation at school (Variable X) and positive habits at home (Variable Y) in fifth-grade students of MI Islamiyah Nurrosyidiyah Bogor. The research methodology used is a quantitative approach with a correlational method. The research sample included all 36 fifth grade students, with the sampling technique using saturated sampling (total sampling). Primary data were collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire instrument that has been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using normality tests, linearity tests, Pearson Product Moment correlation tests, and coefficient of determination tests with the help of the SPSS version 22 program. The results showed a positive and significant relationship between habituation at school and positive habits at home. This is evidenced by the correlation coefficient (r) value of 0.372 with a significance value of 0.025 < 0.05, so the alternative hypothesis (Ha) is accepted. The level of relationship obtained is in the low category. The results of the determination coefficient test show an R Square value of 0.139, which means that habituation at school contributes 13.9% to positive habits at home for students, while the remaining 86.1% is influenced by other factors such as parenting patterns and the social environment.
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pai Di Sekolah Alam Annuriyah Bogor Muti Rahmawati; Alek Maulana; Nana Mulyana; Zaenal Abidin
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

implementation of the Think Pair Share (TPS) model in increasing students' learning activeness in Islamic Religious Education (PAI) at Sekolah Alam Annuriyah Bogor. The research was motivated by the low participation of students, who tended to be passive due to teacher-centered learning approaches. This study aims to describe the implementation of the Think Pair Share (TPS)  model in increasing students learning activeness in Islamic Religious Education (PAI) at Sekolah Alam Annuriyah BogorUsing a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that the systematic application of the think, pair, and share stages effectively increased students' confidence in answering questions, engaging in discussions, and expressing opinions. Key supporting factors included the teacher's active role and a conducive environment in the nature-based school, while inhibiting factors included limited instructional time and low self-confidence among some students. Overall, the TPS model proved effective in enhancing student engagement in PAI learning.
Desain Model Islamic Ecopedagogy Berbasis Pulau-Pulau Kecil pada Pendidikan Dasar dan Menengah di Wakatobi Rani Upriani; Sarni; Sunarwan Asuhadi
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to design a small-island-based Islamic Ecopedagogy Model for primary and secondary education in Wakatobi. It employs a conceptual-design approach through a review of articles published from 2021 to 2026 on ecopedagogy, Islamic education, environmental education, and the ecology of Wakatobi. The study resulted in the Islamic Ecopedagogy Model for Primary and Secondary Education in Wakatobi, or MIEK-Dikdasmen Wakatobi, which integrates small-island ecology, Islamic values, place-based learning, action projects, and community collaboration. The model consists of ecological literacy, reflection on the values of tawhid, amanah, khalifah, mizan, rahmah, maslahah, and adl, exploration of local environmental problems, school-based actions, and authentic assessment. The learning syntax includes problem orientation, local ecological exploration, Islamic reflection, critical analysis, community collaboration, action projects, and dissemination. This study concludes that MIEK-Dikdasmen Wakatobi has the potential to strengthen students’ environmental literacy, ecological character, and conservation participation in elementary/Islamic elementary schools, junior secondary/Islamic junior secondary schools, senior secondary/Islamic senior secondary schools, and vocational schools.
Peran Guru PAI Dalam Mengembangkan Kecerdasan Intelektual Peserta Didik Kelas VII di Mts Al-Abror 2 Yeni Sofia; Risky Ramadhan; Salman Abdul Karim Amrullah; Zainur Rayhan Dinollah; Abdul Halim
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh urgensi optimalisasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menstimulasi kecerdasan intelektual siswa kelas 7 di MTs Al-Abror 2. Di tengah tantangan rendahnya minat belajar dan penggunaan gadget yang berlebihan, kemampuan berpikir kriitis dan pemecahan masalah siswa memerlukan pendekatan strategis yang kontekstual.Pengembangan aspek kognitif ini krusial guna membekali kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa di tengah keterbatasan sarana pembelajaran serta disrupsi digital.  Guru memiliki peran penting sebagai mentor, motivator, fasilitator, dan pembimbing dalam proses perkembangan intelektual siswa. Strategi yang digunakan guru meliputi diskusi kelompok, metode tanya jawab, pembelajaran kontekstual, penggunaan media pembelajaran, dan pendekatan personal kepada siswa. Faktor pendukung dalam pengembangan kecerdasan intelektual meliputi kompetensi guru, lingkungan sekolah yang kondusif, motivasi belajar siswa, dan dukungan keluarga. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya minat belajar di kalangan sebagian siswa, perbedaan kemampuan siswa, penggunaan gawai yang berlebihan, dan keterbatasan fasilitas pembelajaran.
Pengaruh Metode Tilawati dalam Mapel BTQ terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa di Sekolah Alam An-Nuriyah Bogor Kholilah; Zaenal Abidin; Puad Hasan; Rendra Fahrurrozie
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was motivated by the differences in students' ability to read the Qur’an, particularly in reading fluency, accuracy of makhraj (pronunciation), and the application of tajwid rules. The study aimed to determine the effect of the Tilawati Method in the Qur’an Reading and Writing (BTQ) subject on students’ Qur’an reading ability at Sekolah Alam An-Nuriyah Bogor. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 82 students. Data were collected through questionnaires, Qur’an reading tests, and documentation, then analyzed using descriptive statistics, simple linear regression, t-test, Pearson correlation, and coefficient of determination. The results showed that the Tilawati Method had a positive and significant effect on students’ Qur’an reading ability, with a significance value of 0.000 < 0.05 and a t-value of 7.144 > 1.990. The correlation coefficient of 0.624 indicated a strong relationship, with an effect contribution of 38.9%. Therefore, the implementation of the Tilawati Method can improve students’ ability to read the Qur’an.  
Konsep Profesionalisme dalam Islam: Tinjauan Akidah dan Akhlak Tentang Tanggung Jawab dan Integritas Kerja Rosalina Zulhijjah; Mutia Isfah Ardilah; Ali Maulida
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas konsep profesionalisme dalam perspektif Islam, menekankan pentingnya integrasi antara kompetensi teknis, nilai akidah, dan akhlak sebagai dasar utama untuk membangun tanggung jawab dan integritas dalam pekerjaan. Latar belakang utama adalah fenomena penurunan moral di dunia kerja modern, seperti manipulasi data, penyalahgunaan wewenang, dan rendahnya disiplin, yang menunjukkan lemahnya internalisasi nilai spiritual dan etika. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konseptual antara akidah, akhlak, tanggung jawab, dan integritas kerja dalam membangun profesionalisme Islami. Pendekatan yang dipilih adalah kualitatif dengan studi literatur konseptual, menggunakan sumber data berupa buku, artikel jurnal, serta kajian tafsir dan hadis yang relevan dengan etika kerja Islami; kriteria literatur yang digunakan mencakup relevansi tema, kredibilitas penerbit atau jurnal, dan tahun publikasi dalam lima tahun terakhir, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan konseptual antarvariabel. Hasilnya menunjukkan bahwa profesionalisme dalam Islam bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada keahlian, tetapi juga pada tanggung jawab amanah dan integritas sidq yang berakar pada kesadaran tauhid. Akidah menjadi dasar internal yang membentuk pola pikir dan kesadaran transendental individu, menyadari bahwa setiap pekerjaan adalah ibadah dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Akhlak menjadi dimensi operasional yang mengekspresikan nilai tersebut dalam perilaku nyata, seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Etos kerja Islami meliputi nilai itqan, kerja keras, keikhlasan, dan komitmen yang berperan meningkatkan kualitas kinerja dan membangun karakter profesional berintegritas. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan nilai akidah dan akhlak melalui pendidikan, pembinaan karakter, serta budaya organisasi berbasis nilai adalah strategi fundamental dalam membangun profesionalisme berkelanjutan. Dengan demikian, profesionalisme Islami tidak hanya menghasilkan kinerja efektif, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang beretika, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan serta kepercayaan publik. dan Pembahasan
Pendidikan Keluarga dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits Tarbawi Nurdin Sahid Wijaksana; Rahendra Maya
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk kepribadian, akhlak, dan spiritualitas anak. Namun, berbagai tantangan modern menuntut penguatan konsep pendidikan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Islam sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadits tarbawi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pendidikan keluarga dalam perspektif Al-Qur'an dan hadits tarbawi serta mengkaji relevansinya terhadap pembinaan keluarga Muslim pada era kontemporer. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadits, kitab tafsir, buku, dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keluarga menurut Al-Qur'an dan hadits tarbawi menekankan penanaman akidah, pembentukan akhlak, pembiasaan ibadah, pemberian keteladanan, serta tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak. Konsep tersebut tetap relevan sebagai landasan pembentukan keluarga yang berkarakter Islami dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman