cover
Contact Name
Holla Rei
Contact Email
hollarei25@gmail.com
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
hollarei25@gmail.com
Editorial Address
Bogor
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 31089623     DOI : 10.58987/ajpi.v5i2.9693
Core Subject :
jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan kajian ilmiah dalam bidang Pendidikan Islam. Jurnal ini menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan mahasiswa dalam menyebarluaskan gagasan, temuan, serta inovasi yang relevan dengan pengembangan pendidikan Islam di berbagai jenjang dan lembaga pendidikan. Ruang lingkup jurnal mencakup topik-topik seperti model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), metodologi pengajaran, pengembangan kurikulum, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, serta isu-isu kontemporer dalam pendidikan di madrasah, pesantren, dan sekolah. Al-Ilmiya menerapkan sistem peer-review dalam setiap proses penerbitan artikel guna menjamin kualitas dan orisinalitas karya ilmiah yang dimuat. Diterbitkan secara berkala, jurnal ini hadir sebagai kontribusi nyata dalam memperkaya khasanah keilmuan Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Pemanfaatan Masjid Sebagai Pusat Belajar Pendidikan Agama Islam di Masjid Ar-Rahman Kecamatan Bogor Utara Said Sjairullah; Darlina Kartika Rini; Nurhasan
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the utilization of the Ar-Rahman Mosque in North Bogor District as a learning center for Islamic Religious Education (PAI), identify organized religious programs, and map the supporting and inhibiting factors. Using a qualitative approach with an analytical descriptive method, primary data were gathered through observation, in-depth interviews with mosque administrators, teachers, and congregants, as well as documentation. The results indicate that the Ar-Rahman Mosque has been significantly functionalized as a non-formal PAI learning center through two main programs: the Al-Qur'an Education Center (TPQ) for children and the "Manasik Hati" Majelis Taklim for mothers. These programs successfully integrated cognitive, affective, and psychomotor aspects in shaping the religious character and religious literacy of the community. However, optimizing the mosque's role still faces several challenges, such as the lack of active participation from some community members due to busy schedules, limited execution time that conflicts with prayer schedules, and competing interests among children between studying at TPQ and playing activities. Innovative program diversification and enhanced dissemination strategies utilizing information media are highly recommended for mosque administrators to expand the reach of community education.
Implementasi Kegiatan Debat Ilmiah Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Santri Muh Ismatulloh; Misno; Syamsul Anwar
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation of scientific debate based on Islamic Religious Education (PAI) values and its supporting and inhibiting factors at Pondok Pesantren Daarul Uluum Kampus 212. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving students, mentors, and management34. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model5. The findings reveal that debates are structured using the British Parliamentary model, emphasizing Islamic ethics like honesty, tasamuh, and sharia-based evidence67. This activity significantly improves students' critical thinking in analyzing problems, constructing logical arguments, and evaluating opinions89. Supporting factors include institutional backing and actual issues, while inhibiting factors involve literacy gaps and lack of confidence1011. In conclusion, PAI-based scientific debate effectively develops critical reasoning and fosters civilized Islamic character.  
Pengembangan Media Flip Chart Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Siswa Mata Pelajaran Fikih Di MTs Al-Amin Jenu Alfiatin Ni'mah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan problem solving merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran fikih, namun masih rendah karena pembelajaran berpusat pada guru dan penggunaan media kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran flip chart berbasis Problem Based Learning (PBL) serta menganalisis kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam meningkatkan kemampuan problem solving siswa kelas VII MTs Al-Amin Jenu. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang dibatasi sampai tahap develop. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan media memperoleh validasi ahli materi 95% dan ahli media 98,4%, dengan respons guru 98,8% dan siswa 97%. Keefektifan media ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata siswa dari 38,33 menjadi 93,33 serta nilai N-gain 0,88 berkategori tinggi. Dengan demikian, media flip chart berbasis PBL dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan problem solving siswa.
Strategi Pembiasaan Keagamaan Dalam Membentuk Kedisiplinan Siswa di MTS Anwarul Hidayah Menes Istiqomah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan siswa sebagai pilar utama pendidikan karakter di madrasah. Kedisiplinan dipandang sebagai bekal fundamental bagi siswa dalam menata perilaku, mengatur waktu, serta membentuk akhlak Islami. Strategi pembiasaan keagamaan dipilih karena terbukti efektif dalam membentuk keteraturan perilaku siswa melalui latihan berulang yang sarat makna. Landasan teori penelitian ini merujuk pada konsep habit formation Putri Liana (2023), yang menegaskan bahwa kebiasaan terbentuk dari pengulangan konsisten dan reinforcement, serta teori kedisiplinan Nugraha (2021), yang menekankan pengendalian diri sebagai inti kedisiplinan.  Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru, dan siswa MTs Anwarul Hidayah Menes. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi untuk menemukan pola pembentukan disiplin melalui kegiatan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembiasaan keagamaan di madrasah diterapkan melalui tiga kegiatan pokok yaitu shalat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan pembacaan Asmaul Husna.  Strategi ini terbukti efektif dalam membentuk kedisiplinan siswa, baik dalam aspek kehadiran tepat waktu, keteraturan ibadah, ketertiban kelas, maupun kesiapan belajar. Kedisiplinan yang diharapkan tidak hanya berupa kepatuhan formal, melainkan internalisasi nilai tanggung jawab, konsistensi, dan pengendalian diri. Proses pembiasaan membentuk disiplin melalui tahapan berulang, penguatan eksternal (reward dan punishment), keteladanan guru, serta pemaknaan makna ibadah. Faktor pendukung pembiasaan meliputi konsistensi kebijakan madrasah, keterlibatan guru, dan dukungan sarana ibadah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan baca Al-Qur’an siswa, perbedaan motivasi, serta kurangnya dukungan sebagian orang tua.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembiasaan keagamaan merupakan pendekatan efektif dalam membentuk kedisiplinan siswa di madrasah. Saran penelitian menekankan pentingnya konsistensi guru sebagai teladan, evaluasi rutin madrasah, keterlibatan orang tua, serta penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas dan data longitudinal.
Pengaruh Kompetensi Profesional Guru dan Penguasaan Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Tatu Muta’aliah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi profesional guru merujuk pada kemampuan guru dalam menguasai materi pembelajaran secara mendalam, mengembangkan metode pembelajaran yang efektif, serta menyesuaikan strategi dengan karakteristik peserta didik, guru yang kompeten secara profesional mampu mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna, namun di lapangan, masih ditemukan gap antara kompetensi guru yang diharapkan dan kenyataan terutama dalam hal penguasaan metode inovatif dan adaptasi terhadap perubahan kurikulum. Maka penting untuk melakukan penelitian yang mendalam mengenai bagaimana kompetensi profesional guru dan penguasaan penggunaan media pembelajaran dapat memengaruhi motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi profesional guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam., (2) mengetahui dan menganalisis pengaruh penguasaan penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (3 mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi profesional guru dan penguasaan penggunaan media pembelajaran secara bersama-sama (simultan) terhadap motivasi belajar siswa,  di Sekolah Dasar Negeri Margagiri, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.  Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif sebagai metode penelitiannya. Penelitian deskriptif kuantitatif bertujuan untuk mengumpulkan data dengan mendeskripsikan suatu hal atau fenomena, penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan kuesioner atau pengamatan situasi saat ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang topik yang diteliti. Kami mengumpulkan data untuk menguji hipotesis atau memberikan jawaban atas pertanyaan melalui kuesioner dan metode lain. Hasil penelitian, Pertama, variabel kompetensi professional mempunyai hasil analisis data statistic sebagai berikut: Mean (M) =28,79; Media (Me) =28,00; Modus (Mo)=25,00; Nilai Minimal=17,00; Nilai Maksimum=36,00; Standar Deviasi=4,565. Kedua, Variabel Media Pembelajaran mempunyai hasil analisis data statistic sebagai berikut: Mean (M) =28,96; Media (Me) =29,00; Modus (Mo)=25,00; Nilai Minimal=17,00; Nilai Maksimum=36,00; Standar Deviasi=4,144 Ketiga, Variabel Media Pembelajaran mempunyai hasil analisis data statistic sebagai berikut: Mean (M) =28,68; Media (Me) =28,00; Modus (Mo)=24,00; Nilai Minimal=19,00; Nilai Maksimum=36,00; Standar Deviasi=4,157. Mengingat Asymptotic Sig sebesar 0,043 lebih kecil dari 0,1, maka dapat dikatakan bahwa data yang berkaitan dengan variabel kompetensi Profesional berdistribusi normal. Kesimpulannya bahwa Kompetensi profesional guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Artinya, semakin tinggi kompetensi profesional guru, semakin besar pula dorongan siswa untuk aktif dan antusias dalam proses pembelajaran. Penguasaan penggunaan media pembelajaran juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Pemanfaatan media yang relevan, interaktif, dan menarik dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik sekaligus meningkatkan semangat belajar mereka. Secara simultan, kompetensi profesional guru dan penguasaan media pembelajaran memberikan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa
Fikih Ekonomi dan Keuangan Syariah (Hukum Fintech, Bitcoin, Kripto, dan Riba Kontemporer) Ainul Yaqin; Andi Fuad Syauqy; Imam Syaukani Bahtiar; Abd. Wahid Haddade; Fatimah Halim
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology has driven innovation in the economic and financial sectors, including the emergence of financial technology (fintech), Bitcoin, crypto assets, and various digital financial services. While these innovations provide significant benefits in terms of efficiency, accessibility, and financial inclusion, they also raise legal issues from the perspective of Islamic jurisprudence, particularly concerning contracts (akad), riba (usury), gharar (uncertainty), and maysir (gambling). This study aims to analyze the legal status of fintech, Bitcoin, crypto assets, and contemporary riba from the perspective of Islamic economic and financial jurisprudence. The research employed a qualitative descriptive approach using a library research method. Data were collected from the Qur'an, Hadith, classical and contemporary Islamic jurisprudence literature, fatwas issued by the Indonesian National Sharia Council (DSN-MUI), relevant regulations, and reputable national and international scholarly journals. The data were analyzed using content analysis through the processes of data reduction, data presentation, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that fintech is generally permissible provided it applies Sharia-compliant contracts and is free from elements of riba, gharar, maysir, and other prohibited practices. The legal status of Bitcoin and crypto assets remains a matter of contemporary ijtihād, depending on the characteristics of the assets, their intended use, and transaction mechanisms. Meanwhile, riba remains prohibited even when conducted through digital platforms because technological advancement does not alter its legal substance. Therefore, the implementation of maqāṣid al-sharī'ah serves as an essential framework for evaluating digital financial innovations to ensure justice, public benefit, and legal certainty in accordance with Islamic principles.
Pengaruh Pengendalian Emosi terhadap Adab Islami Peserta Didik Pesantren: Perspektif Psikologi Pendidikan Islam Nanda Yustina; Yeni Pita Sari; Khoirunnisya Dalimunthe
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of emotional regulation on Islamic conduct among students at Pesantren Al Muslimun (Islamic boarding school). The independent variable was measured through three indicators of emotional regulation, while the dependent variable encompassed politeness, discipline, and Islamic ethics. A quantitative approach was employed with a total sample of 114 twelfth-grade students. Data were collected using a Likert-scale questionnaire tested for validity and reliability. Descriptive analysis revealed that both emotional regulation and Islamic conduct ranged from moderately high to high. Pearson correlation indicated a significant positive relationship, and simple linear regression showed that emotional regulation accounted for 38% of the variance in Islamic conduct (R² = .38). These findings highlight emotional regulation as a crucial factor in shaping students’ Islamic character. Moreover, this study enriches the literature by proposing an integrative model of Islamic emotional regulation, integrating psychological and spiritual dimensions in the pesantren educational framework.
Pengaruh Penggunaan Gamifikasi "Gimkit" Terhadap Kemampuan Bernalar Siswa Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di Kelas 10 MA Tarbiyatul Banin Banat Jetak Montong Nur Akhid Dul Khusna; Much Machfud Arif
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh penggunaan gamifikasi dengan menggunakan gimkit sebagai media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an hadis terhadap kemampuan bernalar siswa pada kelas 10 di MA Tabiyatul banin banat Jetak Montong pada tahun pelajaran 2025/2026. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan jawaban terhadap rumusan masalah (1) Bagaimana tingkat kemampuan bernalar siswa sebelum dan sesudah penerapan gamifikasi gimkit pada pembelajaran Al-Qur’an hadis 10 MA Tarbiyatul Banin Banat Jetak Montong pada pre-test? (2) Bagaimana penerapan gamifikasi gimkit terhadap kamampuan bernalar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an hadis di kelas 10 MA Tarbiyatul Banin Banat Jetak Montong? (3) Apakah ada pengaruh yang singnifikan dari penerapan gamifikasi gimkit terhadap kamampuan bernalar siswa dalam pembelajaran Al-Qur’an hadis di kelas 10 MA Tarbiyatul Banin Banat Jetak Montong?. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Dan menggunakan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental design) merupakan pendekatan penelitian yang menyerupai eksperimen murni dengan manipulasi variabel independen dan kelompok kontrol, tetapi tanpa pengacakan acak subjek karena keterbatasan etis atau praktis seperti kelas sekolah yang sudah terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan (1) Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa kemampuan bernalar siswa sebelum diberi perlakuan masih dalam kategori sedang. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor pretest kelas eksperimen sebesar 59,06 dan kelas kontrol sebesar 59,71. Perbedaan yang relatif kecil menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki kondisi awal yang sebanding sehingga cocok digunakan sebagai subjek penelitian eksperimen. (2) Gimkit menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif dibandingkan pembelajaran konvensional. Antusiasme ini menghasilkan peningkatan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran (3) Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan Uji-t, diperoleh bukti empiris penggunaan gamifikasi Gimkit memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan bernalar siswa. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05) dengan nilai t terhitung sebesar -21,99. Dan, hasil Independent Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,003 (p < 0,05) dengan nilai t terhitung sebesar 2,932. Temuan ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam kemampuan bernalar antara kelas eksperimen dan kontrol setelah perlakuan. Dengan demikian Hipotesis alternatif (Hα) diterima dan Hipotesis nihil (Hо) ditolak.
Peran Etika Bisnis Islam Dalam Pengembangan Usaha Pendidikan Muhammad Hilmi Mahfuzh; Ferida Rahmawati
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia pendidikan mendorong lembaga pendidikan untuk tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga pada pengelolaan organisasi yang profesional dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, konsep usaha pendidikan (edupreneurship) menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan lembaga pendidikan. Namun, pengelolaan usaha pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada aspek ekonomi, melainkan perlu didasarkan pada nilai-nilai etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etika bisnis Islam dalam pengembangan usaha pendidikan, implementasi prinsip-prinsip etika bisnis Islam, serta peluang dan tantangan penerapannya dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika bisnis Islam memiliki peran penting dalam pengembangan usaha pendidikan melalui penerapan prinsip kejujuran, amanah, keadilan, dan tanggung jawab. Penerapan prinsip-prinsip tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat kualitas layanan pendidikan, dan mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan. Di samping itu, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan berbasis karakter dan nilai-nilai Islam membuka peluang yang besar bagi perkembangan usaha pendidikan. Meskipun demikian, masih terdapat berbagai tantangan, seperti orientasi yang terlalu berfokus pada keuntungan, keterbatasan sumber daya manusia, dan tuntutan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, penerapan etika bisnis Islam secara konsisten menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Teori Belajar dalam Psikologi Pendidikan: Kajian Komparatif dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Ria Arshani; Muftihatuh Rahmah; Samsinar Syarifudin
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis pembelajaran global yang ditandai rendahnya capaian literasi dan numerasi, termasuk pada konteks pendidikan Indonesia yang masih menghadapi kesenjangan capaian antarwilayah, mengindikasikan adanya persoalan dalam implementasi teori belajar di ruang kelas. Kondisi ini menegaskan perlunya pemahaman komprehensif pendidik terhadap berbagai teori belajar dalam psikologi pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep, klasifikasi, dan implikasi teori belajar terhadap praktik pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori belajar merupakan kerangka konseptual yang menjelaskan cara individu memperoleh dan mengolah informasi berdasarkan beberapa prinsip belajar. Teori belajar diklasifikasikan ke dalam empat aliran utama, yaitu behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan humanisme, yang masing-masing berbeda orientasi namun saling melengkapi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada satu teori yang dapat diterapkan secara tunggal; pendekatan integratif yang disesuaikan dengan karakteristik murid, tujuan pembelajaran, dan konteks sosial-budaya terbukti lebih efektif menciptakan pembelajaran bermakna, sehingga pendidik disarankan mengembangkan fleksibilitas pedagogis yang didukung fasilitasi peningkatan kompetensi berkelanjutan.