cover
Contact Name
Holla Rei
Contact Email
hollarei25@gmail.com
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
hollarei25@gmail.com
Editorial Address
Bogor
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 31089623     DOI : 10.58987/ajpi.v5i2.9693
Core Subject :
jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan kajian ilmiah dalam bidang Pendidikan Islam. Jurnal ini menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan mahasiswa dalam menyebarluaskan gagasan, temuan, serta inovasi yang relevan dengan pengembangan pendidikan Islam di berbagai jenjang dan lembaga pendidikan. Ruang lingkup jurnal mencakup topik-topik seperti model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), metodologi pengajaran, pengembangan kurikulum, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, serta isu-isu kontemporer dalam pendidikan di madrasah, pesantren, dan sekolah. Al-Ilmiya menerapkan sistem peer-review dalam setiap proses penerbitan artikel guna menjamin kualitas dan orisinalitas karya ilmiah yang dimuat. Diterbitkan secara berkala, jurnal ini hadir sebagai kontribusi nyata dalam memperkaya khasanah keilmuan Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
STUDI TAFSIR Q.S. AL-MĀ'IDAH (5): 35: PRAKTIK TAWASSUL DALAM PERSPEKTIF TAFSIR NUSANTARA (Tafsir An-Nūr Karya Hasbi ash-Shiddieqy) Yusup Supriadi; Aceng Zakaria; Arifin
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tawassul merupakan salah satu isu teologis yang paling diperdebatkan dalam tradisi keislaman Indonesia. Perdebatan ini memuncak pada penafsiran QS. Al-Mā'idah (5): 35 yang memerintahkan pencarian wasīlah (jalan mendekatkan diri) kepada Allah. Di antara sekian banyak karya tafsir Nusantara, Tafsir An-Nūr karya T.M. Hasbi ash-Shiddieqy (1904–1975) menempati posisi penting sebagai representasi pemikiran reformis-modernis yang membawa semangat purifikasi (pemurnian) dalam memahami praktik tawassul. Penelitian ini mengkaji secara mendalam penafsiran Hasbi ash-Shiddieqy terhadap QS. Al-Mā'idah (5): 35 serta konteks historis-sosiologis yang melatarbelakanginya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis isi, penelitian ini menemukan bahwa Hasbi ash-Shiddieqy menafsirkan wasīlah sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah melalui amal saleh dan ketaatan, serta membatasi tawassul hanya pada doa orang-orang yang masih hidup. Ia secara tegas menolak tawassul melalui orang-orang yang telah wafat dengan argumentasi bahwa praktik tersebut tidak pernah dilakukan oleh para sahabat, tidak ditemukan dalam dalil otentik (dalil ma'tsūr), dan hanya bersumber pada hadis-hadis lemah (ḍa'īf). Penafsiran Hasbi sangat dipengaruhi oleh konteks keilmuan (metodologi tafsir bi al-ma'tsūr dan bi al-ma'qūl), konteks sosio-kultural (semangat purifikasi terhadap praktik sinkretik masyarakat), serta konteks ideologis (keterlibatannya dalam gerakan reformis-modernis). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tafsir An-Nūr merepresentasikan upaya sistematis Hasbi ash-Shiddieqy dalam memurnikan pemahaman keagamaan masyarakat Indonesia melalui medium penafsiran Al-Qur'an, sekaligus menjadi salah satu pilar penting dalam khazanah tafsir Nusantara bercorak reformis-purifikatif
Pendekatan Bahasa Arab dalam Pembelajaran Tafsir Al-Qur’an: Urgensi, Metodologi dan Implementasi Yusup Supriadi; Solahudin; Arifin
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pendekatan bahasa Arab sebagai metodologi pembelajaran tafsir Al-Qur’an di perguruan tinggi. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab dengan tingkat kefasihan dan retorika yang menjadi bagian dari kemukjizatannya, sehingga penguasaan perangkat kebahasaan Arab—meliputi leksikografi (mufradāt), morfologi (ṣarf), sintaksis (naḥw/i‘rāb), dan retorika (balāghah)—menjadi prasyarat ilmiah bagi seorang mufassir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research) untuk mengkaji kerangka teoretis dan langkah operasional pembelajaran tafsir berbasis bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bahasa Arab memiliki landasan teoretis yang kuat dalam tradisi ulama tafsir, dengan langkah operasional yang sistematis dan terukur: tilawah, pemaknaan mufradāt, analisis ṣarf, analisis naḥw/i‘rāb, integrasi makna, dan penguatan riwayat. Penerapan pada ayat-ayat pilihan—seperti Q.S. Al-Fatihah:2 dan al-Qiyāmah: 22–23 membuktikan bahwa perangkat bahasa Arab berpengaruh langsung terhadap ketepatan pemaknaan ayat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan bahasa Arab merupakan pendekatan ilmiah, metodologis, dan aplikatif yang layak dijadikan pola pembelajaran tafsir di lingkungan akademik, khususnya pada jenjang pascasarjana.
Implementasi Metode Storytelling dalam Menanamkan Nilai Tanggung Jawab Siswa Kelas V di SDN 1 Rahabite Kab. Kolaka Sulawesi Tenggara Fitrah Inayah; Abdul Fattah; Nurhidaya
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman nilai tanggung jawab pada siswa sekolah dasar memerlukan metode pembelajaran yang menarik dan bermakna agar mudah dipahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode storytelling, mengetahui dampaknya terhadap penanaman nilai tanggung jawab, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya pada siswa kelas V di SDN 1 Rahabite, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling diterapkan melalui penyampaian cerita bermuatan keteladanan yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan diperkuat melalui pemberian tugas. Metode ini meningkatkan pemahaman, minat belajar, keaktifan, serta kemampuan siswa dalam meneladani nilai tanggung jawab. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, karakteristik dan minat belajar siswa, kondisi lingkungan, serta ketersediaan fasilitas pembelajaran.  
Upaya Guru Dalam Membina Akhlakul Karimah Santri Atas Dampak Negatif Era Globalisasi M. Abdul Lathif; Alek Maulana; Nana Mulyana
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi membawa perubahan yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan Islam. Kemajuan teknologi informasi dan media sosial tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga memunculkan berbagai dampak negatif terhadap perilaku santri, seperti menurunnya adab, pengaruh budaya luar, krisis identitas keislaman, dan berkembangnya gaya hidup konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dampak negatif era globalisasi terhadap akhlak santri, mendeskripsikan upaya guru dalam membina akhlakul karimah, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlak di Pondok Pesantren Al-Qur'an Baitul Qur'an As-Sa'adah Sentul Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlakul karimah dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan ibadah dan adab, kajian akhlak, pemberian nasihat, pengawasan penggunaan teknologi, kerja sama dengan orang tua, serta penerapan sistem kedisiplinan. Upaya tersebut didukung oleh lingkungan pesantren yang kondusif dan program pembinaan yang terstruktur, meskipun masih menghadapi tantangan berupa pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan di luar pesantren, dan kurang optimalnya pengawasan orang tua di rumah.
Internalisasi Nilai Kejujuran Melalui Pembelajaran Berbasis Karakter di Sekolah Islam Al – Wasatiyah Tangerang Adinda Amelia
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai kejujuran melalui pembelajaran berbasis karakter di SMP Islam Al-Wasatiyah Tangerang sebagai upaya penguatan pendidikan karakter siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya perilaku tidak jujur di lingkungan sekolah sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mampu menanamkan nilai karakter secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai kejujuran dilakukan melalui integrasi pembelajaran, keteladanan guru, pembiasaan positif, serta kegiatan keagamaan. Proses tersebut berlangsung melalui tahap transformasi nilai, interaksi nilai, dan internalisasi nilai yang membentuk pengetahuan, sikap, serta perilaku jujur siswa.
Transformasi Lembaga Pendidikan Islam di Sulawesi Selatan: Dari Halaqah Klasik hingga Integrasi Modern Fifi Ariska; Idrus L
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam di Sulawesi Selatan mengalami transformasi panjang sejak masuknya Islam pada awal abad ke-17 hingga era integrasi modern saat ini. Artikel ini bertujuan menelusuri proses pertumbuhan lembaga pendidikan Islam di wilayah tersebut, mulai dari sistem halaqah tradisional hingga pembentukan madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber primer dan sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertumbuhan pendidikan Islam di Sulawesi Selatan berlangsung melalui empat fase, yaitu fase halaqah masjid dan istana, fase jaringan ulama Nusantara-Timur Tengah, fase resistensi pada masa kolonial, dan fase modernisasi kelembagaan pascakemerdekaan. Dukungan kerajaan, peran ulama, dan kebijakan pemerintah menjadi faktor pendorong utama, sementara keterbatasan sarana dan pendanaan menjadi penghambat. Transformasi ini berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter, keilmuan, dan kehidupan sosial masyarakat Sulawesi Selatan hingga saat ini.
Strategi Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam dalam Memperkuat Eksistensi Pada Era Digital di Indonesia Risnawati; Samsinar Syarifuddin
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah secara signifikan cara lembaga pendidikan Islam menjalankan fungsinya di Indonesia. Artikel ini bertujuan mengkaji eksistensi lembaga pendidikan Islam serta strategi yang dapat ditempuh untuk memperkuat keberadaannya di tengah arus digitalisasi. Kajian disusun melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam, mulai dari pesantren, madrasah, sekolah Islam terpadu, hingga perguruan tinggi Islam, tetap memiliki kedudukan penting dalam sistem pendidikan nasional, namun menghadapi tantangan berupa kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan tuntutan modernisasi manajemen. Strategi penguatan eksistensi yang teridentifikasi meliputi transformasi digital pembelajaran, penguatan literasi digital pendidik dan peserta didik, integrasi kurikulum berbasis teknologi, modernisasi tata kelola, serta penguatan karakter Islami dalam ruang digital. Simpulan kajian menegaskan bahwa adaptasi digital yang selaras dengan nilai-nilai keislaman menjadi kunci keberlanjutan lembaga pendidikan Islam pada masa mendatang.
Self Harm Dalam Hadis Nabi Muhammad SAW (Suatu Kajian Ma'anil Hadis) Muh Fadlhu Rahman
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) merupakan fenomena yang berkaitan dengan gangguan kesehatan mental dan spiritual serta semakin menjadi perhatian dalam kehidupan masyarakat. Dalam perspektif Islam, perilaku tersebut bertentangan dengan ajaran yang menekankan pentingnya menjaga jiwa sebagai amanah dari Allah Swt. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas hadis tentang self-harm serta mengkaji kandungan maknanya melalui pendekatan ma’anil hadis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari kitab-kitab hadis, kitab syarah, serta literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan ilmu hadis dan ma’anil hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang self-harm memiliki sembilan jalur sanad dengan enam mukharrij. Berdasarkan analisis sanad, seluruh jalur periwayatan memenuhi kriteria sanad yang bersambung, para perawinya dinilai adil dan ḍābiṭ, sehingga hadis berkualitas ṣaḥīḥ. Dari aspek matan, hadis juga memenuhi kaidah kesahihan karena terhindar dari unsur syāż dan ‘illah. Kandungan hadis menegaskan larangan menyakiti diri sendiri, kewajiban menjaga kehidupan sebagai amanah Allah Swt., serta adanya konsekuensi moral bagi pelaku. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual berdasarkan ajaran hadis Nabi Muhammad saw.
Studi Kritik Hadis Keutamaan Shalat di Masjid Yang Jauh dan Banyaknya Jamaah Dalam Kitab Nail Al-Auṭār Karya Al-Syaukānī Andi Lutfia Nur Safaruddin
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menghadirkan tiga rumusan masalah yaitu: Bagaimana kualitas, syarah dan implementasi hadis tentang keutamaan shalat di masjid yang jauh dan banyaknya jamaah dalam kitab Nail al-Auṭār karya al-Syaukāni?. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang tergolong sebagai penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan ilmu hadis dengan menganalisis validitas hadis melalui kritik sanad dan matan. Data yang diperoleh berasal dari kitab Nail al-Auṭār serta kitab-kitab hadis yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis yang menjadi objek penelitian yang diriwayatkan oleh Abū Mūsā al-Asy‘arī dinilai ṣaḥīḥ. Sedangkan untuk hadis yang diriwayatkan oleh Abū Hurairah dinilai ḥasan li gairihi. Sedangkan untuk hadis yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka‘b dinilai ḍa‘īf, tetapi hadis tersebut dapat diamalkan dalam konteks faḍā’il a’māl.  Pada hadis yang diteliti dapat dipahami secara kontekstual, bahwa di masa nabi jumlah masjid masih sedikit, sehingga para sahabat yang tempat tinggalnya jauh dari masjid harus menempuh perjalanan yang cukup panjang. Di zaman sekarang, masjid telah banyak bahkan hampir tersedia di setiap kompleks, maka kewajiban melaksanakan shalat di masjid yang dekat lebih diutamakan dalam rangka memakmurkan masjid tersebut. Semakin banyak jumlah jamaah dalam shalat maka semakin besar pahalanya, dan lebih dicintai oleh Allah swt. Hadis-hadis tentang keutamaan shalat di masjid yang jauh dan banyaknya jama’ah dapat diimplementasikan, yaitu: mendahulukan salat di masjid yang terdekat jika jamaahnya sepi, memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah dan mendorong peningkatan partisipasi shalat berjamaah.
Sosiologi Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren: Dinamika Jaringan Sosial (Social Network) Santri dan Alumni dalam Mobilitas Pendidikan Lintang Hikmah Pratiwi; Muh. Hanif
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran jaringan sosial (social network) santri dan alumni pondok pesantren dalam mendorong mobilitas pendidikan melalui pendekatan qualitative library research. Menggunakan kerangka teori Granovetter tentang strength of ties, konsep modal sosial Bourdieu, dan analisis structural holes Burt, kajian ini mensintesis korpus literatur relevan untuk menghasilkan model pemahaman konseptual yang komprehensif. Hasil kajian mengungkap tiga temuan utama: pertama, pesantren secara struktural berfungsi sebagai mesin produksi modal sosial berlapis melalui ekosistem komunal-residensialnya; kedua, jaringan sosial pesantren dikonversi secara aktif menjadi akses peluang pendidikan melalui mekanisme bonding, bridging, dan linking capital; ketiga, kiai berperan sebagai broker structural hole yang menjembatani santri dengan institusi eksternal, dimediasi oleh otoritas spiritual personal. Efektivitas jaringan bersifat diferensial, dipengaruhi skala pesantren, keseimbangan tipe modal sosial, dan kesenjangan gender. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren adalah infrastruktur mobilitas sosial yang selama ini undervalued dalam kebijakan pendidikan nasional.