cover
Contact Name
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Contact Email
lufimonkey25@gmail.com
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
alafifacademy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pamekaran No. 668, Suci Kaler, Kec. Karangpawitan, Kab. Garut Prov. Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
RUMI
Published by Lentera Hidup Mulia
ISSN : 31244408     EISSN : -     DOI : 10.58972/rumi.v5i2.8472
Core Subject :
RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan pemikiran kritis dari berbagai bidang keilmuan secara multidisipliner. Jurnal ini hadir sebagai wadah akademik bagi dosen, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk mendiseminasikan karya ilmiah yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat. RUMI berfokus pada integrasi berbagai disiplin ilmu seperti pendidikan, sosial-humaniora, keislaman, ekonomi, sains dan teknologi, serta bidang lainnya yang memiliki kontribusi terhadap pembangunan dan pengembangan keilmuan. Dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, orisinalitas, dan etika publikasi, setiap naskah yang masuk akan melalui proses peer-review secara profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
Analisis Penggunaan Label Syariah pada Bisnis Penjualan Tanah Kavling Syariah di Al Azzam Ressort Bollangi Kabupaten Gowa Fadlan Sahabuddin; Muhammad Ridwan; Siti Walida Mustamin
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada evaluasi implementasi sertifikasi syariah pada aktivitas penjualan unit tanah di Al Azzam Resort Bollangi, sebuah proyek yang berada di bawah koordinasi PT. Iltizam Mandala Syariah. Prioritas kajian ini adalah untuk menginvestigasi mekanisme pengintegrasian prinsip-prinsip syariah dalam seluruh siklus transaksi, mencakup aspek-aspek mulai dari strategi pemasaran awal hingga finalisasi perjanjian jual beli, sekaligus mengidentifikasi hambatan-hambatan yang muncul selama proses penerapan. Pendekatan kualitatif diadopsi dalam studi ini untuk menyajikan deskripsi komprehensif mengenai penerapan label syariah dalam penjualan unit tanah secara syariah di Al Azzam Resort Bollangi. Pengumpulan data dilaksanakan melalui sesi wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan perusahaan dan para pembeli, serta dilakukan observasi lapangan secara langsung. Penerapan penandaan syariah dalam transaksi penjualan unit tanah di Al Azzam Resort Bollangi telah selaras dengan kaidah-kaidah muamalah dalam Islam, khususnya terkait dengan kejelasan kontrak, keterbukaan informasi harga, serta pencegahan praktik ribawi. Meskipun demikian, penguatan penyuluhan bagi para konsumen merupakan elemen krusial guna menyempurnakan pemahaman dan efektivitas implementasi prinsip syariah di periode berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan penerapan sistem sertifikasi syariah di Al Azzam Resort Bollangi dilaksanakan secara teratur dan menyeluruh. Semua transaksionalitas ditaati tanpa intervensi institusi finansial konvensional, sehingga mengeliminasi elemen-elemen terlarang seperti riba, bunga, denda, atau pungutan tambahan lainnya. Prosedur jual beli difasilitasi melalui mekanisme yang terstruktur, yang mencakup penyampaian informasi awal, survei lokasi objek, negosiasi harga, dan finalisasi kontrak secara langsung antara pihak penjual dan pembeli tanpa mediasi pihak ketiga. Lebih lanjut, perusahaan tidak mensyaratkan adanya agunan, tidak menerapkan mekanisme penyitaan terhadap keterlambatan pembayaran, serta memfasilitasi penyelesaian sengketa melalui forum musyawarah. Hak kepemilikan atas kavling beralih sepenuhnya kepada pembeli pasca penandatanganan akad.
Transformasi Otoritas Keagamaan di Era Digital: Studi Kasus Fenomena "Cyber-Mufti" dan Implikasinya terhadap Budaya Literasi Islam Gen Z Diah Ayu Lestari; Safitri; Anggun Monica Selviana; Muhamad Farhan Khoirunnas; Abdul Fadhi
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola dakwah dan otoritas keagamaan di masyarakat. Otoritas yang sebelumnya berpusat pada ulama dan lembaga keagamaan kini bergeser ke ruang digital melalui media sosial dan platform daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi otoritas keagamaan di era digital, fenomena cyber-mufti, serta implikasinya terhadap budaya literasi Islam Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research yang bersumber dari jurnal, artikel ilmiah, buku, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang baru pembentukan legitimasi keagamaan yang dipengaruhi oleh popularitas, algoritma, jumlah pengikut, dan performa digital. Fenomena cyber-mufti membuka peluang dakwah Islam yang lebih luas dan mudah diakses, tetapi juga menimbulkan tantangan berupa budaya belajar agama yang instan, lemahnya verifikasi sumber, dan rendahnya minat terhadap kajian keislaman yang mendalam. Oleh karena itu, penguatan literasi Islam digital diperlukan agar Generasi Z mampu memahami dan menyebarkan informasi keagamaan secara kritis dan bertanggung jawab. 
Antara Kewajiban dan Kesadaran: Studi Fenomenologi tentang Pengalaman Mahasiswa Asrama Institut Nalanda dalam Mengikuti Nalanda Mindfulness Class Kamelia Metta Tirta; Acep Lauw
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Agustus)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the experiences of dormitory students at Nalanda Institute in participating in the Nalanda Mindfulness Class (NMC), a mandatory mindfulness program. The study employed a qualitative approach with a descriptive hermeneutic phenomenological design. Participants were selected through purposive sampling and consisted of dormitory students who regularly attended NMC. Data were collected through open-ended questionnaires, observations, and document analysis, and were analyzed phenomenologically through repeated data reading, identification of emerging themes, and interpretation of participants' lived experiences. The findings indicate that students' experiences developed gradually over time. Initially, participants experienced discomfort, difficulty concentrating, physical discomfort, and motivation primarily driven by institutional obligations. As they continued participating, many students adapted to the practice, recognized the benefits of mindfulness, and demonstrated a shift from externally regulated motivation to greater personal awareness. Participants also reported positive outcomes, including increased emotional regulation, self-awareness, concentration, and inner calm. The findings suggest that mandatory participation in NMC does not necessarily hinder meaningful engagement; instead, it can serve as an initial pathway toward developing sustainable mindfulness practices. Within the context of Buddhist religious education, mindfulness is understood not merely as a self-management technique but as a spiritual practice that supports students' personal and inner development.
Linguistic Strategies in Students’ Digital Story Telling on the Threads/x Platform: A Contemporary sosiolinguistic study Henni Zuraidah; Laila Safidri; Putri Zulaikha Zahara; Muhammad Hasyimsyah Batubara
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study employs a contemporary sociolinguistic approach to examine the language strategies of students’ digital storytelling activities on the Threads/X platform. Storytelling, as a multimodal and participatory practice, is affected by sociocultural dynamics and platform affordances in the age of digital communication. The study employs content analysis and qualitative descriptive method to examine students’ use of language resources in constructing identities and narratives. To collect data, we examined posts by students on the Threads/X platform that were related to digital storytelling techniques. Next, linguistic features including code-switching, hashtags, emoticons, informal language and other multimodal features that support meaning-making were extracted from the data. Moreover, the analysis explores the ways in which students engage with audiences and strategically use language to negotiate their identities in online groups. By analyzing these linguistic patterns, the study aims to illuminate the role of digital storytelling as a site of social interaction and self-expression. The findings are also expected to contribute to sociolinguistics research on digital communication and pedagogical insights on using digital storytelling in language learning contexts. Also, the importance of knowing students’ language habits on the emerging social media platforms is highlighted in this study, besides drawing attention to the dynamic relationship between language, identity and technology in modern communication. Multimodality, student narratives, digital communication, sociolinguistics, linguistic strategies, Threads/X, digital storytelling.
Ekonomi Digital dan Hukum Ekonomi Syariah Muh Farhan Mubarak; Nasrullah Bin Sapa; Rahman Ambo Masse
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transformation of the digital economy has had a significant impact on trade patterns and wealth ownership in the modern era. The presence of e-commerce as an internet-based trading system makes it easier for people to transact goods and services more easily, quickly, and effectively. On the other hand, technological advances have also given rise to various types of digital assets that are increasingly developing in society. According to Islamic law, e-commerce practices are essentially justified because they fall within the scope of muamalah, which are permitted as long as they do not violate sharia provisions. The validity of e-commerce transactions is determined by fulfilling the pillars and conditions of buying and selling and are carried out by prioritizing the values of honesty, transparency, and justice. Digital assets can be recognized as a form of contemporary wealth if they have real use value and benefits. However, their use must be kept away from elements of usury, gharar, maisir, fraud, and activities that conflict with the principles of Islamic law.
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Pada Jual BeliSayur Dengan Sistem Pembayaran Tempo Antara Pemasok Dan Pengecer Muh Anas Hamsan; Muhammad Ridwan; Abdul Malik
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik jual beli sayur dengan sistem pembayaran tempo antara distributor dan pedagang di Pasar Induk Minasa Maupa Kabupaten Gowa, yang berpotensi menimbulkan masalah keadilan, riba, dan sengketa utang dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Kajian teoritis meliputi konsep jual beli (bai’), akad, bai’ bitsaman ajil, rukun dan syarat jual beli, serta prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah seperti keadilan, kemaslahatan, amanah, dan larangan riba, gharar, dan maisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif, berlokasi di Pasar Induk Minasa Maupa. Data primer diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan distributor, pedagang, pengelola pasar, perangkat kelurahan, dan ahli fiqih muamalah, serta dokumentasi sebagai data sekunder dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme jual beli tempo dilakukan berdasarkan kepercayaan dan kesepakatan lisan, dengan harga tempo lebih tinggi dari harga tunai dan adanya denda keterlambatan. Praktik ini pada dasarnya sesuai dengan konsep bai’ bitsaman ajil selama harga dan tempo disepakati di awal, namun menjadi bermasalah ketika terdapat penambahan harga dan denda berbasis waktu yang mengandung unsur riba dan tidak sepenuhnya selaras dengan prinsip keadilan dan larangan kezalim-an dalam hukum ekonomi syariah.
Analisis Teknik Integrasi Materi PAI sebagai Strategi Pengembangan Kurikulum menuju Pembelajaran Bermakna di Madrasah Tsanawiyah Nida Thufaila Dzakira; Nashfa Syabaniyah Syabaniyah; Sitti Chadidjah
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Agustus)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the integration of Islamic Religious Education materials as a curriculum development strategy toward meaningful learning in Islamic junior secondary schools. The study employed a library research approach using a literature review method by analyzing relevant books, scientific articles, and previous research. The data were analyzed using content analysis through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed three main results. First, Ralph W. Tyler's curriculum development theory serves as a relevant conceptual foundation for curriculum design through the alignment of learning objectives, learning experiences, the organization of learning experiences, and evaluation. Second, horizontal and vertical integration of learning materials reduces curriculum overload and content overlap, resulting in a more systematic, coherent, and competency-oriented learning process. Third, the implementation of the deep learning approach promotes contextual, reflective, and student-centered learning through mindful, meaningful, and joyful learning experiences. Therefore, the integration of Islamic Religious Education materials represents an effective curriculum development strategy for fostering meaningful learning that is relevant to the demands of twenty-first-century education.
Efektivitas Terapi Musik Berbasis Playlist Sheila On 7 terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Pasca Percutaneous Coronary Intervention Prima Trisna Aji; Elinda Rizkasari
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Agustus)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami pasien setelah menjalani Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dan dapat menghambat proses pemulihan melalui peningkatan respons stres fisiologis serta penurunan kepatuhan terhadap terapi. Terapi musik merupakan salah satu intervensi keperawatan komplementer yang berpotensi mengurangi kecemasan, namun penggunaan musik populer Indonesia yang sesuai dengan preferensi budaya pasien masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi musik berbasis playlist Sheila On 7 terhadap tingkat kecemasan pasien pasca PCI. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest control group yang melibatkan 60 pasien pasca PCI di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), terdiri atas 30 responden kelompok intervensi dan 30 responden kelompok kontrol yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan State–Trait Anxiety Inventory (STAI-State) sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi memperoleh terapi musik berbasis playlist Sheila On 7 selama 25 menit sebagai tambahan terhadap perawatan standar, sedangkan kelompok kontrol hanya memperoleh perawatan standar. Hasil penelitian menunjukkan kelompok intervensi mengalami penurunan skor kecemasan yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001) dengan effect size kategori besar (Cohen's d = 1,45). Terapi musik berbasis playlist Sheila On 7 efektif menurunkan tingkat kecemasan pasien pasca PCI dan berpotensi menjadi intervensi keperawatan komplementer yang aman, mudah diterapkan, berbiaya rendah, serta mendukung implementasi patient-centered care di ruang ICCU.
Cultural And Literary Perspectives Of Selected Divan Poems During The Ottoman Empire Era Indah Purwanti; R. Myrna Nur Sakinah
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Agustus)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the cultural and literary significance of selected Divan poems from the Ottoman Empire by analysing their formal structures, social functions, and mystical dimensions. Situated within the broader tradition of early Islamic literature, Ottoman Divan poetry represents a sophisticated synthesis of Arabic, Persian, and Turkish elements that emerged through centuries of cultural exchange. Using a descriptive qualitative approach grounded in close textual analysis, the study investigates three interrelated aspects: the aesthetic and technical features of the ghazal and qasida forms, including the rigorous system of ʿarūḍ metre and conventional metaphors; the representation of social hierarchy, court patronage, and political legitimisation; and the pervasive Sufi themes that articulate spiritual longing and the construction of a distinctive Ottoman Islamic identity. The analysis demonstrates that these poems cannot be reduced to mere literary entertainment. Instead, they function as complex cultural artifacts that simultaneously reflect and shape the intellectual sophistication, hierarchical social order, and mystical sensibilities of Ottoman court society. By integrating formal, sociological, and mystical perspectives, this study contributes to a deeper understanding of how poetry served as a medium for negotiating power, identity, and spirituality within the early modern Islamic world.
Pasar Modal Syariah Muhammad Farid; Nasrullah Bin Sapa; Rahman Ambo Masse
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic capital market is an important component of the Islamic financial system that has developed as an alternative investment platform based on sharia principles. The growth of the Islamic capital market in Indonesia has increased significantly along with public awareness of ethical and halal investment opportunities. This study aims to analyze the concept, instruments, transaction mechanisms, regulations, performance, as well as the potential and challenges of Islamic capital market development in Indonesia. This research employs a library research method with a descriptive qualitative approach. The data were obtained from secondary sources, including books, academic journals, DSN-MUI fatwas, Financial Services Authority (OJK) regulations, and official publications from the Indonesia Stock Exchange (IDX) related to the Islamic capital market. Data analysis was conducted using content analysis to identify various aspects related to the development of the Islamic capital market. The results indicate that the Islamic capital market is characterized by the implementation of justice, transparency, and partnership principles while avoiding elements of ribā (interest), gharar (uncertainty), and maysir (speculation). The main instruments developed include Islamic stocks, ṣukūk, and Islamic mutual funds based on sharia-compliant contracts. Although the Islamic capital market has significant potential supported by regulatory frameworks and increasing investor participation, several challenges remain, including limited Islamic financial literacy, restricted investment product variations, and the need to strengthen digital infrastructure. Therefore, continuous improvement in education, product innovation, and collaboration among stakeholders is required to enhance the development of the Islamic capital market in Indonesia.