cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
ys120@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkk@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Tromol Pos 1, Pabelan, Surakarta, Central Java, Indonesia 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keilmuan dan Keislaman
ISSN : -     EISSN : 29644941     DOI : -
Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian, artikel tinjauan (review), laporan kasus, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ruang lingkup jurnal ini berfokus pada topik Keilmuan dan Keislaman, namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: Pendidikan, Sosial dan Humaniora, Keislaman, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, Kesehatan dan Kedokteran, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, Komputer, Informasi, dan Data, Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen, Lingkungan dan Energi, Seni dan Desain, Hukum, Politik, dan Pemerintahan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 191 Documents
Generative AI dan Integritas Akademik dalam Pendidikan Tinggi: Tinjauan Literatur Komparatif terhadap Pendekatan Tata Kelola Global Dicky Pratama; Gabriella Vindy Kawuri; Galih Wiratmoko; Fitri Karinawati
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 3, No. 4, Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i4.1028

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) dalam pendidikan tinggi telah menghadirkan transformasi signifikan terhadap proses pembelajaran, evaluasi akademik, dan produksi pengetahuan. Kehadiran teknologi generative AI memberikan berbagai manfaat seperti personalisasi pembelajaran, efisiensi administrasi akademik, dan dukungan terhadap pembelajaran berbasis data. Namun demikian, perkembangan tersebut juga memunculkan tantangan serius terkait integritas akademik, termasuk plagiarisme berbasis AI, menurunnya orisinalitas karya ilmiah, ketergantungan mahasiswa terhadap teknologi, serta risiko bias algoritmik dan disinformasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai pendekatan pengelolaan AI dalam pendidikan tinggi serta implikasinya terhadap integritas akademik di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur komparatif terhadap 22 sumber literatur ilmiah dan dokumen kebijakan internasional yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dan pendekatan komparatif untuk mengidentifikasi model pengelolaan AI berbasis regulasi ketat dan model pengelolaan adaptif berbasis integrasi serta literasi AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI telah mengubah ekosistem pendidikan tinggi secara fundamental melalui penerapan adaptive learning, intelligent tutoring systems, dan generative AI. Di sisi lain, penggunaan AI juga memicu krisis integritas akademik akibat kaburnya batas antara bantuan teknologi dan kecurangan akademik. Analisis komparatif menunjukkan bahwa model regulasi berbasis risiko memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan AI, sedangkan model pengelolaan adaptif lebih mendukung inovasi pembelajaran dan peningkatan literasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan AI yang efektif memerlukan pendekatan seimbang antara regulasi, literasi AI, penguatan etika akademik, dan pengembangan sistem evaluasi yang adaptif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung transformasi pendidikan tinggi yang inovatif sekaligus menjaga integritas akademik di era kecerdasan buatan.
Bahasa Ritual Rokat Tase’ Masyarakat Pesisir Madura: Kajian Ontologis dalam Perspektif Filsafat Bahasa Sinarsih Sinarsih; Anas Ahmadi
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i2.1038

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji bahasa dalam ritual Rokat Tase’ masyarakat pesisir Madura sebagai tindakan sakral dalam perspektif ontologi filsafat bahasa. Rokat Tase’ merupakan tradisi selamatan laut yang mengandung dimensi religius, sosial, budaya, dan filosofis dalam kehidupan masyarakat nelayan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutik-konseptual. Data penelitian berupa teks doa, mantra, hasil wawancara, dokumentasi ritual, serta literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, dokumentasi, wawancara, dan close reading, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan deskriptif-interpretatif, analisis tindak tutur, analisis konseptual ontologis, dan sintesis filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rokat Tase’ mengalami transformasi dari tradisi bernuansa animisme-dinamisme menuju ritual yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam tanpa kehilangan identitas budaya lokalnya. Struktur ritual meliputi tahap persiapan, pengajian dan doa bersama, serta pelarungan sesaji yang melibatkan partisipasi kolektif masyarakat pesisir. Penelitian ini juga menemukan bahwa bahasa dalam ritual Rokat Tase’ tidak hanya bersifat simbolik, tetapi berfungsi sebagai tindakan performatif yang menghadirkan realitas sakral dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan teori tindak tutur J. L. Austin, doa dan mantra ritual mengandung dimensi lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang membentuk makna sosial dan spiritual masyarakat nelayan. Secara ontologis, bahasa ritual berfungsi sebagai medium eksistensial yang menghubungkan manusia, Tuhan, dan laut dalam struktur kosmologis masyarakat pesisir Madura.
Aktualisasi Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Muhammadiyah di Era Digital: Pendidikan, Dakwah, dan Transformasi Sosial sebagai Gerakan Islam Berkemajuan Nurdin Nurdin; Rifia Nur Diana; Dina Mardiana
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i2.1042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktualisasi amar ma’ruf nahi munkar dalam Muhammadiyah, tantangan implementasinya di era digital dan globalisasi, serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data utama dari database Scopus dan sumber pendukung dari Google Scholar. Proses seleksi literatur dilakukan melalui tahapan identifikasi, penyaringan, dan sintesis tematik berdasarkan relevansi penelitian. Hasil seleksi menghasilkan 34 artikel yang terdiri atas 24 artikel utama dari Scopus dan 10 artikel pendukung dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi amar ma’ruf nahi munkar Muhammadiyah diwujudkan melalui pendidikan, dakwah digital, dan filantropi sosial. Dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), spiritualitas, dan ilmu pengetahuan untuk membentuk karakter religius dan moderat. Pada bidang dakwah, Muhammadiyah memanfaatkan media digital untuk memperkuat moderasi beragama dan literasi media masyarakat. Sementara itu, dalam bidang filantropi sosial, Muhammadiyah mengimplementasikan teologi Al-Ma’un melalui pelayanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini juga menemukan berbagai tantangan, seperti disinformasi digital, radikalisme media sosial, fragmentasi otoritas keagamaan, dan pengaruh globalisasi budaya. Namun demikian, Muhammadiyah mampu mengembangkan strategi adaptif melalui penguatan dakwah moderat, transformasi digital organisasi, dan pendidikan berbasis Islam berkemajuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai amar ma’ruf nahi munkar Muhammadiyah tetap relevan dalam membangun masyarakat yang moderat, inklusif, dan berkelanjutan di era modern.
Rekonstruksi Relasi Parental dalam Pengasuhan Anak Perspektif Al-Qur’an: Pendekatan Tafsir Mubâdalah Berbasis Tauhid, Keadilan, dan Raḥmah Mukhammad Syariful Hidayat; Nur Arfiyah Febriani; Nur Rofiah
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i2.1049

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi relasi parental dalam pengasuhan anak dengan merespons dominasi pembacaan patriarkal dalam tafsir ayat-ayat keluarga yang cenderung menempatkan ibu sebagai pengasuh utama dan ayah sebagai pencari nafkah. Studi ini mengintegrasikan nilai tauhid, keadilan (‘adl), dan raḥmah melalui pendekatan tafsir mubâdalah sebagai kerangka hermeneutik resiprokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka dengan analisis hermeneutik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan pengasuhan anak, yaitu QS. al-Baqarah: 233, QS. Luqmān: 13–19, QS. an-Nisā’: 34, QS. at-Taḥrīm: 6, dan QS. al-Rūm: 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak secara inheren mendukung relasi hierarkis dalam keluarga, melainkan menegaskan prinsip kesalingan, musyawarah, tanggung jawab kolektif, dan kasih sayang dalam relasi ayah dan ibu. Melalui pendekatan mubâdalah, ayat-ayat tersebut direinterpretasi sebagai dasar relasi parental yang kooperatif, dialogis, dan responsif gender, sekaligus mengakui anak sebagai subjek yang memiliki hak dan kebutuhan perkembangan yang harus dipenuhi secara optimal. Integrasi nilai tauhid sebagai fondasi ontologis kesetaraan manusia, keadilan sebagai prinsip distribusi peran yang kontekstual, dan raḥmah sebagai orientasi relasional menghasilkan model pengasuhan Islam yang tidak hanya normatif-teologis, tetapi juga relevan secara psikososial serta sejalan dengan prinsip perlindungan anak dalam konteks keluarga Muslim kontemporer.
Commuter Marriage: Dinamika Komunikasi Interpersonal dan Ketahanan Keluarga dalam Pernikahan Jarak Jauh Taufik Hidayat; Arisman Arisman
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i2.1050

Abstract

Commuter marriage merupakan bentuk pernikahan jarak jauh yang terjadi ketika pasangan suami istri hidup terpisah secara geografis akibat tuntutan pekerjaan, pendidikan, maupun kebutuhan ekonomi. Fenomena ini semakin berkembang seiring meningkatnya mobilitas tenaga kerja dan pola kehidupan dual-career pada masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika commuter marriage, khususnya terkait karakteristik hubungan, komunikasi interpersonal, manajemen konflik, ketahanan keluarga, serta strategi mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) dengan metode deskriptif-analitik. Data diperoleh melalui penelusuran literatur dari Google Scholar, Scopus, dan ProQuest menggunakan kata kunci commuter marriage, long-distance marriage, komunikasi interpersonal, ketahanan keluarga, dan family resilience. Literatur yang digunakan merupakan artikel ilmiah terbitan tahun 2010–2023 yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan secara tematik-integratif melalui proses identifikasi, pengkodean, sintesis, dan interpretasi temuan dari berbagai sumber penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa commuter marriage memiliki karakteristik berupa keterpisahan geografis, keterbatasan interaksi langsung, serta ketergantungan terhadap teknologi komunikasi. Faktor utama penyebab commuter marriage meliputi pekerjaan, ekonomi, pendidikan, dan pola kehidupan dual-career. Komunikasi interpersonal yang efektif, pengelolaan konflik secara konstruktif, serta ketahanan keluarga menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas hubungan. Selain itu, strategi seperti penguatan kepercayaan, komunikasi intensif, dukungan sosial, dan pertemuan tatap muka secara berkala terbukti membantu pasangan mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan commuter marriage tidak hanya ditentukan oleh kedekatan fisik, tetapi juga oleh kualitas komunikasi, komitmen, kemampuan adaptasi, dan ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
Ijma’ sebagai Metode Penyelesaian Hukum Islam Kontemporer: Analisis Transplantasi Organ Tubuh Manusia dalam Perspektif Maqashid al-Syari’ah Mulya Hasanah; Kamal Hasuna
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i2.1057

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran modern telah melahirkan berbagai persoalan hukum Islam kontemporer, salah satunya terkait transplantasi organ tubuh manusia. Persoalan ini memunculkan perdebatan di kalangan ulama karena berkaitan dengan aspek teologis, etis, medis, dan kemanusiaan yang tidak dijelaskan secara eksplisit dalam Al-Qur’an maupun Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi ijma’ sebagai metode penyelesaian masalah dalam hukum Islam kontemporer dengan studi kasus transplantasi organ tubuh manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode analisis deskriptif-analitis. Sumber data primer meliputi Al-Qur’an, Hadis, kitab ushul fiqh, serta fatwa lembaga fikih internasional dan nasional terkait transplantasi organ. Sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ijma’ memiliki peran penting dalam membangun legitimasi hukum Islam terhadap persoalan transplantasi organ melalui pendekatan ijtihad jama’i yang melibatkan pertimbangan multidisipliner. Perbedaan pandangan ulama terhadap transplantasi organ dipengaruhi oleh variasi metode istinbath hukum, pertimbangan maslahat dan mafsadah, serta pendekatan maqashid al-syari’ah. Mayoritas ulama kontemporer cenderung membolehkan transplantasi organ dengan syarat tertentu berdasarkan prinsip hifdz an-nafs (menjaga jiwa), kondisi darurat (dharurah), dan kemaslahatan umat. Penelitian ini menegaskan bahwa hukum Islam memiliki fleksibilitas metodologis dalam merespons perkembangan teknologi medis modern tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar Syariah. Dengan demikian, ijma’ dan maqashid al-syari’ah menjadi instrumen penting dalam menjaga relevansi hukum Islam terhadap dinamika persoalan kontemporer.
Relevansi Filosofis Ta'lim al-Muta'allim terhadap Pembelajaran Terintegrasi Aparatur Sipil Negara di Kementerian Keuangan Muh. Anang Al Aziz; Ridwan Sidik Kurniawan; Rahmad Imaduddin; Muhammad Misbakul Munir
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i2.1062

Abstract

Transformasi pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) mendorong perubahan paradigma pembelajaran dari model pelatihan konvensional menuju pembelajaran terintegrasi berbasis corporate university, workplace learning, dan continuous learning. Namun, pendekatan tersebut cenderung berorientasi pada aspek teknis dan kinerja sehingga dimensi nilai, etika, dan karakter belum memperoleh perhatian yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai pendidikan dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Syekh Az-Zarnuji terhadap pembelajaran terintegrasi dalam pengembangan kompetensi ASN di Kementerian Keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data utama terdiri atas kitab Ta’lim al-Muta’allim dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 350/KMK.011/2022 tentang Implementasi Pembelajaran Terintegrasi di Lingkungan Kementerian Keuangan. Data dianalisis menggunakan content analysis dan comparative analysis untuk mengidentifikasi keterkaitan konseptual antara pendidikan Islam klasik dan sistem pembelajaran ASN modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat relevansi filosofis yang kuat antara nilai-nilai pendidikan dalam Ta’lim al-Muta’allim dan pembelajaran terintegrasi ASN, khususnya pada aspek niat belajar, keteladanan, pembelajaran sosial, budaya belajar berkelanjutan, dan orientasi kebermanfaatan ilmu. Nilai-nilai adab, integritas, tanggung jawab, serta kesungguhan dalam menuntut ilmu memiliki kesesuaian dengan prinsip continuous learning, experiential learning, social learning, dan learning organization yang menjadi fondasi pengembangan kompetensi ASN modern. Integrasi nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam memperkuat karakter, integritas, budaya belajar, serta implementasi nilai dasar ASN BerAKHLAK. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam klasik memiliki kontribusi konseptual yang relevan dalam memperkaya sistem pengembangan kompetensi ASN berbasis corporate university melalui penguatan keseimbangan antara kompetensi profesional dan pembentukan karakter.
Implementasi Problem Based Learning Berbasis Teknologi dengan Integrasi Higher Order Thinking Skills pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Yumi Zakiyah; Erwin Ardianzah; Harun Joko Prayitno; Dhany Efita Sari
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 3, September 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i3.1064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbasis teknologi dengan integrasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada pembelajaran matematika kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas IV dan siswa kelas IV di SD Muhammadiyah Darul Falah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBL berbasis teknologi terlaksana secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, asesmen, dan refleksi pembelajaran. Pembelajaran dilaksanakan sesuai sintaks PBL dengan tingkat keterlaksanaan sebesar 93%, didukung oleh pemanfaatan media digital seperti PowerPoint, video pembelajaran, dan Quizizz. Integrasi HOTS dilakukan melalui pemberian masalah kontekstual dan soal terbuka yang mendorong siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi. Penilaian autentik diterapkan melalui penilaian proses, produk, presentasi, sikap, asesmen digital, dan refleksi. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan sarana teknologi dan perbedaan kemampuan siswa, guru mengatasinya melalui pembelajaran diferensiasi, scaffolding, dan pembentukan kelompok heterogen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi PBL berbasis teknologi dengan integrasi HOTS mampu meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, keterlibatan siswa, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Epistemologi Kebenaran dalam Islam: Telaah Filosofis, Sosiologis, dan Implikasinya terhadap Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Ayu Suraya; Mercy Amilia Saleh; Hermi Pardalena; Hendardi Rizaldi; Siti Uswatun Khasanah; Sayid Qutub
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i2.1070

Abstract

Konsep kebenaran merupakan salah satu landasan fundamental dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) karena memengaruhi cara peserta didik memahami ajaran agama, mengembangkan pengetahuan, serta berinteraksi dengan realitas sosial. Namun, kebenaran dalam Islam tidak hanya dipahami dalam dimensi teologis, melainkan juga memiliki dimensi filosofis dan sosiologis yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai macam kebenaran dalam Islam melalui perspektif filosofis dan sosiologis serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur yang meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan konsep kebenaran, filsafat pendidikan Islam, sosiologi agama, dan pengembangan kurikulum PAI. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebenaran dalam Islam bersifat multidimensional yang mencakup dimensi teologis, filosofis, ilmiah, dan sosiologis. Kebenaran teologis bersumber dari wahyu sebagai kebenaran absolut, sedangkan kebenaran filosofis dan ilmiah diperoleh melalui akal serta pengalaman empiris yang bersifat relatif dan dinamis. Dari perspektif sosiologis, kebenaran dipahami sebagai realitas yang mengalami proses konstruksi sosial melalui interaksi budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat Muslim. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam perlu mengintegrasikan dimensi normatif, filosofis, ilmiah, dan sosiologis agar mampu menghasilkan pembelajaran yang kontekstual, kritis, dan relevan dengan tantangan masyarakat modern. Integrasi tersebut diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memiliki keimanan yang kuat, kemampuan berpikir kritis, literasi ilmiah, serta kepekaan sosial yang tinggi.
Tafsir Maqāṣidī QS. al-Isrā’ Ayat 29: Rekonstruksi Etika Finansial Islam dalam Menghadapi Konsumerisme Digital Faiza Marhamah Elyafi; Fikramsyah Putra Ramadhan; Vanes Septriani; M. Khalyl Fadhlan Darwis; Muhammad Rifky Alfares; Zulheldi Zulheldi
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 3, September 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i3.1071

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat dan memunculkan berbagai persoalan seperti impulsive buying, penggunaan PayLater, flash sale, live shopping, dan fear of missing out (FOMO) yang berpotensi mendorong perilaku konsumtif dan pengelolaan keuangan yang tidak proporsional. Penelitian ini bertujuan menganalisis QS. al-Isrā’ ayat 29 melalui pendekatan tafsir Maqāṣidī serta merekonstruksi relevansinya sebagai landasan etika finansial Islam dalam menghadapi konsumerisme digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, literatur Maqāṣid al-Qur’an dan Maqāṣid al-Sharī‘ah, serta berbagai literatur ilmiah mengenai etika finansial dan konsumerisme digital. Analisis data dilakukan melalui content analysis, deskriptif-analitis, dan pendekatan tafsir maudhu’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. al-Isrā’ ayat 29 mengandung prinsip keseimbangan (tawāzun) dalam pengelolaan harta dengan menghindari dua ekstrem, yaitu kikir dan berlebih-lebihan. Dalam perspektif Maqāṣidī, kandungan ayat berkaitan terutama dengan ḥifẓ al-māl, serta memiliki keterkaitan dengan ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-‘aql. Prinsip tersebut dapat dikontekstualisasikan untuk merespons konsumerisme digital melalui moderasi konsumsi, prioritas kebutuhan, tanggung jawab terhadap utang, rasionalitas pengambilan keputusan, pengendalian diri, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa tafsir Maqāṣidī dapat mengembangkan pesan QS. al-Isrā’ ayat 29 dari larangan moral terhadap pemborosan menjadi kerangka etika finansial Islam yang operasional, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.