cover
Contact Name
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Contact Email
subaer@unm.ac.id
Phone
+6282194261640
Journal Mail Official
jspf@unm.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : 1858330X     EISSN : 25486373     DOI : https://doi.org/10.35580/jspf.v22i2
Core Subject :
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika (JSPF) JSPF is a scientific journal that undergoes a peer-review process and is open access, focusing on the fields of science and physics education. The journal covers various topics such as theories, developments, and educational media in physics, as well as applied physics related to material physics, earth physics, instrumentation, and computational physics.
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
PENGARUH LUAS KOLIMASI DAN KETEBALAN PHANTOM ANSI TERHADAP NILAI EXPOSURE INDEX DAN DOSE AREA PRODUCT DALAM PEMERIKSAAN DIGITAL RU Patra Susantri; Sri Dewi Astuty; Siti Hartina; Aandri; Syamsir Dewang; Ayu Hardianti Pratiwi; Arfinna; Ajeng Anggreny Ibrahim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 2 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v22i2.11741

Abstract

Radiografi umum merupakan modalitas diagnostik yang paling sering digunakan sehingga perlu dilakukan Quality Control yang lebih optimal. Salah satu parameter yang dapat diuji adalah Exposure Index (EI) dan Dose Area Product (DAP) karena akan menentukan ketepatan penyinaran untuk menjamin keselamatan radiasi terutama bagi pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi luas kolimasi dan ketebalan terhadap nilai EI dan DAP menggunakan phantom tiruan standar American National Standards Institute (ANSI) dengan pilihan jenis pemeriksaan lumbar. Analisis menggunakan uji statistik yaitu regresi linier berganda untuk melihat pengaruh variabel type pemeriksaan, tebal phantom dan atau luas kolimasi terhadap nilai EI dan DAP dengan metode uji koefisien determinasi dan uji FIT secara simultan. Hasil yang paling besar pengaruhnya adalah variabel tebal phantom dan luas kolimasi dengan nilai maksimum untuk EI dan DAP berturut-turut sebesar 276 (pada kondisi type Large, tebal 10cm, luas 30x30) dan 233 mGy/m2 (pada kondisi type Large, tebal 20cm, luas 40x45). Uji FIT paling signifikan pengaruhnya untuk nilai EI adalah type pemeriksaan yang otomatis menyesuaikan faktor eksposi terutama tegangan, sedangkan untuk nilai DAP sangat dipengaruhi oleh tebal phantom dan luas kolimasi karena generator tabung akan memproduksi dosis sinar X berdasarkan luas kolimasi. Profil nilai EI dan DAP untuk obyek pasien diperoleh nilai EI dan DAP maksimum masing-masing 255 dan 254 mGy/m2. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengaturan kolimasi dan ketebalan objek dalam menjaga keseimbangan antara kualitas citra dan keselamatan radiasi pasien. Kata kunci: Dose Area Product, Exposure Index, Phantom ANSI  General radiography is the most frequently used diagnostic modality, so it is necessary to conduct more optimal Quality Control. One of the parameters that can be tested is the Exposure Index (EI) and Dose Area Product (DAP) because it will determine the accuracy of irradiation to ensure radiation safety, especially for patients. This study aims to analyze the effect of variations in collimation area and thickness on EI and DAP values ​​using a standard American National Standards Institute (ANSI) phantom with a choice of lumbar examination types. The analysis uses statistical tests, namely multiple linear regression to see the effect of examination type variables, phantom thickness and/or collimation area on EI and DAP values ​​with the coefficient of determination test method and FIT test simultaneously. The results with the greatest influence are the variables of phantom thickness and collimation area with maximum values ​​for EI and DAP respectively of 276 (in the large type, 10cm thick, 30x30 area) and 233 mGy/m2 (in the large type, 20cm thick, 40x45 area). The FIT test that has the most significant influence on the EI value is the type of examination that automatically adjusts the exposure factors, especially voltage, while the DAP value is greatly influenced by the phantom thickness and collimation area because the tube generator will produce an X-ray dose based on the collimation area. The EI and DAP value profiles for patient objects obtained maximum EI and DAP values ​​of 255 and 254 mGy/m2, respectively. This study emphasizes the importance of adjusting collimation and object thickness in maintaining a balance between image quality and patient radiation safety. Keywords: Dose Area Product, Exposure Index, Phantom ANSI
Efek Fungsi Aktivasi Dalam Performa Jaringan Saraf Tiruan Untuk Peramalan Cuaca Dan Iklim Muhammad Arief Fitrah Istiyanto Aslim; Nasrul Ihsan; Muhammad Arsyad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 3 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i3.11760

Abstract

Prediksi cuaca dan iklim semakin bergantung pada model jaringan saraf yang mampu merepresentasikan hubungan nonlinier dalam data meteorologi. Kinerja model tersebut dipengaruhi oleh pemilihan fungsi aktivasi yang menentukan proses transformasi nonlinier dan pembelajaran pola dalam jaringan. Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur mengenai peran fungsi aktivasi dalam peramalan cuaca dan iklim berbasis jaringan saraf dengan menelaah berbagai arsitektur seperti multilayer perceptron, feed-forward neural network, dan dynamic neural network. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi aktivasi sigmoid dan hiperbolik tangen dengan keluaran linear sering memberikan kinerja yang baik, meskipun tidak terdapat satu fungsi aktivasi yang optimal untuk semua variabel meteorologi.
TINJAUAN SINGKAT PERANGKAT LUNAK KOMPUTASI SUMBER TERBUKA UNTUK PEMODELAN FISIKA Nasrul Ihsan
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 1 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/g4shdb56

Abstract

Perangkat lunak sumber terbuka (open-source software) menjadi bagian penting dalam pemodelan fisika karena memungkinkan penyusunan model, komputasi numerik, analisis simbolik, visualisasi, dan dokumentasi komputasi secara lebih terbuka. Artikel ini merupakan tinjauan singkat naratif-terstruktur yang meninjau beberapa perangkat komputasi sumber terbuka yang relevan untuk pemodelan fisika, yaitu Python beserta pustaka ilmiahnya, Julia, GNU Octave, Scilab, Maxima, SageMath, dan Jupyter Notebook. Kajian dilakukan melalui telaah literatur primer, dokumentasi resmi, dan artikel perangkat lunak ilmiah yang banyak dirujuk. Aspek yang dibandingkan meliputi kemampuan numerik, simbolik, visualisasi, penyelesaian persamaan diferensial, analisis data, performa komputasi, dan dukungan terhadap reproduksibilitas. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Python merupakan ekosistem paling serbaguna untuk pemodelan fisika umum, Julia kuat untuk komputasi numerik berkinerja tinggi, GNU Octave dan Scilab relevan untuk komputasi matriks dan simulasi teknik, sedangkan Maxima, SageMath, dan SymPy lebih sesuai untuk tahap analisis simbolik. Jupyter Notebook memperkuat dokumentasi proses, tetapi tetap memerlukan manajemen versi, pencatatan dependensi, dan struktur kode yang tertib. Kajian ini menegaskan bahwa pemilihan perangkat sebaiknya mengikuti karakter masalah fisika, kebutuhan numerik, kebutuhan simbolik, skala komputasi, dan standar reproduksibilitas. Open-source software has become an important component of physics modeling because it supports model formulation, numerical computation, symbolic analysis, visualization, and computational documentation in a more transparent environment. This paper presents a structured narrative short review of selected open-source computational tools relevant to physics modeling, namely Python and its scientific libraries, Julia, GNU Octave, Scilab, Maxima, SageMath, and Jupyter Notebook. The review draws on primary software papers, official documentation, and widely cited scientific-computing references. The compared aspects include numerical computation, symbolic computation, visualization, differential equation solving, data analysis, computational performance, and support for reproducibility. The review indicates that Python offers the most versatile ecosystem for general physics modeling, Julia is strong for high-performance numerical computation, GNU Octave and Scilab remain relevant for matrix-oriented computation and engineering simulation, whereas Maxima, SageMath, and SymPy are more suitable for symbolic analysis. Jupyter Notebook improves computational documentation but still requires version control, dependency recording, and careful code organization. This review emphasizes that tool selection should be guided by the type of physical problem, numerical requirements, symbolic needs, computational scale, and reproducibility standards.
ANALISIS PERSEPSI SISWA KELAS XI TERHADAP PENGGUNAAN CHATGPT PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMAN 2 MAKASSAR Aksal Agusaldi; Jasruddin; Syamsul Wahid
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 2 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v22i2.13331

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian survei yang bertujuan mengetahui persepsi siswa kelas XI terhadap penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran fisika di SMA Negeri 2 Makassar. Subjek penelitian berjumlah 84 siswa pada tahun ajaran 2025/2026. Instrumen yang digunakan berupa angket non-tes sebanyak 40 butir pernyataan yang mencakup empat aspek, yaitu kebergunaan, kemudahan mempelajari, kemudahan penggunaan, dan kepuasan pengguna. Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada responden, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa tergolong positif dengan persentase sebesar 82,14%, serta seluruh aspek yang diteliti juga memperoleh hasil positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa ChatGPT dapat diterima dengan baik dan mendukung peningkatan kualitas interaksi dalam pembelajaran mandiri, baik di dalam maupun di luar kelas, sehingga berpotensi menjadi alternatif yang efektif dalam menunjang pembelajaran fisika. Selain itu, penggunaan teknologi ini membantu siswa memahami konsep secara lebih fleksibel, cepat, dan mandiri, serta memberikan akses informasi yang luas sebagai sumber belajar tambahan yang relevan dan akurat Kata Kunci : ChatGPT Artificial Intelligence, Pembelajaran Fisika, Penelitian Deskriptif Kuantitatif. Abstract – This research is a survey aimed at determining the perceptions of eleventh-grade students toward the use of ChatGPT in physics learning at SMA Negeri 2 Makassar. The subjects consisted of 84 students in the 2025/2026 academic year. The instrument used was a non-test questionnaire comprising 40 statement items covering four aspects: usefulness, ease of learning, ease of use, and user satisfaction. Data were collected through questionnaire distribution and analyzed using descriptive quantitative techniques. The results indicate that students’ perceptions are generally positive, with a percentage of 82.14%, and all analyzed aspects also show positive outcomes. These findings suggest that ChatGPT is well accepted and supports improved interaction quality in independent learning, both inside and outside the classroom. Furthermore, this technology helps students understand concepts more flexibly, quickly, and independently, while providing broad access to relevant and accurate information as an additional learning resource. Keywords: ChatGPT Artificial Intelligence, physics learning, Quantitative Descriptive Research.
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK SMAS SE-KABUPATEN TORAJA UTARA Rosita Yulita; Kaharuddin Arafah; Ahmad Dahlan
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 2 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v22i2.13599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterampilan proses sains peserta didik kelas XI SMA Swasta se-Kabupaten Toraja Utara dalam pembelajaran fisika. Penelitian dilatarbelakangi oleh pembelajaran yang masih berorientasi pada penguasaan konsep, sedangkan keterbatasan fasilitas praktikum membatasi kesempatan peserta didik mengembangkan keterampilan ilmiah. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian terdiri atas 414 peserta didik kelas XI yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan tes esai sebanyak 12 butir yang disusun berdasarkan empat indikator keterampilan proses sains, yaitu mengamati, mengelompokkan, menginterpretasi, dan menerapkan konsep. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, standar deviasi, varians, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 16,37 atau 45,47% dari skor ideal maksimum. Sebagian besar peserta didik (57,00%) berada pada kategori sedang, sedangkan 22,46% termasuk kategori rendah, 11,84% kategori tinggi, dan 8,70% kategori sangat rendah. Indikator mengelompokkan memperoleh capaian tertinggi, sedangkan menginterpretasi dan menerapkan konsep masih berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan perlunya penerapan pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas ilmiah untuk mendukung pengembangan keterampilan proses sains peserta didik secara berkelanjutan. Kata Kunci: Keterampilan Proses Sains, Pembelajaran Fisika, Analisis Deskriptif, SMA Swasta This research aimed to describe the science process skills of eleventh-grade students at private senior high schools in North Toraja Regency in physics learning. The research was motivated by the fact that physics instruction remains focused on conceptual understanding, while limited laboratory facilities restrict students' opportunities to develop scientific skills. A survey method with a quantitative descriptive approach was employed. The study involved 414 eleventh-grade students, all of whom were selected as the research sample using the total sampling technique. Data were collected through a 12-item essay test developed based on four science process skill indicators: observing, classifying, interpreting, and applying concepts. The data were analysed using descriptive statistics, including the mean, standard deviation, variance, and percentage. The results showed that students' science process skills were categorized as moderate, with a mean score of 16.37, representing 45.47% of the maximum ideal score. Most students (57.00%) were in the moderate category, while 22.46% were classified as low, 11.84% as high, and 8.70% as very low. The classifying indicator achieved the highest performance, whereas interpreting and applying concepts remained in the low category. These findings highlight the need for physics instruction that emphasizes scientific activities to continuously enhance students' science process skills. Keywords: Science Process Skills, Physics Learning, Descriptive Analysis, Private Senior High Schools.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN JOYFUL BERBASIS APLIKASI EDUVI UNTUK MATERI GAYA GESEK DI SMA NEGERI 2 BANTAENG A. Musfira Dwi Humaira MS; Subaer; A. Momang Yusuf
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 2 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v22i2.13645

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan media pembelajaran joyful berbasis aplikasi Eduvi pada materi gaya gesek, dan (2) respons guru fisika serta peserta didik terhadap media pembelajaran joyful berbasis aplikasi Eduvi yang dikembangkan. Data penelitian diperoleh dari 2 orang validator sebagai ahli materi dan ahli media, 1 orang guru fisika, serta 33 peserta didik kelas XI.D SMA Negeri 2 Bantaeng pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026. Prosedur pengembangan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan angket respons guru serta peserta didik. Kelayakan media ditinjau berdasarkan aspek validitas materi dan media. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: (1) media pembelajaran joyful berbasis aplikasi Eduvi yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan dengan koefisien validitas Gregory sebesar 0,71 yang berada pada kategori validitas sedang; dan (2) respon guru fisika terhadap media berada pada kategori sangat baik, sedangkan respons peserta didik menunjukkan 73% berada pada kategori sangat baik dan 27% berada pada kategori baik. Dengan demikian, aplikasi Eduvi layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika yang interaktif dan menyenangkan pada materi gaya gesek. Kata Kunci : Aplikasi Eduvi, Gaya Gesek, Joyful Learning,  Pembelajaran Fisika. This research is development research that aims to determine: (1) the feasibility of the Eduvi application-based joyful learning media on friction force material, and (2) the responses of physics teachers and students to the Eduvi application-based joyful learning media that was developed. The research data were obtained from 2 validators as material experts and media experts, 1 physics teacher, and 33 students of class XI.D of SMA Negeri 2 Bantaeng in the even semester of the 2025/2026 academic year. The development procedure used the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The instruments used in this research were validation sheets and teacher and student response questionnaires. The feasibility of the media was reviewed based on the validity aspects of the material and media. Based on the results of the data analysis, it was concluded that: (1) the Eduvi application-based joyful learning media that was developed was declared feasible to use with a Gregory validity coefficient of 0.71 which is in the moderate validity category; and (2) the physics teacher's response to the media was in the very good category, while the students' responses showed that 73% were in the very good category and 27% were in the good category. Thus, the Eduvi application is suitable for use as an interactive and fun physics learning media for the friction force material. Keywords: Eduvi Application, Friction Force, Joyful Learning, Physics Learning.
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI SMAN 16 MAKASSAR Mujahidah Nur Insani; Kaharuddin Arafah; A. Sri Astika Wahyuni
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 2 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v22i2.13868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat minat belajar, motivasi belajar, dan prestasi belajar fisika siswa, serta mengkaji hubungan antara minat belajar fisika dan motivasi belajar fisika dengan prestasi belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri 16 Makassar, baik secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan metode ex post facto. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik sampling jenuh, sehingga sampel penelitian berjumlah 72 orang. Data dikumpulkan menggunakan angket untuk mengukur tingkat minat dan motivasi belajar fisika siswa, sedangkan data prestasi belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai rapor. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar fisika siswa berada pada kategori tinggi, motivasi belajar fisika berada pada kategori tinggi, sedangkan prestasi belajar fisika berada pada kategori sangat tinggi. Analisis inferensial menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara minat belajar fisika dengan prestasi belajar fisika, hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar fisika dengan prestasi belajar fisika, serta hubungan positif dan signifikan antara minat belajar fisika dan motivasi belajar fisika secara bersama-sama dengan prestasi belajar fisika siswa. Kata Kunci: Minat Belajar Fisika, Motivasi Belajar Fisika, Prestasi Belajar Fisika  This research aims to describe the levels of students' learning interest, learning motivation, and achievement in physics, as well as to examine the relationship between interest in learning physics and motivation to learn physics with the physics learning achievement of grade XI students at SMA Negeri 16 Makassar, both partially and simultaneously. The research employed a correlational design using the ex post facto method. The sample was selected using a saturated sampling technique, resulting in a total of 72 participants. Data were collected using questionnaires to measure students' levels of interest and motivation in learning physics, while data on learning achievement were obtained from students' report card records. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics. The results showed that students' interest in learning physics was in the high category, their motivation to learn physics was also in the high category, while their physics learning achievement was in the very high category. Inferential analysis indicated a positive and significant relationship between interest in learning physics and physics learning achievement, a positive and significant relationship between motivation to learn physics and physics learning achievement, as well as a positive and significant relationship between interest in learning physics and motivation to learn physics, taken together, with students' physics learning achievement. Keywords: Interest In Learning Physics, Motivation to Learn Physics, Physics Learning Achievement.