cover
Contact Name
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Contact Email
subaer@unm.ac.id
Phone
+6282194261640
Journal Mail Official
jspf@unm.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : 1858330X     EISSN : 25486373     DOI : https://doi.org/10.35580/jspf.v22i2
Core Subject :
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika (JSPF) JSPF is a scientific journal that undergoes a peer-review process and is open access, focusing on the fields of science and physics education. The journal covers various topics such as theories, developments, and educational media in physics, as well as applied physics related to material physics, earth physics, instrumentation, and computational physics.
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TINGKAT SMA DI KABUPATEN MAJENE Anisa Putri; Usman; A. Sri Astika Wahyuni
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 1 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/1kyd5930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif peserta didik dalam pembelajaran fisika tingkat SMA dikabupaten Majene. Adapun variabel dalam penelitian ini yaitu kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMAN 1 Majene, SMAN 3 Majene, dan SMAN 1 Sendana. Sebanyak 97 peserta didik. Teknik pengambilan sampel yaitu disproportionate stratified random sampling di SMAN 1 Majene berjumlah 34 peserta didik, SMAN 3 Majene berjumlah 32 peserta didik, dan 1 SMAN 1 Sendana berjumlah 31 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes kemampuan berpikir kreatif menggunakan instrumen tes berbentuk essay sebanyak 8 butir. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik dalam pembelajaran fisika tingkat SMAN di kabupaten majene berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 60,82%. Model Creative Problem Solving terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik, hasil yang diperoleh masih belum mencapai kategori tinggi Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Kelancaran, Keluwesan   This study aims to describe the creative thinking ability of students in high school physics learning in Majene district. The variables in this study are the creative thinking ability of students. The population of this study is all students of SMAN 1 Majene, SMAN 3 Majene, and SMAN 1 Sendana. A total of 97 students. The sampling technique was disproportionate stratified random sampling at SMAN 1 Majene with 34 students, SMAN 3 Majene with 32 students, and SMAN 1 Sendana with 31 students. The data collection technique was carried out by providing a test of creative thinking ability using an essay test instrument of 8 items. The data analysis technique used is descriptive analysis. Based on the results and discussions, it can be concluded that the creative thinking ability of students in learning physics at the high school level in Majene Regency is in the low category with a percentage of 60.82%. The Creative Problem-Solving Model has proven effective in improving students' creative thinking skills, but the results obtained have not yet reached the high category. Keywords: Creative Thinking Ability, Fluency, Flexibility
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMAN KABUPATEN GOWA Dwi Indrayani; Abdul Haris; Usman
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 2 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v22i2.6750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran fisika di SMAN Kabupaten Gowa. Sampel penelitian ini adalah peserta didik dari tiga sekolah SMA berbeda, yaitu SMAN 1 Gowa, SMAN 9 Gowa, dan SMAN 3 Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 321 peserta didik yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling kemudian dihitung menggunakan rumus slovin berjumlah 178 peserta didik. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes kemampuan berpikir kritis berjumlah 10 butir soal yang dikembangkan sesuai indikator kemampuan berpikir kritis yang meliputi memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, memberikan penjelasan lebih lanjut, serta menyusun strategi dan taktik. Tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran fisika materi kinematika gerak lurus kelas XI di SMA Kabupaten Gowa bagian Barat sebagian besar pada kategori cukup. Kata Kunci: Berpikir kritis, Kabupaten Gowa, Pembelajaran fisika, SMA.  This research aims to analyze students critical thinking skills in physics learning at SMAN Gowa District. The sample of this study were students from three different high schools, namely SMAN 1 Gowa, SMAN 9 Gowa, and SMAN 3 Gowa. The research method used was the survey method. The data obtained in this study were quantitative data analyzed using descriptive statistics. The population in this study was 321 students who were selected using purposive sampling techniques and then calculated using the Slovin formula totaling 178 students. The instrument used to collect data was a critical thinking ability test consisting of 10 questions developed according to critical thinking ability indicators which include providing simple explanations, building basic skills, concluding, providing further explanations, and developing strategies and tactics. The level of critical thinking ability of students in learning physics on straight motion kinematics material for class XI at SMA Gowa District in the West part of the majority was in the sufficient category. Keywords: Critical thinking, Gowa District, Physics learning.
KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH OLEH GURU FISIKA DI SMAN 5 BULUKUMBA Dian Islamiati; M. A. Martawijaya; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 2 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v22i2.6751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah oleh guru fisika di SMAN 5 Bulukumba. Penelitian ini dilakukan karena sering ditemukan kesenjangan antara teori Pembelajaran Berbasis Masalah dengan implementasi di lapangan, khususnya pada mata pelajaran fisika. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi berupa modul ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci dan mendalam keterlaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pembelajaran fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah oleh guru fisika di SMA Negeri 5 Bulukumba termasuk dalam kategori “baik”, dengan rata-rata keterlaksanaan sebesar 75%. Pendidik berhasil melaksanakan sebagian tahapan pembelajaran dalam sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah. Namun, beberapa aspek, seperti pengelolaan waktu, bimbingan yang merata, dan motivasi peserta didik, masih perlu diperbaiki. Pendidik perlu lebih memperhatikan cara menghubungkan materi dengan kehidupan nyata peserta didik, memberikan penjelasan yang lebih rinci, serta meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam refleksi pembelajaran. Kata Kunci: Fisika, Pembelajaran Berbasis Masalah, pendekatan deskriptif kualitatif Abstract – This research aims to determine the implementation of problem-based learning by physics teachers at SMAN 5 Bulukumba. This study was conducted because of the frequent gaps between the theory of Problem-Based Learning and its implementation in the field, especially in physics subjects. Data was collected through observation and documentation in the form of teaching modules. This study used a qualitative descriptive approach, which aims to describe in detail and in depth the implementation of Problem-Based Learning in physics learning. The results showed that the level of implementation of Problem-Based Learning by physics teachers at SMAN 5 Bulukumba was included in the "good" category, with an average implementation of 75%. Educators successfully implemented some of the learning stages in the syntax of Problem-Based Learning. However, several aspects, such as time management, equitable guidance, and student motivation, still need improvement. Educators need to pay more attention to how to connect material to students' real lives, provide more detailed explanations, and increase student involvement in learning reflection. Keywords: Physics, Problem Based Learning, qualitative descriptive approach
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL INTERAKTIF GELOMBANG BUNYI BERBANTUAN NEARPOD PADA PEMBELAJARAN FISIKA St. Aisyah; Kaharuddin Arafah; Ahmad Dahlan
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 1 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/qy2yxp48

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pengembangan yang bertujuan untuk mengetahui: (1) validitas media audio visual interaktif berbantuan Nearpod dalam pembelajaran fisika, (2) tanggapan praktisi pembelajaran terhadap produk media audio visual interaktif berbantuan Nearpod dalam pembelajaran fisika, (3) tanggapan siswa terhadap produk media audio visual interaktif berbantuan Nearpod dalam pembelajaran fisika. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh peneliti berasal dari 2 orang ahli sebagai ahli materi dan media, praktisi pembelajaran yang terdiri dari 1 orang guru fisika dari MAN 3 Makassar dan 35 orang siswa kelas XI MIPA 2 Kota Makassar pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Prosedur pengembangan meliputi tahapan ADDIE, yaitu tahap analisis (analysis), tahap desain produk (design), tahap pengembangan produk (development), tahap implementasi (implementation), dan tahap evaluasi (evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan angket interaktif audio visual. Kriteria validitas interaktif audio visual dilihat dari aspek validitas materi dan media. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) media audio visual interaktif berbantuan Nearpod yang dikembangkan dinyatakan valid. (2) Tanggapan praktisi pembelajaran fisika (guru) dari semua aspek memperoleh total skor 107 dan berada dalam kategori sangat baik. (3) Tanggapan dari 35 siswa memperoleh nilai rata-rata 3,46 dan jika dipersentasekan, memperoleh skor 86,38% yang berada dalam kategori sangat baik. Kata Kunci: Audio Visual, Interaktit, Media Pembelajaran, Nearpod   This research is a development study that aims to determine: (1) the validity of nearpod assisted interactive audio visual media in physics learning, (2) the response of learning practitioners to the product of nearpod assisted interactive audio visual media in physics learning, (3) the response of students to the product of nearpod assisted interactive audio visual media in physics learning.In this study, the data obtained by the researcher comes from 2 experts as subject matter and media experts, learning practitioners consisting of 1 physics teacher from MAN 3 Makassar and 35 students from class XI MIPA 2 Makassar City in the even semester of the 2023/2024 academic year. The development procedure includes the ADDIE stages, namely the analysis (analysis) stage, product design (design) stage, product development (development) stage, implementation (implementation) stage, and evaluation (evaluation) stage. The instruments used in this study were audio visual interactive validation sheets and questionnaires. The validity criteria for audio visual interactives are seen from the aspects of material and media validity. Based on the results of the analysis, the following conclusions were obtained: (1) the developed nearpod assisted interactive audio-visual media was declared valid. (2) The response of physics learning practitioners (teachers) from all aspects received a total score of 107 and was in the very good category. (3) The response of 35 students received an average score of 3,46 and if it is percented, it gets a score of 86,38% which is in the very good category. Keywords: Audio Visual, Interactive, Learning Media, Nearpod
ANALISIS PENGETAHUAN METAKOGNITIF PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 MAKASSAR Sudjana; Khaeruddin; Helmi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 2 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i2.7482

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian survei yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat pengetahuan metakognitif peserta didik di SMAN 1 Makassar dalam menyelesaikan soal-soal fisika pada materi mekanika gerak pada siswa kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian yaitu sebanyak 87 orang yang terdiri dari 26 peserta didik dari kelas XI IPA 1, 30 peserta didik dari kelas XI IPA 2, 21 peserta didik dari kelas XI IPA 7 dan 11 peserta didik dari kelas XI IPA 8 dari SMA Negeri 1 Makassar yang terakreditasi A. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh skor rata-rata kemampuan analisis sebesar 5,60 (dari skor maksimum 10). Sedangkan persentase siswa yang memperoleh skor pada kategori tinggi 26 % (22 peserta didik), kategori sedang 51 % (42 peserta didik) dan untuk kategori rendah 23 % (19 peserta didik). Berdasarkan analisis data ini dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Makassar dalam menyelesaikan soal pengetahuan metakognitif berada pada kategori sedang. Kata Kunci : fisika, metakognitif, pengetahuan metakognitif This research is a survey research that aims to find out how the description of the level of metacognitive knowledge of students SMAN 1 Makassar in solving physics problems on the material of motion mechanics in class XI students. This research uses descriptive quantitative research methods. The research sample consisted of 87 students, consisting of 26 students from class XI IPA 1, 30 students from class XI IPA 2, 21 students from class XI IPA 7, and 11 students from class XI IPA 8 from State Senior High School 1 Makassar, accredited A. Based on the results of data analysis, the average score of analytical ability was 5.60 (out of a maximum score of 10). Meanwhile, the percentage of students who scored in the high category was 26 % (22 students), the medium category was 51 % (42 students), and the low category was 23 % (19 students). Based on this data analysis, it can be concluded that the students of class XI in Senior High School 1 Makassar in solving questions of metacognitive knowledge are in the medium category. Keywords: physics, metacognitive, metacognitive knowledge.
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN YOUTUBE SEBAGAI SUMBER BELAJAR TAMBAHAN FISIKA PADA PESERTA DIDIK SMA DI KOTA MAKASSAR Reni Astuti; Abdul Haris; Nurhayati
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 2 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i2.7483

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan youtube dan hasil belajar fisika peserta didik SMA di Kota Makassar yang menggunakan youtube tahun ajaran 2021/2022. Populasi penelitian yaitu peserta didik kelas XI MIPA SMAN 1 Makassar, SMAN 2 Makassar, SMAN 10 Makassar, SMAN 21 Makassar yang mewakili sekolah di Makassar bagian Utara, Timur, Selatan, dan Barat dengan jumah 1.120 orang dan sampel berjumlah 300 orang. Indikator penggunaan youtube yang digunakan adalah intensitas dan kemanfaatan. Data hasil penelitian diperoleh dengan cara memberikan instrumen non tes berupa kuesioner yang dibuat dalam bentuk google form sebanyak 20 butir, sedangkan hasil belajar peserta didik diambil dari nilai ujian semester ganjil. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa tingkat penggunaan youtube sebagai sumber belajar tambahan fisika peserta didik berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 72.64 dan hasil belajar peserta didik yang menggunakan youtube sebagai sumber belajar berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata 83.51. Kata Kunci : hasil belajar, sumber belajar tambahan, youtube This research is a quantitative descriptive survey research that aims to determine the level of use of YouTube and the physics learning outcomes of high school students in Makassar City who use YouTube for the 2021/2022 academic year. The population of this research is students of class XI MIPA SMAN 1 Makassar, SMAN 2 Makassar, SMAN 10 Makassar, SMAN 21 Makassar representing schools in North, East, South, and West Makassar with a total of 1,120 people and a sample of 300 people. The indicators of youtube usage used are intensity and expediency. The research data were obtained by providing a non-test instrument in the form of a questionnaire made in the form of a google form as many as 20 items, while student learning outcomes were taken from the odd semester test scores. Based on the results of the analysis and discussion, it can be concluded that the level of use of youtube as an additional learning resource for physics students is in the high category with an average of 72.64 and the learning outcomes of students who use youtube as a learning resource are in the very high category with an average of 83.51. Keywords : learning outcomes, additional learning resources, youtube
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS SEKOLAH DAN SIKAP PROFESI GURU TERHADAP KINERJA GURU FISIKA SMA SWASTA DI KOTA MAKASSAR M. Rijal; Muhammad Sidin Ali; Salmiah Sari
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 2 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i2.7484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik oleh pengawas sekolah dan sikap profesi terhadap kinerja guru fisika SMA swasta di Kota Makassar. Variabel eksogen adalah supervisi akademik, variabel antara adalah sikap profesi, dan variabel endogen adalah kinerja guru. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru fisika SMA swasta di Kota Makassar, dengan sampel sebanyak 55 orang yang dipilih melalui random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen nontes dan dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis jalur, setelah dilakukan uji normalitas dan multikolinearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dan kinerja guru berada pada kategori sedang, sementara sikap profesi berada pada kategori tinggi. Supervisi akademik berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap kinerja dan sikap profesi guru. Sikap profesi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Selain itu, supervisi akademik berpengaruh tidak langsung terhadap kinerja guru melalui sikap profesi.Kata Kunci : Guru, Swasta, Fisika, Supervisi. This study aims to examine the influence of academic supervision by school supervisors and teachers’ professional attitudes on the performance of physics teachers at private high schools in Makassar. The exogenous variable is academic supervision, the mediating variable is professional attitude, and the endogenous variable is teacher performance. The population consists of all private high school physics teachers in Makassar, with a sample of 55 selected through random sampling. Data were collected using non-test instruments and analyzed using descriptive statistics and path analysis, preceded by normality and multicollinearity tests. Results show that both academic supervision and teacher performance are at moderate levels, while professional attitude is high. Academic supervision has a direct, positive, and significant effect on both teacher performance and professional attitude. Moreover, professional attitude significantly influences teacher performance. Additionally, academic supervision indirectly affects teacher performance through professional attitude.Keywords: Teacher, Private, Physics, Supervision.
IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X MIA SMAN 3 MAKASSAR Sri Suci Ardianti Anas; Kaharuddin; Helmi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 2 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i2.7485

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran gaya belajar fisika peserta didik kelas X MIA di SMA Negeri 3 Makassar. Variabel penelitian adalah gaya belajar fisika yang mencakup tujuh tipe dalam model memletik. Subjek penelitian berjumlah 30 peserta didik kelas X MIA 1. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar paling dominan adalah gaya belajar individual (30%), diikuti oleh gaya belajar visual dan sosial (masing-masing 13%). Selain itu, terdapat peserta didik dengan kombinasi dua gaya belajar (23%) dan kombinasi tiga gaya belajar (10%). Kata kunci : gaya belajar, memletik, visual, individual This quantitative study with a descriptive approach aims to explore the learning styles of Grade X MIA students in physics at SMA Negeri 3 Makassar. The variable examined is students’ physics learning styles based on the memletic model, which includes seven types. The study involved 30 students from class X MIA 1. Data were collected through questionnaires and interviews, and analyzed using descriptive statistics. Results show that the most dominant learning style is individual (30%), followed by visual and social styles (each 13%). Additionally, 23% of students used a combination of two styles, while 10% used three combined styles. Keywords: learning style, memletics, visual, individual
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI GELOMBANG BUNYI DAN CAHAYA Yunike Kurnia Unda’; Usman; Subaer
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 2 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i2.7486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas model pembelajaran Project Based Learning untuk meningkatk hasil belajar siswa pada materi gelombang bunyi dan cahaya. Penelitian ini menggunakan one group pretest-postest design yaitu pre-experiment yang dilakukan pada satu kelas eksperimen. Subjek penelitian adalah kelas XI MIPA ALPS SMA Zion Makassar yang berjumlah 34 peserta didik. Tes hasil belajar terhadap materi digunakan untuk mengumpulkan data. Data tersebut dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa siswa memperoleh hasil belajar yang lebih baik pada materi gelombang bunyi dan cahaya, dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,76 dan berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan data ini, dapat disimpulkan bahwa pengunaan model pembelajaran berbasis proyek efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi gelombang bunyi dan cahaya. Kata Kunci : Efektivitas, Hasil Belajar, Project Based Learning This study aims to determine the effectiveness of project learning-based learning models to improve student learning outcomes in the material of sound and light waves. This study used a one-group pretest-posttest design, namely a pre-experiment conducted in one experimental class. The research subjects were class XI MIPA ALPS SMA Zion Makassar, totaling 34 students. Tests of learning outcomes on the material are used to collect data. The data were analyzed using descriptive statistics. The results of the descriptive analysis show that students acquire better learning outcomes in the material of sound and light waves, with an average normalized gain of 0.76, and are in the high category. Based on this data, it can be interpreted that the use of project-based learning models is effective for improving student learning outcomes in the material of sound and light waves. Keywords : Effectiveness, Learning outcomes, Project Based Learning.
ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL FISIKA KELAS X MIA DI SMA NEGERI 2 POLEWALI Husnul Patima Rahman; Salmiah Sari; Aisyah Azis
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 2 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i2.7488

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis kesalahan  peserta didik kelas X dalam penyelesaian soal-soal fisika di SMA  Negeri 2 Polewali serta penyebabnya. Subyek penelitian  pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIA SMA Negeri 2 Polewali. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode tes dengan pemberian tes dalam bentuk essay pada materi gerak lurus dan metode wawancara untuk mengetahui penyebab peserta didik melakukan kesalahan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kesalahan terbanyak yang dilakukan peserta didik adalah kesalahan konsep (34,12%), kemudian diikuti oleh kesalahan strategi (32,06%), kesalahan terjemahan (19,12%) dan kesalahan operasi sebesar (14,71%). Hal ini disebabkan oleh peserta didik kurang belajar dan latihan mengerjakan soal-soal fisika bervariasi. Kata Kunci : kesalahan konsep, kesalahan operasi, kesalahan strategi, kesalahan terjemahan This descriptive study aims to analyze the types of errors made by Grade X students in solving physics problems at SMA Negeri 2 Polewali, as well as the underlying causes. The subjects were students from Grade X MIA. Data were collected through essay tests on linear motion and interviews to explore the reasons behind the errors. Data were analyzed using descriptive statistics and qualitative analysis. Results show that the most common errors were conceptual (34.12%), followed by strategic errors (32.06%), translation errors (19.12%), and operational errors (14.71%). These mistakes were mainly due to a limited understanding of concepts and a lack of varied practice in solving physics problems. Keywords: concept error, operation error, strategy error, translation error.