cover
Contact Name
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Contact Email
subaer@unm.ac.id
Phone
+6282194261640
Journal Mail Official
jspf@unm.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : 1858330X     EISSN : 25486373     DOI : https://doi.org/10.35580/jspf.v22i2
Core Subject :
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika (JSPF) JSPF is a scientific journal that undergoes a peer-review process and is open access, focusing on the fields of science and physics education. The journal covers various topics such as theories, developments, and educational media in physics, as well as applied physics related to material physics, earth physics, instrumentation, and computational physics.
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
KONSEPSI FISIKA BAGI PESERTA DIDIK SMA BARRANG LOMPO DALAM MEMAJUKAN SISTEM PENANGKAPAN TERIPANG Sumita; M. A. Martawijaya; Subaer
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i1.6048

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsepsi fisika dalam memajukan sistem penangkapan teripang bagi peserta didik SMA Barrang Lompo. Subjek pada penelitian ini adalah satu orang peserta didik kelas X MIPA dan dua orang peserta didik kelas XI MIPA yang paling menyukai mata pelajaran fisika. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes tulis, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada peserta didik dengan memberikan perlakuan dan memperlihatkan gambar kepada peserta didik mengenai sistem penangkapan teripang. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peserta didik menyukai mata pelajaran fisika dan sudah mampu mengkonsepsikan konsep fisika dalam tahap pengeringan teripang, akan tetapi belum dapat mengkonsepsikan konsep fisika pada tahap persiapan dan tahap pelaksanan penangkapan teripang. Jika ditinjau dari semua pertanyaan yang diberikan kepada peserta didik dapat dikatakan bahwa peserta didik termasuk dalam kategori sudah mampu memahami konsepsi fisika dalam tahap pengeringan teripang. Sistem penangkapan teripang melibatkan berbagai konsep fisika seperti tekanan hidrostatis, daya apung, hambatan fluida, dan prinsip Bernoulli. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini membantu nelayan dalam meningkatkan efisiensi penangkapan serta menjaga keselamatan mereka selama operasi di bawah air. Seperti factor daya Apung dan kepadatan air, efek cahaya dan optik dalam air serta tekanan air dan keamanan penyelam. Kata Kunci: Konsepsi, Kearifan lokal, Sistem penangkapan teripang This research is a qualitative case study type research. This research aims to determine the concept of physics in advancing the sea cucumber fishing system for Barrang Lompo High School students. The subjects in this research were one class X MIPA student and two class XI MIPA students who liked physics the most. Data collection was carried out through observation, written tests, interviews and documentation. Interviews were conducted with students by providing treatment and showing pictures to students regarding the sea cucumber catching system. The collected data is then processed and analyzed qualitatively. Based on the research results, it can be concluded that students like physics subjects and have been able to conceptualize physics concepts in the drying stage of sea cucumbers, but have not been able to conceptualize physics concepts in the preparation and implementation stages of catching sea cucumbers. If we look at all the questions given to students, it can be said that students are included in the category of being able to understand the physical concepts in the drying stage of sea cucumbers. The sea cucumber fishing system involves various physical concepts such as hydrostatic pressure, buoyancy, fluid resistance, and Bernoulli's principle. Understanding these factors helps fishermen increase fishing efficiency and maintain their safety during underwater operations. Such as buoyancy factors and water density, light and optical effects in water as well as water pressure and diver safety. Keywords: Conception, Local Wisdom, Sea Cucumber Catching System
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS POWER POINT DI SMAN 3 BARRU Indri Aeni Asri; Abdul Haris; Helmi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i1.6049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran fisika berbasis power point yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam materi momentum dan impuls. Peneliti mengembangkan sebuah media pembelajaran menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang dilaksanakan di SMAN 3 BARRU pada Tahun Ajaran 2021/2022. Subjek uji coba pada penelitian ini berjumlah 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan media dari segi isi maupun kegrafikan media berdasarkan penilaian dari ahli pakar atau validator dengan nilai koefisien internal yaitu 1 berarti sangat layak digunakan, untuk tingkat kepraktisan media diperoleh dengan memberikan kuesioner respon peserta didik yang menunjukkan 69%-85,28%. Sedangkan untuk tingkat keefektifan media sebesar 79,4% yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran fisika berbasis power point valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMAN 3 BARRU pada Tahun Ajaran 2021/2022 Kata Kunci : ADDIE, Media Pembelajaran, Power Point  This study aimed to develop effective power point-based physics learning media to increase students' understanding of momentum and impulse material. Research developed a learning media using research and development methods with the ADDIE model that was conducted in SMAN 3 BARRU academic year of 2021/2022. The trial subjects in this study amounted to 25 people. The results show that the level of media feasibility in terms of content and media graphics is based on the assessment of experts or validators with an internal coefficient value of 1 which means it is very feasible to use, for the level of practicality of the media obtained by providing a student respons questionnaire that shows 69%-85,28%. As for the level of effectiveness of the media by 79,4% which is in the high category. Based on the data it can be concluded that the powerpoint-based physics learning media is valid, practical, and effective to improve student learning outcomes in SMAN 3 BARRU academic year of 2021/2022. Keywords: ADDIE, Learning Media, PowerPoint
HUBUNGAN MINAT DAN MOTIVASI DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMAN 1 WAWONII KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN SULAWESI TENGGARA Desti N; M. Sidin Ali; Kaharuddin Arafah
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i1.6050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara minat, motivasi, dan hasil belajar fisika peserta didik SMAN 1 Wawonii Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Fokus penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan minat, motivasi, dan hasil belajar peserta didik, (2) mengetahui hubungan antara minat dengan hasil belajar fisika, (3) mengetahui hubungan motivasi dengan hasil belajar fisika, dan (4) mengetahui hubungan antara minat dan motivasi dengan hasil belajar fisika. Penelitian menggunakan metode survei korelasional dengan sampel 44 peserta didik yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui tes objektif dan angket yang telah divalidasi oleh dua pakar. Variabel yang diteliti adalah minat belajar (X1), motivasi belajar (X2), dan hasil belajar fisika (Y). Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata minat belajar 89,25 (kategori tinggi), motivasi belajar 99,04 (kategori tinggi), dan hasil belajar 8,48 (kategori sedang), (2) tidak ditemukan hubungan signifikan antara minat dan hasil belajar fisika, (3) tidak ditemukan hubungan signifikan antara motivasi dan hasil belajar fisika, serta (4) tidak ada hubungan signifikan antara minat, motivasi, dan hasil belajar fisika peserta didik SMAN 1 Wawonii Kata Kunci : Minat belajar fisika, motivasi belajar fisika Hasil belajar fisika This study aims to examine the relationship between interest, motivation, and physics learning outcomes of students at SMAN 1 Wawonii, Konawe Regency, Southeast Sulawesi. The focus of this research is to: (1) describe the students' interest, motivation, and learning outcomes, (2) determine the relationship between interest and physics learning outcomes, (3) determine the relationship between motivation and physics learning outcomes, and (4) determine the relationship between interest and motivation with physics learning outcomes. The study uses a correlational survey method with a sample of 44 students selected randomly. Data were collected through objective tests and questionnaires validated by two experts. The variables studied are learning interest (X1), learning motivation (X2), and physics learning outcomes (Y). Data analysis was conducted using descriptive and inferential analysis. The results show that: (1) the average score for learning interest is 89.25 (high category), learning motivation is 99.04 (high category), and learning outcomes are 8.48 (moderate category), (2) no significant relationship was found between interest and physics learning outcomes, (3) no significant relationship was found between motivation and physics learning outcomes, and (4) no significant relationship was found between interest, motivation, and physics learning outcomes of SMAN 1 Wawonii students. Keywords: Interest in learning physics, motivation to learn physics, Physics learning outcomes
PENERAPAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 MAKASSAR Asiah Balqis; Nurhayati; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i1.6051

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pra-esperimen yang bertujuan untuk mengetahui peran pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa di SMA Negeri 9 Makassar. Keterampilan proses sains merupakan salah satu ketermapilan penting bagi peserta didik khususnya pada pembelajaran saisn. Keterampilan ini menjadi landasan pembelajaran konstruktivis dalam bidang sains dan mampu membuat peserta didik mampau belajar sains secara mandiri. Subyek penelitian ini  adalah siswa kelas XI MIPA 4 yang terdiri dari 30 siswa. Indikator keterampilan proses sains yang diteliti meliputi mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan, mengkomunikasikan, dan menafsirkan. Pembelajaran berbasis Inkuiri dilaksanakan dengan menggunakan 1) Orientasi; 2) Merumuskan masalah; 3) Merumuskan hipotesis; 4) Mengumpulkan data; 5) Uji hipotesis; dan 6) Menarik kesimpulan. Seluruh sintaks ini berkaitan erat dengan keterampilan proses sains sehingga penarapn Inkuiri akan berdampak positif terhadap keterampilan proses sains. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa indikator mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan, mengkomunikasikan, dan menafsirkan masing-masing berturut-turut berada pada kategori tinggi dengan persentase 66,3% kategori tinggi dengan persentase 62%, kategori tinggi dengan persentase 72,3%, kategori tinggi dengan persentase 79,5%, kategori sedang dengan persentase 45,7%, dan kategori sedang dengan persentase 55,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa secara rata-rata skor keterampilan proses sains siswa setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran fisika berbasis inkuiri ialah berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains A research with Pre-experiment design has been conducted to analyze the description of science process skills of SMA Negeri 9 Makassar students after being taught using inquiry-based learning. The inquiry-based learning used in this study is guided inquiry. The subjects of this study were students of class XI MIPA 4 consisting of 30 students. The indicators of science process skills studied include observing, asking questions, proposing hypotheses, using tools and materials, communicating, and interpreting. The results of descriptive analysis showed that the indicators of observing, asking questions, proposing hypotheses, using tools and materials, communicating, and interpreting each successively were in the high category with a percentage of 66.3%, high category with a percentage of 62%, high category with a percentage of 72.3%, high category with a percentage of 79.5%, medium category with a percentage of 45.7%, and medium category with a percentage of 55.3%. So it can be concluded that on average the score of students  science process skills after being taught using inquiry-based physics learning is in the high category. Keywords : Guided Inquiry-Based Learning,  Science Process Skills.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i1.6052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode eksperimen dalam meningkatkan hasil belajar fisika pada materi gerak harmonis sederhana. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan subjek 32 siswa kelas X MIPA 1. Data dikumpulkan melalui tes yang telah divalidasi dan dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 7,69 (pretest) menjadi 9,41 (posttest). Meskipun peningkatan ini tergolong rendah berdasarkan uji n-gain (0,019), metode eksperimen tetap berkontribusi positif terhadap hasil belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan eksperimen dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam memahami konsep fisika. Kata Kunci : Metode eksperimen, Gerak harmonis sederhana This study aims to examine the effectiveness of the experimental method in improving physics learning outcomes on the topic of simple harmonic motion. A pre-experimental design was used with 32 students from class X MIPA 1 as subjects. Data were collected through validated tests and analyzed quantitatively. The results showed an increase in the average score from 7.69 (pretest) to 9.41 (posttest). Although this improvement is categorized as low based on the n-gain test (0.019), the experimental method still contributed positively to students' learning outcomes. These findings suggest that the experimental approach can be an effective alternative for enhancing students' understanding of physics concepts. Keywords : experimental method, simple harmonic motion
SINTESIS MEMBRAN BERBASIS KARBON AKTIF MENGGUNAKAN AKTIVATOR H3PO4 BERBAHAN DASAR TEMPURUNG KELAPA Nurhafika Ayu Saputri; Jasruddin; Vicran Zharvan
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i1.6189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan membran berbasis karbon aktif untuk filtrasi logam berat Pb dalam air. Karbon aktif disintesis dari tempurung kelapa menggunakan metode aktivasi kimia dengan larutan H₃PO₄, dengan variasi waktu aktivasi 12, 18, dan 24 jam. Membran dibuat dengan mencampurkan karbon aktif, metakaolin, dan larutan alkali. Karakterisasi dilakukan menggunakan scanning electron microscopy (SEM) untuk menganalisis struktur mikro dan ukuran pori karbon aktif serta membran, serta atomic absorption spectroscopy (AAS) untuk mengukur efektivitas filtrasi logam Pb.Hasil karakterisasi AAS menunjukkan bahwa kadar Pb dalam air mengalami penurunan dari 3,569 mg/L menjadi 2,163 mg/L (aktivasi 12 jam), 0,703 mg/L (aktivasi 18 jam), dan 0,709 mg/L (aktivasi 24 jam). Karakterisasi SEM mengungkapkan bahwa karbon aktif memiliki ukuran pori rata-rata masing-masing 6,66 µm, 6,56 µm, dan 4,19 µm untuk setiap variasi waktu aktivasi. Sementara itu, hasil analisis SEM pada membran menunjukkan adanya retakan pada semua sampel, dengan akumulasi bongkahan terbesar pada sampel MCA-18. Temuan ini menunjukkan bahwa karbon aktif yang disintesis dapat mengurangi kadar Pb dalam air secara signifikan, meskipun struktur membran masih perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kestabilannya. Kata Kunci: Aktivasi, Karbon Aktif, Membran, Asam Fosfat This study aims to develop an activated carbon-based membrane for heavy metal Pb filtration in water. Activated carbon was synthesized from coconut shell using a chemical activation method with H₃PO₄ solution, with activation time variations of 12, 18, and 24 hours. The membrane was fabricated by mixing activated carbon, metakaolin, and an alkaline solution. Characterization was conducted using scanning electron microscopy (SEM) to analyze the microstructure and pore size of both the activated carbon and the membrane, as well as atomic absorption spectroscopy (AAS) to evaluate the Pb filtration efficiency.The AAS results showed a reduction in Pb concentration from 3.569 mg/L to 2.163 mg/L (12-hour activation), 0.703 mg/L (18-hour activation), and 0.709 mg/L (24-hour activation). SEM characterization revealed that the activated carbon had an average pore size of 6.66 µm, 6.56 µm, and 4.19 µm for each activation time variation. Meanwhile, SEM analysis of the membrane indicated the presence of cracks in all samples, with the largest agglomerations observed in the MCA-18 sample. These findings suggest that the synthesized activated carbon effectively reduces Pb concentration in water, although the membrane structure requires further optimization to enhance its stability. Keywords: Activation, Activated Carbon, Membrane, Phosphoric Acid
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA SMAN 11 MAKASSAR Annisa Idrulya Salsabila; Muhammad Arsyad; A. Sri Astika Wahyuni
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 3 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i3.6205

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik SMAN 11 Makassar setelah mengikuti pembelajaran dengan model problem based learning. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 peserta didik yang dipilih secara purposive  sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes uraian berjumlah 18 butir soal yang dikembangkan sesuai dengan indikator kemampuan berpikir kritis peserta didik, yaitu merumuskan masalah, memberikan argumen, melakukan deduksi, melakukan induksi, melakukan evaluasi, memutuskan dan melaksanakan. Berdasarkan data hasil penelitian, diperoleh bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI.2 SMAN 11 Makassar berada pada kategori sedang dengan nilai N-gain rata-rata sebesar 0,41. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA SMAN 11 Makassar. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Berpikir Kritis, Fisika, Kuantitatif This research is a quantitative descriptive study which aims to describe the analyze the critical thinking skills of students at SMAN 11 Makassar after participating in learning using the problem based learning model. The data obtained in this research is quantitative data which is analyzed using descriptive statistics. The population and sample  in this study was 35 students were selected using  purposive sampling. The instrument used to collect data was a description test with 18 questions which were developed in accordance with indicators of students' critical thinking abilities, namely formulating problems, giving arguments, making deductions, making inductions, carrying out evaluations, and deciding and implementing. Based on research data, it was found that the level of critical thinking ability of class XI.2 students at SMAN 11 Makassar was in the medium category with an average N-gain value of 0.41. This shows that the application of the problem based learning model can improve the critical thinking abilities of class XI MIPA students at SMAN 11 Makassar.  Keywords : Learning Mode, Critical Thinking, Physics, Quantitative.
ANALISIS KONSEP FISIKA HUKUM NEWTON PADA KEARIFAN LOKAL PERAHU BIDAR Adinda Ramadhani; Nely Andriani
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 1 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smhs4c22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep fisika, khususnya Hukum Newton, dalam kearifan lokal perahu bidar di Palembang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui studi literatur dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa tradisi perahu bidar mencakup berbagai konsep fisika yang relevan untuk pembelajaran, seperti Hukum Archimedes, gaya gesek, dan momentum. Dalam konteks Hukum Newton, perahu bidar menggambarkan prinsip kelembaman, percepatan, serta aksi-reaksi. Studi ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan pemahaman siswa sekaligus melestarikan budaya setempat. Dengan demikian, perahu bidar dapat menjadi media pembelajaran kontekstual yang menarik dan bermakna bagi siswa. Perahu Bidar sebagai Media Pembelajaran Kontekstual: Perahu Bidar merupakan kearifan lokal Palembang yang bernilai budaya tinggi dan dapat digunakan sebagai media kontekstual dalam pembelajaran fisika, khususnya untuk memahami Hukum Newton dan konsep-konsep fisika lainnya. Pendekatan ini tidak hanya mendukung pembelajaran fisika secara efektif tetapi juga melestarikan dan mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda, memperkuat kebanggaan terhadap kearifan lokal. Kata Kunci : Fisika, Hukum Newton, Kearifan Lokal, Pembelajaran Kontekstual, Perahu Bidar   This research aims to analyze the application of physics concepts, particularly Newton's Laws, within the local wisdom of Palembang's bidar boat tradition. The research uses a descriptive method with a qualitative approach through literature study and documentation. The analysis results indicate that the bidar boat tradition encompasses various relevant physics concepts for learning, such as Archimedes' Law, friction, and momentum. In the context of Newton's Laws, the bidar boat illustrates the principles of inertia, acceleration, and action-reaction. This study shows that integrating local wisdom into physics education can enhance students' understanding while preserving local culture. Thus, the bidar boat can serve as an engaging and meaningful contextual learning medium for students. Bidar Boats as a Contextual Learning Medium: Bidar boats are a Palembang local wisdom with high cultural value and can be used as a contextual medium in physics learning, particularly to understand Newton's Laws and other physics concepts. This approach not only supports effective physics learning but also preserves and introduces cultural heritage to the younger generation, strengthening pride in local wisdom. Keywords : Physics, Newton's Laws, Local Wisdom, Contextual Learning, Bidar Boat
ANALISIS MINAT BELAJAR FISIKA SISWA SMAN 2 MAKASSAR Satria Wahyu Mesura; Usman; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 22 No. 1 (2026): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/h8s7c483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait minat belajar fisika siswa di SMAN 2 Makassar yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran minat siswa yang memilih mata pelajaran fisika dikarenakan hasil dari observasi yang telah dilakukan di SMAN 2 Makassar diperoleh informasi bahwa 50% di antara mereka yang telah memilih mata pelajaran fisika karena dorongan faktor eksternal, seperti keluarga dan teman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII SMAN 2 Makassar dengan jumlah 50 orang. Minat belajar siswa diukur dengan menggunakan kuesioner berdasarkan indikator minat belajar yang diteliti, meliputi perasaan senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan. Adapun wawancara yang dilakukan untuk memperoleh informasi terkait minat belajar siswa yang ditemukan dari hasil kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata dari minat belajar fisika siswa SMAN 2 Makassar berada pada kategori tinggi yakni sejumlah 35 orang siswa dengan persentase 70,00%. Kata Kunci : Fisika, Minat Belajar, Metode Survei   This research aims to obtain information regarding the interest in studying physics of students at SMAN 2 Makassar who have implemented the Merdeka Curriculum. This research was conducted to find out what the interest of students who choose physics as a subject is because the results of observations carried out at SMAN 2 Makassar information was obtained that 50% of those who had chosen physics as a subject due to encouragement from external factors, sucs as family and friends. This research is quantitative descriptive research using survey methods. The research subjects were 50 students of class XII at SMAN 2 Makassar. Interest in Learning of students is seen using a questionnaire based on the indicators of interest in learning, including happy feeling, interest, attention, and involvement. The interviews were conducted to obtain information related to the interest in learning of student found from the results of the questionnaire. The result of descriptive analysis show that the average from score of the interest in learning physics of student at SMAN 2 Makassar is in the high category, namely 35 students with a percentage 70.00%. Keywords: Physics, Interest in Learning, Survey Method
ANALISIS HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI KELAS XI SMA NEGERI 1 GOWA La Barito; Muhammad Saleh; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 3 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i3.6667

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil belajar fisika peserta didik di kelas XI SMA Negeri 1 Gowa dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah di tahun ajaran 2024/2025. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI 1 SMA Negeri 1 Gowa yang berjumlah 36 orang. sebelum peneliti memberikan tes tertulis pada peserta didik, peneliti terlebih dulu melakukan wawancara kepada guru fisika di sekolah tersebut  dengan tujuan untuk mengetahui model pembelajaran yang guru tersebut  gunakan pada saat pembelajaran di kelas, setelah memastikan guru tersebut menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, baru kemudian peneliti memberikan tes tertulis kepada peserta didik. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh bahwa hasil belajar fisika peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Gowa dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 50%. Hasil ini dapat membantu guru mengidentifikasi peserta didik yang mengalami kesulitan dan memberikan bimbingan lebih lanjut. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti aspek lain, seperti motivasi belajar dan  keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran berbasis masalah untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Kata Kunci : analisis, hasil belajar, fisika, pembelajaran berbasis masalah, peserta didik,   This study uses a descriptive method with a quantitative approach that aims to determine the picture of the physics learning outcomes of students in class XI of SMA Negeri 1 Gowa using problem-based learning in the 2024/2025 academic year. The subjects in this study were 36 students in class XI 1 of SMA Negeri 1 Gowa. Before the researcher gave a written test to the students, the researcher first interviewed the physics teacher at the school with the aim of finding out the learning model that the teacher used during class learning, after ensuring that the teacher used a problem-based learning model, then the researcher gave a written test to the students. Based on the descriptive analysis, it was obtained that the physics learning outcomes of class XI students at SMA Negeri 1 Gowa using problem-based learning were in the very high category with a percentage of 50%. These results can help teachers identify students who are experiencing difficulties and provide further guidance. Meanwhile, further researchers can examine other aspects, such as learning motivation and critical thinking skills in problem-based learning to obtain a more comprehensive picture. Keywords : analysis, learning outcomes, physics, problem-based learning, learners.