cover
Contact Name
Nurul Chafid
Contact Email
lppm@binabangsa.web.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppm@binabangsa.web.id
Editorial Address
LPPM-Universitas Bina Bangsa Kampus A Gedung D Lt. 6. Jl. Raya Serang - Jkt KM. 03 No. 1B, Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten 42124
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Seminar Ekonomi Nasional Pemberdayaan dan Sinergi Masyarakat)
ISSN : -     EISSN : 31649815     DOI : https://doi.org/10.68321/SENAPAS
Prosiding seminar ekonomi nasional pemberdayaan dan sinergi masyarakat atau di singkat dengan (SENAPAS) Universitas Bina Bangsa, yang merupakan forum ilmiah untuk mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, pelaku usaha, mahasiswa, komunitas, dan pemangku kepentingan dalam membahas perkembangan bidang ekonomi serta berbagai kegiatan masyarakat yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, inovasi, pertanian, peternakan, teknologi ketahanan pangan, ekonomi kreatif, lingkungan hidup, literasi, sosial budaya, pemberdayaan masyarakat, teknologi infoermasi, pariwisata, dan lain sebagainya. Prosiding seminar ekonomi nasional pemberdayaan dan sinergi masyarakat (SENAPAS) menjadi media dokumentasi dan diseminasi karya ilmiah yang dipresentasikan dalam seminar, sehingga gagasan, hasil penelitian, inovasi, dan praktik pemberdayaan dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat akademik maupun pemangku kepentingan. periode terbitnya artikel hasil seminar dalam setahun yaitu satu kali pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 128 Documents
Implementasi Pendampingan Pembelajaran oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dalam Mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar di Desa Ciputri, Kabupaten Pandeglang Lois Claudia Juwali; Bagas Restu Pratama; Ayu Kristania Lubis; Holifatussapitri; Yana Saputra; Terry Djong; Ganjar Sidik Gandara
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/52rshk14

Abstract

Salah satu bentuk dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa adalah kuliah kerja mahasiswa (KKM). Dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa maka salah satu kegiatan yang perlu dilakukan oleh mahasiswa KKM adalah kegiatan pendampingan dalam bidang pendidikan. Maka dari itu kelompok KKM 71 Universitas Bina Bangsa melakukan program kerja yaitu kegiatan mengajar di Sekolah Dasar dan juga bimbingan belajar untuk para siswa dan siswi SDN Ciputri serta Sekolah PAUD dengan tujuan agar mahasiswa KKM mampu menyusun program-program kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada program kerja bidang pendidikan. Kegiatan mengajar serta bimbel yang dilaksanakan oleh tim KKM Kelompok 71 UNIBA Tahun 2026 di Desa Ciputri dengan terjun langsung ke lapangan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ilmu baru dalam bidang pendidikan. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan beberapa program kegiatan mahasiswa KKM dalam bidang Pendidikan yaitu mengajar Bahasa Indonesia, bimbel Bahasa Inggris, bimbel Matematika (Calistung), mengaktifkan kembali pengajian, serta membantu guru mengajar di PAUD. Kegiatan ini menyasar murid Sekolah Dasar Ciputri yang juga melibatkan orang tua, guru, pemerintah desa, dan masyarakat desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang Banten.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT GO DIGITAL GO MARKET DENGAN TEMA "MEMBANGUN UMKM YANG MAJU MELALUI E-COMMERCE" DI DESA SINGAMERTA KECAMATAN CIRUAS KABUPATEN SERANG Abien Adzani Gustian; Ita Rosita Wahyiah; Siti Aida Nurmala; Athiya Salma; Anggun; Daimler Oscar Gidion Napitupulu; Syifa Ramadani
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/trr3cz66

Abstract

Program pendampingan masyarakat Go Digital Go Market dengan tema “Membangun UMKM yang Maju Melalui E-Commerce” merupakan salah satu upaya pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform e-commerce dan media digital sebagai sarana pemasaran, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan praktik pembuatan akun marketplace, optimalisasi media sosial, penyusunan katalog digital, serta konsultasi mengenai strategi pemasaran berbasis digital. Program dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bersama pemerintah desa dan mitra terkait sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung transformasi digital UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengoperasikan platform e-commerce, membuat konten promosi yang menarik, serta memasarkan produk secara lebih luas. Selain itu, pelaku UMKM mulai memanfaatkan media digital sebagai sarana transaksi dan promosi sehingga membuka peluang peningkatan penjualan dan keberlanjutan usaha. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan UMKM Desa Singamerta yang lebih inovatif, mandiri, dan berdaya saing di era ekonomi digital.
Pencegahan Bullying Melalui Sosialisasi STOP Bullying pada Siswa SDN Teras Bendung 2 Kabupaten Serang Sefti Sulistia; Febrina Nugrahini; Yosni Aulia; Siti Rara Sahriani; Putri Diyanti; Indi Nazwa Sa’adah; M. Ibrahim Akbar
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/ybk2j897

Abstract

Latar Belakang : Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang terhadap individu yang lebih lemah sehingga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, dan proses belajar siswa. Kurangnya pemahaman siswa mengenai bullying menyebabkan perilaku tersebut sering dianggap sebagai bentuk candaan sehingga diperlukan edukasi sejak usia dini. Tujuan : Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bullying serta upaya pencegahannya melalui program sosialisasi "STOP Bullying" di SD Negeri Teras Bendung 2, Desa Kamaruton, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang. Metode : Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif yang meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penyampaian materi menggunakan media presentasi bergambar. Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying, penyebab, jenis-jenis bullying, dampak bullying, tanda-tanda korban bullying, cara pencegahan, serta peran guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi siswa dan tingkat pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil : menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi berbagai bentuk bullying, memahami dampak negatif bullying, serta menunjukkan peningkatan kesadaran untuk menghargai teman, tidak melakukan perundungan, dan berani melaporkan tindakan bullying kepada guru. Kesimpulan : Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Oleh karena itu, sosialisasi anti-bullying perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah dasar.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SDIT INSAN MADANI Aisyah Rahmanita; Siti Rohmah; Audini Dwi Agustin; Heru Ardiansyah; Imam Budiansyah; Ahmad Dimas Febrian; Ihwanul Mukmin
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/sqtvjr11

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu langkah penting dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat pada anak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman siswa mengenai penerapan PHBS di SDIT Insan Madani. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan yang melibatkan pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Materi edukasi mencakup kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, konsumsi makanan bergizi seimbang, pemenuhan kebutuhan air putih, aktivitas fisik secara teratur, pengelolaan sampah yang tepat, serta upaya menghindari rokok dan penyalahgunaan narkoba. Siswa berperan sebagai peserta kegiatan dengan dukungan media visual untuk membantu mempermudah pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Selama kegiatan berlangsung, siswa terlibat dalam proses penyampaian materi dan diskusi serta memperoleh contoh penerapan perilaku hidup sehat yang dapat dilakukan baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Kegiatan ini membantu siswa memahami hubungan antara kebersihan diri, pola makan, aktivitas fisik, kebersihan lingkungan, dan upaya pencegahan penyakit. Agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan, diperlukan dukungan dan penguatan dari guru, orang tua, serta lingkungan sekolah sehingga PHBS dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari siswa.
Strategi Mitigasi Kriminalitas Pedesaan : Implementasi Edukasi Non Penal sebagai Instrumen Rekayasa Sosial (Social Engineering) guna Membentuk Kesadaran Hukum Warga Desa Petir Rohma Diah Yuliana; Nadiroh; Gustian Rizki Maulana; Asnawi
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/0vn1my29

Abstract

Kriminalitas pedesaan merupakan fenomena sosial-yuridis yang memerlukan upaya pencegahan tidak hanya melalui penegakan hukum secara represif, tetapi juga melalui pendekatan preventif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi edukasi hukum non-penal sebagai instrumen rekayasa sosial (social engineering) dalam meningkatkan kesadaran hukum dan memitigasi kriminalitas di Desa Petir. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan kegiatan edukasi hukum kepada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi hukum non-penal mampu memperkuat pemahaman masyarakat mengenai norma hukum, hak dan kewajiban, serta konsekuensi dari tindakan yang melanggar hukum. Selain meningkatkan pengetahuan hukum, edukasi tersebut mendorong terbentuknya kesadaran dan perilaku masyarakat yang lebih preventif serta partisipatif dalam mencegah potensi tindak kriminal. Dengan demikian, edukasi hukum non-penal dapat menjadi strategi rekayasa sosial dalam membangun budaya hukum masyarakat yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan desa yang lebih tertib, aman, dan berkesadaran hukum.
UPAYA PREVENTIF MELALUI EDUKASI UNTUK MENCEGAH PERUNDUNGAN PADA SISWA DAN SISWI SMA NEGERI 1 PONTANG Eva Sabahat; Vini Ramadhani; Diba Farida; Jordi Nuralamsyah; Wiwi Kartini; Fadhli Ahmad Kurniawan; Sri Sukmawati
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/4s6d7322

Abstract

Perundungan merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap kondisi psikologis, sosial, serta prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui kegiatan edukasi dalam bentuk sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif dengan tema “Bullying bukan Candaan: Memahami Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan komitmen siswa dalam mencegah serta mengurangi perilaku perundungan di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Juli 2026 di SMA Negeri 1 Pontang oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 32. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi secara interaktif, pemutaran video edukatif, diskusi, tanya jawab, dan penyampaian studi kasus mengenai bentuk-bentuk perundungan beserta strategi pencegahannya. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam memahami materi dan mengidentifikasi tindakan yang termasuk perundungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi berlangsung dengan baik dan memperoleh respon yang sangat positif dari peserta. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, aktif berdiskusi dan bertanya, serta mampu membedakan bentuk-bentuk perundungan, baik fisik, verbal, sosial, maupun perundungan siber. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai dampak negatif perundungan, pentingnya sikap saling menghargai, serta keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan kepada pihak yang berwenang. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari perundungan sebagai bentuk implementasi SDGs di bidang pendidikan.
PENYULUHAN ANTI-BULLYING SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER SISWA DI SDN SINGARAJAN Kurniati Rahmadani; Puput Armeilani; Sultan Iqbal Naufal; Chandra Gunawan; Jingga Erlangga; Nazwa Adhaniah Putri; Nazwatul Khusna
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/9qv9x543

Abstract

Bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang berpotensi menghambat perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta penguatan karakter siswa dalam mencegah dan menolak perilaku bullying melalui penyuluhan anti-bullying. Kegiatan dilaksanakan di SDN Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang dengan sasaran siswa kelas IV, V, dan VI serta melibatkan pihak sekolah dan Bhabinkamtibmas sebagai mitra pelaksana. Metode yang digunakan adalah Pendidikan Masyarakat melalui penyuluhan edukatif dengan pendekatan Participatory Learning, yang dilaksanakan melalui tahapan observasi kebutuhan, koordinasi dengan pihak sekolah, penyampaian materi, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi, refleksi pengalaman siswa melalui penulisan surat, serta evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti penyuluhan dengan antusias, mampu mengidentifikasi berbagai bentuk bullying beserta dampaknya, memahami pentingnya sikap saling menghargai, serta menunjukkan keberanian untuk menolak dan melaporkan tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, penyuluhan anti-bullying terbukti memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, inklusif, dan bebas dari bullying.
Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kesehatan Siswa di SDN 3 Kragilan M Rojul Gustiawan; Azkiyatul Maula; Arsonah; Lidiyawati; Akifah Putri Asryani; Nadia Zahra Ayuningtyas; Putri Fadillah; Leni Triana
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/k3de2k89

Abstract

Pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah dasar. Namun, masih terdapat siswa yang belum memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga berbagai masalah kesehatan berisiko tidak terdeteksi sejak dini. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi siswa sebagai salah satu upaya pemantauan dan pemeliharaan kesehatan anak. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dilaksanakan dengan tujuan untuk memantau status kesehatan siswa serta mendeteksi secara dini adanya indikasi masalah kesehatan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan terhadap pada anak usia sekolah dasar. Program dilaksanakan di SDN 3 Kragilan, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang melalui kerja sama antara Puskesmas Kragilan, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa, dan pihak sekolah. Metode pelaksanaan program terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak sekolah serta penyusunan dan penyiapan instrumen pemeriksaan. Tahap pelaksanaan meliputi pemeriksaan fisik dasar, pemeriksaan kesehatan mata, telinga, gigi, serta pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Selanjutnya, tahap evaluasi dilakukan melalui pencatatan dan dokumentasi hasil pemeriksaan kesehatan siswa. Hasil kegiatan terlaksana sesuai dengan tahapan yang direncanakan. Hal tersebut ditunjukkan melalui tingginya antusiasme siswa selama mengikuti rangkaian pemeriksaan serta berhasil dikumpulkannya data kesehatan siswa secara akurat. Pelaksanaan kegiatan juga menunjukkan adanya sinergi yang baik antara Puskesmas Kragilan, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa, dan pihak sekolah dalam mendukung pemantauan kesehatan siswa. Dengan demikian, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) memberikan manfaat dalam membantu pemantauan status kesehatan dan mendukung deteksi dini masalah kesehatan pada siswa sekolah dasar. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai salah satu upaya mendukung pemeliharaan kesehatan serta tumbuh kembang anak usia sekolah dasar.
IMPLEMENTASI ECO ROBOTIC LEARNING BERBASIS SAMPAH PLASTIK SEBAGAI PEMBELAJARAN KREATIF BAGI ANAK Popi Dayurni; Salma Oktaviani; Shalesya Putri Shalma; Sahrul Agustin
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/mc9nxx35

Abstract

Kepedulian lingkungan, kreativitas, dan kemampuan berpikir sistematis perlu diperkenalkan kepada anak melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan Eco Robotic Learning melalui pemanfaatan botol plastik bekas menjadi karya kreatif berbentuk robot bagi anak-anak di Desa Kragilan, Kabupaten Serang. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 melalui lima tahapan, yaitu penyiapan bahan daur ulang yang aman, edukasi lingkungan, demonstrasi produk, praktik terbimbing, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi langsung dan dokumentasi kegiatan dengan fokus pada partisipasi, kemampuan mengikuti instruksi berurutan, kreativitas, kerja sama, serta respons terhadap pemanfaatan kembali sampah plastik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak terlibat aktif sejak pengenalan hingga penyelesaian produk. Anak mampu mengenali komponen plastik yang dapat digunakan kembali, mengikuti urutan perakitan yang dicontohkan, mengombinasikan badan botol dan tutup botol menjadi model robot, menghias produk berdasarkan gagasan masing-masing, serta bekerja sama dengan fasilitator dan teman ketika mengalami kesulitan. Kegiatan juga memberikan pemahaman awal bahwa plastik bekas dapat diberi fungsi baru dan tidak harus langsung dibuang. Eco Robotic Learning dapat menjadi alternatif pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan, aktivitas berkarya, dan pengalaman awal berpikir sistematis. Kegiatan ini tidak mengukur peningkatan computational thinking secara kuantitatif, tetapi proses sequencing, dekomposisi komponen, mencoba dan memperbaiki, serta penyelesaian tugas yang teramati menunjukkan potensinya dalam menstimulasi fondasi computational thinking anak.
PENDAMPINGAN DESAIN STIKER DAN KEMASAN PADA UMKM DESA CEMPAKA Iin Sakinah; Khairani Firda Fadilah; Dito Dwi Putranto; Abi Yoga Perdana; Hanan Fairuz Izdihar
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/yes96s43

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Meskipun demikian, sebagian besar pelaku UMKM masih menerapkan sistem pemasaran secara konvensional dengan kemasan produk yang sederhana dan kurang menarik, sehingga daya saing, jangkauan pemasaran, serta nilai jual produk belum optimal. Kondisi tersebut juga ditemukan pada UMKM di Desa Cempaka, Kecamatan Warunggunung, yang memiliki potensi cukup besar untuk berkembang, namun masih menghadapi kendala pada aspek identitas visual produk dan desain kemasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan desain stiker dan kemasan produk sebagai strategi penguatan identitas visual guna meningkatkan daya saing, nilai tambah, dan nilai jual produk UMKM. Metode yang diterapkan meliputi survei, observasi, wawancara, perancangan desain, serta pendampingan implementasi kepada pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan pengembangan desain stiker dan kemasan mampu menghasilkan tampilan produk yang lebih menarik, informatif, dan profesional. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan identitas merek, peningkatan kualitas visual dan nilai estetika produk, serta peningkatan daya saing UMKM. Dengan demikian, pengembangan stiker dan kemasan dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam mendukung pemasaran produk sekaligus meningkatkan nilai tambah dan keberlanjutan usaha UMKM.

Page 5 of 13 | Total Record : 128