cover
Contact Name
Muhammad Faizin
Contact Email
alihathjurnalbki@gmail.com
Phone
+628121777140
Journal Mail Official
alihathjurnalbki@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Talun No. 220 Sumberrejo Bojonegoro 62191 East Java Indonesia
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
ISSN : -     EISSN : 28092147     DOI : https://doi.org/10.53915/jbki
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam is published by the Study Program of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah, Institut Attanwir Bojonegoro, Indonesia. The journal is published biannually, with issues released in January and July. Al-Ihath was founded with the fundamental mission of advancing the discipline and promoting the wide dissemination of high-standard academic inquiry in the fields of Guidance Counseling and Psychology. Al-Ihath invites manuscripts in the areas: Functional Areas of Guidance, Counseling Psychology, Crisis Counseling, Islamic Spiritual Guidance, Management of Individual Counseling Services, Peer Counseling Services, Development of Counseling Guidance Service Programs, Group Counseling, Cross-Cultural Counseling, Cultural Psychology, Islamic Psychotherapy, and Mental Health.
Articles 82 Documents
Meta Analisis Urgensi Konseling Teman Sebaya di Pondok Pesantren Nurul Fitrian Eko Saputro; Subi Nur Isnaini; Casmini Casmini
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 2 (2023): July
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v3i2.343

Abstract

Tulisan ini ingin memberikan pemetaan terhadap urgensi pelayanan konseling teman sebaya dalam lingkungan pondok pesantren. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekaan meta analisis menganalisis konten dari studi terdahulu. Hasil penelitian ini adalah menampilkan pemetaan tentang pentingnya penerapan konseling teman sebaya atau peer counseling yang ditinjau dari sudut pandang santri, pengelola pesantren, dan kiai yang menjadi unsur dari pesantren. Argumen ini dibangun dengan melihat bahwa pesantren menjadi salah satu institusi yang masih perlu dilakukan pengoptimalan pengaplikasian layanan konseling. Melihat kompleksnya permasalahan yang ada terlebih yang dialami oleh santri.
Strategi Orang Tua Tunggal dalam Menangani Kenakalan Remaja dengan Pendekatan Konseling Realitas Zayyinah Harririn; Irma Rahmawati; Suryadi Suryadi
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 2 (2023): July
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v3i2.369

Abstract

Orang tua tunggal merupakan orang tua yang membesarkan seorang ataupun beberapa anak sendiri tanpa bantuan dari pasangan. Penyebeb terjadinya orang tua tunggal adalah karena perceraian maupun karena kehilangan pasangan. Pada umumnya tugas atau peran orang tua tunggal sama seperti orang tua pada umumnya yakni bertanggung jawab membina dan mengembangkan kemampuan seorang anak. Terutama pada anak yang memasuki masa remaja, seringkali seorang anak banyak mencoba hal-hal baru yang terkadang bertentangan dengan nilai-nilai moral, agama, aturan serta norma dalam proses pencarian jati dirinya yang salah satunya menjadi perilaku kenakalan remaja. Maka dari fenomena atau kejadian tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui strategi atau cara yang digunakan oleh orang tua tunggal dalam menangani kenakalan remaja yang terjadi dengan bimbingan pengarahan yang dilakukan yang terjadi di Dusun Kertonegoro Tengah Desa Kertonegoro. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Penerapan konseling realitas yang dilakukan oleh orang tua tunggal dalam menangani kenakalan remaja sesuai dengan teori, langkah-langkah dan juga tahap-tahap dari konseling realitas. 2) Dampak dari penerapan konseling realitas oleh orang tua tunggal dalam menangani kenakalan remaja sangat positif. Ketiga konseli dapat dikatakan sudah mampu berkomitmen dan membuat rencana perubahan perilaku yang dilakukan secara bertahap. 3) Faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan konseling realitas oleh orang tua tunggal dalam menangani kenakalan remaja diantaranya faktor dari diri sendiri, faktor keluarga, dan faktor lingkungan.
Pesantren Counseling Through Al-Irshad wa Al-Taujih Services Heri Fadli Wahyudi; Ummul Maghfiroh; Robert Cummins
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 2 (2023): July
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v3i2.376

Abstract

In the process of living disciplined in TMI Islamic boarding schools, some problems occur naturally in every student. One of the programs in guidance and counseling at TMI Al-Amien Prenduan is called al-Irsyad wa al-Taujih, which is intended to help students carry out daily discipline both periodically and when they get into difficulties. The problem raised in this study is how the service of al-Irshad wa al-Taujih at TMI Al-Amien Prenduan is in the perspective of pesantren counseling. To find out more about the benefits of al-Irshad wa al-Taujih, researchers use qualitative descriptive research methods, with sources of an interview, observation, and documentation data. Data analysis uses Miles and Huberman's theory by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. As for the validity of the data, researchers used cross-triangulation between informants and cross-triangulation between methods. From the results of the research conducted, it can be concluded as follows: 1. Guidance and counseling services provided to all santriwati with the Halaqoh.
Konseling Lintas Budaya untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Cindi Riski Febrianti; Shilviana Assyifa. S; Zulkipli Lessy
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 2 (2023): July
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v3i2.26

Abstract

Komunikasi interpersonal disebut juga sebagai komunikasi antar pribadi yaitu bentuk komunikasi yang terjadi antara individu dengan orang lain. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk meningkatkan komunikasi interpersonal di kalangan mahasiswa konsentrasi Bimbingan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui konseling lintas budaya. Komunikasi interpersonal yang baik diperlukan untuk menjadi penasihat dan konselor yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara sebagai alat pengumpulan data. Lokasi penelitian yang dipilih peneliti adalah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasilnya, ditemukan bahwa di antara enam mahasiswa konsentrasi Bimbingan Konseling Islam, masih ada beberapa yang kurang baik dalam komunikasi interpersonal. Beberapa subjek ditemukan masih menggunakan nilai-nilai pribadi saat berkomunikasi dengan mahasiswa yang berbeda suku dengannya dan menyebabkan komunikasi interpersonal tidak objektif. Sebagai calon konselor, mahasiswa konsentrasi Bimbingan Konseling Islam harus memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang objektif, karena kelak akan dibutuhkan disaat menjalankan konseling dengan klien yang berbeda budaya. Mahasiswa harus belajar untuk melihat orang lain secara objektif dan mengutamakan sukunya tanpa ada perlakuan yang berbeda hanya karena klien berbeda suku dengan konselor.
Pola Asuh Orang Tua terhadap Kreativitas Anak Tunanetra di SLB PKK Sumberrejo Lina Agustina; Lukman Khoirin; Asnawi Asnawi; Shofi Farohah
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 2 (2023): July
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v3i2.27

Abstract

Kreativitas adalah dimensi kemampuan anak dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan artistik. Pola asuh orsang tua yang tepat akan mengoptimalkan kreativitas anak Tunanetra. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan antara pola asuh orang tua dan tingkat kreativitas anak Tunanetra di SLB PKK Sumberrejo.  Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah wali murid anak tunanetra dan semua anak-anak Tunanetra SLB PKK Sumberrejo. Menggunakan total sampling, diperoleh 8 responden yang memenuhi criteria inklusi. Independen variabelnya adalah pola asuh orang tua sedangkan dependen variabelnya adalah tingkat kreativitas anak-anak Tunanetra. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara terstruktur dan kuesioner. Data-data tersebut dianalisa menggunakan uji statistik lambda dengan tingkat kemaknaan ρ = 0.05. Hasilnya menunjukkan kemaknaan ρ = 0,028, yang berarti Ho ditolak, sehingga terdapat hubungan antara tingkat kreativitas anak dan pola asuh orang tua di SLB PKK Sumberrejo. Pola asuh orang tua otoritatif mengoptimalkan tingkat kreativitas anak. Selanjutnya penelitian disarankan untuk menganalisa faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat kreativitas anak yang belum dipelajari di penelitian sekarang ini. Faktor-faktor tersebut adalah usia, pendidikan orang tua, ketersediaan fasilitas dan waktu yang dihabiskan.
Locus of Control Narapidana Kasus Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bojonegoro Indah Fajrotuz Zahro; Nur Rohman; Renaldi Dwi Setiawan
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 2 (2023): July
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v3i2.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Locus of Control (LoC) narapidana dengan kasus narkotika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah 2 narapidana kasus narkotika berinisial AM dan YS. Sementara data sekunder yakni 2 rekan sesama narapidana. Peneliti menggunakan teknik pengumpul data berupa observasi, wawancara terstrukur dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di area Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bojonegoro dengan fokus penelitian pada LoC narapidana kasus narkotika. Teknik analisis data menggunakan teknik dari Miles and Huberman, sementara teknik keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi. Pada hasil penelitian diketahui bahwa aspek LoC narapidana adalah potensi perilaku, pengharapan, nilai penguatan dan situasi psikologis. Subjek sendiri juga paham akan resiko yang dihadapi. Subjek menyadari kurangnya pendekatan spiritualitas menjadi faktor terbesar subjek berulang kali mengkonsumsi narkotika dan keluar masuk penjara.
Peran Guru dalam Membentuk Pendidikan Karakter Siswa di MI Muntafa’ul Ulum Ngemplak Baureno Bojonegoro Robiatul Adawiyah; Moh. Muhajir; Moch. Muksid Khohari; Nia Agustin Fahmatus Z
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 2 (2023): July
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v3i2.29

Abstract

Penelitian ini dilakukan berkenaan dengan adanya fenomena masih rendahnya pendidikan karakter bagi peserta didik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan guru dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian: MI Muntafa'ul ulum Ngemplak Baureno Bojonegoro. Subyek penelitian adalah guru dan siswa. Informan: kepala madrasah, wakil kepala madrasah dan guru agama di MI Muntafa'ul ulum Ngemplak Baureno Bojonegoro. Teknik pengumpulan data menggunakan model: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan model interaktif terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat siswa yang masih belum mengetahui dan memahami adanya pendidikan karakter, dan belum memiliki karakter yang baik. Contohnya, cara berpakaian siswa dan sikap kurang sopan guru ketika proses pembelajaran. Contoh tersebut menunjukkan karakter yang kurang baik. Contoh lain adalah ketika proses pembelajaran berlangsung, ada yang asyik bersenda gurau dengan teman lainnya, kurangnya kedisiplinan, kejujuran, dan rasa tanggung jawab sebagai peserta didik.masih adanya siswa yang belum sepenuhnya melaksanakan peraturan sekolah, contohya dalam ranah afektif, mengerjakan sholat dengan kesadaran masih adanya siswa belum sadar melaksanakan sholat dhuha, hormat dan patuh kepada Guru, Bahkan dalam aktifitas saat didalam kelas masih harus dibimbing dan setiap kelas mempunyai guru kelas gunanya mengontrol aktifitas peserta didik didalam kelas dan diluar jam belajar. Dalam hal ini guru mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam membentuk moral dan akhlak siswa serta menjadi model dan teladan bagi siswa.
Kebermaknaan Hidup Masyaraksat Urban dalam Persfektif Hanna Djumhana Bastaman: Kajian Dimensi Spiritual Logoterapi Lulu Maknunah; Ahmad Fauzi
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 2 (2022): July
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v2i2.228

Abstract

Zaman yang semakin berkembang dan modern menjadikan nilai-nilai dimensi spiritual sangat dibutuhkan dikarenakan saat ini banyak masyarakat terutama masyarakat urban kehilangan pondasi dalam dirinya. Mereka lebih mementingkan hal-hal yang bersifat eksternal, padahal internal dalam dirinya sangat kosong dan kehilangan kebermaknaan hidup. Dalam hal ini, Hanna Djumhana Bastaman menjawab akan segala keresahan hidup masyarakat urban untuk dapat menemukan kebermaknaan hidupnya melalui teorinya yaitu panca cara temuan makna yang kemudian secara bertahap mereka akan menemukan kebermaknaan hidupnya dan dapat survive di zaman saat ini.
Kemandirian Siswa Kelas XI TKR 1-2 SMKNegeri 1 Bandung Tulungagung Ida Wahyu
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 2 (2022): July
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v2i2.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kemandirian siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR 1-2 SMK Negeri 1 Bandung Tulungagung sejumlah 70 siswa dengan menggunakan teknik sampling total. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kemandirian yang berupa skala likert sebanyak 30 item pernyataan. Instrumen diuji validitas dengan menggunakan SPSS rumus Product Moment, selanjutnya diuji reliabilitas dengan menggunakan SPSS rumus Alpha Cronbach. Setelah diuji validitas dan reliabilitas dilakukan penelitian dengan menyebarkan instrumen kepada sampel penelitian. Selanjutnya dilakukan uji analisis statistik deskriptif tingkat kemandirian siswa dalam kategori rendah sebesar 48.57%, dalam kategori tinggi sebesar 50% dan kategori sangat tinggi sebesar 1.43%. kedekatan hubungan emosional antara siswa dengan guru atau dengan orang tuanya dalam kategori rendah sebesar 45.71%, dalam kategori tinggi sebesar 48.57% dan kategori sangat tinggi sebesar 5.72%. tingkat kemandirian tingkah laku siswa dalam kategori sangat rendah sebesar 2.86%, dalam kategori rendah sebesar 45.71%, dalam kategori tinggi sebesar 45.71% dan kategori sangat tinggi sebesar 5.72%. tingkat kemandirian nilai siswa dalam kategori sangat rendah sebesar 7.14%, dalam kategori rendah sebesar 50% dan dalam kategori tinggi sebesar 42.86%. Hal tersebut menunjukkan siswa memiliki cukup kemampuan dalam memaknai seperangkat prinsip tentang benar dan salah, tentang apa yang penting dan apa yang tidak penting. Hal tersebut menunjukkan siswa memiliki cukup kemampuan dalam memaknai seperangkat prinsip tentang benar dan salah, tentang apa yang penting dan apa yang tidak penting. Mengingat pentingnya untuk menstimulasi kemandirian siswa maka diperlukan sinergi antara pihak sekolah dengan peran orang tua dalam pendidikan anak.
Kesejahteraan Psikologis pada Pasangan Pernikahan Dini di Kabupaten Blitar Hengki Hendra Pradana; Safina Dwi Prastika; Nikmatul Mudawamah; Reynaldo Yogi Siswoko
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 2 (2022): July
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53915/jbki.v2i2.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kesejahteraan psikologis pada pernikahan dini, hal-hal yang mendorong seseorang menikah dini, dan dampak yang terjadi karena pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Subjek pada penelitian ini adalah wanita yang menikah di usia kurang dari 21 tahun dan bertempat tinggal di Kabupaten Blitar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya kesejahteraan psikologis dan berdampak baik pada rumah tangga ketika menikah atas keinginan sendiri dan adanya dorongan dari orang lain. Namun, ketika menikah karena paksaan atau tuntutan dan tidak adanya dorongan dari orang lain dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis.