Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam is published by the Study Program of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Dakwah, Institut Attanwir Bojonegoro, Indonesia. The journal is published biannually, with issues released in January and July. Al-Ihath was founded with the fundamental mission of advancing the discipline and promoting the wide dissemination of high-standard academic inquiry in the fields of Guidance Counseling and Psychology. Al-Ihath invites manuscripts in the areas: Functional Areas of Guidance, Counseling Psychology, Crisis Counseling, Islamic Spiritual Guidance, Management of Individual Counseling Services, Peer Counseling Services, Development of Counseling Guidance Service Programs, Group Counseling, Cross-Cultural Counseling, Cultural Psychology, Islamic Psychotherapy, and Mental Health.
Articles
82 Documents
Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Siswa Kelas X OTKP SMKN Ngraho Bojonegoro
Rizky Amalia;
Indah Fajrotuz Zahro
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022): January
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53915/jbki.v2i1.156
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok teknik sosiodrama untuk meningkatkan perilaku prososial siswa Kelas X OTKP SMKN Ngraho Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental, dengan desain eksperimen pre-post test one group desain, yaitu eksperimen yang dilakukan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa X OTKP SMKN Ngraho Bojonegoro. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yakni dengan mengambil sampel dari siswa X OTKP yang memiliki perilaku prososial rendah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala perilaku prososial yang berupa skala likert sebanyak 32 item pernyataan dengan 4 alternatif pilihan jawaban. Sebelum diberikan kepada sampel penelitian, instrumen diujicobakan lalu diuji validitas dengan menggunakan SPSS rumus Product Moment selanjutnya diuji reliabilitas dengan menggunakan SPSS rumus Alpha Cronbach. Setelah diuji validitas dan reliabilitas, langkah penelitian selanjutnya adalah menyebarkan instrumen kepada sampel penelitian sebagai pretes yang selanjutnya diketahui siswa yang termasuk dalam kategori perilaku prososial tinggi, sedang dan rendah. Selanjutnya dilakukan bimbingan kelompok teknik sosiodrama sebagai treatment sebanyak 6 kali. Berdasarkan perhitungan skor rata-rata pretes sebesar 53,25 dan rata-rata postes sebesar 93,13. Sehingga dapat dikatakan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat meningkatan perilaku prososial pada siswa kelas X OTKP SMKN Ngraho Bojonegoro.
Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Gen-Z Pasca Pandemi Melalui Positive Self Talk
Yanuari Srianturi
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022): January
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53915/jbki.v2i1.14
Penelitian ini menganalisa tentang penerapan positif self talk untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis Gen-Z di masa pasca pandemi. Metode penelitian ini menggunakan kajian studi literatur dengan mengeksplorasi dan mengkaji literatur diantaranya e-book, artikel, buku, jurnal serta hasil survey kasus yang terjadi di masyarakat. Pembahasan kajian ini dilatarbelakangi adanya pandemi covid-19 yang menimbulkan ketakutan hingga distress psikologis pada remaja Gen-Z. Gen-Z merupakan remaja pada rentang usia 11-25 tahun. Bagi Gen-Z isu dampak pandemi terhadap kesehatan mental ternyata lebih signifikan. Selain memberi dampak buruk bagi kesehatan fisik, covid-19 juga memberi dampak buruk bagi psikologis seperti kecemasan, stres, depresi dan gangguan psikologis lainnya. Dibutuhkan intervensi khusus untuk meningkatkan kualitas hidup pasca pandemi. Terdapat teknik dalam bimbingan dan konseling yang efektif mengatasi masalah tersebut yaitu teknik positive self-talk. Positive self talk yakni percakapan diri sendiri secara eksternal atau internal yang dilakukan untuk memberikan instruksi dan penguatatan diri dalam menghadapi suatu permasalahan. Teknik ini salah satu kontruksi dari cognitive restructuring yang focus pada afirmasi positif untuk merubah pemikiran irasional menjadi rasional. Teknik ini merupakan salah satu bentuk terapi kognitif (restrukturisasi kognitif) yang berfokus pada afirmasi positif untuk mengubah pikiran irasional seseorang (baik verbal maupun non-verbal) menjadi pikiran rasional sehingga dapat meningkatkan keterampilan mental, membantu mengendalikan hidup agar lebih bermakna.
Gambaran Pola Asuh Orang Tua dalam Membantu Activity Daily Living Anak Tunagrahita
Intan Sulistyawati;
Muhimmatul Hasanah;
Prianggi Amelasasih
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 1 (2023): January
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53915/jbki.v3i1.303
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua dalam membantu activity daily living dan faktor pola asuh orang tua dalam membatu activity daily living anak tunagrahita di SLB.C Kemala Bhayangkari 2 Kabupaten Gresik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang tua anak tunagrahita di SLB.C Kemala Bhayangkari 2 Kabupaten Gresik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hubberman. Teknik kredibilitas yang digunakan yaitu triangulasi teknik, triangulasi waktu, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki pola asuh yang berbeda yaitu otoritatif, otoriter, dan permisif. Semua pola asuh orang tua berasal dari faktor yang sama yaitu sosial ekonomi, pendidikan, dan kepribadian.
Gambaran Kepercayaan Diri pada Remaja yang Mengalami Body Shaming
Mutiara Cahya Noviani;
Nurus Sa’adah
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 1 (2023): January
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53915/jbki.v3i1.295
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya tindakan body shaming yang dialami oleh remaja, sehingga berpengaruh pada rasa kepercayaan diri. Dengan adanya persepsi pada sebagian orang yang menganggap bahwa bentuk tubuh menjadi standar ideal dalam masyarakat yang kemudian hal ini membuat orang merasa tertantang untuk bisa tampil secara sempurna agar dapat memenuhi standar ideal tersebut dan pada akhirnya hal ini menjadi tekanan dalam diri seseorang karena takut jika tidak diterima dalam masyarakat dan mendapatkan komentar-komentar yang tidak baik jika bentuk tubuh dan warna kulitnya tidak memenuhi standar. Oleh sebab itu, tujuan utama penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap gambaran kepercayaan diri remaja yang mengalami body shaming. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review. Teknik pengumpulan data berupa kepustakaan, dan mengintegrasikan serta menyajikan data. Data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber data diperoleh dari artikel atau jurnal yang berkenaan dengan kepercayaan diri dan body shaming. Teknik menganalisis data pada penelitian ini adalah analisis deskriptif, kemudian menarik kesimpulan dari data yang sudah ada. Hasil analisis dari penelitian ini adalah: Remaja yang mengalami tindakan body shaming akan mengalami rasa kepercayaan diri yang rendah. Remaja yang menerima komentar negatif seperti gemuk, kurus, pendek dan lainnya yang berkaitan dengan bentuk tubuh merasa bahwa mereka tidak dapat memenuhi standar ideal bentuk tubuh di masyarakat. Sehingga hal ini memberikan efek negatif yakni rasa malu yang kemudian tidak mampu untuk bertanggung jawab terhadap dirinya lagi.
Pengaruh Self Efficacy terhadap Kepercayaan Diri pada Siswa
Ati’ Mahsunah;
Musbikhin Musbikhin;
Muhimmatul Hasanah
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 1 (2023): January
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53915/jbki.v3i1.318
Self efficacy merupakan suatukeyakinan individu terhadap kemampuannya sendiri. Dalam diri individu memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Kepercayaan diri adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya sendiri dalam menghadapi tantangan hidup apapun, kapanpun dan di manapun dengan melakukan suatu tindakan berbuat sesuatu untuk mencapai berbagai tujuan realistik dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh self efficacy terhadap Kepercayaan diri pada siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self efficacy berada pada kategori sedang 70% sedangkan, subjek pada kategori rendah 11,7%, kemudian pada subyek kategori tinggi 18,3%, dan Tingkat kepercayaan diri subyek berada pada kategori sedang yaitu 63%. Sedangkan, subjek pada kategori tinggi 23%, dan subjek pada kategori rendah 13,3%. Berdasarakan uji koefisienregresi terlihat nilai t = 0,418, selain itu pada kolom sig atau significance variabel independen dan konstanta mempunyai tingkat signifikansi dibawah 0,05. hal ini berarti Self Efficacy berpengaruh secara signifikan terhadap kepercayaan diri. Dari hasil nilai R Square atau nilai koefisien determinasi sebesar 31% artinya self efficacy mempengaruhi variabel kepercayaan diri pada siswa.
Gambaran Stres pada Caregiver Lansia
Laila Markhamah Izzati;
Aisyiyah Nila Almira;
Anissatul Ghurriah;
Tatik Mukhoyyaroh
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 1 (2023): January
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53915/jbki.v3i1.304
Perawatan lansia harus dilakukan dengan teliti, sabar, dan penuh cinta. Pemberian perawatan pada lansia diharapkan para lansia tetap merasa bahagia dan bisa menjalani hari tuanya, sehingga kualitas hidup lansia mengalami peningkatan. Dalam perawatan caregiver besar kemungkinan memunculkan berbagai beban pekerjaan yang tinggi dan stres yang begitu besar pada caregiver. Tujuan penelitian ini menggambarkan stress dan koping yang dimiliki oleh caregiver lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat stres akibat beban kerja yang berlebihan dalam menguruh kebutuhan rumah, bisnis dan perawatan lansia. Adapun koping yang dimiliki muncul dalam bentuk kontrol diri dengan berendam dalam waktu yang lama dan dukungan sosial dari afiliasi bisnis. Selain itu terdapat aspek religius yang dapat menjadi koping dalam meredakan stres yang berlebihan.
Kecemasan Istri Prajurit TNI-AD di Asrama Militer Yonif 511 Kota Blitar pada Saat Suami Bertugas ke Merauke
Yesi Dwi Andari;
Hengki Hendra Pradana
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 1 (2023): January
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53915/jbki.v3i1.299
Perasaan cemas biasanya muncul apabila individu berada dalam suatu keadaan yang dirasa akan merugikan dan mengancam diri individu pada saat individu merasa tidak berdaya menghadapinya. Kemudian apa yang dicemaskan belum tentu terjadi sehingga perasaan cemas itu sebenarnya ketakutan yang diciptakan oleh individu sendiri. Kondisi kecemasan telah melanda berbagai sendi kehidupan, seperti halnya kecemasan yang dialami oleh istri seorang prajurit TNI-AD. Tujuan penelitian ini ialah menggambarkan kecemasan yang dialami oleh istri Prajurit TNI-AD di Asrama Militer Yonif 511 Kota Blitar pada saat ditinggal suami bertugas ke Merauke. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kecemasan masing-masing istri TNI-AD yang ditinggal oleh suami Satgas berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan karena kondisi tempat Satgas yang tidak sama, faktor terbiasa karena sudah pernah ditinggal Satgas untuk beberapa kali dan ada yang baru pertama kalinya ditinggal Satgas oleh suami, dan juga penyesuaian diri masing-masing istri TNI-AD terhadap kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan yang harus ditaati.
Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak Usia Prasekolah terhadap Perkembangan Perilaku Prososial
Mohamad Abdul Azis;
Asnawi Asnawi
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 1 (2023): January
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53915/jbki.v3i1.321
Keluarga dan pendidikan tidak bisa dipisahkan, pendidikan di lingkungan keluarga terjadi sejak anak lahir, bahkan setelah anak dewasa pun orang tua masih berhak memberikan pendidikan kepada anaknya. Tetapi saat ini banyak orang tua yang lupa dan menyerahkan tanggung jawab mendidik anaknya hanya kepada sekolah atau guru. padahal sekolah atau guru hanya sebatas membantu orang tua dalam mendidik anak dalam lingkungan sekolah. Orang tua banyak disibukkan dengan pekerjaannya, sehingga komunikasi orang tua dengan anak pun berkurang, semestinya anak bisa berbagi informasi dan masalah mereka pada orang tua, tetapi komunikasi jadi berkurang atau bahkan tidak ada. Padahal disisi lain komunikasi interpersonal merupakan tingkat kedalaman penyampaian pesan dari individu sebagai anggota keluarga kepada yang lainnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar komunikasi antara orang tua dan anak usia prasekolah terhadap perkembangan perilaku prososial anak dengan menggunakan metode penelitian Kuantitatif dan memakai teknik korelasi sebab akhibat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi orang tua dan anak usia prasekolah terhadap perkembangan perilaku prososial anak. Sebab seorang anak yang tumbuh dalam sebuah keluaraga yang tinggi tingkat komunikasi interpersonalnya maka akan memiliki perkembangan perilaku prososial yang baik pula.
Perilaku Sosial pada Anak Adiksi Aplikasi TikTok
Dania Masrotun Navisa;
Muhammad Faizin
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 1 (2023): January
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53915/jbki.v3i1.21
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku sosial pada anak adiksi aplikasi TikTok di Desa Plaosan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan dan mendiskripsikan faktor-faktor serta dampak yang mempengaruhi perilaku sosial pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah dasar (11 tahun). Informan pendukung terdiri dari orang tua, teman sebaya, jurnal, buku, dan artikel. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi. Berdasarkan hasil analisis wawancara dan tujuan peneliti dapat diperoleh informasi mengenai perilaku sosial anak adiksi aplikasi TikTok dengan kesimpulan sebagai berikut: bahwa mereka merasa dirinya lebih baik dibandingkan dengan anak lainnya, dan hal demikian juga berlaku kepada orang tua mereka, sehingga membuat mereka sering melawan orang tua ketika dilarang untuk berhenti bermain aplikasi TikTok. Faktor yang menyebabkan mereka berbuat demikian juga karena kurangnya pengetahuan mereka tentang kecanduan dan ketidak hadiran orang tua dalam proses tumbuh kembang mereka, sehingga tidak ada yang menegur mereka ketika sudah melakukan perilaku yang menyimpang. Hal tersebut juga berdampak pada psikis dan fisik anak. Anak bahkan tidak menyadari kalau perilaku mereka sudah termasuk dalam adiksi dan dapat membuat mereka sulit menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar.
Self Regulated Learning pada Mahasiswa yang Bekerja
Dewi Rahmawati;
Muhimmatul Hasanah;
Prianggi Amelasasih
Al-Ihath: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 3 No. 2 (2023): July
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Institut Attanwir Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53915/jbki.v3i2.338
Mahasiswa yang bekerja cenderung memiliki kesibukan ganda yakni kuliah dan bekerja sehingga mereka tidak dapat mengatur aktivitas belajar dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran dari Self Regulated Learning Pada Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Angkatan 2019 Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Gresik yang Bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan tipe penelitian berupa pendekatan Studi kasus (Case Study). Terdapat lima mahasiswa dari teknik kimia yang menjadi subjek dalam penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan observasi. Proses pengambilan data dilakukan selama 3-4 kali dari masing-masing subjek yang diteliti dengan rata-rata durasi selama 1 jam dari tiap subjek. Hasil penelitian ini adalah bahwa mahasiswa yang bekerja masih mampu mengatur dan mengontrol aktivitas belajarnya dengan cara merencanakan pembelajaran sesuai dengan pemahaman mereka. Subjek juga melakukan evaluasi belajar terhadap aktivitas belajar mereka, sehingga mereka dapat lebih meningkatkan lagi pemahaman yang mereka miliki. Mahasiswa yang bekerja hanya termotivasi untuk bisa menyelesaikan tugas tepat waktu, meskipun dalam waktu pengerjaan yang relatif singkat sesuai pemahaman mereka. Mahasiswa yang bekerja juga akan menyeleksi lingkungan belajarnya dengan cara lebih memilih tempat yang tidak terlalu bising supaya mereka tetap bisa fokus dalam proses pembelajaran. Mereka mampu menempatkan diri dengan baik selama belajar jika tempatnya dirasa dapat membuat mereka nyaman dalam belajar. Dalam penelitian ini diketahui bahwa mahasiswa laki-laki memiliki self regulated learning yang lebih tinggi daripada mahasiswa perempuan.