cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_imaji@uny.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni
ISSN : 16930479     EISSN : 25800175     DOI : -
IMAJI is a journal containing the results of research/non-research studies related to arts and arts education, including fine arts and performing arts (dance, music, puppetry, and karawitan). IMAJI is published twice a year in April and October by the Faculty of Languages and Arts of Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with AP2SENI (Asosiasi Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik se-Indonesia/Association of Drama, Dance, and Music Education Study Programs in Indonesia).
Arjuna Subject : -
Articles 364 Documents
Filsafat musik: Memahami esensi, perkembangan, dan relevansinya Bagaskara, Akbar; Astuti, Kun Setyaning; Rokhani, Umilia
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 1 (2024): April
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i1.71954

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki serta menguraikan ilmu filsafat musik dari banyak dimensi, mulai dari pendefinisian esensinya hingga perkembangan keilmuannya sepanjang sejarah dan relevansinya di era kontemporer. Metode penelitian yang digunakan dalam peneltian kali ini adalah metode kualitatif, dengan ciri lebih mengedepankan pada analisis fenomena sosial budaya yang luas dan mendalam. Teori analisis data yang diaplikasikan pada penelitian ini adalah model dari Miles dan Huberman dengan konsep empat tahapan analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Adapun temuan dari peneltian ini adalah (1) filsafat musik bukan hanya sekedar analisis teoritis bentuk belaka, tetapi juga berkaitan dengan makna mendalam musik pada konteks yang lebih luas yaitu, sosial, budaya, individual maupun kelompok yang menyertainya. (2) Sejarah dari filsafat musik menggambarkan bagaimana perjalanan atau evolusi dari pemikiran tentang musik dari masa ke masa yang akhirnya memberikan pemahaman utuh terhadap fenomena musik era saat ini. (3) Pada era kontemporer analisis wacana filsafat musik condong kepada masalah-masalah seperti tren musik modern, teknologi yang menyertainya dan dampak perubahannya terhadap masyarakat global. (4) Urgensi dari mempelari filsafat musik sangat erat kaitannya pada, dihasilkannya keterbukaan wawasan mendalam tentang musik, yang pada akhirnya akan membuat siapapun yang mendalaminya akan lebih menghargai musik dan memiliki daya analisis kritis lebih pada fenomena musik di sekitar. Kata kunci: Filsafat musik, esensi, perkembangan, relevansi Philosophy of music: Understanding its essence, development, and relevance AbstractThe purpose of this study is to investigate and describe the science of music philosophy from many dimensions, from defining its essence to its scientific development throughout history and its relevance in the contemporary era. The research method used in this research is a qualitative method, characterized by prioritizing the analysis of broad and in-depth socio-cultural phenomena. The theory of data analysis applied in this research is the model of Miles and Huberman with the concept of four stages of data analysis, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The findings of this research are (1) the philosophy of music is not just a theoretical analysis of form, but also related to the deep meaning of music in a broader context, namely, social, cultural, individual and group that accompanies it. (2) The history of the philosophy of music illustrates how the journey or evolution of thinking about music from time to time which ultimately provides a complete understanding of the phenomenon of music in the current era. (3) In the contemporary era, the analysis of music philosophy discourse leans towards issues such as modern music trends, the technology that accompanies them and the impact of their changes on global society. (4) The urgency of studying the philosophy of music is closely related to, the resulting openness to deep insight into music, which will ultimately make anyone who deepens it will appreciate music more and have more critical analysis power on the phenomenon of music around. Keywords: Philosophy of music, essence, development, relevance
Model bermain peran sebagai upaya meningkatkan percaya diri dalam pembelajaran seni tari Kasmahidayat, Yuliawan; Barnas, Beben; Nurdin, Nurdin
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.66226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model bermain peran dapat meningkatkan percaya diri siswa dalam pembelajaran seni tari kelas VIII di SMPN 44 Bandung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pre-eksperimental design (One Group Pre test-Post test). Objek penelitian ini adalah penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran seni tari. Teknik pengumpulan data yang digunakan mencakup beberapa teknik, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model bermain peran dapat meningkatkan percaya diri siswa SMPN 44 Bandung dengan hasil analisis dari rata-rata penilaian sebelum penerapan berada pada kategori rendah, sementara hasil post-test melalui penerapan model bermain peran meningkatkan rata-rata nilai dengan kategori tinggi.
Estetika Tari Canting Mas di Sanggar Kalamangsa Kabupaten Banyumas Izzati, Mutiara Nur; Paranti, Lesa
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.76612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk pertunjukan dan estetika Tari Canting Mas di Sanggar Kalamangsa. Metode yang digunakan yaitu kualitatif serta pendekatan estetis koreografis. Teknik pengumpulan data antara lain observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data berupa analisis tari teori Adshead. Kekhasan bentuk pertunjukan Tari Canting Mas dapat dilihat dari gerak dan iringannya. Gerak dan iringan Tari Canting Mas yang saling berkaitan memberi kesan dinamis, lincah dan energik. Tari Canting Mas memiliki pesan tertentu yang didalam bentuk pertunjukannya mengandung nilai-nilai kedisiplinan, kesabaran, dan ketelitian yang diperlukan seorang pembatik. Peneliti menggunakan teori estetika oleh Djelantik dalam menganalisis keindahan Tari Canting Mas.
Kolaborasi seniman dan kecerdasan buatan (AI) dalam membangkitkan gelombang kreativitas di era revolusi seni digital Anggraini, Devi; Handayaningrum, Warih; Rahayu, Eko Wahyuni; Suryandoko, Welly; Sabri, Indar
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.69734

Abstract

Dunia seni telah berubah secara signifikan akibat dari kemajuan teknologi, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI). Seniman melihat teknologi sebagai alat yang dapat membantu dalam proses kreatif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana dampak kehadiran AI dalam membangkitkan gelombang kreatif di era revolusi seni digital, ditinjau dari algoritma yang digunakan AI, pemanfaatan AI sebagai pendukung munculnya kreatifitas, hingga pemanfaatan AI sebagai media seniman dalam proses kreatif. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan analisis data dari berbagai literatur yang relevan terkait seniman dan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seniman dan AI telah berkolaborasi untuk menghasilkan gelombang kreatif yang mengubah dunia seni. Misalnya, AI dapat membantu seniman memahami preferensi audiens, menganalisis tren seni, atau bahkan membuat karya seni yang dapat berinteraksi dengan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi modern seperti AR atau VR. Kolaborasi ini memberikan akses seniman untuk mengeksplorasi konsep dan ekspresi yang sebelumnya belum atau sulit dicapai. Dengan adanya AI, proses kreatif menjadi lebih mudah, dan memungkinkan seniman untuk melihat seni dengan cara yang lebih kontekstual serta berkelanjutan. Seniman dapat menciptakan karya yang relevan dan resonan di tengah dinamika masyarakat digital dengan merespons secara dinamis terhadap perubahan budaya dan sosial berdasarkan algoritma dan data.Kata kunci: Kecerdasan buatan (AI), kreativitas, seniman, seni digital Collaboration between Artists and Artificial Intelligence (AI)in Generating a Wave of Creativity in the Era of Digital Art Revolution AbstractThe art world has changed significantly as a result of technological advancements, particularly in the field of artificial intelligence (AI). Contemporary artists see technology as a tool that can assist in the creative process. The purpose of this research is to analyze the impact of AI in generating creative waves in the era of the digital art revolution, in terms of the algorithms used by AI, the use of AI as a support for the emergence of creativity, and the use of AI as a medium for artists in the creative process. The research method uses a literature study with data analysis from various relevant literature related to artists and AI. The results showed that artists and AI have collaborated to produce creative waves that change the art world. For example, AI can help artists understand audience preferences, analyze art trends, or even create artworks that can interact with society by utilizing modern technologies such as AR or VR. This collaboration gives artists access to explore concepts and expressions that were previously unattainable or difficult to achieve. With AI, the creative process becomes easier, and allows artists to look at art in a more contextualized and sustainable way. Artists can create work that is relevant and resonant in a dynamic digital society by responding dynamically to cultural and social changes based on algorithms and data.Keywords: Artificial Intelligence (AI), creativity, artists, digital art
Penerapan pembelajaran behavioristik pada kreativitas gerak tari Gantar pada ekstrakurikuler tari di SMK Negeri 2 Balikpapan Atifah, Silvia Nur; Sari, Putri Yunita Permata Kumala; Indriyani, Putri Dyah
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.76966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran behavioristik dalam mengembangkan kreativitas gerak tari Gantar pada kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 2 Balikpapan. Dengan menggunakan teori behavioristik yang dikemukakan oleh B. F. Skinner dan konsep stimulus-respon yang diperkenalkan oleh Ivan Pavlov sebagai kerangka berpikir, penelitian ini mengkaji stimulus eksternal yang diberikan kepada siswa, respon siswa berupa gerak tari, serta faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan prinsip behavioristik, seperti penguatan positif dan pengulangan, dapat mempengaruhi perkembangan kreativitas gerak tari siswa. Hasil observasi terhadap proses pembelajaran tari Gantar menunjukkan bahwa siswa kelas 12 menggunakan instruksi dan demonstrasi sebagai stimulus untuk mengajarkan gerak tari kepada siswa kelas 11 dan 10. Respon yang diharapkan adalah kemampuan siswa untuk menirukan gerakan setelah menerima stimulus. Konsep ini mencerminkan keadaan belajar klasik, di mana respon (kemampuan untuk menirukan gerakan tari) dipelajari melalui pengalaman langsung dengan stimulus (instruksi dan demonstrasi). Namun demikian, terdapat pula beberapa faktor penghambat, seperti keterbatasan waktu dan kurangnya pemahaman terhadap aturan, yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya teori behavioristik dalam konteks pembelajaran gerak tari dan implikasinya terhadap pengembangan kreativitas siswa. Integrasi konsep stimulus-respon dari teori Ivan Pavlov memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme pembelajaran tari Gantar dalam konteks ekstrakurikuler.
Makna nilai hidup manusia pada Gurindam Dua Belas dalam seni pertunjukan karya tari Seri Petua Asra, Rezky Gustian; Yudarta, I Gede; Mudra, I Wayan
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.70316

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi peningkatan makna dan pesan dalam Gurindam Dua Belas, karya sastra klasik Melayu, melalui seni pertunjukan, khususnya tari. Gurindam Dua Belas tidak hanya merupakan warisan budaya, tetapi juga sumber nilai yang relevan bagi kehidupan modern. Dengan seni pertunjukan sebagai medium, penelitian ini bertujuan menghidupkan kembali pesan moral dan etika yang terdapat dalam teks. Analisis awal mengungkapkan nilai-nilai etis yang terkandung, dan selanjutnya, penelitian ini mengeksplorasi adaptasi teks ke dalam seni pertunjukan melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan elemen visual untuk menyampaikan makna secara lebih mendalam.Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas makna nilai hidup manusia pada Gurindam Dua Belas dalam Seni Pertunjukan karya tari Seri Petua.  Metode penelitian yang digunakan kualitatif, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan penerapan teori hermeneutika. Hasil penelitian menyoroti makna Gurindam Dua Belas yang termanifestasi dalam seni pertunjukan tari, diantaranya makna nilai hidup hubungan manusia dengan penciptanya, dirinya sendiri, dan orang lain. Kesimpulannya, penelitian ini berhasil mendemonstrasikan potensi pengayaan dan pemahaman yang lebih dalam terhadap Gurindam Dua Belas melalui medium seni pertunjukan tari. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi signifikan dalam dunia pendidikan, dengan menawarkan cara baru untuk mengajarkan nilai-nilai etika dan moral yang terkandung dalam karya sastra klasik kepada generasi muda, sehingga dapat lebih mudah dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Gurindam Dua Belas, makna, seni pertunjukan, tari Meaning of human life values in Gurindam Dua Belas through the dance performance Seri Petua AbstractThis study examines the potential enhancement of meaning and messages in Gurindam Dua Belas, a classical Malay literary work, through performing arts, specifically dance. Gurindam Dua Belas is not only a cultural heritage but also a source of values relevant to modern life. Using performing arts as a medium, this research aims to revive the moral and ethical messages contained in the text. An initial analysis reveals the ethical values embedded within, and subsequently, the study explores the adaptation of the text into performance art through facial expressions, body movements, and visual elements to convey meaning more deeply. The purpose of this research is to discuss the meaning of human life values in Gurindam Dua Belas within the dance performance "Karya Tari Seri Petua." The research method employed is qualitative, involving observation, interviews, and documentation, applying hermeneutic theory. The findings highlight the meaning of Gurindam Dua Belas as manifested in dance performances, including the significance of the human relationship with the Creator, oneself, and others. In conclusion, this study successfully demonstrates the potential for enrichment and a deeper understanding of Gurindam Dua Belas through the medium of dance performance. Additionally, this research provides significant contributions to the field of education by offering a new way to teach the ethical and moral values contained in classical literary works to younger generations, making them easier to understand and apply in everyday life.Keywords: Gurindam Dua Belas, meaning, performing arts, dance
Estetika gerak tari Gambyong Siji Lima di sanggar Wisanggeni kabupaten Purbalingga Oktasari, Israni; Indriyanto, R; Utina, Usrek Tari; Pebrianti, Sestri Indah
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.78505

Abstract

Tari Gambyong Siji Lima merupakan tari berkelompok yang ditarikan oleh remaja putri. Tarian ini menggambarkan gadis atau remaja putri yang sedang bersolek. Tari Gambyong Siji Lima memiliki nilai keindahan pada gerakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan estetika gerak tari Gambyong Siji Lima di Sanggar Wisanggeni Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, struktural dan etik emik. Lokasi penelitian berada di Sanggar Wisanggeni Kabupaten Purbalingga. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji  keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data dimulai dari mengenali dan mendeskripsikan, memahami hubungan antar komponen gerak, melakukan interpretasi dan melakukan evaluasi. Hasil dari penelitian ini adalah nilai-nilai keindahan yang khas dapat dilihat melalui tata hubungan antara elemen tubuh dengan sifat gerak yang muncul dari pola gerak tenaga, ruang dan waktu. Nilai keindahan gerak Tari Gambyong Siji Lima menggunakan volume gerak yang tidak terlalu besar, tempo cepat, ritme gerak yang tetap sehingga memberikan kesan yang lugas, kuat dan dinamis.
Memahami Maniamas dari tinjauan aksiologi musikal dalam ritual Nyobeng di desa Hli-buie Kalimantan Barat Putra, Zakarias Aria Widyatama; Olendo, Yudhistira Oscar
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.71508

Abstract

Peranan Maniamas dalam ritual Nyobeng perlu dikaji secara lebih mendalam akan tinjauan aksiologi musikalnya Peranan tersebut terwujud dalam simbol komunikasi, musik Maniamas sebagai suatu yang sakral dan terjaga, pola permainan musik Maniamas, dan karakteristik Maniamas dalam ritual Nyobeng. Semua peranan tersebut ditinjau dari aksiologi musikal pada musik Maniamas. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis semiotika, etnografi, dan etnomusikologi. Perwujudan komunikasi musik Maniamas ditampilkan dalam signifikansi hubungan dengan Tuhan atas ucapan syukur atas hasil ngayau (lampau) dan hasil panen (sekarang). Konteks musik Maniamas sebagai instrumen sakral ditunjukan dengan bunyi-bunyian atas Maniamas hanya boleh dimainkan ketika terjadi prosesi ritual. Pola permainan dan karaktersitik musik Maniamas sebagai pengiring ritual Nyobeng memiliki keunikan pada instrumen gutang dan sibakng.
Pengembangan kreasi garap tabuhan dan lirik seni Santi Swara sebagai bahan ajar pembelajaran seni budaya Prabawa, Anarbuka Kukuh
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.52892

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan 1) untuk menciptakan produk bahan ajar Santi Swara dalam bentuk buku modul cetak untuk pembelajaran seni budaya, 2) untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan. Metode penelitian pengembangan yang digunakan adalah Metode Research & Development (R&D) dengan desain alur rowntree models. Alur pengembangan dilakukan melalui tiga tahapan. 1) Planning, 2) Development, 3) Evaluation. Subjek percobaan kualitas modul diterapkan pada siswa kelas VIII SMPN 1 Jetis Bantul. Teknik pengumpulan data berasal dari hasil observasi, uji tes, wawancara, dokumentasi, studi literatur. Analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji MANOVA, dan validasi produk oleh ahli materi dan ahli bahan ajar. Hasil pengembangan menghasilkan kualitas modul ajar yang sangat layak. Hal tersebut didasarkan pada hasil validasi oleh ahli materi dan ahli bahan ajar dan pada hasil uji tes siswa sesuai aspek-aspek yang tertulis di dalamnya. Seperti halnya aspek tampilan, penggunaan, pemanfaatan. Sementara hasil validasi ahli materi meliputi aspek pendahuluan, isi, pembelajaran, tugas latihan evaluasi, rangkuman. Keseluruhan hasil rerata skor tiap aspek tersebut menunjukkan rerata di atas X ≥ 3,0 = Sangat Layak. Kesimpulannya berarti bahwa produk modul ajar santi swara yang dihasilkan dinyatakan sangat layak. 
Implementasi pembelajaran seni tari pada Kurikulum Merdeka di sekolah dasar Ummah, Sholihatul; Nadlir, Nadlir
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.71889

Abstract

Seni tari tidak hanya dipelajari melalui kegiatan ekstrakurikuler saja, tetapi seni tari telah menjadi suatu mata pelajaran. Hal ini akibat dari kurikulum baru, Kurikulum Merdeka. Pembelajaran seni terbagi menjadi empat pilihan dan sekolah berwenang untuk memilih satu untuk diimplementasika. SDIT Al Ibrohimi merupakan sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka dan pembelajaran seni yang dipilih adalah seni tari untuk kelas I. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran seni tari pada kurikulum merdeka di SDIT Al Ibrohimi. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif dengan mengambil data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari terlaksana dengan baik. Pembelajaran sudah sesuai dengan modul ajar yang dibuat dengan memperhatikan capaian pembelajaran. Asesmen dilaksanakan secara tertulis dan praktik.