cover
Contact Name
Dr. Nani Radiastuti
Contact Email
n_radiastuti@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
alkauniyah@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
AL KAUNIYAH
ISSN : 19783736     EISSN : 25026720     DOI : 10.15408/kauniyah
Core Subject : Science,
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi (p-ISSN: 1978-3736, e-ISSN: 2502-6720) is an Open Access Journal published by Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta, and established since 2007. Since 2016 Al-Kauniyah has established a collaboration with the Association of Lecturer in Biology and Biology Education throughout the State Islamic Higher University (PTKIN) in Indonesia. Until 2015, Al-Kauniyah covered environmental biology solely, but since 2016 the journal has been extended to cover the entire field of biological science (bioscience). By publishing biannually, on April and October, Al-Kauniyah is intended to communicate original researches and current issues on the subject of biology. Since volume 9 issue 1 April 2016, Al-Kauniyah had been changes the layout. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Manuscripts can be submitted to AL-KAUNIYAH
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Keragaman dan Kepadatan Populasi Burung di Kawasan Hijau Cibinong Science Center (CSC) LIPI, Jawa Barat Maulidya, Anggi Lelia; Dasumiati, Dasumiati; Widodo, Wahyu
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i2.19942

Abstract

AbstrakBurung merupakan satwa liar yang berperan penting dalam penyusun rantai makanan, membantu penyerbukan, mengendalikan populasi serangga hama, dan agen penyebar biji yang bermanfaat untuk meregenerasi hutan secara alami. Peran penting terhadap lingkungan yang menjadikan burung sebagai indikator kualitas lingkungan. Cibinong Science Center (CSC) LIPI merupakan kawasan yang seiring berjalannya waktu mengalami perubahan lanskap karena terdapat bangunan-bangunan baru yang menyebabkan area terbuka hijau menjadi berkurang. Hal tersebut menyebabkan satwa liar kehilangan tempat tinggal, berkembang biak, tempat bermain, dan sumber pakan salah satunya ialah burung. Penelitian ini bertujuan untuk monitoring keanekaragaman dan kepadatan populasi burung di Kawasan CSC LIPI sebagai dampak perkembangan suatu kawasan. Penelitian dilakukan pada Januari-Juli 2020 di Kawasan Hijau CSC-LIPI dengan menggunakan metode Point Count. Hasil penelitian ini tercatat sebanyak 40 spesies burung dengan kepadatan populasi tertinggi pada spesies Lonchura punctulata (7,18 ind/ha), Pycnonotus aurigaster (6,43 ind/ha), dan Collocalia linchi (2,76 ind/ha) dan kepadatan populasi terendah pada spesies Arachnothera longirostra, Artamus leucorhynchus, Eurystomus orientalis dengan nilai masing-masing sebesar 0,03 ind/ha. Pola persebaran spesies burung di Kawasan CSC-LIPI menunjukkan kategori mengelompok. Seiring berjalannya waktu, keragaman spesies maupun kepadatan populasi akan mengalami penurunan atau peningkatan sesuai dengan ketahanan adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan dan persaingan dengan organisme lain.Abstract Birds are wild animals that play an important role in building the food chain, helping pollination, controlling insect pest populations, and seed dispersal agents that are useful for natural forest regeneration. An important role in the environment that makes birds an indicator of environmental quality. Cibinong Science Center (CSC) LIPI is an area that over time experiences changes in the landscape because there are new buildings that cause the green open area to decrease. This causes wild animals to lose their homes, breeds, places to play and sources of food, one of which is birds. This study aims to monitor the diversity and density of bird populations in the LIPI CSC area as a result of the development of an area. The study was conducted in January-July 2020 in the green house of CSC-LIPI area using the Point Count method. The results of this study recorded that 40 bird species with the highest population density were Lonchura punctulata (7.18 ind/ha), Pycnonotus aurigaster (6.43 ind/ha) and Collocalia linchi (2.76 ind/ha) and the density the lowest population was Arachnothera longirostra, Artamus leucorhynchus, Eurystomus orientalis with each value of 0.03 ind/ha. The distribution pattern of bird species in the CSC-LIPI area shows clustered categories. Species diversity and population density over time will decrease or increase in accordance with the resilience of adaptation to changes in environmental conditions and competition with other organisms.Keywords:  Landscape ecology;  Population density;  Distribution patterns
Keanekaragaman, Kemerataan, dan Kekayaan Spesies Tumbuhan dari Geosite Potensial Benteng Otanaha Sebagai Rintisan Pengembangan Geopark Provinsi Gorontalo Dewi Wahyuni K Baderan; Sukirman Rahim; Melisnawati Angio; Al Ilham Bin Salim
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i2.16746

Abstract

AbstrakGorontalo mempunyai biodiversitas yang tinggi, dengan ditemukannya berbagai spesies yang bersumber dari flora dan fauna. Biodiversitas merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan Geopark di Provinsi Gorontalo. Tujuan penelitian untuk mengetahui indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, indeks kekayaan spesies tumbuhan di wilayah rintisan Geopark Benteng Otanaha. Metode jelajah dan Point Center Quadrat Metode digunakan untuk ekplorasi jenis tumbuhan. Hasil penelitian mendapatkan 35 spesies, 12 diantaranya memiliki status konservasi, beresiko rendah 9 spesies yakni Lepisanthes rubiginosa, Garuga floribunda, Cascabela thevetia, Gnetum gnemon, Bambusa sp., Eleusine indica, Pennisetum purpureum, Cactus sp., dan Lichen sp., kategori rentan (Clavaria sp.), kategori hampir terancam (Cycas sp.) dan kategori terancam punah (Euphorbia prostrata). H’ tingkat pohon (1,893), tumbuhan bawah (2,0194). H’ tingkat semai dan lichen masing-masing sebesar 1,012 dan 0,239. Indeks kemerataan pada tingkat pohon, tumbuhan bawah, dan semai memiliki nilai masing-masing sebesar 0,822, 0,674, dan 0,92, dan lichen memiliki indeks kemerataanya sebesar 0,345. Indeks kekayaan spesies tumbuhan tingkat pohon, tumbuhan bawah, seedling, dan lichen tergolong dalam kategori rendah. Informasi tentang biodiversitas tumbuhan dari Geosite potensial Benteng Otanaha menjadi data pelengkap untuk percepatan rencana pengusulan Geopark Gorontalo sebagai Geopark Nasional dan sekaligus wujud upaya konservasi agar spesies yang ada tidak mengalami kepunahan atau habis.Abstract Gorontalo has high biodiversity, with the discovery of various species of flora and fauna throughout the province. Biodiversity is one of the important pillars in the development of Geoparks in the province. The present study aimed to determine the indices of diversity, evenness, and richness in the pilot area of Otanaha Fort Geopark. An exploration method and Point Center Quadrat Method (PCQM) for exploring plant species were employed. The results showed 35 species, of which 12 had conservation status, consisting of 9 low-risk species (Lepisanthes rubiginosa, Garuga floribunda, Cascabela thevetia, Gnetum gnemon, Bambusa sp., Eleusine indica, Pennisetum purpureum, Cactus sp., and Lichen sp.), vulnerable (Clavaria sp.), almost threatened (Cycas sp.) and endangered (Euphorbia prostrata). The diversity index H' of tree, understorey, seedling, and lichen levels was 1.893, 2.0194, 1.012, and 0.239, respectively, while the evenness index was 0.822, 0.674, 0.92, and 0.345, respectively. The richness index of tree species, understorey, seedling, and lichen were in the low category. Information on plant biodiversity from the potential geosite of Otanaha Fortress is complementary data to accelerate the plan to propose the Gorontalo Geopark as a National Geopark and a form of conservation efforts for the existing species.
Komunitas Burung di Beberapa Situ Kota Tangerang Selatan, Banten Rumblat, Walid; Bagas, Abdul; Irfanullah, Feby; Winarsih, Ai
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i2.15580

Abstract

AbstrakMutu dan fungsi beberapa situ di Tangerang Selatan telah menurun akibat terjadinya pemanfaatan dan alih fungsi lahan, sehingga mengancam keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna. Kajian mengenai komunitas burung dan peranannya sebagai bioindikator di beberapa situ diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan situ dalam mendukung kehidupan burung. Data jenis burung dikumpulkan dengan metode look and see. Data jenis burung yang diperoleh dari Situ Gintung, Situ Sasak, Situ Bungur, dan Situ Pamulang di Tangerang Selatan dianalisis kelimpahan dan dihitung indeks kesamaan jenisnya. Untuk melihat kualitas lingkungan situ, data jenis burung ditabulasikan dan dianalisis menggunakan indeks komunitas burung. Kekayaan jenis tertinggi ditemukan di Situ Gintung (24 famili, 30 genus, dan 38 jenis). Terdapat 16 jenis burung yang memiliki frekuensi perjumpaan tertinggi di ketiga situ (100%). Situ Bungur dan Situ Sasak memiliki kesamaan jenis tertinggi dengan nilai 0,519. Situ Gintung memiliki nilai indeks komunitas burung paling tinggi dengan nilai 70,2 dan termasuk kategori kualitas lingkungan baik, sedangkan Situ Sasak termasuk kategori menengah dan Situ Bungur termasuk kategori rendah. AbstractThe quality and function of several lake in South Tangerang has decreased due to the use and converted of land functions that threaten the biodiversity of both flora and fauna in the region. A study of the bird community and its role as a bio-indicator in some cases is needed to provide an overview of the situability in supporting bird life. Data obtained by direct observation using look ang see method. Data on bird species obtained from Gintung lake, Sasak lake, Bungur lake and Pamulang lake in South Tangerang were analyzed for abundance and similarity index calculated for their species. Bird species data were tabulated and analyzed using the bird community index to see the quality of the environment. The highest type of diversity is found in Gintung lake (24 families, 30 genera, and 38 species). There are 16 species of birds that have the highest frequency of encounter in the fourth place (100%). Bungur and Pamulang lake have the highest similarity with a value of 0.78. Gintung lake has the highest bird community index value with a value of 68, Sasak lake and Bungur lake which scored 60.4 and Pamulang lake with a value of 55.2 including the middle category. 
Pemodelan Kondisi Lingkungan Sag pond Sesar Lembang, Berdasarkan Analisis Kandungan Alga, Lembang, Jawa Barat Rachman, Rizki Satria; Winantris, Winantris; Jurnaliah, Lia; Fauzielly, Lili
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i2.15420

Abstract

AbstrakAlga merupakan mikroorganisme fotosintesis yang tidak memiliki tubuh sejati dengan distribusi lingkungan yang sangat luas dan memiliki banyak fungsi, salah satunya sebagai indikator perubahan lingkungan. Wilayah Cekungan Bandung telah dilakukan penelitian dari beberapa aspek. Akan tetapi, penelitian terutama dari aspek alga yang memperlihatkan perubahan lingkungan belum dilakukan pada daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana perubahan lingkungan dari endapan sag pond bekas Danau Bandung pada wilayah Cekungan Bandung menggunakan keberagaman alga dan ukuran butir sedimen. Metode asam dilakukan untuk memisahkan alga dari endapan, serta deskripsi batuan dilakukan untuk melihat ukuran butir endapan pada lokasi penelitian. Analisis data dan pemodelan dilakukan dengan mengelompokkan alga sesuai dengan kondisi habitatnya yang terbagi menjadi kelompok Pinnularia, Euglena, Acrinastrum dan Dinobryon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penelitian mengalami empat kali perubahan lingkungan yang dibagi kedalam zona-zona dan subzona. Setiap zona tersebut diawali dengan kondisi air tercemar yang ditandai oleh peningkatan kelompok Euglena dan ukuran butir halus dari sedimen. Sedangkan pada bagian akhir, perairan memperlihatkan kondisi air normal yang ditunjukkan dengan peningkatan kelompok Pinnularia dan ukuran butir sedimen yang menjadi lebih kasar.AbstractAlgae is known as a photosynthetic microorganism that don’t have a true body with very broad distributions of the environment. Algae have a lot of functions, one of which is an indicator of environmental change. The Bandung Basin area has been researched from several aspects. However, research especially from the algae aspect that shows environmental changes, has not been carried out in this area. This research was conducted to see how the environmental changes of Lake Bandung sag pond deposits in the Bandung Basin by using algae diversity and grain size deposits. The acetolysis method is carried out to see algae content in the sediment, and rock description is carried out to see the grain size of the sediment in the study area. Furthermore, data analysis and modeling were conducted by grouping algae according to environmental conditions which are divided into Pinnularia group, Euglena group, and other groups. The result showed that the study area occurred four times in environmental changes which were divided into zones and subzones. Each zone initially had polluted water conditions characterized by an increase in Euglena groups and the fine grain size of sediment. While in the end, the waters showed normal water conditions characterized by an increase in Pinnularia group and the grain size of the sediment became coarser.
The Effect of Betel Leaf Extract on The Growth of Colletotrichum capsici in Red Chili Mashuri Masri; Hafsan Hafsan; Siska Tri Desianti; Fifi Dismayanti Indriani Nainu; Delima Engga Maretha; Lianah Lianah; Rusny Rusny
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i2.21919

Abstract

Abstrak Tanaman cabai merupakan jenis sayuran penting yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa produksi cabai mengalami penurunan yang salah satunya disebabkan oleh Colletotrichum capsici. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan C. capsici. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali pengulangan. Proses ekstraksi daun sirih dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan uji antifungi dilakukan dengan metode difusi Kirby-Bauer. Konsentrasi ekstrak daun sirih yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20%, dan kontrol negatif menggunakan dimetil sulfoksida (DMSO). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji One-Way Anova dan uji lanjut Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun sirih 20% menghasilkan zona hambat terbesar, yaitu 0,84 mm. Berdasarkan hasil pengujian disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih memiliki aktivitas antifungi dalam menekan pertumbuhan C. capsici.AbstractChili plants are important vegetables normally used by the community. However, based on the data of Badan Pusat Statistik, chili production is decreasing because of many factors, including Colletotrichum capsici pathogen. This study was aimed to determine the effect of betel leaf extract on the growth of C. capsici. This research was conducted using a completely randomized design with 3 replications. The extraction process was carried out by the maceration method with 96% ethanol solvent and the antifungal test was performed by the Kirby-Bauer diffusion method. The concentration of betel leaf extract used was 5%, 10%, 15%, 20%, and dimethyl sulfoxide (DMSO) was used as the negative control. The data obtained were analyzed statistically using the One-Way Anova test and the Least Significant Difference (LSD) posthoc test. The results of this study showed that the concentration of 20% betel leaf extract produced the largest inhibition zone of 0.84 mm. Based on the test results, it is concluded that betel leaf extract had antifungal activity in suppressing the growth of C. capsici. 
Potensi Bakteri Endofit Asal Tanaman Pisang Klutuk (Musa balbisiana Colla) Sebagai Pendukung Pertumbuhan Tanaman Triastuti Rahayu; Yekti Asih Purwestri; Siti Subandiyah; Donny Widianto
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i2.19140

Abstract

AbstrakBakteri endofit yang terdapat di tanaman pisang Klutuk dan keterkaitannya dengan sifat ketahanan tanaman pisang Klutuk pada cekaman biotik dan abiotik belum dilaporkan dalam publikasi ilmiah. Sebanyak 93 isolat bakteri endofit telah diperoleh dari pisang Klutuk, tetapi belum diketahui kemampuannya sebagai pendukung pertumbuhan tanaman (PPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter isolat-isolat bakteri endofit dari pisang Klutuk sebagai pendukung pertumbuhan tanaman. Kelompok bakteri Gram positif dan negatif ditentukan dengan metode pewarnaan Gram. Kemampuan memfiksasi nitrogen (N2), memproduksi asam indol asetat (AIA), dan antagonisme terhadap Fusarium oxysporum f. sp. cubense (Foc) diuji untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri endofit sebagai pendukung pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,10% isolat bakteri endofit dari tanaman pisang Klutuk merupakan kelompok bakteri Gram negatif dan 82,80% (77 isolat bakteri) menunjukkan karakter tunggal atau ganda sebagai PPT. Di dalam kelompok isolat tersebut, terdapat berturut-turut 60, 38, dan 20 bakteri yang mampu memfiksasi N2, menghasilkan AIA, dan antagonisme terhadap Foc. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa bakteri endofit dari pisang Klutuk didominasi oleh bakteri kelompok Gram negatif yang memiliki kemampuan sebagai pendukung pertumbuhan tanaman.Abstract The role of endophytic bacteria on the biotic and abiotic resistance of Klutuk banana plants has never been reported. A total of 93 endophytic bacterial isolates were obtained from Klutuk banana plants in a previous study, but their potency as Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) is not elucidated. This study aims to characterize those 93 endophytic bacterial isolates. Gram staining was performed to differentiate between Gram-positive and negative bacteria among the isolates. The ability to fix nitrogen (N2), produce indole acetic acid (IAA) and antagonize Fusarium oxysporum f. sp. cubense (Foc) were also examined to determine their potency as PGPB. The results showed that 87.1% of the endophytic bacterial isolates were Gram-negative bacteria and 83.87% (78 bacterial isolates) had single or multiple traits of PGPB. Among the isolates, 60, 38, and 20 bacteria were able to fix N2, produce IAA, and antagonize Foc, respectively. The results indicated that the endophytic bacteria inhabiting Klutuk banana plant are dominated by Gram-negative PGPB.
Aktivitas Harian dan Perilaku Makan Kucing Domestik Liar di Lingkungan Kantin IPB Santi Julianti; Indira Nurul Qomariah; Muhammad Al Anshari; Inas Salimah; Kanthi Arum Widayati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i2.15730

Abstract

AbstrakFeral cat merupakan kucing domestik liar yang umumnya hidup berkelompok di sekitar habitat manusia. Kucing domestik liar cenderung memanfaatkan sumber daya antropogenik dibanding mencari makan sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan serta menganalisis perilaku harian dan aktivitas pencarian makan antar kelompok kucing domestik liar di sekitar dua kantin Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Metode scan sampling digunakan untuk mengamati aktivitas harian rata-rata dengan interval waktu 10 menit, selanjutnya metode ad libitum sampling untuk melihat perilaku makan dan interaksi antara kucing dengan manusia dalam mendapatkan makanan. Perilaku harian dibagi dalam 3 kategori, yaitu afiliatif, pemeliharaan diri, dan pertemuan negatif. Berdasarkan hasil penelitian, perilaku harian kucing di kedua kantin didominasi oleh perilaku perawatan diri (76,62% dan 65,17%), diikuti oleh perilaku afiliatif (18,06% dan 29,61%) dan perilaku negatif (5,32% dan 5,22%). Tidak terdapat perbedaan signifikan antara perilaku kucing di pagi hari dan siang hari (p-value >0,05). Interaksi antara kucing dan manusia yang memiliki frekuensi tertinggi yaitu perilaku kucing mendekati manusia. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada interaksi antara kucing dan manusia di pagi hari dan siang hari (p-value> 0.05).Abstract A feral cat is a wild domestic cat that usually lives in groups around the human habitat. Wild domestic cats tend to utilize anthropogenic resources from humans rather than foraging for themselves. This study aims to compare and analyze the daily behavior and foraging activity of groups of feral cats around the canteens of the IPB University campus. Observation of the cat's daily activity behavior was conducted by the scan sampling method at 10-minute intervals. The ad libitum sampling method was conducted to observe the feeding behavior and the interaction between the cats and humans in getting food. Daily activity behavior is divided into three categories, i.e., affiliative, self-care, and negative encounters. This study showed daily activity of the cats were dominated by self-care (76,62% dan 65,17%), affiliative behavior (18,06% dan 29,61%) and negative encounters (5,32% dan 5,22%). There is no significant difference between the daily activity of the cats in the morning and daytime (p-value >0.05). The interaction between human and the cats were dominated by the behavior of the cats approaching human. There is no significant difference in interactions between humans and cats in the morning and daytime (p-value >0.05).
Variasi Struktur Anatomi Daun Beberapa Jenis Alpinia Roxb. di Malesia Eka Setiawan; Miftahudin Miftahudin; Marlina Ardiyani; Tatik Chikmawati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i2.17446

Abstract

AbstrakKetidaksesuaian sistem klasifikasi Alpinia berdasarkan ciri morfologi dengan ciri molekuler menyebabkan sistem klasifikasi pada marga ini masih bermasalah. Data tambahan dari anatomi Alpinia diperlukan untuk mendukung sistem klasifikasi pada marga ini. Sayatan paradermal adaksial dan abaksial dari daun tujuh jenis Alpinia diamati. Sampel diambil dari koleksi Kebun Raya Bogor (KRB) yang mewakili jenis A. galanga, A. mutica, A. padacanca, A. macrocrista, A. malaccensis, A. pusilla, dan A. ligulata. Sebelas ciri Alpinia diamati seperti; ukuran stomata, jumlah stomata, indeks stomata, kerapatan stomata, tipe stomata, ukuran sel tetangga, jumlah sel tetangga, bentuk sel tetangga, ukuran epidermis, jumlah epidermis, dan bentuk epidermis. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa beberapa ciri dapat digunakan untuk membedakan jenis Alpinia, seperti bentuk dan ukuran epidermis; ukuran, kerapatan dan indeks stomata; serta ukuran sel tetangga. Sementara ciri lainnya, seperti tipe stomata dan bentuk sel tetangga pada semua jenis Alpinia memiliki bentuk yang sama sehingga tidak dapat digunakan untuk membedakan jenis Alpinia.Abstract The incompatibility of Alpinia classification system based on morphological and molecular character causes classification system of this genus is still problematic. Additional data from Alpinia anatomy are needed to support the classification system in this genus. Adaxial and abaxial sides paradermal incisions of seven Alpinia species were observed. The samples were taken from the Bogor Botanical Gardens (KRB) collection representing A. galanga, A. mutica, A. padacanca, A. macrocrista, A. malaccensis, A. pusilla, and A. ligulata. Eleven Alpinia characteristics were observed; stomatal size, number of stomata, stomatal index, stomatal density, stomatal type, neighboring cells size, number of neighboring cells, neighboring cell shape, epidermal cells size, number of epidermal cells, and epidermal cells shape. The results showed that several characteristics can be used to distinguish Alpinia species, such as the shape and size of epidermal cells; the size, density and index of stomata; and the size of neighboring cells. Several other characteristics, such as the type of stomata and shape of neighboring cells in all species of Alpinia have the same shape so the characters cannot be used to distinguish Alpinia species. 
INDEX AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI VOL. 14 NO. 2 OKTOBER 2021 Index index
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i2.23064

Abstract

INDEX AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI VOL. 15 NO. 1 APRIL 2022 Index index
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 15, No 1 (2022): AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v15i1.26674

Abstract


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 18, No 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol. 16 No. 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 2 (2022): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 15, No 1 (2022): AL-KAUNIYAH: JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 2 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI Vol 13, No 1 (2020): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 2 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 12, No 1 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 11, No 1 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 2 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 10, No 1 (2017): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 2 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 9, No 1 (2016): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 2 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 8, No 1 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 2 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 7, No 1 (2014): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 2 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi Vol 6, No 1 (2013): Al-Kauniyah Jurnal Biologi More Issue