cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
Developing a Textbook of Listening Skill for English for Food and Beverage Service Subject Used for Tenth Grade Student at SMK Nusa Dua Sawan ., Luh Gede Hesti Parwati; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8672

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan buku pelajaran tentang kemampuan listening untuk pelajaran layanan makanan dan minuman, terutama untuk siswa kelas X sekolah menengah kejuruan (SMK). Tujuan penelitian ini adalah untuk melengkapi bahan materi mendengarkan untuk pelajaran layanan makanan dan minuman untuk kelas X di SMK Nusa Dua Sawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengambangan dari Gall and Borg (2003) dan Masuhara (di Tomlinson 1998) sebagai model. Ada lima prosedur dalam pengembangan produk dari Gall and Borg yaitu: 1) analisa kebutuhan, 2) merancang produk, 3) mengambangkan produk, 4) penilaian produk, 5) memperbaiki dan menulis produk akhir. Kemudian, penelitian ini menggunakan instrument untuk mengumpulkan data dengan wawancara, kuesioner, dan analisa silabus. Hasil dari penelitian menunjukkan buku pelajaran mendengarkan untuk pelajaran pelayanan makanan dan minuman diperlukan dan baik untuk siswa sekolah menengah kejuruan terutama kelas X. Kualitas buku ini dinilai oleh ahli dan buku ini sesuai untuk pelajaran pelayanan makanan dan minuman dan sesuai dengan silabus yang digunakan di sekolah. Kata Kunci : Buku Pelajaran, kemampuan mendengarkan, Layanan Makanan dan Minuman, Pengembangan Materi This research was conducted to develop a textbook of listening skill for food and beverage service subject, especially tenth grade students of vocational high school. The purposes of this research were to compile the items of listening material for the food and beverage service department and to provide a textbook for listening of the food and beverage service department at tenth grade students at SMK Nusa Dua Sawan. The method in this research is Research and Development modified by Gall and Borg (2003) and Masuhara (in Tomlinson, 1998) as model. There are five procedures in developing product by Masuhara, those were: 1) conducting need analysis, 2) designing the product, 3) developing product, 4) evaluating product, 5) revising and writing final product. Then, this research used some instruments to collect the data such as interview, questionnaire and syllabus analysis. The result of this research showed that listening textbook for food and beverage service was needed and good for student in vocational high school, especially tenth grade students. The quality of this textbook was judged by the expert and the textbook were appropriate textbook for food and beverage service students and it was appropriate with the syllabus used in the school. keyword : Textbook, Listening Skill, Tenth Grade, Food and Beverage Service, Material Development
DEVELOPING BILINGUAL STORYBOOKS AS SUPPLEMENTARY MATERIALS FOR TEACHING ENGLISH VOCABULARY FOR ELEMENTARY STUDENTS GRADE 4 AT SDN 6 BANYUNING ., Gusti Ayu Yulia Andarini; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan bilingual storybooks sebagai materi tambahan untuk mengajar kosa kata bahasa Inggris untuk kelas 4 SDN 6 Banyuning, dan (2) menganalisis kualitas dari pengembangan bilingual storybooks. Desain penelitian ini mengadaptasi dari model Dick dan Carey (2001). Prosedur yang digunakan adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran, menganalisis pembelajaran, menganalisis pelajar dan konteks, menulis tujuan kinerja, mengembangkan instrumen penilaian, mengembangkan desain produk, mengembangkan produk, melaksanakan penilaian formative dan merevisi produk. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas 4 yang berjumlah 23 orang, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar observasi, panduan wawancara, kuisioner dan rubrik. Bilingual storybooks dikembangkan berdasarkan 5 tema, sehingga, terdapat 5 buah prototype produk di akhir penelitian ini. Bilingual storybooks dikembangkan dalam format small book (A5) dengan full-text translation. Validasi dari uji ahli menentukan bahwa pengembangan bilingual storybooks sebagai kategori yang baik. Sedangkan dari penilaian pengguna, buku dikategorikan sangat baik. Analisis dari kuisioner siswa menyatakan bahwa buku mudah untuk dibaca dan memotivasi mereka untuk belajar. Sehingga, bilingual storybooks cocok digunakan sebagai materi tambahan untuk mengajar kosa kata bahasa Inggris bagi siswa kelas IV di SDN 6 Banyuning. Kata Kunci : bilingual storybooks, mengajar kosa kata, pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak This study aimed at (1) developing bilingual storybooks as supplementary materials for teaching English vocabulary for Grade 4 SDN 6 Banyuning, and (2) analyze the quality of bilingual storybooks developed. This research was R & D (research and development) which adapted from Dick and Carey model (2001). The procedures used namely, identifying instructional goals, conducting instructional analysis, analyzing learner and context, writing performance objective, developing assessment instrument, developing design product, developing the product, conducting formative evaluation and revise the product. The subject of this research was 23 students comprising 14 males and 9 females. The data of this research were obtained by using observation sheet, interview guide, questionnaire and rubric. There were 5 prototype products which were developed based on 5 themes in the end of this research. Bilingual storybooks were developed in the form of small book (A5) and presented with full-text translation. Expert judge’s validation found that developed bilingual storybooks were in a good category. Meanwhile, from the user judges, the books were categorized into very good category. The analysis of students questionnaire reveals that the books were easy to read and motivating to learn. Thus, the bilingual storybooks were proper to be used as supplementary materials for teaching vocabulary for fourth Grade students at SDN 6 Banyuning. keyword : bilingual storybooks, teaching vocabulary, teaching English for young learners
AN ANALYSIS OF USING VIDEO ON TEACHING SPEAKING IN EFL CLASSROOM OF THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMA N 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Gede Tegar Kriswinardi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.84 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama adalah untuk menyelidiki keuntungan penggunaan video dalam mengajar berbicara Bahasa Inggris pada kelas EFL di kelas XI SMA N 4 Singaraja. Kedua adalah untuk mengetahui kerugian dalam penggunaan video dalam mengajar berbicara Bahasa Inggris pada kelas EFL di kelas XI SMA N 4 Singaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Penelitian ini menggunakan lembar observasi dan lembar kuisioner yang diberikan ke siswa sebagai instrument penelitian. Subjek yang dipilih dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 1 di SMA N 4 Singaraja dengan jumlah 30 siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa salah satu keuntungan adalah 1) Video dapat mewakili situasi komunikatif yang nyata bagi siswa; 2) Video membantu siswa untuk mempelajari budaya baru berdasarkan apa yang mereka lihat dalam video; 3) Video membantu siswa melihat beberapa gerakan dalam video; 4) Video dapat memperkuat proses pembelajaran; 5) Video dapat menghibur siswa dalam proses pembelajaran; 6) Informasi dapat disajikan secara bersamaan pada saat yang bersamaan; 7) Video menyajikan suara dan juga gerakan saat ditampilkan oleh guru; 8) Video memungkinkan siswa untuk belajar materi secara mandiri; 9) Video dapat menampilkan fenomena yang sulit dilihat dalam istilah nyata; 10) Menggunakan media video dalam pembelajaran, dapat mengembangkan hasil belajar siswa; 11) Para siswa lebih suka belajar bahasa Inggris dengan menggunakan video daripada belajar bahasa Inggris hanya dengan mengajar dari guru; dan 12) Dengan menggunakan video, ini dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Sedangkan kerugian yang ditemukan adalah 1) Video akan berfungsi jika kualitas videonya bagus; 2) Peralatan dibutuhkan dan juga disiapkan sebelum menggunakan video untuk menghemat waktu; 3) Video tidak akan membantu siswa jika bahasa yang digunakan dalam video sulit dimengerti; 4) Para siswa tidak dapat memahami materi dalam video jika konten dalam video tidak sesuai dengan materi. Hasil Ini menunjukkan bahwa terdapat keuntungan dan kerugian dalam proses penggunaan video sebagai media pembelajaran. Kata Kunci : video, berbicara Bahasa Inggris, EFL This study has two purposes. The first was to investigate the advantages of using video in teaching English speaking in EFL classes in grade XI SMA N 4 Singaraja. The second was to find out the disadvantages in using video in teaching English speaking in EFL class in grade XI SMA N 4 Singaraja. The research design was a Mixed Method Design. This study used observation sheet and questionnaire given to the students as the research instruments. The subjects were the students of class XI MIA 1 in SMA N 4 Singaraja with the number of 30 students. The result revealed that the advantages were 1) Video represents a real communicative situation to the students; 2) Video helps the students to learn a new culture based on what they see in the video; 3) Video helps the students to see some gestures in the video; 4) Video strengthens the learning process; 5) Video entertains the students in learning process; 6) The information in the video is presented simultaneously at the same time; 7) Video serves voices and also the movements while it is displayed by the teacher; 8) Video lets the students to learn a material independently; 9) Video displays a phenomenon that is difficult to see in real terms; 10) Using video media in learning, it increases students’ speaking achievement; 11) The students prefer learning English by using video rather than learning English by only lecturing from the teacher; and 12) By using video, it increases students’ motivation in learning. While the disadvantages were 1) Video will work if the quality of the video is good; 2) The equipment is needed and also well-prepared before using video; 3) Video will not help the students if the language used in the video is difficult to understand; and 4) The students cannot understand the material in the video if the content in the video does not match with the material. These results indicate that there are advantages and disadvantages in the process of using video as a media of learning.keyword : video, English Speaking, EFL
THE ANALYSIS OF AFFIXATION IN BALINESE TIYINGTALI DIALECT: DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL MORPHEME ., Ni Putu Anggie Orchidiani; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.071 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14959

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran pada dialek Tiyingtali BTD) yang termasuk derivasi dan infleksi. Dua narasumber dari BTD dipilih berdasarkan ruang lingkup: keluarga, kekerabatan, dan tetangga. Data dikumpulkan berdasarkan dua teknik, yaitu: observasi dan wawancara. Beberapa instrument yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu: peneliti sendiri, Daftar kosakata swadesh and nothofer daftar kata. Ada tiga proses dalam menganalisa data, yaitu: data reduction, data display and drawing conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan pada BTD. Awalan itu adalah: {mә-}and {n-} dan ada tiga jenis akhiran yang ditemukan dalam dialek Tiyingtali . Akhiran itu adalah : {­ᴧŋ}, {­mә}, and {­nә}. Selain itu, ada dua awalan yang mengalami derivasi yaitu {mә-} and {n-} dan ada dua macam akhiran ditemukan pada dialek Tiyingtali yang diklasifikasikan sebagai akhiran derivatif. Akhiran itu adalah : {­ᴧŋ} and {­In}. Sementara itu, awalan yang mengalami infleksi adalah {n-} dan akhiran yang mengalami infleksi adalah {­ᴧŋ}{­In}{­nә}Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksional, Tiyingtali Dialek (TD) This descriptive qualitative research aimed at describing the prefixes and suffixes in Balinese Tiyingtali Dialect which belong to derivational and inflectional morphemes. Two informants sample of BTD were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on two techniques, namely: observation and interview (listening and noting). The results of the study showed that there were six types of prefix found in Tiyingtali dialect. Those prefixes are: {mә-} and {n-}. Also there were three types of suffixes found existing in Tiyingtali dialect. Those suffixes are: {-ᴧŋ}, {-In}, and {-nә}. Moreover, there are two prefixes belong to derivational prefix, they are: {mә-} and {n-}. There were two kinds of suffixes found in TD that classified as derivational suffix. They are: {-ᴧŋ} and {-In}. Meanwhile, inflectional prefixes are {n-} and inflectional suffixes are {ᴧŋ-}, {In-}, {nә-}.keyword : derivational morpheme, inflectional morpheme, Tiyingtali Dialect (TD)
THE EFFECT OF PREDICT-LOCATE-ADD-NOTE (PLAN) STRATEGY ON READING COMPETENCY OF EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ade Ari Gianika; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah terdapat pengaruh yang berarti dari strategi predict- locate-add-note (PLAN) terhadap kompetensi membaca siswa kelas delapan di SMP Negeri 3 Singaraja pada tahun akademik 2015/2016. Teknik Sampling yang di gunakan pada penelitian ini adalah Random Sampling dan model penelitiannya adalah Post Only Control Group Design. Dua kelas yaitu kelas VIII F dan kelas VIII E dipilih sebagai Samples pada penelitian ini. Kelas VIIIF di pilih sebagai The experimental Group dan kelas VIII E di pilih sebagai The control Group. Tiap kelas terdiri dari jumlah siswa yang berbeda, kelas VIII F terdiri dari 33 siswa sedangkan kelas VIII E terdiri dari 34 siswa. Data pada kompetensi membaca didapat dengan menggunakan tes kompetensi membaca. Data yang diperoleh kemudian dianalisi dengan menggunakan t-test. Hasil dari Descriptive Analysis menunjukkan nilai rata-rata untuk kelompok yang menggunakan srategi PLAN sebesar 80,06, sedangkan kelompok yang menggunakn strategi Teacher-centered sebesar 64,61. Hasil dari t-test menunjukkan t-observed (to) sebesar 8,354 yang menunjukkan lebih besar daripada t-critical value (tcv), 1,507. Ini berarti Alternative Hypothesis yang dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang berarti terhadap pemahaman membaca siswa kelas delapan antara dua kelompok diterima, yang mana, itu dapat dilihat dari nilai rata-rata kedua kelompok tersebut, pemahaman membaca siswa yang diajar menggunakan strategi PLAN lebih baik daripada pemahaman membaca siswa yang diajar menggunakan strategi Teacher-Centered. Kata Kunci : Kompetensi membaca, Strategi PLAN, Teacher-Centered Approach. This study was aimed to investigate whether or not there was a significant effect of predict-locate-add-note (PLAN) strategy on the students’ reading competency of the eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja in academic year 2015/2016. The sampling technique used in this study was Random Sampling and the research design was Post Test Only Control Group Design. Two classes, VIII F and VIII E were selected as the samples of this study. Class VIII F was selected as the experimental group and class VIII E was selected as the control group. Each class consisted of different number of students; VIII F consisted of 33 students, while VIII E consisted of 34 students. Data on reading competency were gathered by using a reading competency test. The obtained data were then analyzed by using t-test. Result of descriptive analysis showed that the mean score for the group using PLAN Strategy was 80,06, while the group using Teacher-Centered was 64,61. The result of t-test showed that t-observed (to) was 8,354, which was higher than the t-critical value (tcv), 1,507. This meant that Alternative Hypothesis which was stated that there was significant difference of the eighth grade students’ reading comprehension between the two groups was accepted, this means that reading comprehension taught by using PLAN Strategy was better than the students’ reading comprehension taught by Teacher-Centered Approach.keyword : Reading Competency, PLAN Strategy, Teacher-Centered Approach
THE EFFECT OF ICT-BASED INTERACTIVE GAME ON STUDENTS’ ENGLISH ACHIEVEMENT OF THE FOURTH GRADE OF PRIMARY SCHOOL CLUSTER 5 IN SUKASADA DISTRICT ., I Gde Panji Naraswara; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas empat sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment yang mengimplementasikan desain penelitian ¬post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas empat sekolah dasar di kluster V kecamatan Sukasada. Penelitian ini menggunakan cluster random sampling untuk menentukan sampel pada penelitian ini. Hasil dari melaksanakan teknik tersebut yakni sample pada penelitian ini adalah 24 siswa kelas empat SD Negeri 2 Panji dan 24 siswa kelas empat SD Negeri 4 Panji. Independent sample t-test dilaksanakan guna memastikan kesetaraan dari dua gup tersebut. Maka dari itu, SD Negeri 2 Panji ditentukan sebagai grup eksperiment dan SD Negeri 4 Panji sebagai grup control. Perlakuan diberikan pada kedua grup yang mana grup eksperimen dibelajarkan menggunakan permainan interaktif berbasis ICT. Sedangkan grup control dibelajarkan dengan menggunakan media conventional. Pada akhir dari perlakuan, post-test dilaksanakan kepada kedua grup. Hasil dari post-test dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan mengaplikasikan independent sample t-test. Sesuai dengan hasil dari statistik deskriptif, hal tersebut membuktikan bahwa siswa yang berada dalam grup eksperimen mampu meraih pencapaian yang lebih baik daripada siswa yang berada dalam grup control. Selain itu, hasil dari statistik inferensial memperlihatkan bahwa berdasarkan hasil dari t-test yang mana tobs lebih besar daripada tcv. Hal ini berarti bahwa penggunaan permainan interaktif berbasis ICT mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas empat sekolah dasar pada kluster 5 di kecamatan Sukasada, kabupaten Buleleng pada tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : prestasi bahasa Inggris, permainan interaktif berbasis ICT, pebelajar anak-anak This research purposed to investigate whether or not there was a significant effect on the use of ICT-based interactive game on students’ English achievement of the fourth grade of primary school. This was quasi-experimental research implemented post-test only control group design. The population of this research was all the fourth grade of primary school in cluster 5 in Sukasada district. This research administered cluster random sampling to determine the sample of this research. As the result of administering cluster random sampling, the sample of this study was 24 students of fourth grade students in SD Negeri 2 Panji and 24 students of fourth grade in SD Negeri 4 Panji. The independent sample t-test as part of the preliminary research administered to examine the equality of both groups. Therefore, SD Negeri 2 Panji became the experimental group and SD Negeri 4 Panji as the control group. The treatment was given to both group in which the experimental group treated by using ICT-based interactive game. Meanwhile, the control group was treated by using conventional teaching media. At the end of the treatment, the post-test was administered to both groups. The result of the post-test was analyzed using descriptive and inferential statistics by applying independent sample t-test. Based on the result of the descriptive analysis, the result revealed that the students in experimental group could gain better achievement than the students in control group. Moreover, the result of inferential analysis shows that the result of the independent sample t-test which tobs was higher than tcv. It means that the use of ICT-based interactive game contributes significant effect to students’ English achievement of fourth grade of primary school cluster 5 in Sukasada district, Buleleng regency in academic year 2016/2017.keyword : English achievement, ICT-based interactive game, young learners
THE EFFECT OF EXPERIENTIAL LEARNING MODEL TOWARD STUDENTS’ WRITING COMPETENCE AT THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Ida Ayu Md Friska Setiawati; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.968 KB)

Abstract

Abstrak Penelitiani ni bertujuan untuk mengetahu iadanya pengaruh signifikan terhadap kompetensi menulis siswa antara siswa yang diajar dengan menerapkan experiential learning dan mereka yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan kelompok posttest sebagai metode penelitian. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja pada tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan cluster random sampling untuk mengetahui sampel. Terdapat 27 siswa XI MIA 5 sebagai kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan experiential learning dan 26 siswa XI MIA 6 sebagai kelompok kontrol yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistic deskriptif dan inferensial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen mencapai hasil yang lebih baik dar siswa dalam kelompok kontrol. Temuan tersebut diyakinkan oleh hasil kelompok eksperimen yaitu 87,52, sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 81,23. Selanjutnya, hasi lanalisis statistic inferensial juga membuktikan pernyataan di atas, yang hasil tob adalah 4,107 dan nilai tcv adalah 1,6579. Ini menunjukkan bahwa nilai tob lebih tinggi dari pada tcv. Karena hasil tob lebih tinggi dari pada tcv, sehingga hipotesisnya diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi menulis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja yang diajar dengan menerapkan experiential learning. Kata Kunci : Kata Kunci: experiential learning, kompetensi menulis. Abstract This study aims to investigate whether or not there is a significant effect of students’ writing competence between students who were taught by implementing experiential learning and those who were taught by using conventional learning. This was an experimental research with posttest only group design as the research method. The population of this study wasthe eleventh-grade students of SMA N 1 Singaraja in academic year 2017/2018. This research administered cluster randomsampling to determine the sample. There were 27 students of XI MIA 5 assigned as the experimental group who were taught by using experiential learning and 26 students of XI MIA 6 were treated as the control group who were taught by using conventional learning. The derived data were analyzed by using descriptive as well as inferential statistics analysis. The result of the data analysis showed that students in experimental group achieved better result than students in control group. The findings were convinced by the result of descriptive statistics analysis which showed the mean score of experimental group was 87.52, meanwhile the mean score of control group was 81.23. Furthermore, the result of the inferential statistics analysis also proven statement above, which the result of tob was 4.107 and the value of tcv was 1.6579. It showed that the value of tobwas higherthanthetcv. Since the tob was higherthanthetcv, the hypothesis is accepted. It can be concluded that there was significanteffectof students’writingcompetenceoftheeleventh-gradestudents of SMA N 1 Singaraja who were taught by using experiential learning. keyword : Key words: experiential leaning, writing competence.
THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF SIDETAPA DIALECT: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ., Made Sukradana w; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah fonem dari Dialek Sidetapa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang memiliki karakteristik sinkronik. Tiga domain dipilih berdasarkan kriteria yaitu keluarga, persahabatan, dan dilingkungan sekitar. Data dikumpulkan berdasarkan pada percakapan alami yang direkam secara langsung. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa SD memiliki 35, yaitu: enam vokal: /ʌ/, /i/,/u/,/e/,/o/ and /ǝ/, enam diftong; /ʌʊ/, /iʌ/, /uʌ/, /iɔ/,/iu/, and /ʌi/, sembilan belas konsonan; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/,/y/, 4 gugus konsonan; /br/, /pr/, /bl/ and /ŋl/ dan tiga proses fonologi, yaitu asimilasi pemungutan, netralisasi dan variasi bebas. Tidak semua fonem memiliki distribusi yang lengkap (awal, posisi tengah dan akhir)Kata Kunci : sidetapa, sistem fonologi, studi deskriptif kualitatif This study aimed at describing the number of phonemes of Sidetapa Dialect (SD). This study used descriptive qualitative approach which has synchronic characteristic. Three domains were chosen based on a set of criteria, namely: Family, Friendship, and Neighborhood. The data was collected based on natural speech which was recorded spontaneously. The data that has been collected was analyzed descriptively. The result of the study shows that SD has 35 phonemes, namely: /ʌ/, /i/,/u/,/e/,/o/ and /ǝ/, 6 vowels; 6 diphthongs; /ʌʊ/, /iʌ/, /uʌ/, /iɔ/, /iu/, and /ʌi/, 19 consonants; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/,/y/, 4 consonant Clusters; /br/, /pr/, /bl/ and /ŋl/ and 3 phonological processes, namely: regressive assimilation, neutralisation and free variation. Not all of those phonemes have complete distributions (initial, middle, and final position)keyword : descriptive qualitative study, phonological system, sidetapa dialect
AN ANALYSIS OF JARGON USED BY RECEPTIONISTS IN FRONT OFFICE AT VILLA SEMANA RESORT AND SPA UBUD ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan bentuk-bentuk linguistik, makna, dan fungsi jargon yang digunakan oleh resepsionis di kantor depan di Villa Semana Resort and Spa Ubud. Jargon yang digunakan oleh resepsionis dianalisis masing-masing dengan menggunakan teori Allan & Burridge (2006) yang didukung oleh teori Yule's (2006), dan teori Chaer & Agustina (2010). Penelitian ini dilakukan dengan metode qulitatif. Jargon kantor depan diselidiki dalam bentuk lisan dan tulisan mereka. Subjek penelitian ini adalah resepsionis di departemen front office di Villa Semana Resort and Spa Ubud. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Studi ini menemukan bahwa 186 jenis jargon digunakan oleh resepsionis di kantor depan. Ditemukan bahwa jargon dalam bentuk frase kata benda dengan jumlah total 60 item (32,3%), kata benda 40 item (21,6%), singkatan 29 item (15,6%), kata kerja 13 item (7%), pinjaman 12 item (6,5%), afiksasi 8 item (4,3%), kata sifat 6 item (3.2%), kliping 4 item (2,2%), akronim 3 item (1,6%), koin 3 item (1,6%), frase preposisi 3 item (1,6%), konversi 2 item (1%), frase kata 2 item (1%), dan pencampuran 1 item (0,5%). Arti dari 186 jargon diidentifikasi dengan menyelidiki makna teknis. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa ada dua fungsi jargon. Pertama, menyediakan bahasa spesialis teknis untuk membuat komunikasi lebih efisien. Kedua, hal itu mendorong solidaritas kelompok. Kata Kunci : jargon, resepsionis, departemen front office, vila semana resort dan spa ubud This study aimed at identifying and describing the linguistic forms, the meanings, and the functions of jargons used by receptionists in front office department at Villa Semana Resort and Spa Ubud. The jargons used by the receptionists were analyzed respectively using Allan & Burridge’s (2006) theory which is supported by Yule’s (2006) theory, and Chaer & Agustina’s (2010) theory. This study was conducted in qulitative method. The front office jargons were investigated in their spoken and written forms. The subjects of this study were receptionists of the front office department at Villa Semana Resort and Spa Ubud. The methods of data collection were observation, interview, and documentation. This study found that 186 types of jargon were used by receptionists in front office department. It was found that the jargons were in the form of noun phrase with the total number of 60 items (32.3%), noun 40 items (21.6%), abbreviation 29 items (15.6%), verb 13 items (7%), borrowing 12 items (6.5%), affixation 8 items (4.3%), adjective 6 items (3.2%), clipping 4 items (2.2%), acronym 3 items (1.6%), coinage 3 items (1.6%), preposition phrase 3 items (1.6%), conversion 2 items (1%), verb phrase 2 items (1%), and blending 1 item (0.5%). The meanings of 186 jargons were identified by investigating technical meaning. Besides, this study found that there were two functions of the jargons. First, it provides a technical specialist language to make communication more efficient. Second , it encourages group solidarity.keyword : jargon, receptionist, front office department, villa semana resort and spa ubud
THE PHONOLOGICAL SYTEM OF BALINESE LANGUAGE OF KUTUH DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Komang Evayanti; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.871 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15052

Abstract

Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kualitatif yang menggambarkan sistem fonologi Kutuh dialek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah fonem dan distribusinya. Penelitian ini hanya berfokus pada fonem segmental dalam Kutuh Dialek. Ada tiga informan yang dipilih berdasarkan satu set kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan tiga daftar kosakata, yaitu: Swadesh, Nothofer, dan Holle. Tiga teknik digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu observasi, rekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kutuh dialek memiliki 50 fonem dan tidak semua fonem memiliki distribusi lengkap (awal, tengah, posisi akhir). Fonem dapat diklasifikasikan menjadi: enam vokal; ʌ /, / i /, u /, / e /, / o /, / ə /, sebelas diftong; / ʌi /, / iʌ /, / ʌu /, / uʌ /, /uə /, / ʌə /, / ʌɛ /, / ʌɔ /, / ui /, / iu /, / iə /, lima geminate vokal; / ʌʌ /, / ʊʊ /, / ɔɔ /, / ɪɪ /, / əə /, sembilan belas konsonan; / p /, / b /, / t /, / m /, / d /, / g /, / h /, / c /, / r /, / s /, / n /, / y /, / j /, / w /, / ʔ /, / k /, / l /, / ŋ /, / ñ /, dan sembilan konsonan cluster; / kr /, / pr /, / br /, bl /, / kl /, / tl /, / ml /, / sl / dan / pl /.Kata Kunci : kualitatif, fonem, sistem fonologis, dialek This study was designed in form of descriptive qualitative that described Kutuh Balinese phonological system. This study aimed at describing the number of phonemes and their distributions. This study focused only on the segmental phonemes in Kutuh Dialect (KD). There were three informants chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three word lists, namely: Swadesh’, Nothofer’s, and Holle’s. Three techniques were used to collect the data, namely observation, recording, and interview technique (listening and note-taking). As the result of this study, it shows that Kutuh Dialect has 50 phonemes and not all of phonemes have complete distribution(initial, middle, final position). The phonemes could be classified into: six vowels; ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ə/, eleven diphthongs; /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /uə/, /ʌə/, /ʌɛ/, /ʌɔ/, /ui/, /iu/,/iə/, five geminate vowels; /ʌʌ/, /ʊʊ/, /ɔɔ/, /ɪɪ/, /əə/, nineteen consonants; /p/,/b/, /t/, /m/, /d/, /g/, /h/, /c/, /r/, /s/, /n/ ,/y/, /j/, /w/, /ʔ/, /k/, /l/, /ŋ/, /ñ/, and nine consonant clusters; /kr/, /pr/, /br/, /bl/, /kl/, /tl/, /ml/, /sl/ and /pl/. keyword : qualitative, phoneme, phonological system, dialect

Page 38 of 188 | Total Record : 1873