cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
DEVELOPING A STANDARD ENGLISH LANGUAGE FINAL ACHIEVEMENT TEST INSTRUMENT FOR TENTH GRADE STUDENTS IN BANGLI AND BULELENG REGENCY IN 2014/2015 ACADEMIC YEAR BASED ON CURRICULUM 2013 ., Ni Luh Devi Wimayanti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yang didasari oleh model penelitian dan pengembangan yang digagas oleh Borg dan Gall (2003). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah tes akhir prestasi belajar siswa kelas 10 dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, terutama dalam pemahaman membaca, yang standar berdasarkan kurikulum 2013. Subyek dari penelitian ini ialah para siswa di kelas XI MIA 1 di SMA Negeri 2 Singaraja di Kabupaten Buleleng dan para siswa di kelas XI MIA 2 di SMA Negeri 1 Bangli di Kabupaten Bangli. Obyek dari penelitian ini adalah 100 soal yang berbentuk soal pilihan ganda yang diteskan kepada para siswa di kedua sekolah tersebut. Adapun langkah-langkah yang diterapkan dalam pengembangan tes ini yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal sebelum diteskan kepada siswa, (5) perbaikan dari produk awal, (6) uji coba dengan melibatkan siswa, (7) perbaikan dari produk awal menjadi produk akhir. Soal-soal diteskan di dua kelas tersebut dan hasil dari tes dianalisa dengan mempergunakan program Anates versi 4.0 mengenai validitas soal, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, homogenitas, dan daya pengecoh dari pilihan jawaban soal. Hasil dari penelitian ini berupa buku bank soal yang mana dari 100 soal terdapat 64 soal yang dikategorikan sebagai soal yang valid dan standar di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Penelitian dan Pengembangan (R&D), pemahaman membaca, tes standar, validasi This research is a research and development (R&D) following the R&D model proposed by Borg and Gall (2003). This research aimed at developing a Standard English Language final achievement test, specifically about the reading comprehension, for tenth grade students based on curriculum 2013. The subject of this study were the students of Class XI MIA 1 in SMA Negeri 2 Singaraja in Buleleng Regency and the students in Class XI MIA 2 in SMA Negeri 1 Bangli in Bangli Regency. The object of the study were 100 test items in form of multiple-choice test that were tested to the students in the two schools. The steps taken to develop the test were (1) research and information collection, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) Preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing, and (7) operational product revision. The test items were tried-out in the two classes and the results were analyzed by using Anates 4.0 version application in term of validity, reliability, index of discrimination, index of faculty, homogeneity and the quality of distractor. The result of the study was the final product of test in form of bank question book where from 100 items, there were 64 items considered as valid and standard in both Bangli and Buleleng Regencies. keyword : R&D, reading comprehension, standard test, validation
The Comparison of Culture Shock between Dutch and Danish Tourists during Their Staying in Singaraja ., I Gusti Bagus Widi Darmadi; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.101 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13389

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan gegar budaya yang dialami turis Belanda dan turis Denmark selama tinggal di Singaraja. Penelitian ini menganalisis gegar budaya terkait dengan komunikasi lisan dan tidak lisan. Data dianalisis berdasarkan teori dari Pederson (1995). Penelitian ini mengacu pada peneilitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga turis Belanda dan tiga turis Denmark. Peneliti mengumpulkan data dengan teknik wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam komunikasi lisan, ada lima persamaan gegar budaya dialami turis Belanda dan Denmark yaitu menyapa, perkenalan, pertanyaan pribadi, merekomendasikan, dan membuat janji. Dalam komunikasi tidak langsung yaitu tersenyum, kontak mata, interaksi sentuhan, jarak, bersendawa, dan gerak-gerik kepala. Perbedaan keduanya adalah turis Belanda mengalami enam gegar budaya, diantaranya mengingatkan, berterima kasih, menawarkan, meminta maaf, mengundang, dan bersiul. Sementara turis Denmark mengalami lima gegar budaya dalam menyarankan, menghakimi, melarang, menolak, dan memotong pembicaraan. Dalam komunikasi tidak lisan, turis Belanda mengalami lima gegar budaya, diantaranya dengan dua tangan menyapa, menggeretakkan jari tangan, tersenyum, makan dengan tangan, dan mengedipkan mata. Sedangkan, turis Denmark mengalami tujuh gegar budaya, yaitu melambai, penguatan, bersalaman, mencangkupkan tangan, memeluk, dan penggunaan tangan kiri kanan. Untuk mengatasi gegar budaya, mereka menayakan informasi kepada pemandu atau orang local, meniru, dan menyesuaikan diri sesuai aturan yang ada di Bali. Masalah dari turis Belanda dan Denmark adalah meniru budaya baru. Kata Kunci : gegar budaya, komunikasi lisan, komunikasi tidak lisan This descriptive qualitative study aimed at analyzing the comparison of culture shock experienced by Dutch and Danish tourists during staying in Singaraja. This study analyzed the culture shock which is related to verbal and non-verbal communications. The data were analyzed based on Pederson’s theory (1995). The subjects of this study were three Dutch and Danish tourists. The data were collected based on semi structure and unstructured interview. The result of this study shows that in verbal communication, there are five similarities of culture shock experienced by Dutch and Danish tourists, namely: greeting, introducing, asking personally, recommending, and making appointment. In non-verbal communication, there are five similarities of culture shock phenomena, namely: smiling, eye contact, touch interaction, space, belch, and head movement. However, Dutch tourists experienced six culture shock, namely: reminding, thanking, offering, apologizing, inviting, and whistling, while Danish tourists experienced five culture shock, namely: suggesting, judging, prohibiting, refusing, and interrupting. In non-verbal communication, Dutch tourists experienced five culture shock, namely: two hands greeting, snapping fingers, smiling, use hand in eating, and winking. Danish tourists experienced seven culture shock, namely: waving hands, thumb reinforcement, smiling, shaking hand, covering hands, hugging, and the right and left hand. To overcome the culture shock phenomena, they conducted something as follows: asking information to their tour guide or local people, imitating the local people’s habits, and organizing themselves based on the rule in Bali. Dutch and Danish tourists’ problems were in copying the communications of new culture. keyword : Culture shock, differences, similarities.
AN ANALYSIS OF CODE SWITCHING USED IN ADVERTISEMENT AT GUNTUR RADIO SINGARAJA ., Iffatul Muslimah; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penggunaan alih kode pada pengiklanan yang terdapat di radio Guntur Singaraja dan (2) mengetahui fungsi yang mendasari terjadinya alih kode yang terdapat di radio Guntur Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah pemasang iklan yang ada di radio Guntur Singarja. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan perekam suara, lembar transkrip, dan lembar observasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang diikuti beberapa prosedur berdasarkan model dari Miles dan Huberman (1994), yaitu: penurunan data, menampilkan data, menggambarkan kesimpulan dan memverifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ungkapan dari pemasang iklan menghasilkan 9 (11.69%) intra-word switching sebagai alih kode yang paling sedikit digunakan. Yang paling banyak digunakan ditunjukkan dari intra-sentential switching yang menunjukkan 54 (70.13%) penggunaan alih kode dan inter-sentential switching sebanyak 14 (18.18%) dari 77 alih kode. Fungsi dari allih kode yang sering digunakan pada pengiklanan di radio Guntur Singraja adalah kutipan, panggilan spesifikasi, dan kata seru.Kata Kunci : Alih kode, Pengiklanan, Radio This research aimed to (1) know the used of code switching in advertisements which were announced in Guntur Radio Singaraja, and (2) know the functions underlying the occurrence of code switching which exist in Guntur radio in Singaraja. The subject of this study was the advertiser of Guntur Radio Singaraja. The data of this research were obtained by using observation sheet, tape recorder, and transcription sheet. This research was a descriptive qualitative study which followed several procedures based on Miles and Huberman (1994) model, namely: data reduction, data display, drawing conclusion and verification. The result of this research showed that the utterance of advertiser produced 9 (11.69 %) was intra-word switching as the less dominant switching. The most dominant was from intra-sentential switching that was 54(70.13%) and inter-sentential switching was 14 (18.18%) from 77 switching. The functions of code switching which were often used in the advertisement announced at Guntur Radio Singaraja were quotation, addressee specification, and interjection.keyword : Advertisement, Code Switching, Radio
An Analysis of Balinese Swear Words Used in Sawan Village, Buleleng Regency ., I Gede Soni Restiadi; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa kasar di Desa Sawan, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kwalitatif, yang dimana dilaksanakan dengan cara mengobservasi, merekam suara, and mewawancarai narasumber. Narasumber yang digunakan adalah 10 masyarakat Desa Sawan, Buleleng Regency. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bahasa kasar yang digunakan di Desa Sawan, Kabupaten Buleleng mempunyai bentuk, referensi, dan fungsi masing-masing. Ada tiga bentuk dari bahasa kasar: (1) bentuk kata yang dimana dibagi menjadi dua bagian: monomofemik (contoh: pirate ‘ancestor’) dan polymorfemik (contoh: matan ‘eyes’). (2) bentuk frasa yang dimana dibagi menjadi tiga bagian: frasa kata benda (contoh: jeleme cicing ‘human dog’), frasa kata sifat (contoh: jaruh gati ‘very wicked), frasa kata sifat (contoh: mekatukan gen ‘always having sex’). (3) bentuk klausa (contoh: naskleng iba ‘you are bastard’). Referensi dari bahasa kasar dibagi berdasarkan (a) agama, (b) bagian tubuh, (c) kotoran badan, (d) binatang, (e) aktivitas, (f) latar belakang pribadi, (g) keadaan jiwa, (h) makhluk halus, (i) kekerabatan. Berdasarkan fungsinya: (a) untuk menarik perhatian, (b) untuk mengurangi rasa susah, (c) untuk memprovokasi, (d) untuk membuat identitas perorangan, (e) integratif, (f) agresif, (g) pemungutan, (h) perhatian Kata Kunci : bentuk, fungsi, referensi, bahasa kasar This study aimed at analyzing swear words used in Sawan Village, Buleleng Regency. This study used a descriptive qualitative research, which was conducted by observing, audio recording, and interviewing the informants. The informants were 10 people from Sawan Village, Buleleng Regency. The results of the study showed that the swear words used in Sawan Village, Buleleng Regency have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words which are divided into two types: monomorphemic (i.e. pirate ‘ancestor’) and polymorphemic (i.e. matan ‘eyes’). (2) in the form of phrases which are divided into three types: noun phrases (i.e. jeleme cicing ‘human dog’), adjective phrases (i.e. jaruh gati ‘very wicked), and verb phrases (i.e. mekatukan gen ‘always having sex’). (3) in the form of clauses (i.e. naskleng iba ‘you are bastard’). The references of swear words are related to (a) religion, (b) body function, (c) excrement, (d) animal terms, (e) activity (f) personal background, (g) mental illness, (h) devils, and (i) kinship. The function of swear words are (a) to draw attention, (b) to provide catharsis, (c) to provoke, (d) to create interpersonal identity, (e) integrative, (f) aggressive, (g) regressive, and (h) emphasis.keyword : forms, functions, references, swear words
AN ANALYSIS OF INSTRUCTIONAL MEDIA USED BY THE ENGLISH TEACHER IN RELATION TO STUDENTS’ LEARNING INTEREST AND MOTIVATION IN SMP LABORATORIUM UNDIKSHA ., Ida Bagus Made Ari Dwitya Senjaya; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.262 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15069

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam kaitannya dengan minat dan motivasi siswa, dan masalah yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam menggunakan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif (Sandelowski, 2000) dan data dikumpulkan dengan observasi, kuesioner, dan wawancara untuk mendapatkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris menggunakan enam jenis media pembelajaran, seperti (1) Slides power point, (2) Real Object, (3) Motion Picture (Video), (4) Menggambar, (5) Peta, dan (6) Internet. Penggunaan media pembelajaran memiliki hubungan dengan respon siswa pada minat dan motivasi belajar mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa persentase minat siswa adalah positif (78, 5%) dan motivasi siswa positif (85, 6%) untuk belajar menggunakan media pembelajaran. Ada masalah umum yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam menggunakan media pembelajaran yaitu pemeliharaan alat yang digunakan untuk membantu guru bahasa Inggris untuk menunjukkan media pembelajaran.Kata Kunci : Media pembelaran, minat, motivasi. This study intends to investigate the types of instructional media used by the English teacher in relation to the students’ interest and motivation, and the problems encountered by the English teacher in using instructional media. This study used descriptive qualitative design (Sandelowski, 2000) and the data were collected from observations, a questionnaire, and an interview to obtain the data. The result of this study showed that the English teacher used six types of instructional media, such as (1) Slides of power point, (2) Real Object, (3) Motion Picture (Video), (4) Drawing, (5) Map, and (6) Internet. The used of instructional media had a relation to the students’ responses on their learning interest and motivation. The result showed that the percentage of the students’ interest was positive (78.5%) and the students’ motivation was positive (85.6%) to study using instructional media. There was a general problem encountered by the English teacher in using instructional media that is the maintenance of the tool that is used to help the English teacher to show the instructional media.keyword : Instructional media, interest, motivation.
The Effect of Adapted Monopoly Board Game on the English Learning Achievement of the Sixth Grade Students of Primary School in Banjar Sub-District, Buleleng Regency in 2015/2016 Academic Year ., Kadek Yoga Pramartha; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8227

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi signifikansi efek penggunaan permainan papan monopoli teradaptasi pada hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas 6 sekolah dasar di Kecamatan Banjar pada tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan desain post-test only control group. Populasi dari penelitian ini terdiri dari 179 siswa kelas 6 di Kecamatan Banjar. Teknik cluster random sampling digunakan dalam penelitian ini dalam pengambilan sampel. Kelompok siswa kelas 6 SD N 1 Banjar terpilih sebagai kelompok kontrol, sedangkan kelompok siswa kelas 6 SD N 9 Banjar terpilih sebagai kelompok eksperimental dengan jumlah sampel total sebanyak 62 siswa. Data yang terkumpul dianalisa menggunakan analisa statistikal deskriptif dan inferensial. Hasil analisa menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimental (89,01) lebih besar daripada skor rata-rata kelompok kontrol (82,78). Hasil uji hipotesis dengan menggunakan independent t-test menunjukkan bahwa tobserved (2,725) lebih besar daripada tcritical value (2,000) pada tingkat signifikansi 0.05 (α=0.05). Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor kelompok eksperimental dan kelompok kontrol. Maka, dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan papan monopoli teradaptasi memberikan efek yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas 6 di Kecamatan Banjar.Kata Kunci : permainan papan monopoli teradaptasi, hasil belajar Bahasa Inggris, sekolah dasar The goal of this research was to investigate the significance of the effect of adapted monopoly board game on the English learning achievement of the sixth grade students of primary school in Banjar Sub-District in 2015/2016 academic year. This research was an experimental research utilizing post-test only control group design. The population of this research consisted of 179 sixth grade students in Banjar Sub-District. Cluster random sampling technique was used in selecting the samples of this research. The sixth grade class of SD N 1 Banjar was selected as the control group meanwhile the sixth grade class of SD N 9 Banjar was selected as the experimental group with the total number of samples as many as 62 students. The obtained data were analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis. The results of the analysis showed that the mean score of the experimental group (89.01) was higher than the mean score of the control group (82.78). The result of the hypothesis testing using independent t-test showed that tobserved (2.725) was higher than the tcritical value (2.000) at the level of significance 0.05 (α=0.05). It indicated that there was significant difference between the score of the experimental group and the control group. Thus, it can be concluded that the implementation of adapted monopoly board game gave significant effect on the English learning achievement of the sixth grade students in Banjar Sub-District.keyword : adapted monopoly board game, English learning achievement, primary school
An Analysis of Communication Strategies Used in the Ngidih Procession of Wedding Ceremony in Galungan Village: A Sociolinguistic Study ., Gusti Komang Dewi Tirtayani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis strategi komunikasi yang digunakan oleh Prajuru (kepala desa, kepala desa adat, dan delegasi pengantin pria) di prosesi Ngidih pada upacara pernikahan di desa Galungan, (2) mendeskripsikan bentuk strategi komunikasi yang digunakan oleh Prajuru, (3) menjelaskan motif dari Prajuru dalam menerapkan strategi komunikasi selama prosesi Ngidih dalam upacara pernikahan di desa Galungan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dimana data tersebut dijelaskan secara deskriptif. Subjek penelitian ini adalah tiga orang yang terlibat dalam prosesi Ngidih dalam upacara pernikahan di desa Galungan. Ditemukan bahwa ada lima macam strategi komunikasi yang digunakan oleh prajuru, yaitu, turn taking behavior, fillers, questioning, repetition, and paralinguistic behavior. Ada lima puluh sembilan bentuk strategi komunikasi yang ditemukan di tiga prosesi Ngidih dari upacara pernikahan di desa Galungan. Motif mereka dari penggunaan strategi komunikasi adalah untuk menekankan makna, untuk menghindari kesalahpahaman, dan untuk membuat komunikasi berjalan lancar.Kata Kunci : komunikasi, strategi komunikasi, pernikahan This research aimed at (1) describing the kinds of communication strategies used by the Prajuru (the head of the village, the head culture and tradition of the village, and the groom’s delegation) in Ngidih procession of wedding ceremony in Galungan village, (2) describing the forms of communication strategies used by the Prajuru, (3) describing the motives of the Prajuru in applying the communication strategies during Ngidih procession of wedding ceremony in Galungan village. This study was a qualitative study in which the data was described descriptively. The subject of this study was three people who were involved in Ngidih procession of wedding ceremony in Galungan village. It was found that there are five kinds of communication strategies used by the Prajuru, namely, turn taking behavior, fillers, questioning, repetition, and paralinguistic behavior. There are fifty nine forms of communication strategies found in the three Ngidih procession of wedding ceremony in Galungan village. Their motives of the use of communication strategies are to emphasize the meaning, to avoid misunderstanding, to make the communication run smoothly.keyword : communication, communication strategy, wedding
INVESTIGATING LEARNING MATERIALS AND STRATEGIES FOR TEACHING LISTENING FOR THE SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMPN 2 SAWAN ., Ni Komang Dina Kristina Dewi; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.204 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bahan ajar dan strategi pengajaran untuk mendengarkan siswa kelas tujuh SMPN 2 Sawan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk menyelidiki materi pembelajaran dan strategi untuk siswa kelas tujuh. Data dikumpulkan dengan mengamati, mewawancarai guru bahasa Inggris, dan dokumentasi untuk mengambil foto materi pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajar mendengarkan dan aktivitas siswa selama kelas berlangsung. Pada akhir pendataan, ditemukan bahwa (1) ada 3 jenis materi pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk pengajaran mendengarkan di SMPN 2 Sawan, yaitu gambar, buku, dan lembar kerja. (2) Ada beberapa strategi yang diterapkan pada bagian pendengaran yang digunakan oleh guru, yaitu: pengelompokan, pengaplikasian gambar, pengulangan, penerjemahan, pencatatan, peringkasan, perhatian, aking pertanyaan dan kerja sama dengan orang lain.Kata Kunci : Bahan Belajar, Strategi Mendengarkan This study aimed at investigating learning materials and strategies for teaching listening for the seventh-grade students at SMPN 2 Sawan. The present study used descriptive qualitative research design to investigate the learning materials and strategies for the seventh-grade students. The data were collected by observing, interviewing the English teacher, and documentation for taking photos of learning material used by the teacher in teaching listening and the activity of the students during the class. By the end of data collection, it is found that (1) there are 3 kinds of learning material used by the teacher for teaching listening at SMPN 2 Sawan, namely picture, book, and worksheet. (2) There are several strategies that implemented in listening part used by the teacher, namely: grouping, applying image, repeating, translating, note-taking, summarizing, paying attention, aking question and cooperating with others.keyword : Learning Material, Strategies for Teaching Listening
DEVELOPING LANGUAGE LEARNING SONGS AS A STRATEGY FOR TEACHING ENGLISH TO THE SECOND SEMESTER OF 7TH GRADE STUDENTS IN SINGARAJA ., Ni Wayan Devi Astuti; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8745

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk (1) mengembangkan lagu pembelajaran bahasa yang dapat digunakan untuk mengajar bahasa Inggris dengan tema yang berbeda pada siswa kelas 2 SMP semester kedua (2) mengukur kualitas lagu-lagu pembelajaran bahasa sebagai strategi mengajar inggris untuk semester kedua dari siswa kelas tujuh. Model penelitian yang digunakan dalam prosedur penelitian ini ialah model penelitian pengembangan oleh Peffers (Pada Junipisa, 2012). Data yang diperoleh dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen penelitian seperti; lembar observasi, panduan wawancara dan rubtik penilaian untuk para ahli. Data telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikannya secara rinci dan data dari kualitas produk dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dari kedua ahli. Asilnya menunjukan bahwa lagu pembelajaran bahasa yang dikembangkan dikategorikan sebagai produk unggulan.Kata Kunci : Lagu Pembelajaran Bahasa, Strategi Pembelajaran, Buku Pedoman This research is a research and development study which aimed at (1) developing suitable language learning songs that can be used for teaching English with different themes for the second semester of 7th grade students and (2) measuring the quality of language learning songs as a strategy for teaching English to the second semester of 7th grade students. The model of research and development by Peffers (in Junipisa, 2012) was employed as the present research procedures. The data were collected by using several research instruments, such as observation sheets, interview guide, and rubric of expert judgment. The data obtained were analyzed qualitatively by describing them in detail and the data of product’s quality were analyzed quantitatively by calculating the mean score from each expert. The result shows that the developed language learning songs were categorized as excellent.keyword : Language Learning Song, Teaching Strategy, Manual Book
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF LEGEND FOR YOUNG LEARNERS ., Luh Gede Puspayanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8750

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan sebuah buku cerita bergambar berbasis budaya lokal untuk pelajar anak-anak. Budaya lokal yang dimaksudkan mengacu pada kesusastraan Bali dalam bentuk legenda yang berjudul “Asal Mula Selat Bali” Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono (2014). Data dalam penelitian ini diperoleh dari (1) wawancara, (2) pengamatan, dan (3) kajian pustaka. Kemudian, data tersebut dianalisa secara descriptif dalam bentuk narasi untuk produk yang dikembangkan dan validasi isi menggunakan rumus Gregory. Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh peneliti, produk ini sesuai untuk siswa sekolah dasar karena produk dikembangkan dengan mempertimbangkan kriteria dari buku cerita bergambar yang baik dan karakteristik dari pelajar anak-anak. Hasil validasi isi dari produk yang dikembangkan adalah 1.00 dengan kriteria sangat tinggi. Kemudian, kualitas dari produk diukur menggunakan skala Likert dengan hasil 4.75 yang dikatagorikan sangat baik. Validasi isi dan qualitas produk dinilai oleh ahli uji. Maka, produk dari penelitian ini direkomendasikan untuk pelajar anak-anak sebagai materi bacaan untuk kesenangan.Kata Kunci : legenda, budaya lokal, buku cerita bergambar This study focused on developing a local culture-based picture storybook for young learners. The local culture referred is Balinese literature in the form of legend entitled “The Legend of Bali Strait”. This study was conducted by using a Research and Development (R&D) model proposed by Sugiyono (2014). The data were obtained by (1) interview, (2) observation, and (3) literature review and were analyzed descriptively for the product developed and content validity using Gregory formula. Based on the analysis done by the researcher, the product is suitable for young learners since it is developed by considering the criteria of good picture storybook and the characteristics of young learners. The result of content validity of the product is 1.00 with very high criteria. Then, the quality of the product is measured by using Likert Scale with the result is 4.75 and categorized as excellent. Both content validity and quality of the product were judged by expert judges. Therefore, the product of this study is recommended for young learners as reading for pleasure material.keyword : legend, local culture, picture storybook

Page 48 of 188 | Total Record : 1873