cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS USED BY ENGLISH TEACHERS IN CLASSROOM TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMA NEGERI 2 BANJAR ., Ida Ayu Novia Ari Swandewi; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.823 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menyelidiki jenis tindak tutur yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 2 Banjar. 2) Mengidentifikasi sebagian besar tindakan wicara yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 2 Banjar 3) menemukan fungsi pedagogis dari tindakan berbicara yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Ada dua guru sebagai subyek penelitian ini. Data dikumpulkan berdasarkan instrumen seperti observasi penelitian, panduan wawancara, kamera video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Ada empat jenis tindak tutur yang ditemukan selama proses belajar mengajar. 2) Tindakan berbicara yang paling sering digunakan oleh guru adalah tindakan ucapan direktif yang terjadi saat para guru mencoba memberikan pertanyaan, meminta sesuatu, memberi perintah, menyela, mengundang, melarang, memberi saran dan mengingatkan. Jenis tindak tutur ini menyumbangkan sekitar 130 ujaran dengan presentase sekitar 62%. 3) Fungsi pedagogis yang disajikan oleh tindak tutur dibagi menjadi empat mode. Itu adalah arahan sebagai fungsi kontrol, commissives sebagai fungsi organisasi dan representatif dan ekspresif sebagai fungsi evaluatif dan fungsi motivasional. Kata Kunci : Kata Kunci: Tindak Tutur, ucapan guru This study aimed at 1) investigating kind of speech acts used by English teachers in teaching and learning process at SMA Negeri 2 Banjar. 2) Identifying the most speech act used by English teachers in teaching and learning process at SMA Negeri 2 Banjar 3) discovering the pedagogical functions of the speech act used by English teachers. This research was a descriptive study by using qualitative approach. There were two teachers as subjects for this research. The data were collected based on the instruments such as research observation sheet, interview guide, video camera. The results of the study show that, 1) there are four kinds of speech act which are found during the teaching and learning process. 2) The most frequent speech act used by the teachers is directive speech act that occurred when the teachers tried to give questions, request something, give command, interrupt, invite, prohibit, motivate give suggestion and remind. This kind of speech act presented utterances about 133 utterances with the percentage about 62%. 3) the pedagogical function served by speech act divided into four modes. Those are directives as a control function, commissives as organizational function and representative and expressive as evaluative function and motivational function. keyword : Key Words: Speech act, teachers’ utterances.
THE CORRELATION BETWEEN SELF-REGULATED LEARNING STRATEGIES AND THE 10TH GRADE STUDENT’S ENGLISH ACHIEVEMENT AT SMA NEGERI 2 BANJAR ., Kadek Andi Arta Dinata; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui korelasi antara strategi belajar regulasi diri dan prestasi belajar bahasa Inggris kelas 10 di SMA Negeri 2 Banjar, dan strategi regulasi diri yang paling sering digunakan oleh siswa kelas 10 di SMA Negeri 2 Banjar. Penelitian ini menggunakan desain ex-post facto dengan studi korelasi yang melibatkan 152 siswa sebagai sampel penelitian. Data dalam studi ini didapatkan melalui penyebaran kuisioner dan pengoleksian daftar nilai bahasa Inggris siswa. Hasil penelitian menunjukkan:1) terdapat korelasi yang signifikan antara strategi belajar regulasi diri dengan prestasi belajar bahasa Inggris siswa di SMA Negeri 2 Banjar, dan 2) strategi regulasi diri dalam belajar secara berpasangan merupakan strategi belajar regulari diri yang paling sering digunakan oleh siswa. Kata Kunci : Strategi Belajar Regulasi Diri, Prestasi Belajar Bahasa Inggris This study aimed at finding out the correlation between self-regulated learning strategies and the 10th grade student’s English achievement at SMA Negeri 2 Banjar and the most frequent self-regulated learning strategies used by the 10th grade students at SMA Negeri 2 Banjar. The design of this research was an ex-post facto research using correlational study involving 152 students as the population sample. The data of the study were obtained through questionnaire and record keeping document related with the student’s English achievement. The result of the study shows that: 1) there is a significant correlation between self-regulated learning strategies and 10th grade student’s English achievement at SMA Negeri 2 Banjar, and 2) the most frequent self-regulated learning strategies used by the 10th grade students at SMA Negeri 2 Banjar is peer learning strategies. keyword : Self-regulated Learning Strategies, English Achievement
DEVELOPING A LOCAL CULTURE BASED PICTURE BOOK AS A MEDIA TO TEACH ENGLISH FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 2 PAKET AGUNG ., Gde Arys Bayu Rewa; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan picture book berbasis budaya lokal sebagai media dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung, dan (2) mengetahui kualitas dari picture book berbasis budaya lokal yang dikembangkan. Subjek dari penelitian ini adalah 40 siswa kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung. Data dalam penelitian ini diperoleh dari lembar observasi, panduan wawancara, kuesioner, ceklis, rubrik, dan catatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti prosedur pengembangan berdasarkan model pengembangan Sugiyono yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Sehingga, pada akhir penelitian dihasilkan sebuah prototipe dari picture book berbasis budaya lokal. Picture book terdiri dari 15 halaman dan berdasar pada budaya lokal di dalam ceritanya. Berdasarkan kualitas media, media dikategorikan sebagai media yang bagus. Sehingga, media picture book berbasis budaya lokal ini cocok digunakan sebagai media dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung. Kata Kunci : budaya lokal, picture book, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak This research aimed at (1) developing a local culture based picture book as a media to teach English for the fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung, and (2) finding out the quality of local culture based picture book developed. The subject of this research was forty students of fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung. The data of this research were obtained by using observation sheets, interview guide, questionnaire, checklist, rubric, and notes. This research was R & D (research and development) which followed several procedures based on Sugiyono’s model namely identifying potency and problem, collecting data, designing product, validating design product, revising design product, trying-out product, and revising product. Thus, there was a prototype product of a local culture based picture book at the end of this research. The picture book consisted of fifteen pages and is based on local culture in its story. For the quality, the media was as good media. Thus, it was proper to be used as a media to teach English for the fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung. keyword : Local culture, picture book, teaching English for young learners
THE EFFECT OF DIARY WRITING METHOD ON STUDENTS' WRITING COMPETENCY IN RECOUNT TEXT ON THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 MANGGIS IN THE ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Ni Wayan Erarani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan dari penerapan metode menulis diari terhadap kompetensi menulis teks recount siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Manggis tahun ajaran 2017/2018.. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan posttest-only control group design. Sample penelitian ini adalah 36 orang siswa kelas VIII G yang digunakan sebagai kelompok kontrol dan 36 orang siswa kelas VIII F yang digunakan sebagai kelompok eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tulis. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 76.05, sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 68.13. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai dari thitung lebih besar dari nilai ttabel (4.895 > 1.994). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari metode menulis diari terhadap kompetensi menulis teks recount siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Manggis tahun ajaran 2017/2018. Kata Kunci : metode menulis diari, kompetensi menulis This research was aimed to investigate whether there was a significant effect of diary writing method on students’ writing competency in recount text on the eighth grade students of SMP Negeri 3 Manggis. The present study was an experimental research which used posttest-only control group design. The samples of this study were class VIII F and VIII G, where class VIII F consisted of 36 students as the experimental group and VIII G consisted of 36 students as the control group. The instrument used for collecting data in this study was writing test. The data were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis. The result of the study showed that the mean score of the experimental group was 76.05, while the mean score of the control group was 68.13. The result of the hypothesis testing showed that the value of t – observed (tobs ) was higher than the value of t – critical value (tcv) (4.895 > 1.994). Based on the result, it can be concluded that there was a significant effect of diary writing method on students’ writing competency in recount text on the eighth grade students of SMP Negeri 3 Manggis in the academic year 2017/2018. keyword : diary writing method, writing competency
APOLOGY ACTS AMONG EFL STUDENTS AT SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BATURITI ., PUTU NITA YULIANI; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.32 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menguji bentuk-bentuk dari tindak lokusi dan perlokusi permintaan maaf dan menginvestigasi strategi-strategi tindak lokusi dan perlokusi permintaan maaf yang digunakan oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Baturiti. Penelitian in merupakan penelitian deskriptif qualitatif yang mana data dikumpulkan berupa kalimat. Subjek dari penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas sebelas di SMA Negeri 1 Baturiti. Data dikumpulkan pengamatan. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan teori dari Nordquist (2018) tentang bentuk (struktur kalimat dan tipe kalimat), teori dari Cohen & Olshtain’s (1983) tentang strategi tindak lokusi (permintaan maaf langsung dan tidak langsung) dan teori dari Holmes (1995) tentang strategy merespon permintaan maaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk tindak lokusi permintaan maaf siswa yang paling sering digunakan adalah kalimat sederhana dan kalimat positif, sedangkan tindak perlokusi permintaan maaf yang yang paling sering digunakan oleh siswa adalah kalimat sederhana dan kalimat positif. Dalam strategi tindak lokusi permintaan maaf, siswa paling sering menggunakan permintaan maaf secara langsung. Sedangkan, dalam strategi tindak perlokusi, siswa paling sering mengunakan menerima dan memberi jawaban ambigu. Namun tidak ada satupun siswa yang menggunakan penolakan dalam merespon permintaan maaf. Kata Kunci : bentuk, permintaan maaf, strategi, tindak lokusi dan perlokusi This study aimed to 1) examine the locutionary and perlocutionary acts forms of apology and 2) investigated the locutionary and perlocutionary acts strategies of apology used by the students of Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Baturiti. This study was descriptive qualitative research which data were collected in the form of sentences. The subject of this research was 30 in eleventh grade students of SMA Negeri 1 Baturiti. The data were collected by observing. The data was analyzed by using Nordquists (2018) theory about form (sentence structure and sentence type), Cohen & Olshtain’s (1983) theory about locutionary acts strategy (direct and indirect apoloy) and Holmes’ (1995) theory about responding strategy. The finding shows that students’ locutionary acts forms of apology were frequently using simple and positive sentences, meanwhile the perlocutionary acts forms of apology were also frequently using simple and positive sentences. In addition, the most frequently used strategy by the students was direct apology in locutionary acts. Meanwhile, the most frequently used strategy by students was accept and evade in perlocutionary acts. However there was no one of the students used reject in responding an apology. keyword : apology, form, locutionary and perlocutionary acts, strategy
AN ANALYSIS OF CODE SWITCHING AS COMMUNICATION STRATEGY USED BY STUDENT TEACHERS IN TEACHING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE AT SMP N 2 SAWAN IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ida Ayu Made Dwi Srawasti; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe dari alih kode bahasa, fungsi dari alih kode bahasa, dan alasan menggunakan alih kode bahasa yang digunakan oleh guru PPL sebagai strategi komunikasi dalam mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing di SMP N 2 Sawan pada tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah guru PPL Bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah perekam suara, perekam video, lembar observasi, dan panduan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga tipe dari alih kode bahasa yang digunakan oleh guru PPL. Ketiga tipe tersebut adalah inter-sentential alih kode bahasa sebagai alih kode bahasa yang paling sering digunakan oleh guru PPL Bahasa Inggris, yang kedua adalah intra-sentential alih kode bahasa, dan yang selanjutnya adalah interpersonal alih kode bahasa. Fungsi dari alih kode bahasa yang digunakan oleh guru PPL Bahasa Inggris adalah pengaturan giliran, menekankan informasi tertentu, meminta informasi lebih lanjut, menarik perhatian, leksikalisasi, meminta klarifikasi, membuat klarifikasi, permainan sosiolinguistik, memberikan instruksi, memberikan penjelasan yang lebih jelas, memberikan kesempatan, mengkonfirmasi jawaban siswa, dan memberi perintah. Selanjutnya, alasan menggunakan alih kode bahasa yang digunakan oleh guru PPL Bahasa Inggris adalah membicarakan suatu topik, menegaskan sesuatu, menyisipkan, pengulangan yang digunakan untuk klarifikasi, maksud untuk menjelaskan isi pembicaraan kepada pendengar, meningkatkan motivasi belajar siswa, membantu siswa untuk menangkap informasi lebih mudah, menciptakan atmosfir belajar yang menyenangkan, membantu guru untuk memberikan penjelasan yang jelas, dan membantu guru untuk menarik perhatian siswa. Kata Kunci : alih kode bahasa, guru mahasiswa, strategi komunikasi, Bahasa Inggris sebagai bahasa asing This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons for using code switching by English student teachers as communication strategy in teaching English as a foreign language at SMP N 2 Sawan in academic year 2016/2017. This study used qualitative research design. The subject of this study is English student teachers. The instruments used in this study are tape recorder, video recorder, observation sheet, and interview guide. The result of this study shows that there are three types of code switching used by English student teachers. Those types are inter-sentential code switching as the most dominant types used by English student teachers, the second was intra-sentential code switching and then followed by interpersonal code switching. The functions of code switching used by English students teachers were regulating turn taking, emphasizing certain information, asking further information, gaining the attention, lexicalization, asking for clarification, making clarification, sociolinguistics play, giving instruction, giving clearer explanation, giving chance, confirming students answer, confirming students’ understanding, and giving command. Furthermore, the reasons of code switching used by English student teachers were talking about particular topic, being emphatic about something, interjection, repetition used for clarification, intention to clarify the speech content for the interlocutor, increasing students’ motivation in learning English, helping students to catch the information easily, creating fun learning atmosphere, helping the teachers in giving clear explanation, and helping the teachers in attracting students’ attention. keyword : code switching, student teachers, communication strategy, English as a foreign language
A Descriptive Analysis of Slang Words Used in "Step Up: All In" Movie ., Luh Nik Sudiyanti; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.834 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13585

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berusaha menemukan jenis-jenis slang dan mengamati fungsi-fungsi slang yang digunakan dalam film "Step Up: All In". Teori dari Allan dan Burridge (2006) tentang jeni-jenis slang dan teori dari Hymes tentang etnografi berbicara digunakan sebagai pedoman. Sehubungan dengan tujuan pertama, ada empat jenis-jenis slang yang ditemukan dalam film ini, yaitu fresh and creative, flippant, imitative, dan clipping. Penggunaan imitative mendominasi jenis slang yang digunakan pada film ini, dikarenakan pembicara tidak memerlukan pengetahuan tertentu dan dapat membuat slang jenis ini dengan mudah dengan meniru kata-kata yang sudah ada dan menyederhanakannya. Merujuk pada tujuan kedua, ada enam fungsi-fungsi slang yang ditemukan dalam film ini, yaitu to address, to form intimate atmosphere, to initiate relax conversation, to show impression, to show intimacy, dan to humiliate. Adapun, fungsi yang memiliki frekuensi paling tinggi adalah to address dan to initiate relax conversation. Dalam situasi informal, orang cederung menggunakan kata-kata slang untuk menciptakan suasana yang lebih santai dimana percakapan mereka dapat berjalan dengan lancar. Tujuan dari menggunakan kedua fungsi ini adalah untuk menjaga hubungan dekat mereka. Sebagai hasil, kedua fungsi ini dominan digunakan oleh karakter dalam film ini. Kata Kunci : deskriptif analisis, kata-kata slang, film This research is a descriptive qualitative research which attempts to find out slang types and observe slang functions used in “Step Up: All In” movie. The theory from Allan and Burridge (2006) about slang types and the theory from Hymes (1989) about ethnography of speaking were used as guidelines. Regarding to the first objective, there are four types of slang found in this movie, such as fresh and creative, flippant, imitative, and clipping. The occurrence of imitative dominates the slang type used in this movie, since the speakers do not require certain knowledge and can make this slang type easily by imitating the existing words and simplifying them. Referring to the second objective, there are six functions of slang discovered in this movie, such as to address, to form intimate atmosphere, to initiate relax conversation, to show impression, to show intimacy, and to humiliate. Therefore, the functions which have high frequency are to address and to initiate relax conversation. In informal situation, people tend to use certain kinds of addresses in addressing their close friends and use slang words since they want to create relax condition in which their conversation can run smoothly. The purpose of using these two functions is to maintain their close relationship. As a result these two functions are dominantly used by the characters in this movie.keyword : descriptive analysis, slang words, movie
THE JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS’ PEDAGOGICAL COMPETENCE AT DAWAN DISTRICT, KLUNGKUNG REGENCY ., I Komang Adi Wiguna; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9261

Abstract

Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru - guru bahasa inggris didalam merencanakan, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah guru – guru bahasa inggris di SMP N 1 Dawan dan SMP N 3 Dawan. Data dikumpulkan dengan menggunakan lima instrumen, yaitu perekam, rubrik penilaian, penilai, kuesioner,dan pedoman wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan rubrik penilaian diisi oleh penilai. Data disajikan secara deskriptif. Hasil data analisis menunjukan bahwa kompetensi dua guru bahasa inggris didalam merencanakan pembelajaran dikategorikan sangat baik dan tiga guru dikategorikan baik. Dua guru perlu belajar bagaimana cara mendesain penilaian pembelajaran yang dimana dalam teknik, prosedur, instrumen, masih belum jelas. Akan tetapi, di dalam melakasanakan pembelajaran, dua guru dikategorikan sangat baik, satu guru dikategorikan baik dan dua guru dikategorikan sedang. Dua guru masih memiliki masalah, mereka merasa sulit untuk memilih pendekatan/ strategi yang sesuai dan memiliki sedikit pengetahuan tentang pemanfaatan sumber dan media pembelajaran. Mereka perlu melakukan refleksi disetiap akhir pembelajaran untuk mengetahui kesalahan mereka dan mereka akan memperbaiki dipertemuan selanjutnya. Sedangkan, di dalam mengevaluasi hasil pembelajaran, dua guru dikategorikan sangat baik dan tiga guru dikategorikan baik. Kata Kunci : Mengevaluasi hasil pembelajaran, Merencanakan pembelajaran, melakasanakan pembelajaran, Kompetensi pedagogik. This evaluative study aimed to analyze English teachers’ pedagogical competence in terms of planning, implementing the lesson and evaluating the learning outcomes. The subjects of this study were English teachers at SMP N 1 Dawan and SMP N 3 Dawan. The data were collected by using five instruments, namely recorder, evaluation rubric, evaluator, questionnaires and interview guide. The data gathered were analyzed by using evaluation rubric that was filled by the evaluator. The data were presented descriptively. The results of data analysis showed that the competence in planning the lesson, two teachers are categorized as very good, and three teachers are categorized as good. Two teachers need to learn how to design learning evaluation in since the technique, procedure and instrument are not clear. However, in terms of implementing the lesson, two teachers are categorized as very good, one teacher is categorized as good and two other teachers are categorized as average. Two teachers still have problems, they feel difficult to choose appropriate approach /learning strategies and have little knowledge about utilization of resource / instructional media. They need to conduct reflection in every end of the lesson to know their mistakes and they will improve it for next meeting. Meanwhile, in term of evaluating the learning outcomes, two teachers are categorized as very good and three teachers are categorized as good. keyword : Evaluating the learning outcomes, Implementing the lesson, Planning the lesson, Pedagogical Competence.
AN ANALYSIS OF PREFIXES AND SUFFIXES IN BUNUTAN DIALECT OF BALINESE: A Descriptive Study ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9644

Abstract

Abstrak Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asal usul kata dan perubahan kata awalan dan akhiran dialek bahasa Bali Bunutan. Teknik yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini, terdapat tiga narasumber yang dipilih. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat tiga jenis awalan yang ditemukan di dialek Bunutan, yaitu {ma-}, {me-}, and {N-}, dan terdapat tiga akhiran: {-ang}, {-in}, and, {-nye} yang ditemukan di dialek bahasa Bali Bunutan. Awalan dan akhiran di dialek bahasa Bali Bunutan yang termasuk awalan asal usul kata {ma-}, {me-}, and {N-}, dan akhiran suffixes {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran di dialek bahasa Bali Bunutan yang termasuk perubahan kata awalan {N-} and akhiran {-ang}, {-in}, and, {-nye}. Kata Kunci : Kata-kata kunci: awalan, akhiran, asal usul kata, perubahan kata ABSTRACT This study was designed in the form of descriptive qualitative study. This study aimed at describing the derivational and inflectional prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese. The techniques used to collect the data were observation and interview. In this study, there were three informants chosen. The results of this study showed that there are three kinds of prefixes found in Bunutan Dialect, namely {ma-}, {me-}, and {n-} and there were three kinds of suffixes: {-ang}, {-in}, and, {-nye} which is found in Bunutan Dialect of Balinese. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to derivational were prefix {ma-}, {me-}, and {n-} and suffixes {-ang} and {-in}. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to inflection were prefix {n-} and suffix {-ang}, {-in}, and, {-nye}.Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to derivational were prefix {ma-}, {me-}, and {N-} and suffixes {-ang} and {-in}. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to inflection were prefix {N-} and suffix {-ang}, {-in}, and, {-nye}. keyword : Keywords: prefixes, suffixes, derivational, inflectional
Developing Local Culture Based Bilingual Storybooks as Supplementry Reading Material To Support Literacy Program In English Language Class. For 4 th Grade of Elementary Students ., Ni Luh Made Ayu Nuriyastuti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12391

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan elemen-elemen yang perlu di masukkan dalam buku cerita dwi bahasa berbasis budaya lokal berdasarkan analisis kebutuhan dan mengembangkan buku cerita dwi bahasa berbasis budaya lokal sebagai materi membaca tambahan untuk mendukung program literaci di kelas bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar kelas 4. Prosedur di penelitian ini mengikuti penelitian dan pengembangan yang di usulkan oleh Borg dan Call(2003). Analisis kebutuhan di peroleh dari interview guru, diskusi kelompok kecil, silabus analisis dan belajar literatur. Subjek dari penelitian ini adalah 21 siswa kelas 4 Sd N 2 Bungkulan. Elemen-elemen yang perlu di masukkan dalam buku cerita adalah budaya lokal, dua bahasa, gambar berwarna, tema. Berdasarkan analisis kebutuhan, ada 4 buku cerita yang di kembangkan. Hasil dari penilaian ahli dan guru terhadap disain dan isi buku cerita adalah baik. Hasil dari respon siswa adalah sangat baik, oleh karena itu buku cerita di sebarkan ke SDN 2 Bungkulan dan pantas di gunakan sebagai materi tambahan membaca untuk mendukung program literasi di kelas bahasa Inggris.Kata Kunci : Dwi bahasa, sekolah dasar, budaya lokal, literasi The aims of this study were finding the necessary elements of local culture based bilingual storybooks based on the need analysis on the current study and developing local culture based bilingual storybooks as supplementary reading material to support literacy program in English language class for 4th grade of elementary student. The procedure in this study followed research and development that was proposed by Borg and Call (2003). Need analysis was obtained from interview to the teacher, focus group discussion, syllabus analysis and literature study. The subjects of this study were 21 fourth grade students of SDN 2 Bungkulan. There were 4 storybooks that were developed based on the need analysis. The result of experts and the teacher's judgement to the storybooks design and content was good. The result of student's responds was very good, therefore the storybooks were disseminated to SDN 2 Bungkulan and proper to be used as supplementary reading material to support literacy program in English language class.keyword : Bilingual, elementary, local culture, literacy

Page 50 of 188 | Total Record : 1873