cover
Contact Name
I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom
Contact Email
resika@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 23033142     EISSN : 25488570     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Sains dan Teknologi(JST) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Mathematic, Biology, Physic, Chemistry, Informatic, Electronic and Machine as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JST is managed to be issued twice in every volume.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2023): April" : 29 Documents clear
Effect of Biopotting Quality on Growth and Morphological Quality of Jackfruit Artocarpus Heterophyllus Lamk. Seedlings Santosa, Slamet; Munif Said Hassan; Abdul Hayat Kasim; Rizki A.P. Santosa
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.51161

Abstract

The use of polybags causes an increase in plastic waste and can damage roots when seedlings are planted.  Biopotting as a seedling media affects the growth and morphological quality of jackfruit seedlings. Biopotting is made from clay, compost from fruits waste of rambutan, jackfruit, durian, and compost from market and tapioca flour. The results of the chemical analysis  of biopotting samples contained organic C  ranged 42-44%, total N ranged 0.21-0.35%, total P ranged  28.14-38.25mgkg-1, K ranged 0.90-1.13me/100g and pH ranged 4.08-6.68.  Analysis of the physical quality  containing water ranged 2.04-3.09%, density ranged 0.42-0.50gcm-3, water absorption ranged 200-242% and the level of damage to biopotting  ≤ 2%, included in the undamaged category.  The growth and morphological quality of jackfruit seedlings aged 60 days had a height ranged  17.85-27.6cm, an average stem diameter ranged  0.43-0.47cm, a leaf number ranged 3-4 strands, a root length ranged 12.5-16.8cm and a morphological quality index ranged 0.092-0099.  This study concluded that M4 biopotting had the best chemical and physical qualities resulting in the highest growth and morphology of the jackfruit  Artocarpus heterophyllus Lamk seedlings.
Optimasi Proses Fermentasi Optimasi Proses Fermentasi Senyawa Antifungi oleh Bacillus subtilis CAF3 Terhadap Athelia rolfsii (Curzi) C. C. Tu &Kimbr. Zam, Syukria Ikhsan; Taslapratama, Irwan; Yusmar, Yusmar; Febrina, Dewi
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.51317

Abstract

Bacillus subtilis CAF3 adalah bakteri endofit yang potensial dalam menghasilkan senyawa antifungi. Bakteri ini memiliki senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan Athelia rolfsii. Produksi senyawa antifungi tersebut dapat ditingkatkan dengan melakukan optimasi pada proses fermentasinya. Pada penelitian ini dilakukan pemilihan media fermentasi, optimasi konsentrasi inokulum, optimasi pH awal media dan optimasi agitasi, selain itu juga dilakukan uji bioaktivitas ektrak hasil fermentasi serta identifikasi senyawa dengan menggunakan LC/MS. Hasil penelitian menunjukkan hasil fermentasi B. subtilis CAF3 memiliki daya hambat tertinggi terhadap A. rolfsii pada media tryptic soy broth (90,59%), konsentrasi inokulum 5% (90,59%), pH awal media 7 (90,59%) dan agitasi 110 rpm (90,59%). Ektrak etil asetat menghasilkan jumlah senyawa terbanyak (228 mg/L) dan memiliki bioaktivitas tertinggi (100%). Hasil LC/MS menunjukkan terdapat empat senyawa yang berbeda yaitu: T1.86 (392 m/z), T2.24 (261,59 m/z), T2.67 /mL (436,04 m/z) dan T3.28 (282,23 m/z). Fermentasi senyawa antifungi oleh B. subtilis CAF3 terhadap A. rolfsii optimum pada medium TSB, konsentrasi inokulum 5%, pH awal media 7 dan agitasi 110 rpm. Senyawa yang dihasilkan oleh strain ini merupakan senyawa yang berbeda dengan senyawa yang umum dihasilkan oleh B. subtilis.
Potential of Chlorella sp Microalgae to Remove Nutrients from Gray Water in the Sequencing Batch Biofilm Reactor (SBBR) System Anggraini, Melina Dwi; Elystia, Shinta; Andrio, David
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.51431

Abstract

Pada umumnya limbah cair domestik dibagi menjadi dua yaitu black water dan grey water. Limbah grey water biasanya dibuang langsung ke drainase maupun badan air tanpa dilakukannya pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air, sehingga dapat berpotensi menyebabkan pencemaran pada air. Limbah grey water yang dibuang langsung ke drainase maupun badan air berpotensi menyebabkan pencemaran badan air karena tingginya kandungan bahan organik di dalam grey water tersebut. Limbah grey water sebelum dibuang ke badan air harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu salah satunya dengan menggunakan mikroalga Chlorella sp., karena mikroalga tersebut dapat memanfaatkan bahan organik sebagai sumber nutrisi bagi pertumbuhannya sehingga dapat menurunkan beban organik di dalam air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk menyisihkan parameter COD dan amonia yang terkandung di dalam grey water. Pengolahan SBBR dilakukan dengan variasi perbandingan waktu pengisian dan reaksi yaitu 30% : 70%, 40% : 60%, 50% : 50% dan 60% : 40% serta jumlah siklus 4 dan 6 siklus. Hasil penelitian diperoleh jumlah sel mikroalga tertinggi pada variasi 30% : 70% selama 4 siklus dengan jumlah sel mikroalga berbasis suspensi sebesar 1,82 x 106 sel/ml dan berbasis biofilm sebesar 1,54 x 106 sel/ml. penyisihan terbaik untuk COD 85% yaitu sebesar 30,4 mg/l dan amonia 77% yaitu sebesar 2,31 mg/l pada reaktor dengan perbandingan waktu pengisian dan reaksi 30% : 70% dan jumlah siklus yaitu 4 siklus.
Homemade BIOPLASTICS (Biodegradable Plastic From Cassava Peel Waste) with Analysis of the Effect of Glycerol and Cellulose Ratio on Tensile Strength, Elongation, and Thickness Dewi Nurulhasni; Suparno, Suparno
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.51464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasio gliserol dan selulosa terhadap kekuatan tarik, elongation, dan ketebalan home made bioplaslits dengan pemanfaatan limbah kulit singkong. Penelitian ini menggunakan metode Casting. Tahap pembuatan bioplaslits yaitu pembuatan pati dari kulit singkong, pembuatan lembar bioplaslits, dan uji lembar bioplaslits. Uji kekuatan tarik (tensile strength) dan elongation menggunakan Universal Testing Machine (UTM) zwick/roell. Sedangkan ketebalannya menggunakan Thickness Gauge Mitutoyo. Lembar bioplaslits berupa lembaran tipis plastik yang dibuat menggunakan 5 gram pati dengan campuran  selulosa (0.4; 0.6; 0.8) gram dan gliserol (100%, 150%, 200%) ml yang telah diuji sifat mekaniknya. Hasil yang diperoleh adalah sifat mekanik kekuatan tarik bioplaslits terbaik ditunjukan oleh sampel kode C2G2 dengan konsentrasi 1,5 ml gliserol dan 0,8 gram selulosa dengan nilai kuat tarik rata-rata sampel 7.4808 (Mpa), sedangkan elongationnya paling tinggi ditunjukan pada sampel berkode C3G3 dengan konsentrasi 2,0 ml gliserol dan 0,8 gram selulosa dengan nilai rata-rata elongation sampel 6.2448%, adapun ketebalan paling tinggi ditunjukan pada sampel berkode C2G2, konsentrasi 1,5 ml gliserol dan 0,6 gram selulosa dengan nilai rata-rata ketebalan 269.066 (µm). Penambahan plasticizer gliserol dapat meningkatkan elongation, elastisitas, dan ketebalan lembar bioplaslits. Sedangkan penambahan konsentrasi selulosa dapat meningkatkan kuat tarik lembar bioplaslits.
Implementation of Complex Life Support System for Reef Fish Communities in Cylindrical Oceanariums Prasetiawan, Nanda Radhitia; Ma'muri, Ma'muri; Setiawan, Agus; Kurniasih, Ratna Amalia; Bramawanto, Rikha; Mulyadi, Usep
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.51533

Abstract

Oseanarium merupakan fasilitas eduwisata dengan potensi sebagai media konservasi eksitu. Oseanarium memerlukan berbagai  teknologi untuk menjaga kualitas air dan lingkungan agar sesuai untuk pemeliharaan suatu komunitas ikan tertentu. Makalah ini bertujuan memberikan gambaran tentang sistem penyangga kehidupan yang digunakan pada oseanarium silindris, komposisi serta karakteristik koleksi ikan, dan aspek pemeliharaannya. Inventarisasi dilakukan terhadap komponen penyusun sistem penyangga kehidupan; kualitas air serta diukur; komunitas ikan yang ada diidentifikasi, diamati perilakunya serta ditentukan komposisinya berdasarkan status konservasi, kebiasaan makan dan status pengelolaannya; komunitas plankton pada air, penyakit dan ektoparasit pada koleksi ikan diidentifikasi; preferensi pakan ikan ditentukan melalui observasi langsung. Oseanarium silindris menggunakan pencahayaan buatan dan penyangga kehidupan kompleks berupa sistem resirkulasi dengan sump yang dilengkapi filter fisik, biologis, sand filter, protein skimmer dan generator ozon. Komponen-komponen dihubungkan dengan jaringan pemipaan sehingga sirkulasi air berjalan secara kontinu. Pergantian air parsial diterapkan untuk menjaga kualitas air. Sistem tersebut dapat memenuhi kriteria fisik air dan telah digunakan sebagai media hidup bagi 16 jenis ikan karang yang sebagian besar merupakan omnivora serta planktivora dengan status konservasi IUCN LC. Ikan mengkonsumsi pakan segar dan buatan serta menunjukkan perilaku yang berbeda-beda pada lingkungan oseanarium. Teridentifikasi 10 genus plankton dengan kaenekaragaman sedang (H’: 2,02 ) dimana Trichodesmium sp. sebagai jenis dengan kelimpahan tertinggi. Terdapat infestasi tingkat rendah dari parasit Neobenedia sp. pada 3 jenis ikan serta kasus exophthalmia. Sistem penyangga kehidupan dapat diigunakan dalam pemeliharaan polikultur terhadap komunitas ikan karang dengan keragaman sedang yang didalamnya berisikan ikan kategori indikator kesehatan karang.
Design of Mercury Interim Storage for Medical Devices Containing Mercury Putri Natari Ratna; Sri Lusiani; Noor, M. R.; R. N. Pratama; R. B. Nareswari; S. Zikri
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.51588

Abstract

Merkuri merupakan salah satu logam yang memiliki banyak manfaat namun dapat menyebabkan gangguan pada manusia dan lingkungan. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari bahaya merkuri dengan melakukan penarikan alat kesehatan (alkes) bermekuri, seperti tensimeter dan termometer, dari seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Alkes bermerkuri tersebut harus dikumpulkan pada fasilitas penyimpanan merkuri sementara atau Mercury Interim Storage (MIS). Oleh karena itu dilakukan desain terhadap MIS berdasarkan kajian literatur, regulasi, dan pedoman yang berlaku di Indonesia maupun internasional. MIS didesain dengan menggunakan peti kemas yang dapat menampung 10.000 termometer dan 1.900 tensimeter. Desain ini terdiri dari area penyimpanan, sistem ventilasi, area kantor, bak penampung kebocoran, dan rak penyimpanan. Semua desain tersebut memenuhi pedoman dan kriteria untuk dapat menyimpan merkuri secara aman sebelum disimpan di tempat penampungan akhir. Paparan merkuri dapat menyebabkan gangguan pada sistem syaraf, pencernaan, pernafasan, imun, penglihatan, pendengaran, hingga gangguan pada perkembangan janin dan anak. Oleh karena itu, alat kesehatan bermerkuri yang digunakan di fasilitas layanan kesehatan, seperti termometer dan tensimeter, yang harus dihapuskan dan disimpan pada fasilitas penyimpanan sementara atau Mercury Interim Storage (MIS). MIS didesain dengan menggunakan peti kemas berukuran 20 feet untuk memudahkan proses pemindahan alkes bermerkuri menuju ke fasilitas penyimpanan akhir. MIS terdiri dari area penyimpanan, sistem ventilasi udara, bak penampung kebocoran, tiga rak penyimpanan, dan area kantor.
Pyrolysis of Saw Waste Biomass Mahogany Wood and Polypropylene Plastic Safitri, Diya Zalfa Aisyah; Wijayanto, Danar Susilo; Saputra, Taufik Wisnu
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.51857

Abstract

Kebutuhan bahan bakar yang meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk serta kemajuan industri, sementara cadangan bahan bakar fosil terus berkurang. Masyarakat juga dihadapkan oleh permasalahan meningkatnya jumlah sampah, baik dalam bentuk organik maupun anorganik. Dalam hal ini limbah kayu mahoni dan limbah plastik polypropylene yang masih jarang dimanfaatkan oleh masyarakat dapat menjadi solusi untuk dijadikan bahan bakar alternatif diolah dengan proses pirolisis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi rasio komposisi limbah gergaji kayu mahoni dan limbah plastik polypropylene terhadap kuantitas minyak hasil pirolisis.  Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan proses pirolisis terhadap campuran biomassa limbah gergaji kayu mahoni dan limbah plastik polypropylene dengan rasio komposisi 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100% selama 90 menit selanjutnya dilakukan pengujian minyak pirolisis meliputi uji kuantitasnya. Terdapat adanya pengaruh variasi rasio komposisi campuran biomassa serbuk gergaji kayu mahoni dan limbah plastik polypropylene terhadap kuantitas minyak hasil pirolisis. Kuantitas terbanyak dihasilkan oleh campuran 100% limbah plastik polypropylene karena kuantitas minyak hasil pirolisis dipengaruhi oleh jenis bahan baku, jumlah bahan baku, dan temperatur pemanasan yang dicapai saat proses pirolisis.
The Effect of Chi Square Feature Selection on the Naïve Bayes Algorithm on the Analysis of Indonesian Society's Sentiment About Face-to-Face Learning During the Covid-19 Pandemic Habiba, A.; Isnanto, R. Rizal; Suseno, J.Endro
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.51899

Abstract

Kritik dan komentar yang disampaikan masyarakat Indonesia terkait kebijakan pemerintah mengenai pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 menuai pro dan kontra. Tidak sedikit orang tua yang khawatir dengan kebijakan ini dikarenakan para orang tua masih takut akan penyebaran klaster baru Covid-19 di Indonesia yang semakin berkembang, di sisi lain banyak juga orang yang beropini hal ini baik diterapkan mengingat pembelajaran secara daring dinilai kurang efektif karena banyak siswa yang sulit menerima materi yang disampaikan guru secara daring serta banyaknya siswa yang belum memiliki perangkat yang memadai. Banyaknya opini yang dituliskan di Twitter membutuhkan pengklasifikasian sesuai sentimen yang dimiliki agar mudah untuk mendapatkan kecenderungan opini tersebut apakah cenderung beropini netral, positif maupun negatif. Analisis sentimen dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Naïve Bayes dan seleksi ciri Chi Square dalam melakukan klasifikasi. Hasil analisis yang dari metode Naïve Bayes dengan seleksi ciri chi Square memiliki akurasi 93% dan tanpa seleksi ciri Chi Square memiliki akurasi 92%, sehingga dapat disimpulkan Metode Naïve Bayes dengan seleksi ciri Chi Square memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dibanding tanpa menggunakan seleksi ciri Chi Square.
Biodiesel Washing Machine From Esterification Process Equipped With A Cooling System Rahmawaty, Made; Hendriko, Hendriko; Fauzan, Muhammad Hilmy; Edilla, Edilla
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.52068

Abstract

Proses pengolahan biodiesel terbagi dalam empat tahap yaitu proses esterifikasi, pendingin, pencucian dan filtrasi. Proses pencucian biodiesel hasil dari proses esterifikasi membutuhkan waktu yang panjang karena harus melalui proses pengendapan. Oleh karena itu maka pada penelitian ini dikembangkan mesin pencucian biodiesel yang dilengkapi dengan sistem pendingin. Sistem pendingin bertujuan agar proses pengendapan bisa berlangsung lebih cepat. Sistem pendingin menggunakan modul termoelektrik yang terpasang pada pipa penyalur dari tangki esterifikasi menuju tangki pencuci. Mesin ini juga dilengkapi dengan sistem kendali dan penggerak katup sehingga proses dapat berlangsung secara otomatis. Rancangan mesin pencuci biodiesel telah berhasil dikembangkan dan telah melalui serangkaian pengujian. Pengujian dilakukan pada proses pencucian untuk memisahkan fasa gliserol dan fasa biodiesel mentah. Pencucian juga dilakukan untuk memisahkan air kotor dan biodiesel. Hasil pengujian menunjukan bahwa sensor suhu dan sistem pendingin berfungsi dengan baik. Sistem pendingin yang dikembangkan terbukti mampu mempercepat proses pencucian.  
Comprehensive Evaluation of Drainage Channels Along Selected Roads in Medan City, North Sumatra Pasaribu, Hugo S. V.; Sakinah, Nur; Marbun, Hanna Swesy; Mulyana, Rachmat; Alvan, Syahreza; Panjaitan, Nahesson; Khairuni, Zhili Izzadati; Ikhwal, M. Faisi; Prayogo, Wisnu
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i1.52487

Abstract

Pertumbuhan penduduk telah menyebabkan peningkatan debit limpasan hujan dan air limbah yang dialirkan ke saluran drainase. Penelitian ini maka bertujuan mengevaluasi volume drainase di Jalan Taud, Kota Medan, apakah tetap dapat menampung air buangan hingga perkiraan 50 tahun mendatang. Saluran yang diamati mulai dari Rumah Kosan (Jalan Taud No. 112) hingga unit usaha Gulo Pangkas (Jalan Taud No. 16) dengan panjang 1.000 m. Evaluasi ini mempertimbangkan pertambahan jumlah penduduk, debit air limbah domestik, debit limpasan hujan, timbulan sedimen, serta proses evapotranspirasi sebagai bagian dari siklus air. Berdasarkan investigasi, diketahui volume drainase di Jalan Taud saat ini masih dapat melayani masyarakat hingga tahun 2047. Hasil evaluasi yang dilakukan pada saluran drainase terpilih di Jalan Taud, Kota Medan, diperoleh kesimpulan bahwa drainase tetap dapat menampung air buangan dari campuran limpasan hujan dan air limbah domestik hingga 25 tahun mendatang. Intensitas curah hujan pada 10 tahun mendatang di tahun 2032 berkisar 5,87 mm/jam, 6,04 mm/jam di tahun 2047, dan 6,56 mm/jam di tahun 2072; sedangkan debit air limbah total yang dihasilkan dari aktivitas domestik adalah 10.71 x 10-2 L/orang/hari (2032), 12.24 x 10-2 L/orang/hari (2047), dan 17.24 x 10-2 L/orang/hari (2072). Dengan panjang saluran yang diamati 1.000 m, lebar saluran rata-rata adalah 0,82 m, dan kedalaman 0,90 m, didapatkan volume drainase eksisting adalah 590,4 m³. Perlu upaya pengelolaan rutin seperti pembersihan saluran dari sampah dan sedimen secara berkala, serta sosialisasi kepada masyarakat untuk menjadikan drainase tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Page 2 of 3 | Total Record : 29