cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
elharakahjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam
ISSN : 18584357     EISSN : 23561734     DOI : -
Core Subject : Health,
EL HARAKAH (ISSN 1858-4357 and E-ISSN 2356-1734) is peer-reviewed journal published biannually by Maulana Malik Ibrahim State Islamic University (UIN) of Malang. The journal is accredited based on the decree No. 36a E. KPT 2016 on 23 May 2016 by the Directorate General of Higher Education of Indonesia, for the period August 2016 to August 2021 (SINTA 2). The journal emphasizes on aspects related to Islamic Culture in Indonesia and Southeast Asia. We welcome contributions from scholars in the field, papers maybe written in Bahasa Indonesia, English, or Arabic.
Arjuna Subject : -
Articles 791 Documents
Mu’jizat Al-Qur’an Al-Karim Khashaishuha wa Atsaruha ‘Ala Tsaqafat Asy-Syu’ub Bkheet, Bakri Mohamed
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v19i1.4052

Abstract

يتحدث هذا البحث عن معجزة القرآن الكريم وما حباها الله تعالى به من خصائص فريدة، جعلت لها التميز عن كل المعجزات، ولذلك كان لها الأثر الفعَّال في تغيير حياة كل الشعوب، وتعديل أنماط حياتهم إلى ما هو أفضل في الأخلاق والقِيم والسلوك الفردي والجماعي، ولم يقتصر دورها على شعب دون شعب أو أمة دون أمة، بل كان أثرها عاما كما هي معجزة لكل العالمِين. This study explores the miracles of the Qur’an as well as its superiorities given by Allah that distinguish it from the other miracles. One of the miracles is its power to influence and change the life of a nation into a better living, both individually and socially. The notable miracle of the Qur’an is not limited to a particular nation or community, but its effect is general as the miracle for the whole universe.
Moralitas dan Agama dalam Konteks Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: antara Moralitas Privat dan Moralitas Publik Rahardjo, Mudjia
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 4, No 3 (2002): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v4i3.5165

Abstract

The crisis that has plagued Indonesia since mid-1997 according to some experts is beyond the explanatory power of various disciplines; economic, political, social and so forth. Because, despite various efforts of recovery (economic and socio-political) has been done various parties in fact has not yielded optimal results. Observing the condition of the nation so, many people ask whether this nation is not able to solve these problems or indeed do not want to finish it. This paper tries to explain and understand the problems of this nation in a moral and religious perspective. The difficulties of life of the nation and the country will never be completed if the leaders, political elites, and politicians of this country are not first to transform their private morality into a comprehensive public morality. Because, in fact the politeness, hospitality, and piety of our society only live in private space. Understanding religion privately among leaders is not at all a guarantee of good nation and state life. Because, religious in. the new private space is a necessary condition not yet a sufficient condition for the ideal life order. Multikrisis yang melanda Indonesia sejak pertengahan 1997 menurut beberapa ahli sudah berada di luar daya penjelas berbagai disiplin ilmu; ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Sebab, kendati berbagai upaya pemulihan (ekonomi maupun sosial politik) telah dilakukan berbagai pihak pada kenyataannya belum membuahkan hasil yang optimal. Mencermati kondisi bangsa demikian, banyak orang bertanya apakah bangsa ini tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan tersebut atau memang tidak mau menyelesaikannya. Tulisan ini mencoba menjelaskan dan memahami persoalan bangsa ini dalam perspektif moral dan agama. Berbagai kemelut kehidupan berbangsa dan benegara tersebut tidak akan pernah selesai jika para pemimpin, elit politik, dan politisi negeri ini tidak lebih dulu mentransformasikan moralitas privat mereka ke dalam moralitas publik secara komprehensif. Sebab, kenyataannya kesantunan, keramahan, dan kesalehan masyarakat kita hanya hidup dalam ruang privat. Memahami agama secara privat di kalangan para pemimpin sama sekali belum menjadi jaminan terselenggaranya kehidupan berbangsa dan bernegara secara baik. Sebab, beragama dalam. ruang privat baru merupakan syarat yang diperlukan belum menjadi syarat yang cukup bagi tatanan kehidupan secara ideal.
Manajemen Pengembangan SDM Kependidikan Bermutu di Perguruan Tinggi Rahman, Nur Ali
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 8, No 3 (2006): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v8i3.4601

Abstract

The evolving culture of our contemporary society continues to have an ongoing and profound effect on the practice of educational human resources management in university, because a good society can be performed through a good performance of individual. Human resources with a good performance can be a product of an excellent university. In realities, the excellent universities are changed by the good human resources including educational staffs, practicing central-office administrators and building principals who want to become more familiar with the field of human resources management. This article tries to discuss the management of quality educational human resources development in university. The effort to develop the quality of an education institution should start with the mapping of education resources which gears into several strategies in accordance with the condition of the institution. Furthermore, such an effort is oriented to meet the need of the institution.   Budaya masyarakat kontemporer kita yang terus berkembang terus memiliki efek yang terus berlanjut dan mendalam terhadap praktik pengelolaan sumber daya manusia pendidikan di universitas, karena masyarakat yang baik dapat dilakukan melalui kinerja individu yang baik. Sumber daya manusia dengan kinerja yang baik bisa menjadi produk universitas unggulan. Kenyataannya, universitas unggulan diubah oleh sumber daya manusia yang baik termasuk tenaga kependidikan, praktisi kantor pusat dan kepala sekolah yang ingin lebih mengenal bidang pengelolaan sumber daya manusia. Artikel ini mencoba membahas pengelolaan pengembangan sumber daya manusia pendidikan yang berkualitas di universitas. Upaya pengembangan kualitas lembaga pendidikan harus dimulai dengan pemetaan sumber daya pendidikan yang disesuaikan dengan beberapa strategi sesuai dengan kondisi institusi. Selanjutnya, upaya semacam itu berorientasi untuk memenuhi kebutuhan institusi.
Dialektika Islam dan Budaya Lokal dalam Bidang Sosial sebagai Salah Satu Wajah Islam Jawa Muqoyyidin, Andik Wahyun
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 14, No 1 (2012): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.2197

Abstract

This article is to unravel the issue of dialectic of Islam and local culture in the social field as one face of Javanese Islam. Historically, Islam came to Indonesia there is a record seventh century AD, but there are also the states of the thirteenth century AD. This means that Islam has been a long time to adapt and dialogue with the culture, customs, attitudes and ways of thinking locals Indonesia. Moreover, many aspects of Islamic teachings that can be flexible so it can receive the local elements are in harmony with the teachings of Islam. The style of Islam in Java in many ways resembles Islam in South Asia. Kerala, the Malabar coast became an important area for the spice trade. Therefore, this area is also very likely to be a transit area for the purpose of trading with the merchants and simultaneously broadcast and Sufi Moslem are deliberately seeking new areas for development of Islam. For this reason, the face of Islam in Java is the result of dialogue and dialectic between Islam and local culture which then displays the face of Javanese Islam. In fact, Islam in Java is indeed not a single, not a monolith, and not simple. Among these are reflected in social relations syncretic Javanese Moslem community with other communities go naturally with the local knowledge base in the village community at large. Artikel ini ingin mengurai persoalan dialektika Islam dan budaya lokal dalam bidang sosial sebagai salah satu wajah Islam Jawa. Secara historis, Islam datang ke Indonesia ada yang mencatat abad VII Masehi, tapi ada juga yang menyatakan abad XIII Masehi. Ini berarti Islam telah lama beradaptasi dan berdialog dengan budaya, adat kebiasaan, sikap dan cara berpikir penduduk lokal Indonesia. Terlebih lagi, banyak aspek dari ajaran Islam yang dapat bersifat fleksibel sehingga dapat menerima unsur-unsur lokal yang selaras dengan ajaran Islam. Corak Islam di Jawa dalam banyak hal menyerupai Islam di Asia Selatan. Kerala, di pantai Malabar menjadi daerah penting untuk perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu, daerah ini juga sangat mungkin menjadi daerah transit bagi kaum pedagang dengan tujuan perdagangan dan sekaligus menyiarkan Islam dan kaum sufi yang secara sengaja mencari daerah baru untuk pengembangan Islam. Karena itulah, wajah Islam di Jawa merupakan hasil dialog dan dialektika antara Islam dan budaya lokal yang kemudian menampilkan wajah Islam yang khas Jawa. Dalam kenyataannya, Islam di Jawa memanglah tidak bersifat tunggal, tidak monolit, dan tidak simpel. Di antaranya adalah tercermin dalam relasi sosial komunitas Islam Jawa sinkretis dengan masyarakat lainnya berjalan secara alamiah dengan mendasarkan pada kearifan lokal masyarakat desa pada umumnya.
Al-Asalib Al-Ma‘Aniyyah fi Kitab “Nawabigh Al-Kalim” li Az-Zamakhsyari Kankawi, Uthman Idrees; Abdussalam, Ahmed Shehu
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 21, No 1 (2019): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v21i1.6559

Abstract

يعد كتاب «نوابغ الكلم» لمؤلفه الشيخ أبي القاسم محمود بن محمد بن عمر الزمخشري الخوارزمي العباسي من الكنوز الأدبية، وقد جمع بدائع القول من آدابه الشخصية الحكمية المستمدة من الكتاب والسنة. وهناك شروح سبقت هذا البحث في شرح غرائب ألفاظ الكتاب، والحقيقة أن الشرح اللغوي وحده لا يكفي لإظهار قيمة الكتاب. ولهذا يرصد البحث لدراسة بلاغية معانية لهذا الكتاب للوقوف على مقدرة الشيخ في رسم المشاهد المختلفة بالتعبير الجميل المحلى بالفنون البلاغية. وقد صال البحث وجال في معالجة الموضوع على منهج الاسترداد التاريخي لإثبات الحقائق التاريخية، والمنهج الاستقرائي التام لحصر جميع جزئيات مسألة الموضوع البلاغية، ومنهج التحليل الوصفي للنماذج التأصيلية من الكتاب المدروس. وفي ضوء هذه المعطيات نتساءل: هل للشيخ الزمخشري إسهام ملموس وأثر محمود في الأعمال التطبيقية البلاغية التي تنم عن مكانته الرفيعة وعبقريته الفذة في تطوير فن الأدب الشخصي الذي يعتبر جزءا من الحكم. ومن أهم نتائج البحث، تطعيم المؤلف كتابه بالظواهر المعانية، والميل الشديد إلى التوظيف البلاغي للسجع بأنواعه. وأوصي الباحثين توسيع الدراسة البلاغية لهذا الكتاب من الجانب البياني والبديعي. The book “Nawabigh al-Kalim” is one of the literary works on personal ethics from the Qur’an and Sunnah. The issue of this book is on its place and importance among the writers and critics, and the turnout of educational institutions to prepare it within the courses, which increased its value. There had been preliminary study on the strangeness of the words of the book, and the fact that linguistic explanation alone is not enough to show its value. This is why the study is devoted to examining hostile rhetoric in this book to find out the ability of the Sheikh to draw different scenes with the beautiful local expression of rhetorical art. The research adopted the method of historical retrieval to prove the historical facts, and the inductive method to fully enumerate all the elements of rhetorical issues. While, the descriptive analysis method was used to identify its original models. Among the most important results of the research are, the author emphasizes on the phenomenon of suffering and the strong tendency to the recruitment of rhetorical types of grazing. The authors recommended the expansion of the rhetorical study of this book from the graphic and visual side.
Fundamentalisme dan Gerakan Radikal Islam Kontemporer: Kasus Jama’ah Islamiyah di Indonesia Huda, Miftahul
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 9, No 3 (2007): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v9i3.4649

Abstract

The phenomenon of fundamentalism and radicalism at least can be seen in the case of Jemaah Islamiyah in Indonesia. Whether or not Jemaah Islamiyah has a link with Al-Qaeda headed by Osama Bin Laden, obviously its movement has affiliations not only in Indonesia, but also in Malaysia, Singapore, and South Philippine, and even in Thailand, Burma, and Brunei. Jemaah Islamiyah is believed to be established by Abdullah Sungkar in Malaysia in 1994/1995 aiming for establishing an Islamic State. Jemaah Islamiyah is the realization of Hybrid ideology inspired by some other movements, such as Egypt Radical Moslem, Darul Islam Movement, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). This movements view the effort of Christian missionary as a threat to Islam. Fenomena fundamentalisme dan radikalisme setidaknya bisa dilihat dalam kasus Jemaah Islamiyah di Indonesia. Benar atau tidaknya Jemaah Islamiyah berkaitan dengan Al Qaeda yang diketuai oleh Osama bin Laden, pergerakannya jelas-jelas tak hanya di Indonesia, tetapi juga di Malaysia, Singapura, dan Filipina Selatan, bahkan di Thailand, Burma, dan Brunei. Jemaah Islamiyah didirikan oleh Abdullah Sungkar di Malaysia pada tahun 1994/1995 dengan tujuan mendirikan negara Islam. Jemaah Islamiyah adalah realisasi dari ideologi hibrid yang terinspirasi oleh beberapa gerakan lainnya, seperti Muslim Radikal Mesir, Pergerakan Darul Islam, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Pergerakan ini beranggapan bahwa usaha misionaris Kristen sebagai ancaman bagi Islam.
Aspek Kultural “Bismillahirrahmânirrahim” dalam Keislaman Orang Buton: Kajian terhadap Kabanti Ajonga Inda Malusa Rosdin, Ali
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 16, No 1 (2014): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v16i1.2770

Abstract

This study aimed at describing to what extent expression bismilllahirrahmânirrahim influenced Islamic lives of Buton people in the past. The object of the study is script kabanti Ajonga Inda Malusa as H. Abdul Ganiu’s work. The study focuses on understanding the meanings constructed in kabanti Ajonga Inda Malusa by looking at its relationship with cultural elements and historical background of Buton people. In understanding the phrase bismilllahirrahmânirrahim, it used hermeneutic method supported with the sociological theory of literature, that views literature as (1) a reflection of its supporting society, (2) a document that records cultural social reality and the bias of the reality of society in its time, and (3) other aspects related to a society in accordance with conventions and historical background in its cultural social framework. The results showed that the statement bismilllahirrahmânirrahim is a tradition of Sufi poets in the past Buton Sultanate to start their work, which can be interpreted as a form of practice of Islamic refinement that always refers to the al Quran and Hadis. In the Islamic context of Buton people, the phrase bismilllahirrahmânirrahim then explored and elaborated into whole aspects of life, the world and the hereafter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauhmana ungkapan bismilllahirrahmânirrahim berpengaruh dalam kehidupan keislaman orang Buton pada masa lampau. Objek kajiannya adalah naskah kabanti Ajonga Inda Malusa karya H. Abdul Ganiu. Kajian difokuskan pada pemahaman terhadap makna yang dibangun dalam kabanti Ajonga Inda Malusa dengan melihat hubungannya dengan unsur budaya dan latar belakang kesejarahan masyarakat Buton. Dalam memahami ungkapan bismilllahirrahmânirrahim, digunakan metode hermeneutik yang ditopang dengan teori sosiologi sastra, yang memperhatikan karya sastra sebagai (1) cermin masyarakat pendukungnya, (2) dokumen yang mencatat kenyataan sosial budaya serta bias dari realitas masyarakat pada masanya, dan (3) aspek-aspek lain yang berhubungan dengan masyarakat sesuai dengan konvensi dan latar belakang kesejarahan dalam kerangka sosial budayanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernyataan bismilllahirrahmânirrahim merupakan tradisi para penyair sufi di Kesultanan Buton masa lampau dalam mengawali setiap karyanya, yang dapat dimaknai sebagai wujud pengamalan adab Islam, yang senantiasa merujuk pada al Quran dan al Hadits. Dalam konteks keislaman orang Buton, pernyataan bismilllahirrahmânirrahim kemudian digali dan dijabarkan dalam seluruh aspek kehidupannya, dunia dan akhirat.
The Quran and Family Concept in Modern Southeast Asia: Case Study of Indonesia and Malaysia Kusmana, Kusmana
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 24, No 1 (2022): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v24i1.16026

Abstract

This article discusses how the Quran is used to conceptualize family in Islam in modern Southeast Asia, particularly in Indonesia and Malaysia. It examines how the concept is formulated, institutionalized, and practiced. This study is important due to the need to clarify the existing irony. On one side, the family concept is the most resistant to change, on the other side, many changes in social forces and practices require response since the modern era began in 1800. It is interesting how these contradictory powers interact with one another, where the Quran is used as the fundamental source. Using a descriptive and analytic method, the discussion is organized as follows: the study context, topic limitation, Quranic norms, family administration, education, modernity, and patriarchy issue. The study finds that the state and Muslim scholars in both countries have been trying to re-use the Quran in contextualizing the family ideal concept to meet the demand of age. In Malaysia, they take the policy stuck to the accepted medieval understanding of Islam faithfully, whereas in Indonesia, they are a bit inclusive, accepting different views and practices; even though both have similar understanding of Islam, Shāfi’iyyah in Islamic law and Ash-Ashariyyah in theology. Dalam Islam di Asia Tenggara modern, Quran digunakan untuk konseptualisasi keluarga khususnya di Indonesia dan Malaysia. Studi ini mengkaji konsep tersebut dirumuskan, dilembagakan, dan dipraktikkan. Penelitian ini penting karena memperjelas ironi yang ada. Di satu sisi, konsep keluarga paling tahan terhadap perubahan, di sisi lain, ada banyak perubahan kekuatan dan praktik sosial yang membutuhkan respons, sejak 1800. Sangat menarik untuk dibahas kekuatan yang kontradiktif ini berinteraksi satu sama lain, dimana Quran digunakan sebagai sumber inspirasi. Dengan metode deskriptif dan analitik, penelitian diatur sebagai berikut: konteks kajian, keterbatasan topik, norma Quran, administrasi keluarga, lembaga pendidikan, modernitas, dan isu patriarki. Studi menemukan bahwa negara dan cendekiawan Muslim di kedua negara telah berupaya menggunakan kembali Quran dalam kontekstualisasi konsep ideal keluarga untuk memenuhi tuntutan usia. Di Malaysia, mereka mengambil kebijakan yang melekat pada pemahaman abad pertengahan yang diterima tentang Islam, sedangkan di Indonesia lebih inklusif, menerima pandangan dan praktik yang berbeda, meskipun keduanya memiliki pemahaman serupa tentang Islam, yaitu Shāfi'iyyah dalam hukum Islam, dan Ash-Ashariyyah dalam teologi.
Islam: Agama Kemanusiaan Zainuddin, M.
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 1, No 3 (1999): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v1i3.4692

Abstract

Islam provides the guidance of human life from the smallest problem to the greatest affairs, ranging from household affairs, sleep, eat and drink up to the affairs of the nation and state. This paper raises how Islam covers all aspects of life as a religion of humanity. If taken seriously in the verses of the Qur'an or as Sunnah, will undoubtedly be found, that the core of the teachings of Islam is faith and righteousness. Islam is more than a formal religion, but it is also a great treatise for social transformation and a challenge to personal interests. Islam is a humanism, a religion that is very concerned with humanity as a central goal. This is the basis of Islam. Therefore, the greatest task of Islam is actually to transform social and cultural transformation with Islamic values. Islam memberikan tuntunan hidup manusia dari persoalan yang paling kecil hingga ke urusan yang paling besar, mulai dari urusan rumah tangga, tidur, makan dan minum sampai pada urusan bangsa dan negara. Tulisan ini mengangkat bagaimana Islam mencakup segala aspek kehidupan sebagai agama kemanusiaan. Jika dicermati secara serius dalam ayat-ayat al Quran maupun as sunnah, niscaya akan ditemukan, bahwa inti ajaran Islam adalah iman dan amal saleh. Islam lebih dari sekedar sebuah agama formal, tetapi juga risalah yang agung bagi transformasi sosial dan tantangan bagi kepentingan-kepentingan pribadi. Islam adalah sebuah humanisme, yaitu agama yang sangat mementingkan manusia sebagai tujuan sentral. Inilah dasar Islam. Oleh karena itu, tugas terbesar Islam sesungguhnya adalah melakukan transformasi sosial dan budaya dengan nilai-nilai Islam.
“Maarak Kitab Bukhari” Tradition in Banjar Community Jamalie, Zulfa
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 18, No 2 (2016): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v18i2.3649

Abstract

This study reviews the local wisdom and harmony in the tradition Maarak Book of Bukhari (MKB) in Banjar community. This study uses religious anthropological approaches to explore various ideas and understanding of the research object. The results showed that this tradition is motivated by environmental condition of Banjar which is prone to fire, so as part of a tradition of starting reinforcements. It is carried out when people have seen some signs or warnings and dealt with specific situations. This tradition is done at night during dry season when fires frequently happened, with the aim of counteracting the danger of fire and for safety. In this tradition, the procession made certain that is believed to be a sort of intermediary or the cause so that it prevents from the fire. Starting with the implementation of the sunnat prayers, then reading the sura Yasin, paraded the holy book around the village, recite the lines of Burdah, reading segue Kamilah, and closed with praying for salvation. The description of religious valuesand propaganda contained in this tradition is strong evidence of the ability of the scholars earlier to acculturate the understanding and behavior of Banjar society before the arrival of Islam. MKB is one of the traditions that reflect the meeting between Islam and local culture. Penelitian ini mengkaji tentang kearifan lokal dan harmoni yang terdeskripsi dalam tradisi Maarak Kitab Bukhari pada masyarakat Banjar. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologis keagamaan untuk menggali berbagai pemikiran dan pemahaman masyarakat terhadap objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Maarak Kitab Bukhari dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan masyarakat Banjar yang rawan terjadi kebakaran, sehingga sebagai bagian dari tradisi tolak bala, MKB dilaksanakan ketika masyarakat telah melihat sejumlah tanda (mendapat peringatan) dan berhadapan dan situasi tertentu. Tradisi ini dilakukan pada malam hari, ketika musim kemarau, seringnya terjadi kebakaran dengan tujuan menangkal bahaya kebakaran dan memohon keselematan. Dalam tradisi ini, dilakukan prosesi tertentu yang diyakini bisa menjadi semacam perantara (wasilah) atau berkat (penyebab), sehingga kebakaran tidak terjadi. Dimulai dengan pelaksanaan shalat sunnat hajat, diteruskan dengan membaca surah Yaasin, mengarak keliling kampung kitab Shahih Bukhari, melantunkan syair-syair Burdah, membaca Shalawat Kamilah, dan ditutup dengan pembacaan doa tolak bala serta doa keselamatan. Deskripsi nilai keagamaan dan dakwah yang terkandung dalam tradisi Maarak Kitab Bukhari merupakan bukti kuat kemampuan para ulama terdahulu dalam mengakulturasi paham dan prilaku masyarakat Banjar sebelum kedatangan Islam. Sehingga, apabila semula simbol, benda, dan nilai-nilai dalam tradisi tolak bala sarat dengan keyakinan terdahulu, begitu Islam masuk dan berkembang, tradisi tersebut telah bersandarkan dan sarat dengan nilai-nilai keIslaman dan bertransformasi menjadi tradisi Maarak Kitab Bukhari. Jelas apabila Maarak Kitab Bukhari adalah salah satu tradisi yang mencerminkan pertemuan antara Islam dan budaya lokal. 

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2025): EL HARAKAH Vol 27, No 1 (2025): EL HARAKAH Vol 26, No 2 (2024): EL HARAKAH Vol 26, No 1 (2024): EL HARAKAH Vol 25, No 2 (2023): EL HARAKAH Vol 25, No 1 (2023): EL HARAKAH Vol 24, No 2 (2022): EL HARAKAH Vol 24, No 1 (2022): EL HARAKAH Vol 23, No 2 (2021): EL HARAKAH Vol 23, No 1 (2021): EL HARAKAH Vol 22, No 2 (2020): EL HARAKAH Vol 22, No 1 (2020): EL HARAKAH Vol 21, No 2 (2019): EL HARAKAH Vol 21, No 1 (2019): EL HARAKAH Vol 20, No 2 (2018): EL HARAKAH Vol 20, No 1 (2018): EL HARAKAH Vol 19, No 2 (2017): EL HARAKAH Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH Vol 18, No 2 (2016): EL HARAKAH Vol 18, No 1 (2016): EL HARAKAH Vol 17, No 2 (2015): EL HARAKAH Vol 17, No 1 (2015): EL HARAKAH Vol 16, No 2 (2014): EL HARAKAH Vol 16, No 1 (2014): EL HARAKAH Vol 15, No 2 (2013): EL HARAKAH Vol 15, No 1 (2013): EL HARAKAH Vol 14, No 2 (2012): EL HARAKAH Vol 14, No 1 (2012): EL HARAKAH E-Harakah (Vol 14, No 2 Vol 13, No 2 (2011): EL HARAKAH Vol 13, No 1 (2011): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 13, No 1 Vol 12, No 3 (2010): EL HARAKAH Vol 12, No 2 (2010): EL HARAKAH Vol 12, No 1 (2010): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 12, No 3 el-Harakah (Vol 12, No 2 el-Harakah (Vol 12, No 1 Vol 11, No 3 (2009): EL HARAKAH Vol 11, No 2 (2009): EL HARAKAH Vol 11, No 1 (2009): EL HARAKAH el-Harakah (Vol 11, No 2 el-Harakah (Vol 11, No 1 Vol 10, No 3 (2008): EL HARAKAH Vol 10, No 2 (2008): EL HARAKAH Vol 10, No 1 (2008): EL HARAKAH Vol 9, No 3 (2007): EL HARAKAH Vol 9, No 2 (2007): EL HARAKAH Vol 9, No 1 (2007): EL HARAKAH Vol 8, No 3 (2006): EL HARAKAH Vol 8, No 2 (2006): EL HARAKAH Vol 8, No 1 (2006): EL HARAKAH Vol 7, No 1 (2005): EL HARAKAH Vol 6, No 2 (2004): EL HARAKAH Vol 5, No 2 (2003): EL HARAKAH Vol 5, No 1 (2003): EL HARAKAH Vol 4, No 3 (2002): EL HARAKAH Vol 4, No 2 (2002): EL HARAKAH Vol 3, No 1 (2001): EL HARAKAH Vol 2, No 2 (2000): EL HARAKAH Vol 2, No 1 (2000): EL HARAKAH Vol 1, No 3 (1999): EL HARAKAH More Issue