cover
Contact Name
Aswir Premadi
Contact Email
aswir.premadi@itp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aswir.premadi@itp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro
ISSN : 22523472     EISSN : 25988255     DOI : -
Redaksi Jurnal Teknik Elektro Institut Teknologi Padang mengundang para Peneliti, Akademisi, Praktisi dan Profesional untuk menyumbangkan karya tulisnya, di bidang Teknik Elektro, baik berupa hasil penelitian dan kajian pustaka yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Studi Analisa Pengaruh Suhu Dan Tekanan Udara Terhadap Rugi Daya Korona SUTT 150 kV Dewi, Arfita Yuana; Effendi, Asnal; Saputra, Yogi
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/JTE.2020.3133909

Abstract

Sistem kelistrikan antar pusat-pusat pembangkit dan pusat-pusat beban pada umumnya terpisah dalam ratusan bahkan ribuan kilometer. Untuk itu di butuhkan saluran transmisi tegangan tinggi dengan tujuan untuk memperkecil kerugian kerugian yang terjadi, baik rugi-rugi energi maupun penurunan tegangan, tetapi dengan mempertinggi tengangan tentu akan menimbulkan permasalahan baru yaitu korona. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh suhu dan tekanan udara terhadap rugi rugi daya yang diakibatkan oleh korona pada SUTT 150 kV pada GI Maninjau – GI Lubuk Alung. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan didapatkan rugi-rugi daya terbesar terjadi pada saat suhu rata-rata yaitu berkisar 260-285 kW perbulan, pada suhu maksimum rugi-rugi daya yang terjadi bekisar antara 215-232 kW. Sedangkan pada suhu minimum rugi-rugi yang diakibatkan korona tidak terlalu besar yaitu 50-61 kW perbulan. Pada suhu 31,40C terdapat rugi daya korona sebesar 216,294 kW, semakin besar suhu maka korona dihasilkan semakin kecil. Begitupun sebaliknya, pada suhu 30,30C terdapat rugi daya korona sebesar 231,9239 kW, semakin kecil suhu maka korona semakin besar. Sedangkan pengaruh tekanan udara terhadap rugi-rugi korona adalah pada tekanan udara 75,86 cmHg dengan rugi daya korona 51,6620 kW, semakin besar tekanan udara maka korona semakin kecil begitupun sebaliknya pada tekanan udara 75,74 cmHg dengan rugi daya korona 60,5765 kW, semakin kecil tekanan udara maka korona semakin besar.
Pengaruh Penerimaan Intensitas Cahaya Pada Gerak Robot Line Follower Menggunakan Sel Surya Try Rahmany Fajriah; R. D. Kusumanto; Pola Risma
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/JTE.2020.3133905

Abstract

Robot line follower merupakan robot yang dirancang untuk membantu pekerjaan manusia. Pada penelitian ini, robot line follower yang dibangun terdiri dari 8 sensor pembaca garis, dan menggunakan Arduino Mega 2560, aktuator motor servo continous dan pensuplaian yang berasal dari sel surya. Sel surya yang digunakan adalah jenis polycrystalline dengan kapasitas daya sebesar 20W. Berdasarkan hasil pengujian penggunaan catu daya dari sel surya, menunjukkan bahwa nilai intensitas cahaya matahari yang didapatkan adalah rata-rata antara 48.940 lux dan 55.453 lux. Kemudian jika nilai intensitas cahaya matahari didapati dibawah 15.000 lux maka robot line follower tidak mampu untuk bergerak karena nilai intensitas cahaya matahari yang diterima mesti berkisar antara 40.000 - 83.000 lux.
Perancangan Sistem Peringatan Dini Bencana Longsor Berbasis Mobile Noviardi Noviardi; Dilson Dilson; Jabal Aulia Rahman
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/JTE.2020.3133910

Abstract

Jalan Lintas Sumbar-Riau merupakan daerah yang rawan akan terjadinya bencana longsor yang menyebabkan kerusakan jalan hingga banyak memakan koban jiwa. Pada artikel ini dibahas sistem peringatan dini bencana longsor berbasis mobile, yang merupakan sebuah alat yang dapat memberikan informasi terhadap pengguna aplikasi terhadap aman atau tidaknya kondisi tanah di perbukitan. Sistem ini dirancang dengan metode DSRM (Design Science Research Method) yang bertujuan untuk memberikan informasi tanda-tanda bencana longsor kepada masyarakat sehingga memberikan informasi kewaspadaan dan meminimalisir kemungkinan terjadinya korban jiwa. Dari hasil pengujian, sensor yang ditanam pada lokasi kajian, dapat memberikan informasi dengan baik tentang pergerakan tanah yang terjadi berdasarkan getaran tanah. Untuk penelitian selanjutnya diperlukan penambahan beberapa sensor pada beberapa titik lokasi tertentu sehingga informasi yang disampaikan dapat lebih informatif.
Analisa Pengecekan Peralatan Arrester Menggunakan Thermovisi pada Bay Indarung 1 Gardu Induk Pauh Limo Sitti Amalia; Sitti Amalia; Rafika Andari; Ezi Azhari
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/JTE.2020.3133901

Abstract

Pemanasaan (hot point) yang terjadi pada peralatan Gardu Induk (switchyard) disebabkan oleh arus yang mengalir dalam konduktor akibat adanya hambatan. Bagian yang sering mengalami pemanasan adalah bagian terminal dan sambungan pada switchyard, terutama antara dua logam yang berbeda, serta penampang konduktor yang mengecil karena korosi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan investigasi pada bagian terminal dan sambungan tersebut, dengan cara melakukan pengontrolan atau pengecekan suhunya menggunakan thermovisi. Hasil pengujian menunjukan bahwa suhu panas pada peralatan arrester pada Bay Indarung 1 Gardu Induk Pauh Limo masih berada pada kondisi normal dimana suhunya berkisar antara 20°C - 43°C. Selisih suhu antar fasa peralatan arrester pada Bay Indarung 1 Gardu Induk Pauh Limo tidak ada yang mencapai kondisi III, namun sudah ada yang mencapai kondisi I dan II sehingga perlu dilakukan rencana perbaikan guna menghindari terjadinya hubung singkat antar fasa.
Optimasi Penyeimbangan Beban Pada Trafo Distribusi Terhadap Susut Energi Antonov Bactiar; Doni Aprinaldo
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didalam suatu sistem tenaga listrik terdapat suatu faktor yang dinamakan faktor rugi – rugi daya dan susut energi. Rugi-rugi ini dapat ditemui di berbagai tempat pada jaringan tenaga listrik, mulai dari pembangkit, sampai dengan sistem distribusi kepada konsumen. Ketidakseimbangan beban pada trafo distribusi merupakan salah satu rugi-rugi daya dan susut energi. Rugi-rugi daya tidak mungkin dihindari karena pada setiap peralatan pada jaringan menyebabkan timbulnya rugi – rugi daya pada jaringan. Hal ini juga penting karena bermanfaat pada teknik optimasi untuk menghasilkan sistem yang handal dan efisien. Oleh karena itu menganalisa rugi – rugi daya dan susut energi yang terjadi pada jaringan tersebut. Penulis mengambil lokasi penelitian pada PT. PLN (Persero) Rayon Tua Pejat KP Sikakap yaitu pada jaringan Feeder Sikakap. Feeder Sikakap mempunyai lima (5) buah trafo distribusi yang disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Dari beban tidak seimbang akan dilihat rugi – rugi daya dan susut energi yang terjadi, kemudian setelah diseimbangkan akan dilihat pengurangan rugi – rugi daya dan susut energi yang nantinya akan dihubungkan dengan pemakaian bahan bakar PLTD yaitu minyak solar. Data yang diperlukan untuk penelitian ini adalah data beban masing-masing trafo dan data kapasitas trafo. Dari data tersebut penulis menghitung rugi-rugi daya dan susut energi yang terjadi sebelum dan sesudah penyeimbangan beban trafo tersebut. Dan juga menghitung besar biaya pemakaian minyak solar yang diselamatkan. Sebelum dilakukan penyeimbangan beban trafo didapatkan rugi biaya solar sebesar Rp. 61.170.340,- dan setelah dilakukan penyeimbangan beban pada trafo didapatkan rugi biaya solar sebesar Rp. 37.766.529,-. Dengan hasil penyeimbangan beban trafo didapatkan pengurangan rugi biaya solar sebesar Rp. 23.403.811,-. Dengan penyeimbangan beban trafo ini dapat memelihara keandalan fungsi atau memperpanjang umur dari trafo tersebut dan juga menjaga trafo agar tidak cepat rusak.
Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari Terhadap Tegangan Dan Arus Yang Dihasilkan Panel Surya Sepannur Bandri; Rafika Andari; Ferdi Nanda Tias
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karena telah terjadinya krisis energi di Indonesia sudah mulai terasa, maka perlu untuk mencari energi terbarukan yang bias menggantikan energi yang bersumber dari minyak bumi yang tidak dapat di perbaharui. Indonesia berada pada garis katulistiwa dengan energi matahari yang melimpah, untuk itu pemanfaatan energi matahari akan lebih efektif. Karna penyinaran pada masing-masing daerah tidak sama maka diperlukan pengukuran daya optimum pada kondisi cuaca yang bervariasi. Untuk menentukan beban terpasang menggunakan data pengukuran daya keluaran panel surya saat cuaca yang tidak bagus ( hujan ), sementara untuk kapasitas baterai dengan data pengukuran daya keluaran panel surya saat cuaca yang cerah. Dikalangan umum ataupun masyarakat masih banyak yang belum memahami cara pemanfaatan energi matahari dan cara kerja sel surya sebagai sumber energi listrik, untuk itu penulis mencoba menjelaskan prinsip kerja sel surya yang dilengkapi animasi menggunakan Macromedia Flash MX agar lebih mudah dipahami.
Penerapan Mikrokontroller Arduino Mega 2560 sebagai Monitoring pada Pembacaan Arus 3 Phasa di Gardu Induk 150 kV Lubuk Alung Kartiria Kartiria; Erhaneli Erhaneli; Chica Yohana Windra
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK ELEKTRO
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi tiga fasa merupakan salah satu mesin listrik yang banyak digunakan di dunia industri.Hampir seluruh perusahaan penyedia tenaga listrik menggunakan sistem listrik 3-phase. Mikrokontroler yang digunakan adalah mikrokontroler arduino yang berfungsi sebagai sistem kontrol utama yang akan dihubungkan dengan komputer, dengan tujuan kedepan beban agar bisa dimonitoring secara real time. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yang dilakukan adalah metoda penelitian eksperimental. Dengan melakukan eksperimen perakitan modul sensor arduino uno dan melakukan perbandingan dari pengukuran arus yang diperoleh dari pembacaan sensor arus model SCT013. Pada gardu induk Lubuk Alung terdapat trafo daya step down yang menurunkan tegangan 150 kV ke tegangan 20 kV. Pada ruang kubikel 20 kV akan terdapat beberapa feeder. Pada setiap panel akan tersedia pembacaan arus, tegangan dan daya. Operator sebagai yang bertanggung jawab dalam pencatatan data beban terpakai akan melakukan pencatatan per sekali dalam satu jam pada setiap feeder dalam ruang kubikel 20 kV. Pencatatan dilakukan secara manual dengan melihat dan menginputkan data tersebut ke form yang telah disediakan perusahaan. Karena jarak antara ruang kubikel 20 kV dengan ruang kontrol tidak berdekatan maka akan lebih baik jika pembacaan pemakain arus / beban terpakai tersebut di lakukan atau dimonitor langsung dari ruang kontrol. Ini dapat dilakukan dengan bantuan sebuah mikrokontroler yakninya melakukan penerapan mikrokontroler arduino mega2560 sebagai monitoring pada sistem pembacaan arus 3 phasa di Gardu Induk Lubuk Alung.
Rancang Bangun Pengontrolan Beban Listrik Rumah Tangga Berbasis Mikrokontroler Alfith Alfith; Asnal Effendi; Sepannur Bandri; Rano Jelmi Masri
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan sebuah alat untuk memonitoring Penggunaan beban listrik rumah tangga berbasis mikrokontroler, bertujuan untuk membantu dalam pengontrolan beban listrik rumah tangga yang sering terjadi pemakaian beban berlebihan sehingga menyebabkan trip pada MCB, serta untuk menghemat dalam pemakaian energi listrik. Bagi pengguna daya sebesar 900 VA untuk pemakaian beban rumah tangga jika tegangan, dan Cos ɸ sebesar 0,85 serta kapasitas MCB sebesar 4,0A maka untuk setiap peralatan rumah tangga haya dapat di gunakan sebesar 748 Watt. Alat pengontrolan beban listrik berbasis mikrokontroler ini diprogram akan menginformasikan penggunaan daya sebesar 80% atau sebesar . dan Jika penggunaan daya pelampaui 95%, atau  maka sistem akan menonaktifkan jaringan listrik selama beberapa saat dan akan menghubungkan kembali secara otomatis. Dibandingkan dengan MCB daya dapat di gunakan maksimal sebesar 748 Watt , hal ini sangat berbeda dengan  alat yang dibuat hanya bisa menggunakan daya sebesar 710 Watt.Bertujuan supaya alat yang dibuat dapat mengamankan terlebih dahulu sebelum MCB trip.Antara perselisihan pengukuran alat pengontrolan beban listrik berbasis mikrokontroler ini dengan amper meter memiliki sedikit perbedaan yaitu sebesar 0,01 A hal ini mungkin dikarenakan pada saat pemogramaan alat yang masih belum sempurna.
Deteksi Dini Gangguan Transformator Berbasis Manajemen Transformator Untuk Meningkatkan Kinerja Operasi dan Finansial I Wayan Sukadana; Ketut Dodi Darmawan; I Wayan Sutama
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses penyaluran tenaga listrik hingga sampai ke konsumen, PLN sering mengalami berbagai macam gangguan. Salah satu gangguan yang sering terjadi yaitu gangguan Transformator Distribusi yang disebabkan oleh beban lebih atau overload. Sedangkan menurut surat edaran direksi PT PLN (Persero) No: 0017.E/DIR/2014 menyatakan bahwa persentase pembebanan transformator yang baik adalah dibawah 60%. Faktanya  di PLN ULP Singaraja masih ada transformator distribusi yang memiliki beban lebih dari 80%.  Kondisi tersebut yang menyebabkan terjadinya gangguan transformator distribusi akibat overload sebanyak 12 kali di tahun 2019. Sehinga diperlukan upaya preventif agar kondisi tersebut tidak terulang di tahun 2020 dengan melakukan deteksi dini terhadap gangguan transformator berbasis manajemen transformator serta dampaknya terhadap kinerja operasi dan financial. Dengan mempertimbangkan kelas aset dan beban trafo diperoleh 3 gardu distribusi yang akan digunakan sebagai objek yaitu gardu distribusi BL268, BL231 dan BR154 dengan beban masing-masing transformator tersebut adalah 99,72%, 109,31% dan 103,48%. Dalam tahap pelaksanaan dilapangan ketiga beban transformator distribusi disesuaikan dengan kapasitasnya melalui pemanfaatan satu transformator distribusi yang diambil dari gudang PLN. Hasil dari pemeliharaan menggunakan manajemen transformator distribusi diperoleh persentase pembebanan BL268 sebesar 50,53%, BL231 sebesar 67,39% dan BR154 sebesar 66,12%. Manfaat dari manajemen transformator distribusi di gardu distribusi BL268, BL231 dan BR154 yaitu dari sisi kinerja operasi dapat menurunkan 80% gangguan transformator dari tahun 2019 dibandingkan tahun 2020. Sedangkan dari sisi finansialnya dapat menghemat biaya pemulihan gangguan (cost recovery) sebesar Rp.172.260.060 dan meminimalisasi energi listrik yang tidak tersalurkan (ENS) sebesar 43.973 kWh atau setara Rp 64.904.135.
Studi Pengaruh Sistem On Grid Terhadap Keekonomisan Pemakaian Daya Listrik Sepannur Bandri
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK ELEKTRO
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dunia setiap tahun semakin meningkat hal ini mengakibatkan konsumsi energi listrik juga meningkat setiap tahunnya. Dari data yang dirilis Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tanggal 9 Januari 2020, konsumsi listrik dari tahun 2015 sampai tahun 2020 mengalami peningkatan sekitar 79%.Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu jenis sumber energi alternatif yang ramah lingkungandan tahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan konsumsi energi listrik yang bersumber dari PLN 1300VA dengan PLTS berkapasitas 4x300 WP dari segi keekonomisan biaya dari kedua sumber listrik. Metode penelitian yang digunakan dengan menghitung Net Present Cost (NPC), Renewable Penetration, dan Cost of Energy (COE) menggunakansoftware HOMER. Hasil penelitian ini didapatkan nilai NPC atau biaya keseluruhan untuk 10 tahun yang akan datang, NPC PLN sebesar Rp 16.900.000,00 sedangkan NPC pada sistem hybrid sebesar Rp 35.100.000,00. Dari data tersebut didapatkan persentase perbandingan ekonomisnya mencapai 48%. Maka didapatkan nilai ekonomis pada penggunaan PLTS 4x300 WP.