cover
Contact Name
Elmanani Simamora
Contact Email
paradikmajpm@unimed.ac.id
Phone
+6261-6613365
Journal Mail Official
paradikmajpm@unimed.ac.id
Editorial Address
Study Program of Mathematics Education Postgraduate Program of UNIMED Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, Medan, 20221 Tel / fax : (061)6613365,6613276 / (061)6614002,6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Paradikma: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 19788002     EISSN : 25027204     DOI : https://doi.org/10.24114/paradikma.v13i3
Core Subject : Education,
Paradikma: Jurnal Pendidikan Matematika (PJPM) focuses on presenting new ideas and essential developments for those working in mathematics education (subject matter: pedagogical, technological, psychological) and the application of mathematics in education. It seeks to reflect the diversity of research concerns in this field and the various methods used to study it. PJPM invites original research articles and not simultaneously submitted to other journals or conferences. The entire spectrum of research in mathematics education is welcome, which includes, but is not limited to the following topics: 1. Research Design in Mathematics Education, and Mathematics Ability. 2. Realistic Mathematics Education (RME) 3. Learning Mathematics uses the TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge) approach 4. PISA tasks 5. Mathematics Teacher Education and Development. 6. Development of Information and Communication Technology in Mathematics Education 7. Applied Mathematics (Application of Statistics, Algebra, Mathematical Models in education)
Articles 276 Documents
ANALISIS METAKOGNISI SISWA DALAM KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) Fatma Erya Santoso; Elvis Napitupulu; Zul Amry
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 1 (2018): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v11i2.22887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metakognisi siswa SMA dalam kemampuan pemecahan masalah matematis pada model pembelajaran problem-based learning (PBL). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X di Madrasah Aliyah Swasta Al – Asy’ariyah Medan Krio. Objek penelitian ini adalah metakognisi siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat metakognisi siswa dalam kemampuan pemecahan masalah matematis dari 32 orang siswa adalah: (1) siswa dengan tingkat kemampuan pemecahan masalah tinggi berada pada tingkat metakognisi strategic use, siswa dengan tingkat kemampuan pemecahan masalah sedang berada pada tingkat metakognisi aware use, siswa dengan tingkat kemampuan pemecahan masalah rendah berada pada tingkat metakognisi tacit use; (2) kesulitan yang dialami siswa dalam kemampuan pemecahan masalah matematis adalah terdapat 9 siswa berkemampuan rendah pada tingkat tacit use yang mengalami kesulitan fakta, terdapat 13 siswa berkemampuan rendah pada tingkat tacit use dan berkemampuan sedang pada tingkat aware use yang mengalami kesulitan konsep, terdapat 17 siswa berkemampuan rendah pada tingkat tacit use dan berkemampuan sedang pada tingkat aware use serta siswa berkemampuan tinggi pada tingkat strategic use  yang mengalami kesulitan prosedur, terdapat 20 siswa berkemampuan rendah pada tingkat tacit use dan berkemampuan sedang pada tingkat aware use serta siswa berkemampuan tinggi pada tingkat strategic use  yang mengalami kesulitan prinsip; (3) proses jawaban metakognisi siswa dalam kemampuan pemecahan masalah adalah pada saat mengembangkan rencana penyelesaian masalah, siswa menjelaskan materi prasyarat dalam menyelesaikan masalah, menjelaskan rencana dalam menyelesaikan masalah dan menentukan rencana penggunaan waktu yang digunakan untuk menyelesaikan masalah. Pada saat mengatur atau memonitor penyelesaian masalah, siswa menjelaskan hal yang perlu dilakukan jika tidak memahami masalah yang diberikan, menjelaskan strategi/cara yang digunakan, serta meyakini bahwa proses jawaban yang dilakukan benar. Pada saat mengevaluasi tindakan penyelesaian, siswa memaparkan alasan tentang pemilihan strategi penyelesaian, siswa memeriksa kembali jawaban yang diperoleh dan menyimpulkan hal yang diperoleh setelah penyelesaian masalahKata Kunci: Analisis, Metakognisi, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Problem-Based Learning (PBL)
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Ika Sartika
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 2, No 1 (2009): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v4i1.749

Abstract

This study aims to determine the influence of critical thinking skills among students who received mathematics learning through cooperative approaches with students who received conventional math learning. This research is a quasi-experimental study in junior high Madya Medan city, with the subject of student population is 31 and Junior Secondary Schools Private Nurul Hasanah and take 2 classes each of which is in Junior High School 31 class VIII.3 and VIII.4 while in junior high Private Nurul VIII.1 and VIII.2 Hasanah class as a research sample. Samples were randomly selected from two school units for the entire eighth grade at Junior High School 31 there are 5 classes in junior high while Private Nurul Hasanah there are 5 classes. The instrument used to collect data in this study consisted of testing the ability to think critically before the instruments used first tested and the results of high reliability critical thinking (0.61). From the research there is the influence of critical thinking skills to obtain cooperative learning with students who obtain conventional learning. For the ability to think critically, to analyze the experimental class question 0.86 (high) while the control class 0.84 (high), 0.84 synthesize experimental class question (high) while the control class 0.80 (high), recognize the problem experimental class 0 , 86 (high) while the control class 0.77 (high), problem-solving experimental class 0.88 (high) while the control class 0.86 (high), concluded an experimental class question 0.91 (high) while the control class 0, 83 (high). From the results of this study concluded that critical thinking skills in students who obtained a cooperative learning approach to change significantly better than students who received conventional learning. The cooperative learning approach is an alternative for teachers of mathematics in presenting math, it should be socialized cooperative learning approach used in institutions of units of each school.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN SELF- EFFICACY SISWA Sri Ramadhani; Sahat Saragih; Amin Fauzi
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 1 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v13i1.22947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) validitas perangkat pembelajaran berorientasi model pembelajaran berbasis masalah yang dikembangkan, 2)  kepraktisan perangkat pembelajaran berorientasi model pembelajaran berbasis masalah yang dikembangkan, 3) keefektifan perangkat pembelajaran berorientasi model pembelajaran berbasis masalah yang dikembangkan, 4) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran berorientasi model pembelajaran berbasis masalah yang dikembangkan, 5) peningkatan self-efficacy dengan menggunakan perangkat pembelajaran berorientasi model pembelajaran berbasis masalah yang dikembangkan, 6) mengidentifikasi proses jawaban siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran berbasis masalah yang telah dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development), produk yang dihasilkan adalah rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar aktivitas siswa, buku petunjuk guru, dan buku siswa.Pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi model pembelajaran berbasis masalah dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan Four-D dengan 4 tahap yaitu: define, design, develop dan disseminate. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A dan VIII-B di SMP Islam Terpadu Nurul ‘Azizi  Medan. Dari hasil ujicoba I dan ujicoba II diperoleh:1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, baik dalam validitas isi maupun validitas konstruk. 2) perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria praktis, 3) perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi criteria efektif, 4) terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, 5) terdapat peningkatan self-efficacy siswa menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, 6) proses jawaban pada ujicoba II lebih banyak memperoleh kriteria penilaian “baik”. Proses jawaban siswa pada ujicoba II lebih terstruktur, sistematis, serta sesuai dengan indikator kemampuan komunikasi matematis.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Masalah, Model Four-D Thiagarajan,   Kemampuan Komunikasi Matematis, Self-Efficacy
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMTIKA SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DAN TWO STAAY STRAY PADA MATERI OPERASI AALJABAR Fitria sri Ratu; Pargaulan Siagian
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 2 (2012): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v7i2.2962

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pakah hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray lebih tinggi daipada siswa yang diajar menggunakan model Pembelajaran Group Investigation pada materi Operasi Aljabar di kelas VIII SMP. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 binjai yang terdiri dari 8 Kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah 76 siswa yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII-6 yang merupakan kelas eksperimen A sebanyak 38 siswa dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dan kelas VIII-8 yang merupakan kelas ekperimen B sebanyak 38 siswa dengan menggunakan model pembelajaran  Kooperatif  tipe Group Investigation instrumen dalam penelitian ini berupa pre test dan post test yang berbentuk objektif pilihan berganda sebanyak 11 soal dan 15 soall.sebelum pengujian hipotesis, terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas data. Dari pengijian ini diperoleh bahwa sampel berasal dari populasi yang memiliki varians yang homogen dan distribusi normal. Dari analisis data pada kelas eksperimen A diperoleh nilai rata-rata pre test 4,83 dan standartt deviasi vre test 1,67 sedangkan nilai rata-rata post tes 8,28 dan standart deviasi 1,49. Pada kelas eksperimen B nilai rata-rata pre test 4,69 dan standart deviasi pre test 1,68 sedangkan rata-rata post test 6,89 dan standart deviasi pos test 1,40. Dari analisis data skor post test dengan mengunakan uji-t pada tarap α    = 0,05 diperoleh  yaitu maka  ditolak maka  diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray lebih tinggi dari pada hasil belajar matematika siswa yang di jarkan dengan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation pada materi Operasi Aljabar di kelad VIII SMP N1 Binjai T.A 2014/2015.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA YANG DIBERI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DI SMP NEGERI 3 TEBING TINGGI Zulaini Masruro Nasution; Edy Surya; Martua Manullang
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 9, No 2 (2016): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v10i1.8688

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang diberi pendekatan PBM dan PMR. (2) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa yang diberi pendekatan PBM dan PMR. (3) untuk mengetahui apakah terdapat interaksi yang signifikan antara pembelajaran matematika (PBM, PMR) dengan kemampuan awal (tinggi, sedang, rendah) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. (4) untuk mengetahui apakah terdapat interaksi yang signifikan antara pembelajaran matematika (TPS, NHT) dengan kemampuan awal (tinggi, sedang, rendah) terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Kemudian secara acak dipilih dua kelas. Kelas eksperimen 1 diberi pembelajaran kooperatif tipe TPS dan kelas eksperimen 2 dengan pembelajaran kooperatif tipe NHT. Instrumen yang digunakan terdiri dari : tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan tes kemampuan komunikasi matematis. Analisis data dilakukan dengan Uji analisis varian dua jalur (ANAVA). Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh hasil penelitian yaitu: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang diberi pendekatan PBM dan PMR. (2)  Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap motivasi belajar antara siswa yang diberi pendekatan PBM dan PMR. (3) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara pembelajaran matematika (PBM, PMR) dengan kemampuan awal (tinggi, sedang, rendah) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. (4) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara pembelajaran matematika (PBM, PMR) dengan kemampuan awal (tinggi, sedang, rendah) terhadap motivasi belajar siswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SPASIAL DAN SELF EFFICACY SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 BINJAI KABUPATEN LANGKAT MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI GEOMETRI BERBANTUAN WINGEOM Lilis . Saputri; Hasratuddin . .; Edi . Syahputra
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 10, No 2 (2017): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v10i3.8985

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan spasial dan self efficacy siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Binjai Kabupaten Langkat, sedangkan sampelnya terdiri dari 39 siswa pada kelas VIII-a dan 39 siswa pada kelas VIII-b. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan awal matematika, pretes dan postes kemampuan spasial, serta angket self efficacy. Instrumen tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat validitas isi dengan reliabilitas  untuk kemampuan awal matematika, dan  untuk tes kemampuan spasial, serta  untuk self efficacy. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis inferensial data dilakukan dengan ANAVA Dua Jalur dan deskriptif ditujukan untuk mendeskripsikan proses jawaban siswa dalam menyelesaikan tes kemampuan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) peningkatan kemampuan spasial siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan wingeom lebih tinggi daripada yang diajarkan dengan pembelajaran biasa, (2) peningkatan self efficacy siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan wingeom lebih baik daripada yang diajarkan dengan pembelajaran biasa, (3) tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal matematika siswa dan model pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan spasial siswa, (4) tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal matematika siswa dan model pembelajaran terhadap peningkatan self efficacy siswa, (5) Proses jawaban yang dibuat siswa dalam menyelesaikan soal-soal kemampuan spasial yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan wingeom lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran biasa. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan wingeom dijadikan alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan spasial dan self efficacy siswa.Kata kunci : kemampuan spasial, self efficacy, serta proses jawaban siswaABSTRACT Aim of the research are going to know improving spatial ability and self efficacy students. Type of the research used quasi experimental. Population of the research consisted to all students of class VIII SMP Negeri 1 Binjai Kabupaten Langkat, and then  for sampel consisted of 39 students in class VIII-a and 39 students in class VIII-b. Instruments of research used to test of mathematical initial ability, pretest and posttest of spatial ability, and questionnaires of self efficacy. The instrument had been claimed validation content with reliability is  for mathematical intial ability, and  for spatial ability, and  for self efficacy. Data of the research analyzed belongs to inferenstial data used ANOVA two ways and descriptive analysis aim for describing solution of answering process students for finished the test of spatial ability. The result showed that (1) improving spatial ability student which taught by cooperative learning type STAD auxiliary wingeom higher than which are taught by ordinary learning, (2) improving the self efficacy student which taught by cooperative learning type STAD auxiliary wingeom better than which taught by ordinary learning, (3) there’s not interaction between mathematical initial ability and learning models about improving spatial ability students, (4) there’s not interaction between mathematical initial ability and learning models about improving self efficacy students, (5) answering process that  made by students for answering the question about spatial ability students which taught by cooperative learning type STAD auxiliary wingeom better than which taught by ordinary learning. Based on the research suggested to cooperative learning STAD type by wingeom used as be alternative for teacher to improve spatial ability dan self efficacy students Keywords : spatial ability, self efficacy, and answering process students
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN ADOBE FLASH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPASIAL SISWA DI MTS NEGERI 1 MODEL MEDAN Minda Uba Manora Siregar; Edi Syahputra; Sriadhi Sriadhi
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 2 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v13i2.23716

Abstract

Dalam pembelajaran inovatif guru harus menggunakan media pembelajaran, sebab media merupakan salah satu faktor yang menunjang keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Melalui media yang dikombinasikan dengan model pembelajaran akan mempermudah proses pembelajaran yang kondusif, kreatif dan meningkatkan efesiensi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan dari Penelitian ini yaitu mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis STAD menggunakan program aplikasi adobe flash untuk meningkatkan kemampuan spasial siswa. Prosedur pengembangan yang digunakan adalah prosedur 4-D. Peneliti menetapkan subjek penelitian yaitu kelas VIII-11 MTs Negeri 1 Model Medan. Penelitian ini menghasilkan sebuah media pembelajaran matematika yang telah dinyatakan valid dan layak digunakan secara keseluruhan sebagai media pembelajaran. Hasil dari uji kelayakan produk adalah hasil dari penilaian ahli media,ahli materi dan siswa. Hasil yang didapatkan skor persentase kelayakan media sebesar 84,34% dengan kategori “Sangat Layak”. Penilaian media pembelajaran oleh ahli materi didapatkan persentase kelayakan akhir sebesar 70,5% dengan kategori “Layak”. Hasil penilaian oleh siswa didapatkan persentase akhir sebesar 92,9% dengan kategori “Sangat Layak”. Sedangkan uji kemampuan spasial siswa diketahui jumlah persentase siswa yang memenuhi nilai ketuntasan pada saat pre-test sebesar 34%, sedangkan pada saat post-test sebesar 86%. Sehingga dapat disimpulkan pengembagan media pembelajaran berbasis STAD yang dihasilkan dinyatakan layak dan meningkatkan kemampuan spasial siswa.Kata Kunci: Adobe flash; Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD; Kemampuan Spasial
PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Haryati Ahda Nasution; Edi Syahputra; Pargaulan Siagian
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2 (2011): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v6i1.1097

Abstract

Tujuan penelitian dalam desain Eksperimen semu ini menyelidiki perbedaan peningkatan Pendekatan (PBM) atas kemampuan pemecahan masalah matematik siswa dan kemampuan komunikasi matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 29 Medan sebanyak 74 siswa. Penelitian ini merupakan suatu studi eksperimen dengan desain penelitian pre-test-post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 (satu) dengan mengambil sampel dua kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol) melalui teknik random sampling. Data dianalisis dengan uji ANAVA dua jalur. Sebelum digunakan uji ANAVA  dua jalur terlebih dahulu dilakukan uji homogenitas dalam penelitian dan normalitas dalam penelitian ini dengan taraf signifikan 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain tes kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen adalah 0,73  dan kelas kontrol adalah 0,49 dengan nilai sig = 0, dengan 0 < α = 0,05 maka terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang diajarkan dengan Pendekatan (PBM) dengan Pembelajaran Langsung. Rata-rata N-Gain tes kemampuan komunikasi  eksperimen dan kontrol adalah 0,64 dan 0,44 dengan -value (2-tailed) adalah 0, dengan 0 < α = 0,05 maka terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang diajarkan dengan Pendekatan (PBM) dan  Pembelajaran Langsung.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMK TAMANSISWA SUKADAMAI KABUPATEN ASAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Mustika Fitri Larasati Sibuea; Asmin Asmin; Edi Syahputra
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 8, No 2 (2015): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v8i3.3363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) peningkatan kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran biasa, (2) interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Tamansiswa Sukadamai Kabupaten Asahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa SMK Tamansiswa Sukadamai, sedangkan sampelnya terdiri dari 32 siswa pada kelas X Akuntansi sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa pada kelas X RPL sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis dan angket disposisi matematis siswa. Pengujian hipotesis statistik dalam penelitian ini menggunakan uji ANAVA dua jalur pada program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada peningkatan kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran biasa. Hasil rerata peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang diberi pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran biasa masing-masing sebesar 0,52 dan 0,45, dan rerata peningkatan disposisi matematis siswa masing-masing sebesar 0,443 dan 0,417. (2) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan disposisi matematis siswa.
Mengembangkan Kemampuan Menalar dan Memecahkan Masalah melalui Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) E. Elvis Napitupulu
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 1, No 1 (2008): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Two of the five goals mandated by SBC to be achieved in the learning of mathematics in schools is to develop the ability to reason and solve problems. In addition to SBC also emphasizes math learning focus on solving problems. Reasoning and problem solving competence is a two occupying a central position in their respective roles. Reasoning ability is the main weapon to solve the problem while solving the problem is the main occupation in doing-math. For that it is a usual school curriculum models adopted to design and make room for math learning approach that promotes growth and blossoms both capacities. This paper highlights the importance of foster both competence is developed through the learning process in order to contribute to efforts to achieve national education goals.

Filter by Year

2008 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2024): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (July - December 2024) Vol. 17 No. 1 (2024): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (January-June 2024) Vol 17, No 1 (2024): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (January-June 2024) Vol 16, No 2 (2023): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (July - December 2023) Vol. 16 No. 2 (2023): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (July - December 2023) Vol 16, No 1 (2023): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (January - June 2023) Vol 15, No 2 (2022): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 1 (2022): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 14, No 2 (2021): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 14, No 1 (2021): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 2 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 1 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 2 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2 (2018): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 1 (2018): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 10, No 2 (2017): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 10, No 1 (2017): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 9, No 2 (2016): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 9, No 1 (2016): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 8, No 2 (2015): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 8, No 1 (2015): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 1 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2013): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2013): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 2 (2012): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 1 (2012): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 2 (2011): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2011): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 3, No 2 (2010): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 3, No 1 (2010): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 2, No 2 (2009): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 2, No 1 (2009): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 1, No 2 (2008): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 1, No 1 (2008): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA More Issue