Paradikma: Jurnal Pendidikan Matematika
Paradikma: Jurnal Pendidikan Matematika (PJPM) focuses on presenting new ideas and essential developments for those working in mathematics education (subject matter: pedagogical, technological, psychological) and the application of mathematics in education. It seeks to reflect the diversity of research concerns in this field and the various methods used to study it. PJPM invites original research articles and not simultaneously submitted to other journals or conferences. The entire spectrum of research in mathematics education is welcome, which includes, but is not limited to the following topics: 1. Research Design in Mathematics Education, and Mathematics Ability. 2. Realistic Mathematics Education (RME) 3. Learning Mathematics uses the TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge) approach 4. PISA tasks 5. Mathematics Teacher Education and Development. 6. Development of Information and Communication Technology in Mathematics Education 7. Applied Mathematics (Application of Statistics, Algebra, Mathematical Models in education)
Articles
277 Documents
RUANG KONFIGURASI SUATU SISTEM
Rahmawati Pane
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 1, No 2 (2008): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/paradikma.v1i2.23443
A system in addition to having properties - properties also have any configuration needed - time operation system or process. A configuration based on the properties - properties that will be raised and the purposes of the system. This paper proposes a system configuration based on the uniformity properties of woven and aid group obtained a mathematical model rather than the system.
DIFFERENCES IN THE ABILITY TO UNDERSTAND MATHEMATICAL CONCEPTS OF STUDENTS TAUGHT BY USING GUIDED DISCOVERY LEARNING ANDCONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MODELS ASSISTED BY AUTOGRAPH SOFTWARE VIEWED FROM STUDENT LEARNING STYLES
Rosauli Novalina Samosir;
Pargaulan Siagian;
Humuntal Banjarnahor
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2 (2018): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/paradikma.v11i3.22929
This study aims to determine (1) whether the ability to understand mathematical concepts of students taught by Guided Discovery Learning (GDL) assisted by Autograph Software is higher than students taught by Contextual Teaching and Learning (CTL) assisted by Autograph Software, (2) whether the ability students' understanding of mathematical concepts in the convergent learning style group is higher than that of the divergent learning style group. This type of research is a quasi-experimental study with a research population of all grade X students of Parulian 1 Medan Private High School. This study uses 2x2 two-way ANAVA. Then proceed with the t test to see whether the two groups differ significantly. Based on the t test statistical calculations and confirmed with spss, it can be concluded that (1) The ability to understand mathematical concepts of students taught by Guided Discovery Learning (GDL) assisted by Autograph Software is higher than students taught by Contextual Teaching and Learning (CTL) with Software Autograph, (2) The ability to understand students' mathematical concepts in the convergent learning style group is higher than that of the divergent learning style group.Keywords: Contextual Teaching and Learning, Guided Discovery Learning, Concept Understanding Ability, Autograph Software
PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SMP AL-WASHLIYAH 8 MEDAN
Rosliana Harahap;
Izwita Dewi;
Sumarno .
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 2, No 2 (2009): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/paradikma.v5i2.1092
The objectives of this study are to investigate: (1) The diffrences of improving students’ mathematical communication ability in contextual learning and cooperative learning type STAD at SMP Al-Washliyah 8 Medan, (2) The diffrences of improving students’ mathematical connection ability in contextual learning and cooperative learning type STAD at SMP Al-Washliyah 8 Medan This study is an experimental research there were six classes of Grade VII, the samples were taken two classes randomly. The first class was treated by using contextual learning and the second class was treated by using cooperative learning type STAD. The instruments which were used; Mathematical Communication ability test, and Mathematical Connection ability test. The instruments were eligible content validity and reliability about 0,81 and 0,82 to mathematical commmunication and connection ability. The Data analyzed by appling multivariate analysis (MANOVA). The results reveal that this study, generally the students were treated by contextual learning are better than the students were treated by cooperative learning type STAD. Based on the study, the reseacher suggested (1) Contextual learning in teaching mathemaics for improving students’mathematical communication and connection ability would become an alternative for applying innovative mathematical learning. (2) Students’activity through contextual learning categorized as either. This study is also expected to be useful for mathematics teacher to created good atmosphere and give a chance to the sudents for presenting their idea by themselves.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP ANTARA PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG
Pertiwi Puji Lestari;
Ani Minarni;
Bornok Sinaga
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 2 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/paradikma.v12i3.22968
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang diberi model pembelajaran TPS dengan siswa yang diberi pembelajaran langsung, (2) Untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang diberi model pembelajaran TPS dengan siswa yang diberi pembelajaran langsung, (3) Untuk mengetahui proses penyelesaian jawaban yang dibuat siswa dalam menyelesaikan masalah pada masing-masing pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Asuhan Jaya Medan T.A.2015/2016. Dari seluruh siswa kelas VIII dipilih siswa sebanyak dua kelas sebagai sampel. Kelas eksperimen -1 diberi perlakuan model pembelajaran Think Pair Share dan kelas eksperimen-2 diberi perlakuan pembelajaran langsung. Analisis deskriftif ditujukan untuk mendeskripsikan proses penyelesaian jawaban siswa. Analisis inferensial data dilakukan dengan analisis kovarians (ANNACOVA). Hasil penelitian menunujukkan bahwa: (1) Kemampuan pemecahan masalah yang diberi model pembelajaran Think Pair Share lebih baik dari pembelajaran langsung. (2) Kemampuan komunikasi matematis siswa yang diberi model pembelajaran Think Pair Share lebih baik dari model pembelajaran langsung. (3) Proses penyelesaian jawaban siswa dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share lebih baik dari model pembelajaran langsung.Kata Kunci: Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS), Kemampuan Pemecahan Masalah, Kemampuan Komunikasi Matematis
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI ATURAN PENCACAHAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SMA
Iis Juniati Lathiifah;
Zulkardi Zulkardi;
Somakim Somakim
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 8, No 2 (2015): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/paradikma.v8i3.3357
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar materi aturan pencacahan yang valid dan praktis berdasarkan karakteristik pembelajaran berbasis masalah dan kurikulum 2013 serta untuk mengetahui efek potensial dari bahan ajar terhadap kemampuan siswa memecahkan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah development research yang terdiri dari dua tahap yaitu tahap preliminary yang meliputi persiapan dan desain kemudian tahap formative evaluation yang meliputi self evaluation, expert reviews, one-to-one, small group, dan field test. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 6 SMAN 10 Palembang. Pengumpulan data dilakukan dengan walk through, obsevasi dan tes. Penelitian ini telah menghasilkan bahan ajar yang valid dan praktis sesuai dengan karakteristik pembelajaran berbasis masalah dan kurikulum 2013. Valid tergambar dari saran validator yang menyatakan bahwa bahan ajar baik berdasarkan konten yang sesuai dengan kurikulum 2013, konstruk yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran berbasis dan bahasa yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Serta mempunyai efek potensial terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dilihat dari sikap, pengetahuan dan keterampilan yang secara umum baik serta hasil tes evaluasi akhir dimana rata-rata nilai siswa dikategorikan baik.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE JIGSAW DI SMP MUHAMMADIYAH KOTA PADANGSIDIMPUAN
Masdelima Azizah Sormin;
Mukhtar Mukhtar;
Edi Syahputra
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 1 (2018): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/paradikma.v10i2.8697
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan pembelajaran konvensional, (2) interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah kota Padangsisimpuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pre-test-post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan, sedangkan sampelnya terdiri 30 siswa pada kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa pada kelas VII-3 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purpose sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis siswa, angket disposisi matematis siswa. Pengujian hipotesis statistik dalam penelitian ini menggunakan uji ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional. Hasil rerata peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diberi pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan pembelajaran konvensional masing-masing sebesar 0,64 dan 0,65, dan rerata peningkatan disposisi matematis siswa masing-masing sebesar 0,43 dan 0,45. (2) terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF-CONFIDENCE SISWA
Wirdayahni Siregar;
Hasratuddin Siregar;
Edi Syahputra
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 13, No 2 (2020): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/paradikma.v13i3.22914
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan berbasis pendekatan realistik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran biasa; 2) Keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan melalui pendekatan realistik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis; dan 3) Peningkatan self-confidence siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan realistik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4-D. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap, yakni tahap pertama validasi perangkat pembelajaran kepada 5 orang validator, dan tahap kedua mengujicobakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan pendekatan realistik di kelas VIII-3 dan VIII-4 Mts. YAPNI Lubuk Pakam. Dari hasil uji coba I dan uji coba II diperoleh: (1) Terjadi peningkatan nilai rata-rata pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan berbasis pendekatan realistik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran biasa, yaitu sebesar 13,89. (2) Perangkat pembelajaran berbasis pendekatan realistik efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis; dan (3) Terjadi peningkatan self-confidence siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan realistik.Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Self -Confidence, Model Pengembangan 4-D. Pendekatan Realistik
PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)
Nurul Fajri;
Hajidin .;
M Ikhsan
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 1 (2012): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/paradikma.v6i2.1073
Kemampuan koneksi dan komunikasi matematis perlu menjadi fokus perhatian dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan koneksi dan komunikasi matematis siswa baik secara keseluruhan maupun secara berkelompok. Tujuan lain yang ingin dilihat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan pengelompokkan siswa terhadap peningkatan kemampuan koneksi dan komunikasi matematis siswa; dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran CTL. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal tes (koneksi dan komunikasi) dan non tes (angket respon siswa). Hasil penelitian ini adalah: 1) peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan CTL lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional berdasarkan keseluruhan siswa; 2) peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan CTL lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional berdasarkan pengelompokkan siswa; 3) Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan pengelompokkan siswa terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa; 4) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan CTL lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional berdasarkan keseluruhan siswa; 5) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan CTL lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional berdasarkan pengelompokkan siswa; 6) Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan pengelompokkan siswa terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa; 7) Siswa menujukkan respon yang baik terhadap pembelajaran CTL.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBASIS KONTEKS BUDAYA BATAK TOBA TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA
Syuhada Sitompul;
Edi Syahputra;
Kms. M. Amin Fauzi
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2019): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/paradikma.v12i1.23718
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (2) pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba yang signifikan terhadap disposisi matematis siswa, (3) pengaruh kemampuan awal matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (4) pengaruh kemampuan awal matematis terhadap disposisi matematis siswa, (5) apakah terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (6) apakah terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematis terhadap disposisi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Swasta Parulian 2 Medan Tahun Ajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 yang diajarkan dengan model pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba dan VII-2 yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional yang masing-masing berjumlah 40 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi dan angket disposisi matematis siswa. Analisis yang digunakan adalah ANAVA Dua Jalur dan dari hasil uji coba diperoleh: (1) terdapat pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (2) terdapat pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba yang signifikan terhadap disposisi matematis siswa, (3) terdapat pengaruh kemampuan awal matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (3) terdapat pengaruh kemampuan awal matematis terhadap disposisi matematis siswa, (5) tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, (6) tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematis terhadap disposisi matematis siswa.Kata Kunci: Model Pembelajaran Think Talk Write berbasis konteks budaya Batak Toba, Kemampuan komunikasi, Disposisi matematis
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DI SMP SWASTA TARBIYAH ISLAMIYAH
Sri Yunita Ningsih;
Asmin Asmin;
Edi Syahputra
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/paradikma.v7i3.2971
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep dan koneksi matematik siswa di SMP Swasta Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak pada materi kubus dan balok melalui pendekatan matematik realistik. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan yang diperoleh, siswa diberikan tes kemampuan pemahaman konsep dan koneksi matematik. Peningkatan kemampuan pertama kali dianalisis menggunakan rumus gain ternormalisasi untuk kemudian di olah menggunakan rumus ANAVA dua jalur. Rumus ANAVA dua jalur juga digunakan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep dan koneksi matematik. Hasil penelitian menunjukkaan bahwa (1) peningkatan kemampuan pemahaman konsep dan koneksi matematik siswa yang diajarkan melalui pendekatan matematik realistik lebih tinggi dari pada kemampuan pemahaman konsep dan koneksi matematik siswa yang hanya di ajarkan melalui pembelajaran biasa, (2) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa, dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematika siswa.