cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Imajinasi
ISSN : 1829930X     EISSN : 25496697     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Seni Imajinasi merupakan jurnal seni yang dikelola oleh Jurusan Senirupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes. Terbit perdana pada bulan Juli 2004. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juli dan Januari, dengan isi artikel tentang kajian atau analisis kritis dan hasil penelitian di bidang seni rupa.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
ESTETIKA NUSANTARA : SEBUAH PERSPEKTIF BUDAYA Triyanto, -
Imajinasi Vol 4, No 1 (2008): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

wa, atau esensi dalam setiap perwujudan simbol-simbol kesenian Nusantara. Bentuk, wujud, atau symbol-simbol yang muncul memang berbeda, namun, ruh, jiwa, atau esensinya tetap memperlihatkan sifat yang berorientasi pada budaya mistis, magis, kosmis, dan religius. Dalam kehidupan empirik, kesenian Nusantara umumnya terintegrasi dalam kegiatan tradisi ritual atau keagamaan masyarakat. Warga masyarakat yang terlibat sebagai pelaku kesenian, acapkali, tidak menyadari kalau mereka sedang berkesenian. Sebaliknya yang disadari ialah mereka sedang melakukan aktivitas kehidupan tradisinya. Dengan satu contoh kasus pada bahasan konsep estetika Jawa, akhirnya dapat disimpulkan bahwa konsep estetika kesenian Nusantara memperlihatkan sifatnya yang khas, yaitu dari mistis hingga religius.Kata Kunci : Estetika, kesenian, nusantara, budaya, mistis-religius
ESTETIKA HINDU DALAM KESENIAN BALI Karthadinata, Dewa Made
Imajinasi Vol 4, No 1 (2008): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaidah-kaidah seni yang berkembang pada masa Bali Kuna pada awalnya berasal dari teks-teks Hindu berbahasa Sansekerta, yang tentunya diterapkan di dalam praktik menciptakan karya-karya seni, baik itu pada seni pahat batu, seni rupa logam, arsitektur, maupun seni tari, teater, karawitan, dan sastra. Pandangan orang Hindu terhadap estetika, dalam hal ini ajaran weda merupakan unsur yang paling dominan dalam estetika Bali sekaligus ruh budaya Bali. Setiap kreativitas budaya Bali, termasuk kesenian, tidak akan bisa lepas dengan ikatan-ikatan nilai luhur budaya Bali, terutama nilai-nilai estetika yang bersumber dari agama Hindu. Estetika Hindu pada intinya merupakan cara pandang mengenai rasa keindahan (lango) yang diikat oleh nilai-nilai agama Hindu yang didasarkan atas ajaran-ajaran kitab suci weda. Ada beberapa konsep yang menjadi landasan penting dari estetika Hindu seperti: konsep kesucian, konsep kebenaran, dan konsep keseimbangan. Estetika menurut Hindu, berkaitan dengan prinsip-prinsip ke-Tuhanan. Seniman Bali berkesenian atas dasar konsep ngayah, baik kepada masyarakat maupun kepada Tuhan, selalu melibatkan unsur-unsur ritual dalam setiap aktivitas berkesenian mereka untuk menjaga kesucian karya seni yang dihasilkan. Bagi masyarakat Bali kesejahteraan lahir dan batin dapat diraih, apabila masyarakat itu dengan konsekuen melaksanakan konsep-konsep utama agama Hindu. Adapun konsep-konsep utama agama Hindu yang terkait dengan estetika tersebut ialah: (1)Sekala dan Niskala, (2)Tri Hita Karana, (3)Desa Kala Patra, (4)Karmaphala, (5)Taksu dan Jengah, serta (6)konsep Kosmologi.Kata-kata kunci: estetika, agama Hindu, kesenian Bali
PERKEMBANGAN AMBIENT MEDIA DI INDONESIA Nugrahani, Rahina
Imajinasi Vol 4, No 1 (2008): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan periklanan ditujukan untuk mendapatkan respon atau reaksi dari audiens. Pada beberapa kasus, kegiatan periklanan digunakan sebagai sarana untuk menghidupkan brand awareness (kesadaran terhadap merk) sebagai bagian dari upaya untuk membangun citra positif produk yang ditawarkan. Sebagai elemen yang memegang peran utama dalam kegiatan pemasaran, perusahaan harus mampu menentukan strategi media yang paling efektif dan sesuai dengan karakter perusahaan. Ada paradigma bahwa media massa merupakan media yang paling efektif untuk mengiklankan produk. Dibandingkan media yang lain, televisi adalah salah satu media periklanan yang paling populer karena memiliki kompetensi untuk menggabungkan unsur audio visual dan jangkauannya yang luas. Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa mempromosikan produk melalui televisi tidak mengurangi antusiasme pemasar untuk beriklan di media tersebut. Terdapat hasil penelitian yang menyebutkan bahwa setiap harinya audiens diserbu tidak kurangdari 8.000 iklan televisi per hari. Berdasarkan hal tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa iklan televisi sudah kehilangan efektivitasnya untuk mempengaruhi keputusan produk dalam membeli produk. Menurunnya keefektifan media konvensional menginspirasi biro-biro iklan dan pemasar untuk menggunakan media periklanan yang lain. Media lini bawah (below the line media) yang tidak terlalu populer sebelumnya, mulai dipertimbangkan sebagai salah satu media alternatif seiring dengan tuntutan untuk menciptakan media yang lebih efektif danl ebih kreatif. Salah satu media media nonkonvensional yang mulai populer akhir-akhir ini adalah ambient media, media yang tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman yang tidak terlupakan kepada audiens melalui sesuatu yang berbeda, di luar standar, dan pada umumnya media ini terintegrasi dengan lingkungan.Kata Kunci : iklan, media, ambient
SENI UKIR MACAN KURUNG DI DUKUH BELAKANG GUNUNG, DESA MULYOHARJO KABUPATEN JEPARA Supriyadi, Slamet
Imajinasi Vol 4, No 1 (2008): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui (a) makna seni kerajinan tradisi ukir macan kurung bagi masyarakat pengrajin di desa Mulyoharjo, (b) pola-pola perilaku berkesenian yang dilakukan oleh pengrajin tradisi ukir, macan kurung di desa Mulyoharjo, (c) bentuk hasil karya seni tradisi macan kurung ditinjau dari aspek ukuran, motif ragam hias dan finishing. Makna kerajinan seni ukir macan kurung merupakan warisan leluhur penduduk setempat dengan unsur filosofis bahwa manusia yang angkara murka, serakah, gila kekuasaan bisa dikendalikan dan dibatasi dengan perisai kebajikan melalui dasar moralitas yang baik. Dalam berkarya seni, pengrajin macan kurung memulai dengan pemilihan bahan alat kenudian proses pembuatan ukir melalui sejumlah tahapan, dari mendesain hingga finishing. Bentuk karya macan kurung berukuran sekitar tinggi 70 cm dan lebar 30 cm atau sesuai pesanan. Motif utama ialah seekor macan yang berada di dalam kerangkeng, di atas kerangkeng terdapat seekor burung rajawali mencengkeram seekor ular. Finishing bentuk menggunakan politur.
BERKESENIAN : TINDAKAN SOSIAL MENURUT MAX WEBER -, Wadiyo
Imajinasi Vol 3, No 2 (2007): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkesenian secara umum dapat dilihat sebagai sebuah bentuk tindakan manusia. Menurut Max Weber sebuah tindakan manusia dapat berubah makna menjadi sebuah bentuk tindakan yang bermakna sosial manakalatindakan itu ditujukan pada orang lain. Tindakan yang bermakna sosial itu dalam bahasa yang lebih khusus olehMax Weber disebutnya sebagai tindakan sosial. Berkesenian juga dapat dikatakan sebagai sebuah bentuktindakan sosial manusia sebab orang yang melakukan kegiatan seni selalu ditujukan pada orang lain sekalipuntidak secara langsung. Kegiatan cipta mencipta dan menyajikan seni seperti musik, tari, seni rupa, seni drama,dan puisi menurut konsep Max Weber telah masuk dalam kategori suatu tindakan sosial sebab dalam menciptadan menyajikan seni tersebut, seseorang atau kelompok orang pasti meminta respon atau tanggapan orang lainsekalipun menurut Max Weber istilahnya adalah membatin atau mungkin hanya diucapkan dalam hati.Kata kunci : Tindakan sosial, seni, simbol, ekspresi, penciptaan, penyajian.
KERAJINAN SULAMAN BENANG EMAS “KASAB ACEH” (Kajian terhadap Corak dan Fungsinya bagi Masyarakat Aceh) Selian, Rida Safuan
Imajinasi Vol 3, No 2 (2007): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh merupakan daerah yang paling dalam menggurat sejarah kebudayaan Islam diIndonesia, seiring dengan meluasnya kekuasaan serta kejayaan kerajaan Aceh padamasa lalu sehingga mempengaruhi hasil-hasil karya seni yang ada di dalammasyarakatnya. Karya-karya seni tersebut diciptakan untuk memenuhi fungsi sebagaisalah satu sarana dakwah agama Islam. Seni kriya atau seni kerajinan sebagai salahsatu hasil budaya bangsa pada mulanya bersifat spiritual fungsional yang dibuat denganteknik atau perwujudan yang menggunakan keterampilan tangan yang tinggi dengandiberi hiasan tertentu. Dalam perkembangannnya, seni kriya atau seni kerajinan yangada justru menjadi seni-seni tradisional yang secara turun-temurun tetap diperlukanguna memenuhi fungsi-fungsi praktis di kalangan masyarakat. Kerajinan sulamanbenang emas “kasab Aceh” merupakan salah satu komponen penting dalamperlengkapan upacara-upacara adat masyarakat Aceh, terutama pada upacaraperkawinan, upacara puesijuk atau tepung tawar, pacara sunat rasul dan upacaralainnya yang berfungsi sebagai penghias interior dan barang pakai untuk keperluanupacara.Kata kunci : kebudayaan, seni kriya, seni kerajinan, sulaman
PEMANFAATAN GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MENGGAMBAR ILUSTRASI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Utomo, Kamsidjo Budi
Imajinasi Vol 3, No 2 (2007): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa SD dalammenggambar ilustrasi dengan menggunakan gambar sebagai media pengajaran. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan desain penelitian action researchtiga siklus. Lokasi penelitian adalah SD Bojong Salaman 04 Semarang dengan menggunakan 44siswa kelas IV sebagai sasaran penelitian. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknikpengamatan, wawancara, serta menggunakan teknik tes. Data yang diperoleh dianalisis denganmenggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan hasilbelajar menggambar siswa SD mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan reratahasil belajar menggambar siswa dalam setiap siklusnya. Dari segi motivasi, melalui penggunaanmedia gambar, siswa tampak lebih lancar, berani, dinamis, serta bebas dalam aktivitas prosesmenggambar. Siswa dapat lebih menikmati aktivitas menggambarnya dengan maksimal, tanpadiselimuti perasaan takut untuk berkreasi yang juga berarti menunjukkan adanya peningkatanmotivasi. Berdasarkan simpulan tersebut saran yang diajukan adalah perlunya pemahaman berkaitdengan perkembangan menggambar siswa pada saat mengalami krisis sebab mereka sangatmembutuhkan bimbingan dan pertolongan guru sesuai dengan tuntutan perkembangan jiwanya.Kata kunci: gambar ilustrasi, media pengajaran, motivasi, hasil belajar.
LAGU UNTUK ANAK: SEBUAH KAJIAN MUSIKOLOGIS Muttaqin, Moh.
Imajinasi Vol 3, No 2 (2007): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik atau lagu merupakan sebuah karya seni yang memiliki fungsi sangat penting bagikehidupan manusia termasuk kehidupan anak. Keberadaan musik tersebut seringdikaitkan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan anak khususnya perkembanganmotorik emosi, intelligensi, bahasa, sosial, dan yang lainnya. Mengingat betapa pentingperanan musik bagi perkembangan jiwa anak, dalam menyusun lagu untuk anak perludiperhatikan dan dicermati unsur-unsur komposisi dengan maksud agar lagu yangtercipta setidaknya dapat turut membantu mengarahkan perkembangan anak menujuperkembangan yang baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun lagu anakadalah: (1) dalam penentuan ambitus, hendaknya tidak lebih dari satu oktaf denganwilayah nada sekitar c1– c2; (2) pemilihan tema lirik lagu hendaknya mengandungbeberapa aspek paedagogis seperti: aspek moral, agama, kedisiplinan, dan mampumengembangkan daya pikir, cipta, bahasa dan emosi; (3) penyusunan lagu dengan notnotbernilai utuh, setengah, seperempat, dan seperdelapan dengan pola melangkahdalam gerak melodi dalam bentuk lagu satu bagian.Kata kunci: lagu, anak, unsur musik, ambitus, birama.
SANGGAR SENI DHARMA BUDAYA KOTA PASURUAN (Kajian terhadap Fakta dan Aktivitas Kesenian Daerah) -, Sumanto
Imajinasi Vol 3, No 2 (2007): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanggar Seni Dharma Budaya Kota Pasuruan merupakan suatu komunitas kesenian daerahkhususnya seni tari yang masih berkembang sampai saat ini di dilingkungan masyarakat kotaPasuruan yang dikenal sebagai masyarakat yang Islami (masyarakat santri). Sebagai bagian darisistem sosial masyarakat eksistensi atau keberadaan Sanggar Seni Dharma Budaya tersebuttidak lepas dari perhatian dan dukungan masyarakat, Pemerintah Daerah Kota Pasuruan, danpara pelaku seni untuk tetap melestarikan dan mengembangkan potensi kesenian daerah yangbisa diterima oleh komunitas masyarakat di kota Pasuruan. Kondisi tersebut sebagai gambaranrealita kesenian daerah dan keanekaragaman budaya manusia, termasuk pandangan mengenainilai-nilai sosial budaya yang dianutnya sendiri serta yang berlaku umum bagi masyarakatsetempat. Keanekaragaman kesenian tersebut berada dalam suatu sistem yang unsur-unsurnyasaling terkait dan berfungsi secara seimbang. Baik unsur-unsur yang ada pada Sanggar SeniDharma Budaya itu sendiri maupun dalam masyarakat dan pemerintah daerah kota Pasuruan.Kata kunci: akulturasi, asimilasi, enkulturasi, kesenian daerah
ASPEK RITUAL DAN MAKNANYA DALAM PERINGATAN KASADA PADA MASYARAKAT TENGGER JAWA TIMUR Sriwardhani, Tjitjik
Imajinasi Vol 3, No 2 (2007): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan upacara tradisional sebagai bagian dari kebudayaan, kelestarian hidupnyaditentukan oleh fungsinya bagi masyarakat pendukungnya. Salah satu fungsi sosialnya yaknisebagai penguat norma serta nilai budaya, sehingga dapat dijadikan untuk menentukan sikap dantingkah laku pendukungnya. Di Tengger hampir tidak ada hari tanpa upacara tradisi, yang diikutiseluruh masyarakat termasuk yang bukan pemeluk agama Hindu, salah satunya adalah upacaraKasada. Upacara Kasada dilaksanakan setiap tanggal 14 atau bulan purnama mangsa Ashada,dalam acara ngelabuh di kawah gunung Bromo, oleh dukun tertinggi, yang diikuti seluruh dukunbawahannya, serta masyarakat pendukungnya. Dalam upacara ini setiap desa diwajibkan membuat2 ongkek, yang terbuat dan terdiri dari bunga kumitir, bunga tonolayu, bunga waluh, kentang, kobis,kacang-kacangan, daun pakis, daun beringin, daun telatok, daun tebu, jantung pisang, buah pare,dan buah pisang, yang selesai dibuat sekitar pukul 16.00. Pukul 19.00 dibawa ke rumah carik olehwong sepuh, selanjutnya di-pelaspas dukun. Selanjutnya salah satu ongkek dibawa ke poten ditengah segara wedhi sekitar pukul 01.00 untuk upacara mulunan, sebagai ujian calon dukun. Selesaipelantikan dukun baru, saatnya mempersembahkan sesaji kehadirat Hyang Maha Agung, jika waktutelah mencapai putih wetan maka berakhir pula puncak acara tradisional Kasada tersebut.Kata kunci: acara ritual, Kasada, tradisional, masyarakat Tengger