cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Analisis: Jurnal Studi Keislaman
ISSN : 20889046     EISSN : 25023969     DOI : -
Core Subject : Education,
ANALISIS: Jurnal Studi Keislaman adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh IAIN Raden Intan Lampung dengan nomor ISSN: 2088-9046. ANALISIS terbit 2 (dua) kali dalam setahun (Juli dan Desember), dengan mengangkat tema tertentu per nomornya sesuai dengan pembidangan studi Islam secara luas. Dalam hal ini, ANALISIS menekankan spesifikasi pada pemaparan Islam dan isu-isu kontemporer ditinjau dari berbagai aspek dan pendekatan studi Islam. Redaksi mengundang akademisi, pakar, dan peminat bidang kajian keislaman untuk berkonstribusi mengirimkan artikel ilmiah hasil penelitian, refleksi dan kajian serius, juga timbangan buku yang sesuai dengan tema tiap nomor, baik karya klasik maupun kontemporer.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
NILAI-NILAI KEMANUSIAAN DALAM PUISI SUFISTIK AL-RUMI Afandi, Zamzam
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 16 No 2 (2016): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v16i2.1124

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan pandangan al-Ru> mi> tentang manusia dan kemanusiaan. Menurutnya, manusia adalah berasal dari materi yang sama yaitu tanah yang telah ditiupkan padanya Ruh Tuhan. Karena berasal dari tanah, maka manusia akan selalu berkembang, berjuang dan mencari kesempurnaan hidup baik untuk kehidupan kini (di dunia), sedang Ruh Tuhan yang telah tertiup pada tanah asal kejadian manusia, membuatnya akan selalu merindukan Tuhan dan bertemu dengan-Nya. Rindu atau cinta (mah}abbah, syauq) inilah yang semestinya menjadi cara pandang dan bersikap dalam interaksi manusia dengan sesamanya maupun dengan alam semesta, karena semua makhluk Tuhan pada dasarnya juga merindu dan menuju titik yang sama, yaitu Tuhan meskipun cara dan jalan yang dilalui berbeda-beda.Kata kunci: al-Rumi, cinta, manusia dan kemanusiaan.
Konstruksi Ajaran Budaya Perguruan Ilmu Sejati Dalam Relasinya Dengan Nilai Keislaman Huda, Nurul
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 1 (2017): Analisis: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v17i1.1399

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konstruksi ajaran budaya penghayat kepercayaan ilmu sejati dalam relasinya dengan nilai keislaman. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen dan wawancara untuk memperoleh teks transkrip konfirmasi ajaran yang keduanya dianalisis dengan metode analisis isi. Hasil analisis menunjukkan bahwa substansi teoritik  ajaran budaya Perguruan Ilmu Sejati adalah mengenai moral atau adat istiadat baik yang secara istilah merupakan terjemahan dari ajaran Tasawuf/Akhlak dalam Islam menurut  pengetahuan individual Guru yang pertama kali memulai mengajarkan wirid. Substansi praktik ajaran budaya tersebut adalah wirid yang tidak dapat diketahui kecuali jika sudah menjadi murid di organisasi tersebut. Kedua substansi tersebut dibangun berdasarkan pemahaman relasional pembudayaan bahwa wirid harus inheren dalam praktik kehidupan yang berpusat pada substansi teoritik tersebut. Berdasarkan pembudayaan struktur ajaran tersebut, organisasi ini bukan berperan sebagai organisasi keagamaan, akan tetapi merupakan organisasi budaya yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai sakral melalui pembiasaan wirid dan adat istiadat baik dalam kehidupan murid.Kata Kunci: konstruksi, ajaran budaya, Perguruan Ilmu Sejati
PERAN ULAMA NAHDLATUL ULAMA DALAM MENYIARKAN PAHAM KEAGAMAAN MODERAT DI PROVINSI LAMPUNG Bahruddin, Moh
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 1 (2017): Analisis: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v17i1.1770

Abstract

Nahdlatul Ulama (NU) memiliki paham keagamaan yang tawasuth (moderat), tasamuh (tolerans), tawazun (seimbang) dan amar ma’ruf nahi munkar. Dengan doktrin yang demikian, NU senantiasa berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan. Ulama NU Lampung memiliki peran yang sangat signifikan dalam menyebarkan paham keagamaan yang moderat di Lampung. Strategi yang ditempuh NU Lampung dalam menyiarkan paham keagamaan moderat adalah dengan membuat klasifikasi kelompok sasaran. Melalui jalur pendidikan formal dan non formal dengan sasaran utamanya adalah generasi muda. Melalui majelis-majelis thariqah yang sasaran utamanya adalah kelompok orang dewasa-tua. Melalui khutbah, ceramah, dan dakwah secara umum kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan usia. Melalui jalur politik dengan sasaran para elit politik, birokrat dan para pelaku usaha. Melalui jalur lintas agama yang sasarannya adalah saudara sebangsa setanah air yang non muslim. Strategi yang demikian sangat efektif menyiarkan paham keagamaan yang moderat, terbukti bahwa NU Lampung mendapat julukan “Jawa Timurnya NU” di luar pulau Jawa.
HUBUNGAN MAQASHID AL SYARI’AH DENGAN METODE ISTINBATH HUKUM Mutakin, Ali
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 1 (2017): Analisis: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v17i1.1789

Abstract

Kemaslahatan sebagai inti dari Maqâshid al-Syarî‘ah, memiliki peranan penting dalam penentuan hukum Islam. Sebab hukum Islam diturunkan mempunyai tujuan untuk mewujudkan kemaslahatan umat baik di dunia maupun di akhirat. Dengan demikian sesungguhnya Maqashid al-Syarî‘ah memiliki hubungan yang sangat erat dengan metode istinbath hukum, dengan kata lain bahwa setiap metode istinbath hukum berdasar pada kemaslahatan. Adapun cara yang digunakan oleh para ulama dalam menggali kemaslahatan tersebut ada dua macam yakni; Pertama metode Ta’liîlî (metode analisis substantif) yang meliputi Qiyas dan Istihsân. Kedua metode Istishlâhî (Metode Analisis Kemaslahatan) yang meliputi Al-Mashahah al-Mursalah danal-Dharî’ah baik kategori sadd al-Dzarî’ah maupun fathal-Dzarî’ah.
Kedudukan Fatwa di Beberapa Negara Muslim (Malaysia, Brunei Darussalam dan Mesir) Ansori, Isa
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 1 (2017): Analisis: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v17i1.1790

Abstract

Di negara mayoritas Islam atau Muslim, posisi institusi dan produk fatwa memiliki banyak perbedaan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh masing-masing sistem hukum, pemerintahan dan administrasi negara. Ada negara-negara yang menempatkan fatwa atau lembaga fatwa dalam sistem hukum dan struktur pemerintahan, sementara yang lain berada di luar sistem hukum dan struktur pemerintahan. Alhasil, posisi institusi dan kekuatan produk fatwa berbeda untuk masing-masing negara. Lembaga dan produk fatwa yang berada di dalam struktur hukum atau pemerintahan memiliki posisi yang lebih legal dan mengikat daripada yang berada di luar sistem hukum dan pemerintahan. Di Brunei, Lembaga fatwa termasuk dalam sistem pemerintahan, sehingga Mufti di Brunei nampaknya kurang independen, karena ada campur tangan Sultan dalam mengambil keputusan, namun hasil produk fatwa di Brunei sangat mengikat. Di Malaysia, Mufti adalah badan yang berkuasa setelah Sultan dalam urusan agama. Mufti Malaysia memiliki pendapat yang lebih independen, walaupun keputusannya dianggap sah jika mendapat persetujuan Duli Yang Maha Mulia Sultan atau Yang di-Pertuan Agong pada saat pewartaan fatwa, produk fatwa juga mengikat. Sementara di Mesir, Institusi untuk fatwa dipisahkan dari sistem hukum atau pemerintahan, namun merupakan salah satu pilar utama institusi Islam bersama Al-Azhar Al-Sharif, Universitas Al-Azhar dan Kementerian Wakaf. Posisi fatwa di Mesir serupa dengan kondisi di Indonesia bahwa produk fatwa mengikat saat menjadi hukum positif.
Kepemimpinan Pribadi dan Sosial (Leadership) dalam Perspektif Hadis Ibnu, Ibnu
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 1 (2017): Analisis: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v17i1.1793

Abstract

The main task of humans as the Caliph on earth, cause consequences for human beings able to account for every action in life. At least, man must be a "leader" for himself, and in a social community,he can be a leader too. Through thematic studies, using the term ra'in, khalifa, amir, and imam, it is found that there are at least 5 criteria of good leaders according to the Prophet, that is has a good leadership, professional, has the ability to perform tasks well, adjust to aspirations of the community, and musyawarah.
Pergeseran Pemikiran Kalam Tradisional ke Kontemporer (Kajian Metodologi Kalam Klasik ke Kalam Sosial) Muhtarom, Ahmad
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 1 (2017): Analisis: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v17i1.1892

Abstract

Bangunan epistemologi dan metodologi dalam kalam klasik cenderung bersifat skriptualis dan anatomistik, yang tidak mengindahkan kehidupan nyata. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjawab berbagai tantangan keilmuan yang kian modern. Sedangkan pembahasan kalam kontemporer tidak selalu sama dengan wacana yang ditelurkan kalam klasik namun harus ada penambahan, perluasan objek kajian, progresifitas berpikir, inovasi, rekonstruksi, dialogisasi, integrasi yang semuanya menunjukkan akan pentingnya pergeseran paradigma yang lebih membumi dan dapat menyesuaikan dengan disiplin keilmuan profan lainnya tanpa ada sikap tabu, alergi dan antipati terhadap disiplin keilmuan di luar diri (eksternal) kajian kalam klasik.
Transdisiplinaritas Dalam Pendidikan Islam Putra, Purniadi
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 2 (2017): ANALISIS: JURNAL STUDI KEISLAMAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v17i2.1951

Abstract

Human as mysterious creatures cannot if only be approached by a scientific discipline, they must be understood in an interdisciplinary manner. In writing this journal explaining the possibility of Islamic education has a transdisciplinary meaning to eliminate the separation between general science and the science of religion and all the knowledge developed is related to one another. The method used is the method of discourse analysis and content. The way in which a number of literatures is discussed and analyzed is based on the direction and purpose of the transdisciplinary concept. The results of the discussion in the context of the transdisciplinary Islamic education curriculum must be developed to be holistic in nature that can cover a variety of problems inherent in humans and their development. The ability to achieve it in transdisciplinary Islamic education is the ability to see the world as a value system, each of which has different tasks and functions but still interconnected. This interconnection connection system must be placed in the framework of faith and noble character.
Visualisasi Perempuan Dalam Perspektif AL-Qur’an: Antara Teks dan Konteks Aziz, Abdul
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 2 (2017): ANALISIS: JURNAL STUDI KEISLAMAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v17i2.2170

Abstract

One of the missions in Al-Qur'an is to uphold justice between men and women. But the justice and equality mission that is in the Qur'an which is "wrapped up" in the statements of the verse, does not always literally show equality between men and women. Rather, it is the opposite that explicitly puts men in a superior position compared to women. The implicit statement and message of justice contained in the verses of the Qur'an also fades with the existence of classical interpretations that seem to prioritize men. Is there a mistake in the text or in how to understand it. This article aims to discuss how the provisions of the role of women in the Islamic view? The results of this study found that although normatively, the Qur'an and al-Hadith formulated several signs that must be obeyed by women, but that was undoubtedly perceived in a whole. Women in their role as social beings to be able to produce in the public, social and political realm. In this case Islam has regulated it, there is no limit that limits it if the woman has the ability to jump into the public domain, with a note that she is still paying attention to the syar'i signs that have been determined by Allah.
Humanisme Pendidikan Islam Perspektif Bediuzzaman Said Nursi ma'ruf, kharis -
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 2 (2017): ANALISIS: JURNAL STUDI KEISLAMAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v17i2.2590

Abstract

Islamic education humanism has an important position to form a complete personal figure. This study will describe the Bediuzzaman Said Nursi’s thought related to Islam and humanism. This research is qualitative research, with the object of research on library materials with a comprehensive approach, interpretation and inductive approach in drawing conclusions. The results of the study show Said Nursi in the practice of Islamic education has the character of religious humanism thinking, which is a religious concept that places humans as human beings in accordance with the purpose of creation by the Creator, as well as the teaching efforts of the sciences with a foundation that remains in the faith, understanding the Koran, and synergy scientific. This concept is an effort to unite religious values with humanity. Thus, the humanism of Islamic education in the perspective of Bediuzzaman Said Nursi, is a concept that is able to develop human potential both worldly and ukhrowi aspects so as to be able to create balanced human beings in relation to fellow beings (hablun minannas) and with the Creator (hablun) minallah).

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 25 No 1 (2025): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 24 No 2 (2024): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 24 No 1 (2024): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 23 No 2 (2023): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 23 No 1 (2023): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 22 No 2 (2022): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 22 No 1 (2022): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 2 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 21 No 1 (2021): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 20 No 2 (2020): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 20 No 1 (2020): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 19 No 2 (2019): Anaisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 19 No 1 (2019): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 18 No 2 (2018): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 18 No 1 (2018): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 17 No 2 (2017): ANALISIS: JURNAL STUDI KEISLAMAN Vol 17 No 1 (2017): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 16 No 2 (2016): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 16 No 1 (2016): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 15 No 2 (2015): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 15 No 1 (2015): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 14 No 2 (2014): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 14 No 1 (2014): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 13 No 2 (2013): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 13 No 1 (2013): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 12 No 1 (2012): Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 2 (2011): Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 11 No 1 (2011): Analisis : Jurnal Studi Keislaman More Issue