cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
PENGEMBANGAN METODE BANGKITAN DAN TARIKAN PERJALANAN BERDASARKAN CITRA QUICKBIRD Qadriathi Dg Bau; Hartono Hartono; Danang Parikesit; Totok Gunawan
Jurnal Transportasi Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.031 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v13i2.530.%p

Abstract

As a basic model, trip generation model aims to obtain the number of movement generated by each origin and the one attracted to each destination zone. Based on the movement, trip generation model is categorized into home-based trip generation and non home-originated/destinated trip attraction. Given that the different types of activities attract trips with different characteristics, it can be concluded that land use management determines the movement and activities. Remote sensing imagery has been extensively used in various research themes including land use management or land use and detailed land utility. As one of the remote sensing imageries, Quickbird imagery is advantageous with its high spatial resolution which is 0.61 cm. Therefore, it is interesting to apply the 0.61 cm spatial resolution to the trip generation model to estimate the number of trips at the trip generation. This aims is to minimize field activities which are high cost, extensive workers, and relatively time consuming.Keywords: trip generation model, trip attraction, quickbird imagery
PENGARUH ASBUTON MURNI TERHADAP INDEKS PENETRASI ASPAL Eva Wahyu Indriyati
Jurnal Transportasi Vol. 17 No. 3 (2017)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.6 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v17i3.2864.%p

Abstract

Abstract Penetration Index is one of the parameters of asphalt’s temperature susceptibility. The lower the Penetration Index, the lower the bitumen’s temperature susceptibility. One solution to improve the level of asphalt’s temperature susceptibility is by adding pure Asbuton to pen 60/70 petroleum asphalt. The proportion of pure Asbuton added to the pen 60/70 petroleum asphalt varies from 0% to 100%. The value of Penetration Index is determined by the Pfeiffer and Van Doormall equations, which is affected by penetration and softening point of asphalt. The analysis performed shows 2 different zones. In the first zone, with pure asbuton content of 0%-30%, the Penetration Index did not change significantly, while in the second zone there was a significant changes in the Penetration Index values. It is found that the addition of pure asbuton of 2%-30% will result in larger Penetration Index values, meaning that the level of asphalt’s temperature susceptibility is better. Keywords: Penetration Index, softening point, petroleum asphalt, Asbuton  Abstrak Indeks Penetrasi adalah salah satu parameter pengukur kepekaan aspal terhadap temperatur. Makin rendah nilai Indeks Penetrasi, makin rendah tingkat ketahanan aspal terhadap perubahan temperatur. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tingkat kepekaan aspal terhadap perubahan temperatur adalah dengan memodifikasi aspal minyak penetrasi 60/70 dengan asbuton murni. Persentase kadar asbuton murni yang ditambahkan ke dalam aspal minyak penetrasi 60/70 bervariasi mulai dari 0% sampai 100%. Nilai PI ditentukan berdasarkan Persamaan Pfeiffer dan Van Doormall, yang merupakan hubungan antara nilai penetrasi dan titik lembek aspal. Hasil analisis menghasilkan 2 zona yang berbeda. Pada zona pertama, untuk kadar asbuton murni 0%-30%, nilai Indeks Penetrasi tidak berubah secara signifikan. Sedangkan pada zona kedua terjadi perubahan yang signifikan pada nilai Indeks Penetrasi. Penambahan asbuton murni sebesar 2%-30% menghasilkan nilai PI yang lebih besar, artinya tingkat ketahanan aspal terhadap perubahan temperatur semakin baik. Kata-kata kunci: indeks penetrasi, titik lembek, aspal minyak, Asbuton
MODEL PERANGKAT LUNAK MONITORING DAN EVALUASI IMPLEMENTASI STANDAR MUTU JALAN DAERAH Agus Taufik Mulyono; Wimpy Santosa; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 12 No. 2 (2012)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2036.087 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v12i2.471.%p

Abstract

One of the root problems causing early damages on provincial and district roads is road administrators’ and developers’ low compliance against the road standards. To deal with this issue, a systemic logic model has been developed to facilitate the monitoring and the evaluation analyses of road standards implementation. The model was written in Java Runtime Environment version 6 and designed to feature portability, acceptability, applicability, and useability. The model was developed based on expert survey and typology analysis to gather and select the determining variables and their indicators.Model application in the case of SNI 03-2853-1992(guidelines on constructing road foundation using crushed stones) implementation is demonstrated in this paper.The results showed 58.50% of the sample “own” the standard, 61.18% “understand” the standard, 60.52% “implement” the standard, 51.39% “oversee” the implementation of the standard, and therefore the overall implementation score for the said standard was 59.08%. The model developed in this study has the potentials to provide recommendations to road administrators on whether or not a standard needs revision or even abolition.Keywords: evaluation, monitoring, quality standard, provincial and local roads
PENGARUH BELANJA ONLINE TERHADAP PERILAKU PERJALANAN BELANJA Yustina Niken Raharina Hendra; Elfira Wirza; Muhammad Zudhy Irawan
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 1 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.41 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i1.1848.%p

Abstract

Abstract Searching product information and purchasing goods online cause significant changes in the behavior and characteristics of traveling. Online shopping is expected to reduce shopping trips. The aim of this study is to explore the relationship between online shopping and its effect on the frequency of shopping trips. This study used Structural Equation Modeling (SEM). Data were obtained from questionnaires distributed online. The variables used were 5 exogenous, 3 endogenous latent variables, and 15 observed variables. The results showed that the frequency of searching for information on the internet has a positive influence on a shopping trip and frequency of online shopping. In the meantime, the online shopping frequencies have negative influences on shopping trips. In addition, online shopping is additional and substitution of shopping trips. To optimize the benefits of online shopping, in reducing the frequency of shopping trips to the store, four scenarios were made. The most effective scenario is to improve the quality of the internet network at home, which affects in the reduction of the shopping trip frequency by 53 % from the present level. Key words: online shopping, shopping trip, travel behavior, characteristic of the trip  Abstrak Pencarian informasi produk dan pembelian barang secara online menyebabkan perubahan yang penting dalam perilaku perjalanan dan karakteristik perjalanan seseorang. Belanja online diharapkan dapat mengurangi perjalanan belanja yang dilakukan seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali hubungan antara belanja online dan pengaruhnya terhadap frekuensi perjalanan berbelanja seseorang. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Data diperoleh dari kuesioner yang disebarkan secara online. Variabel yang digunakan adalah 5 variabel laten eksogen, 3 variabel laten endogen, serta 15 variabel teramati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi mencari informasi di internet berpengaruh positif terhadap perjalanan belanja dan frekuensi belanja online. Sedangkan frekuensi belanja online berpengaruh negatif terhadap perjalanan belanja. Selain itu bagi sebagian orang belanja online bersifat tambahan dan sebagian lagi bersifat pengganti. Untuk mengoptimalkan manfaat belanja online, dalam mengurangi frekuensi perjalanan belanja ke toko, dilakukan 4 skenario. Skenario yang paling efektif adalah peningkatan kualitas jaringan internet di rumah, yang memberi dampak pengurangan frekuensi perjalanan belanja sebesar 53 % dari kondisi sekarang. Kata-kata kunci: belanja online, perjalanan belanja, perilaku perjalanan, karakteristik perjalanan
TINJAUAN KINERJA OPERASI KENDARAAN ANGKUTAN UMUM DI BANDAR LAMPUNG Sulistyo Arintono; Syukur Sebayang
Jurnal Transportasi Vol. 4 No. 1 (2004)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.348 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v4i1.1763.%p

Abstract

Abstrak Jumlah kendaraan angkutan kota maupun antarkota cenderung terlalu banyak. Kondisi ini menyebabkan banyak waktu terbuang untuk mengantre di terminal, antara awak kendaraan saling berebut penumpang, penghasilan awak dan pemilik kendaraan terbatas, serta akhirnya akan menimbulkan tuntutan kenaikan tarif secara prematur. Penelitian ini akan membahas kinerja operasi kendaraan angkutan umum di Bandar Lampung, khususnya bus, untuk dibandingkan dengan standar Bank Dunia. Data untuk keperluan analisis dikumpulkan melalui serangkaian survei lapangan pada beberapa terminal dan jalan-jalan yang dilalui bus, yang mencakup frekwensi layanan, jumlah penumpang, dan jarak tempuh rata-rata per penumpang. Hasil analisis data menunjukkan headway rata-rata pada layanan bus kota dan bus antarkota bervariasi antara 5-22 menit (standar 1-12 menit); jarak tempuh per bus per hari (126-243 km) jauh di bawah standar (230-260 km), kehilangan waktu akibat antrean mencapai 16-43%, dan jumlah bus yang beroperasi pada setiap rute jauh melebihi jumlah yang dibutuhkan agar tercapai kondisi operasi yang sehat. Oleh karena itu, pemerintah perlu bertindak bijaksana dalam penentuan jumlah kendaraan dan tarif agar menguntungkan semua pihak (pengusaha dan pengguna jasa angkutan umum).Kata-kata kunci: kinerja, angkutan umum, Bandar Lampung
KAJIAN TARIF PEMADU MODA YOGYAKARTA INTERNASIONAL AIRPORT Imam Basuki; Amos Setiadi; Benidiktus Susanto
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.718 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i2.3468.111-120

Abstract

Abstract Yogyakarta International Airport in Temon, Kulon Progo, is projected as a replacement for Yogyakarta Adisu-tjipto International Airport. This new airport requires an intermodal passenger transport, which is a mode of transportation that needs to be prepared to connect the airport with the supporting cities served. In this study, a questionnaire survey involving 1,000 respondents was conducted. The survey was conducted at Adisutjipto Airport to find out the origin and destination of passengers in using the mode of transportation to and from Yogyakarta International Airport. Based on the origin and destination data, a map of the airport service area is made. The proportion of the choice of transportation mode was used as the basis of the potential passenger demand for a route. The route of intermodal transportation is found to be from and goes to 10 points, namely Borobudur, Kebumen, Magelang, Purwokerto, Purworejo, Temanggung, Wates/Sentolo, Wonosari, Wonosobo, and Yog-yakarta. The operational costs of intermodal passenger transport are Rp9,570.53 per kilometer. The average passenger fare per kilometer is Rp1,042.07. The tariff for various routes is more realistic in describing the distance, with an average deviation of Rp38.24 and a range of Rp141.55. Keywords: intermodal passenger transport, airport, tariffs, operational costs  Abstrak Yogyakarta International Airport di Temon, Kulon Progo, diproyeksikan sebagai pengganti Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Bandar udara baru ini membutuhkan angkutan pemadu moda, yaitu suatu moda transportasi yang perlu dipersiapkan untuk menghubungkan bandar udara tersebut dengan kota-kota pendukung yang dilayani. Pada kajian ini dilakukan survei kuesioner yang melibatkan 1.000 responden. Survei dilakukan di Bandar Udara Adisutjipto untuk mengetahui asal tujuan dan keinginan penumpang dalam meng-gunakan moda transportasi untuk menuju dan dari Yogyakarta International Airport. Berdasarkan data asal dan tujuan dibuat peta daerah pelayanan bandar udara. Proporsi kemauan pemilihan moda transportasi menjadi dasar demand potensi penumpang untuk rute trayek. Rute trayek pemadu moda yang diperoleh berasal dan menuju ke-10 titik, yaitu Borobudur, Kebumen, Magelang, Purwokerto, Purworejo, Temanggung, Wates/Sentolo, Wono-sari, Wonosobo, dan Yogyakarta. Biaya Operasional Pemadu Moda adalah sebesar Rp9.570,53 per kilometer. Rata-rata tarif penumpang per kilometer adalah Rp1.042,07. Besaran tarif untuk berbagai rute trayek lebih realistis dalam menggambarkan jarak tempuhnya, dengan simpangan rata-rata Rp38,24 dan rentang sebesar Rp141,55. Kata-kata kunci: angkutan pemadu moda, bandar udara, tarif, biaya operasional
PERBEDAAN FASILITAS PARKIR UNTUK MENDORONG MAHASISWA BERKENDARA BERSAMA KE KAMPUS Rudy Setiawan
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 3 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.13 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i3.2572.%p

Abstract

Abstract With the increasing number of the student using cars for traveling to campus, Petra Christian University needs to implement parking management strategy to optimize current parking supply. One of those potentially parking management strategies is difference parking facilities between students those who drive alone or Single-Occupancy Vehicle and ride-sharing or High-Occupancy Vehicle. The aim of this study is to obtain mode choice model between Single-Occupancy Vehicle Single-Occupancy Vehicle and High-Occupancy Vehicle with three attributes, which are the parking fee, time to find empty parking space, and walking time from parking lot to campus building. Data obtained through filling out the stated preference questionnaires by 300 students. Based on mode choice model, the parking fee is the most sensitive attribute that influences students’ to shift from drive alone to ride-sharing, compared with both time to find empty parking space and walking time from parking lot to campus building. Keywords: mode choice model, parking facility, ride-sharing  Abstrak Universitas Kristen Petra perlu menerapkan strategi pengelolaan parkir untuk mengoptimalkan ketersediaan lahan parkir mobil yang ada saat ini, seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang menggunakan mobil ke kampus. Salah satu strategi pengelolaan parkir yang potensial adalah melalui perbedaan fasilitas parkir bagi mahasiswa yang berkendara sendirian atau Single-Occupancy Vehicle dan yang berkendara bersama atau High-Occupancy Vehicle. Penelitian ini bertujuan memperoleh model pemilihan moda Single-Occupancy Vehicle dan High-Occupancy Vehicle dengan tiga atribut, yaitu: tarif sekali parkir, waktu mencari petak parkir kosong, dan waktu berjalan kaki dari tempat parkir ke gedung kuliah. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh 300 mahasiswa dengan metode stated preference. Berdasarkan model pemilihan moda, dapat disimpulkan bahwa atribut yang paling mempengaruhi mahasiswa untuk beralih dari berkendara sendiri menjadi berkendara bersama adalah perbedaan tarif sekali parkir dibandingkan dua atribut yang lain, yaitu waktu mencari petak parkir kosong dan waktu berjalan kaki dari tempat parkir ke gedung kuliah. Kata-kata kunci: model pemilihan moda, fasilitas parkir, berkendara bersama
PEMILIHAN METODE PERHITUNGAN PENGURANGAN EMISI KARBON DIOKSIDA DI SEKTOR TRANSPORTASI Dimas Bayu Endrayana Dharmowijoyo; Ofyar Zainuddin Tamin
Jurnal Transportasi Vol. 10 No. 3 (2010)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.471 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v10i3.436.%p

Abstract

Climate change issues in the world is a problem that needs attention. In the last three wasrsa dasa, has been an increase of carbon dioxide in the air is very large, reaching about 70%. Carbon dioxide emissions have resulted in the Greenhouse Effect, which causes climate change, both in local and global scale. Meriupakan transport sector one of the sectors that contributed to the increase in carbon dioxide emissions. Furthermore, the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) states that there are three main sectors that affect theincrease in carbon dioxide emissions within 30 years, namely the transport sector, energy supply sector, and industrial sectors. Carbon dioxide emissions can be calculated using various methods available and seytiap method requires the data obtained in various ways. In this study the selection method of calculating carbon dioxide emissions generated by the transportation sector. From this study found that the method of using vehicle kilometer travel is the most suitable method for the conditions in Indonesia.Keywords: transport emissions, carbon dioxide emissions, vehicle kilometer travel
PENGGUNAAN MODEL GRAVITY-OPPORTUNITY (GO) DALAM ESTIMASI MATRIKS ASAL-TUJUAN (MAT) MENGGUNAKAN DATA ARUS LALULINTAS Rusmadi Suyuti; Ofyar Z. Tamin
Jurnal Transportasi Vol. 7 No. 1 (2007)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.216 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v7i1.1816.%p

Abstract

Abstrak Matriks Asal Tujuan merupakan input yang sangat penting pada hampir semua aplikasi perencanaan transportasi. Salah satu metodologi yang dikembangkan untuk mendapatkan MAT tersebut adalah dengan menggunakan data arus lalulintas atau sering disebut dengan metode tidak konvensional. Penggunaan metode tidak konvensional mempunyai keunggulan komparatif dibandingkan dengan metode konvensional dalam hal kemudahan memperoleh data, murah, cepat dan tidak mengganggu arus lalulintas. Meskipun demikian terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi akurasi MAT yang dihasilkan dari data arus lalulintas, diantaranya adalah pengaruh jenis model sebaran pergerakan (trip distribution) yang digunakan. Pada penelitian ini dikaji pengaruh penggunaan model Gravity-Opportunity (GO) terhadap tingkat keakurasian MAT yang dihasilkan dari informasi data arus lalulintas. Selanjutnya proses estimasi MAT dengan menggunakan data arus lalulintas tersebut akan dianalisis menggunakan data untuk wilayah Kota Bandung dan sekitarnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dengan penggunaan model GO diperoleh tingkat keakurasian yang cukup tinggi dalam proses estimasi MAT dengan menggunakan informasi data arus lalulintas. Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan nilai optimum fungsi tujuan untuk masing-masing metode estimasi serta hasil pengujian statistika. Metode estimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuadrat-Terkecil-Berbobot (KTB).Kata-kata kunci: pemodelan transportasi, matriks asal-tujuan, metode estimasi, distribusi perjalanan, pemilihan rute
INTEGRATED ROAD SAFETY APPROACH TOWARDS SAFER ROAD IN INDONESIA A. Caroline Sutandi; Wimpy Santosa
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.636 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i2.1395.%p

Abstract

Safer road is a global issue in the world. Regarding road conditions, traffic conditions, and accident rate in developing countries, including Indonesia, safer road is crucial. Furthermore, the problem is worse because of a number of reasons i.e. data of road geometric, road pavement surface, road furniture conditions, and traffic accident are not well recorded, difference available recorded data among institutions, and beginning level of intelligent transportation systems implementation. Moreover, to reach safer road, all stakeholders involved (road authorities, industries, experts, road users) should work together. In order to reach integrated road safety approach, the aims of this study are to determine steps to decrease number and severity of traffic accident before, during, and after accident occur, and then to recommend road safety scheme towards safer road in Indonesia. Sustainable and consistent implementation of steps and road safety scheme leads to significant improvement of safer road in Indonesia. Keywords: safer road, accident rate, traffic accident, traffic condition  Jalan berkeselamatan merupakan isu global di dunia. Terkait dengan kondisi jalan, kondisi lalu lintas, dan tingkat kecelakaan di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia, jalan yang lebih aman sangat penting. Selain itu permasalahan lebih diperburuk oleh beberapa alasan, yaitu data geometrik jalan, kondisi permukaan perkerasan jalan, kondisi perlengkapan jalan, data kecelakaan lalulintas yang tidak tercatat dengan baik, perbedaan data yang tercatat di institusi-institusi terkait, dan implementasi sistem transportasi cerdas baru pada tahap awal. Untuk mencapai jalan yang berkeselamatan semua pemangku kepentingan yang terlibat (otoritas jalan, industri, ahli, pengguna jalan) harus bekerja sama. Dengan memperhatikan pendekatan keselamatan jalan terpadu, tujuan penelitian ini adalah menentukan langkah-langkah untuk mengurangi jumlah dan tingkat keparahan kecelakaan sebelum, selama, dan setelah kecelakaan terjadi serta merekomendasikan skema keselamatan jalan menuju jalan yang lebih aman di Indonesia. Keberkelanjutan dan penerapan yang konsisten langkah-langkah dan skema keselamatan jalan akan menghasilkan perbaikan yang signifikan akan jalan berkeselamatan di Indonesia. Kata-kata kunci: jalan berkeselamatan,tingkat kecelakaan, kecelakaan lalulintas, kondisi lalulintas

Page 79 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) More Issue