cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 334 Documents
Konflik Politik Sriwijaya Dalam Prasasti Boom Baru Purnama Sari, Dini
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72045

Abstract

Penelitian ini menganalisis konflik politik yang terdapat dalam Prasasti Boom Baru dan dampaknya terhadap perkembangan Kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini mengandung sapatha terhadap pihak yang melanggar perintah raja, yang mencerminkan strategi politik kerajaan dalam menjaga stabilitas dan kewibawaannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap Prasasti Boom Baru di Museum Negeri Sumatera Selatan serta wawancara dengan pegawai museum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi Prasasti Boom Baru dalam konteks politik Kerajaan Sriwijaya, mengidentifikasi bentuk konflik politik yang tercermin dalam prasasti tersebut, menjelaskan dampak konflik politik terhadap perkembangan dan stabilitas kerajaan, serta mengkaji peran prasasti sebagai alat legitimasi kekuasaan dan kontrol sosial dalam pemerintahan Sriwijaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prasasti Boom Baru tidak hanya berfungsi sebagai dokumen hukum, tetapi juga sebagai alat politik untuk memperkuat otoritas kerajaan dan mencegah pemberontakan. Sriwijaya menghadapi berbagai tantangan politik, baik internal berupa ketidaksetiaan pejabat lokal maupun eksternal seperti serangan dari kerajaan lain. Dengan adanya prasasti ini, Sriwijaya berusaha menanamkan rasa takut dan kepatuhan kepada raja, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap stabilitas kerajaan sebagai pusat perdagangan dan agama di Asia Tenggara.Kata Kunci : Konflik Politik, Sriwijaya, Prasasti Boom Baru
Peran Kelompok Tani Lamung-Lamung di Desa Balang Baru Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto 2014-2023 Lestari, Dewi; Rasyid Ridha, Rasyid Ridha; Ahmadin, Ahmadin; Bahri, Bahri; Najamuddin, Najamuddin
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.70874

Abstract

Peran Kelompok Tani Lamung-Lamung Di Desa Balang Baru Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto 2014-2023. Tesis. Kekhususan Pendidikan Sejarah Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Di bimbing Oleh Rasyid Ridha dan Ahmadin.Penelitian ini bertujuan untuk : Menganalisis peran kelompok tani lamung-lamung di Desa Balang Baru.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode sejarah terdapat empat jalur yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : Peran kelompok tani lamung-lamung di Desa Balang Baru bisa di lihat dari kerja sama antar anggotanya, penerapan budidaya inovatif yang merancang sistem tanam tumpang sari dan peningkatan efesiensi sumber daya yang membantu para petani dalam meningkatkan hasil produksi tanaman jagung hibrida.Kata Kunci : anggota kelompok tani, penerapan budidaya inovatif dan peningkatan efesiensi sumber daya  AbstractThe Role of the Lamung-Lamung Farmer Group in Balang Baru Village, Tarowang District, Jeneponto Regency 2014-2023. Thesis. Specifications of History Education, Social Sciences Education Study Program, Makassar State University Postgraduate Program. Guided by Rasyid Ridha and Ahmadin.This research aims to: Analyze the role of the lamung-lamung farmer group in Balang Baru Village. This research is qualitative research that uses a descriptive approach with historical methods, there are four paths, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. The research results show that: The role of the lamung-lamung farmer group in Balang Baru Village can be seen from the cooperation between its members, the implementation of innovative cultivation which designs intercropping systems and increasing resource efficiency which helps farmers in increasing the production of hybrid corn plants.Keywords: farmer group members, implementation of innovative cultivation and increasing resource efficiency
Motif Songket Tradisional Palembang dan Perkembangan Saat ini Wahyudi, Adji Tri; Hudaidah, Hudaidah
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72140

Abstract

Kain songket merupakan salah satu warisan budaya tak benda Orang. Terdapat berbagai jenis kain songket, tergantung pada kekhasan daerahnya, khususnya songket Palembang. Dibandingkan dengan kain songket dari daerah lain, kain songket Palembang memiliki karakteristik yang unik. Kain songket Palembang memiliki motif yang bagus, kualitas yang baik, dan cara pembuatan yang canggih, selain memiliki nilai sejarah. Salah satu jenis songket dengan berbagai motif yang menjadi representasi budaya Orang adalah songket palembang. Bagi masyarakat awam, sulit untuk mengidentifikasi kain songket dengan motif yang sama karena jenis motifnya yang sangat beragam. (Times New Roman 10, justify, spasi tunggal, dan cetak tegak).Kata Kunci : Motif, Songket, PalembangAbstractSongket cloth is one of Orang’s intangible cultural heritages. There are various types of songket cloth, depending on the characteristics of the region, especially Palembang songket. Compared to songket cloth from other regions, Palembang songket cloth has unique characteristics. Palembang songket cloth has beautiful motifs, good quality, and sophisticated manufacturing methods, in addition to having historical value. One type of songket with various motifs that represents Indonesian culture is Palembang songket. For the general public, it is difficult to identify songket cloth with the same motif because the types of motifs are very diverse Keyword: Motif, Songket, Palembang.
Dampak Kebijakan Moneter Sanering oleh Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Kondisi Sosial-Ekonomi Masyarakat, 1965-1970 Ramadhan, Fauzan Syahru; Daradjati, Keke Pahlevi; Nugroho, Khairana Zata
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.68722

Abstract

The article entitled “The Impact of the Sanering Monetary Policy by the Government of the Republic of Indonesia on the Socio-Economic Conditions of Society during 1965-1970” reveals the process of issuing and implementing the sanering monetary policy, as well as the impact of the sanering monetary policy on the socio-economic conditions of society in 1965-1970. This study uses historical methods including heuristics, criticism, interpretation and historiography presented in analytical-descriptive form. The results of this research explain that during the Guided Democracy era, the Indonesian Government experienced hyperinflation. Hyperinflation can occur due to the lack of supply of goods or surplus in market demand resulting in too fast growth in money circulation or instability in the amount of money in society. The Indonesian Government issued Presidential Decree No. 27 of 1965 concerning the issuance of new rupiah currency and the withdrawal of old rupiah currency to overcome hyperinflation or economic difficulties. This was implemented to avoid economic chaos and fraud. The sanering monetary policy initially made people panic, after that, the implementation of the sanering monetary policy could run safely, smoothly and under control because the Government of the Republic of Indonesia, especially the relevant institutions, continuously provided guidance to society. 
Implikasi Nilai Kearifan Lokal dalam Mempertahankan Ekosistem Lingkungan Hidup Suku Cerekang Nurlela, Nurlela
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.74430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi nilai-nilai kearifan lokal dalam mempertahankan ekosistem lingkungan hidup masyarakat Suku Cerekang di Desa Manurung, Kabupaten Luwu Timur. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali secara mendalam bagaimana aturan adat, tradisi, dan ritual yang diwariskan secara turun-temurun berperan dalam pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal berfungsi sebagai landasan normatif dan praktis dalam mengatur pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan, antara lain melalui larangan menebang pohon yang ada didalam kawasan hutan adat cerekang, pembagian wilayah hutan adat, serta kewajiban melakukan ritual dan izin pemangku adat sebelum memasuki kawasan hutan. Selain itu, keterlibatan aktif generasi muda melalui organisasi Wija To Cerekang (WTC) menjadi faktor kunci dalam menjaga dan mengawasi kelestarian hutan adat. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai kearifan lokal tidak hanya menjaga keberlangsungan ekosistem, tetapi juga memperkokoh identitas budaya masyarakat adat.
Prasasti Telaga Batu: Simbol Legitimasi Kekuasaan Datu Sriwijaya Randika, Rizky; Hudaidah, Hudaidah
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.70885

Abstract

Prasasti Telaga Batu adalah salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan pada tahun 1934. Prasasti ini mengandung isi tentang hukuman-hukuman yang diberikan kepada para pelanggar hukum dan pengkhianatan kepada raja. Bukan hanya perihal hukum yang terkandung dalam prasasti Telaga Batu, lebih dari itu, prasasti ini juga menunjukkan upaya Datu Sriwijaya dalam melegitimasi dirinya sebagai seorang raja dan seorang penganut Buddha yang taat. Ada pula informasi lengkap mengenai struktur pemerintahan kerajaan. Tujuan daripada penulisan ini adalah untuk menambah informasi mengenai Kerajaan Sriwijaya yang dianggap kurang dalam sumber tertulisnya. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah, peneliti berusaha mengungkap informasi yang lebih luas mengenai Kerajaan Sriwijaya hanya dari satu peninggalannya yakni Prasasti Telaga Batu, tentunya dengan tambahan sumber-sumber lainnya yang berkaitan dan mendukung.
Prasasti Siddhayatra : Perjalanan Suci Datu Sriwijaya Rahmadani, Fitri; Hudaidah, Hudaidah
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72296

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Dapunta Hyang dalam melakukan perjalanan suci. Perjalanan suci tersebut dijelaskan  dalam isi prasasti siddhayatra yang merupakan peninggalan kerajaan Sriwijaya. Dalam penelitian ini menggunakan metode historis  yang melalui empat tahapan yaitu tahap Heuristik yang dilakukan dengan cara mengunjungi secara langsung situs penemuan prasasti, ke dua yaitu Verifikasi sumber yang dilakukan dengan cara memvalidasi data yang sudah ada dengan cara internal dan eksternal, ke tiga yaitu Interpretasi melakukan sebuah analisis data yang berasal dari lapangan dan sumber pustaka, ke empat yaitu Historiografi  tahap penulisan artikel berdasarkan kebenaran sumber data yang diperoleh. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh data tentang proses Dapunta Hyang dalam melakukan pendalaman agama budha yang disebut dengan perjalanan suci dengan tujuan untuk melakukan ekspansi wilayah kekuasaannya
Dinamika Tradisi A’matoang di Kelurahan Bontoraya Kecamatan Batang Kabupaten Jeneponto 1980-2023. Ahmad, Wahyuni Nur; Manda, Darman Darman; Najamuddin, Najamuddin Najamuddin
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.70858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui Sejarah A'matoang sebagai tradisi budaya pasca pernikahan pada Masyarakat Kelurahan Bontoraya Kecamatan BAtang Kabupaten Jeneponto. (2) Mengetahui makna dan nilai budaya yang terkandung dalam tradisi a'matoang. (3) Mengetahui perubahan yang terjadi dari tradisi A'matoang dari tahun 1980-2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan Teknik analisis data tiga jalur yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1). A'matoang sebagai tradisi budaya pasca pernikahan merupakan tradisi yang dilaksanakan nenek moyang secara turun-temurun mulai pada tahun 1980 hingga sekarang. (2). Makna dan nilai tradisi a'matoang ialah sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan pengantin wanita kepada mertuanya serta yang dapat dilihat dari barang/hadiah yang dibawa oleh pengantin perempuan ke pihak keluarga laki-laki sama dengan bentuk pengharapan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan. (3). Perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses pelaksanaan tradisi a'matoang dari tahun 1980 sampai sekarang dapat dilihat pada perubahan waktu pelaksanaan, jenis-jenis barang/hadiah yang dibawa, serta jumlah barang/hadiah yang dibawa oleh pengantin perempuan kepada keluarga pengantin laki-laki.Kata Kunci: Tradisi, A'matoang, Pernikahan.
A History of the Rise and Fall the Hajj Travel Industry after the Indonesian Independence Revolution, 1950-1978 Baihaqi, Ahmad Fauzan; Fithor, Alin; Susandi, Deny Gunawan; Maulana, Arif
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.69294

Abstract

Industri perjalanan haji saat ini menjadi bahan diskusi di kalangan politisi, pembuat kebijakan publik serta akademisi dan tokoh agama. Dasar dari pembahasan ini adalah bagaimana pengelolaan industri haji dan umrah mengalami perubahan yang signifikan dari masa kolonial hingga era awal kemerdekaan yang dipengaruhi oleh globalisasi, kemajuan teknologi transportasi dan dinamika sosial ekonomi. Industri jasa ini mengalami persaingan yang ketat di antara para agen perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dalam pengelolaan industri haji dari perspektif kebijakan pemerintah dan aktivitas industri jasa lokal yang turut serta dalam pelayanan perjalanan haji pada masa awal kemerdekaan.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sumber studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan industri haji dan umrah mengalami perubahan sosial setelah Indonesia merdeka. Jika sebelumnya dimonopoli oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan kapal-kapal perusahaan Belanda, maka setelah kemerdekaan menjadi lebih variatif mulai dari kapal uap hingga pesawat terbang. Dalam prosesnya, pengusaha lokal dilibatkan sebagai agen perjalanan. Namun demikian, masih banyak ditemukan fakta-fakta kecurangan atau hal-hal yang merugikan jemaah haji.Pembahasan temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, impian untuk memperbaiki perjalanan haji dengan mendirikan perusahaan pelayaran muslim, tidak berpengaruh pada kemajuan transportasi haji. Pelayanan pengangkutan jemaah haji dalam perjalanan menuju Jeddah masih tidak jauh berbeda antara masa kolonial dan masa awal Indonesia merdeka. Perbaikan yang signifikan terjadi setelah kendali perjalanan haji dipegang oleh pemerintah melalui Departemen Agama dan perusahaan pelayaran PT. Arafah. Kedua, dalam aspek administrasi pengangkutan jemaah haji masih sering merugikan jemaah bahkan cenderung diskriminatif, seperti yang terlihat dalam persoalan kuota haji. Penelitian ini dikaji dalam rangka memberikan perspektif baru dan merekomendasikan bahan kajian untuk penulisan sejarah ibadah haji pada masa awal Indonesia merdeka. Kata kunci: Industri Perjalanan Haji, Transportasi, Kondisi Pasca Revolusi Kemerdekaan AbstractThe Hajj travel industry is currently the subject of discussion among politicians, public policy makers as well as academics and religious figures. The basis for this discussion is how the management of the Hajj and Umrah industry experienced significant changes from colonial times to the early era of independence which was influenced by globalization, advances in transportation technology and socio-economic dynamics. The service industry experiences stiff competition among travel agents. This research aims to analyze the challenges in Hajj industry management from the perspective of government policy and the activities of the local service industry which participated in Hajj travel services during the early days of independence.This research uses qualitative research with a literature study source approach. The results of the research show that the management of the Hajj and Umrah industry experienced social changes after Indonesia's independence. If previously it was monopolized by the Dutch East Indies Government with Dutch company ships, then after independence it was more varied from steamships to airplanes. In the process, local entrepreneurs are involved as travel agents. However, there are still many facts of fraud or things that are detrimental to Hajj pilgrims.Discussion of the findings in this research shows that first, the dream of improving Hajj travel by establishing a Muslim shipping company, has no effect on the progress of Hajj transportation. The service for transporting Hajj pilgrims on their way to Jeddah was still not much different between the Colonial Period and the early days of independent Indonesia. Significant improvements after control of the Hajj trip was held by the government through the Department of Religion and the shipping company PT. Arafat. Secondly, in the administrative aspect of transporting Hajj pilgrims, it is still often detrimental to pilgrims and even tends to be discriminatory, as can be seen in the issue of Hajj quotas. This research was studied in order to provide a new perspective and recommend study material for writing the history of the pilgrimage in the early days of Independent Indonesia.Keywords: Hajj Travel Industry, Transportation, Post-Independence Conditions  
Hubungan Diplomatik Kerajaan Sriwijaya dan Kekaisaran China Abad ke-7 hingga ke-13 Masehi Sandi, Muhammad
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hubungan diplomatik antara Kerajaan Sriwijaya dan Kekaisaran China dari abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Studi ini meneliti berbagai aspek hubungan bilateral kedua kekuatan maritim tersebut, termasuk jalur perdagangan, pertukaran budaya, dan aliansi politik yang terjalin selama berabad-abad. Hubungan Sriwijaya-China dibangun di atas fondasi kepentingan ekonomi dan geopolitik yang saling menguntungkan. Perdagangan rempah, keramik, dan komoditas berharga menjadi pendorong utama hubungan diplomatik, yang diperkuat melalui kunjungan resmi, pertukaran utusan, dan pemberian upeti. Bukti-bukti arkeologis dan catatan sejarah dari dinasti Tang, dan Song menunjukkan intensitas hubungan ini, termasuk ekspedisi-ekspedisi diplomatik seperti yang dipimpin oleh I-Tsing pada abad ke-7. Hubungan diplomatik Sriwijaya-China tidak hanya berdampak pada kemakmuran ekonomi kedua belah pihak, tetapi juga berperan penting dalam penyebaran Buddhisme dan pertukaran pengetahuan di Asia Tenggara. Model diplomasi yang dikembangkan kedua kerajaan ini mencerminkan kecanggihan politik maritim kuno yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan jaringan perdagangan internasional di kawasan Asia. Pola hubungan ini juga menjadi preseden bagi perkembangan diplomasi regional di masa-masa selanjutnya dan menawarkan perspektif historis yang berharga untuk memahami dinamika geopolitik kontemporer di kawasan Indo-Pasifik.