cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 334 Documents
Perubahan Makna Mappasikarawa dalam Tradisi Pernikahan Suku Bugis Soppeng Firdausiah, Andi Dzalzabyla Nuur
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i3.69987

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi mappasikarawa dalam pernikahan suku Bugis di Soppeng sebagai simbol keislaman yang mempresentasikan perpaduan antara adat lokal dan nilai-nilai Islam. Mappasikarawa tidak hanya mencerminkan hubungan kedua keluarga akan tetapi juga diiringi dengan nilai-nilai spiritual Islam dan sosial yang mendalam. Namun, seiring dengan adanya perkembangan zaman menjadikan tradisi ini mengalami pergeseran dan hanya menjadi ritual yang dilakukan sebagai formalitas saja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan makna mappasikarawa dalam pernikahan suku Bugis khususnya di wilayah Kabupaten Soppeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, observasi, dan wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong adanya perubahan makna dalam tradisi mappasikarawa yaitu modernisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi. Selain itu, perubahan pandangan dan pola pikir dari generasi muda terhadap adat istiadat turut berkontribusi pada pergeseran makna mappasikarawa. Dampaknya, tradisi ini seringkali hanya dilihat sebagai formalitas sehingga kehilangan esensi sakral dan nilai spiritualnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi mappasikarawa sebagai warisan budaya yang memiliki nilai spiritual dan sosial yang mendalam. Dengan mempertahankan tradisi ini, masyarakat Bugis Soppeng diharapkan untuk terus menjaga identitas budaya mereka di tengah modernisasi tanpa mengabaikan ajaran agama.
Pemanfaatan Istana Kedatuan Luwu Sebagai Media Pembelajaran IPS-Sejarah bagi Peserta Didik di SMPN 5 Palopo Fatwa, Magfirah Eka; Jumadi, Jumadi; Najamuddin, Najamuddin; Bahri, Bahri; Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.70855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). Kedudukan Istana Kedatuan Luwu layak dijadikan sebagai media pembelajaran Ips-Sejarah bagi peserta didik di SMP Negeri 5 PALOPO. (2). Pemanfaatan Istana Kedatuan Luwu sebagai media pembelajaran Ips-Sejarah bagi peserta didik di SMP Negeri 5 PALOPO. Dan (3). Faktor pendukung dan penghambat Istana Kedatuan Luwu sebagai media pembelajaran Ips-Sejarah bagi peserta didik di SMP Negeri 5 PALOPO. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Kedudukan Istana Kedatuan Luwu layak dijadikan sebagai media pembelajaran Ips-Sejarah bagi peserta didik di SMP Negeri 5 PALOPO karena Istana kedatuan Luwu memiliki benda-benda yang dapat dijadikan sumber dalam berbagai topik, seperti: sejarah, politik, sosial, budaya dan ekonomi. (2) Pemanfaatan Istana Kedatuan Luwu sebagai sumber media pembelajaran IPS-Sejarah sangat sesuai dengan Capaian Pembelajaran yang didalamnya secara khusus mengharapkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis hubungan antara keragaman geografis nusantara terhadap kemajemukan budaya. (3) Faktor pendukung dan penghambat Istana Kedatuan Luwu sebagai media pembelajaran Ips-Sejarah bagi peserta didik di SMP Negeri 5 PALOPO, yaitu : a. Faktor pendukung : Program pembelajaran dengan situs Istana Kedatuan Luwu saling saling berkaitan, Adanya kepedulian dan dukungan masyarakat dan pemerintah, Pelayanan Pengelola Situs Sejarah Istana Kedatuan Luwu yang baik, dan Kelengkapan koleksi Situs Sejarah Istana Kedatuan Luwu. b. Faktor penghambat: Alokasi biaya, Minimnya sistem penanda dan informasi dalam situs, dan keterbatasan waktu.
Adaptasi Dan Integrasi Masyarakat Muslim Minoritas Di Australia Azis, Hari Abdul; Setyorini, Fitri Sari
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.68645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses adaptasi dan integrasi masyarakat Muslim minoritas di Australia, dengan menyoroti tantangan yang mereka hadapi serta strategi yang digunakan untuk beradaptasi dalam lingkungan yang multikultural dan sekuler. Meskipun Islam telah hadir di Australia selama beberapa dekade, komunitas Muslim masih sering menghadapi diskriminasi dan stereotip negatif yang mempengaruhi proses integrasi mereka. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi dokumen, termasuk analisis literatur, laporan pemerintah, dan artikel jurnal, untuk mengumpulkan data dari berbagai kelompok etnis Muslim di Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat hambatan budaya dan sosial, banyak individu dan komunitas Muslim yang berhasil mengembangkan strategi adaptasi yang efektif, seperti membangun jaringan sosial yang kuat, berpartisipasi dalam kegiatan lintas agama, dan mempromosikan dialog antarbudaya. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa dukungan dari pemerintah dan organisasi non-pemerintah memainkan peran penting dalam memfasilitasi integrasi masyarakat Muslim. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan masyarakat luas dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi semua kelompok minoritas.Kata Kunci : Adaptasi; Integrasi; Australia; MuslimAbtractThis research aims to understand the adaptation and integration process of minority Muslim communities in Australia, highlighting the challenges they face as well as the strategies used to adapt in a multicultural and secular environment. Although Islam has been present in Australia for decades, Muslim communities still often face discrimination and negative stereotypes that affect their integration process. This study used a qualitative research method with a document study approach, including analysis of literature, government reports, and journal articles, to collect data from various Muslim ethnic groups in Australia. The results show that despite cultural and social barriers, many Muslim individuals and communities have successfully developed effective adaptation strategies, such as building strong social networks, participating in interfaith activities, and promoting intercultural dialogue. In addition, this study found that support from the government and non-governmental organizations play an important role in facilitating the integration of Muslim communities. The findings are expected to provide insights for policymakers and the wider community in creating a more inclusive and supportive environment for all minority groups.Keywords : Adaptation; Integration; Australia; Muslim 
Nilai Sejarah Masjid Al-Ridwan sebagai Masjid Tertua di Baturaja dalam Konteks Penyebaran Islam Apsari, Nadia Dwi; Hudaidah, Hudaidah
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.74700

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas Masjid Al-Ridwan sebagai masjid tertua di Baturaja dan perannya dalam proses penyebaran Islam secara lokal di Sumatera Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap nilai sejarah dan peran sosial Masjid Al-Ridwan dalam konteks Islamisasi masyarakat Baturaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode historis, mengandalkan data primer dan sekunder melalui studi pustaka dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat sosial dan budaya yang mencerminkan akulturasi Islam dan tradisi lokal. Masjid Al-Ridwan memiliki nilai historis yang tinggi dan tetap relevan sebagai simbol keislaman dan identitas masyarakat Baturaja hingga masa kini.
Perang Jawa 1825-1830: Peran Pangeran Diponegoro Dalam Perang Jawa Serta Dampak Stabilitas Sosial-Ekonomi Masyarakat Jawa Dan Kolonialisme Belanda Novitri, Sheila; Kurniawati, Nurul; Ramdhani, Muhammad Barkah
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.76472

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang Peran Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa periode 1825- 1830 serta Dampak Stabilitas Sosial-Ekonomi Masyarakat Jawad dan Kolonialisme Belanda. Latar belakangnya yaitu kehadiran bangsa-bangsa Belanda di Indonesia, terutama di Yogyakarta membuat berbagai macam masalah salah satunya dengan terlalu ikut campur masalah internal keraton dan menerapkan politik pecah belah dikalangan pejabat-pejabat keraton, sehingga pemerintahan didalam keraton menjadi kacau. Karena pokok penelitian ini adalah masa lalu, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode Sejarah atau historis. Metode historis adalah proses atau aktivitas yang digunakan untuk berkonsentrasi pada sumber atau peninggalan dari masa lalu secara menyeluruh dan mendokumentasikan penemuan berdasarkan fakta. Langkah dalam penelitian sejarah meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Dampak setelah perang bagi masyarakat Jawa adalah batas wilayah antara Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta berubah, dan memperburuk sistem ekonomi masyarakat apalagi dengan diterapkannya sistem tanam paksa. Sedangkan dampak bagi masyarakat Belanda adalah Belanda mampu menguasai Jawa dan berhasil menerapkan sistem tanam paksa (cultuur stelsel) dari tahun 1830 hingga 1870.Kata Kunci : Pangeran Diponegoro; Perang Jawa; Kolonial Belanda; Masyarakat Jawa
Di Balik Halusnya Ukiran Mebel: Peran Ganda Pengukir Perempuan di Desa Petekeyan, Jepara (1998-2001) Tarisatunnisa, Allafna; Saraswati, Ufi
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.73980

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran ganda perempuan sebagai ibu rumah tangga dan pengukir mebel dalam upaya meningkatkan kualitas hidup di Desa Petekeyan, Jepara. Fase booming mebel Jepara yang terjadi pada masa krisis moneter tahun 1998, membuka peluang besar bagi kaum perempuan Jepara, khususnya di Desa Petekeyan, untuk terlibat bekerja di industri mebel. Penelitian ini menekankan pada latar belakang dan tantangan menjadi pengukir perempuan, serta peran ganda pengukir perempuan dalam keluarga pada masa krisis moneter. Penelitian bertujuan untuk mendukung pengukir perempuan sebagai salah satu pilar dalam pelestarian budaya mengukir di Kabupaten Jepara. Pendekatan historis digunakan dalam penelitian ini, meliputi: heuristik, verifikasi, intrepretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa krisis moneter yang melanda Jepara tahun 1998 menimbulkan pergeseran di berbagai sendi kehidupan masyarakat, khususnya perempuan di Petekeyan.  Perempuan di Desa Petekeyan yang memilih berprofesi sebagai pengukir dilatarbelakangi oleh faktor keluarga, faktor ekonomi, serta ketertarikan pada seni ukir. Mengerjakan tugas domestik dan bekerja di waktu yang hampir bersamaan dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup menjadi tantangan namun juga kesempatan baru bagi kaum perempuan Desa Petekeyan. Kata kunci: krisis ekonomi, Jepara, mebel, seni ukir, dan perempuan AbstractThis research analyzes the dual role of women as housewives and furniture carvers in Petekeyan Village, Jepara. The boom phase of Jepara furniture that occurred during the 1998 Asian Finansial Crisis, opened up great opportunities for Jepara women, especially in Petekeyan Village, to be involved in working in the furniture industry. This research emphasizes on the background and challenges of being a female engraver, as well as the dual role of female engravers in the family during the monetary crisis. The research aims to support women carvers as one of the pillars in the preservation of carving culture in Jepara. A historical approach was used in this research, including: heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results of this study show that the monetary crisis that hit Jepara in 1998 caused a shift in various aspects of people's lives, especially women in Petekeyan.  Women in Petekeyan Village who choose to work as carvers are motivated by family factors, economic factors, and interest in carving. Carrying out domestic tasks and working at the same time in an effort to maintain and improve the quality of life becomes a challenge and oppurtinity at the same time.Keywords: economic crisis, Jepara, furniture, woman
Transformasi Pabrik Gula Colomadu: dari Suikerfabriek hingga Menjadi Destinasi Pariwisata, 1998-2020 Ramadhan, Fauzan Syahru; Maziyah, Siti; Baihaqi, Ahmad Fauzan; Meliala, Bryna Rizkinta Sembiring
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72295

Abstract

Artikel ini membahas tentang transformasi Pabrik Gula Colomadu dari 1998 hingga 2020. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahap yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik (pengujian sumber), interpretasi (penafsiran sumber), dan historiografi (penulisan). Tujuan dari kajian ini adalah melihat perubahan Pabrik Gula Colomadu yang sebelumnya merupakan pabrik gula yang aktif beropreasi, namun sempat dilakukan penutupan oleh PTPN IX pada 1 Mei 1998 karena kekurangan bahan baku tebu untuk memproduksi gula. Pabrik Gula Colomadu selama kurang lebih 20 tahun mangkrak sejak dilakukan penutupan oleh PTPN IX, maka Pemerintah Republik Indonesia pada 8 April 2017 melalui konsorsium BUMN dengan membentuk PT. Sinergi Colomadu melakukan revitalisasi terhadap bekas Pabrik Gula Colomadu dengan menggunakan konsep adaptive reuse. Hasil kajian ini menjelaskan bahwa pada 24 Maret 2018, bekas Pabrik Gula Colomadu berubah menjadi salah satu tempat destinasi pariwisata di Kabupaten Karanganyar dengan mengubah nama menjadi “De Tjolomadoe” dan beralih fungsi menjadi cultural center, museum, tempat kegiatan MICE, serta sebagai comercial area.
Antara Menindak dan Mencegah: Upaya Menanggulangi Narkotika di Semarang 1971-1976 Khoirun Nisa', Umi Aulia; Wijayati, Putri Agus
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.73525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat periode krusial yang yang menandai masa penting terkait berbagai upaya yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menanggulangi persoalan narkotika. Pengedar dan pengguna narkotika termasuk kategori kejahatan lintas negara (transnational crime), karena melibatkan aktivitas perdagangan gelap yang melintas batas-batas resmi negara. Penelitian ini mengkaji upaya negara dan peran serta keterlibatan masyarakat dalam menanggulangi penyalahgunaan narkotika di Semarang dalam kurun waktu 1971-1976. Rumusan masalah yang dihadirkan di antaranya meliputi: 1) faktor apa yang menyebabkan penggunaan narkotika di Semarang semakin luas? 2)  Apa saja bentuk kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk menangani permasalahan penyalahgunaan narkotika? Penulisan artikel ini menggunakan metode sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berbagai sumber primer banyak ditemukan dalam pemberitaan surat kabar antara tahun 1971-1976 yang telah berhasil diperoleh dari beberapa Lembaga pemerintah maupun swasta yang mengelola informasi kesejarahan seperti koran Suara Merdeka, Harian Abadi, Kompas, dan Kartika. Di samping itu, juga digunakan beragam jurnal nasional maupun internasional untuk melihat posisi kajian sejarah ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bentuk-bentuk penanggulangan yang dijalankan sebagai sebuah kebijakan oleh pemerintah berupa tindakan represif ataupun preventif dan didukung peran serta masyarakat untuk mewujudkan tujuan negara yang sehat fisik dan psikisnya.Kata Kunci : Menindak; Mencegah; Menanggulangi; Narkotika; Semarang AbtractThis Research aims to look at the crucial period that marks an important time related to the various efforts made by the central government and local governments in tackling the problem of narcotics. Drug dealers and users are categorized as transnational crimes, as they involve illicit trade activities that cross official state borders. This research examines the efforts of the state and the role and involvement of the community in tackling drug abuse in Semarang in the period 1971-1976. The problem formulations presented include: 1) What factors led to the widespread use of narcotics in Semarang? 2) What were the policies issued by the local government to deal with the problem of drug abuse? The writing of this article uses the historical method which includes heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Many primary sources were found in newspaper reports between 1971-1976 that have been successfully obtained from several government and private institutions that manage historical information such as Suara Merdeka newspaper, Harian Abadi, Kompas, and Kartika. In addition, various national and international journals were also used to see the position of this historical study. The results showed that the forms of countermeasures carried out as a policy by the government in the form of repressive or preventive actions and supported by community participation to realize the goal of a physically and psychologically healty country.Keywords : Take Action; Prevent; Tackle; Narcotics; Semarang
Diskriminasi dan Kekerasan Terhadap Muslim di Sri Lanka : Studi Kasus Masa Pandemi Covid-19 Hermayami, Malika Dwi; Nurrohim, Nurrohim
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.68659

Abstract

Islam di Sri Lanka merupakan salah satu agama minoritas dengan jumlah sekitar 10% dari populasi negara Sri Lanka. Islam masuk Sri Lanka melalui jalur perdagangann arab sekitar abad ke 7 dan ke 8 masehi, sejak saat itu muslim di Sri Lanka membentuk komunitas terutama di daerah pesisir yang memang merupakan bagian penting dari ekonomi lokal. Pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi krisis kesehatan dunia melainkan juga memperburuk ketegangan sosial dan politik di berbagai negara termasuk negara Sri Lanka. Penelitian ini membahas bentuk bentuk diskriminasi dan kekerasan yang dialami komunitas Muslim di negara Sri Lanka saat pandemi Covid-19 berlangsung, mencakup stereotip, pelanggaran HAM hingga tindakan kekerasan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi, hasil penelitan menunjukan adanya diskriminasi dan kekerasan di Sri Lanka selama masa pandemi Covid-19 di buktikan dengan adanya kebijakan yang bersifat diskriminatif yakni kremasi paksa terhadap korban Covid-19 Muslim serta penangkapan terhadap aktifis Muslim.Kata Kunci : Diskriminasi ; Muslim ; Sri Lanka ; COVID-19 ; Abstract Islam in Sri Lanka is a minority religion, with approximately 10% of the country's population. Islam entered Sri Lanka through Arab trade routes around the 7th and 8th centuries AD. Since then, Muslims in Sri Lanka have formed communities, mainly in coastal areas, which are an important part of the local economy. The Covid-19 pandemic has not only become a global health crisis but has also exacerbated social and political tensions in various countries, including Sri Lanka. This study discusses the forms of discrimination and violence experienced by the Muslim community in Sri Lanka during the Covid-19 pandemic, including stereotypes, human rights violations, and acts of social violence. This study uses a qualitative research method with a case study approach, using historical methods that include heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results of the study show that there was discrimination and violence in Sri Lanka during the Covid-19 pandemic, as evidenced by discriminatory policies such as the forced cremation of Muslim Covid-19 victims and the arrest of Muslim activists. Keywords: Discrimination; Muslim; Sri Lanka; COVID-19;
Jejak Roda Tiga Ke Roda Empat:Perubahan Moda Transportasi Semarang 1962-1983 Saputra, Hermawan Rizqi; Wijayati, Putri Agus
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.73884

Abstract

Artikel ini membahas tentang dinamika perubahan moda transportasi umum di Kota Semarang. Fokus permasalahan tentang perubahan dari moda beroda tiga, yaitu bemo digantikan oleh angkutan beroda empat, atau yang dinamakan Daihatsu. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah sosial kota dan memanfaatkan sumber primer berupa surat kabar. Temuan menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi pada moda transportasi umum tidak hanya dipicu pada pertimbangan teknis dan regulatif, tetapi juga pada pengaruh modernisasi kota, tekanan ekonomi, dan perubahan gaya hidup masyarakat urban. Transportasi merupakan bagian vital dari struktur sosial dan ekonomi kota. Dalam konteks Semarang sebagai kota pelabuhan, ibukota provinsi, kota perdagangan, sekaligus kota yang memiliki sejarah panjang, menjadi penting untuk mendapatkan perhatian dalam historiografi perkotaan. Selain itu, kota ini juga perlu mendapatkan tempat di dalam sejarah transportasi perkotaan pada periode kontemporer. Moda transportasi umum bertumbuh, berkembang, dan berubah dari waktu ke waktu.AbtractThis article discusses the dynamics of changes in public transportation modes in the city of Semarang. The focus of the problem is the change from three-wheeled modes, namely bemo replaced by four-wheeled transportation, or what is called Daihatsu. This study uses a social history approach to the city and utilizes primary sources in the form of newspapers. The findings show that changes that occur in public transportation modes are not only triggered by technical and regulatory considerations, but also by the influence of urban modernization, economic pressures, and changes in the lifestyle of urban communities. Transportation is a vital part of the social and economic structure of the city. In the context of Semarang as a port city, provincial capital, trading city, and a city with a long history, it is important to get attention in urban historiography. In addition, this city also needs to get a place in the history of urban transportation in the contemporary period. Public transportation modes grow, develop, and change over time.Keywords : Take Action; Prevent; Tackle; Narcotics; Semarang