cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Respon Pemberian Ekoenzim dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang merah (Allium ascalonicum L) Najla Lubis; M. Wasito; Leni Marlina; Rosmaria Girsang; Hasril Wahyudi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i2.10354

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon akibat pemberian Ekoenzim (EE) dan pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pemberian ekoenzim (EE) yang terbagi menjadi 4 taraf yaitu E0= (kontrol), E1 = 1%, E2= 2%, E3 = 3%. Faktor kedua adalah pemberian POC buah-buahan yang terbagi menjadi 4 taraf yaitu B0 = (kontrol), B1 = 1%; B2 = 2%, B3 = 3%. Parameter pengamatan adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan, berat basah umbi per plot, berat kering Umbi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EE berpengaruh tidak nyata pada semua parameter yang diamati, dimana perlakuan terbaik pada E1 = 1%. Pemberian POC buah-buahan berpengaruh tidak nyata pada parameter tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), namun berpengaruh sangat nyata pada parameter jumlah anakan, berat basah umbi per plot (g) dan berat kering umbi per plot (g), dimana perlakuan terbaik pada pemberian B3 = 3%. Interaksi antara pemberian Eco enzyme dan POC Buah-buahan berpengaruh tidak nyata pada semua parameter yang diamati.
Observasi Karakter 6 Klon Krisan (Chrysanthemum Morfolium Ramat.) Mutan Melalui Uji Buss (Baru, Unik, Seragam Dan Stabil) Diah Pangesti; Elia Azizah; Nurcahyo Widyodaru Saputro; Lia Sanjaya
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i2.9801

Abstract

Krisan adalah tanaman hias dengan permintaan pasar yang tinggi di Indonesia, karenanya pengembangan krisan terus dilakukan, salah satunya dengan membuat varietas mutan yang memiliki keunikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik 6 klon tanaman krisan hasil mutasi untuk menilai keunggulannya dari segi kebaruan, keunikan, keseragaman dan kestabilan. Percobaan dilakukan di IP2TP BALITHI Cipanas, Jawa Barat pada Bulan Juli sampai Desember tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 9 perlakuan terdiri dari 6 aksesi klon mutan yang digunakan sebagai kandidat [3.3 (154), 3.5 (222), 6.15, St 3.15 (120), St 1.10 (161) dan St 1.14 (185)] dan 3 varietas referensi (Puspita Nusantara, Arosuka Pelangi dan Stangkon) dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa keenam klon mutan dinyatakan baru dan unik, karena klon belum pernah dilepas ke publik dan terdapat variasi pada 25 karakter mutan yang diamati jika dibandingkan dengan varietas referensi.
Identifikasi Perubahan Fenologi Gulma Akibat Paparan Herbisida Glifosat dan Parakuat Dengan Dosis yang Berbeda Wahyuni Umami Harahap; Nurhajijah Nurhajijah; Wizni Fadhillah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i2.9452

Abstract

Penurunan produksi yang tinggi akibat gulma menyebabkan adanya teknik pengendalian gulma. Salah satu teknik pengendalian gulma yang banyak diaplikasikan adalah penyemprotan dengan menggunakan herbisida. Masalah yang muncul akibat penggunaan herbisida antara lain munculnya gulma resisten herbisida, penurunan biodiversitas tumbuhan, peningkatan biaya produksi dan pencemaran pada tanah, air dan udara serta meningkatkan residu pestisia pada bahan pangan. Masalah ini harus segera diselesaikan dengan mencari rekomendasi penyemprotan yang lebih efektif dan efisien. Rekomendasi penyemprotan herbisida dapat diperoleh melalui penelitian. Hal ini yang menjadi dasar penulis untuk melakukan penelitian tentang pengaruh jenis dan dosis bahan aktif terhadap perubahan fenologi dan waktu kematian gulma. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Perlakuan pertama adalah jenis bahan aktif herbisida yang terdiri dari dua taraf yaitu farakuat diklorida dan glifosat. Sedangkan perlakuan yang kedua adalah dosis herbisida yang terdiri dari tiga taraf yaitu 1,5 l/ha, 3 l/ha dan 4,5 l/ha. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa perubahan fenologi gulma dapat dilihat pada 1 HSP pada penyemprotan herbisida berbahan aktif farakuat diklorida sedangkan herbisida berbahan aktif glifosat pada 7 HSP. Waktu kematian gulma sangat dipengaruhi oleh jenis bahan aktif herbisida. Herbisida yang paling cepat mampu membunuh gulma adalah berbahan aktif farakuat diklorida.
Pengaruh EMS dan Paklobutrazol Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Krisan (Chrysanthemum morifolium) di Dataran Rendah Ryan Dwiky Atikabudi; Sukendah Sukendah; Widiwurjani Widiwurjani
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i2.11330

Abstract

Bunga krisan sangat diminati karena keindahannya dan memiliki harga jual yang tinggi, tetapi sangat disayangkan budidaya krisan masih mengandalkan tempat di dataran tinggi. Tanaman dapat dimodifikasi untuk mendapatkan bunga asli dataran tinggi yang dapat tumbuh dan mekar di dataran rendah. Modifikasi krisan asli dataran tinggi agar tumbuh dan berbunga di dataran rendah memerlukan bantuan mutagen Ethyl Methanesulfonate (EMS) dan konsentrasi paklobutrazol yang tepat. Penelitian dimulai dari bulan Desember 2021 hingga April 2022 di Screenhouse Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jatim, Surabaya. Penelitian memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diurutkan secara Faktorial. Faktor tersebut adalah tanpa EMS dan perlakuan EMS (dosis 0,77% dan lama perendaman 90 menit) dan perlakuan konsentrasi paklobutrazol (0 ppm, 100 ppm, dan 200 ppm). Semua perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian membuktikan adanya interaksi perlakuan EMS dan konsentrasi paklobutrazol terhadap waktu muncul kuncup dan waktu mekar sempurna. Perlakuan kombinasi EMS + konsentrasi paklobutrazol 200 ppm terbukti sebagai hasil interaksi terbaik pada waktu muncul kuncup bunga (75,55 HST) dan waktu mekar sempurna (46,23 HST). Perlakuan tunggal EMS berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun (umur 42, 56, dan 70 HST), jumlah ruas, waktu muncul kuncup, waktu mekar sempurna, dan diameter bunga, sedangkan perlakuan tunggal konsentrasi paklobutrazol berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kakao di Desa Sengeng Palie Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone Syaifuddin Syaifuddin; Wahyuni Mustaman; Rachmat Rachmat; Nurhayati Nurhayati; Wan Arfiani Barus
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i2.11149

Abstract

Potensi suatu lahan untuk tujuan tertentu dapat diduga melalui evaluasi lahan. Pulau Sulawesi merupakan salah satu wilayah sentra produksi kakao dengan luasan sekitar 60% dari seluruh wilayah sentra kakao di Indonesia. Produktivitas kakao di Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone lebih rendah dibandingkan dengan produktivitas optimal kakao pada umumnya. Oleh karena itu, studi evaluasi kesesuaian lahan tanaman kakao pada Kecamatan Lamuru perlu dilakukan. Studi ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2022. Evaluasi tingkat kesesuaian lahan dilakukan dengan menganalisis faktor-faktor pembatas dan tindakan perbaikan lahan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan parametrik. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tipe iklim Desa Sengeng Palie berdasarkan teori Schmidt-Ferguson tergolong tipe C atau agak basah dengan kelas kesesuaian lahan kakao yang aktual dan tergolong sesuai marginal (S3) dengan indeks lahan sebesar 26. Adapun faktor pembatas iklim yang diperoleh adalah curah hujan dan lama bulan kering dengan pemberian irigasi intensif, serta kelembaban udara relatif dan sifat fisik tanah (kedalaman tanah) yang tidak dapat dilakukan tindakan perbaikan.
Seleksi Hole To Block Menjadi Seleksi Spike To Row Pada Gandum Australia Genotip 1 dan Genotip 2 Muhammad Yudi Adi Wibowo; Gilang Andi Nugroho; Djoko Murdono
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i2.9980

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian 2020 dengan menggunakan benih dari gandum Australia Genotip 1 dan 2 hasil penelitian 2020 sebagai materi awal. Penelitian ini bertujuan untuk menyeragamkan gandum Australia Genotip 1 dan 2 dengan metode seleksi hole to block, pencirian karakter UPOV 2016, dan RHS Colour di iklim tropis. Namun pada pelaksanaannya terjadi fenomena banyak tanaman yang tidak tumbuh, sehingga dilakukan perubahan metode dari hole to block menjadi spike to row. Hasil yang didapatkan yaitu, pada Genotip 1 terdiri 53 baris tanam lolos seleksi. Pada Genotip 2 terdiri dari 40 baris tanam yang lolos seleksi. Pada uji warna dengan RHS Colour didapatkan varian warna malai tua sehingga dilakukan perbaikan pengodeannya yaitu pada Genotip 1: Genotip 1-GY160A, Genotip 1-GY160B, dan Genotip 1-GY160 dengan kesamaan karakter UPOV 2016 yaitu arah tumbuh tanaman sedikit tegak, bentuk profil malai sisi sejajar, lebar bahu spikelet sempit, bentuk bahu spikelet sedikit miring, panjang paruh spikelet panjang, dan bentuk paruh spikelet sedikit melengkung. Sedangkan pada Genotip 2: Genotip 2-YG9A, Genotip 2-YG9B, dan Genotip 2-YG9C dengan kesamaan karakter UPOV 2016 yaitu arah tumbuh tanaman sedikit tegak, bentuk profil malai sisi sejajar, lebar bahu spikelet medium, bentuk bahu spikelet datar/horizontal, panjang paruh spikelet panjang, dan bentuk paruh spikelet agak melengkung.
Aplikasi Pupuk Kandang dan Mikoriza terhadap Peningkatan P-tersedia, serapan P serta Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays Saccharata L.) Pada Tanah Ultisol Parlindungan Lumbanraja; Bangun Tampubolon; Samse Pandiangan; Johan Ambarita; Ferisman Tindaon
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i1.13806

Abstract

AbstractKondisi tanah ultisol yang kurang subur memerlukan penanganan yang kompleks agar dapat berfungsi dengan baik sebagai lahan pertanian. Upaya tersebut diharapkan mampu memberi perbaikan kesuburan tanah secara menyeluruh.  Untuk tujuan ini dilalukan suatu penelitian yang menggunakan pupuk kandang dan pupuk hayati mikoriza yang diharapakan dapat memperbaiki sifat-sifat tanah tersebut hingga diperoleh tingkat pengaruh aplikasi bahan tersebut pada tingkat yang optimal. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok, dengan dua factor.  Faktor pupuk kandang 3 taraf dan factor mikoriza 4 taraf. Setiap pengaruh parameter yang signifikan akan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Untuk pengamatan dilakukan pengukuran tanah tersedia fosfor, kandungan fosfor tongkol jagung, dan produksi jagung manis. Produksi jagung manis tertinggi 16,06 t/ha terjadi dengan kombinasi perlakuan pada aplikasi atau pemberian pupuk kandang setara dengan 5 t/ha dan mikoriza 3 g/lubang tanam, produksi ini lebih tinggi 3,83 t/ha setara dengan 31,31 % dibandingkan dengan kontrol. Pupuk kandang hanya meningkatkan kandungan fosfor secara nyata pada tongkol jagung. Mikoriza hanya meningkatkan ketersediaan fosfor tanah secara signifikan.
Profile and Bioactivity of Bioactive Compounds of Beauveria bassiana Fungi Entomopathogens of Endophytes as Plant Growth Boosters Yusniwati Yusniwati; Trizelia Trizelia; Nurbailis Nurbailis; Magdalena Saragih Saragih
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i1.14364

Abstract

The purpose of this study was to identify bioactive compounds of Beauveria bassiana  entomopathogenic fungi derived from insect isolates of Leptocorisa oratorius and endophytic fungi B. bassiana from cocoa plants that have bioactivity as growth boosters.  The research was conducted in the laboratory of Biological Control, Faculty of Agriculture, Andalas University. The study was conducted for 4 months, using the GCMS method. From the results of the study, bioactive compounds identified as growth boosters of B. bassiana endofyt fungi from cocoa plants are compounds Acetic acid, Ethanoic acid, Ethylic acid, Glacial acetic acid, CH3COOH;  n- Hexadecanoic acid Hexadecanoic acid, Palmitic acid;  9-Octadecenoic acid (2)-(CAS), Oleic acid, Red oil, Oelsaure; octadecanoic acid (CAS) Stearic acid, n-Octadecanoicacid, vanilla; Ergosta-5,7,22-trien-3-ol, (3.,beta.,22 E) – (CAS), Ergosterol (CAS);  while  from the  entomopathogenic B. bassiana fungus from L. oratorius insects  are Acetic acid (CAS), Ethylic acid, vinegar acid, Ethanoic acid, CH3COOH, Dianhydromannitol; Isosorbide, D-Glucitol,1,4-3,6-dianhydro-(+)-D-Isosorbide Devicoran;  Hexadecanoic acid, methyl ester (CAS), Methyl palmitate, Uniphat A60;  n-Hexadecanoic acid Hexadecanoic acid, n- Hexadecanoic acid, Palmitic acid; 9-octadecenoic acid, methyl ester, (E)-elaidic acid; 9-octadecanoic acid (Z)-(CAS) , oleic acid, Red oil, Oelsauere; octadecanoic acid, stearic acid, -n-octadecanoic acid, Humko Industrene R; Ergosta-5,7,22-trien-3-ol, (3.beta.,22E)-CAS, Ergosterol (CAS)
Analisis Pertumbuhan Tanaman Porang dengan Pemberian Fitosan dan Kompos Jerami Padi di Lahan Salin Kurnia Selekta Etika Harefa; Rosmayati Rosmayati; Nini Rahmawati
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i1.13738

Abstract

Tanaman porang merupakan salah satu produk yang memiliki prospek seperti bahan pangan alternatif sehingga peningkatan produksi terus diupayakan, termasuk memanfaatkan lahan marginal seperti tanah salin. Porang merupakan tanaman yang rentan terhadap salinitas dan memiliki masalah dormansi 4-5 bulan. Arahriset ini ialah untuk mengidentifikasi ciri fisiologis tanaman porang dan mematahkan dormansi dengan penambahan fitosan dan penambahan kompos jerami padi pada tanah salin. Penelitian ini menggunakan RAK faktorial dengan 3 ulangan dan 2 faktor yaitu konsentrasi fitosan K0 = 0 ppm, K1 = 750 ppm, K2 = 1500 ppm dan K3 = 2250 ppm; aplikasi kompos jerami padi J0 = 0 ton/ha (kontrol), J1 = 5 ton/ha (45 g/ tanaman) dan J2 = 10 t/ha (90 g/tanaman). Pemberian konsentrasi fitosan 2250 ppm dan 10 ton/ha (90 g/tanaman) kompos jerami padi mempengaruhi secara nyata terhadap parameter kemunculan bulbil, jumlah bulbil, panjang akar, bobot basah akar, bobot kering akar dan volume akar
Isolasi dan Inventarisasi Cendawan Endofit pada Tanaman Tomat Maimuna Nontji; Marliana Palad; Wulan Diniarti; Saidah Saidah; Aminah Aminah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i1.13736

Abstract

Pengendalian penyakit dengan menggunakan cendawan endofit sebagai agens hayati yang hidup pada jaringan tomat merupakan tindakan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menginventarisasi cendawan endofit pada akar, batang dan daun tomat, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan proses identifikasi. Sampel diambil dari Desa Erelembang Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Metode pengambilan sampel menggunakan sistem diagonal, masing-masing tiga tanaman yang dipisahkan antara bagian akar, batang dan daun. Total keseluruhan sampel 45 unit. Metode uji Blotter digunakan untuk mendapatkan isolate murni. Hasil inventarisasi isolate pada bagian akar dan batang tomat memiliki persamaan, yaitu secara makroskopis koloni isolate pada permukaan atas berwarna hitam dan tekstur seperti benang. Secara mikroskopis memiliki konidia spora yang berbentuk bulat, hifa hialin dan tidak bersepta. Pada isolate bagian daun, secara makroskopis memiliki permukaan atas berwarna abu-abu kebiruan dan hijau, dengan tekstur seperti kapas dan tepung. Secara mikroskopis, konidia spora berbentu bulat, hifa hialin, dan ada hifa yang memiliki septa dan ada yang tidak. Berdasarkan dari 20 isolate murni yang teridentifikasi sebagai cendawan endofit, diperoleh tiga jenis spesies, yaitu (1) Rhizopus oligosporus ditemukan pada akar dan batang, (2) Aspergillus flavus ditemukan pada akar, batang dan daun, dan (3) Aspergillus fumigatus ditemukan pada daun tomat.