cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Potensi POC Urin Kambing dalam Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sayuran Bambang Surya Adji Syahputra
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.10149

Abstract

Sayuran merupakan bagian dari kelompok tanaman hortikultura yang mempunyai peranan sangat penting karena kemanfaatannya bagi manusia. Kandungan protein dan vitamin yang tinggi, sehingga sayuran banyak dikonsumsi untuk segala golongan masyarakat. Produksi sayuran semakin hari semakin diperlukan peningkatannya sesuai dengan pertambahan penduduk yang ada, sehingga dapat mencukupi untuk keperluan masyarakat. Kajian ini mengguakan Rancangan Petak Terpisah (RPT), yang mana Petak Utama (PU) adalah jenis sayuran (timun, terung dan kacang panjang), sedangkan anak petak (AP) adalah konsentrasi larutan POC urin Kambing (Uo=control, U1=200, U2=400, U3=600 dan U4=800 cc/L air). Ada 3 ulangan, dengan setiap plot terdiri dari 6 tanaman dan tanaman sampel ada 4 tanaman. Aplikasi POC urin kambing sebanyak 3 kali yaitu pada saat umur tanaman 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam dengan dosis 250 cc/tanaman. Pupuk dasar diberikan berupa kompos feses kambing dengan dosis 5 kg setiap plotnya, untuk pengendalian hama, penyakit dan gulma dilaksanakan secara manual, tapi jika sudah melebihi ambang batas ekonomi digunakan cara kimia. Tinggi/panjang tanaman, jumlah buah dan berat buah pertanaman sampel, jumlah buah dan berat buah per plot merupakan parameter yang diukur. Hasil pengukuran yang telah dianalisis memberikan hasil yang mana semua parameter yang di ukur berbeda nyata,tetapi tidak ada interaksi antara petak utama dengan anak petak. Semakin tinggi konentrasi POC urin kambing semakin baik produksi tanaman sayuran tersebut, namun konsentrasi yang baik ada pada 600 cc/L larutan.
Peramalan Jumlah Produksi Kopi Di Jawa Timur Pada Tahun 2020-2021 Menggunakan Metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (Sarima) Faris Nasirudin; Mila Pindianti; Dhea Indah Syafira Said; Edy Widodo
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.8211

Abstract

Kopi adalah salah satu jenis komoditi perkebunan yang dapat diperdagangkan di bursa komoditi. Terdapat 32 provinsi di Indonesia sebagai penghasil kopi, salah satunya adalah Jawa Timur. Persentase produksi kopi di Jawa Timur mengalami penurunan yang cukup tinggi pada tahun 2018-2019, mengingat Jawa Timur ialah salah satu provinsi dengan pemberi kontribusi permintaan kopi terbesar, baik untuk kebutuhan ekspor maupun domestik. Selain itu, data yang menunjukkan keadaan produksi kopi di Indonesia pada tahun 2020/2021 masih sangat minim dan hanya merupakan perkiraan. Pada penelitian ini, peramalan akan dilakukan pada tahun 2020 hingga 2021 dengan memanfaatkan metode peramalan SARIMA (Seasonal Autoregresive Integrated Moving Average). Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan mengumpulkan data jumlah produksi kopi, menentukan metode peramalan, menentukan model SARIMA terbaik, menghitung peramalan, dan menarik kesimpulan. Model SARIMA terbaik yang digunakan adalah model SARIMA (0,0,1)(1,0,0) karena memiliki nilai MAPE terkecil yaitu 25,83. Jumlah produksi kopi di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2021 menunjukkan pola peningkatan yang berarti terjadi peningkatan jumlah produksi kopi di Jawa Timur.
Respon Beberapa Varietas Jagung Manis terhadap Hasil Panen di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Sri Utami; Kiswah Nur Zikri; Widihastuty Widihastuty; Khayamuddin Panjaitan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.10148

Abstract

Jagung manis merupakan komoditi yang banyak diminati dan dibudidayakan oleh masyarakat pada umumnya. Upaya untuk meningkatkan potensi hasil jagung manis dapat dilakukan dengan menerapkan sistem budidaya yang tepat, salah satu syarat budidaya tanaman yang dilakukan adalah dengan menggunakan varietas unggul. Terdapat banyak jenis varietas unggul namun belum diketahui keunggulannya bila ditanam di daerah Hamparan Perak karenanya perlu untuk dilakukan pengkajian beberapa varietas unggul jagung manis terhadap hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas jagung manis yang mampu beradaptasi di Kecamatan Hamparan Perak dan memberi hasil panen tertinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2017 di Desa Klumpang Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 3 ulangan, terdiri dari varietas: V1= Bonanza F1, V2= Secada F1, V3= Glory, V4= Kumala, V5= Purple Jean, V6= Sweet Lady, V7= MB-01 Sweet, V8= Sweet Boy, V9= Gulaku. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan varietas Sweet Lady memberikan hasil panen tertinggi pada bobot tongkol per plot, bobot tongkol per hektar dan kadar gula yaitu 13,61 % brix. Hasil panen jagung manis terendah terdapat pada varietas Purple Jean.
Identification Of Microorganism Composition In Indigenous Microorganisms (Imo) Solutions Of Various Fruit Peels And Their Utilization In Organic Peanut Cultivation Elisabeth Sri Pujiastuti; Juli Ritha Tarigan; Yanto Raya Tampubolon; Ferlist Rio Siahaan; Susana Tabah Trina Sumihar
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.10151

Abstract

This paper consists of two researches. A research to identify the microbial composition and density of various types of indigenous microorganisms (IMO) solutions was carried out descriptively. Another research aimed to study the effect of the types of IMO on the growth and yield of peanut was carried out using a randomized block design with three replications and two treatment factors, namely the types of IMO consisting of IMO of tamarillo, pineapple and orange peels, and the dose of chicken manure with the levels of 0, 10, 20 and 30 tons/ha. The IMOs were applied at a concentration of 45 ml/liter, each. The results showed that the IMO of tamarillo, pineapple and orange peels contained different densities of at least six types of microbes, namely: Pseudomonas sp; Azotobacter sp; Bacillus sp; Actinomycetes sp; Streptomyces sp and P (phosphate) solubilizing microbes, but the type of IMO had no significant effect on plant height and stem diameter at 6 WAP as well as the number of filled pods and the yield per plot. The three types of IMO gave the same good effect, as indicated by the production of 197 percent compared to the yield potential of Gajah variety.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Organik dan Dosis Pupuk Guano terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Adella Puspita Sari; Nora Augustien; Hadi Suhardjono
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.9240

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam organik dan dosis pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2021 di lahan Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Kota Surabaya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan diulang 3 kali. Faktor pertama komposisi media tanam organik (K) yang terdiri atas 3 taraf yaitu K1= tanah : kompos : vermikompos (2:1:1), K2= tanah : kompos : vermikompos (2:1:2) dan K3= tanah : kompos : vermikompos (2:2:1). Faktor kedua dosis pupuk guano (P) yang terdiri atas 5 taraf yaitu P0= 25 g/tanaman NPK 16:16:16 (kontrol), P1= 25 g/tanaman, P2= 30 g/tanaman, P3= 35 g/tanaman dan P4= 40 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi komposisi media tanam organik dan dosis pupuk guano berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 21, 28 dan 35 HST, jumlah daun umur 49, 56, 63, 70, 77 dan 84 HST, jumlah tandan, jumlah buah per periode panen pada periode ke- 5, bobot buah per buah pada periode ke- 5, bobot buah per periode panen pada periode ke- 5, persentase fruit set, kadar gula buah dan kandungan klorofil.
Pengelolaan Tanaman Refugia Sebagai Mikrohabitat Musuh Alami Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Lisdayani Lisdayani; Henny Wahyuni
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.7997

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan refugia lewat rekayasa ekologi ialah bagian dari teknologi pengendalian hama terpadu ( PHT) yang bertujuan pencapaian penyeimbang hayati hama serta musuh natural supaya terletak di dasar ambang ekonomi dan juga meningkatkan keragaman musuh alami sehingga dapat menurunkan serangan OPT pada tanaman cabai merah. Tujuan dari penelitian ini agar dapat menurunkan serangan OPT pada tumbuhan cabai merah, juga untuk mengetahui keragaman musuh alami (parasitoid, predator dan penyerbuk) yang terdapat pada tanaman cabai merah dengan menggunakan tanaman refugia. Metode penelitian ini menggunakan RAK dengan satu faktor yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu T0 = Kontrol, T1 = Tanaman Tagetes erecta, T2 = Tanaman matahari mini, T3= tanaman krisan ungu dan T4 = T.erecta + matahari mini + krisan ungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman refugia dapat menurunkan serangan Hama pada tanaman cabai dan meningkatkan musuh alami. Penggunaan tanaman refugia terdapat 8 jenis musuh alami diantaranya terdapat 4 serangga sebagai predator, 1 serangga sebagai parasitoid dan 3 serangga sebagai penyerbuk
Pengaruh Paket Biochar Plus dan Azotobacter terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Unggul Lokal Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Maylani Lucky; Sutarman Gafur; Saeri Sagiman
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.8180

Abstract

Padi (Oryza sativa L) merupakan komoditi pangan utama di Indonesia yang kebutuhannya terus meningkat. Upaya peningkatan produksi beras saat ini terganjal oleh berbagai kendala, seperti konversi lahan sawah subur yang masih terus berjalan, penyimpangan iklim, penurunan kualitas sumber daya lahan yang berdampak terhadap penurunan atau pelandaian produktivitas. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi padi adalah dengan cara pemanfaatan budidaya padi unggul lokal yang potensial dikembangkan pada lahan kering. Salah satu lahan kering yang digunakan yaitu tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) dicirikan oleh pH tanah rendah ( 5,0), C-organik rendah, dan tingkat kesuburan tanah juga rendah. Untuk meningkatkan kesuburan tanah dapat dilakukan melalui pemberian bahan organik seperti biochar plus (biochar sekam padi + kompos + pupuk NPK). Penyedia nitrogen secara hayati adalah dengan memanfaatkan Azotobacter spitrogen hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa paket biochar plus dan bakteri Azotobacter sp terhadap pertumbuhan dan hasil padi lokal pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak terberbagi (RPB). Petak utama yaitu penggunaan Azotobacter sp (B) B0 = Tanpa Azotobacter sp, dan B1 = Menggunakan Azotobacter sp. Anak petak yaitu penggunaan paket biochar plus (A) terdiri dari A0 = Tanpa Biochar Plus, A1 = Biochar (7,5%) + Kompos 5% + NPK (600kg/ha), A2 = Biochar (7,5%) + Kompos 5% + NPK (300kg/ha), A3 = Biochar (7,5%) + Kompos 5%, A4 = Biochar (7,5%) + NPK (300kg/ha). Terdapat 10 kombinasi perlakuan dalam penelitian ini, setiap perlakuan di ulang 3 kali dan terdapat 3 tanaman sampel sehingga terdapat 90 tanaman sebagai unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian paket biochar plus berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan, sedangkan pemberian Azotobacter sp berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan produktif. Paket biochar (7,5%) + kompos 5% + pupuk majemuk NPK (300 kg/ha) dianggap lebih efektif karena memberikan hasil yang sama dengan perlakuan yang memberikan hasil tertinggi.
Teknik Sterilisasi Eksplan Talas Lokal Toraja Bite (Colocasia esculenta) dengan Teknik In Vitro Afra Andre Pasanda; Vonnisye Marthinus; Willy Yavet Tandirerung
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i2.11765

Abstract

Talas sebagai salah satu tanaman pangan alternatif di Indonesia, seharusnya mendapatkan perhatian dalam teknik budidayanya. Perbanyakan talas dapat dilakukan secara vegetatif dengan memanfaatkan teknologi, yakni melalui metode kultur in vitro. Metode kultur in vitro dilakukan untuk menghasilkan bibit talas lokal Toraja Bite dalam jumlah yang banyak, bebas dari hama dan penyakit. Keberhasilan kultur in vitro talas sangat dipengaruhi oleh teknik sterilisasi. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui teknik sterilisasi eksplan talas yang tepat dalam teknik in vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli 2022 di Laboratorium Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja. Adapun parameter pengamatan adalah persentase kontaminasi eksplan, pencoklatan, dan persentase eksplan yang tumbuh. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian fungisida dithane (2,5 g/l, 5 g/l, 7,5 g/l) dan antracol (2,5 g/l, 5 g/l, 7,5 g/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fungisida Dithane 7,5 gr/l mampu menurunkan persentase kontaminasi eksplan, sedangkan fungisida dithane 2,5 g/l mampu menurunkan persentase pencoklatan dan meningkatkan persentase eksplan yang tumbuh. Jadi direkomendasikan untuk menggunakan fungisida dithane 2,5 g/l dalam teknik sterilisasi talas lokal Toraja Bite karena dosis ini tidak menyebabkan kerusakan jaringan yang menyebabkan pencoklatan sehingga meningkatkan persentase eksplan yang tumbuh.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan Cangkang Telur Terhadap Sifat Kimia Tanah, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril). Suryani Sajar
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i2.10526

Abstract

Setelah pandemi covid, isu ketahanan pangan menjadi topik penting agar tidak terjadi gejolak politik dan sosial di Indonesia. Tingginya ketergantungan impor kedelai (86,4%) bisa mengancam ketahanan pangan nasional. Satu upaya untuk memenuhi kebutuhan kedelai adalah menanam kedelai di lahan kering masam. Kendala yang dihadapi adalah pH tanah rendah, kandungan Al tinggi, terfiksasinya P, miskin unsur hara, KTK rendah. Penggunaan limbah ternak ayam merupakan alternatif untuk mengatasi hal tersebut sekaligus mengatasi pencemaran lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mempelajari respon penggunaan pupuk kandang ayam dan cangkang telur terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian menggunakan RAK 2 faktorial. Faktor I, pupuk kandang ayam P0 (0 ton.ha), P1 (10 ton/ha), P2 (20 ton/ha), P3 (30 ton/ha). Faktor II, cangkang telur C0 (0 ton/ha), C1 (1,20 ton/ha), C2 (2,39 ton/ha), C3 (3,59 ton/ha). Aplikasi pupuk kandang ayam dan cangkang telur memberi respon nyata pada pH tanah, Ca tersedia, P tersedia dan C organik. Pupuk kandang ayam 30 ton/ha memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman (tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot kering biji per tanaman, bobot 100 biji. Pemberian cangkang telur ayam pada parameter pertumbuhan vegetatif dan generatif tidak berbeda nyata.
Uji Efektivitas Pengendalian Hama Kumbang Malam (Apogonia sp) Menggunakan Perangkap Lampu Berwarna (Light Trap) Pada Pembibitan Kelapa Sawit Zulham Effendi; Sulthon Parinduri; Tri Hardiansyah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i2.10780

Abstract

Infestasi serangga merupakan salah satu penyebab yang membatasi aktivitas pembibitan. Kumbang malam merupakan salah satu jenis serangga yang sering disebut-sebut sebagai hama di persemaian (Apogonia sp). Hal ini dilakukan karena serangan kumbang malam (Apogonia sp.), salah satu serangan yang terjadi di pembibitan kelapa sawit, dapat merusak perkembangan dan keragaman bibit kelapa sawit. Selain itu, bekas gigitan pada daun bibit yang terinfeksi dapat memberikan citra buruk dan mengurangi preferensi pelanggan terhadap bibit tersebut. Diperkirakan populasi kumbang malam (Apogonia sp.) di pembibitan kelapa sawit akan menurun akibat penggunaan perangkap lampu berwarna. Kumbang malam (Apogonia sp.) bersifat nokturnal, artinya aktif pada malam hari dan memakan daun bibit kelapa sawit. Di PT Perkebunan Nusantara IV, Perkebunan Adolina, dan Pembibitan Afdeling III, penelitian ini sudah berlangsung januari sampai Februari 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kumbang malam (Apogonia sp.) di pembibitan kelapa sawit untuk melihat seberapa baik perangkap cahaya dari berbagai warna bekerja melawan mereka. Teknik penelitian non faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga jumlah sampel 25 alat. Perlakuan tersebut adalah P0 (cahaya putih), P1 (cahaya merah), P2 (cahaya biru), P3 (cahaya kuning), dan P4 (cahaya ungu). Untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia yang dapat membahayakan organisme dan predator, temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat umum dan perusahaan perkebunan kelapa sawit tentang penggunaan perangkap lampu berwarna untuk mengelola kumbang malam (Apogonia sp.) dalam minyak. pembibitan sawit. pembibitan terdekat untuk kelapa sawit.Dari hasil penelitian bahwasan perangkap dengan lampu berwarna ungu memiliki tingkat kemampuan dalam hal menarik hama kumbang malam (Apogonia sp) lebih tinggi jumlahnya dengan lampu berwarna putih, biru, merah dan kuning.