cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Viabilitas, Isolasi dan Identifikasi Cendawan Terbawa Benih Padi Kultivar Lokal Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Muhammad Adiwena; Mikael Ngau; Maria Azizah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v24i2.7889

Abstract

Rendahnya viabilitas benih yang merupakan salah satu indikator mutu benih dapat disebabkan karena adanya cendawan patogen pada benih. Keberadaan patogen terbawa benih dapat menginfeksi tanaman pada saat proses perkecambahan bahkan hingga penen. Hal ini masih belum banyak diketahui oleh praktisi pertanian, khususnya petani yang masih menggunakan kultivar lokal. Prose pencarian informasi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan metode blotter test tanpa sterilisasi permukaan dengan menggunakan 100 benih pada tiap varietas yakni, Sungai Uma, Mekongga, Lokal Sembakung dan Serang. Benih diletakkan pada cawan petri yang diberi kertas saring jenuh air. Pengamatan terhadap parameter pengamatan dilakukan pada 5 dan 7 hari setelah inkubasi. Hasil uji menunjukkan bahwa benih kultivar Sungai Uma memiliki mutu yang baik karena memiliki nilai persentase daya kecambah (dk), indeks vigor (iv) dan potensi tumbuh maksimum (ptm) berturut turut 86%, 83% dan 96%. Meskipun begitu, pada benih kultivar Sungai Uma tetap ditemukan adanya cendawan patogen terbawa benih dari genus Mucor dan Aspergillus dengan persentase keberadaan 5% dan 4%.
Intensitas Cahaya dan Dosis NPK Menentukan Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Parlindungan Lumbanraja; Samse Pandiangan; Kevin Prayoga Pelawi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v24i2.8191

Abstract

Sebagai daerah tropis yang melimpah dengan cahaya, namun kenyataan bahwa tidak semua tanaman dapat menerima intensitas cahaya penuh, untuk mendapatkan intensitas cahaya yang optimal bagi pertumbuhan bibit tanaman kopi dilakukanlah penelitian dengan bahan benih kopi Arabika dan naungan menggunakan paranet yang dapat dilalui cahaya. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok Petak Terbagi dengan tiga taraf intensitas cahaya 100%; 75%; 50% dan empat taraf pupuk: 0 kg/ha setara dengan 0 g/ 5 kg tanah; 200 kg/ha setara dengan 0,5 g/ 5 kg tanah; 300 kg/ha setara dengan 0,75 g/ 5 kg tanah, dan 400 kg/ha setara dengan 1 g/ 5 kg tanah. Hasil penelitian membuktikan, intensitas cahaya 75% dengan sangat nyata berpengaruh terbaik terhadap bobot basah dan bobot kering tajuk demikian juga halnya dengan akar, sedangkan dosis pupuk dan intraksi antara perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap parameter yang diamati.
Konservasi Air dan Mata Air Nagahuta Kabupaten Simalungun Melalui Pembuatan Sumur Resapan Air Hujan Suryani Sajar
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v24i2.7977

Abstract

Mata air Nagahuta dan kawasan imbuhannya merupakan satu sumber air baku tertua Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirtauli, kebutuhan air masyarakat Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar sangat bergantung dari keberadaanya. Jenis penggunaan lahan di kawasan imbuhan mata air Nagahuta didominasi oleh kawasan pertanian (perladangan dan perkebunan). Telah terjadi perubahan besar pada penggunaan lahan yang memberi pengaruh pada kawasan imbuhan mata air tersebut yaitu berkurangnya daya serap tanah di kawasan imbuhan sehingga menurunkan potensi cadangan air tanah, dan berujung pada penurunan debit mata air dan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Memberi pemahaman kepada masyarakat pentingnya konservasi air hubungannya dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan akses terhadap air bersih. 2). Pelatihan rancang bangun, membangun sumur resapan dan menghitung anggaran biaya pembuatan sumur resapan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah data primer (survei, wawancara, dokumentasi) dan data sekunder. Pembuatan 15 unit contoh sumur resapan dengan ukuran 2 m x 2 m x 2 m diharapkan bisa menjadi pedoman bagi masyarakat dalam membangun sumur resapan sesuai standar yang dibutuhkan. Untuk membangun satu unit sumur resapan dibutuhkan biaya Rp. 3.437.620,29.
Efektivitas POC Kulit Pisang dan Pupuk Kotoran Ayam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. Merril). Zamriyetti Zamriyetti; Maimunah Siregar; Refnizuida Refnizuida
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v24i2.8053

Abstract

Produksi kedelai tidak dapat memenuhi permintaan kacang kedelai yang terus meningkat di Indonesia, sehingga perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan produksi kedelai. Salah satu usaha yang dapat meningkatkan produktifitas kedelai adalah penggunaan pupuk dengan benar dan tepat. Pupuk organik dimanfaatkan untuk menambah kesuburan fisik, kimia, dan biologi tanah, dan juga mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berdampak buruk bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) yang berasal dari kulit pisang dan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang kedelai (Glycine max L. Merril). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama POC kulit pisang (KP) yang terdiri atas KP0= kontrol, KP1= 100 ml/ liter air/ plot, KP2= 200 ml/ liter air/ plot dan KP3= 300 ml/ liter air/ plot dan faktor kedua pupuk kotoran ayam (KA) yang terdiri atas KA0=kontrol, KA1= 1 kg/ plot, KA2= 2 kg/ plot dan KA3= 3 kg/ plot. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pemberian POC kulit pisang berpengaruh sangat nyata pada seluruh parameter yang diteliti, hasil paling tinggidiperoleh pada dosis300 ml/l air /plot. Perlakuanpupuk kandang kotoran ayamjuga berpengaruh sangat nyata pada semua parameter yang di teliti, hasil tertinggi didapat pada perlakuanKA3= 3 kg/plot.
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Sabrang (Eleutherine americana Merr.) akibat Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan KCL. Sri Utami; Ronal Putrady Marbun; Suryawaty Suryawaty
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3104

Abstract

Tujuan penelitian untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang melalui aplikasi pukan  ayam dan KCl. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah  dengan dua faktor yaitu pukan ayam sebagai petak utama dengan 3 taraf perlakuan yaitu: A0 = tanpa pemberian pupuk, A1 = 20 ton-ha (1 kg-plot) dan A2 = 40 ton-ha  (2 kg-plot).  Aplikasi KCl sebagai anak petak dengan 3 taraf perlakuan yaitu: K1 = 60 kg-ha (100 g-plot), K2 = 120 kg-ha (200 g-plot), K3 = 180 kg-ha (300 g-plot).  Parameter yang diukur yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah umbi per rumpun tanaman, bobot basah umbi per rumpun dan bobot kering umbi per rumpun. Aplikasi pukan ayam belum  mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang. Aplikasi KCl (60 kg-ha) nyata meningkatkan pertumbuhan jumlah daun bawang  Sabrang. Tidak terdapat interaksi antara pukan ayam dan KCl dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang.
Penekanan Pertumbuhan Colletotrichum sp. Penyebab Penyakit Antraknosa Oleh Beberapa Agens Hayati Pada Skala In Vitro Evan Purnama Ramdan; Risnawati Risnawati; Putri Irene Kanny; Moh Ega Elman Miska; Shyntiya Ayu Lestari
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v24i2.8061

Abstract

Penyakit antraknosa merupakan salah satu penyakit utama cabai, dengan kehilangan hasil yang ditumbulkan dapat mencapai 50-100%. Salah satu alternatif pengendalian yaitu penggunaan agens hayati. Beberapa agens hayati koleksi BBPOPT telah berhasil diuji penenakannya terhadap Pyricularia grisea, sehingga perlu diuji pada patogen lain. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji beberap agens hayati terhadap penekanan pertumbuhan Colletotrichum. Sejumlah 5 agens hayati (Pseudomonas fluorescens, Gliocladium sp., Paenibacillus polymyxa, Trichoderma sp., dan Bacillus subtilis) akan diuji kemampuan pertumbuhan Colletotrichum sp. Penelitian dilakukan di Laboratorium Menengah Agroteknologi, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, Kampus F7 Ciracas. Penelitian ini menggunakan rancangan rancangan acak lengkap. Masing-masing agens hayati ditanam pada media PDA untuk diuji antagonis dengan Coletotrichum sp secara dual culture dan diulang sebanyak 4 kali. Analisis statistik menggunakan program SAS 9.1 dengan mengolah data yang diperolah dengan ANOVA. Penelitian menunjukkan hasil bahwa dari semua agens hayati berpengaruh nyata secara statistik terhadap penekanan Colletotrichum dibandingkan dengan kontrol. Agens hayati terbaik menekan pertumbuhan Colletotrichum yaitu P. fluorescens sebesar 36.08%, kemudian diikuti oleh Trichoderma sp dengan penekanan pertumbuhan sebesar 35%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa agens hayati yang diuji mempunyai potensi untuk mengendalian Colletotrichum.
Respon Mini Bulb Bawang Merah terhadap Jarak Tanam, Aplikasi Biochar, dan Kascing Pada Tanah Ultisol. Taufiq Hidayatullah; Tience E. Pakpahan; Eva Mardiana
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v24i2.6903

Abstract

Kebutuhan bawang merah sebagai salah satu komoditas hortikultura penting, secara signifikan terus mengalami peningkatan konsumsi oleh masyarakat. Upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah dengan pengaturan jarak tanam dan penggunaan media tanam yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang jarak tanam, aplikasi biochar dan kascing terhadap pertumbuhan dan produksi mini bulb bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada tanah ultisol. Pelaksanaan kegiatan penelitian ini dimulai pada bulan April sampai dengan bulan Desember 2020 di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Parameter pengamatan yang dilakukan terdiri dari karakteristik tanah dan karakteristik agronomis bawang merah. Data dari penelitian ini dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan beda nyata terkecil (BNT) pada selang kepercayaan 95% atau nilai ?=5%. Berdasarkan hasil analisis unsur hara makro tanah di lapangan diperoleh dengan kriteria sangat rendah-rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak 10x15cm dengan kombinasi biochar sekam 20 ton/ha+kasing 15 ton/ha menghasilkan tinggi tanaman maksimal (24,67cm), biochar jagung 20 ton/ha + kascing 10 ton/ha menghasilkan jumlah helai daun tertinggi (4 helai), dan kombinasi biochar jagung 20 ton/ha + kascing 15 ton/ha menghasilkan bobot tertinggi (41,57 g). Pemberian biochar dan pupuk kascing juga memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman dan bobot tanaman. Implikasi dari penelitian adalah didapatkan sumber nutrisi alternatif dan serta jarak tanam terbaik bagi pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.
Pengaruh Dosis Silika Gel Pada Beberapa Lama Simpan terhadap Performansi Fisiologis Benih Kacang Tanah Varietas Kelinci Nana Ariska; Dewi Junita; Sumeinika Fitria Lizmah; Mila Amalia
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.8295

Abstract

Rendahnya daya simpan benih kacang tanah merupakan salah satu permasalahan dalam produksi kacang tanah. Silica gel merupakan suatu bahan desikan untuk menjaga kelembaban selama masa simpan sehingga mutu benih kacang tanah dapat dipertahankan selama masa simpan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penggunaan beberapa dosis silika gel terhadap daya simpan benih kacang tanah varietas kelinci. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan dosis Silika Gel (A) terdiri dari 4 taraf yaitu: 0 g tanpa silika gel (A1), 10 g silika gel (A2), 20 g silika gel (A3) dan 30 g Silika gel (A4). Parameter viabilitas dan vigor benih terdiri dari Daya kecambah (DB), Kadar Air, Indeks Vigor (IV), Potensi Tumbuh Maksimum (%), Kecepatan Tumbuh Relatif (KCT-R), serta keserempakan tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Dosis silika gel 30g merupakan dosis terbaik terhadap viabilitas dan vigor benih kacang tanah, penggunaan dosis silica gel yang terlalu rendah akan berdampak negatif terhadap performansi fisiologis benih kacang tanah.
Pertumbuhan Bibit Kakao Pada Berbagai Komposisi Media Tumbuh di Pembibitan Sutarmin D. Hi. Ahmad; Sjarifuddin Ende; Salawati Salawati; Lukman Lukman
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.10150

Abstract

Secara nasional tanaman kakao berproduksi masih dibawah potensi genetiknya, banyak faktor yang menyebabkan tanaman kakao belum mampu mengekspresikan kemampuan genetiknya dalam berproduksi, salahsatunya adalah faktor eksternal berupa media tumbuh pada pembibitan. Kondisi bibit akan menentukan kemampuan produksi kakao di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tumbuh tanaman kakao. Penelitian ini telah dilaksanakan di Tuweley kabupaten Tolitoli pada tahun 2021, menggunakan rancangan lapangan acak kelompok, 6 perlakuan, 3 ulangan, masing masing ulangan terdiri dari 5 bibit yang dirawat polybag berkapasitas 3 kg tanah kering udara, perawaatan tanaman selama 90 hari setelah tanam (HST) komposisi media adalah tanah, pupuk kandang ayam, dan serbuk gergaji dengan perbandingan volume/volume antara lain: media tanah (wo); perbandingan tanah; Pupuk kandang:Serbug gergaji 1:1:1 (w1), 1:2:1 (w2). 1:3:1 (w3), 1:1:2 (w4), 1:2:2 (w5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tumbuh 1:1:2 (w4), merupakan komposisi terbaik terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan kering tunas, berat basah dan kering akar serta luas daun.
Pengaruh Frekuensi Penyiraman dan Volume Air terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy Pada Media Tanam Campuran Arang Sekam dan Pupuk Kandang Christian Ardianto Nugroho; Andree Wijaya Setiawan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.8471

Abstract

Budidaya sawi pakcoy membutuhkan waktu yang relatif singkat, yaitu dapat dipanen pada umur sekitar 40 hari setelah tanam. Sawi pakcoy merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan, termasuk bagi pelaku non pertanian, namun pada kenyataannya faktor seperti ketersediaan air masih menjadi kendala bagi tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air terutama volume air dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan sawi pakcoy. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah frekuensi penyiraman setiap 2 hari sekali (F1) dan frekuensi penyiraman setiap 3 hari sekali (F2). Faktor kedua adalah volume air 620 ml (V1), 496 ml (V2), 372 ml (V3), dan 248 ml (V4). Perlakuan tersebut diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang memiliki hasil tertinggi diberi perlakuan dengan frekuensi penyiraman setiap 2 hari sekali dengan volume 620 ml (F1V1). Fungsi air pada pengamatan ini berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, bobot daun, jumlah daun, bobot basah tanaman, diameter tanaman dan tidak berpengaruh nyata terhadap luas daun.