TEKMAPRO Journal of Industrial Engineering and Management
Journal of Industrial Engineering and Management, National University of Veterans Development, East Java is a journal that effectively bridges the gap between academics, policy makers, and practitioners and connects various Industrial Engineering and Management communities. While the focus of the publication of this journal on Industrial Engineering and Management research includes: · Reverse Logistics Management · Global Supply Chain Management · Human Factors Engineering/Industrial Ergonomics · Risk Management · Operation Research/Optimization/Metaheuristics · Production Planning and Scheduling · Sustainable Manufacturing Systems · Management of Technology and Innovation · Quality Control and Management · Product Design and Development · Service Design and Management · Healt and Safety management · Cost Analysis Management/Financial Engineering · Business Process Engineering · Facility Design and Layout · Transportation Management · Information Management and Technology · Warehouse Management · Customer Relation Management
Articles
334 Documents
EVALUASI FASILITAS LINGKUNGAN KERJA DI PUSKESMAS WONO AYU MENGGUNAKAN METODE MACROERGONOMIC ANALYSIS AND DESIGN
Wiwik Sumarmi
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 14 No 2 (2019): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.568 KB)
|
DOI: 10.33005/tekmapro.v14i2.48
Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan usulan perbaikan fasilitas pelayanan yang aman dan nyaman kepada pasien yang datang di Puskesmas Wono Ayu Sidoarjo.Populasi penelitian adalah pasien yang berobat sebanyak 350 orang. Sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling hasil perhitungan diperoleh sebanyak 78 responden. Metode penelitian untuk memecahkan masalah menggunakan Macroergonomis Analysis and Design. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usulan perbaikan prioritas untuk Puskesmas Wono Ayu adalah alternatif dua, yaitu perbaikan job description petugas kebersihan dan penambahan jumlah petugas kebersihan. Selain usulan perbaikan juga untuk dilakukan pengadaan display, menambah jumlah petugas kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker serta bidan dan pelatihan bagi petugas kesehatan, dan perbaikan ventilasi udara dikamar rawat inap.
PERBAIKAN PERANCANGAN ALAT PENGUPAS METE MENGGUNAKAN METODE VALUE ENGINEERING
Anny Maryani;
Diyah Ayu Ratnasanti;
Sri Gunani Partiwi
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 14 No 2 (2019): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.143 KB)
|
DOI: 10.33005/tekmapro.v14i2.50
Analisa terhadap proses pengupasan mete di Desa Badas yang dilakukan secara manual menggunakan kacip menunjukkan masalah ergonomi dan produktivitas. Masalah ergonomi berdasarkan hasil pengukuran REBA (Rapid Entire Body Position) pada skor 11 hingga 15 yang tindakan perbaikan sekarang. Sedangkan masalah produktivitas ditunjukkan dengan variasi output yang dihasilkan antar pekerja. Prosedur perancangan dan pengembangan produk dengan metode QFD (Quality Function Deployment) dan value engineering dilakukan untuk menghasilkan desain alat pengupas mete dengan value tertinggi. Metode value engineering menjadi bagian dari proses perancangan produk, tujuannya adalah untuk memilih konsep alat yang mempertimbangkan function dan biaya. Dari hasil tersebut didapatkan alat dengan material pisau stainless steel, material rangka meja besi, material alas meja triplek, dan bentuk pisau horizontal. Konsep tersebut memiliki value 1,142 dengan function 3,49 dan biaya Rp 1.097.374. Hasil pemilihan konsep diwujudkan dalam bentuk prototipe untuk diuji coba. Prototipe dibuat dengan desain dan ukuran sesuai konsep. Pengujian terhadap prototipe dilakukan kepada operator pengupas mete dengan posisi kerja yang lebih baik dari sebelumnya. Hasil tersebut ditunjukkan dengan skor REBA yang lebih kecil yaitu 6.
PEMILIHAN SUPPLIER PERTASOL CA DENGAN METODE MULTI CRITERIA DECISION MAKING WITH PROMETHEE DI PT. OSAKA PAINTS
Ayu Dyas Cattleya;
Handoyo Handoyo
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 14 No 2 (2019): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.796 KB)
|
DOI: 10.33005/tekmapro.v14i2.51
Pemilihan supplier yang sesuai dengan kriteria-kriteria perusahaan akan menghasilkan bahan baku terbaik bagi proses produksi perusahaan. Dalam memenuhi bahan baku cat yaitu pertasol CA, PT. Osaka Paints memiliki tiga dari beberapa supplier yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditentukan perusahaan. Pemilihan supplier pada PT. Osaka Paints dilakukan secara subjektif tanpa melakukan perhitungan tertentu dan hanya berdasarkan harga termurah. Hal tersebut mengakibatkan masalah yaitu tagihan pembayaran sebelum bahan baku datang dan beberapa supplier seringkali mengalami kehabisan stock yang membuat perusahaan harus memesan pada supplier lain. Tujuan dari penelitian ini adalah pemilihan supplier pada PT. Osaka Paints dengan metode MCDM-promethee. Hal ini ditujukan untuk mendapatkan satu supplier bahan baku pertasol CA yang terbaik dari ketiga alternatif supplier untuk PT. Osaka Paints. Pemilihan supplier pada perusahaan ini dilakukan berdasarkan kriteria kualitas, harga, periode pembayaran, pengiriman barang, kemampuan memenuhi tambahan order, perbaikan pelayanan, kapasitas produksi, dan komunikasi. Pemilihan supplier pertasol CA pada PT. Osaka Paints berdasarkan kriteria diatas dengan metode MCDM-Promethee diperoleh supplier terbaik posisi pertama adalah UD. Trisuryo dengan nilai net flow sebesar 0.3750, selanjutnya PT. Sari Sarana Kimia dengan nilai net flow sebesar 0.0579 dan yang terakhir PT. Padi Hijau Buana Abadi dengan nilai net flow sebesar -0,4329.
ANALISIS PANGSA PASAR DETERGEN BUBUK DAN PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN PADA MEREK YANG MEMILIKI PANGSA PASAR TERKECIL DENGAN METODE MARKOV CHAIN DAN SWOT DI WILAYAH SURABAYA TIMUR
Winda Ayu Lestari;
Didi Samanhudi;
Endang Pudji Wati
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 14 No 2 (2019): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.494 KB)
|
DOI: 10.33005/tekmapro.v14i2.52
Perkembangan perekonomian yang semakin dinamis membuat tingkat persaingan semakin meningkat. Saat ini pangsa pasar detergen bubuk tidak menentu tiap tahunnya. Perubahan pangsa pasar yang dinamis, salah satunya dikarenakan semakin banyak merek yang ada di pasaran dapat mengakibatkan konsumen berpindah dari satu merek ke merek lainnya. Dengan adanya permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian menggunakan metode Markov Chain untuk mengetahui posisi pangsa pasar yang akan datang masing-masing detergen bubuk lalu menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat dalam merebut pangsa pasar untuk produk yang memiliki pangsa pasar terkecil. Dari hasil penelitian posisi pangsa pasar hingga mencapai kondisi kemantapan pasar (Equilibrium) pada periode ke 31 (Juli 2021) untuk Rinso 40 %, Daia 20,8%, So Klin 18,8%, Attack 12,9% dan Molto 7,5%. Merek yang memiliki pangsa pasar terkecil adalah Molto, maka strategi yang dapat diterapkan oleh Molto detergen agar mampu merebut pangsa pasar adalah menambah variasi keharuman dan meningkatkan kualitas dengan desain kemasan yang lebih menarik dan harga lebih murah, memperbanyak diskon dan promo dengan tetap mempertahankan kualitas, meningkatkan promosi dengan memperbanyak iklan disemua media dan mengadakan event edukasi pasar agar lebih dikenal oleh masyarakat, menjaga ketersediaan produk selalu ada disetiap lokasi penjualan agar dapat mempertahankan ketersediaan stok di pasaran.
DISAIN ALAT UKUR ANTROPOMETRI MELALUI INTEGRASI METODE KANSEI ENGINEERING DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT
Rony Prabowo;
Achmad Agung
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 14 No 2 (2019): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.182 KB)
|
DOI: 10.33005/tekmapro.v14i2.54
Semakin berkembangnya teknologi gaya hidup masyarakat juga semakin lebih mudah, hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan alat bantu guna mempermudah pekerjaan. Dengan demikian faktor keergonomisan adalah salah satu faktor yang harus diperhatikan sebelum menciptakan sebuah produk, untuk itu diperlukan suatu media yang mendukung keergonomisan produk. Kursi antropometri adalah salah satu media yang dirasa sangat tepat untuk mendukung menciptakan suatu alat yang ergonomis. Namun seiring dengan perkembangannya terdapat tuntutan untuk membuat disain yang menarik dan juga lebih nyaman digunakan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk membuat dan merancang disain alat ukur antropometri semenarik mungkin dan nyaman digunakan. Guna menunjang tujuan tersebut, dalam penelitian ini menggunakan metode Kansei Engineering dan Quality Function Deployment (QFD). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa terdapat 15 atribut (customer requirement) dan 10 parameter teknis (technical response) yang diimplementasikan dalam sebuh rancangan disain alat ukur antropometri. Disain alat ukur antropometri yang dirancang lebih mempertimbangkan pemilihan bahan baku yang lebih tahan lama, dinamis serta menekankan pada hasil pengukuran yang lebih akurat dengan mendisain pada kursiya agar dapat digerakkan naik dan turun sesuai dengan dimensi tubuh manusia.
ANALISIS PEMBOROSAN PADA PRODUKSI EDAMAME DENGAN METODE LEAN MANUFACTURING DI PT. MITRATANI DUA TUJUH JEMBER
Rr Rochmoeljati;
Yustina N;
Raditya Dwi Firmansyah
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 14 No 2 (2019): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.234 KB)
|
DOI: 10.33005/tekmapro.v14i2.55
PT. Mitratani Dua Tujuh adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan makanan beku (frozen food). Produk yang dihasilkan perusahaan antara lain: Edamame, Okra, buncis serta Mukimame. Proses produksi di perusahaan tersebut sering mengalami keterlambatan dalam proses produksinya. Keterlambatan tersebut dikarenakan terdapat pemborosan pada proses produksi. Hal tersebut membuat terjadinya penambahan waktu maupun kerusakan produk dalam proses produksi edamame. Pemborosan yang terjadi pada proses produksi Edamame akan diidentifikasi dengan menggunakan Lean Manufacturing. Pemborosan yang terjadi akan dianalisis dengan menggunakan Failure Mode and Effect Analysis untuk memberikan pertimbangan dalam memberikan penanganan dan pembenahan sesuai dengan pemborosan yang paling berpengaruh. Berdasarkan hasil penelitian didapat pemborosan tertinggi yakni pemborosan pada waktu untuk menunggu (Waste Waiting) dan pemborosan pada penyimpanan bahan yang tidak diperlukan (Waste Unnecessary Inventory). Hasil pembobotan diakumulasikan dengan matrix VALSAT dan didapat tools dominan yakni Process Activity Mapping dengan skor 230,5. Setelah dilakukan penanganan Waste didapatkan penurunan waktu produksi dari 1 hari 3 jam 35 menit menjadi 1 hari 3 jam 10 menit. Penanganan keseluruhan Waste akan menurunkan waktu dari 1 hari 3 jam 35menjadi 1 hari 2 jam 32 menit 30 detik.
PENENTUAN JUMLAH LOKET PELAYANAN YANG OPTIMAL DI BPJS KESEHATAN CABANG SIDOARJO
Asyor Itaar;
Enny Aryanny;
Erlina Purnamawati
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 13 No 1 (2018): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.563 KB)
|
DOI: 10.33005/tekmapro.v13i1.56
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui rata-rata waktu tunggu,utilitas server dan rata-rata waktu pelayanan, memberikan usulan perbaikan system antrian dan model antrian yang sesuaipada BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah metode simulasi dengan software ARENA versi 5.0. Metode simulasi dapat memberikan penyelidikan yang langsung dan terperinci dalam periode waktu tertentu dan lebih realistis terhadap system nyata. Data yang digunakan untuk analisis system antrian ini adalah data primer, yaitu berupa data waktu kedatangan pelanggan dan data waktu pelayanan (server), untuk pengukuran waktu dilakukan dengan menggunakan bantuan stopwatch. Pelanggan yang dating memiliki waktu antar kedatangan yaitu dari 1.8-2 menit. Kemudian waktu yang dihabiskan pelanggan untuk mengantri berkisar antara 6-38 menit, dan lama waktu loket dalam melayani pelanggan mengabiskan waktu antara 6-17 menit.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa dengan menggunakan 6 loket didapat utilitas server sebesar 99,64% ; apabila menggunakan 7 loket didapat utilitas server sebesar 86,46%, sedangkan menggunakan 8 loket didapat utilitas server sebesar 69,26%. Berdasarkan hasil dari 3 usulan perbaikan, maka dipilih usulan ke-2 yang paling optimal yaitu dengan penambahan 1 fasilitas pelayanan loket. Maka model antrian yang cocok adalah dengan system antrian Multichannel-Single Phase .
ANALISA PERENCANAAN PROSES PRODUKSI DENGAN THEORY OF CONSTRAINTS UNTUK MEMAKSIMASI THROUGHPUT DI CV. SS. SURABAYA
Irfan TA;
Handoyo Handoyo;
Endang PW
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 13 No 1 (2018): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.399 KB)
|
DOI: 10.33005/tekmapro.v13i1.57
Kebutuhan sandang merupakan salah satukebutuhanmendasar yang harusdipenuhioleh setiap manusia yang hidup di dunia. Salah satu dari kebutuhan sandang ialah Kaos, Kemeja Pendek dan Kemeja Panjang. CV Sembilan Sembilan Surabaya ialah usaha kecil yang bergerak dalam produksi Kaos, Kemeja Panjang dan Kemeja Pendek.Dalam proses produksiseringkali tidak bisa memenuhi target produksi bulanan dikarenakan terjadinya bottleneck di salah satu stasiun kerja.Oleh karena itu, CV Sembilan Sembilan Surabaya seringkali tidak bisa memenuhi stock yang dibutuhkan pelanggan yang berdampak pada menurunnya keuntungan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan memaksimasi thorughputdgn menentukan, meningkatkan performansi, dan kapasitas dari stasiun kerja yang menjadi kendala di CV Sembilan Sembilan Surabaya dengan Metode Theory Of Constraints (TOC). Hal ini bertujuan untuk mengetahui stasiun kerja yang menjadi kendala, mengelola stasiun kerja kendala tersebut sehingga bottleneck bisa dikurangi di stasiun kerja tersebut..Data dikumpulkanmelalui pengamatan langsung untuk memperoleh waktu pengamatan di lapangan produksi dan mewancarai pemilik CV untuk memperoleh data pendukung berupa data permintaan, jumlah operator, biaya produksi dll. Dari hasilpenelitian, diketahui stasiun kerja yang mengalami bottleneck ialah stasiun kerja sewing karena kebutuhan kapasitas lebih besar dari kapasitas yang tersedia dan setelah dilakukan pengolahan data didapat analisis perencanaan proses produksi yang optimal untuk Kaos ialah 106 pcs per bulan, Kemeja Panjang 230 pcs per bulan dan Kemeja Pendek 250 pcs per bulan dengan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 5.004.978,-
OPTIMALISASI INVENTORY MANAGEMENT PRODUK JADI DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS ABC (ALWAYS BETTER CONTROL) DAN METODE LAGRANGE MULTIPLIER DI PT. SDN SURABAYA
Nadhif A;
Farida Pulansari;
Sunardi Sunardi
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 13 No 1 (2018): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.229 KB)
|
DOI: 10.33005/tekmapro.v13i1.59
Masalah yang di hadapi PT. Sinarmas Distribusi Nusantara yaitu pengelolaan persediaan yang kurang tepat yang mengakibatkan terjadinya kondisi over capacity pada ruang penyimpanan produk. Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberikan jumlah persediaan produk yang optimal sehingga mampu meminimasi total biaya persediaan tahunan dengan menggunakan Analisis ABC (Always Better Control) dan metode Lagrange Multiplier. Obyek penelitian yaitu produk minyak goreng, air mineral, minuman teh, dan mie. Variabel penelitian ini adalah mengendalikan persediaan produk jadi yang optimal di PT. Sinarmas Distribusi Nusantara. Pengumpulan data antara lain data permintaan produk, data persediaan akhir, data biaya persediaan, harga masing-masing produk, data kapasitas gudang, data safety stock, dan data ukuran pemesanan. Kesimpulan dari penelitian didapatkannya jumlah pemesanan optimal dari masing-masing produk dan dapat meminimasi total biaya persediaan tahunan dengan menggunakan Analisis ABC (Always Better Control) dan metode Lagrange Multiplier.
PEMILIHAN SUPPLIER TEMBAKAU SEBAGAI BAHAN BAKU ROKOK MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) DI PABRIK ROKOK ALAINA
Redi Prasetiyo;
Sumiati Sumiati;
Iriani Iriani
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 13 No 1 (2018): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.766 KB)
|
DOI: 10.33005/tekmapro.v13i1.60
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria-kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan supplier tembakau sebagai bahan baku rokok menggunakan metode Analytic NetworkProcessdan menentukan supplier tembakau yang terbaik berdasarkan metode Analytic NetworkProcess.Objek penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Rokok Alaina yang merupakan salah satu perusahaan manufaktur berskala nasional yang bergerak di bidang produksi rokok kretek.Variabel terikat pada penelitian ini supplier terbaik alternatif, menjaga dan meningkatkan kualitas tembakau. Sedangkan variabel bebas yaitu kualitas bahan baku yang dikirim oleh supplier, pengiriman bahan baku oleh supplier, respon klaim supplier terhadap bahan baku cacat yang dikirim, tingkat kelembaban letak geografis supplier. Pengumpulan data penelitian yaitu menggunakan data primer yang terdiri dari pengambilan kuisioner dari 3 responden ahli.Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP). Dari hasil penelitian diperoleh alternatif supplier yang dipilih untuk bahan baku utama tembakau adalah ranking pertama Moh Asyhari ( Nganjuk) dengan bobot ideal 1.000000 sebagai prioritas utama, Ranking kedua Fatikur (Bondowoso) dengan bobot ideal 0.944074, ranking ketiga Abdul basid (Madura) dengan bobot ideal 0.766552, ranking keempat Sukron (Tulungagung) dengan bobot ideal 0.606877, dan ranking kelima H Abdus (Madura) dengan bobot ideal 0.566139.