cover
Contact Name
Nova Triani
Contact Email
novatriani.agrotek@upnjatim.ac.id
Phone
+6281615451424
Journal Mail Official
plumulafaperta@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Lantai II, Fakultas Pertanian Jln. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
ISSN : 20898010     EISSN : 26140233     DOI : https://doi.org/10.33005/plumula.v8i1
Jurnal Berkala Ilmiah Agroteknologi Plumula terbit dua kali dalam setahun, memuat suatu tinjauan terhadap hasil-hasil penelitian dalam bidang agroteknologi dengan topik agronomi, hortikultura, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, bioteknologi pertanian, proteksi tanaman, dan topik lainnya yang berkaitan dengan produksi tanaman.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1: Januari 2026" : 6 Documents clear
Efek Iradiasi Gamma Co-60 dan Ultraviolet terhadap Karakteristik dan Kemampuan Pelarutan Fosfat dan Kalium Aspergillus costaricaensis dan Staphylococcus pasteuri Maulinda, Restiana; Anas, Iswandi; Widyastuti, Rahayu; Citraresmini, Ania
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.248

Abstract

Radiasi gamma Co-60 dan ultraviolet berpotensi untuk meningkatkan kemampuan mikroba dalam melarutkan fosfat dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi gamma Co-60 dan ultraviolet terhadap karakteristik serta indeks kelarutan fosfat dan kalium Aspergillus costaricaensis dan Staphylococcus pasteuri. Tahap penelitian terdiri dari iradiasi gamma Co-60 (dosis 0; 5; dan 10 kGy) dan ultraviolet (lama penyinaran 0; 1; dan 5 jam). Hasil menunjukkan bahwa iradiasi gamma Co-60 dan ultraviolet menyebabkan perubahan karakteristik pada mutan A. costaricaensis dan mutan S. pasteuri, meliputi kecepatan pertumbuhan, jumlah koloni, ukuran, warna, dan bentuk koloni. Menariknya, perlakuan ultraviolet tidak mengakibatkan perubahan karakteristik koloni bila dibandingkan dengan induknya. Indeks pelarutan fosfat dan kalium mutan A. costaricaensis masing-masing berkisar 2,06–2,12 dan 2,15–2,23. Sementara itu, mutan S. pasteuri menunjukkan indeks pelarutan fosfat 2,22–2,50 dan kalium 2,06–2,33.
Pengaruh Rasio NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum morifolium) dari Berbagai Eksplan Secara In Vitro Khaya, Siti Tasrifatul; Astuti, Yohana Theresia Maria; Andayani, Neny
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.254

Abstract

Perbanyakan Krisan secara konvensional menjadi tantangan yang cukup berat, seperti adanya serangan hama dan penyakit serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Salah satu metode yang dianggap sebagai solusi ialah kultur jaringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio NAA dan BAP yang tepat dalam memacu pembentukan kalus, tunas, akar dari berbagai eksplan pada kultur jaringan krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor (faktor I terdiri dari 5 aras dan faktor II terdiri dari 3 aras) dengan 5 ulangan. Analisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil menunjukkan interaksi nyata pada parameter berat kalus dan berat tunas. Pembentukan kalus terbaik (berat segar) diperoleh pada eksplan daun dengan rasio NAA dan BAP 2:1. Pertumbuhan tunas dipengaruhi secara signifikan oleh jenis eksplan, dengan eksplan nodus menghasilkan jumlah tunas tertinggi (1,35). Namun, semua perlakuan menunjukkan pengaruh non-signifikan terhadap pembentukan akar, yang diduga karena rasio ZPT yang digunakan belum optimal untuk induksi akar.
Pengaruh Variasi Ketinggian Raised Bed terhadap Perubahan Sifat Fisik dan Kimia Tanah di Jemur Wonosari, Surabaya Fatiha, Chosa Zahro; Mindari , Wanti; Sasongko, Purnomo Edi; Anggraini, Rahayu; Dewi, Fifi Aurafika; Pradana, Iqbal Satria
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.275

Abstract

Sistem tanam raised bed beralaskan limbah organik diduga berdampak terhadap kecukupan air, nutrisi, dan gas-gas tanah. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh variasi ketinggian raised bed terhadap perubahan sifat fisik dan kimia tanah terpilih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2025 di Jemur Wonosari, Surabaya. Rancangan Acak Kelompok digunakan untuk mengevaluasi  perlakuan  ketinggian raised bed : 20 cm (P1), 25 cm (P2), dan 30 cm (P3), masing-masing diulang tiga kali. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm pada setiap raised bed untuk dianalisis nilai pH tanah, EC, dan C-organik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian raised bed mempengaruhi nilai ciri tanah tersebut. Nilai pH tanah berada pada kisaran 7,08–7,63, nilai EC tanah antara 0,594 dS/m dan 0,402 dS/m, dan kandungan C organik antara 1,09% dan 0,6%. Kandungan C organik berbanding terbalik dengan EC tanah. Bedengan yang ditinggikan optimal pada ketinggian 25 cm karena dapat menjaga kelembapan, aerasi, dan mendukung dekomposisi bahan organik yang baik.
Pengaruh Komposisi Cocopeat Baru dan Bekas pada Pertumbuhan dan Produksi Tembakau Na-Oogst dalam Sistem Hidroponik Tetes Suherman, Suherman; Ibadah, Irzatul; Hariyanto, Dwika Nano; Ardani, Moh; Jalil, Abdul; Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.281

Abstract

Tembakau Na-Oogst merupakan tanaman bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan media tanam dengan retensi air dan aerasi optimal untuk pertumbuhan vegetatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai proporsi cocopeat baru dan bekas terhadap pertumbuhan tanaman pada sistem hidroponik tetes. Penelitian dilaksanakan di Bondowoso, Jawa Timur (±250–300 m dpl) menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan enam perlakuan: M0 (100% cocopeat baru), M1 (80% baru + 20% bekas), M2 (50% baru + 50% bekas), M3 (20% baru + 80% bekas), M4 (100% cocopeat bekas halus), dan M5 (100% cocopeat bekas serat), dengan lima ulangan. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, lebar daun, dan kadar air media. Hasil menunjukkan bahwa media M3 dan M4 mendukung pertumbuhan terbaik (tinggi batang 119,4–119,8 cm; diameter 1,83 cm; lebar daun 27,9–28,5 cm). Cocopeat bekas mampu mempertahankan kadar air stabil (78,0–80,0%) untuk mendukung perkembangan akar dan ekspansi jaringan. Temuan ini menegaskan bahwa cocopeat bekas, baik campuran maupun digunakan penuh dengan tekstur halus, efektif digunakan kembali sebagai media tanam hidroponik.
Karakteristik Fisik Tanah Gambut pada Perkebunan Kelapa di Pulau Burung, Indragiri Hilir, Riau, Indonesia Jamili, M. Joehari; Wahyudi, Eko; Sari, Via Permata; Zafitra, Zafitra; Sumbari, Ahmad Imtaz; Umami, Irwin Mirza
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.277

Abstract

Lahan gambut memiliki peran penting dalam ekosistem, namun sangat rentan terhadap degradasi akibat perubahan penggunaan lahan dan kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik tanah gambut pada penggunaan lahan kelapa dua tipe penggunaan lahan gambut di Pulau Burung, Indragiri Hilir, Riau, yaitu lahan perkebunan kelapa dan lahan gambut terbakar yang telah berkembang menjadi semak belukar. Contoh tanah diambil dari kedalaman 0–20 cm dan 20–40 cm, lalu dianalisis untuk parameter fisik tanah. Analisis deskriptif-komparatif menunjukkan bahwa lahan perkebunan kelapa memiliki sifat fisik tanah yang berbeda, dengan bobot isi rendah (0.18-0.11 g/cm³), kerapatan partikel <1 g/cm³, dan porositas tinggi (80–84%). Sebaliknya, lahan semak belukar bekas terbakar menunjukkan peningkatan bobot isi dan kerapatan partikel. Perbedaan ini mencerminkan dampak dari kebakaran, serta manajemen dari perkebunan kelapa. Hasil penelitian menekankan pentingnya pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan tanpa kegiatan pembakaran.
Pemodelan Interaksi Protein GF14–XopQ secara In-Silico sebagai Pendekatan Bioinformatika untuk Mendukung Studi Ketahanan Padi terhadap Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) Prasetyo, Nur Andita; Wijayanto, Yagus; Mas'udi, Ach. Fauzan; Mas’ud Hermansyah; Novitasari, Adin; Nisa, Aminatun; Muhtadi, Much. Misbah; Utami, Sri Rejeki; Pratama, Agus Wedi; Hermansyah, Mas’ud; Pinasthika, Stanislaus Jiwandana
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.280

Abstract

Protein GF14 berperan penting dalam regulasi jalur sinyal pertahanan tanaman, sementara XopQ merupakan efektor utama yang disekresikan Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) untuk menekan imunitas padi. Akan tetapi, mekanisme interaksi GF14–XopQ belum dipahami secara komprehensif. Penelitian ini memodelkan interaksi GF14–XopQ menggunakan pendekatan bioinformatika melalui docking protein–protein menggunakan ClusPro dan estimasi energi ikatan menggunakan PRODIGY. Dari 30 cluster yang dihasilkan, Cluster 4 merupakan model paling stabil dengan energi bebas ikatan ΔG = –11,5 kcal/mol dan dissociation constant (Kd) ≈ 3,4×10⁻⁹ M. Analisis antarmuka mengungkap dominasi interaksi hidrofobik, ikatan hidrogen, dan kontak elektrostatik pada groove konservatif GF14. Temuan ini mengindikasikan bahwa XopQ berpotensi berikatan kuat dengan GF14 dan mungkin mengganggu jalur pertahanan padi. Hasil penelitian ini menjadi dasar bagi studi lanjutan seperti pemodelan mutasi, dinamika molekuler, dan validasi eksperimental.

Page 1 of 1 | Total Record : 6