cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
EVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH DI AREAL REKLAMASI DAN PASCATAMBANG PT INDOMINCO MANDIRI Munawarah, Jamilatul; Mardiana, Sidik Robi; Uzhary, Siti Alya; Priahutama, Agung Adithya; Ahdiyaka, Ifdhal; Maharani, Rizki
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i1.7907

Abstract

Aktivitas pertambangan batubara dengan sistem terbuka di Indonesia, termasuk di areal PT Indominco Mandiri (PT IMM), selain mendatangkan dampak positif dari segi ekonomi, tak pelak juga mendatangkan dampak negatif terutama terhadap lingkungan. Perubahan lingkungan yang paling mengkhawatirkan berkaitan dengan perubahan bentang lahan dan keseimbangan ekosistem permukaan tanah, termasuk kerusakan terhadap kualitas tanah. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan revegetasi terhadap status kesuburan tanah di areal reklamasi dan pascatambang PT IMM. Pengumpulan data dilakukan sebanyak dua kali pengamatan di tahun 2022 dan 2024. Analisa kesuburan tanah dilakukan terhadap beberapa sampel tanah yang terdiri dari tanah tidak terusik untuk uji sifat fisik dan tanah komposit untuk uji sifat kimia tanah yang disertai dengan pengamatan lapangan. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa kesuburan tanah yang dilakukan pada tahun pengamatan 2022 dan 2024, tingkat kesuburan tanah di areal PT IMM termasuk dalam kategori rendah. Rendahnya status kesuburan tanah tersebut, diperkirakan bukan hanya akibat dari kegiatan pertambangan batubara yang dilakukan, melainkan juga merupakan kondisi kesuburan pada rona awal tanah yang memang tergolong rendah. Meskipun demikian, jika dilihat dari hasil analisa kimia tanahnya, secara umum ada beberapa sifat tanah yang nilai indikator kesuburannya mengalami perbaikan dari tahun 2022 ke tahun pengamatan 2024. Hal ini mengisyaratkan bahwa program revegetasi yang dilakukan oleh PT IMM secara perlahan dapat memperbaiki kualitas tanah di areal sekitar.
TIMBUNAN KARBON BATANG KAYU KARET (HEVEA BRASILIENSIS) DI AREAL HGU PT SUMATERA BARIE PLANTATION TBK AEK SALABAT KABUPATEN ASAHAN Sihombing, Benteng H; Simarmata, Marulam M.T
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8622

Abstract

Pemanasan global yang terjadi di permukaan bumi merupakan akibat dari peningkatan suhu atmosfer bumi sebagai akibat intensitas dari penggunaan bahan bakar fosil, penebangan pohon dan perusakan pohon yang sudah tidak terkendali lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter pertumbuhan tanaman karet (Hevea brasiliensis) dan potensi timbunan carbon pada tegakan karet (Hevea brasiliensis.) HGU PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode inventarisasi potensi kayu dengan mengukur diameter, tinggi bebas cabang dan volume kayu. Pengolahan data potensi Carbon dilakukan dengan menggunakan rumus allometric yang digunakan oleh Lubis A.R (2011), Chave et al (2005) dan Khairiah et al (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter batang pohon karet rata-rata berumur 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun dan 20 tahun berturut-turut adalah 15 cm, 18 cm, 22 cm dan 30 cm. Tinggi pohon bebas cabang kayu karet rata-rata berumur 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun dan 20 tahun berturut-turut adalah 2,43 m, 4,22 m, 7,08 dan 10,61m. Sedangkan volume kayu pohon karet rata-rata berumur 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun dan 20 tahun berturut-turut adalah 9,0955 m3/ha, 21,1723 m3/ha, 57,4295 m3/ha dan 163,5759 m3/ha. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa potensi Carbon kawasan HGU Bakrie Sumatera Plantation Aek Salabat Kabupaten Asahan menurut perhitungan rumus Lubis, AR adalah 2,0513 ton/ ha, menurut rumus Chave adalah 3,4290 ton/ ha, menurut perhitungan rumus Khairiah adalah 4,1150 ton/ ha serta potensi Carbon rata-rata dari ketiga rumus tersebut adalah 3,2118 ton/ ha.
IDENTIFIKASI TINGKAT SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JATI (Tectona grandis Linn.F) DI LOKASI HUTAN RAKYAT DI DESA MANUNGGAL JAYA KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Fajriani, Fenny; Indriani, Masitah; Jumani, Jumani; Emawati, Heni
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8848

Abstract

Hama dan penyakit tanaman dapat menurunkan kualitas dan kuantitas tanaman, baik pada tanaman dan hasil tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuansi serangan (FS), untuk mengetahui intensitas serangan (IS) dan tindakan perawatan apabila diperlukan Di Lokasi Hutan Rakyat Di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilaksanakan Lokasi Hutan Rakyat Di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan ditemukan jenis hama tanaman jati rayap dan ulat hanya di beberapa tanaman jati di Hutan Rakyat di Desa Manunggal Jaya. Hasil penelitian frekuensi serangan sebesar 27,5%. Intensitas serangan hama dan penyakit tanaman tergolong rusak sedang (RS) dengan intensitas serangan 25,9%. Tanaman jati yang rusak kebanyakan disebabkan oleh pemangkasan yang kurang tepat. Frekuansi Serangan (FS) Tanaman jati di Desa Manunggal Jaya sebesar 27,5%. Intensitas Serangan (IS) Tanaman jati di Desa Manunggal Jaya sebesar 25,9% tergolong rusak sedang (RS). Hama dan penyakit tanaman jati teridentifikasi ulat dan rayap tergolong rusak sedang.
PEMETAAN RENCANA TATA RUANG DESA SECARA PARTISIPATIF DI DESA JONGGON JAYA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Siswanto, Hari; Fredy, Gloriana Nanni Dau; Ariyanto, Ariyanto; Ruslim, Yosep
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8861

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk pada suatu wilayah dari tahun ke tahun akan terus meningkat dengan cukup signifikan hal tersebut membuat kebutuhan akan lahan dan alih fungsi lahan akan terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tutupan lahan eksisting, dan memetakan pola ruang di Desa Jonggon Jaya. Adapun analisis atau metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan dilakukannya diskusi secara pasif ataupun aktif dengan melakukan komunikasi dua arah. Dimana pada kegiatan ini fasilitator meminta pandangan dan masukan terkait draft rencana tata ruang wilayah Desa hasil penyusunan peneliti, dari Masyarakat dan Pemerintah Desa Terdapat 30 kelas tutupan Lahan di Desa Jonggon Jaya yang seluas 10.515,82 ha. Adapun tutupan lahan yang paling dominan dalam fungsi kawasan areal penggunaan lain ialah hutan sekunder lahan rendah, kerapatan sedang seluas 1.192,42 ha dikarenakan masyarakat memiliki lahan yang luas namun dengan kemampuan yang terbatas, sehingga banyak lahan yang tidak tergarap, sedangkan tutupan lahan yang dominan pada fungsi kawasan hutan produksi ialah hutan eukaliptus, dikarenakan terdapat kawasan hutan yang merupakan ijin Hutan Tanaman Industri. Rencana tata ruang Desa Jonggon Jaya, terbagi dalam 2 kawasan yaitu kawasan budidaya kehutanan dan kawasan non kehutanan. Rencana tata ruang Desa Jonggon Jaya, terdapat 19 pola. Pola ruang yang dominan pada fungsi kawasan areal penggunaan lain ialah perkebunan dengan persentase 27,00% yang sebagian besar dimiliki oleh perusahaan dan pola ruang yang dominan pada fungsi kawasan hutan produksi ialah kawasan budidaya kehutanan dengan persentase 48,68% yang sebagian besar dimiliki oleh Perusahaan.
PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) Nirwanto, Yogi; Yulianto, Yanto; Hartini, Elya; Akmalludin, Iqbal
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8773

Abstract

PENGARUH CASGOT LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea robusta). Kotoran larva maggot merupakan residu hasil biokonversi limbah organik dari larva Black soldier fly (BSF). Kotoran larva BSF berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan air dan udara, serta meningkatkan retensi nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan takaran pupuk organik limbah maggot yang sesuai untuk pertumbuhan bibit Kopi Robusta (Coffea robusta). Kopi Robusta merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Salah satu kendala dalam pertumbuhan bibit kopi Robusta (Coffea robusta) secara generatif adalah tumbuhnya lambat, kemungkinan diakibatkan karena unsur hara yang terkandung dalam media tanam kurang optimal dan juga benih kopi memiliki kulit biji yang keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara media tanam dari kotoran maggot dan takaran pupuk kotoran maggot berapakah yang memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan benih kopi robusta. Metode yang digunakan dalam percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 petak unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan komposisi media tanam yang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kopi Robusta (Coffea robusta) yaitu pada perlakuan media kotoran larva BSF dan tanah (1:1) dan perlakuan kotoran larva BSF, tanah dan arang sekam (1:1:1) yang memberikan peningkatan pada parameter diameter batang tanaman, jumlah daun, dan tinggi tanaman.
UJI EFEKTIVITAS TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea aquatic) DAN KAYU APU (PISTIA STRATIOTES) TERHADAP KUALITAS AIR TERCEMAR LIMBAH TAHU DAN LAUNDRY Nurhidayati, Nurhidayati; Sarido, La; Rudi, Rudi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8537

Abstract

Fitoremediasi menggunakan berbagai tanaman untuk mendegradasi, mengekstrak atau menghilangkan kontaminan tanah dan air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi tanaman air yaitu kangkung air dan kayu apu sebagai agent fitoremediasi dan mengetahui hubungan antar parameter pH, TDS dan suhu. Penelitian dilakukan pada bulan Nopember-Desember 2024 di Lahan PS. Agroteknologi STIPER Kutai Timur, dengan menggunakan Kangkung Air (Ipomoea aquatic) dan Kayu Apu (Pistia stratiotes). Air limbah yang digunakan limbah laundry dan limbah tahu sebanyak 5 liter dan air sumur 80 liter, rancangan simple design. Parameter yang diamati meliputi pH, TDS dan suhu. Analisis data menggunakan Uji T Paired Two Sample dan Uji Korelasi-Regressi melalui Software Analysis Data Microsoft Excell dan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kangkung memiliki kemampuan menurunkan pH terbaik pada air tercemar limbah laundry yaitu 6,95, efektivitas penurunan mencapai 22,68 %. Tanaman kayu apu memiliki kemampuan menurunkan TDS terbaik pada air tercemar limbah laundry yaitu 201,40 mg/l, efektivitas penurunan mencapai 28,58%. Peningkatan  suhu oleh tanaman kayu apu pada air tercemar limbah laundry 6,33% dan limbah tahu 2,75%.  Suhu melebihi baku mutu yang ditetapkan yakni 280C. pH dan TDS pada kedua perlakuan tidak melebihi baku mutu, karena berada pada kisaran yang ditetapkan. Terdapat hubungan yang rendah dan signifikan antara TDS dan pH, nilai koefisien korelasi (r)=0,365, koefisien determinasi (R2)=0,1331, berarti 13,31 % peningkatan pH dipengaruhi oleh TDS, sedang 86,69% dipengaruhi faktor lain
STUDY OF SOIL PHYSICAL QUALITY ON COAL MINE RECLAMATION LAND IN PT. SUMBER BARA ABADI, KUTAI KARTANEGARA DISTRICT Zulkarnain, Zulkarnain; Hartanto, R M Nur; Rahmi, Abdul
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8581

Abstract

Conducting a study on the physical quality of soil on coal mine reclamation land is important for the purpose of carrying out the monitoring and evaluation function of the reclamation activity. The aim of reclamation is to restore, maintain, and improve the quality of soil impacted by mining activities. It is important to evaluate soil physical properties because improving them requires a sufficient amount of time. The results of evaluating soil physical characteristics are recorded as a soil physical quality index that can be used as input for further soil management actions.This research was conducted in PT. Sumber Bara Abadi, Kutai Kartanegara District and the soil analysis was carried out at the Faculty of Agriculture, Mulawarman University from August to November 2022. Surveys and soil sampling were conducted after direct observations and considering the reclamation map of PT. Sumber Bara Abadi. Sampling was done randomly by considering the reclamation year, pioneer plant vegetation, and land slope. The samples were then analyzed in the Soil Laboratory at the Faculty of Agriculture, Mulawarman University. The data analysis used the comparative method and Minimum Data Set relative weights.The analysis results show that the physical soil characteristics of the coal mine reclamation land at the research location are explained in each selected physical characteristic indicator: 1) soil texture varies between clay, clay loam, and sandy clay loam; 2) soil porosity has a poor and good status with the highest value at 54.65% (2020L1) and the lowest at 2018L1 (49.01%); 3) aggregate stability has a very stable and less stable status with the highest value at 291.25% (2018L1) and the lowest value at PitHL2 (43.90%); 4) soil permeability has a slightly slow and moderate status with a value of 1.50 cm.jam-1 (2020L1) and the smallest value at 2018L1 (0.15 cm.jam-1); 5) bulk density has a moderate and slightly poor status with soil density ranging from a value of 1.34 g.cm-3 (2018L1) to the lowest bulk density value at PitHL4 (1.09 g.cm-3); 6) surface rocks have a high status (15.5046.00%); 7) solum depth at the research location has a moderate to shallow status with a depth of 68.00 cm (PitHL1) and the lowest depth value at PitHL2 (31.67 cm). The physical quality of soil at the research location is expressed in the physical soil quality index (IKFT) with a moderate and slightly high category with a value of (2.705-3.588), followed by limiting factors of the physical soil quality index (IKFT), including surface rocks found in high numbers at each research location, high bulk density, low solum depth, and low aggregate stability.
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA PENGOLAHAN IKAN TENGIRI DI KAMPUNG TALISAYAN KABUPATEN BERAU (STUDI KASUS UMKM CITA RASA) Wijayanti, Tetty; Balkis, Siti; Anwar, Nanda Aprilia
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8582

Abstract

Analisis Nilai Tambah Usaha Pengolahan Ikan Tengiri Di Kampung Talisayan Kabupaten Berau (Studi Kasus Umkm Cita Rasa). Ikan tenggiri merupakan salah satu komoditas perikanan tangkap laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Namun perlu diketahui bahwa ikan tenggiri memiliki sifat yang mudah rusak atau busuk. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui proses diversifikasi produk pangan olahan yang dapat memberikan nilai tambah pada ikan tenggiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan ikan tenggiri pada UMKM Cita Rasa. Penelitian ini dilakukan di UMKM Cita Rasa Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan Kabupaten Berau pada bulan  April-Juni 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi kerupuk tenggiri sebesar Rp6.134.098,71 produksi-1 dan pengolahan pentol tenggiri sebesar Rp2.185.482,18 produksi-1. Pendapatan rata-rata kerupuk ikan tenggiri adalah Rp8.950.000 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri adalah Rp3.000.000 produksi-1. Pendapatan rata-rata kerupuk ikan tenggiri adalah Rp2.815.901,29 produksi-1 dan pengolahan pentol ikan tenggiri adalah Rp814.517,82 produksi-1. Nilai tambah bersih rata-rata kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp3.537.000 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp1.466.120 produksi-1, nilai tambah bersih rata-rata kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp3.470.901 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp1.399.518 produksi-1, nilai tambah bersih rata-rata per kemasan kerupuk ikan ukuran 230 gr sebesar Rp3.913,27 kemasan-1, ukuran 400 gr sebesar Rp3.232,70 kemasan-1, dan ukuran 800 gr sebesar Rp3.062,56 kemasan-1. Nilai tambah bersih rata-rata per kemasan pentol ikan tenggiri sebesar Rp11.663 kemasan-1. Nilai tambah rata-rata bahan baku kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp17.685 produksi-1 dan pentol ikan tenggiri sebesar Rp33.321 produksi-1. Nilai tambah rata-rata per tenaga kerja untuk kerupuk ikan kembung sebesar Rp147.375 produksi-1 dan pentol ikan kembung sebesar Rp183.265 produksi-1.
POTENSI LIMBAH KOTORAN WALET SEBAGAI PENYEDIA UNSUR HARA MAKRO PADA BIBIT TANAMAN PERKEBUNAN Mutmainah, Siti; Hamidah, Hamidah; Asiahwati, Asiahwati; Mahdalena, Mahdalena; Nico, Leonardus
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8884

Abstract

Budidaya walet di Kalimantan Timur berkembang semakin pesat, hal ini berdampak pada peningkatan jumlah limbah kotoran walet dalam jumlah yang cukup besar. Limbah kotoran walet yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, sektor pertanian khususnya budidaya kopi Arabika (Coffea arabica L) membutuhkan solusi pupuk organik yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi limbah kotoran walet sebagai pupuk organik dalam mendukung pertumbuhan bibit kopi Arabika (Coffea arabica L). Seiring dengan meningkatnya industri budidaya walet di Kalimantan Timur, limbah kotoran walet yang dihasilkan memerlukan pengelolaan yang tepat agar tidak mencemari lingkungan dan dapat memberikan manfaat ekonomi. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan dengan empat perlakuan dosis pupuk kotoran walet: K0 (kontrol), K1 (100 g/polybag), K2 (200 g/polybag), dan K3 (300 g/polybag). Hasil laboratorium menunjukkan bahwa kotoran walet mengandung nitrogen tinggi (7,78%), karbon organik (27,53%), dan rasio C/N sangat rendah (3,54), di bawah standar ideal. Bokashi hasil fermentasi menunjukkan peningkatan nitrogen (11,07%) namun rasio C/N menurun menjadi 2,79. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dosis K3 memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman kopi Arabika pada 60 dan 90 HST, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun dan diameter batang. Rendahnya rasio C/N diduga menjadi salah satu penyebab terbatasnya efektivitas pupuk terhadap parameter lainnya.   
DAMPAK PENGEMBANGAN AGROFORESTRI TERHADAP STRUKTUR VEGETASI TANAMAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT STUDY KASUS: KTH SERUMPUN JAYA KABUPATEN PESAWARAN, PROVINSI LAMPUNG Surnayanti, Surnayanti; Tsani, Machya Kartika; Harianto, Sugeng P; Rufaidah, Erlina
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8436

Abstract

Agroforestri merupakan pemanfaatan lahan dan ruang untuk bercocok tanam dengan memadukan berbagai jenis tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian atau jenis lainnya. Sistem penanaman agroforestri bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan secara berkelanjutan yang berdampak positif terhadap kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan. Kelompok Tani Hutan (KTH) serumpun jaya merupakan salah satu KTH yang berada di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, pada kawasan ini masyarakat telah lama menanam tanaman dengan sistem agroforestri akan tetapi baru memiliki izi pengelolaan lahan pada tahun 2021, sehingga karagaman jenis tanaman  di KTH Serumpun Jaya berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur vegetasi tanaman agroforestri dan nilai ekonomi tanaman agroforestri di KTH Serumpun Jaya Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan wawancara terhadap 31 orang pemilik lahan dan melalui observasi langsung dengan cara pembutan plot 20 x 20 m sebanyak 10 plot. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat  enam belas jenis tanaman yang ditanam masyarakat KTH Serumpun Jaya, dua belas jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi. Selain itu lahan agroforestri KTH Serumpun Jaya memilik tiga strata tajuk yaitu B, C dan D. Tanaman kakao dan durian yang paling banyak di tanam oleh masyarat, sehingga kedua jenis ini selain memiliki kerapatan yang paling banyak merupakan sumber pendapatan utama masyarakat KTH Serumpun Jaya