Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12 No 1 (2024): April"
:
9 Documents
clear
Analisis Penerapan SIMPEG dalam Pengelolaan Administrasi Kepegawaian pada Lapas Perempuan Kelas III Mamuju
Harmawan, Rizal;
Cangara, Hafied;
Arianto, Arianto
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v12i1.29026
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dan menganalisis usaha yang dilakukan dalam rangka mengoptimalkan penerapan sistem manajemen kepegawaian (SIMPEG) dalam pengelolaan administrasi kepegawaian pada Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Mamuju. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan purposive sampling dalam penentuan informan. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan sistem informasi manajemen kepegawaian dan usaha yang dilakukan dalam mengoptimalkan pengelolaan administrasi kepegawaian pada Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Mamuju belum berjalan secara maksimal. Adapun faktor-faktor penghambat penerapan dan usaha mengoptimalkan SIMPEG dalam pengelolaan administrasi kepegawaian selain SIMPEG masih dalam tahap pengembangan dan berdasarkan penerapan selama ini oleh operator kepegawaian secara langsung bahwa Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian hanya digunakan dalam menyusun sasaran kinerja pegawai dan penilaian kinerja pegawai, kemudian masih minimnya kesadaran arti pentingnya SIMPEG sebagai pedoman dalam pengembangan karir kepegawaian, minimnya kuantitas SDM dalam pengelolaan data kepegawaian sehingga masih terdapat data PNS yang belum mutakhir; dan jaringan internet yang lemah atau terbatas pada jam-jam tertentu, baik itu karena adanya masa jeda perhitungan tunjangan kinerja pada tanggal tertentu maupun karena faktor letak geografis itu sendiri pada Kantor Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Mamuju.
Soul In Islamic Perspective (Surgery of Anatomy of the Soul from Various Perspectives)
Amin, Rizqy Mutmainnah;
Ar-Rasyid , Hamzah Harun;
Haeril, Haeril
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v12i1.34477
The purpose of writing is to find out the soul in the Qur'an and the perspectives of Muslim philosophers about the soul . The soul is defined as something in a physical form that is materially attached to human beings, visible and not hidden, but at other times it has a meaning as something in a non- material form that flows in the human body as a substance (jauhar) , spirit substance or thinking substance. In the Koran there are two terms that are often used to capture the meaning of the soul, namely ruh (spirit) and nafs . The word nafs in its various forms of derivation is found in 63 letters or 55,26 % of the total number of letters contained in the Qur'an. The word nafs has various meanings including: First, Nafs as self or someone, Second, Nafs as the self of God, Third, Nafs as spirit. Fourth, Nafs as a soul. The philosophy of the soul put forward by Muslim philosophers is an infusion of Greek philosophy which they later developed by drawing closer to Islamic teachings. According to Muslim philosophers, the soul is a spiritual substance as a place for the body. The relationship between the unity of the soul and the body is a coincidence, in which both stand alone and have different substances, so that the destruction of the body does not bring destruction to the soul. The soul remains eternally alive and will feel torment or suffering
Akulturasi Islam dan Budaya Lokal
Bakri , Wahyuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v12i1.36944
Cultural differentiation is a necessity in the interaction of life, from various cultural identities and social backgrounds that surround it. Intensely this phenomenon can be observed in the lives of residents of Islamic boarding schools. The pattern of interaction between student, teacher and community around the boarsing school is basically culturally conditioned. Type of research used is empirical qualitative, the approach method used is sociological culture, which studies social interactions with all aspects related to these interactions. The results of the study show an overview of the process of cultural acculturation in the Darul Istiqamah Islamic boarding school. The interaction between the students Darul Istiqamah Islamic Boarding School is actually a musical experience, because at first they come from different socio-cultural backgrounds. logistics of the interaction and activity of the students to establish social relationships that allow this acculturation process to take place. Cultural acculturation in the life of Darul Istiqamah Islamic boarding school students is manifested through multicultural interaction practices. The next process, the students who are ethnically different then interact with each other in the cultural setting of the pesantren to form their own community or subculture in the midst of the cultural diversity of the community. Abstrak Perbedaan budaya adalah keniscayaan dalam interaksi kehidupan masyarakat, keberagaman identitas kebudayaan serta latar masyarakat yang melingkupinya. Fenomena ini diamati dalam kehidupan sosial pondok pesantren Darul Istiqamah. Interaksi sosial warga pondok pesantren dan masyarakat di sekitar pada dasarnya terkondisikan secara kultural. Dalam hal ini jenis penelitian adalah kualitatif empirik, dengan metode pendekatan yaitu sosiologi kebudayaan, yang mempelajari tentang relasi sosial dengan segala aspek. Hasil penelitian memberi gambaran tentang proses akulturasi budaya di lingkungan pesantren Darul Istiqamah. Interaksi sosial di antara santri dan masyarakat sekitar, sesungguhnya merupakan suatu pengalaman peralihan, dikarenakan pada awalnya warga pesantren berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda sehingga terjadi interaksi maupun keaktifan para santri untuk menjalin hubungan sosial memungkinkan proses akulturasi ini berlangsung, akulturasi ini terwujud melalui praktik-praktik interaksi multikultural, pada proses selanjutnya warga pondok pesantren yang berbeda secara kultur kemudian berinteraksi satu sama lainnya dalam setting kultur pesantren hingga membentuk komunitas atau subkultur tersendiri di tengah keragaman budaya masyarakat.
Pengaruh Literasi Media Terhadap Moderasi Beragama Generasi Milenial di Kabupaten Bulukumba
Kamaluddin, Kamaluddin;
Tike, Arifuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v12i1.41682
Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menemukan dan menganalisis bagaimana pengaruh litarasi Media terhadap moderasi beragam generasi milenial di Kabpaten Bulukumba. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional tujuannya untuk: 1) mengetahui kemampuan literasi generasi milenial di kabupaten Bulukumba; 2) muntuk mengetahui Untuk menganalisis tingkat moderasi beragama generasi milleniah di Kabupaten Bulukumba,; 3) Untuk menganalisis pengaruh tingkat literasi media terhadap moderasi beragama generasi milleniah di Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Tingkat kemampuan literasi yang terdiri atas kemampuan skills, pemahaman kritis dan kemampuan komunikasi generasi milineal di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba terkategori rendah. Dengan kata lain 64% resonden memiliki pemahaman yang rendah terhadap literasi media; kedua, Moderasi beragama gebnerasi milineal yang meliputi komitmen kebangsaan, sikap toleransi, sikap anti kekerasan dan diskriminasi serta toleransi terhadap budaya lokal generasi milineal di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba terkategori rendah. Hal itu terlihat dari dari 47 % responden memiliki tingkat moderasi yang rendah. 3) Ada pengaruh kemampuan literasi media terhadap moderasi beragama generasi milineal di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba terkategori rendah. Dari hasil persamaan regresi Y= 0,471 + 0,173X1 + 0,233X2 + 0,186X3, besarnya pengaruhnya sebesar 18,5 %. Implikasi dari penelitian ini diharapkan kepada par1: 1) Rendahnya kemampuan literasi generasi milineal di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba, memberikan pekerjaan baru bagi kita untuk meningkatkan kemampuan literasi media tersebut. Meningkatkan kemampuan itu dapat dilakukan dengan sosialisasi yang terus bekesinambungan. 2) Di sisi lain penegakan hukum dan atauran serta pemberian sanksi yang melakukan pelanggaran. Aspek lain adalah perlunya komitmen dari pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menggunkan media secara arif dan bijaksana. 3)Regulasi Struktur Kelembagaan Rumah Moderasi Beragama yang jika dimungkinkan menjadi bagian terpadu dalam Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) Lembaga-lembaga Pendidikan.
Konsep Manajemen Qalbu Perspektif Syekh Ibnu ‘Ataillah Al-Sakandari dan Relevansinya Terhadap Kehidupan Modern
Almutawallid, Almutawallid;
Harun, Hamzah;
Salahuddin, Salahuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v12i1.42929
Artikel ini membahas pemikiran tasawuf Syekh Ibnu ‘Ataillah tentang konsep manajemen qalbu terkait penataan dan pembinaan qalbu serta bagaimana merelevansikannya dalam kehidupan modern. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), adapun pendekatan metodologi yang digunakan yakni pendekatan filosofis dan sufistik. Metode pengelolaan data dan analisis data yang digunakan yaitu pendekatan deduktif dan induktif. Beranjak dari urgensitas qalbu yang menjadi titik sentral moral pada diri manusia, baik dan buruk manusia itu berakar dari qalbu, problemnya adalah bahwa sifat dasar hati yang suka berbolak balik atau tidak menetap, terlebih lagi lingkungan dan perkembangan zaman sangat berperan besar mempengaruhi kualitas qalbu, maka sangat penting melakukan manajemen pada qalbu. Syekh Ibnu ‘At{aillah adalah ulama sufi yang banyak mengangkat tema qalbu. Manajemen Qalbu presfektif Syekh Ibnu ‘Ataillah adalah takiyatun nufus dengan tahapan Takhalli, tahalli, dan tajalli, sebagaimana dalam padangannya bahwa jalan dan tahapan terdekat menuju Allah adalah penyempurnaan jiwa dengan cara membersihkan hati dengan adab luhur dan melepas jiwa dari perbudakan hawa nafsu, serta menghiasi jiwa dengan meneladani sifat Allah, hingga sampai akhirnya yang nampak adalah hadirnya sifat-sifat Allah dalam diri seorang hamba. Relevansi ajaran ini terhadap kehidupan modern bahwa ajaran tasawuf Syekh Ibnu ‘Ataillah tidak bertentangan dengan kebutuhan zaman. Sebab dalam pengamplikasiannya seorang muslim tidak dibenarkan meninggalkan dunia seutuhnya, tasawuf yang menekankan tunduk dan pasrahnya hati sembari fisik tetap melakukan asbab (usaha mengejar dunia).
Kajian Kritis tentang Jiwa dalam Pemikiran Islam
Purwasetiawatik, Titin Florentina;
Ahmad, La Ode Ismail;
Amri, Muhammad
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v12i1.44336
Jiwa (nafs) dalam pemikiran Islam merupakan konsep inti yang melampaui sekadar fungsi biologis. Artikel ini melakukan kajian kritis terhadap pemahaman tentang jiwa dalam tradisi Islam, menelusuri pendekatan filosofis, dan ilmiah. Melalui lensa kritik, artikel ini mendekonstruksi pandangan tradisional, menguji validitas argumen yang mendukungnya, dan mengeksplorasi implikasi teologis dan etis dari berbagai perspektif tentang jiwa. Perspektif teologis Islam menekankan keterkaitan jiwa dengan tubuh, sifat dan fungsi jiwa, serta takdir dan kehendak bebas. Perspektif filosofis Islam menawarkan model tripartit jiwa yang menjelaskan fungsi-fungsi biologis, emosional, dan intelektual jiwa. Filsafat Sufi memandang jiwa sebagai cerminan Tuhan dan berpotensi mencapai kesempurnaan melalui penyucian diri dan cinta ilahi. Kajian psikologi Islam berupaya mengintegrasikan prinsip-prinsip Al-Quran dan Hadis dengan ilmu psikologi modern. Ini dapat membantu memahami mekanisme dan motivasi perilaku manusia serta menawarkan strategi untuk pembinaan jiwa, pengelolaan emosi, dan peningkatan kesehatan mental.
Pengaruh Kompetensi Literasi Media Digital terhadap Penegakan Nilai Multikultural Generasi Milenial di Kabupaten Bulukumba
Muhammad Syahdarul Awal;
Mau, Muliadi;
Arianto, Arianto
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v12i1.45500
Research is to determine the influence of Digital Media Literacy Competencies on the Enforcement of Multicultural Values of the Millennial Generation in Bulukumba Regency. The research was conducted using quantitative research. The population of this study is the millennial generation in Bulukumba Regency. Sample determination was carried out using a purportive cluster random sampling technique. The sample size was determined using the Slovin technique at an error rate of 1 percent. The results of the research reveal that the influence of media literacy skills on upholding the multicultural values of the millennial generation in Bulukumpa District, Bulukumba Regency is in the low category. From the results of the regression equation Y= 0.471 + 0.173X 1 + 0.233X 2 + 0.186X 3, the magnitude of the effect is 65.5%. This influence is categorized as low and is 34.5% influenced by other factors. Therefore, activities to increase the digital media literacy skills of the millennial generation must be carried out continuously. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kompetensi Literasi Media Digital Terhadap Penegakan Nilai Multikultural Generasi Milenial di Kabupaten Bulukumba. Penelitian dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah generasi milenial di Kabupaten Bulukumba penetapan sampel dilakukan dengan dengan Teknik purporsif cluster random sampel. Besarnya sampel ditetapkn dengan Teknik slovin pada tingkat kesalahan 1 persen. Hasil penelian mengungkapan adanya pengaruh kemampuan literasi media terhadap penegakan nilai multikultural generasi milineal di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba terkategori rendah. Dari hasil persamaan regresi Y= 0,471 + 0,173X1 + 0,233X2 + 0,186X3, besarnya pengaruhnya sebesar 65,5 %. Pengaruh tersebut dikategorikan rendah dan sebesar 34,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Oleh karena itu kegiatan peningkatan kemampua literasi media digital kepada generasi milineal harus dilakukan secara berkesinambungan.
Komunikasi Elit Politik Partai Nasdem dalam Membangun Citra Partai di Kota Makassar
Kamaluddin, Kamaluddin;
Tike, Arifuddin;
Pahlevi, Akhmad Fathur
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v12i1.45685
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi elit politik partai nasdem dalam membangun citra partai di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pisau analisis naratif untuk menganalisis tayangan talkshow dari elit politik Partai Nasdem Rudainto Lallo. Peneliti menemukan bahwa aktor elit politik partai Nasdem Rudianto Lallo membangun citra partai dalam impression managemen di panggung politik menampilkan kisah-kisah yang dianggap paling dramatis dalam kehidupannya. Karakter Rudianto Lallo sebagai elit politik partai Nasdem dalam narasi mendudukkan dirinya sebagai pahlawan dari kisah-kisah perjuangannya. Kedudukannya Rudianto Lallo sebagai pahlawan ditampilkan sebagai sosok yang berasal dari golongan ekonomi lemah yang memperoleh kekuatan dari Tuhan untuk menolong warga Lakkang yang mengalami kesulitan. Posisi Rudianto Lallo dalam mengisahkan kisahnya digolongkan sebagai Dramatized Narrator yaitu narator yang dramatis dan bersifat subjektif karena Narator merupakan karakter dalam kisah, sehingga audiens hanya menerima kesimpulan dari narator. Rudianto Lallo juga memunculkan oposisi biner dalam narasinya sebagai berikut; laki-laki digambarkan sebagai sosok yang dengannya kehidupan ekonomi dapat berjalan, sedangkan perempuan digambarkan dalam narasi sebagai sosok yang mengalami kesulitan dalam memikul beban keluarga, kontras antara warga miskin dan kaya juga ditampilkan dalam narasi, miskin sosok pekerja keras, dan orang kaya ditampilkan sebagai sosok yang bermalas-malasan, orang yang berasal dari keluarga miskin juga ditampilkan sebagai sosok yang berjuang untuk orang lemah dan orang kaya justru sebaliknya, warga miskin ditunjukkan sebagai orang yang membutuhkan pemerintah sedangkan orang kaya digambarkan sebagai sosok yang tidak terlalu membutuhkan pemerintah. dari beberapa kisah Rudianto Lallo juga secara implisit mendudukkan pemerintah sebagai penjahat dalam narasinya. Sisi religius aktor politik elit Nasdem (Rudianto Lallo) juga ditampilkan dengan mendudukkan Tuhan penolong Rudianto Lallo, hal ini seolah-olah memberikan legitimasi terhadap Rudianto sebagai sosok yang diutus Tuhan untuk membantu Lakkang. Rudianto Lallo juga memunculkan narasi identitas dalam mencitrakan dirinya, lewat sebuah nama dan narasi konservatif juga digunakan Rudianto Lallo untuk menarik konstituen dari kalangan orang-orang tua. Penelitian ini berimplikasi pada aktor politik, baik yang baru maupun yang telah lama terjun didunia politik. Informasi mengenai bagaimana aktor politik Nasdem dan partai Nasdem mencitrakan dirinya di ruang publik dianggap sangat berguna bagi partai-partai yang sulit untuk memenangkan pemilihan umum. Peneliti menyadari bahwa penggunaan oposisi biner dari Claude Levi Strauss terlebih menyederhanakan realitas pada dua hal. kalau bukan baik pasti buruk, hitam dan putih, sedangkan dalam realitas sosial yang kita tinggali, terkadang ada hal yang tidak juga baik dan tidak juga buruk sehingga hal ini yang menjadi saran bagi penelitian selanjutnya dalam melihat hubungan paradigmatik dalam suatu narasi.
Analisis Usability Website Repository UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Mulyadi, Muh.;
Arifin, Nur
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v12i1.55154
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat usability website repository UPT Perpustakaan UIN Datokarama Palu berdasarkan model Nielsen. Evaluasi dilakukan melalui lima aspek usability: learnability, efficiency, memorability, error prevention, dan satisfaction. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan 99 responden mahasiswa S1 yang dipilih melalui teknik accidental random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis Google Form dengan skala Likert, dan dianalisis menggunakan uji validitas Pearson Product Moment serta uji reliabilitas Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website repository memiliki tingkat usability yang sangat tinggi pada seluruh aspek yang dievaluasi. Aspek learnability menunjukkan kemudahan pemahaman bahasa dan konsistensi tampilan, efficiency memperlihatkan kemudahan akses fitur dan penggunaan sistem, memorability menunjukkan tata letak menu yang mudah diingat, error prevention menampilkan sistem pencegahan kesalahan yang efektif, dan satisfaction menunjukkan kepuasan pengguna terhadap tampilan dan panduan penggunaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa website repository telah memenuhi standar usability yang baik dalam mendukung kebutuhan akses informasi akademik. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan fitur tambahan seperti personalisasi tampilan dan sistem navigasi adaptif untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses sumber daya digital perpustakaan.