cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Studi Kondisi Lingkungan, Analisis Vegetasi, dan Komponen Ekosistem di Hutan Universitas Diponegoro dan Kebun Pisang Mulawarman Arafat, Septrial; Muhammad Iqbal Fauzan; Hamdi, Rifyal An Nesyafi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.02.03

Abstract

This research was conducted on September 17 2022 in the Diponegoro University Forest and Mulawarman Banana Garden, Semarang. The tools used are raffia rope, scissors, tape measure, ruler, pegs, sticks, digital lux meter, anymetre, stationery and a camera. The materials used were Diponegoro University forest ecosystems and Mulawarman Banana Gardens as objects of observation. The observation method is by making a 20mx25m plot of land, in which a 5mx5m plot is made, and in it a 1mx1m plot is made 3 times. The 20mx25m plot analyzed the number, circumference, diameter, height of trees. 1x1 m plot was made 20cmx20cm plot 5 times, litter thickness was calculated. Plants in a 20m x 25m plot were analyzed for characteristics, biotic and abiotic factors present in Forest Ecosystems and Monoculture Ecosystems. The results of the research on abiotic factors show differences in temperature, humidity, intensity of solar radiation inside and outside the shaded area. The purpose of this research is to understand the difference in the amount of carbon sequestration at the research location.
Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Sorgum (Sorghum bicolor) dengan Aplikasi Bahan Organik Eceng Gondok (Eichhornia crassipes): Growth and Production of two varieties of Sorghum (Sorghum bicolor) with the Application of Water Hyacinth (Eichhornia crassipes) Organic Matter Nurmi, Nurmi; Musa, Nikmah; Solihin, Angry Pratama
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.03.02

Abstract

Tanaman sorgum (Sorghum bicolor) merupakan salah satu jenis tanaman budidaya yang dapat dimanfaatkan baik sebagai bahan pangan maupun pakan.  Pertumbuhan dan produksi sorgum yang baik memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai, baik iklim maupun tanah.  Tanah dengan kadar bahan organik yang rendah kurang mampu mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman yang baik.  Salah satu jenis bahan organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kadar bahan organik tanah pada pertanaman sorgum adalah eceng gondok (Eichhornia crassipes) karena produksi biomassnya cukup tinggi.  Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh bahan organik eceng gondok untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum.  Penelitian ini didesain dalam Rancangan Lingkungan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Rancangan Perlakuan 2 Faktor (RAK-Faktorial).  Faktor pertama adalah varietas sorgum yang terdiri dari 2 taraf sebagai berikut: V1 = Varietas Numbu V2 = Varietas Kawali.  Faktor kedua adalah dosis bahan organik eceng gondok yang terdiri dari lima taraf sebagai berikut: P0 = tanpa bahan organik eceng gondok; P1 = 10 ton.  ha-1; P2 =  20 ton.ha-1; P3 =  30 ton.    ha-1;  P4 = 40 ton.ha-1. Penelitian ini dilaksanakan dilahan pertanian Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo selama 4 bulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas dan bahan organik eceng gondok berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang malai dan hasil biji kering panen, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun.  Terdapat interkasi antara varietas dengan bahan organik eceng gondok terhadap panjang malai dengan interaksi terbaik pada kombinasi perlakuan V2P4 =  Varietas Kawali dengan bahan organik eceng gondok 40 ton.ha-1 dengan panjang malai 28,90 cm.
Penampilan Pertumbuhan dan Potensi Hasil Tujuh Galur Kacang Bambara (Vigna subterranea L. Verdcourt) Fauzia, Amelia; Kuswanto, Kuswanto; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.05.04

Abstract

Kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) termasuk dalam famili Leguminosae dan subfamili Papilionoideae. Kacang bambara memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang baik untuk tubuh. Kacang bambara juga memiliki keunggulan dibanding tanaman lain yaitu tetap dapat tumbuh dan berproduksi dikondisi lingkungan yang kering. Komposisi nutrisi dan karakter kacang bambara yang tahan pada lingkungan kering dapat menjadikan tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penampilan pertumbuhan dan potensi hasil dari tujuh galur kacang bambara yang diuji. Sehingga didapatkan karakter yang berpotensi dapat dikembangkan menjadi varietas unggul. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Desember 2020 sampai Juni 2021 di Agro Techno Park, Badan Usaha Akademik Universitas Brawijaya, desa Jatikerto kecamatan Kromengan kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari empat ulangan. Setiap ulangan terdapat tujuh galur kacang bambara dintaranya adalah PWBG 5.2.1, SS 2.4.2, BBL 1.1, PWBG 6, SS 3.4.2, CCC 1.6, dan TVSU 8.6. Variabel pengamatan meliputi karakter kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif disajikan secara deskriptif dengan bantuan descriptor for Bambara Groundnut dari IPGRI. Data kuantitatif dianalisis secara statistik dengan analisis ragam uji BNJ taraf 5% , KKF, KKG dan heritabilitas. Berdasarkan Hasil penelitian didapatkan bahwa pertumbuhan ketujuh galur kacang Bambara tersebut memiliki penampilan yang bervariasi pada karakter tipe pertumbuhan, tinggi tanaman, jumlah daun, dan umur berbunga. Pada potensi hasil galur SS 3.4.2, SS 2.4.2, dan PWBG 6 memiliki potensi hasil yang melebihi dari galur pembanding TVSU 8.6 dengan rerata potensi hasilnya secara berurutan adalah 3,55 ton/ha, 3,35 ton/ha dan 3,36 ton/ha.
Evaluasi Keunikan dan Keseragaman pada Tanaman Jagung Ketan (Zea mays ceratina L.) dalam Uji BUSS Alghifari, Robbi; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.07

Abstract

Jagung ketan (Zea mays ceratina L.) merupakan jenis jagung yang berpotensi sebagai diversifikasi pangan dan bahan industri. Jagung ketan menjadi salah satu sumber plasma nutfah untuk menjadi kultivar-kultivar baru melalui pemuliaan tanaman. Jagung ketan sebagai tanaman yang berpotensi sebagai diversifikasi pangan dan bahan industri juga berbagai hal positif lainnya mengenai jagung ketan ini memiliki kepantasan untuk mendapatkan hak PVT.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 hingga Januari 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, yang berlokasi di Jl. Kuping Gajah no.45, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan menggunakan 5 galur yaitu galur R12-01, R12-02, R12-04, R12-05 dan R12-06 dan masing-masing 4 ulangan. Data hasil pengamatan di analisis menggunakan karakter kualitatif dan kuantitatif dengan analisis ragam dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ 5% dan hasil dapat diinterpretasikan berdasarkan notasi yang berbeda. Pertumbuhan jagung ketan di lahan penelitian berlangsung dengan baik, karena hingga tahap kegiatan pemanenan tidak terdapat kendala yang menimbulkan kerugian yang fatal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat galur kandidat varietas dapat dinyatakan unik dan seragam, yaitu pada galur R12-01. Namun, ada juga galur yang belum terbilang baik untuk dinyatakan unik dan seragam yaitu pada galur R12-05 dan R12-06. Galur calon varietas dapat dinyatakan unik dan seragam apabila telah memenuhi persyaratan dari PVT.
Pengaruh Dosis Pupuk Kascing dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Fajri, Atikah; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.06

Abstract

Permasalahan pada lahan pertanian saat ini yaitu rendahnya kandungan bahan organik dalam tanah. Tujuan dari percobaan adalah untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk kascing pada jarak tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, terletak di Jatimulyo, Malang dari bulan Juni hingga September 2022. Alat yang digunakan meliputi timbangan analitik, Leaf Area Meter, dan oven. Bahan yang digunakan yaitu benih kacang hijau varietas Vima 5, pupuk kascing, insektisida, dan fungisida. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk kascing: dosis 0 ton ha-1, 5 ton ha-1, dan 10 ton ha-1. Faktor kedua adalah jarak tanam: 40 cm x 15 cm, 40 cm x 20 cm, dan 40 cm x 25 cm. Kombinasi perlakuan dilakukan 3 ulangan. Hasil analisis ragam menunjukkan tidak terdapat pengaruh dosis pupuk kascing pada jarak tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Dosis pupuk kascing 10 ton ha-1 menghasilkan indeks luas daun dan laju pertumbuhan tanaman lebih tinggi dibandingkan 5 ton ha-1 dan 0 ton ha-1. Perlakuan jarak tanam 40 cm x 15 cm menghasilkan indeks luas daun dan laju pertumbuhan tanaman lebih tinggi dibandingkan jarak tanam lainnya. Sementara itu, perlakuan jarak tanam 40 cm x 20 cm menghasilkan hasil biji (ton ha-1) lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 40 cm x 25 cm, serta menghasilkan jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan bobot 100 biji (g) lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 40 cm x 15 cm.
Hubungan Kekerabatan Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri Blume) di Kabupaten Ponorogo Rohmawati, Alta Octavia; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.03

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan salah satu tumbuhan endemik dari Amorphophallus. Porang banyak tumbuh di hutan-hutan pulau Jawa, karena memiliki toleransi terhadap naungan sehingga mampu tumbuh dengan baik di bawah tegakan tanaman hutan. Porang menghasilkan umbi dan bulbil yang memiliki prospek tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. Kekayaan plasma nutfah Amorphophallus yang berada di Indonesia cukup banyak, namun belum banyak memperoleh perhatian dan penanganan dengan maksimal, serta belum banyak dimanfaatkan dalam pemuliaan tanaman. Porang memiliki keragaman yang sempit karena memiliki kemiripan tinggi berdasarkan karakter morfologi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hubungan kekerabatan tanaman porang di Kabupaten Ponorogo berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret hingga Juli 2022 di Kecamatan Ngrayun, Pulung dan Ngebel. Karakter morfologi yang diamati yaitu karakter kualitatif dan kuantitatif dari karakter tangkai, daun, bulbil, dan umbi. Analisis data dilakukan dengan mentransformasikan karakter kuantitatif dan kualitatif menjadi data biner. Analisis untuk mengetahui hubungan kekerabatan dilakukan dengan analisis kelompok menggunakan software XLSTAT dan R-package untuk menghasilkan dendogram dan heatmap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa porang memiliki kemiripan tinggi berdasarkan karakter morfologi. Analisis hubungan kekerabatan pada porang di Kabupaten Ponorogo menunjukkan hubungan kekerabatan dekat dengan koefisien kemiripan sebesar 0,60-0,84. Karakter morfologi yang menjadi pembeda yaitu warna daun, warna daging umbi, dan bentuk bulbil.
Studi Tingkat Kenyamanan Pada Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol di Kota Padang Dendy Frisakti Arrestino; Ariffin; Ninuk Herlina
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.04

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan infrastruktur hijau di ruang terbuka yang berisi vegetasi dan fasilitas untuk mendukung fungsi dan manfaat dari ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau Imam Bonjol adalah salah satu ruang terbuka hijau di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menilai tingkat kenyamanan ruang terbuka hijau pada Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2022 pada RTH Imam Bonjol di Kota Padang. Alat dan bahan yang digunakan adalah thermohygrometer, lux meter, sound level meter, kuesioner, Laptop, kamera digital, alat tulis, Microsoft word 2010 dan Microsoft excel 2010. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan melakukan pengumpulan data suhu, kelembaban, kebisingan, intensitas radiasi matahari dan jenis vegetasi. Selain itu juga menggunakan metode kuesioner yang diberikan kepada responden untuk mengetahui persepsi mengenai parameter tingkat kenyamanan area RTH Imam Bonjol. Hasil penelitian menunjukkan parameter iklim mikro pada RTH Imam Bonjol termasuk kategori tidak nyaman, karena memiliki nilai THI (Thermal Index Humidity ) sebesar 26,41. Pada parameter kebisingan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan di RTH Imam Bonjol telah melewati ambang batas kebisingan sebuah Ruang Terbuka Hijau yaitu sebesar 63,2 dB. Berdasarkan analisis kuesioner persepsi masyarakat dapat diartikan bahwa sebagian besar parameter tingkat kenyamanan berada pada kategori tidak nyaman. Diantaranya parameter iklim mikro, kebisingan, kondisi fasilitas dan tanaman, keamanan, kebersihan, keindahannya tergolong tidak nyaman dan untuk parameter kenyamanan akses masih dalam kategori nyaman.
MorphologicalKeragaan Beberapa Galur Jagung Manis (Zea mays saccharata sturt.) Generasi S2 Performance of Several Sweet Corn (Zea mays saccharata sturt.) Lines At S2 Generation Saefulloh, Muhammad Firdaus; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.07.01

Abstract

Jagung manis mempunyai ciri biji yang berkerut, kulit biji yang tipis dan endosperm berwarna kuning. Jagung manis memiliki kandungan gula pada bijinya sehingga memiliki rasa yang manis. Peningkatan produksi jagung manis dapat dilakukan dengan penggunaan varietas hibrida. Keragaan berfungsi untuk mengetahui karakter genotipe tanaman sehingga dapat mengetahui identitas tanaman tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui keragaan galur jagung manis pada karakter kualitatif dan kuantitatif, nilai duga heritabilitas, koefisien keragaman, dan mengetahui galur mana yang berpotensi menjadi calon tetua hibrida. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2021 sampai Februari 2022 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Metode penelitian yang digunakan ialah metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Percobaan ini menggunakan 6 galur jagung manis generasi S2. Data yang diamati adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif didapatkan hasil berbeda nyata pada semua karakter yang diamati kecuali karakter letak tongkol dan bobot 100 biji. Pada data kualitatif didapatkan perbedaan antara satu galur dengan galur lainnya. Berdasarkan hasil dapat diketahui keragaan pada masing - masing galur baik karakter kuantitatif maupun karakter kualitatif. Nilai duga heritabilitas dari hasil 6 galur menunjukkan hasil heritabilitas rendah dan sedang. Nilai koefisien keragaman pada karakter kuantitatif didapatkan hasil rendah dan sedang. Galur yang direkomendasikan sebagai calon tetua hibrida adalah galur JM-3. Galur JM-3 memiliki keunggulan hampir pada semua karakter.
Respon Pertumbuhan Padi Kultivar Ciherang terhadap Variasi Umur, Jumlah Bibit dan Jarak Tanam Sawah Organik Robana, Raden Rubi; Maulana, Dick Dick; Sudrajat, Irfan
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 4 (2023): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.04.02

Abstract

Padi merupakan salah satu komoditas pangan penting di kalangan masyarakat Indonesia dalam menunjang kebutuhan makanan pokok. Konsumsi beras di Indonesia sangat tinggi, rata-rata 130 kg/kapita/tahun. Tetapi, produktivitasnya masih rendah diakibatkan oleh berbagai kendala. Kendala utama usaha tani padi yaitu pemilihan kultur teknik yang kurang tepat untuk memunculkan pertumbuhan yang optimal. Beberapa kultur teknik yang dapat meningkatkan pertumbuhan adalah pelaksanaan umur bibit pindah tanam, pengaturan jarak tanam dan penggunaan jumlah bibit perumpun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah bibit perumpun, jarak tanam dan umur pindah tanam yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini menggunakan kultivar padi yang dilepas oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPADI) Subang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan umur pindah tanam 0 HSTB Tanam Benih Langsung (TABELA) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif) tanaman padi. perlakuan 2 bibit per rumpun berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (jumlah anakan) panen tanaman padi.
Pengaruh Kerapatan Naungan dan Dosis Pupuk Nitrogen pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa L.) Magdalena, Gyennia; Tatik Wardiyati; Aldila Putri Rahayu
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.05.05

Abstract

Selada merah merupakan tanaman yang berpotensi apabila dibudidayakan di lahan yang terbatas dan dikelilingi bangunan atau pepohonan dengan menerapkan konsep budidaya urban farming. Namun dengan cara budidaya tersebut memiliki keterbatasan yaitu berkurangnya intensitas cahaya matahari yang diterima oleh tanaman selada merah. Selain itu, laju pertumbuhan dan hasil produksi tanaman selada merah juga dipengaruhi oleh kandungan nitrogen yang berada di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh kerapatan naungan dengan pemberian dosis pupuk nitrogen yang berbeda serta mendapatkan teknologi pemberian naungan dengan dosis pupuk nitrogen yang tepat dan optimum pada tanaman selada merah (Lactuca sativa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Perum. Griya Permata Pamoyanan, Kota Bogor. Penelitian ini dimulai pada bulan Juli 2022 sampai dengan September 2022. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan kerapatan naungan dengan paranet (N) sebagai petak utama terdiri atas: N0 = tanpa naungan, N1 = kerapatan naungan 50%, N2 = kerapatan naungan 75%. Dosis pupuk nitrogen (P) sebagai anak petak terdiri atas P0 = 0 kg N ha-1, P1 = 60 kg N ha-1, P2 = 110 kg N ha-1, P3 = 170 kg N ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi akibat pengaruh kerapatan naungan dan dosis pupuk nitrogen pada jumlah daun dan luas daun. Pengaruh kerapatan naungan meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar per tanaman, bobot segar konsumsi tanaman, dan bobot segar total tanaman. Dosis pupuk nitrogen tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa L.).

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue