cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaturan Saat Tanam dan Jenis Tanaman Sela Guna Meningkatkan Produktivitas Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) dan Lahan pada Sistem Tumpangsari Ardiansyah, Defan Agmu Ahmad; Maghfoer, Moch. Dawam
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.06.02

Abstract

Tanaman tomat dapat diolah menjadi bahan baku industri pangan, obat-obatan dan kecantikan. Praktik budidaya tanaman tomat secara monokultur memiliki resiko gagal panen yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatan produktivitas tanaman tomat dan lahan dengan pengaturan saat tanam dan jenis tanaman sela melalui sistem tumpangsari. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu penentuan waktu tanam dengan tiga taraf yaitu: T1 (bersamaan tomat), T2 (1 MST tomat), T3 (2 MST tomat). Faktor kedua yaitu pemilihan jenis tanaman sela dengan tiga taraf yaitu: P1 (selada), P2 (pakchoy), P3 (kubis bunga). Analisis data yang telah didapatkan dilakukan dengan menggunakan tabel ANOVA dan dilakukan uji lanjutan menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Variabel pengamatan yang digunakan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, dan bobot buah per hektar. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan saat tanam dan jenis tanaman sela secara bersamaan pada sistem tanam tumpangsari dapat meningkatkan produktivitas tomat dan lahan. Pemilihan waktu tanam bersamaan dengan tomat mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat berupa tinggi tanaman dan luas daun. Penggunaan jenis tanaman sela selada mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat berupa tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun. Secara bersamaan, pemilihan waktu tanam bersamaan tomat dengan jenis tanaman sela selada menghasilkan bobot buah per hektar tertinggi dari perlakuan lainnya sebesar 40,54 t. ha-1 dengan nilai NKL dan R/C rasio masing-masing sebesar 2,40 dan 2,96.
Efektivitas Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) dan Teknik Budidaya Terhadap Hasil Tanaman Padi Varietas Inpari IR Nutri Zinc Wulan Sri Rahayu; Adhi Surya Perdana; Muhammad Habibullah
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.08.08

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon dari konsentrasi  pupuk organik cair (POC) dan teknik budidaya terhadap hasil tanaman padi varietas Inpari IR Nutri Zinc. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2022 di lahan pertanian Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Sleman. Metode penelitian ini menggunakan percobaan faktorial (4 x 2) dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan. Faktor pertama konsentrasi pupuk organik cair dengan 3 taraf yaitu teknik kocor, teknik semprot, dan kombinasi. Faktor kedua teknik budidaya yaitu konvensional (20 cm x 20 cm) dan jajar legowo 2:1 ( 25 cm x 12,5 cm x 50 cm). Data dianalisis menggunakan Anova dan diuji lanjut menggunakan Orthogonal polynomial untuk konsentrasi POC dan LSD untuk teknik budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi pupuk organik cair (POC) 90 ml/L air  berpengaruh nyata pada parameter jumlah anakan produktof dan jumlah malai per rumpun. Perlakuan teknik budidaya berpengaruh nyata pada parameter jumlah anakan produktif, jumlah malai per rumpun,panjang malai, bobot segar biji per rumpun, bobot kering biji per rumpun dan jumlah biji per rumpun. Interaksi antara konsentrasi pupuk oganik cair 135 ml/L air dan teknik budidaya jajar legowo 2:1 dapat meningkatkan laju pertumbuhan tanaman sebesar 0,2134 g/m2/hari.
Pengaruh Tekanan Aerator dan Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.) Hidroponik dengan Sistem Sumbu (Wick System) Isnan; Didik Hariyono
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.07.03

Abstract

Tanaman selada merupakan tanaman sayuran yang sangat populer di dunia, dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tanaman selada untuk kesehatan memiliki manfaat yang cukup banyak dan memiliki berbagai kandungan gizi, seperti serat, vitamin A, vitamin C, dan mineral. Penanaman tanaman selada dapat dilakukan dengan metode hidroponik, salah satunya yaitu menggunakan sistem sumbu. Permasalahan yang timbul dari sistem hidroponik sumbu ini adalah larutan nutrisi yang tidak tersirkulasi atau larutan nutisi yang tidak mengalir. Masalah lainya yang terdapat pada budidaya tanaman selada yaitu terdapat pada kondisi lingkungan. Penanaman selada yang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan yang dibutuhkan tanaman akan menyebabkan hasil produksi yang tidak maksimal. Pengkayaan oksigen dengan menggunakan aerator dan penggunaan paranet sebagai naungan dapat berpeluang untuk mengatasi permasalahan diatas. Tujuan dilakukanya penelitian ini yaitu untuk mempelajari pengaruh interaksi antara aerator dan naungan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara hidroponik. bahan yang digunakan adalah rockwool, benih selada, dan Nutrisi A+B Mix. Metode yang digunakan yaitu RAK Faktorial dengan perlakuan tekanan aerator dan naungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan juli hingga september 2022 di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan tekanan aerator dan naungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan naungan 50% memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan yaitu meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun, serta hasil panen yaitu meliputi bobot segar tanaman, bobot segar konsumsi, panjang akar, volume akar, dan luas permukaan akar yang lebih baik diantara pemberian naungan yang lain.
Studi Pengaruh Pupuk Fosfor dan Aplikasi Hormon Giberelin terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Antosianin Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.) Sutikno, Handy Budiman; Roviq, Mochammad; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.07.04

Abstract

Terung ungu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti kandungan antosianin sebagai penangkal radikal bebas. Kandungan senyawa metabolit tanaman terung dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor budidaya seperti lokasi budidaya, pemupukan, dan aplikasi hormon pertumbuhan. Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, termasuk daerah dataran rendah dan curah hujan yang rendah sehingga menyebabkan beberapa permasalahan dalam ketersediaan hara P untuk tanaman. Upaya peningkatan hasil pada tanaman dapat dilakukan melalui pemupukan fosfor dan aplikasi zat pengatur tumbuh seperti hormon giberelin (GA3). Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk fosfor dan hormon giberelin yang optimal dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan, hasil, dan antosianin terung ungu. Hipotesis yang diajukan yakni terdapat interaksi antara pupuk fosfor dan GA3 terhadap pertumbuhan, hasil, dan antosianin tanaman terung ungu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Oktober 2022 di daerah Mentul Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni Rancangan Acak Kelompok dengan metode faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor yang pertama yakni dosis pupuk fosfor dengan 4 taraf dan faktor kedua yakni dosis hormon giberelin.       Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara pemupukan fosfor dan aplikasi giberelin terhadap kadar antosianin kulit buah terung ungu. Pemupukan fosfor mampu meningkatkan secara nyata tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga, jumlah buah panen dan bobot buah. Aplikasi GA3 mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, mempercepat waktu berbunga, menurunkan jumlah bunga, meningkatkan persentase fruitset, dan menurunkan panjang buah.
Respon Gulma Terhadap Aplikasi Herbisida Berbahan Aktif Paraquat & Glifosat pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus sinensis) Susanto, Ainnayya Deva; Yurlisa, Kartika; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.07.06

Abstract

Jeruk manis merupakan salah satu tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi dan permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahun.  Namun produksi buah jeruk manis mengalami penurunan pada periode 2020.  Salah satu penyebab produksi jeruk yang rendah yaitu teknologi budidaya yang belum sesuai, yakni petani belum melakukan pengendalian gulma dengan tepat.  Aplikasi herbisida merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan gulma terutama pada sektor perkebunan. Aplikasi dosis yang tepat dapat mematikan gulma sasaran, namun dosis yang terlalu tinggi dapat merusak tanaman budidaya dan mencemari lingkungan.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji jenis dan dosis herbisida yang efektif terhadap gulma di pertanaman jeruk manis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2022 di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan dosis herbisida dengan total 7 perlakuan yang diulang 4 kali, yaitu Penyiangan manual, Paraquat ¾ dosis rekomendasi (225 g b.a. ha-1), Paraquat dosis rekomendasi (300 g b.a.. ha-1), Paraquat 1¼ dosis rekomendasi (375 g b.a. ha-1), Glifosat ¾ dosis rekomendasi (801 g b.a. ha-1), Glifosat dosis rekomendasi (1068 g b.a. ha-1), Glifosat 1¼ dosis rekomendasi (1335 g b.a. ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi herbisida glifosat dosis 1335 g b.a. ha-1 merupakan dosis terbaik dan mampu menekan pertumbuhan gulma total, gulma berdaun lebar, gulma berdaun sempit, dan gulma teki. Herbisida paraquat dan glifosat dengan berbagai dosis tidak menyebabkan gejala fitotoksisitas pada tanaman jeruk manis.
Penampilan Agronomi Galur Harapan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Annisa Farhah Resdiyanti; Purnamaningsih, Sri Lestari; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.07.05

Abstract

Cabai merah (Capsicum annum L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan industri ataupun rumah tangga. Rerata hasil produktivitas cabai pada tahun 2015-2019 berturut-turut 8.65, 8.47, 8.46, 8.77,  9.10 ton  (Direktorat Jendral Hortikultura, 2019). Banyaknya petani dalam usaha budidaya cabai masih belum mencukupi kebutuhan cabai di Indonesia. Upaya dalam perakitan varietas unggul dengan berdaya hasil tinggi mampu meningkatkan produktivitas cabai besar di Indonesia. Uji daya hasil merupakan tahap akhir pada program pemuliaan tanaman untuk mendapatkan varietas yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil dari calon varietas cabai merah (Capsicum annuum L.) dengan varietas pembanding Bewe dan Pilar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 calon varietas cabai merah dan 2 varietas pembanding dengan 4 ulangan. Perameter yang diamati meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa keempat calon varietas berpengaruh nyata terhadap hampir keseluruhan karakter kuantitatif terkecuali pada karakter tinggi tanaman. CV-49 memiliki hasil unggul pada jumlah buah, jumlah bunga,umur berbunga, umur panen, bobot per tanaman, bobo per plot dan hasil per Ha yang sama tinggi dengan pembanding Bewe yang mencapai 27,75 ton/Ha. Berdasarkan pengamatan karakter bentuk buah, didapatkan hasil Narrowly Triangular untuk keseluruhan calon varietas yang diamati dan pola daun Dropping pada keseluruhan calon varietas yang diuji.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt.) pada Berbagai Sumber N Weda Saraswati, Desak Made Yamuna; Maghfoer, Moch. Dawam; Roviq, Mochammad
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.08.02

Abstract

  Jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt.) adalah komoditas hortikultura memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi seperti serat, kalori, vitamin, mineral. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan dosis pupuk N anorganik dan kombinasi dosis N organik yang optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata Sturt.). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas faktor 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk N anorganik terdiri dari 3 taraf: F1 = 100 % Pupuk N anorganik; F2 = 75 % Pupuk N anorganik; F3 = 50 % Pupuk N anorganik. Faktor kedua adalah sumber N anorganik terdiri dari 4 taraf: P1 = Pupuk kandang 10 t ha-1; P2 = Pupuk kandang 20 t ha-1; P3 = Pupuk kandang 10 t ha-1 + PGPR P4 = Pupuk kandang 20 t ha-1 + PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk N anorganik dan kombinasi dosis N organik. Secara terpisah, dosis pupuk N anorganik memberikan pengaruh yang nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, kadar klorofil, bobot tongkol, dan kadar kemanisan. Aplikasi pupuk N anorganik sebesar 75% menghasilkan bobot tongkol jagung manis per hektar lebih tinggi sebesar 17,52 ton ha-1. Kombinasi dosis N organik memberikan pengaruh yang nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, kadar klorofil, bobot tongkol, dan kadar kemanisan. Aplikasi 10 ton ha-1 pupuk kandang + 10 ml l-1 PGPR menghasilkan bobot tongkol jagung manis per hektar lebih tinggi sebesar 17,16 ton ha-1.
Karakterisasi Morfo-Agronomi Enam Calon Varietas F1 Tanaman Tomat (Lycopersicum esculantum Mill.) Aisyah Devita Larasati; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.08.03

Abstract

Tomat merupakan tanaman sayuran buah yang banyak digemari masyarakat karena memiliki rasa yang enak, manis, sedikit asam, segar dan mengandung antioksidan. Masalah yang dihadapi petani dalam memenuhi kebutuhan pasar bagi konsumen adalah ketidaksesuaian antara kualitas yang dikehendaki masyarakat dengan kualitas buah yang dihasilkan. Salah satu cara dalam meningkatkan kualitas tomat dengan kegiatan karakterisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi sifat enam calon varietas F1 tomat berdasarkan karakter morfo-agronomi dan mengetahui keunggulan dan penciri khusus enam calon varietas F1 tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2022 di Desa Bocek, Manggisari, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan enam calon varietas hibrida tomat dan dua varietas pembanding yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Parameter yang diamati terdiri dari karakter kuantitatif dan karakter kualitatif. Hasil karakterisasi dari 6 calon varietas tomat menunjukkan bahwa calon varietas KR2 dan KR3 memiliki keunggulan pada karakter hasil panen per hektar secara berturut-turut sebesar 45,01 dan 42,12 Ton/Ha. Calon varietas KR3 dan KR2 memiliki ciri khusus pada karakter green shoulder pada buahnya, extent green shoulder, intensitas warna hijau, sedangkan perbedaan terdapat pada karakter antosianin hipokotil dan pola daun. Calon varietas 023 dan 053 memiliki ciri khusus pada karakter antosianin hipokotil, sedangkan perbedaan terdapat pada bentuk pangkal buah. Calon varietas KR1 dan MD memiliki ciri khusus pada bentuk pangkal buah sedangkan perbedaan terdapat pada tipe kelopak buah.
Karakterisasi Morfologi Enam Galur Timun Suri (Cucumis melo L.) Febri Budi Rahayu; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.07.02

Abstract

Ketahanan imun tubuh manusia mempengaruhi kondisi kesehatannya. Timun suri mengandung 24,86 mg vitamin C dalam 100 g buah yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan imun. Timun suri termasuk kedalam pasar buah melon dan blewah. Namun produksinya masih fluktuatif untuk memenuhi pasar permintaan. Pada tahun 2020 produksi menurun menjadi 33.056 ton/tahun. Penyebab produksi yang menurun dan cenderung fluktuatif adalah varietas yang ditanam petani secara genetik masih berpotensi hasil rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan karakterisasi untuk mengatuhi penampilan dari 6 koleksi galur yang diamati, sehingga dapat ditemukan galur yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam pembentukan varietas unggul. Metode yang digunakan pada penelitian adalah rancangan acak kelompok (RAK) terdiri atas 8 perlakuan dengan tiga kali ulangan sehingga didapatkan 24 unit percobaan. Parameter yang digunakan adalah karakter kualitatif dan kuantitatif. Penelitian tersebut dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2022 yang bertempat di Jl. Manggisari, Desa Bocek, Kecamatan KarangplosoMalang, Jawa Timur. Alat yang digunakan meliputi peralatan kegiatan budidaya dan pengamatan. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian adalah 6 galur timun suri (1) TS01 ; (2) TS02 ; (3) TS03 ; (4) TS04 ; (5) TS05 ; (6) TS06 dengan dua varietas pembanding yaitu Syakira dan Aurelia, serta bahan-bahan budidaya timun suri. Hasil penelitian menunjukan galur TS01 dan TS03 memiliki karakter kuantitatif dan kualitatif yang unik dan unggul. Galur TS01 dan TS03 memiliki nilai produktivitas per ha paling besar serta, galur TS01 dengan ciri khusus alur pada buah dan galur TS03 memiliki warna kulit putih yang unik.
Peningkatan Keragaman Tanaman Kacang Bogor (Vigna subterranea L.) Menggunakan Kolkisin dengan Metode Tetes Maliarta Safira; Ir. Sri Lestari Purnamaningsih, M.S.; Dr. Darmawan Saptadi, S.P., M.P.
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.08.04

Abstract

Kacang bogor (Vigna subterranea L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang berasal dari Afrika. Tanaman ini memiliki potensi yang menjanjikan dari segi agronomi, kandungan gizi dan manfaat kesehatan. Peningkatan keragaman genetik kacang bogor masih sangat rendah dalam segi kualitas dan potensi. Induksi poliploidi menjadi salah satu cara untuk mendapatkan sumber genetik berdaya hasil tinggi dengan pemberian mutagen kimia seperti kolkisin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari frekuensi pengaplikasian kolkisin dengan metode tetes yang optimal sebagai upaya peningkatan keragaman tanaman kacang bogor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 hingga September 2022 yang berlokasi di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya serta Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan Rancanggan Acak Kelompok (RAK) satu faktor perlakuan dengan taraf F0: kontrol (tanpa penetesan kolkisin), F1: penetesan 1 kali (dilakukan dalam 1 hari), F2: penetesan 2 kali (dilakukan dalam 1 hari), F3: penetesan 4 kali (dilakukan dalam 2 hari) dan F4: penetesan 6 kali (dilakukan dalam 3 hari). Konsentrasi kolkisin yang digunakan adalah 0.2%. Analisis keragaman tanaman, dilakukan dengan perhitungan koefisien keragaman (KK). Pada penelitian ini, perlakuan penetesan kolkisin sebanyak 6 kali dapat meningkakan rerata pada karakter panjang dan lebar daun, panjang dan lebar stomata, umur berbunga, panjang dan lebar biji serta bobot 100 biji. Kemudian perlakuan penetesan kolkisin sebanyak 6 kali juga dapat meningkatkan nilai koefisien keragaman pada karakter panjang dan lebar daun, panjang stomata, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji serta bobot biji.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue