cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
Analisis Distribusi Vegetasi Dan Tingkat Kenyamanan Pada Ruang Terbuka Hijau Di Taman Bibit Mojolangu Kota Malang Falean, Muhammad Abiyyu; Fajriani, Sisca; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Ruang terbuka hijau adalah kawasan ruang terbuka yang bertujuan untuk meningkatkan mutu lingkungan perkotaan yang nyaman, indah dan bersih. Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) yang memadai membuat masyarakat kota dapat merasakan manfaat RTH dari nilai estetika, klimatologis, ekologis dan edukatif. Salah satu taman kota yang ada pada Kota Malang yaitu Taman Bibit Mojolangu. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni 2023 di Taman Bibit Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode THI (Thermal Humidity Index), kuisioner, analisa vegetasi, indeks distribusi vegetasi dan indeks keanekaragaman vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Bibit Mojolangu memiliki 33 jenis vegetasi, tingkat keanekaragaman vegetasi berada di tingkat sedang dengan pola distribusi mengelompok. Taman Bibit Mojolangu termasuk dalam kategori nyaman pada jam 07.00 dan 16.00 dengan rata-rata nilai THI 21,64 dan 23,29 yang didukung dengan hasil persepsi masyarakat sebesar 75,64%. Tingkat kenyamanan memiliki hubungan dengan pola distribusi vegetasi dengan hasil analisis korelasi -0,40 yang berarti memiliki hubungan yang cukup kuat.
Peningkatan Hasil Dua Varietas Buncis Tipe Tegak (Phaseolus vulgaris L.) dengan Pemberian Fosfor Pakpahan, Ian Gerhat; Saitama , Akbar; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman polong-polongan dengan kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan pemberian fosfor serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil buncis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2023 di Kebun Percobaan Agrotechnopark (ATP) Universitas Brawijaya yang terletak di Kromengan, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah jenis varietas (V) dan faktor kedua adalah pupuk P2O5 (P) yang diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5% jika uji F menunjukkan pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara varietas dan pemberian pupuk fosfor terhadap tanaman buncis. Perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Sementara itu, pada perlakuan pemberian fosfor P100 (100 kg ha-1) menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya pada parameter jumlah bunga per tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman dan hasil panen. Perlakuan yang memiliki hasil paling tinggi atau dengan kata lain tingkat pertumbuhannya yang paling baik adalah varietas Balitsa 3 dan pemberian fosfor P100 (100 kg ha-1).
Dampak Variasi Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Berdasarkan Proyeksi Iklim Hingga Tahun 2100 Rochadi, Abigail Kartika; Hariyono, Didik; Misnawati
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Salah satu tantangan yang dihadapi dalam budidaya tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) adalah terjadinya pemanasan global yang berpotensi mengakibatkan peningkatan suhu di atmosfer, serta perubahan pada berbagai variabilitas iklim yang dapat mempengaruhi musim tanam, pertumbuhan, serta hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan peningkatan suhu atmosfer hingga tahun 2100 di dua wilayah sentra produksi berdasarkan model proyeksi iklim pada tiga skenario Representative Concentration Pathways (RCP), serta memproyeksikan produktivitas tanaman kentang di kedua lokasi tersebut berdasarkan hasil proyeksi iklim. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji variasi iklim pada dua titik lokasi, yaitu Kecamatan Tosari dan Kecamatan Poncokusumo dan dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2023. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi software Microsoft Excel 2013, CORDEX, ArcMap 10.8 dan NASA POWER. Bahan yang digunakan meliputi data historis curah hujan harian, suhu minimum harian dan suhu maksimum harian, serta data produktivitas kentang Kecamatan Tosari dan Kecamatan Poncokusumo. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari : 1) uji validasi model proyeksi iklim yang digunakan, 2) proyeksi curah hujan dan suhu rata-rata, 3) analisis regresi linear berganda untuk memproyeksikan produktivitas tanaman kentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada skenario RCP 2.6, tidak terdapat pola kenaikan rata-rata suhu atmosfer hingga tahun 2100, sementara terdapat pola kenaikan suhu 0,41-1,21°C dan 1,26-2,23°C pada skenario RCP 4.5 dan RCP 8.5. Terdapat peningkatan produktivitas tanaman kentang di Kecamatan Tosari dan Kecamatan Poncokusumo berasarkan proyeksi produktivitas hingga tahun 2100. Sementara itu, terjadi penurunan produktivitas tanaman kentang di Kecamatan Poncokusumo pada skenario RCP 2.6 dan RCP 4.5. Berdasarkan skenario RCP 8.5, terjadi pola peningkatan produktivitas yang lebih tinggi di Kecamatan Poncokusumo dibandingkan degan Kecamatan Tosari.
Keragaman Genetik Karakter Morfologi pada Ercis (Pisum sativum L.) Berdasarkan Analisis Komponen Utama Siti Suniah; Fadila Nurhasanah; Ichsanuddin Noorsy Alfananny; Frieska Mayang Dianwari; Br Ginting, Jesika Ekarina; Fitri Desmarianita Putri; Budi Waluyo
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Indonesia memiliki banyak plasma nutfah ercis dengan persebaran wilayah yang mencakup Pulau Jawa dan Sumatera. Evaluasi dan karakterisasi plasma nutfah ercis lokal Indonesia perlu dilakukan untuk menilai keragaman genetik yang ada di dalamnya. Informasi keragaman genetik sangat dibutuhkan dalam pemuliaan tanaman ercis sehingga upaya pengembangan varietas unggul dapat dilaksanakan dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari keragaman genetik pada 82 aksesi ercis berdasarkan karakter morfologi menggunakan analisis komponen utama. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2023 berlokasi di Desa Merjosari, Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu augmented design menggunakan 80 aksesi ercis sebagai genotipe uji dan 2 varietas komersial sebagai genotipe cek. Variabel pengamatan mencakup 18 karakter morfologi kualitatif berdasarkan deskriptor untuk Pisum sativum L. dari The CommunityPlant Variety Office (CPVO) 2020. Keragaman dianalisis menggunakan analisis komponen utama berdasarkan koefisien korelasi Pearson menggunakan XLSTAT 2023. Keragaman aksesi ercis berdasarkan analisis komponen utama dimuat pada 6 komponen utama yang memiliki eigenvalue > 1 dan memberikan kontribusi sebesar 82.71% terhadap keragaman total. Terdapat 14 karakter morfologi penting yang memiliki keragaman tinggi dan berkontribusi secara signifikan terhadap keragaman total yang muncul antar aksesi ercis.
Respon Pertumbuhan Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) Varietas Garibar Terhadap Pemberian Dosis NPK Dan Dosis Pupuk Kotoran Ayam Ainur, Reza; Barunawati, Nunun; Roviq, Mochammad
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan salah satu tanaman dimanfaatkan buahnya dapat ditanam di Indonesia yang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman okra ialah nutrisi yang bersumber dari pemupukan. NPK sebagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Selain itu, pupuk kotoran ayam dapat memperbaiki sifat kimia, biologi, dan fisika tanah. Salah satu varietas tanaman okra yang dapat digunakan ialah varietas Garibar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2023 di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf dosis NPK yaitu P1 : N 100 kg ha-1; P 19 kg ha -1; K 70 kg ha -1, P2 : N 150 kg ha-1; P 36 kg ha -1 ; K 120 kg ha -1,P3 : N 200 kg ha-1; P 50 kg ha -1 ; K 170 kg ha -1 dan faktor kedua terdiri dari 3 taraf dosis yaitu K0 : pupuk kotoran ayam 0 ton ha-1, K1 : pupuk kotoran ayam 10 ton ha-1, K2 : pupuk kotoran ha-1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis NPK N 150 kg ha-1; P 36 kg ha -1 ; K 120 kg ha -1 (P2) mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Pemberian dosis NPK N 100 kg ha-1; P 19 kg ha -1; K 70 kg ha -1 (P2) dan dosis pupuk kotoran ayam 20 ton ha-1 mampu meningkatkan jumlah buah dan berat buah per tanaman.
Pengaruh Induksi TSS (True Shallot Seed) dengan Kolkisin Terhadap Variasi Ploidi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Fadilla, Erita Nur; Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.06

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat penting di Indonesia. Salah satu kriteria umbi bawang merah yang disukai konsumen ialah umbi yang berukuran besar. Upaya untuk meningkatkan variasi dan perbaikan karakter bawang merah adalah dengan induksi poliploidi menggunakan kolkisin. Penelitian dengan tujuan untuk mempelajari variasi bawang merah dan mendapatkan bawang merah tetraploid hasil induksi poliploidi dengan kolkisin telah dilaksanakan di kebun Universitas Brawijaya PSDKU Kediri di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri pada bulan Maret sampai Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor. Faktor pertama konsentrasi kolkisin (0%; 0,25%; 0,50%; 0,75%) dan faktor kedua lama perendaman (24 jam; 48 jam) yang diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi dan lama perendaman kolkisin menyebabkan daya kecambah TSS menurun. Nilai LC50 diperoleh pada perendaman konsentrasi 0,84% selama 24 jam dan konsentrasi 0,44% selama 48 jam. Konsentrasi 0,25% selama 48 jam dan 0,75% selama 24 jam menghasilkan variasi yang tinggi terhadap jumlah daun, sedangkan konsentrasi 0,25% selama 48 jam menghasilkan variasi yang tinggi terhadap bobot per umbi. Bawang merah tetraploid dihasilkan pada konsentrasi 0,25% dan 0,50% selama 24 jam, sedangkan konsentrasi 0,75% selama 24 jam menghasilkan bawang merah heksaploid.    
Pengaruh Periode Kritis Kompetisi Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Wortel (Daucus carota L.) Naibaho, Brenda Titania; Yurlisa , Kartika; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 05 (2025): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kompetisi gulma selama budidaya tanaman wortel mengakibatkan tanaman memasuki periode kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh periode bebas gulma dan bergulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel serta menentukan waktu periode kritis tanaman wortel terhadap kompetisi gulma. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2023 di Agroecotechnopark Cangar, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor Tunggal yang terdiri dari 12 taraf perlakuan yaitu P0: bebas gulma 0–90 HST; P1: bebas gulma 0–15 HST; P2: bebas gulma 0–30 HST; P3: bebas gulma 0–45 HST; P4: bebas gulma 0–60 HST; P5: bebas gulma 0–75 HST; P6: bergulma 0–15 HST; P7: bergulma 0–30 HST; P8: bergulma 0–45 HST, P9: bergulma 0–60 HST; P10: bergulma 0–75 HST; P11: bergulma 0–90 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis vegetasi gulma yang dilakukan sebelum pengolahan tanah diperoleh sebanyak 9 spesies gulma yang tumbuh, sedangkan setelah pengolahan tanah diperoleh sebanyak 18 spesies gulma. Perlakuan periode bebas gulma yang semakin lama maka diperoleh kepadatan gulma dan bobot kering gulma yang lebih rendah dibandingkan periode bergulma yang semakin lama. Periode bebas gulma yang semakin lama berpengaruh nyata dalam meningkatkan jumlah daun, luas daun, panjang umbi, diameter umbi dan bobot segar umbi per tanaman dibandingkan periode bergulma yang semakin lama, namun tidak berpengaruh nyata meningkatkan panjang tanaman. Periode kritis tanaman wortel terhadap kompetisi gulma berlangsung pada umur 18–58 HST.
Respon Pertumbuhan Varietas PS 862 dan Varietas Bululawang Pada Bibit Bud Chips Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Terhadap Perlakuan Zat Pengatur Tumbuh Ekstrak Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Hanifah, Hanifah Afvida Annisa Putri; wicaksono, karuniawan puji
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tebu mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi tetapi produksi gula masih dikatakan rendah karena kurangnya penyediaan bibit tebu dan dan kualitas varietas yang digunakan. PG Rejo Agung lebih sering menggunakan bibit bagal, pada kenyataannya lebih efisien menggunakan Bud Chips. Usaha untuk mempercepat pertumbuhan akar bibit Bud Chips dapat dipacu dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berupa ekstrak bawang merah yang mengandung auksin dan giberelin. Faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi adalah kualitas varietas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan respon pertumbuhan bibit Bud Chips varietas Bululawang dan PS 862 terhadap perlakuan ZPT ekstrak bawang merah. Hipotesis penelitian ini adalah diduga terdapat respon pertumbuhan terbaik pada bibit Bud Chipsvarietas PS 862 lebih baik terhadap perlakuan ZPT ekstrak bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di PT. PG Rajawali 1 Unit PG Rejo Agung Baru, Kota Madiun, Jawa Timur, April-Juli 2023. Bahan: bibit Bud Chips varietas Bululawang dan varietas PS 862, tanah top soil, air, bawang merah, ZPT Atonik. Alat: alat tulis, meteran, cetok, timbangan, kamera, dan jangka sorong. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Bud Chips tebu pada varietas Bululawang dan varietas PS 862 diberikan perlakuan perendaman ZPT Atonik, air, dan ZPT ekstrak bawang merah hasilnya berbeda nyata pada jumlah akar, panjang akar, kecepatan tumbuh tunas, persentase tumbuh tunas, tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Varietas PS 862 menunjukkan respon pertumbuhan yang lebih baik pada perendaman ZPT ekstrak bawang merah. Pertumbuhan bibit Bud Chips pada varietas Bululawang dan PS 862 perlakuan air saja menunjukkan adanya respon pertumbuhan.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Limbah Baglog Jamur Tiram dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Tanaman Marigold (Tagetes erecta L.). Sholihah, Nuril Hikmatis; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman marigold menjadi salah satu tanaman hias yang banyak diminati oleh masyarakat. Pertumbuhan tanaman marigold dipengaruhi oleh media tanam dan ketersediaan hara bagi tanaman melalui kegiatan pemupukan. Penggunaan media baglog jamur tiram sebagai media tanam dapat memperbaiki serapan hara dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Pengaplikasian pupuk NPK dengan dosis yang tepat dapat memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanaman sehingga dapat meningkatkan kualitas dan produksi tanaman marigold. Media tanam yang menyediakan serapan hara yang baik dapat membantu kinerja penyerapan unsur hara dengan efektif melalui kegiatan pemupukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mempelajari pengaruh komposisi baglog jamur tiram sebagai media tanam dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan dan kualitas tanaman marigold (Tagetes erecta L.). Bahan yang dibutuhkan meliputi bibit Marigold Orange, limbah baglog jamur tiram, kompos limbah baglog jamur tiram, tanah, M21 Dekomposer, tetes tebu, polybag berukuran 20 x 18 cm2, pupuk NPK Mutiara (16:16:16) dan air. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Venus Orchid yang terletak di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada bulan Juni hingga September 2023. Data yang didapatkan dianalisis ragam (ANOVA) 5%, apabila didapat pengaruh nyata dilanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%. Penggunaan limbah baglog jamur tiram sebagai media tanam dan dosis pupuk NPK menunjukkan interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, dan lama kesegaran bunga. Penggunaan limbah baglog jamur tiram sebagai media tanam dan dosis pupuk NPK yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, dan lama kesegaran bunga marigold. Perlakuan komposisi media tanam 50% tanah + 50% kompos limbah baglog jamur tiram memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, dan lama kesegaran bunga marigold.
Pengaruh Konsentrasi Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat Ceri (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) Amoretha, Amanda Sheren; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Produksi tomat ceri di Indonesia masih tersedia dalam jumlah yang rendah, ditunjukkan melalui data impor tomat ceri yang berada di angka 3.128 kg dengan harga pembelian US$5.794 bahkan impor tersebut mencapai angka US$12.148 per tahun. Produksi tomat ceri yang rendah dapat disebabkan oleh gugur bunga. Gugurnya bunga tomat ceri menurunkan hasil buah tomat ceri dan fruit set. Permasalahan ini dapat diatasi dengan pemberian giberelin eksogen. Giberelin eksogen dapat mencegah terjadinya gugur bunga dan buah pada tanaman. Percobaan ini bertujuan mempelajari pengaruh perbedaan konsentrasi zat pengatur tumbuh giberelin serta mempelajari konsentrasi zat pengatur tumbuh yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tomat ceri. Percobaan dilaksanakan di Desa Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur pada bulan Juni – Oktober 2023. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor konsentrasi giberelin, terdiri dari 6 taraf, yaitu G0: tanpa pemberian giberelin, G50: 50 ppm giberelin, G100: 150 ppm giberelin, G150: 150 ppm giberelin, G200: 200 ppm giberelin, dan G250: 250 ppm giberelin. Variabel pengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering, umur berbunga, jumlah bunga, jumlah buah, fruit set, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, derajat kemanisan, dan kadar vitamin C. Hasil percobaan menunjukkan bahwa konsentrasi pemberian giberelin yang berbeda memberikan hasil yang berbeda pada parameter pertumbuhan maupun hasil. Pemberian giberelin 150 ppm mampu menghasilkan bobot buah per tanaman tertinggi jika dibandingkan tanpa pemberian giberelin. Konsentrasi optimum giberelin yang dapat diaplikasikan pada tanaman tomat ceri dengan hasil yang optimal berdasarkan hasil percobaan ini adalah konsentrasi 160 ppm.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue