cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
Hasil Panen Dua Varietas Melon (Cucumis melo L.) Pada Perbedaan Waktu Penyerbukan Kurniawan, Rafiif Reza; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) termasuk jenis komoditi hortikultura buah dari famili Cucurbitaceae yang banyak dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia. Melon merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan diminati oleh masyarakat. Buah semusim ini banyak disukai karena memiliki rasa manis dan merupakan produk komoditi hortikultura yang kaya zat gizi. Penyerbukan merupakan proses pemindahan polen dari kotaksari menuju kepala putik dan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan buah. Penyerbukan yang berhasil akan terjadi proses fertilisasi dan diikuti dengan proses pembentukan buah dan biji. Fertilitas serbuk sari harus diikuti oleh reseptivitas putik yang ditandai waktu penyerbukan. Reseptivitas putik tertinggi terjadi saat waktu polinasi dilakukan pada pukul 07.00–09.00 dan dengan keberhasilan polinasi Penelitian dilaksanakan di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sidoarjo pada bulan Februari sampai dengan Mei 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor dan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah waktu penyerbukan terdiri dari 3 taraf yaitu, waktu penyerbukan pukul 06.00–07.00 (W1), waktu penyerbukan pukul 08.00–09.00 (W2), dan waktu penyerbukan pukul 10.00–11.00 (W3). Faktor kedua adalah varietas yaitu, varietas Golden Langkawi (V1) dan varietas Sonya (V2). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara waktu penyerbukan dan varietas. Waktu penyerbukan memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah, diameter buah, panjang buah, berat 100 biji, dan berat biji per buah. Varietas memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat buah, berat biji per buah, dan kemanisan buah.
Analisis Regresi dan Korelasi Beberapa Karakter Morfologi dan Agronomi pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Generasi F3 Izzudin, Azzam; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman hortikultura penting di dunia yang banyak khasiat dan digemari karena rasa, nutrisi, serta bernilai ekonomis. Rerata produksi melon di Indonesia tahun 2017- 2021 menurun 20,1% dibanding tahun 2014. Minimnya variasi melon lokal dan bergantung benih impor mempengaruhi dominasi di pasar. Keragaman dan kualitas hasil buah menjadi faktor minat konsumen, alasan konsumsi buah-buahan impor sebesar 24% karena variasi buah. Upaya merakit varietas unggul memerlukan karakter penting sebagai pertimbangan seleksi yang efisien. Informasi tersebut bisa didapat dari analisis regresi dan korelasi antar karakter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fungsi regresi dan nilai koefisien korelasi antar karakter tanaman melon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2023 di greenhouse Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Bahan utama penelitian yaitu populasi F3 hasil persilangan varietas Melindo dengan Madesta. Percobaan menggunakan 100 tanaman yang ditanam dalam polybag pada rancangan tanpa blok. Pengambilan data kuantitatif dari 20 sampel acak meliputi data panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang tangkai daun, dan jumlah buah per tanaman. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan beberapa fungsi regresi linier yang bersifat nyata taraf 5% yaitu hubungan panjang tanaman dengan jumlah daun, panjang tanaman dengan diameter batang, panjang tanaman dengan luas daun, jumlah daun dengan panjang tanaman, jumlah daun dengan diameter batang, jumlah daun dengan luas, diameter batang dengan panjang tanaman, diameter batang dengan jumlah daun, luas daun dengan panjang tanaman, dan luas daun dengan jumlah daun. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi tertinggi yaitu hubungan karakter panjang tanaman dengan jumlah daun (r = 0,9264).
Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Mentimun terhadap Frekuensi Penyiraman Air Kapasitas Lapang Herzi Maulana; Sisca Fajriani; Mushoffan Prasetianto; Ariffin Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Produksi mentimun nasional pada tahun 2011-2021 mengalami penurunan yang fluktuatif. Pertumbuhan dan hasil mentimun umumnya kurang optimal pada kondisi kekurangan maupun kelebihan air. Upaya peningkatan produksi mentimun yang dapat dilakukan yaitu melalui frekuensi penyiraman sesuai kapasitas lapang. Varietas unggul juga menjadi salah satu faktor keberhasilan budidaya mentimun. Penelitian bertujuan mempelajari interaksi antara frekuensi penyiraman dan perbedaan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun. Penelitian berlokasi di Politeknik Pembangunan Pertanian Malang pada bulan Mei sampai Juli tahun 2023. Alat dan bahan digunakan yaitu ajir, meteran, gelas ukur, timbangan digital, Leaf Area Meter, media tanam campuran, benih Metavy dan Ethana, air, dan polibag. Penyusunan Rancangan Acak Kelompok dilakukan secara faktorial. Faktor kesatu yaitu varietas mentimun yang mencakup mentimun varietas Ethana dan varietas Metavy. Faktor kedua yaitu frekuensi penyiraman yang mencakup penyiraman 1 hari sekali, 3 hari sekali, 5 hari sekali, dan 7 hari sekali. Masing-masing perlakuan dikombinasikan dan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali sehingga terdapat 32 plot percobaan. Penelitian menghasilkan bahwa terdapat interaksi antara frekuensi penyiraman dan perbedaan varietas  terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun. Penyiraman dengan frekuensi 1 hari sekali pada varietas Ethana mampu meningkatkan panjang tanaman 13,01% lebih tinggi, jumlah cabang 27,65% lebih banyak, jumlah buah 109% lebih banyak, dan bobot buah 187,64% lebih tinggi dibandingkan fekuensi penyiraman 3 hari sekali. Frekuensi penyiraman 1 hari sekali pada varietas Metavy mampu meningkatkan panjang tanaman 31,82% lebih tinggi, jumlah cabang 52,99% lebih banyak, jumlah buah 89% lebih banyak, dan bobot buah 145% lebih tinggi dibandingkan frekuensi penyiraman 3 hari sekali.
Respon Produksi dan Fisiologi Lidah Buaya (Aloe Vera L.) Varietas Chinensis pada Cekaman Salinitas Lahan Berpasir Adelia Utami; Rennanti Lunnadiyah Aprilia
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman lidah buaya (Aloe Vera L.) merupakan tanaman tahan cekaman salinitas. Namun, setiap perubahan agroklimatologi akan berpengaruh terhadap fisiologi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon produksi dan fisiologi tanaman lidah buaya yang ditanam di lahan berpasir dengan menggunakan perlakuan salinitas. Penelitian dilaksanakan bulan Februari – September 2024  pada greenhouse yang terletak di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu asal bibit (P) dan salinitas (S). Faktor P menggunakan 3 taraf perlakuan bibit lidah buaya varietas chinensis asal penangkar gunung kidul, bantul, dan cilacap. sedangkan faktor S menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu penambahan NaCl sebanyak 0, 10, 15 dan 20 g/L. Data hasil pengamatan dientri pada komputer kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS (software statistical package for the social sciences) dengan taraf 5%. Apabila terdapat perbedaan yang nyata, maka akan diuji lanjut menggunakan uji DMRT dengan taraf 5% untuk mengetahui perlakuan yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon produksi dan fisiologi pada lidah buaya umur 10 bulan pada kondisi cekaman salinitas sebagai berikut : Bibit asal Gunung Kidul menunjukkan adaptasi yang baik terhadap kondisi salinitas, perlakuan salinitas memberikan pengaruh terhasap beberapa parameter fisiologi dan produksi tanaman lidah buaya meskipun secara statistik tidak semua menunjukkan perbedaan signifikan, perlakuan P1S2 (Bibit Gunung Kidul dengan salinitas 15 g/L) adalah perlakuan terbaik karena memberikan hasil yang baik pada berbagai parameter produksi dan fisiologi tanaman lidah buaya.
Keragaan Delapan Belas Genotipe Melon (Cucumis melo L.) pada Dataran Rendah Bengkulu Utara Hasannudin, Dia Novita Sari; Mukmin, Razi; Raisawati, Tatik; Saputra, Helfi Eka
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Produksi melon dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Perluasan areal tanam melon merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi melon. Hasil perakitan varietas tanaman berupa hibrida baru perlu dilakukan pengadaptasian pada berbagai ketinggian tempat sehingga akan diperoleh hibrida yang spesifik lokasi. Penelitian berjuan untuk mendapatkan informasi penting tentang genotipe melon yang paling cocok untuk dikembangkan di dataran rendah Bengkulu Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2024 di Desa Lubuk Sahung, Kota Arga Makmur, Bengkulu Utara. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktor tunggal dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor perlakuan dalam penelitian adalah 18 genotipe melon. Pengamatan dilakukan pada karakter diameter batang, panjang daun, umur berbunga jantan, umur berbunga hermafrodit, jumlah petal bunga jantan, jumlah petal bunga hermaprodit, panjang tangkai bunga jantan, diameter bunga hermaprodit, umur panen, panjang buah, diameter buah, bobot buah, ketebalan daging buah, ketebalan rongga buah, ketebalan kulit buah, padatan total terlarut, dan vitamin C. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik dengan uji-F pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata dari perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak Costat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan delapan belas genotipe melon memberikan pengaruh nyata pada semua karakter yang diamati kecuali panjang daun, panjang tangkai bunga jantan, panjang tangkai bunga hermaprodit dan diameter bunga jantan. Hasil pengujian 18 genotipe melon di dataran menengah Bengkulu Utara mendapatkan beberapa genotipe melon yang diseleksi berdasarkan total padatan terlarut dan bobot buah. Genotipe melon yang diseleksi berdasarkan padatan total terlarut tertinggi secara berturut-turut adalah G35 (13,330Brix), G40 (13,330Brix), G41 (13,330Brix) dan G42 (130Brix). Sedangkan genotipe yang diseleksi berdasarkan bobot buah terberat secara berurutan adalah G26 (1600 g), G25 (810 g) dan G37 (784,33 g).
Peran Pupuk Hayati Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Hitam (Glycine soja L.) Varietas Detam 4 Prida al zahra, alifia; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kedelai hitam (Glycine soja L.) merupakan bahan baku pembuatan kecap yang mengandung vitamin E, asam amino, antosianin dan antioksidan cukup tinggi. Pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam dapat ditingkatkan melalui ketersediaan unsur hara yang cukup. Pengaplikasian pupuk hayati cair (PHC) mampu mengikat unsur hara sehingga dapat terserap dengan baik oleh akar tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari interaksi antara konsentrasi PHC dengan dosis nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2023 di Kelurahan Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu konsentrasi PHC, terdiri dari 3 taraf yakni P1: 10 ml L-1, P2: 15 ml L-1 dan P3: 20 ml L-1. Faktor kedua, yaitu dosis nitrogen, terdiri dari empat taraf yakni N1: 50 kg ha-1, N2: 100 kg ha-1, N3: 150 kg ha-1, dan N4: 200 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pada parameter jumlah daun pada umur 42 HST. Pengaplikasian konsentrasi PHC 20 ml L-1 mampu meningkatkan jumlah daun dan bobot 100 biji. Pemberian dosis N 100 dan 150 kg ha-1 mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman dan bobot biji per tanaman.
The Pengaruh Perendaman Benih pada Air Kelapa dan Waktu Pemangkasan Pucuk pada Pertumbuhan dan Hasil Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris L.) salsabila, maulidya putri; Deffi Armita; Titiek Islami
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi karena mengandung beberapa nutrisi. Namun, produksi buncis di Indonesia kurang optimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi buncis tegak yaitu perendaman benih pada air kelapa dan pemangkasan pucuk. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pertumbuhan dan hasil pada buncis tegak akibat interaksi perlakuan konsentrasi perendaman benih pada air kelapa dan waktu pemangkasan pucuk. Penelitian dilaksanakan di Desa Jatikerto, pada Juni hingga September 2022. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor konsentrasi perendaman benih pada air kelapa terdiri dari 4 taraf, yaitu tanpa perendaman, konsentrasi air kelapa 250, 500 dan 750 mL L-1. Faktor waktu pemangkasan pucuk terdiri dari 3 taraf, yaitu tanpa pemangkasan pucuk, pemangkasan pucuk 14 hst dan pemangkasan pucuk 21 hst. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%. Jika terdapat pengaruh nyata, dilakukan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi perlakuan perendaman benih pada air kelapa dan pemangkasan pucuk pada jumlah bunga, fruit set, bobot segar polong per tanaman dan bobot segar polong per hektar. Perendaman benih pada air kelapa 500 dan 750 mL L-1 dapat meningkatkan jumlah polong per tanaman dan polong panen. Konsentrasi air kelapa 500 mL L-1 meningkatkan luas daun. Pemangkasan pucuk pada 14 maupun 21 hst meningkatkan jumlah cabang dan jumlah daun.
The Respon Tanaman Akibat Perlakuan Sistem Olah Tanah dan Penutup Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) -, Widiyaningrum; Khumairoh, Uma; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Data Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menunjukkan bahwa volume impor tomat pada tahun 2022 sebanyak14.366 ton yang jauh lebih besar dibandingkan dengan volume ekspor pada tahun yang sama sebanyak 1.355 ton. Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan tomat dalam negeri belum dapat terpenuhi, sehingga perlu adanya peningkatan produksi tomat di Indonesia. Pengolahan lahan intensif menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat kesuburan tanah dalam meningkatkan produksi tanaman tomat di Indonesia.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil panen tanaman tomat terhadap perlakuan sistem olah tanah dan pemberian penutup tanah.Penelitian dilaksanakan di Sukoraharjo, Kepanjen, Jawa Timur dan Laboratorium Sumberdaya Lingkungan Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan Juni - September 2022. Perlakuan penelitian terdiri dari Olah Tanah (OT), Tanpa Olah Tanah (TOT), Tanpa Olah Tanah + Jerami (TOTJ), Tanpa Olah Tanah + Kedelai (TOTK) dan Tanpa Olah Tanah + Jerami + Kedelai (TOTJK). Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa olah tanah dengan kombinasi  jerami  dan  kedelai  (TOTJK) menujukkan respon positif pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Perlakuan tanpa olah tanah dengan kombinasi jerami dan kedelai (TOTJK) memberikan hasil yang lebih baik, dengan jumlah buah tomat sebanyak 43,5 buah per tanaman dengan berat buah per hektar sebesar 79,80 ton ha-1 dibandingkan perlakuan olah tanah dan tanpa penutup tanah.
Pengaruh Pupuk Kandang dan Pupuk KCl pada Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Batu Ijo Rafli, DzakyMuamar; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Permasalahan budidaya bawang merah dalam upaya meningkatkan produksi salah satunya adalah terlalu banyak memberikan pupuk anorganik. Upaya dalam memperbaiki produktivitas lahan yang menurun mampu dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan kombinasi yang tepat pupuk kandang kambing sebagai pupuk dasar dan pupuk KCl pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di lapang pada bulan Mei hingga Juli 2023, yang berlokasi di Kelurahan Doko, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Penelitian merupakan percobaan non faktorial dan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Percobaan terdiri dari 9 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian didapatkan kombinasi pupuk kandang dan pupuk KCl memberikan hasil bobot kering 18,05 ton ha-1 dan lebih tinggi 22,28% dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk kandang. Perlakuan yang mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang lebih tinggi adalah perlakuan 10 ton ha-1 pupuk kandang kambing + 75 kg ha-1 KCl. Kombinasi 10 ton ha-1 pupuk kandang + 75 kg ha-1 KCl memberikan hasil bobot kering 18,05 ton ha-1 dan lebih tinggi 36,74% dibandingkan dengan kombinasi 5 ton ha-1 pupuk kandang + 75 kg ha-1 KCl.
Efisiensi Absorpsi Radiasi Matahari (Ea) pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) Varietas Bisi 816 melalui Aplikasi Pupuk Hayati dan Anorganik Aprilia Wahyu Riskina; Permanasari, Paramyta Nila; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman jagung merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penggunaan pupuk anorganik melebihi dosis rekomendasi dan tanpa disertai penggunaan pupuk organik dapat menyebabkan masalah pada kondisi tanah. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah ialah dengan pupuk hayati dan pupuk anorganik. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara pupuk hayati dan pupuk anorganik dalam meningkatkan efisiensi absorpsi radiasi matahari (Ea) dan hasil panen tanaman jagung (Zea mays L.) varietas BISI 816. Percobaan ini telah dilaksanakan pada Desember 2022 hingga April 2023 di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Percobaan faktorial yang dirancang dengan RAK terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I dosis pupuk hayati yaitu tanpa pupuk hayati (H0); 30 liter.ha-1 (H1); 60 liter.ha-1 (H2); 90 liter.ha-1 (H3). Faktor II dosis pupuk anorganik (NPK dan urea) yaitu tanpa pupuk anorganik (A0); NPK 150 kg.ha-1+ urea 100 kg.ha-1 (A1); NPK 300 kg.ha-1 + urea 200 kg.ha-1 (pupuk standar) (A2). Hasil percobaan menunjukkan terdapat interaksi antara pemberian kombinasi pupuk hayati dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Hasil percobaan menunjukkan kombinasi pupuk hayati 60 liter.ha-1 + NPK 300 kg.ha-1 + urea 200 kg.ha-1 berpengaruh nyata pada seluruh komponen pertumbuhan dan hasil yakni bobot tongkol tanpa kelobot sebesar 14,56 ton.ha-1 serta efisiensi absorpsi radiasi matahari (Ea) sebesar 78,08%.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue