cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
Evaluasi Kesehatan Pohon Tepi Jalan Utama Poros Utara - Selatan Kota Malang Anshori, Muhammad Farhan Noorwidaad; Baskara, Medha
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.02

Abstract

Saat ini beberapa pohon peninggalan masa kolonial ditemukan dengan kondisi rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, sehingga perlu dilakukan penelitian guna mengidentifikasi serta mengevaluasi kesehatan pohon. Penelitian dimulai dari bulan September hingga Desember tahun 2022. Pelaksanaannya dilakukan di 16 jalan utama sepanjang poros utara dan selatan Kota Malang. Penelitian menerapkan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, serta dilaksanakan dengan metode survei lapang. Pelaksanaannya meliputi identifikasi pohon, pengukuran Diameter Breast Height (DBH), tinggi pohon, lebar tajuk, dan evaluasi kesehatan pohon. Proses evaluasi kesehatan pohon dilakukan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Hipotesis pada penelitian ini adalah pohon tepi jalan dengan usia tua memiliki nilai indeks kerusakan berat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2210 pohon di sepanjang lokasi penelitian dan didominasi pohon Tanjung (Mimusops elengi), serta Jalan S. Supriadi sebagai jalan dengan populasi pohon terbanyak. Hasil evaluasi kesehatan pohon menunjukkan lebih dari 90% dari total populasi memiliki kondisi sangat sehat dan sehat, sedangkan sisanya mengalami kerusakan beragam yang didominasi oleh tindakan vandalisme dan epifit. Rekomendasi yang diberikan berupa perawatan dan peninjauan kondisi fisik secara rutin, lalu tindakan preventif berupa pengaplikasian pelindung pohon yang tepat, pembuatan instalasi bioswale, pemerataan ID Pohon, serta pembuatan papan interpretasi pada pohon dengan nilai historis (heritage tree)
Respon Fenologi Tanaman Ercis (Pisum sativum L.) Terhadap Kondisi Cuaca di Dataran Menengah Dianwari, Frieska Mayang; Nurhasanah, Fadila; Zamzami, Ahmad Nabiel; Suniah, Siti; Alfannany, Ichsanuddin Noorsy; Br Ginting, Jesika Ekarina; Putri, Fitri Desmarianita; Hariyono, Didik; Fajriani, Sisca; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.01

Abstract

Tanaman ercis (Pisum sativum L.) atau sering disebut dengan kacang kapri merupakan jenis kacang-kacangan yang sering dikonsumsi sebagai sayur. Produksi ercis di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan pasar. Penanaman ercis di dataran menengah dilakukan untuk meningkatkan produksi ercis. Usaha peningkatan produksi ercis dimulai dengan memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan tempat budidaya. Fase-fase pertumbuhan tanaman tidak terlepas dari faktor lingkungannya. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh variabel cuaca terhadap respon fenologi tanaman ercis di dataran menengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2023 yang bertempat bertempat di Desa Merjosari, Kota Malang. Bahan penelitian yaitu 80 aksesi lokal. Rancangan percobaan penelitian yaitu augmented design II. Pengamatan dianalisis menggunakan kode BBCH (Biologische Bundesansalt Bundessortenanmt und Chemische Industrie). Analisis data yang digunakan yaitu analisis nilai rata-rata, median dan uji korelasi variabel cuaca dengan fase pertumbuhan tanaman ercis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan suhu udara akan menghambat fase muncul daun dan fase muncul batang tanaman ercis. Peningkatan suhu udara akan mempercepat fase muncul bunga pada tanaman ercis. Peningkatan kelembapan udara akan mempercepat fase perkecambahan, fase muncul daun dan fase muncul batang pada tanaman ercis. Peningkatan intensitas cahaya matahari akan mempercepat fase perkecambahan tanaman ercis. Peningkatan intensitas cahaya matahari akan memperlambat fase muncul daun, fase muncul batang dan fase polong matang tanaman ercis.    
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) terhadap Berbagai Metode Pengendalian Gulma pada Musim Kemarau Listya Dian Nurfitasari; Husni Thamrin Sebayang
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 04 (2025): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tomat merupakan salah satu tanaman hortikultura dengan permintaan yang terus meningkat, sehingga diperlukan adanya berbagai upaya untuk meningkatkan produksi tanaman tomat. Permasalahan yang banyak ditemui yaitu keberadaan gulma dalam area penanaman tomat. Keberadaan gulma dapat menurunkan pertumbuhan dan hasil produksi tanaman tomat karena akan menyebabkan terjadinya persaingan dalam memperebutkan air, cahaya matahari serta unsur hara dengan tanaman utama, sehingga diperlukan adanya metode pengendalian gulma yang efisien dalam menekan pertumbuhan gulma. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Oktober 2023 di Desa Bocek, Jawa Timur. Penelitian menggunakan RAK dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi pengamatan gulma, pengamatan pertumbuhan, pengamatan komponen hasil, pengamatan efisiensi pengendalian gulma, indeks gulma dan pengamatan fitotoksisitas. Data dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5% dan apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Hasil menunjukkan terdapat 12 jenis gulma sebelum pengolahan lahan dan terdapat 3 penambahan jenis gulma baru pada pengamatan analisis vegetasi 42, 49, 56, dan 63 HST yang tergolong gulma berdaun lebar dan rumput-rumputan. Gulma yang mendominasi yaitu Cynodon dactylon dan Digitaria longiflora. Perlakuan herbisida oksifluorfen 240 g ha-1 + penyiangan 35 HST serta mulsa jerami + penyiangan 35 HST efektif menekan pertumbuhan gulma dan meningkatkan pertumbuhan tanaman karena adanya penyiangan pada umur 35 HST. Perlakuan penyiangan 21, 28, dan 35 HST, herbisida oksifluorfen 240 g ha-1 + penyiangan 35 HST serta mulsa jerami + penyiangan 35 HST efektif meningkatkan komponen hasil tinggi dibandingkan tanpa pengendalian gulma.
Keragaman Morfologi Enam Galur Kacang Bambara (Vigna subterranea L.) dalam Rangka Penyusunan Deskripsi Hayatunnudus, Sitaningrum; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 04 (2025): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kacang bambara merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dibudidayakan di Indonesia. Produktivitas kacang bambara masih tergolong rendah sehingga diperlukan upaya perbaikan produktivitas kacang bambara melalui program pemuliaan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan untuk mempelajari keragaman morfologi enam galur kacang bambara untuk menyusun deskripsi dari galur-galur tersebut. Deskripsi yang telah disusun dapat memberikan informasi yang diperlukan dalam program pemuliaan tanaman. Evaluasi keragaman morfologi dilakukan menggunakan enam galur kacang bambara (BBL 1.1, TVSU 86, CCC 1.6, PWBG 6, SS 3.4.2, dan SS 2.4.2) dengan 48 ulangan. Pengamatan dilakukan berdasarkan buku Descriptor for Bambara Groundnut (Vigna subterranea) oleh IPGRI yang telah disesuaikan dengan penelitian. Sedangkan penyusunan deskripsi diadaptasi dari deskripsi kacang tanah oleh Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan. Hasil evaluasi keragaman morfologi menunjukkan bahwa terdapat keragaman morfologi antar galur kacang bambara. Enam galur kacang bambara memiliki karakter kuantitatif yang beragam. Semua galur memiliki karakter kualitatif yang sama kecuali karakter bentuk pucuk daun muda terminal pada galur SS 3.4.2 dan bentuk biji pada galur TVSU 86.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Waktu Penyiangan Gulma terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau Varietas Vima 1 (Vigna radiata L.). ramadhanty, dhia; Permanasari, Paramyta Nila; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 04 (2025): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kacang hijau ( Vigna radiata L.) merupakan  tanaman legum penting ketiga di Indonesia setelah kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau merupakan tanaman yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. Permintaan terhadap kacang hijau meningkat seiring dengan banyaknya olahan makanan yang menggunakan kacang hijau. Salah satu penyebab penurunan produksi tanaman kacang hijau adalah kekurangan unsur dalam tanah dan keberadaan gulma. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan mengoptimalkan produksi tanaman kacang hijau adalah dengan pemberian pupuk NPK yang tepat, selain itu penyiangan gulma juga meningkatkan hasil produksi kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dosis pupuk NPK dan waktu penyiangan gulma yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau varietas vima-1. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan percobaan faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama ialah perlakuan dosis pupuk NPK dan kedua ialah perlakuan waktu penyiangan gulma. Metode pengambilan sampel berupa metode non destruktif. Analisis ragam menggunakan ANNOVA dengan taraf 5%. Uji Lanjut menggunakan beda nyata  terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dosis pupuk 250 kg.ha-1 memberikan hasil yang baik dan berpengaruh nyata terhadap bobot biji per tanaman dan bobot biji per hektar.
Pengaruh Komposisi Pupuk N Anorganik dan Organik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) Yusra, Milda Alfarisma; Maghfoer , Moch. Dawam
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 04 (2025): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Okra merupakan tanaman jenis sayuran yang belum banyak dibudidayakan secara luas di Indonesia. Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan pada budidaya tanaman dalam jangka panjang dapat berdampak buruk pada lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu mengurangi dosis penggunaan pupuk anorganik dan dikombinasikan dengan pupuk organik pada lahan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi pupuk N anorganik dan N organik yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Penelitian dilakukan pada April-Juli 2023 di Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 13 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan komposisi pupuk N anorganik dan organik yang berbeda berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah dan luas daun, jumlah buah, bobot segar buah per tanaman dan bobot segar buah per hektar. Perlakuan 75% dosis rekomendasi pupuk N (103,5 kg N ha-1) + 20 ton ha-1 vermikompos dan komposisi 75% dosis rekomendasi pupuk N (103,5 kg N ha-1) + 20 ton ha-1 pupuk kandang memberikan pertumbuhan yang lebih tinggi, hasil panen per hektar yang lebih tinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan dosis pupuk N 25% lainnya. Perlakuan 100 % dosis rekomendasi pupuk N (138 kg N ha-1) layak diusahakan dengan keuntungan yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Namun perlakuan 75% dosis rekomendasi pupuk N (103,5 kg N ha-1) + vermikompos (10 t/ha) merupakan perlakuan komposisi pupuk N anorganik dan organik yang layak diusahakan dengan keuntungan yang lebih tinggi diantara komposisi pupuk N anorganik dan organik lainnya berdasarkan aspek keberlanjutan.
Pengaruh Penggunaan Jenis Media dan Zat Pengatur Tumbuh Alami terhadap Pertumbuhan Stek Kopi Robusta (Coffea canephora L.) Wijanarko, Aditya Pratama; Baskara, Medha
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 04 (2025): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kopi (Coffea canephora L.) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang penting di Indonesia. Diperlukan adanya perbaikan kualitas bibit kopi salah satunya dengan perbanyakan vegetatif melalui metode stek. Penggunaan air sebagai media tanam dapat menjadi solusi karena memiliki beberapa kelebihan antara lain dapat dilakukan pada lahan yang terbatas, pertumbuhan tanaman akan lebih cepat karena nutrisi yang dibutuhkan tanaman dapat terserap dengan baik oleh akar, lebih hemat dan efisien. Zat pengatur tumbuh (ZPT) diperlukan untuk merangsang dan mempercepat proses pembentukan akar dan tunas pada stek. Terdapat dua jenis ZPT yang umumnya digunakan yaitu ZPT sintetis dan ZPT alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tanam dan zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan stek kopi robusta.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Oktober 2023 di Jalan Terusan Lilin Mas, Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi gunting stek, cangkul, sekop, pisau, meteran, penggaris, gelas ukur, ember, sprayer, paranet, alvaboard, polybag, botol plastik, plastik, tali, karet, bambu, timbangan analitik, blender, oven, leaf area meter, kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi entres kopi robusta, ZPT auksin (Rootone-F), air kelapa tua, air kelapa muda, ekstrak bawang merah, lidah buaya, tanah, dan air. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial yang tersusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 30 plot percobaan. Parameter yang diamati terdiri dari pengamatan non destruktif dan pengamatan destruktif.
Pengaruh Aplikasi Penggunaan Mulsa Reflektor Terhadap Albedo, Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum Mill.) Mulya, Annisa Kharisma; Fajriani, Sisca; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 04 (2025): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum Mill.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak digemari dan dikembangkan di Indonesia. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh faktor iklim seperti suhu, kelembapan dan intensitas cahaya Intensitas cahaya yang kurang mempengaruhi proses fotosintesis pada tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2023 di di lahan Pusat Kajian Pertanian Organik Terpadu (PKPOT) berlokasi di Jl. Raya Golek No. 1, Golek, Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) secara faktorial dan uji regresi dengan faktor iklim albedo. Variabel pengamatan dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, bobot buah per petak panen, kadar padatan terlarut dan albedo. Data yang diperoleh dilakukan analisis ragam pada taraf 5% apabila terdapat beda nyata, maka dilakukan uji nyata jujur dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan mulsa reflektor dan macam varietas menunjukkan adanya interaksi terhadap kadar padatan terlaut. Perlakuan mulsa reflektor juga berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, bobot buah per petak panen. Akan tetapi, perbedaan macam varietas hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Terdapat hubungan linear positif pada albedo dengan tinggi tanaman dan albedo dengan bobot buah per petak panen. Tinggi tanaman memiliki tingkat keeratan yang kuat, sedangan pada hasil bobot buah perpetak panen memiliki tingkat keeratan yang cukup kuat.
Pengaruh Komposisi Media dan Frekuensi Pemberian Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Romaine (Lactuca sativa L.) Hadi Utomo, Muhammad Rafi; Sugito , Yogi; Nurlaelih, Euis Elih
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 05 (2025): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kriteria media tanam yang baik yaitu mampu menjaga kelembaban daerah perakaran, udara yang tersedia dengan cukup dan adanya unsur hara. Penggunaan campuran tanah dengan media tanam organik menjadi upaya dalam permasalahan ketersediaan air yang terbatas. Frekuensi air yang kurang atau berlebih akan menyebabkan tanaman mengalami titik kritis, kemudian akan mengganggu proses fisiologis dan fotosintesis suatu tanaman, sehingga akan mempengaruhi produksi dan kualitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara jenis media tanam dan interval frekuensi pemberian air serta mempelajari pengaruh dari kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada romaine. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2023 di Greenhouse Dusun Manggisari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini disusun secara faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial). Faktor 1, yaitu M0 (Tanah), M1 (Tanah + Cocopeat), M2 (Tanah + Arang Sekam), dan M3 (Tanah + Kompos). Faktor 2, yaitu F1 (Penyiraman 1 hari sekali), F2 (Penyiraman 2 hari sekali), dan F3 (Penyiraman 3 hari sekali). Hasil penelitian ini terdapat interaksi antara komposisi media tanam dan frekuensi pemberian air pada parameter luas daun, laju pertumbuhan, berat kering, serta berat segar konsumsi. Jenis media menunjukan perbedaan terhadap pertumbuhan dan hasil selada romaine dengan perlakukan kombinasi media tanam Tanah + Cocopeat (M1) memberikan hasil lebih tinggi pada parameter luas daun, laju pertumbuhan berat kering, berat segar dan kapasitas lapang. Interval pemberian air menunjukan perbedaan terhadap dan hasil selada romaine dengan perlakuan pemberian interval pemberian air 2 hari sekali (F1) memberikan hasil yang berbeda nyata dengan pemberian air 1 hari sekali (F0) pada parameter luas daun, laju pertumbuhan, berat kering, dan berat segar konsumsi.
Pengaruh Pengaturan Jarak Tanam dan Dosis Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Lobak (Raphanus sativus L.) Merdeka, Dhika Adhelya Eka; Aini, Nurul; Yurlisa, Kartika
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 04 (2025): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman lobak merupakan salah satu jenis tanaman berumur pendek sehingga dapat dipanen pada 40-90 hari setelah tanam. Penurunan produksi tanaman lobak dapat disebabkan karena pengaturan jarak tanam dan pemupukan yang kurang tepat sehingga diperlukan adanya upaya perbaikan teknik budidaya. Sementara itu, untuk mendukung pertumbuhan tanaman dapat didukung dengan adanya penambahan pupuk KCl. Percobaan dilaksanakan pada Agustus-Oktober 2023, di Desa Sumberejo, Kota Batu, Jawa Timur. Metode dengan RAK dua faktor yaitu jarak tanam dan dosis pupuk KCl. Analisis data dengan anova dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Berdasarkan hasil percobaan, jarak tanam dan dosis pupuk KCl tidak saling mempengaruhi pada pertumbuhan dan hasil tanaman lobak. Jarak tanam 20 cm × 30 cm dan 15 cm × 30 cm memiliki hasil yang lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 10 cm × 30 cm pada panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, laju pertumbuhan, bobot umbi, panjang umbi, diameter umbi, dan bobot umbi per tanaman. Dosis pupuk KCl 150 kg ha-1, dan 175 kg ha-1 menghasilkan jumlah daun, luas daun, bobot umbi destruktif, diameter umbi, bobot umbi per tanaman bobot umbi per petak dan bobot umbi per hektar pada tanaman lobak lebih tinggi dibandingkan dosis pupuk KCl 100 kg ha-1.  

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue