cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
Pembentukan Koleksi Inti Ercis (Pisum sativum L.) Berdasarkan Identifikasi Pemisahan Aksesi Duplikat Dari Asal Wilayah Berbeda Alfannany, Ichsanuddin Noorsy; Nurhasanah, Fadila; Suniah, Siti; Dianwari, Frieska Mayang; Ginting, Jesika Ekarina Br; Putri, Fitri Desmarianita; Zamzami, Ahmad Nabiel; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Ercis (Pisum sativum L.) merupakan tanaman legum yang penting dengan kandungan nutrisi dan nilai ekonomis yang tinggi. Peningkatan produksi ercis melalui kegiatan pemuliaan tanaman menimbulkan masalah berupa pengelolaan aksesi menjadi kurang efisien, membutuhkan biaya yang besar dikarenakan banyaknya jumlah aksesi yang telah dikumpulkan, serta kemungkinan terdapat aksesi yang mirip, sehingga menimbulkan kerugian dalam program pemuliaan tanaman. Konsep koleksi inti yaitu set aksesi terbatas dari keseluruhan koleksi dengan pengulangan minimum dan keragaman genetik maksimum dari suatu spesies. Koleksi inti dapat berperan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aksesi, mengurangi biaya pemeliharaan aksesi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membentuk koleksi inti ercis (Pisum sativum L.) berdasarkan pemisahan aksesi duplikat dari asal wilayah berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2023 yang berlokasi di Jl. Pringgandani, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan rancangan percobaan berupa augmented design model 2. Bahan genetik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 80 aksesi lokal yang berasal dari Karo, Garut, Semarang, Temanggung, Batu, Probolinggo, dan Boyolali sebagai genotipe uji serta 2 varietas komersial yaitu Taichung 13 dan Berastagi sebagai genotipe cek. analisis data yang digunakan adalah UPGMA untuk membentuk kelompok dan Gower distance untuk mengukur jarak genetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi duplikat ditemukan di Garut, Semarang, dan Temanggung. Jumlah koleksi inti masing-masing daerah adalah Karo 3 aksesi, Garut 13 aksesi, Semarang 17 aksesi, Temanggung 25 aksesi, Boyolali 6 aksesi, Batu 4 aksesi, dan Probolinggo 4 aksesi.
Produksi Umbi Mikro Menggunakan Kombinasi Spektrum Cahaya dan Konsentrasi Gula pada Dua Varietas Kentang (Solanum tuberosum L.) Amanda, Disa Utami; Agisimanto, Dita; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 05 (2025): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Umbi mikro merupakan umbi yang dihasilkan dari metode kultur yang dapat diproduksi secara banyak dengan waktu yang lebih singkat dan tidak memerlukan lahan yang luas. Hal ini menjadikan umbi mikro lebih unggul dibanding benih konvesional, sehingga produksi umbi mikro memberikan potensi yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan akan benih kentang. Spektrum cahaya dan gula menjadi faktor penting yang mendorong terjadinya proses pembentukan umbi pada planlet kentang, sehingga kombinasi kedua faktor yang tepat perlu dipelajari untuk meningkatkan produksi umbi mikro. Penelitian ini dilakukan di Lab Kultur Jaringan PT. Java Indo Arjuna pada bulan Maret sampai Juli 2023. Bahan tanam yang digunakan adalah eksplan dari dua varietas kentang, yaitu Granola Kembang dan Granola Lembang. Variabel yang diamati meliputi luas daun, bobot segar planlet, hari pertama muncul umbi mikro, jumlah umbi mikro, bobot umbi mikro, dan diameter umbi mikro. dari percobaan tersebut, didapatkan kombinasi perlakuan 2M1B dan gula 80 g/l optimal dalam untuk membentuk umbi pada kedua varietas kentang.    
Pengaruh Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Biourin Kelinci Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays L. var. saccharata) Edwind, Edwind Anggi Hariyanto; Koesriharti , Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays L. var. saccharata) merupakan tanaman yang memiliki rasa manis. Produksi jagung manis dapat lebih ditingkatkan lagi, salah satu cara dalam meningkatkan produksi jagung manis adalah dengan cara pemupukan. Pemupukan adalah menambah kebutuhan hara tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah. Biourin kelinci merupakan pupuk organic cair yang dapat meningkatkan kandungan unsur hara. PGPR merupakan pupuk hayati yang terdapat  bakteri hidup didalamnya yang mampu membantu penyerapan hara dan memobilisasi penyerapan unsur hara dalam tanah.Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2023 bertempat di Desa Jatisari, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor I (dosis PGPR) : P0 = 0 ml tan-1, P1 = 150 ml tan-1, P2 = 300 ml tan-1. Faktor II (Biourin Kelinci) : B0 = 0 ml l-1, B1 = 75 ml l-1, B2 = 150 ml l-1, B3 = 225 ml l-1. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara dosis PGPR dan konsentrasi biourin kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Dosis PGPR 300 ml tan-1 + konsentrasi biourin 150 ml l-1 memberikan bobot tongkol tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pada pengamatan kadar gula perlakuan dosis PGPR 300 ml tan-1 + konsentrasi biourin kelinci 150 ml l-1 menunjukkan kadar gula lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Waktu Penyiangan Gulma terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau Varietas Vima 1 (Vigna radiata L.). ramadhanty, dhia; Permanasari, Paramyta Nila; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 05 (2025): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman legum penting ketiga di Indonesia setelah kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau merupakan tanaman yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. Permintaan terhadap kacang hijau meningkat seiring dengan banyaknya olahan makanan yang menggunakan kacang hijau. Salah satu penyebab penurunan produksi tanaman kacang hijau adalah kekurangan unsur dalam tanah dan keberadaan gulma. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan mengoptimalkan produksi tanaman kacang hijau adalah dengan pemberian pupuk NPK yang tepat, selain itu penyiangan gulma juga meningkatkan hasil produksi kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk bertujuan untuk mengetahui interaksi dosis pupuk NPK dan waktu penyiangan gulma yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau varietas vima-1. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan percobaan faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama ialah perlakuan dosis pupuk NPK dan kedua ialah perlakuan waktu penyiangan gulma. Metode pengambilansampel berupa metode non destruktif. Analisis ragam menggunakan ANNOVA dengan taraf 5%. Uji Lanjut menggunakan beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dosis pupuk 250 kg.ha-1 memberikan hasil yang baik dan berpengaruh nyata terhadap bobot biji pertanaman dan bobot biji perhektar
Pengaruh Dosis Dan Sumber Bahan Organik Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Putih (Allium Sativum L.) Di Lahan Kering Rehan Putra, Muhammad; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.)  merupakan salah satu tanaman hortikultura yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bumbu masak dan obat-obatan oleh masyarakat Indonesia. Rendahnya produktivitas bawang putih antara lain disebabkan oleh degradasi lahan, penerapan teknik budidaya tidak sesuai dengan kemampuan lahan maupun iklim, dan pemilihan bibit yang belum sesuai. Karakteristik lahan sangat penting dalam pengelolaan lahan budidaya untuk mencapai produksi bawang putih yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk Menentukan dosis dan sumber bahan organik yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih di lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Mei 2022 di lahan percobaan Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbag   (RPT) dengan petak utama yaitu sumber bahan organic  yang terdiri dari limbah kotoran ayam, limbah kotoran sapi, dan limbah kotoran kambing. Sedangkan dosis ditempatkan pada anak petak yang terdiri dari tanpa limbah, 50%, 100%, dan 150%. Uji F taraf 5% digunakan untuk menguji pengaruh perlakuan, untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan menggunakan nilai BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Limbah kotoran sapi dengan perlakuan dosis 100% menghasilkan panen per hektar bobot kering angin umbi yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya.  Limbah kotoran ayam dengan perlakuan dosis 150% menghasilkan hasil panen per hektar bobot kering angin umbi paling tinggi daripada dosis lainnya. Limbah kotoran kambing dengan perlakuan dosis 100% dan 150% menghasilkan hasil panen per hektar bobot kering angin umbi lebih tinggi daripada dosis lainnya.
Uji Ketahanan Kekeringan pada Galur Mutan Sorgum Generasi M4 Raizal, Syahdan; Indriatama, Wijaya Murti; Rahayu, Aldila Putri; Islami , Titiek
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 05 (2025): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman sorgum merupakan tanaman yang dapat memaksimalkan potensi lahan marginal di Indonesia. Sorgum merupakan tanaman serealia yang berasal dari Afrika dan dapat diolah menjadi pakan ternak hingga nasi. Varietas yang diedarkan di Indonesia merupakan introduksi dan telah dilakukan pemuliaan tanaman oleh kementerian pertanian. Perakitan varietas unggul dapat dilakukan dengan meningkatkan sumber keragaman genetik salah satu caranya adalah dengan pemuliaan tanaman mutasi. Mutasi merupakan teknik yang digunakan untuk perbaikan karakter pada tanaman dengan sumber tetua yang terbatas. Karakter unggul dari sebuah tanaman mutan juga perlu diuji salah satunya dengan uji cekaman kekeringan.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Agustus 2021 pada Pasar Jumat PAIR-BATAN. Penelitian ini menggunakan Augmented Design dengan galur mutan generasi M4 (38 galur) dibandingkan 3 varietas yang telah beredar yaitu benih sorgum varietas Numbu (unggul nasional), samurai 1 (rentan terhadap kekeringan), Super-1 (induk). Variabel pengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah ruas, panjang malai, berat malai, berat biji per malai, umur bunga, umur panen, biomassa tanaman, kerapatan stomata. Data dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5% dan  uji LSI (Least Significant Increase). Berdasarkan hasil penelitian terdapat beda nyata hanya pada variabel pengamatan jumlah daun. Pada beberapa galur mutan generasi M4 yaitu galur mutan M1, M6, M8, M12, M16, M22 dan, M33 memiliki rerata jumlah daun lebih tinggi dan berbeda nyata dengan varietas pembanding yaitu Numbu (C1), Super-1 (C2), dan Samurai-1(C3). Sedangkan pada galur mutan M17 dan M42 hanya lebih tinggi dan berbeda nyata terhadap varietas Super-1(C2).
Keragaan dari Beberapa Galur Jagung Pakan (Zea mays L.) Generasi S4 Sugiyanto, Moh Veri; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.05

Abstract

Sektor yang besar akan penggunaan dan permintaan komoditas jagung pakan adalah sektor industri pakan ternak. Setiap tahunnya akan permintaan terus meningkat. Tren peningkatan tiap tahunnya perlu diselaraskan dengan produksi nasional komoditasnya, yaitu dengan melakukan penggunaan, pengembangan dan pembentukan varietas unggul. Dalam pembentukan varietas yang unggul perlu berupa calon tetua unggul. Cara mendapatkan tetua yang unggul dilakukan dengan menilai dan mengevaluasi keragaan atau performanya. Penilaan dan evalusi keragaan dapat mempermudah proses seleksi dan pemilihan karakter yang diinginkan.  Tujuan dilakukannya penelitian meliputi mengetahui keragaan karakter kualitatif, kuantitatif, pola dan kurva distribusi normal standar, serta galur berpotensi calon tetua. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Agrotechnopark (ATP) Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Januari 2023. Penelitian dilakukan menggunakan metode single plant tanpa ulangan. Perlakuan menggunakan 15 galur jagung pakan generasi S4, dengan populasi 12 tanaman.  Dari 15 galur terdapat 1 yang berpotensi sebagai calon tetua hanya yaitu pada galur JP-14. Hasil dari analisis distribusi normal dari 17 karakter kuantitatif, menunjukan yang berdistribusi atau mengikuti kurva normal terdapat pada 5 karakter dan sisanya tidak berdistribusi atau tidak mengikuti kurva normal.
Pengaruh Dosis Pupuk Hayati dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Batu Ijo Utomo, Aris Budi; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.04

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Menurunnya produktivitas bawang merah menurun karena menurunnya kesuburan tanah yang disebabkan aplikasi pupuk anorganik yang berlebih dan terus menerus. Kombinasi pupuk hayati dan NPK dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan juga dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap tanah dan produktivitas bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Bocek, Jawa Timur, pada Mei-Juli 2023. Bahan yang digunakan dalam adalah bawang merah varietas batu ijo, pupuk hayati Bioto Grow Gold (BGG), dan  NPK mutiara (16-16-16). Metode penelitian adalah RAK, dua faktor perlakuan. Data dianalisis menggunakan Uji F dan dilanjutkan uji beda nyata jujur taraf 5%. Bawang merah menunjukan pertumbuhan yang optimal pada pengaplikasian pupuk hayati dengan dosis 9 ml L-1 dan pupuk NPK 500 kg ha-1 pada umur 30 dan 40 HST. Dosis pupuk hayati 9ml L-1 dan NPK  kg ha-1 menghasilkan panjang tanaman lebih tinggi dibandingkan dosis yang lain. Pengaplikasian pupuk hayati 9 ml L-1  menghasilkan jumlah daun, jumlah anakan, dan jumlah umbi lebih banyak dibandingkan dosis lainnya. Dosis pupuk NPK 500 kg ha-1 menghasilkan jumlah daun, jumlah anakan, dan jumlah umbi lebih banyak dibandingkan dosis lainnya. Hasil bawang merah menunjukkan interaksi antara pengaplikasian Pupuk hayati dan pemupukan NPK. pupuk hayati 9ml L-1 menghasilkan bobot basah tanaman, bobot basah umbi dan bobot kering umbi yang lebih tinggi dibandingkan dosis lain. Dosis pupuk NPK 400 kg ha-1 menghasilkan bobot basah tanaman, bobot basah umbi dan bobot kering umbi yang lebih tinggi dibandingkan dosis lain.
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Karakter Komponen Hasil dan Hasil 82 Genotipe Ercis (Pisum sativum L.) di Dataran Menengah Nurhasanah, Fadila; Alfannany, Ichsanuddin Noorsy; Suniah, Siti; Dianwari, Frieska Mayang; Br Ginting, Jesika Ekarina; Putri, Fitri Desmarianita; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.03

Abstract

Ercis (Pisum sativum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman dari famili fabaceae yang dikenal sebagai tanaman pangan populer di dunia sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi. Produksi ercis di Indonesia masih tergolong rendah karena budidaya ercis masih terfokus pada dataran tinggi. Upaya pengembangan dan peningkatan produktivitas ercis dapat dilakukan dengan mengembangkan varietas unggul berdaya hasil tinggi dan adaptif pada dataran medium. Analisis keragaman dan heritabilitas sangat berguna dalam pemuliaan tanaman melalui kegiatan seleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genetik dan heritabilitas pada karakter komponen hasil dan hasil 82 genotipe ercis di dataran menengah. Penelitian dilaksanakan di Desa Merjosari, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur pada bulan Maret 2023 – Juni 2023. Penelitian ini menggunakan metode augmented design dengan perlakuan berupa 80 genotipe ercis lokal sebagai tanaman uji, dua varietas komersial sebagai tanaman cek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman dan heritabilitas pada ercis yang ditanam di dataran menengah memiliki nilai bervariasi. Karakter yang memiliki keragaman genetik tinggi yaitu panjang polong pertama sampai kedua, jumlah cabang, panjang tangkai daun sampai polong pertama, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman, panjang spur, jumlah polong per tanaman, lebar leaflet, dan jumlah biji per tanaman. Heritabilitas memiliki nilai tinggi pada karakter lebar biji, jumlah maksimum bunga per tangkai, tebal biji, panjang polong, bobot polong per tanaman, jumlah biji per polong, bobot biji per tanaman, jumlah maksimum leaflet, lebar polong, panjang polong pertama sampai kedua, dan panjang stipula. Sehingga dalam seleksi genotipe yang adaptif pada dataran menengah harus berdasarkan karakter tersebut.    
Pengaruh Naungan dan Umur Bahan Tanam terhadap Keberhasilan Pertumbuhan Stek Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) di Dataran Medium Jemi Pujiansyah; Ellis Nihayati
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 04 (2025): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Pengembangan budidaya stevia di dataran rendah dan medium masih jarang dilakukan karena kondisi lingkungan yang kurang sesuai dengan syarat pertumbuhan. Penggunaan naungan dan umur bahan tanam yang tepat dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan produktivitas stevia di dataran rendah dan medium. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh berbagai tingkat naungan dan umur bahan tanam terhadap keberhasilan pertumbuhan stek dan hasil stevia. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berada di Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang, pada bulan Juni hingga Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor yaitu screen dan naungan (N) dan umur bahan tanam (T) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan intensitas naungan dengan umur bahan tanam yang lebih tua dapat meningkatkan pertambahan panjang tanaman stevia pada periode pengamatan 0-28 HST, yaitu pada perlakuan screen dan naungan 75% dengan umur bahan tanam 21 dan 28 hari. Perlakuan screen dan naungan 0% dapat meningkatkan pertambahan panjang tanaman pada fase pertumbuhan II, jumlah daun dan luas daun pada fase pertumbuhan I dan II, indeks klorofil, bobot segar total dan bobot kering total lebih tinggi dibandingkan perlakuan screen dan naungan 50% dan 75%. Perlakuan umur bahan tanam 28 hari dapat meningkatkan pertambahan panjang tanaman, jumlah daun dan luas daun lebih tinggi dibandingakan perlakuan umur bahan tanam 14 hari dan 21 hari pada fase pertumbuhan I dan II.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue