cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
Analisis Stabilitas Lereng Kritis yang Diperkuat Material Geotekstil dengan Menggunakan Metode Kesetimbangan Batas dan Elemen Hingga Ibnu Tsauri Pradana; Eko Andi Suryo; Yulvi Zaika
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lereng merupakan suatu kondisi topografí pada pekerjaan konstruksi sipil. Pembentukan lereng terjadi secara alami maupun dibuat oleh manusia dengan tujuan tertentu. Dengan kondisi dan karakteristik tanah asli yang tidak selalu sesuai dengan perencanaan yang diinginkan diperlukan analisis stabilitas yang lebih akurat untuk memperoleh konstruksi lereng yang sesuai dengan syarat keamanan. Pada analisis ini akan dilakukaan pemodelan kondisi lereng di lokasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) berdasarkan data topografi serta karakteristik fisik dan mekanik tanah melalui pengujian lapangan dan laboratorium yang telah dilakukanan oleh pihak Laboratorium Mekanika Tanah dan Geologi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya beserta data cuaca dan curah hujan berdasarkan data public dari BMKG Kota Batu. Pemodelan akan dilakukan menggunakan program GeoStudio 2023 yang menggunakan metode kesetimbangan batas dan elemen hingga dan kemudian akan dilakukan verifikasi perhitungan manual menggunakan metode Bishop. Berdasarkan analisis lereng kondisi eksisting akan direncanakan iterasi perbaiakan lereng menggunakan material geotekstil hingga didapatkan perbaikan optimal dengan nilai faktor keselamtan (FS) bernilai di atas 1,5.
Pengaruh Eksentrisitas terhadap Daktilitas dan Pola Retak pada Struktur Portal Bracing Eksentris Tipe V akibat Beban Lateral Statis dengan Perbaikan Jarak Sengkang Rahmayana Mawaddah Pinulih; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang terletak di atas Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia, dikenal dengan aktivitas gempa yang tinggi. Para insinyur harus merencanakan struktur yang tahan gempa untuk meminimalisir kerugian, salah satunya dengan menerapkan sistem Eccentrically Braced Frame (EBF). Penelitian ini menerapkan sistem EBF tipe V dengan jarak sengkang yang dibedakan antara struktur utama dengan balok penghubung untuk menguji portal beton mutu K-300 dengan bracing tipe V. Struktur yang diuji terdiri dari balok, kolom, pondasi, dan balok penghubung dengan variasi panjang link beam 15 cm dan 25 cm. Daktilitas benda uji portal EBF tipe V dipengaruhi oleh jarak eksentrisitas. Namun, spesimen mengalami kerusakan sehingga menghasilkan nilai daktilitas yang berbeda. Retak geser dan lentur dominan terjadi pada benda uji tanpa eksentrisitas, sedangkan retak geser dominan terjadi pada benda uji dengan eksentrisitas 15 cm dan retak lentur dominan terjadi pada benda uji dengan eksentrisitas 25 cm. Kata kunci: Eccentrically Braced Frame (EBF), Beban Lateral Statis, Daktilitas, Pola Retak, Link
Pengaruh Variasi Kadar Integral Waterproofing Conplast WP421 terhadap Sifat Mekanik Beton dengan Kondisi Basah Achmad Yudis Rachmansyah; Devi Nuralinah; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton memiliki kelemahan pada absorpsi air sehingga dapat mengurangi umur layanan dan kekuatan beton. Air akan meresap melalui pori-pori beton sehingga kualitasnya akan menurun. Untuk membantu beton melawan kekurangan ini maka dapat digunakan admixture untuk memperbaiki kekurangan beton tersebut salah satunya berjenis Conplast WP421. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Conplast WP421 terhadap sifat mekanik beton terutama kuat tekan, absorpsi, dan modulus elastisitas beton setelah direndam selama 28 hari melalui pengujian di laboratorium. Benda uji yang digunakan yaitu silinder berukuran 15 x 30 cm mutu 25 MPa sejumlah 12 buah silinder dengan variasi presentase integral Conplast WP421 0 L/m3, 1,75 L/m3, dan 3,5 L/m3 serta tiga buah silinder untuk uji absorpsi. Benda uji yang telah dibuat akan direndam air selama 28 hari untuk mensimulasikan kondisi beton pada daerah yang tergenang air seperti banjir dan lainnya. Hasil pengujian kuat tekan saat beton berumur 28 hari menunjukkan rata-rata kuat tekan beton dengan kadar 0 L/m3, 1,75 L/m3, dan 3,5 L/m3 berturut-turut memiliki nilai sebesar 28,99 MPa, 25,33 MPa, dan 18,98 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan kadar 1,75 L/m3 dapat digunakan dan sudah memenuhi mutu 25 MPa. Hasil pengujian menunjukkan presentase penurunan nilai absorpsi pada kadar 1,75 L/m3 dan 3,5 L/m3 berada di angka 33,58% dan 47,70% dari beton normal pada umur yang sama. Pengujian ini menunjukkan penambahan cairan Conplast WP421 cukup efektif untuk menghambat penyerapan beton terhadap air pada saat direndam. Pada pengujian modulus elastisitas setelah dihitung menggunakan cara ASTM C 469-02, beton dengan kadar Conplast WP421 sebanyak 0 L/m3, 1,75 L/m3, dan 3,5 L/m3 memiliki nilai modulus elastisitas berturut-turut yaitu sebesar 33057 MPa, 31259 MPa, dan 29498 MPa. Sedangkan melalui perhitungan SNI 2847:2019 nilai modulus elastisitas berada di angka 25274 MPa, 23630 MPa, dan 20416 MPa. Hasil tersebut menunjukkan semakin bertambah kadar Conplast WP421 maka modulus elastisitasnya menurun.
Analisis Pengendalian Banjir di Muara Kamal Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara DKI Jakarta dengan Sistem Pemompaan Fikri Kurniawan; Indradi Wijatmiko; Agus Suharyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir adalah suatu fenomena alam yang terjadi pada suatu daerah yang dianggap sebuah ancaman karena membawa banyak kerugian. Faktor lain penyebab banjir termasuk penurunan permukaan tanah yang membuatnya lebih rendah dari air laut saat pasang, menyebabkan banjir tahunan di kota yang menghambat akses dan ekonomi. Hal ini mendorong pencarian solusi untuk mengurangi dampak banjir. Penelitian ini mengkaji tiga aspek: pemetaan area banjir di sepanjang sungai, perhitungan kapasitas pompa di Sistem Pompa Polder Kamal, dan aplikasi kapasitas pompa untuk manajemen banjir. Penelitian ini menunjukkan Saluran Sungai Kamal tidak cukup mampu menangani banjir, dengan kapasitas paling rendah di bagian B2. Banjir rutin terjadi dan dipengaruhi oleh kapasitas saluran yang tidak memadai serta sempadan sungai yang rendah. Diperlukan kapasitas pompa yang berbeda untuk setiap periode ulang banjir, dengan jumlah pompa yang diperlukan bervariasi; 21 untuk periode ulang 5 tahun, 19 untuk 10 tahun, 17 untuk 25 tahun, dan 18 untuk 50 dan 100 tahun. Penyesuaian ini penting untuk memindahkan debit luapan dalam waktu kurang dari 15 menit, yang menunjukkan efektivitas kapasitas pompa yang telah ditentukan. Kata kunci: Banjir, Kapasitas Pompa, Pompa Polder Kamal
Pengaruh Variasi Kadar Integral Waterproofing Conplast WP421 terhadap Sifat Mekanik Beton dengan Kondisi Basah (Terendam Air Laut) Sefia Zanufa Khoirima; Devi Nuralinah; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan konstruksi yang tersusun dari: agregat kasar, agregat halus, air, serta semen dengan atau tanpa bahan tambahan. Jenis bahan tambah integral waterproofing banyak digunakan untuk memperbaiki sifat beton pada bangunan yang bersinggungan dengan air khususnya area bawah tanah (basement), dan infrastruktur penampung air. Pada konstruksi pesisir pantai perlu perhatian lebih lanjut karena kandungan natrium klorida (NaCl) dan magnesium sulfat (MgSO4) dapat mempengaruhi kekuatan beton. Integral Waterproofing Conplast WP421 adalah cairan yang berfungsi untuk memodifikasi sifat beton agar kedap air karena cairan bersifat waterproof dan memiliki kandungan antifoam untuk mengurangi gelembung udara saat pembuatan campuran beton. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen untuk mengetahui sifat beton yaitu densitas, absorpsi, kuat tekan, dan modulus elastisitas ketika campuran ditambahkan Conplast WP421 tanpa pengurangan air dari perencanaan mix design. Beton ditambahkan variasi kadar Conplast WP421 yaitu 0 l/m3 sebagai beton normal, serta beton integral dengan penambahan kadar 1,75 l/m3 dan 3,5 l/m3. Pengujian dilakukan pada beton silinder mutu 25 Mpa berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm setelah curing selama 7 hari serta perendaman air laut hingga mencapai umur 28 hari. Pada pengolahan data diperoleh hasil uji densitas dengan berat volume 2443,99 kg/m3, 2389,92 kg/m3, dan 2342,13 kg/m3 pada variasi kadar 0 l/m3 1,75 l/m3 dan 3,5 l/m3. Pada hasil pengujian absorpsi, beton semakin kedap air karena diperoleh rata-rata hasil 2,38%, 2,01%, dan 1,96% jumlah air yang menyerap dalam beton. Uji kuat tekan menunjukan penurunan mutu setiap penambahan kadar yaitu sebesar 30,60 Mpa, 26,88 Mpa, dan 18,26 Mpa. Kekakuan beton juga semakin menurun pada hasil uji modulus elastisitas yaitu sebesar 33024 Mpa, 30402 Mpa, dan 26864 Mpa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar integral, beton semakin kurang padat karena campuran terlalu banyak kandungan air sehingga terjadi penguapan berlebih. Kata Kunci : Beton Integral, Conplast WP421, Kuat Tekan, Absorpsi, Modulus Elastisitas
Perencanaan Ulang Gedung dengan Pelat Konvensional Beton Bertulang Menjadi Prestressed Hollow Core Slab pada Gedung Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya Abram Guardinata Sinamo; Retno Anggraini; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi alternatif perencanaan ulang dengan mengubah struktur pelat beton konvensional menjadi pelat pracetak prestressed hollow core slab pada gedung Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya bertujuan untuk memberikan rekomendasi desain dengan metode pelat pracetak yang pada pelaksanaannya dapat dilakukan lebih cepat dan kontrol kualitas bahan yang lebih baik. Pada penelitian ini, dilakukan perencanaan ulang pelat hollow core slab dengan sistem prategang. Pembebanan yang terjadi juga menyesuaikan dengan perencanaan pada struktur existing tanpa mempertimbangkan beban seismik. Dari pembebanan tersebut, akan dilakukan perhitungan kapasitas momen untuk menentukan apakah pelat hollow core slab mampu untuk menahan pembebanan yang sama terjadi dengan pelat existing berdasarkan PCI Manual for Design of Hollow Core Slabs and Walls. Tegangan yang terjadi pada beton baik saat transfer maupun saat beban layan dikontrol berdasarkan tegangan izin dari SNI 2847:2019.Kata kunci: Hollow Core Slab, Beton Prategang, Pelat Pracetak.
Desain Modifikasi Struktur pada Gedung Ibu dan Anak RSUP Sardjito Yogyakarta Menggunakan Balok Beton Prategang Viqi Velian Suhartawan; Retno Anggraini; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi struktur Gedung Ibu dan Anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menggunakan balok beton prategang. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan ruang luas tanpa kolom tengah, khususnya untuk ruang "One Day Care" di lantai 6, 7, dan atap. Penggunaan balok beton prategang memungkinkan penciptaan ruang yang lebih fungsional dengan mengurangi gangguan kolom tengah, sehingga meningkatkan mobilitas tenaga kesehatan dan efisiensi perawatan pasien. Penelitian ini menggunakan standar dan peraturan terbaru seperti SNI 2847:2019 dan SNI 1727:2019.
Analisis Lebar Retak dan Pola Retak Pelat Beton Bertulang dengan Variasi Tebal Pelat Dhea Shofai Aurenza; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat; Agoes Soehardjono M. DJ.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beton pracetak pada struktur jembatan sering digunakan sebagai pelat lantai jembatan. Untuk dapat menahan beban yang ada di atasnya, maka pelat yang termasuk beton bertulang ini perlu direncanakan dengan baik. Apabila pelat beton bertulang tidak direncanakan dengan baik, maka dapat muncul permasalahan seperti lendutan yang besar dan menyebabkan retak. Retak yang terjadi pada pelat apabila dibiarkan dapat semakin melebar dan mengganggu kenyamanan saat berkendara. Selain itu, retak yang lebar pada pelat juga dapat mempercepat terjadinya korosi pada baja tulangan dan mengurangi estetika pelat. Untuk mencegah hal tersebut maka dibutuhkan penelitian mengenai lebar retak dan pola retak pelat beton bertulangan dengan variasi tebal pelat. Pada penelitian ini digunakan variasi tebal pelat beton bertulang 12,5 cm, 15 cm, 17,5 cm, dan 20 cm. Hasil eksperimen menunjukkan lebar retak pada pelat dengan tebal 12,5 cm, 15 cm, 17,5 cm, dan 20 cm masing-masing adalah 0,38 mm, 0,30 mm, 0,26 mm, dan 0,22 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tebal pelat maka lebar retak yang terjadi semakin kecil. Pola retak yang terjadi dari hasil eksperimen adalah saat pelat semakin tebal maka jumlah retak semakin sedikit dan jarak antar retaknya semakin panjang. Kata kunci: lebar retak, pola retak, tebal pelat beton, pelat beton bertulang
PENGARUH PENGGUNAAN RCA YANG TELAH DIPERBAIKI OLEH BAKTERI MICROCOCCUS LUTEUS DENGAN PENAMBAHAN KADAR GLUKOSA TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON Bimo Putra Tri Prasetyo; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan infrastruktur meningkatkan permintaan beton, namun juga limbah beton. Limbah ini dapat digunakan kembali sebagai Recycled Coarse Aggregate (RCA), yang kualitasnya dapat ditingkatkan melalui metode biodeposisi. Penelitian ini menggunakan RCA yang telah diperbaiki oleh bakteri micrococcus luteus yang menghasilkan CaCO3 dengan kadar glukosa berbeda, yaitu 0,1%; 0,2%; dan 0,3%. Kemudian, pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas dilakukan ketika umur beton mencapai 28 hari dengan menggunakan compression testing machine (CTM) dan extensometer. Hasil menunjukkan bahwa RCA 0,1% yang merupakan campuran beton yang telah diperbaiki oleh bakteri micrococcus luteus dengan penambahan kadar glukosa 0,1% menghasilkan nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang paling tinggi dibandingkan variasi lainnya. Semakin tinggi kadar glukosa maka kuat tekan dan modulus elastisitas akan semakin menurun. Kata Kunci: recycled coarse aggregate, bakteri micrococcus luteus, glukosa, presipitasi kalsium karbonat, kuat tekan, modulus elastisitas.
ANALISIS LEBAR RETAK DAN POLA RETAK PELAT BETON BERTULANG DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN Angelita Dominique Wirambodo Putri; Agoes Soehardjono M. DJ.; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan cepat dengan kualitas yang bagus perlu dilakukan agar dapat mempersingkat waktu untuk mencapai tujuan pembangunan Indonesia. Beton pracetak hadir menjadi solusi sebagai pelat lantai dalam kebutuhan pembangunan infrastruktur. Pelat lantai yang digunakan akan berfungsi untuk menahan beban yang melintas pada jembatan tersebut. Hal ini akan memberikan pengaruh pada struktur pelat lantai. Munculnya keretakan dan tulangan yang terkena korosi merupakan kerusakan yang mungkin terjadi pada pelat lantai tersebut. Maka dari itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh luas tulangan dalam menghasilkan lebar retak dan pola retak. Pada penelitian, luas tulangan yang digunakan yaitu 1406 mm2, 1205 mm2, dan 1000 mm2 dengan tebal pelat 17,5 cm. Hasil lebar retak eksperimental pada luas tulangan 1406 mm2 sebesar 0,2571 mm saat tegangan baja 249,8 MPa dengan pola retak berupa 5 buah retak, pada luas tulangan 1205 mm2 lebar retak sebesar 0,2888 mm saat tegangan baja 247,1 MPa dengan pola retak berupa 7 buah retak, pada luas tulangan 1000 mm2 lebar retak 0,3633 mm saat tegangan baja sebesar 250,4 MPa dengan pola retak berupa 10 buah reta. Sedangkan hasil lebar retak teoritis pada luas tulangan 1406 mm2 sebesar 0,16 mm, luas tulangan 1205 mm2 sebesar 0,17 mm, dan luas tulangan 1000 mm2 sebesar 0,18 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar luas tulangan, maka nilai lebar retak dan jumlah retak akan semakin kecil. Kata kunci: Lebar Retak, Luas Tulangan, Pelat Beton, Pembangunan Infrastruktur, Pola Retak.