cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
ANALISIS PENGARUH BEBAN KENDARAAN TERHADAP FAKTOR BEBAN DINAMIS (FBD) PADA STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA Badruz Zamanul Mughni; Wisnumurti; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan menerima beban dinamis akibat beban lalu lintas di atasnya. Beban dinamis akan memberikan efek amplifikasi pada beban lalu lintas jembatan. Pada SNI 1725:2016, terdapat Faktor Beban Dinamis (FBD) yang bernilai antara 30% sampai 40% untuk memperhitungkan efek tersebut. Namun FBD pada SNI hanya diperhitungkan berdasarkan bentang jembatan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruh aspek lain yang mempengaruhi nilai FBD, salah satunya adalah beban kendaraan. Analisis dilakukan pada struktur jembatan rangka baja dengan bentang 40 meter. Kendaraan yang digunakan sesuai dengan model truk pada SNI 1725:2016 dengan berat antara 100 sampai 500 kN. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan respon statis dan respon dinamis pada rangka induk jembatan. Dari analisis didapatkan bahwa pengaruh beban kendaraan terhadap FBD sangat kecil. Namun bisa didapatkan bahwa semakin besar beban kendaraan, nilai FBD akan semakin kecil. Dari hasil analisis didapatkan persamaan regresi hubungan beban kendaraan dengan FBD yaitu FBD = 0,0039 W-0,033, dengan syarat bentang jembatan yang digunakan adalah jembatan rangka baja dengan bentang 40 meter. Dari persamaan tersebut bisa dijabarkan kembali persamaan regresi hubungan antara FBD dengan bentang jembatan dan beban kendaraan, yaitu FBD = 1,32 L-0.277 W-0,033. Kata Kunci: beban dinamis, beban lalu lintas, Faktor Beban Dinamis (FBD), jembatan rangka baja.
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN SOIL NAILING STUDI KASUS LERENG DESA DADAPREJO Putra, Arba Ardana; Yulvi Zaika; As'ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada Agustus 2020 lereng Desa Dadaprejo mengalami kelongsoran sehingga membahayakan bangunan yang berada di bagian atas lereng. Kondisi lereng di Desa Dadaprejo yang curam menyebabkan lereng tersebut berpotensi mengalami kelongsoran kembal sehingga dibutuhkan perkuatan lereng. Perkuatan yang digunakan dalam analisis ini adalah perkuatan soil nailing. Data-data yang digunakan merupakan data primer seperti parameter tanah yang diperoleh dari pengujian yang dilakukan di Laboratorium Universitas Brawijaya. Hasil analisis stabilitas lereng eksisting menunjukkan nilai FS sebesar 1,102. Karena nilai FS < 1,2 maka lereng tersebut dikatagorikan tidak aman. Dari hasil analisis stabilitas lereng eksisting menggunakan aplikasi Slope/W, didapatkan nilai FS sebesar 1,298. Karena nilai FS > 1,2 maka lereng tersebut dikatagorikan dalam kondisi aman. Dari hasil analisis stabilitas lereng eksisting menggunakan aplikasi Plaxis 8.6, di dapatkan nilai FS sebesar 1,220. Karena FS < 1,2 maka lereng tersebut dikatagorikan aman. Analisis yang menggunakan variasi besar dan jarak pembebanan menunjukkan bahwa semakin besar pembebanan maka semakin kecil nilai FS. Analisis yang menggunakan variasi jarak menunjukkan bahwa semakin jauh jarak posisi pembebanan dari tepi lereng, semakin kecil nilai FS. Lereng eksisting tidak mampu menahan beban yang diberikan dengan software plaxis di berbagai variasi jarak pembebanan (FS<1,2). Pada Slope/W lereng mampu menahan beban hingga 20kN/m2 di berbagai jarak pembebanan. Lereng dengan perkuatan soil nailing mampu menahan beban hingga 100kN/m2 dengan software plaxis di berbagai variasi jarak pembebanan. Pada Slope/W lereng mampu menahan beban hingga 60kN/m2 di berbagai jarak pembebanan. Kata Kunci: Stabilitas, Lereng, Angka Keamanan, Soil Nailing, Longsor
Pengaruh Pembebanan Lateral terhadap Deformasi Lateral Susunan Panel Beton Agregat Kasar Limbah Batu Onyx dengan Sambungan Baut -, M. Ahmes Avisiena Helvin; Agoes Soehardjono M. DJ.; Edhi Wahjuni S.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Panel beton merupakan produk dari pengembangan beton pracetak yang dapat digunakan untuk pembuatan dinding. Perkembangan ini dimulai dari inovasi para desainer bangunan yang mencari solusi untuk permasalahan bangunan sebelumnya. Untuk memastikan bahwa komponen struktur menunjukkan perilaku struktural yang baik, perlu diperhatikan retakan yang timbul saat struktur dikenai beban kerja. Penyusutan dan kekuatan tarik yang rendah dapat menjadi penyebab terjadinya retakan, sehingga di rancanglah susunan dinding panel beton dengan agregat kasar batu onyx yang dihubungkan menggunakan sambungan baut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi baut dan dampak deformasi lateral yang ditimbulkan oleh variasi sambungan baut A307 pada panel beton onyx. Penelitian dilaksanakan dengan perancangan panel beton berukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm. Diameter variasi sambungan baut yang digunakan adalah 6 mm, 8 mm, dan 10 mm dengan plat baja BJ-37 berketebalan 3 mm.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan diameter sambungan baut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap deformasi lateral pada panel beton dengan agregat limbah batu onyx. Pada panel beton dengan sambungan baut berdiameter 6 mm, tercapai beban maksimum rata-rata 1233.33333 kg dengan deformasi lateral rata-rata 8.15667 mm. Pada sambungan baut berdiameter 8 mm, terdapat beban maksimum rata-rata 1233.3333 kg dengan deformasi lateral rata-rata 9.17 mm. Sedangkan pada sambungan baut berdiameter 10 mm, beban maksimum rata-rata yang tercapai adalah 1100 kg dengan deformasi lateral rata-rata 8.863333 mm. Kata kunci : panel dinding beton onyx, pola retak dan lebar retak, sambungan baut
Analisis Perilaku Lentur Pelat Beton Bertulang Satu Arah dengan Variasi Rasio Tulangan Menggunakan Metode Elemen Hingga Anafebri Prameswari; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan salah satu infrastruktur penghubung antar wilayah yang perlu ditingkatkan pembangunannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam percepatan pembangunan adalah penerapan teknologi material precast dan pemanfaatan software analisis. Dalam sistem precast pada konstruksi jembatan, yang dapat direncakan adalah bagian pelat beton bertulang satu arah. Pelat merupakan komponen struktur yang pertama kali menerima beban mati maupun beban hidup. Penambahan tulangan baja di dalam pelat dapat meningkatkan kemampuan pelat untuk menahan momen lentur dan beban-beban yang diterapkan, dimana hal ini akan berpengaruh juga pada besarnya rasio tulangan yang harus direncanakan dengan tepat agar mampu mendukung kekuatan struktur. Pada penelitian ini, analisis perilaku lentur dilakukan menggunakan bantuan software ABAQUS untuk mengetahui kapasitas beban, lendutan, tegangan, dan regangan maksimum. Spesimen uji dimodelkan seperti kondisi pada laboratorium karena perlu dilakukan validasi hasil antara hasil analisis dengan hasil pengujian. Model spesimen uji terdiri dari tiga variasi berdasarkan rasio tulangannya, yaitu spesimen uji ρ-2,3%, ρ-2,0%, dan ρ-1,7%. Data input material disesuaikan dengan data hasil laboratorium. Data hasil uji tekan diolah menjadi data Concrete Damage Plasticity (CDP) dan data hasil uji tarik baja diolah menjadi True Stress-Plastic Strain. Hasil analisis melalui software ABAQUS menunjukkan bahwa rasio tulangan berpengaruh terhadap besarnya kapasitas beban lentur. Semakin besar rasio tulangan, maka semakin besar beban maksimum pelat. Pada analisis lendutan, dengan beban yang sama besarnya rasio tulangan berbanding terbalik dengan nilai lendutan. Sedangkan pada analisis tegangan dan regangan dengan besar beban yang sama, menunjukkan bahwa semakin besar rasio tulangan, semakin kecil kapasitas tegangan dan regangannya. Hasil analisis ABAQUS yang dibandingkan dengan pengujian laboratorium tidak mampu menghasilkan nilai kapasitas yang sama, namun perilaku yang dihasilkan baik hubungan beban-lendutan maupun tegangan-regangan mengindikasikan pola perilaku yang serupa. Kata kunci : Rasio Tulangan, Beban Lentur, Lendutan, Tegangan-Regangan Aksial, ABAQUS.
Evaluasi Perpanjangan Runway pada Bandar Udara Kalimarau Berau Kalimantan Timur Eko Nur Prastyo; Lasmini Ambarwati; Hendi Bowoputro
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Kalimarau berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Saat ini melayani maskapai penerbangan Susi Air, Citilink, Wings Air, dan Batik Air yang dimana jenis pesawat yang digunakan adalah Grand Caravan, ATR 72-600, dan Airbus A320-200 dengan fasilitas udara runway panjang 2.250 meter, lebar 45 meter, dan lebar 52 cm. Tujuan dari penelitian mengetahui berapa panjang dan tebal runway yang dibutuhkan agar dapat digunakan oleh pesawat Airbus A320-200 dan Boeing 737-800NG secara 100% dengan aman pada Bandar Udara Kalimarau. Pada evaluasi perencanaan runway menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) dan International Civil Aviation Organization (ICAO) yang dilaksanakan dengan perhitungan manual dan aplikasi FAARFIELD dan sehubungan dengan perhitungan PCN dan ACN mempergunakan aplikasi COMFAA. Dari hasil perhitungan untuk kebutuhan panjang diperlukan sebesar 2650 meter. Sedangkan ketebalan yang dibutuhkan sebesar 81,28 cm. Lapisan permukaan (surface) 10,16 cm, lapisan pondasi atas (base) 43,18 cm, lapisan pondasi bawah (subbase) 27,94 cm. Untuk nilai PCN yang didapatkan lebih besar besar dibanding nilai ACN yang dimana nilia PCN sebesar 54,3 dan nilai ACN sebesar 47. Kata kunci: Runway, Bandar Udara Kalimarau, Pesawat
Perilaku Pola Retak dan Lebar Retak Maksimum pada Pelat Perkerasan Kaku dengan Variasi Nilai CBR Duta Ariza Pratama Putra; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo; Roland Martin Simatupang
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini banyak penggunaan jalan tipe perkerasan kaku sebagai pilihan di Indonesia. Pelaksanaan perkerasan kaku kerap dilakukan secara padat karya terutama pada daerah pedesaan. Alhasil aspek pelaksanaanya tidak memenuhi standar sehingga pemadatan tanah subgrade tidak maksimal yang mengakibatkan variasi nilai CBR subgrade. Selain itu, sering kali terjadi overloading pada musim panen akibat jalan yang ramai dilalui kendaraan pengangkut hasil panen. Akibat pengaruh-pengaruh tersebut, perkerasan kaku dapat mengalami kerusakan seperti keretakan. Penelitian ini menggunakan spesimen pelat dengan mutu beton 35 MPa dan variasi nilai CBR subgrade sebesar 5,77% ; 8,12% ; 12,83%. Pada penelitian ini, nilai CBR subgrade mempengaruhi terhadap lebar retak pelat perkerasan kaku. Pada pembebanan 200 kN, lebar retak maksimum terjadi pada spesimen CBR 5,77% sebesar 0,4617 mm yang berada di daerah as, disusul spesimen CBR 8,12% sebesar 0,3478 mm, dan spesimen CBR 12,83% sebesar 0,1329 mm. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin besar nilai CBR maka lebar retak yang terjadi akan semakin kecil. Pada setiap spesimen dengan variasi CBR subgrade, muncul tiga garis retakan. Rata-rata jarak antar retak untuk setiap variasi spesimen sebesar 180 mm. Garis retak yang paling panjang pada setiap variasi spesimen berada di daerah as. Kata kunci : Beam on Elastic Fondation, CBR subgrade, Lebar Retak Pelat, Perkerasan Kaku, Pola Retak Pelat.
Perilaku Pola Retak dan Lebar Retak Maksimum pada Pelat Perkerasan Kaku dengan Variasi Mutu Beton Indra Wahyu Prasetyo; Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo; Roland Martin Simatupang
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sudah banyak infrastruktur jalan pada wilayah perkotaan maupun pedesaan di seluruh Indonesia yang menggunakan jenis perkerasan kaku (rigid pavement). Namun, seringkali proses pelaksanaan konstruksi perkerasan kaku tidak sesuai dengan standar yang berlaku, terutama di wilayah pedesaan dimana pelaksanaanya masih menggunakan metode padat karya. Sehingga untuk mencapai kekuatan struktur yang direncanakan akan sulit tercapai. Ditambah dengan adanya overloading yang terjadi saat musim menyebabkan kerusakan pada struktur perkerasan seperti retak. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian mengenai pola retak dan lebar retak maksimum pada pelat perkerasan kaku dengan variasi mutu beton. Penelitian ini menggunakan variasi mutu beton 9.13 MPa, 20.23 MPa, dan 35.06 MPa pada CBR 12.83%. Berdasarkan hasil eksperimen, mutu beton berpengaruh terhadap pola retak dan lebar retak maksimum pelat perkerasan kaku. Ditinjau pada beban 200 kN, variasi mutu beton 9.13 MPa, 20.23 MPa, dan 35.06 MPa menghasilkan lebar retak maksimum eksperimen berturut-turut sebesar 0.3883 mm, 0.3069 mm, dan 0.1329 mm. Selain itu, jumlah retakan yang terjadi berturut-turut sebanyak 6 retakan, 5 retakan dan 3 retakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi mutu beton maka lebar retak maksimum akan semakin kecil dan jumlah retakan yang terjadi juga akan semakin sedikit. Kata kunci: BoEF (Beam on Elastic Foundation), lebar retak maksimum pelat, mutu beton, perkerasan kaku, pola retak pelat
Studi Analisis Hubungan Momen-Kurvatur Kolom akibat Pengaruh Perbedaan Beban Gempa Rencana Menurut SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019 Studi Kasus Gedung Ibu dan Anak RSUP Sardjito Yoyakarta Muhammad Hasby; Retno Anggraini; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik bumi yang utama dan aktif bergerak, menjadikan Indonesia sebagai daerah rawan mengalami gempa serta bencana lainnya, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam kontruksi gedung bertingkat. Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai peraturan mendasar mengalami perubahan untuk mengadaptasi ilmu baru yang dibutuhkan untuk meningkatkan faktor keamanan bangunan akan resiko terhadap gempa bumi yang tertuang pada SNI lama yaitu SNI 1726:2002 yang telah tergantikan dengan SNI 1726:2019. Struktur kolom ialah elemen utama karena bertindak sebagai penopang beban aksial tekan vertikal sehingga apabila terjadi kegagalan maka bangunan akan runtuh. Penelitian ini meninjau gedung eksisting yang diberikan gempa berdasarkan kedua SNI. Kondisi yang ditinjau merupakan kondisi sebelum retak, leleh, dan kondisi ultimate. Penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan pada respon spetrum yang dihasilkan oleh SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019 sehingga menghasilkan perubahan pada gaya-gaya dalam yang dihasilkan sehingga membuat kebutuhan rasio tulangan yang berbeda dan hubungan momen-kurvatur yang dihasilkan juga berbeda Kata Kunci : Respon Spektrum gempa, SNI 1726, Momen-Kurvatur, Kolom
Perubahan Sifat Mekanis Tanah Lunak akibat Inklusi Pasir yang Terbungkus Geosintetik Dhania Pramesti; Yulvi Zaika; As'ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanah lunak berasal dari sedimentasi Pliocene-Holocene yang memiliki karakteristik kadar air tinggi dan kandungan mineral lempung. Karakteristik ini menimbulkan tantangan dalam konstruksi akibat kekuatan geser yang rendah dan periode konsolidasi yang lama. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menerapkan metode drainase vertikal dengan pasir sebagai bahan inti yang dibalut geosintetik. Studi penggunaan kolom pasir ini bertujuan untuk menyelidiki kinerja kolom pasir sebagai drainase vertikal. Kolom pasir yang digunakan tersusun atas pasir sebagai material pengisi dan geotekstil sebagai pembungkus dan filter. Variasi diameter dan jarak kolom pasir diuji dalam peralatan konsolidasi model skala besar di laboratorium. Konfigurasi kolom pasir dengan kinerja paling optimal adalah diameter 4,85 cm dan jarak 3D (9 cm). Metode perbaikan tanah lunak menggunakan kolom pasir meningkatkan sifat mekanis tanah lunak, mempercepat konsolidasi, dan meningkatkan stabilitas struktur dengan meningkatkan daya dukung, kekuatan geser, serta mengurangi deformasi. Kata kunci : tanah lunak, drainase vertikal, kolom pasir, daya dukung, konsolidasi.
PERBANDINGAN RASIO KAPASITAS BAJA PROFIL WF (Wide-Flange), H, DAN PSR (PENAMPANG STRUKTUR BERONGGA) SEBAGAI BATANG TARIK DAN BATANG TEKAN PADA STRUKTUR RANGKA BATANG Amanda Natalia Veronicha; Agoes Soehardjono; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil baja tersedia dalam berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan struktural dan nonstruktural dengan fungsi dan kegunaannya sendiri. Dalam konstruksi, profil baja yang sering digunakan adalah profil WF dan H, yang biasa digunakan dalam pembangunan jembatan dan gedung. Profil WF dianggap efektif menahan beban lentur, sedangkan profil H efektif menahan gaya aksial. Pada analisis ini dilakukan perbandingan antara profil WF dan H dengan profil baja lain berupa PSR Bujur Sangkar, PSR Persegi Panjang, dan PSR Bundar. Pemodelan struktur yang digunakan untuk mendapatkan gaya adalah struktur rangka batang berupa jembatan rangka baja 2 dimensi yang memiliki panjang bentang 40 m, tinggi 6,37 m, lebar 7 m, dan panjang per pias jembatan 5 m. Analisis dilakukan untuk menentukan profil baja yang paling efektif sebagai batang tarik dan batang tekan. Masing-masing profil baja memiliki 3 variasi berat per satuan panjang yaitu 180 kg/m, 195 kg/m, dan 215 kg/m supaya dapat menghasilkan grafik dan persamaan garis linier yang memudahkan pengolahan data. Parameter yang digunakan untuk membandingkan keefektifan profil adalah nilai rasio kapasitas profil batang tarik dan batang tekan. Hasil dari perhitungan analisis, keefektifan profil pada batang tarik tidak dapat ditentukan secara pasti karena hasil nilai rasio kapasitas setiap profil memiliki nilai yang hampir sama. Maka dari itu, penentuan keefektifan profil yang menahan gaya aksial didasarkan dari kuat tekannya atau kapasitas batang tekan. Urutan profil yang paling efektif untuk menahan gaya aksial adalah PSR Bundar, PSR Bujur Sangkar 4-6% lebih boros, PSR Persegi Panjang 8-9% lebih boros, Profil H 11-15% lebih boros, dan Profil WF 22-28% lebih boros. Hasil perbandingan berupa urutan dan persentase di atas diperoleh dari nilai rasio kapasitas 0,6 dan 0,65. Urutan keefektifan berdasarkan nilai rasio kapasitas lain secara umum memiliki urutan yang sama namun terdapat sedikit selisih pada nilai persentasenya. Kata kunci : Profil Baja, Rasio Kapasitas, Batang Tarik, Batang Tekan, Keefektifan.