cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN RCA YANG TELAH DIPERBAIKI OLEH BAKTERI MICROCOCCUS LUTEUS DENGAN PENAMBAHAN VARIASI KONSENTRASI GLUKOSA TERHADAP PENYUSUTAN KERING BETON Andi Muhammad Ridho; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, S.T., M.T., IPM.; Ir. Siti Nurlina., M.T., IPU
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah bahan konstruksi yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Aktivitas konstruksi berkontribusi dalam menghasilkan 45% emisi CO2 global dan 40% konsumsi energi dunia. Jika tidak dilakukan pemanfaatan maka pada akhirnya akan mencemari lingkungan. Dalam dunia konstruksi saat ini berbagai cara kerap dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan cara mendaur ulang agregat atau biasa disebut Recycled Coarsed Aggregate (RCA). RCA memiliki kekuatan yang lebih rendah daripada NCA dikarenakan terdapat keretakan pada permukaan RCA. Beberapa penelitian terdahulu menemukan tingkat penyerapan air pada RCA sebesar 3 – 12% diakibatkan mortar lama yang masih menempel pada RCA, sedangkan NCA tingkat penyerapan air hanya ditemukan 1 – 5%. Salah satu bentuk perbaikan RCA adalah dengan metode biomineralisasi yang merupakan sebuah proses presipitasi kalsium kabonat yang dapat dimodulasi oleh mikroorganisme atau yang dikenal dengan MICP. Penelitian ini juga memanfaatkan kemampuan bakteri untuk mensekresi bahan organik seperti ekspolisakarida dengan menggunakan glukosa dengan kadar konsentrasi sebesar 0,1%; 0,2%; dan 0,3% sebagai sumber karbonnya. Eksopolisakarida yang terbentuk diharapkan mampu berfungsi sebagai perekat presipitat kasium karbonat pada permukaan RCA sehingga terjadi peningkatan pada mutu RCA. Beton dengan variasi RCA 0,1% merupakan beton yang menggunakan RCA yang telah diperbaiki dengan penambahan kadar glukosa sebesar 0,1%. Variasi RCA 0,1% memiliki nilai penyusutan beton yang lebih rendah dibandingkan dengan beton variasi lain. Hal ini menunjukan jika semakin tinggi kadar glukosa yang ditambahkan pada larutan bakteri makan akan semakin memperbesar nilai penyusutan beton. Penambahan kadar glukosa yang tinggi juga akan mengganggu proses dari pengendapan kalsium karbonat karena akan ekospolisakarida yang terbentuk akan mengikat ion kalsium. Penullis menyarankan agar data yang dihasilkan menjadi akurat adalah dengan menggunakan sumber RCA yang berasal dari sumber NCA yang sama agar dapat dilakukan perbandingan dan juga membahas analisis biaya. Kata kunci: Agregat kasar daur ulang, Bakteri ureolitik Micrococcus Luteus, Beton, Penyusutan kering beton.
Integrasi Pemodelan 3D dan Sistem Pemeliharaan Aset dalam Analisis Efisiensi Energi pada Implementasi BIM Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Reza Muhammad Alfarizi; Indradi Wijatmiko; Frury Firdana Rizki
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan menyumbang sekitar 50% dari konsumsi energi global di Indonesia, menyoroti pentingnya teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) untuk efisiensi energi dan keberlanjutan. Penelitian ini mengintegrasikan model 3D dan sistem pemeliharaan aset dengan BIM untuk menganalisis efisiensi energi di Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya. Proses melibatkan simulasi konsumsi energi menggunakan Revit dan Autodesk Insight 360, menentukan desain alternatif untuk mengurangi Energy Usage Intensity (EUI), dan perhitungan biaya pemeliharaan. Desain existing menunjukkan EUI rata-rata 371,11 kWh/m2/tahun. Dengan perbaikan seperti pemasangan sensor gerak dan penggantian tipe AC, EUI dapat dikurangi menjadi 361,27 kWh/m2/tahun, menghemat biaya energi tahunan sebesar Rp33.078.045,60. Biaya tambahan untuk desain alternatif adalah Rp134.524.864,11 dengan Payback Period 3 tahun 9 bulan. Estimasi biaya pemeliharaan preventif sistem HVAC adalah Rp158.491.350,00 per tahun. Kata Kunci: Building Information Modeling (BIM), Sistem Pemeliharaan Aset, Energy Usage Intensity (EUI), Autodesk Revit, Autodesk Insight 360.
ANALISIS STABILITAS DENGAN CORRUGATED CONCRETE SHEET PILE PADA SUNGAI LOJI MENGGUNAKAN APLIKASI FINITE ELEMENT METHOD DUA DIMENSI Ahmad Hafizh Septianto; Yulvi Zaika; As'ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Pekalongan, yang terletak di dataran rendah Pantai Utara Laut Jawa, sering dihadapkan oleh banjir rob yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut. Hal ini diperburuk oleh sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sungai, sehingga kapasitas sungai untuk mengalirkan air menurun khusunya pada Sungai Loji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinding penahan tanah Corrugated Concrete Sheet Pile agar menahan keruntuhan pada kondisi muka air banjir dengan menggunakan pendekatan numerik berupa metode elemen hingga/finite element method (FEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi nilai penurunan tanah, tegangan geser tanah maksimum, serta bending momen maksimum yang kritis pada kondisi adanya pembebanan dan menggunakan perkuatan CCSP W - 600A panjang 18 meter dengan angka keamanan 2,618 (>1,5) yang tergolong aman, penurunan tanah sebesar 0,004716 meter, tegangan geser maksimum sebesar 45,79 kN/m, serta bending momen maksimum sebesar 187,8 kNm/m. Kata Kunci: analisis stabilitas, angka keamanan, Corrugated Concrete Sheet Pile, FEM, muka air banjir, Sungai Loji.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene Berukuran Dua Sentimeter dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Destructive Test Tirta Admaja Kuncoro; Indra Waluyohadi; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase expanded polystyrene terhadap kuat tekan beton dan modulus elastisitas beton. Terdapat 5 variasi beton yaitu EPS25, EPS-50, EPS-75, EPS-100, dan NCA yang digunakan sebagai kontrol. Pengaruh penggunaan agregat kasar expanded polystyrene dengan coating pasta semen terhadap kuat tekan beton terlihat pada hasil pengujian yang dilakukan. Pengujian akan dilakukan dengan menggunakan metode destructive test menggunakan alat Comprestion Testing Machine untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dan nilai modulus elastisitas beton. Berdasarkan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, menunjukkan nilai kuat tekan NCA yang paling tinggi. Serta nilai kuat tekan dari variasi campuran expanded polystyrene yang menggantikan agregat kasar alam membuat nilai kuat tekan dan nilai modulus elastisitas menurun. Hal ini menunjukan jika semakin bertambahnya persentase expanded polystyrene maka akan semakin berkurangnya nilai dari kuat tekan dan modulus elastisitas. Kata Kunci: Expanded polystyrene, Destructive test
PENGARUH EKSENTRISITAS TERHADAP TEGANGAN DAN REGANGAN PADA STRUKTUR PORTAL BRACING EKSENTRIS ATAS TIPE DIAGONAL AKIBAT BEBAN LATERAL STATIS DENGAN PERBAIKAN JARAK SENGKANG Yehezkiel Dwi Christian; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia termasuk negara dengan banyak bencana gempa bumi karena letak geografisnya. Pengunaan bracing sebagai pengaku dapat menambah kestabilan struktur portal ketika menerima beban lateral dari adanya gempa bumi namun sulit diterapkan pada struktur sehingga digunakan portal EBF sebagai alternatif. Penelitian ini akan mengidentifikasi pengaruh jarak eksentrisitas terhadap tegangan-dan regangan. Dalam penelitian ini dibuat tiga benda uji portal dengan dimensi kolom, balok dan bracing 10 x 10 cm. Variasi jarak eksentrisitas yang dibuat yaitu 15 cm dan 25 cm dengan perbaikan jarak sengkang menjadi 5 cm pada link beam. Hasil penelitian ini menunjukkan semakin kecil jarak eksentrisitas maka tegangan dan regangan maksimum akan semakin rendah. Kata kunci: Bracing, Tegangan, Beban Lateral, Portal
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG SUITE GUEST HOUSE EXINDO57 MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM Syahrul Ramadhan Susanto Putra; Mohammad Taufik Hidayat; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exindo 57, yang berlokasi di Jalan Citarum III No.7, Kauman Inside Lodging, Nganjuk - Jawa Timur, beroperasi di sektor jasa, industri perjalanan, dan pembangunan. Salah satu proyek utama mereka adalah pengembangan Guest House Exindo 57, gedung berlantai 8 yang dirancang dengan metode beton bertulang konvensional, namun mengalami kekurangan seperti beban mati besar dan waktu konstruksi lama. Studi analisis dilakukan untuk merencanakan struktur alternatif dengan balok komposit castellated sesuai SNI 1729:2020. Desain awal dilakukan dengan SAP2000, menunjukkan bahwa profil baja WF 300 x 300 x 9 x 14 dan balok induk castellated tidak memenuhi persyaratan. Namun, balok induk castellated komposit memenuhi persyaratan dengan Mu maksimal 266 kNm < ØMn 873,448 kNm. Untuk balok anak, profil WF 250 x 250 x 8 x 13 dan balok anak castellated juga tidak memenuhi persyaratan, sementara balok anak castellated komposit memenuhi persyaratan dengan Mu maksimal 237 kNm < ØMn 589,212 kNm. Kata Kunci: Guest House Exindo 57, beton bertulang konvensional, balok komposit castellated
Analisis Efisiensi Bukaan terhadap Tingkat Pencahayaan dan Kenyamanan Termal Berbasis Building Information Modelling (BIM) pada Proyek Pembangunan Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Yoga Hayyananda Cahya; Indradi Wijatmiko; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era arsitektur dan konstruksi modern, bukaan merupakan elemen penting yang tidak hanya mempengaruhi tampilan bangunan tetapi juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif. Penelitian ini mengevaluasi efisiensi bukaan pada Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya dengan pendekatan BIM. Penelitian ini mencakup analisis arah paparan sinar matahari, pencahayaan alami, pencahayaan buatan, alternatif desain, kenyamanan termal, dan perhitungan biaya. Analisis arah paparan matahari dilakukan menggunakan fitur sun study pada Autodesk Revit untuk menentukan distribusi cahaya alami dan kebutuhan pencahayaan buatan di setiap ruangan. Evaluasi pencahayaan alami dan buatan dilakukan dengan menganalisis nilai iluminansi (lux) sesuai standar LEED 2009 tipe IEQc8 opt1. Hasil evaluasi ini digunakan untuk menentukan desain alternatif yang paling optimal. Analisis kenyamanan termal dilakukan melalui pengukuran langsung di lapangan dan pendekatan berbasis BIM, sementara estimasi biaya pengadaan alternatif desain dihitung berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Analisis Emisi Gas Rumah Kaca melalui Implementasi BIM 6D pada Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Siti Nurjanah; Indradi Wijatmiko; Sastria Wresniwira
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan konstruksi di Indonesia menyebabkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh masifnya pembangunan. Hal ini dibuktikan oleh besarnya emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh sektor bangunan dan konstruksi sebanyak 37% dari emisi global. Penelitian ini menganalisis emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan pada Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya dengan implementasi Building Information Modeling (BIM) dan Life Cycle Assessment (LCA). Didapatkan emisi GRK penyebab global warming potential sebesar 3.378.393kg CO2eq dengan material yang berkontribusi paling besar terhadap potensi gas rumah kaca yaitu concrete sebesar 62% dari keseluruhan material. Diberikan alternatif berupa substitusi pada komponen material beton, yaitu semen. Diberikan bahan penambah campuran beton berupa fly ash sebesar 20% pada kolom, balok, serta pelat lantai. Didapatkan penurunan nilai emisi sebesar 6,9%. Kata kunci : Building Information Modeling (BIM), Emisi Gas Rumah Kaca (GRK), Life Cycle Assessment (LCA)
Pengaruh Karakteristik Tanah Lunak akibat Inklusi Limbah Sisa Bangunan dan Geofoam yang Terbungkus Geosintetik Fatwa Ikhlasul Amal; Yulvi Zaika; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini sedang mempercepat kemajuan pembangunan infrastruktur, yaitu berfokus pada infrastruktur transportasi. Proyek infrastruktur transportasi yang sedang berlangsung di Jawa Timur adalah pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan, yang menjadi penghubung antara Gempol, Sidoarjo, dan Kota Pasuruan. Namun demikian, pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan menghadapi masalah karena adanya tanah lunak dengan sifat negatif di sekitarnya. Vertikal drain merupakan teknik yang sering dimanfaatkan dalam perbaikan tanah lunak untuk mempercepat tahap konsolidasi. Penggunaan material penyusun untuk drainase vertikal cukup relatif mahal dan susah untuk dibuatnya. Untuk itu perlu dilakukan percobaaan untuk menggunakan stone column yang berasal dari bahan limbah spesi. Limbah spesi yang telah rusak tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan agar mengurangi limbah yang ada. Selain menggunakan limbah bongkaran sisa konstruksi, penelitian kali ini juga menggunakan geofoam. Oleh karena itu, perlu adanya eksperimen mengenai dampak jarak dan diameter drainase vertikal dengan isi limbah spesi dan geofoam terhadap waktu, penurunan, tegangan, dan regangan yang terjadi. Penelitian ini menyajikan sifat fisik dan mekanik tanah lunak yang diperoleh dari sampel yang diambil dari jalan tol Gempol-Pasuruan. Sampel-sampel tersebut meliputi tanah lempung lunak, inti kolom granular dari bahan limbah bangunan spesi, dan geofoam. Sampel-sampel ini digunakan untuk memfasilitasi proses konsolidasi dan membandingkan penurunan, tegangan, dan regangan di antara variasi yang berbeda. Selain itu, hasil penelitian ini juga mempertimbangkan data penurunan di laboratorium. Berdasarkan data hasil penelitian, terlihat bahwa penerapan drainase vertikal dapat mempercepat proses penurunan konsolidasi hingga mencapai 90%. Efek ini lebih terasa pada tanah skala laboratorium dengan diameter dan jarak drainase vertikal yang bervariasi dibandingkan dengan tanah tanpa drainase vertikal. Kata Kunci: tanah lunak, drainase vertikal, konsolidasi
Analisis Stabilitas Timbunan Sampah akibat Pengaruh Air Hujan dengan Menggunakan Metode Limit Equilibrium Eric Ramadhani Asharil Putra; Arief Rachmansyah; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan populasi, terutama di daerah perkotaan, menyebabkan lonjakan volume limbah padat permukiman. Pengelolaan sampah di tempat penampungan akhir (TPA) seringkali tidak efektif, menyebabkan kapasitas terlampaui dan risiko longsor, seperti yang terjadi di TPA Cipayung (Januari 2023) dan TPAS Regional Payakumbuh (Desember 2023). Peristiwa longsor ini menekankan pentingnya analisis stabilitas lereng timbunan sampah untuk menentukan ketinggian aman tumpukan sampah berdasarkan kemiringan lereng. Penelitian ini memodelkan TPA Segawe menggunakan Limit Equilibrium Method pada software Geostudio, dengan ketinggian 23 meter dan sudut kemiringan 30 dan 45 derajat, serta menggunakan parameter sampah dari laboratorium Universitas Brawijaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng dengan kemiringan 30 derajat aman hingga ketinggian 25 meter dalam kondisi kering dan basah, sementara lereng 45 derajat berada dalam kondisi kritis pada ketinggian 23 meter. Faktor keamanan lebih tinggi dalam kondisi kering dibandingkan basah. Disarankan agar ketinggian maksimum timbunan sampah dibatasi pada 23 meter, terutama pada kemiringan 45 derajat dalam kondisi basah. Faktor lain seperti perubahan komposisi sampah dan kondisi geologi juga perlu dipertimbangkan. Penelitian lanjutan di TPA lain diperlukan untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan model analisis stabilitas lereng yang lebih canggih. Secara keseluruhan, analisis stabilitas lereng timbunan sampah penting untuk mencegah longsor dan memastikan pengelolaan TPA yang aman dan berkelanjutan, serta meminimalkan risiko bencana yang dapat membahayakan masyarakat dan lingkungan. Kata Kunci : Analisis Stabilitas Timbunan Sampah, Limbah Sampah Padat, Limit Equilibrium Method, Software Geostudio