cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,355 Documents
Pengaruh Penambahan Carrageenan terhadap Karakteristik Marshall pada Campuran Aspal Menggunakan Slag Baja Naufal Fadhlurrahman; Wullan Agustia; Ludfi Djakfar; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jalan di Indonesia banyak terjadi pada lapis permukaan paling atas atau pada laston lapis aus. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh peningkatan kapasitas kendaraan dan rendahnya mutu bahan sehingga lapisan tersebut sering kali mengalami kerusakan atau penurunan kekuatan. Oleh karena itu, munculah ide untuk menambahkan slag baja dan carrageenan sebagai bahan tambahan untuk perkuatan. Jika dilihat dari potensinya, slag baja merupakan bahan alternatif yang memiliki tingkat kestabilan yang tinggi, serta carrageenan juga memiliki potensi untuk lebih mengentalkan suatu aspal agar aspal menjadi lebih tidak mudah retak. Penelitian ini dilakukan dengan mencari nilai KAO aspal minyak terlebih dahulu, untuk selanjutnya mencari nilai optimum slag baja dengan rentang kadar slag 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, setelah didapatkan nilai KAO dan kadar slag baja yang digunakan, kemudian dilakukan pembuatan benda uji dengan ditambahkan carrageenan pada rentang kadar 6% - 12%. Penelitian dilanjutkan dengan pengujian marshall untuk mengetahui pengaruh penambahan slag baja dan carrageenan. Dari hasil pengujian dan pengolahan data didapat bahwa penambahan slag baja dan carrageenan berpengaruh terhadap karakteristik marshall dan diperoleh kadar optimum slag sebesar 50% dan kadar carrageenan optimum sebesar 8,8% dengan menggunakan KAO 5,75%. Dari hasil pengujian marshall pada setiap variasi kadar carrageenan dalam campuran menggunakan slag baja menunjukkan hampir seluruh karakteristik marshal meningkat, seperti nilai VIM meningkat sebesar 6,95% menunjukkan bahwa rongga udara yang dihasilkan semakin ideal sehingga resiko bleeding dapat terhindari. VMA mengalami peningkatan sebesar 4,62%, Stabilitas meningkat 12,97%, dan MQ meningkat sebesar 68,61%. Sedangkan pada Flow dan VFB mengalami penurunan masing-masing sebesar 26,55% dan 2,11%. Meskipun mengalami penurunan, namun flow menunjukkan hasil yang lebih baik yang menunjukkan bahwa campuran menjadi lebih padat sehingga lebih tahan terhadap deformasi beban lalu lintas. Kata kunci : slag baja, carrageenan, aspal minyak, marshall, stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, MQ
ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN SAMPAH DI TPA SEGAWE, KABUPATEN TULUNGAGUNG AKIBAT PENGARUH AIR HUJAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Tuhepaly, Achmad Fahmi; Arief Rachmansyah; As’ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk akibat fertilitas (angka kelahiran) maupun migrasi (perpindahan) telah menyebabkan produksi sampah meningkat. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), jumlah penduduk Kabupaten Tulungagung pada tahun 2020 berjumlah 66.321 jiwa dengan luas daerah Kabupaten Tulungagung kurang lebih 1.055,65 km². DLH (Dinas Lingkungan Hidup) mencatat pada tahun 2022 jumlah sampah mencapai 120 ton/hari. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung mengoperasikan fasilitas pembuangan dan pengolahan limbah rumah tangga yang dijuluki TPA Segawe yang memiliki luas TPA sekitar 5 hektare serta memiliki status sebagai aset milik pemerintah daerah. Apabila peningkatan produksi sampah ini tidak diiringi dengan evaluasi dan perbaikan fasilitas pengelolaan sampah, berbagai masalah serius dapat timbul, seperti pencemaran lingkungan dan kerugian kesehatan masyarakat. Berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, pada tahun 2022, kapasitas TPA diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama dua tahun lagi dari masyarakat Kabupaten Tulungagung. Oleh karena itu, diperlukan analisis stabilitas lereng untuk mengetahui ketinggian maksimum lereng agar efisiensi dan umur TPA dapat diperhitungkan sesuai kondisi di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas kondisi timbunan sampah pada saat kering dan basah di TPA Segawe, Kabupaten Tulungagung, serta mengetahui hasil analisis stabilitas timbunan sampah pada saat ketinggian maksimum dalam keadaan tanah yang stabil. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel tanah pada TPA Segawe pada bulan Desember 2023 dan referensi terdahulu. Sampel tanah dasar diuji di Laboratorium Mekanika Tanah & Geologi Universitas Brawijaya dan disimulasikan berdasarkan komposisi/properties sampah di TPA Segawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian maksimum dari stabilitas lereng pada TPA Segawe adalah 23 meter dengan kemiringan sudut 30 derajat. Nilai faktor keamanan lereng timbunan sampah di TPA Segawe pada bulan Desember 2023 memiliki ketinggian maksimum 23 meter dengan sudut kemiringan 30°. Nilai faktor keamanan timbunan sampah pada kondisi eksisting adalah 1,99, yang menunjukkan bahwa lereng dalam kondisi aman dan masih dapat ditinggikan. Hasil analisis stabilitas lereng menunjukkan bahwa lereng dengan sudut kemiringan 30 derajat berkategori aman hingga ketinggian 23 meter (SF>1,25). Untuk kemiringan lereng 45 dan 60 derajat, lereng berkategori labil pada ketinggian 23 meter (SF<1,2). Penambahan ketinggian timbunan yang melebihi nilai tersebut tidak disarankan karena sudah memasuki batas keruntuhan lereng. Nilai faktor keamanan lebih besar ketika lereng dan material dalam keadaan kering daripada basah, dikarenakan adanya air yang sangat berpengaruh terhadap kestabilan lereng. Sebagai contoh, lereng akan mengalami penurunan faktor keamanan sebesar 33,3% atau sama dengan koefisien pengali sebesar 2/3 ketika dalam kondisi basah. Kata kunci: Stabilitas, Timbunan, Sampah, TPA, Tulungagung, Hujan, Lereng, Kemiringan, Keamanan, Analisis
Studi Eksperimental Lebar Retak Pelat Pracetak Beton Bertulang Satu Arah Skala Penuh Menggunakan Dua Lapis Tulangan Tarik dengan Variasi Luas Tulangan Tria Wulan Dhamayanti; Agoes Soehardjono; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jembatan merupakan salah satu infrastruktur penting sebagai penghubung antarwilayah di Indonesia. Salah satu komponen penting dalam jembatan adalah pelat. Pelat beton bertulang yang paling banyak digunakan. Jarak bersih antar tulangan memiliki standar tertentu yang berlaku. Sehingga muncul 2 lapis tulangan tarik sebagai jawaban dari standar tersebut. Retakan salah satu masalah yang sering ada pada struktur beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui pengaruh 2 lapis tulangan tarik dengan variasi luas tulangan terhadap lebar retak maksimum yang terjadi pada pelat beton bertulang. Penelitian ini menggunakan 3 spesimen pelat dengan luas tulangan yang berbeda, yaitu luas tulangan 1061 mm2, 1194 mm2, dan 1459 mm2. Dimensi spesimen pelat yang dipakai, yaitu dengan panjang 200 cm, lebar 60 cm, dan tebal 20 cm. Pada tegangan baja yang sama, ketiga spesimen pelat mengalami lebar retak maksimum yang berbeda-beda. Dimana semakin besar luas tulangan, lebar retak maksimum malah semakin kecil. Jumlah retak dan jarak rata-rata antar retak pada setiap sepesimen pelat dengan luas tulangan yang berbeda-beda juga berbeda. Kata Kunci: Dua lapis, Pelat, Luas Tulangan, Lebar Retak, Pola Retak
ANALISIS PENGARUH TARIF IDEAL PINTU TOL NAGRAK TERHADAP POTENSI PENGGUNA JALAN TOL CIMANGGIS - CIBITUNG Benito Viorian Egidius Deswert; Lasmini Ambarwati; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Menurut David Hensher dan Kenneth Button, transportasi didefinisikan sebagai sistem pergerakan orang dan barang yang mencakup infrastruktur, kendaraan, operasi, dan layanan yang digunakan untuk memindahkan barang dan orang dari satu tempat ke tempat lain. Jalan bebas hambatan atau jalan tol adalah sebuah infrastruktur yang dibangun agar dapat mengatasi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di Indonesia, ataupun untuk mempersingkat jarak tempuh dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Jalan tol dalam penggunaannya memberlakukan tarif tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tarif tol yang diberlakukan menerapkan tarif per kilometer panjang jalan tol sehingga tarif tiap jalan tol beraneka ragam. Penelitian ini mengambil lokasi di pintu Tol Nagrak sebagai pintu Jalan Tol Cimanggis – Cibitung yang mengalami perubahan tarif dari Rp 5,500 menjadi Rp 13,500 menurut Keputusan Menteri PUPR nomor 856/KPTS/M/2023 tanggal 31 Juli 2023 tentang Penyesuaian Tarif Tol Jalan Tol Cimanggis – Cibitung Seksi 1 (Junction Cimanggis-On/Off Ramp Jatikarya) dan Penerapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Jalan Tol Cimanggis – Cibitung Seksi 2A (On/Off Ramp Jatikarya-Cikeas). Lokasi pintu Tol Nagrak berada di dalam perumahan Kota Wisata yang menjadikan pintu Tol Nagrak mempunyai jarak akses lebih dekat ke perumahan masyarakat ketimbang jalan eksisting. Akan tetapi meskipun pintu Tol Nagrak telah beroperasi, pengguna jalan masih banyak yang menggunakan jalan eksisting daripada memakai jalan Tol via pintu Tol Nagrak yang lokasinya lebih dekat dari perumahan masyarakat di sekitar pintu Tol Nagrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pengguna jalan yang akan berpindah dari jalan eksisting ke Jalan Tol Cimanggis – Cibitung via pintu Tol Nagrak sesuai dengan skenario tarif yang sesuai dengan persepsi pengguna jalan yang didapatkan melalui survey Willingness to Pay (WTP) dan Ability to Pay (ATP). Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa tarif tol ideal berdasarkan persepsi pengguna jalan eksisting dan jalan tol golongan 1 sebesar Rp 11.500 dan potensi pengguna jalan yang akan beralih menggunakan jalan tol sesuai skenario tarif diatas sebesar 48,5%.Kata Kunci: Jalan Tol, Pintu Tol Nagrak, Jalan Tol Cimanggis – Cibitung, ATP, WTP
Studi Analisis Perilaku Balok Komposit Berongga dengan Baja Cold-Formed Tipe Kanal Ganda C Berhadapan terhadap Variasi Tebal Selimut Beton M. Gary Irhami Azka El Syahroni; Desy Setyowulan; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi terkait pemanfaatan material dalam industri konstruksi telah mengalami perkembangan yang signifikan, mulai dari material yang ramah lingkungan hingga material yang efisien dan tahan lama. Saat ini, salah satu terobosan terbaru dalam pemanfaatan material adalah pengembangan penggunaan baja cold-formed. Menggunakan material profil baja cold-formed kanal ganda C80x30x9x0,75 yang disusun secara berhadapan pada struktur balok berdimensi 10 cm x 15 cm x 100 cm dengan menggunakan sambungan sekrup SDS (Self Drilling Screw) dan pelat sambung. Dimodelkan menggunakan software ABAQUS untuk mendapatkan nilai kapasitas lentur, tegangan-regangan, besar lendutan dan pola retak struktur balok dari pengaruh variasi tebal selimut beton sebesar 35 mm, 30 mm, 25 mm. Pengujian pada benda uji diberi kondisi tumpuan berupa sendi dan rol serta diberi beban terpusat pada tengah bentang balok yang diberikan secara bertahap dan terus meningkat hingga struktur balok tidak mampu lagi menahan beban. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan dengan variasi tebal selimut 30 mm memiliki kapasitas beban maksimum terbesar. Benda uji dengan variasi tebal selimut beton 25 mm merupakan benda uji yang mempunyai nilai kapasitas lentur terbesar yaitu 2.219 MPa atau sekitar 31.18% dibandingkan dengan variasi tebal selimut beton 35 mm. Pada benda uji variasi tebal selimut beton 25 mm memiliki nilai lendutan yang terkecil yaitu 9,78 mm atau sekitar 25.85% dibandingkan dengan variasi tebal selimut beton 35 mm. Kata Kunci: Balok Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, ABAQUS, Tegangan-Regangan, Kapasitas Lentur.
STUDI EKSPERIMENTAL DAKTILITAS BETON BERTULANG DENGAN VARIASI PENAMBAHAN TULANGAN SENGKANG SPIRAL BERJARAK 75 MM PADA DAERAH TEKAN BALOK Ardha Marcelita Ragil Putranti; Ari Wibowo; Indradi Wijatmiko; Christin Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan aktivitas gempa bumi yang tinggi. Bangunan harus dibuat menjadi bangunan tahan gempa dan akan rusak sesuai beban rencana serta memiliki sifat daktail. Daktilitas dapat menunjukan kemampuan struktur ketika menahan pengaruh deformasi karena pembebanan yang berlebihan. Penambahan kekuatan pada daerah tekan beton bertulang diperlukan sehingga struktur yang direncanakan dengan kekuatan tinggi tidak mengalami sifat getas dan dapat bersifat daktail. Benda uji pada penelitian ini berupa balok normal berukuran 20 cm x 25 cm x 300 cm dengan penulangan menggunakan tulangan tekan 2D – 13, tulangan tarik 3D – 19, dan sengkang Ø8-150. Pada benda uji variasi spiral dipasang tulangan yang sama namun pada daerah tekan balok ditambahkan pengekangan dengan tulangan sengkang berbentuk spiral dengan jarak 75 mm. Pembebanan dilakukan bertahap dan terpusat di tengah bentang hingga mencapai kondisi leleh, selanjutnya dilakukan kontrol lendutan hingga benda uji runtuh. Dari pengujian yang dilakukan didapatkan nilai beban dan lendutan yang kemudian diolah menjadi grafik P – Δ, serta diperoleh nilai daktilitas balok. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan kekuatan lentur balok variasi spiral mampu menahan beban sebesar 9,94% lebih besar dari balok normal, nilai daktilitas balok spiral lebih besar 66,35% dibandingkan balok normal, bentuk serta jarak tulangan spiral di daerah tekan memberikan pengaruh terhadap perilaku balok dalam menerima beban. Kata Kunci: daktilitas, hubungan beban dan lendutan, pengekangan, tulangan spiral, grafik P – Δ
STUDI EKSPERIMENTAL DAKTILITAS PADA BALOK BETON BERTULANG DENGAN PENAMBAHAN VARIASI TULANGAN SENGKANG CROSS-TIES PADA DAERAH TEKAN BALOK Najli Sembada S; Ari Wibowo; Indradi Wijatmiko; Christian Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Indonesia merupakan salah satu indikator khusus yang perlu diperhatikan sebagai negara yang berkembang untuk menunjang kemajuan dan kebutuhan masyarakat. Serta, salah satu negara yang terletak di Cincin Api Pasifik yang merupakan wilayah yang rentan terjadinya fenomena gempa bumi. Tingginya aktivitas di daerah Cincin Api Pasific mengakibatkan adanya risiko yang tinggi gempa bumi sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Dalam usaha meningkatkan ketahan suatu struktur bangunan terhadap gempa bumi, konsep daktilitas merupakan sebuah aspek penting yang harus perhatikan kembali. Tujuan yang ingin diperoleh dalam pengujian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemakaian tulangan sengkang Cross-Ties di daerah tekan balok beton bertulang, mengetahui pembandingan besarnya daktilitas balok beton bertulang dengan tanpa penambahan sengkang dan adanya penambahan sengkang Cross-Ties pada daerah tekan balok, dan mengetahui mengetahui mekanisme keruntuhan yang terjadi pada kedua balok beton bertulang tersebut. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis struktur hubungan antar gaya beban dan lendutan untuk mengetahui besarnya gaya daktilitas khususnya pada balok beton bertulang. Hasil yang didapatkan dari pengujian ini adalah penambahan variasi sengkang Cross-Ties pada daerah tekan balok beton bertulang berpengaruh pada besarnya daktilitas pada balok beton bertulang. Nilai besarnya beban ultimit yang dapat diterima oleh balok beton bertulang dengan penambahan sengkang Cross-Ties di daerah tekan lebih besar dibandingkan dengan balok tanpa penambahan sengkang. Sehingga mempengaruhi besarnya nilai daktilitas pada balok beton bertulang tersebut. Selain itu, hasil analalisis menunjukkan bahwa mekanisme keruntuhan yang terjadi pada balok tanpa penambahan sengkang dan penambahan sengkang Cross-Ties di daerah tekan balok memperlihatkan mekanisme kerusakan yang sama. Kata Kunci: Daktilitas, Beban-Lendutan, Tulangan Cross-Ties, Balok Beton Bertulang
Studi Eksperimental Daktilitas Balok Beton Bertulang dengan Penambahan Variasi Sengkang Square di Daerah Tekan pada Balok Kolose Albert Hutapea; Ari Wibowo; Indradi Wijatmiko; Christin Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok adalah salah satu elemen struktur yang berperan penting sebagai pengikat antar elemen pada bangunan. Balok beton bertulang dibuat daktail bertujuan untuk menunjukkan kemampuan balok ketika menahan pengaruh deformasi karena pembebanan yang berlebihan. Daktilitas pada balok dapat tercapai jika mampu mempertahankan kekuatannya setelah mengalami deformasi inelastis yang besar sebelum mengalami keruntuhan. Pengekangan (confinement) yang menggunakan sengkang persegi (square) di daerah tekan pada balok beton bertulang akan mencegah beton di daerah tekan mengalami remuk secara tiba-tiba. Pada penelitian ini digunakan balok beton bertulang berdimensi 20×25 cm dengan penambahan variasi sengkang square di daerah tekan untuk mengekang balok beton bertulang. Kuat tekan beton yang digunakan pada penelitian ini adalah 30,59 Mpa dan kuat tarik baja yang digunakan adalah 377 Mpa. Hasil dari penelitian eksperimental ini adalah daktilitas balok dengan penambahan variasi sengkang square di daerah tekan bertambah sebesar 50,659% terhadap balok dengan sengkang normal. Selain terjadinya peningkatan pada daktilitas, Kekuatan balok dengan penambahan variasi sengkang square di daerah tekan juga meningkat sebesar 6,3% terhadap balok dengan sengkang normal. Metode keruntuhan yang terjadi pada balok variasi sengkang square adalah model keruntuhan lentur dimana retak-retak yang ada terbentuk secara vertikal dari serat tarik yang semakin lama akan merambat sampai ke serat tekan. Kata kunci : Balok beton bertulang, daktilitas, variasi sengkang square, pengekangan, beban-lendutan.
Pengaruh Penambahan Serat Carrageenan terhadap Kinerja Marshall Campuran Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) Teges Prameswari Puspa Amara; Natrisye Wahyuning Septiana; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah aspal buton (asbuton) dan rumput laut merah melimpah di Indonesia sehingga dapat dimanfaatkan untuk perkerasan jalan. Asbuton dapat dimanfaatkan sebagai susbtitusi sebagian aspal minyak. Rumput laut merah menghasilkan Carrageenan dengan selulosa yang mampu memberikan kekuatan pada campuran beraspal. Pada penelitian ini, campuran laston lapis aus asbuton (AC-WC Asb) ditambahkan serat Carrageenan dengan jenis iota yang diubah menjadi serat dengan sunflower oil sebagai bahan peremaja dan dibuat dengan alat microfluidic device. Kadar serat yang ditambahakan adalah sebesar 1%, 3%, 5% dan 7% dari berat total aspal kemudian dilakukan uji marshall dan analisis statistik untuk mengetahui pengaruh penambahan serat Carrageenan dan kadar optimumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar optimum serat Carrageenan berada pada kadar 3.25% dari berat aspal. Penambahan serat Carrageenan pada campuran beraspal menurunkan nilai VIM, stabilitas, dan kelelehan masing-masing sebesar 2.79%, 12.08%, dan 19.22% dibanding tanpa penambahan serat. Nilai VMA, VFB, dan MQ mengalami peningkatan dengan masing-masing sebesar 1.53%, 1.75%, dan 8.39% dibanding tanpa penambahan serat. Secara keseluruhan, penambahan kadar serat Carrageenan optimum pada campuran beraspal memenuhi standar yang telah ditentukan. Kata Kunci: Lapis Permukaan, Aspal Buton, Serat Carrageenan Iota, Sunflower Oil, Kinerja Marshall
ANALISIS HASIL PERUBAHAN PERENCANAAN KETAHANAN GEMPA PADA GEDUNG PERKULIAHAN ANTARA SNI 1726 : 2012 DENGAN SNI 1726 : 2019 MENGGUNAKAN METODE STATIK EKUIVALEN (TINJAUAN KOLOM) Yumna Kusuma Shafira; Siti Nurlina; Ari Wibowo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perencanaan struktural bangunan di Indonesia ada sebuah standar perencanaan yang mengalami perubahan yakni SNI 1726 : 2019 yang hadir memperbaharui SNI 1726 : 2012. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan distribusi beban gempa antara SNI 1726 : 2012 dan SNI 1726 : 2019, serta mengetahui dan menganalisis simpangan antar tingkat yang dialami oleh bangunan Gedung Perkuliahan dengan variasi kelas situs tanah. Penelitian menggunakan metode statik ekuivalen yang difokuskan pada analisis perhitungan distribusi beban gempa masing – masing standar. Selanjutnya setelah didapatkan nilai distribusi beban gempa, maka dilakukan analisis perhitungan simpangan antar tingkat masing – masing standar, serta dilakukan variasi simpangan antar tingkat yang terjadi akibat semua kelas situs tanah. Dalam melakukan penelitian ini digunakan juga software analisis SAP 2000 yang akan membantu perhitungan reaksi pada kolom yang ditinjau. Hasil dari penelitian ini adalah distribusi beban gempa mengalami peningkatan yaitu rata-rata sebesar 14,28 %. Selanjutnya dari peninjauan komponen struktur kolom didapatkan rata-rata peningkatan besarnya momen ultimate dan beban aksial antara SNI 1726 : 2012 dengan SNI 1726 : 2019 yaitu sebesar 9,7 % dan 14,49 %, serta hasil analisis simpangan antar lantai melampaui batas ijin pada kelas situs E, setelah dilakukan variasi berbagai kelas situs tanah diketahui pada arah x hanya kelas situs A dan B yang memenuhi batas ijin dan pada arah y kelas situs D dan E melampaui batas ijin.Kata kunci: Gempa, SNI 1726, Distribusi Beban, Simpangan Antar Tingkat, Kelas Situs Tanah.