cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
Evaluasi Terhadap Kinerja Pelayanan Bus Trasnjakarta Koridor 13 (Rute: Ciledug-Tegal Mampang) Berdasarkan Peraturan SPM No. 29 Tahun 2015 Sultan Faruq Aidil; Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU.,; Lasmini Ambarwati, ST., M.Eng.,
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kinerja pelayanan Bus Transjakarta Koridor 13 rute Ciledug-Tegal Mampang berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) No. 29 Tahun 2015 melalui pendekatan Importance Performance Analysis (IPA). Layanan tersebut melayani pengguna utama berupa pekerja berpenghasilan menengah ke bawah yang memilihnya untuk menghindari kemacetan lalu lintas serta ketiadaan kendaraan pribadi, namun menunjukkan kesenjangan signifikan pada aspek keselamatan kualifikasi pengemudi, kenyamanan, keamanan, dan aksesibilitas bagi disabilitas serta lansia. Survei terhadap 400 responden menganalisis karakteristik sosial ekonomi, pemenuhan standar pelayanan, dan prioritas perbaikan dengan data primer dari kuesioner tervalidasi serta data sekunder resmi, menghasilkan identifikasi 12 atribut krusial seperti kelayakan armada, kapasitas bus terminal, dan akses antar moda yang memerlukan perbaikan prioritas. Analisis IPA mengonfirmasi ketidaksesuaian antara harapan dan kepuasan pengguna, sehingga direkomendasikan pengoptimalan jadwal operasional, peningkatan fasilitas kelompok rentan, evaluasi berkala kepuasan, serta integrasi teknologi pelacakan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan Transjakarta.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN SAMBUNGAN BALOK DAN KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA GEDUNG RUSUNAWA X KOTA Y Rizqulloh Al Baihaqi Hasan; Mohammad Taufik Hidayat; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keterbatasan lahan hunian di Kota Surabaya mendorong pembangunan Rusunawa sebagai solusi hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan merencanakan alternatif sistem sambungan balok-kolom menggunakan metode beton pracetak (precast) pada Gedung Rusunawa X untuk meningkatkan efisiensi waktu dan mutu konstruksi dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis struktur berbasis pemodelan perangkat lunak ETABS untuk mendapatkan gaya dalam akibat beban gravitasi dan lateral (gempa) sesuai standar SNI 1726:2019 dan SNI 7833:2012. Tahapan metode meliputi desain elemen, analisis pengangkatan (lifting) balok pracetak, serta perencanaan sambungan basah (wet connection). Temuan utama menunjukkan bahwa dimensi struktur balok induk 250x400 mm dan kolom 300x500 mm mampu menahan beban rencana dengan kapasitas momen nominal (54,938 kNm) yang melampaui momen beban (50,876 kNm). Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa sistem sambungan pracetak ini memenuhi kriteria keamanan struktural dan layak diimplementasikan sebagai inovasi konstruksi gedung bertingkat yang efisien. Kata Kunci: Beton Pracetak, Permodelan Struktur, Sambungan Balok-Kolom
Kuat Lentur Beton dengan Variasi Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag dan Silica Fume Sang Ayu Made Sapna Arna Putri; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan beton memicu masalah lingkungan akibat emisi CO2 dari produksi semen portland, sehingga penelitian mengenai material alternatif seperti GGBFS dan silica fume menjadi hal yang sangat krusial untuk dilakukan. Kombinasi kedua limbah industri ini terbukti mampu memperbaiki struktur pori serta durabilitas dari beton, sekaligus meningkatkan kuat lentur beton secara signifikan dibandingkan beton konvensional. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase GGBFS dan silica fume terhadap kuat lentur beton serta menentukan kombinasi yang paling optimal untuk menghasilkan beton yang lebih ramah lingkungan dengan kinerja yang lebih baik. Digunakan GGBFS dengan variasi persentase sebesar 0%, 20%, dan 50% serta silica fume sebesar 0%, 5%, dan 7,5% dengan FAS digunakan sebesar 0,35. Balok beton diuji pada umur 28 dan 56 hari dengan jumlah 3 buah benda uji pada tiap masing-masing variasi. Berdasarkan hasil pengujian, tren kuat lentur beton menunjukkan pola fluktuaktif bergantung pada persentase substitusi semen dan umur beton. Pada umur 28 hari, nilai kuat lentur cenderung menurun, terutama pada komposisi GGBFS 50% dan seluruh variasi silica fume. Namun peningkatan nilai kuat lentur mulai terjadi pada beton ketika berumur 56 hari, terutama pada benda uji dengan kadar GGBFS 20% di seluruh variasi silica fume. Meskipun demikian, penambahan silica fume pada kadar GGBFS 20% tersebut belum mampu melampaui nilai kuat lentur benda uji kontrol. Nilai kuat lentur tertinggi secara keseluruhan diperoleh dari benda uji dengan kadar GGBFS 20% tanpa substitusi silica fume pada umur 56 hari. Kata Kunci : Ground Granulated Blast Furnace Slag, Silica Fume, Kuat Lentur, Umur Beton
Optimasi Bentuk Pilar dalam Menahan Gerusan di Sekitar Pilar Jembatan akibat Aliran Banjir dengan Metode Numerik Syafi', Muhammad Imron; Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, ST., M.Eng. (Prac.), IPU., ASEAN Eng.; Dr. Eng. Ir. Alwafi Pujiraharjo, ST., MT., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai adalah saluran terbuka yang terbentuk secara alami yang dipengaruhi oleh kemiringan dan kondisi alam disekitarnya. Perubahan karakteristik aliran sungai berupa aliran banjir dengan kecepatan tinggi dapat mempercepat proses penggerusan tersebut. Dampak dari penggerusan tersebut adalah terjadinya gerusan disekitar pilar sehingga menyebabkan kerusakan pada struktur jembatan bahkan dapat menyebabkan keruntuhan jembatan.  Salah satu daerah yang termasuk rawan banjir adalah daerah Sungai Tawing atau disebut Kali Tawing, Kabupaten Trenggalek. Pada penelitian ini, menggunakan Jembatan Senden sebagai tempat penelitian. Penelitian melakukan simulasi aliran menggunakan software HEC-RAS 2D .Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa bentuk penampang pilar cukup berpengaruh dimana dari penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa gerusan terbesar didapat pada bentuk penempang pilar persegi dan dilanjutkan dengan urutan pilar paling optimal adalah segiempat, sharp nose, group of cylinder dan round nose. Kata kunci : Penampang Pilar Jembatan, Gerusan, Aliran Banjir, Perubahan Elevasi Dasa, HEC-RAS.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Larutan dan Voltase terhadap Nilai Kuat Geser, CBR, dan Potensi Pengembangan pada Proses Perbaikan Tanah Lempung dengan Metode Injeksi Larutan Kalsium Klorida (CaCl2) Mahendra Wiyono, Yusry Anas; As'ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan insfrastuktur di Indonesia dalam beberapa tahun kebelakang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini menyebabkan terbatasnya ketersediaan lahan konstruksi dengan kualitas tanah yang ideal. Tanah yang stabil akan menghasilkan kualitas bangunan yang baik dan aman, Sebaliknya tanah yang kurang stabil dapat menghasilkan kualitas bangunan yang tidak sesuai dengan rencana. Jenis tanah yang kurang stabil tersebut salah satunya adalah tanah ekspansif. Cassagrande (1939) membuktikan bahwa elektrokinetik dapat diterapkan pada tanah yang memiliki butir halus dengan kadar air tinggi, Penerapan elektrokinetik mampu meningkatkan tegangan efektif dengan menurunkan tekanan air pori pada tanah. Hal ini menjadikan elektrokinetik banyak digunakan sebagai metode perbaikan tanah berbutir halus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengetahui pengaruh waktu injeksi dan pemeraman terhadap nilai kuat geser, CBR, dan potensi pengembangan pada perbaikan tanah ekspansif menggunakan metode injeksi elektrokimia.Pada penelitian ini, dilakukan injeksi larutan kimia kalsium klorida (CaCl2) dengan variasi konsentrasi larutan sebesar 5%, 10%, 15% dan variasi voltase sebesar 15 volt,18 volt, dan 24 volt. Proses injeksi dilakukan selama 6 hari. Setelah itu, dilanjutkan dengan masa pemeraman selama 14 hari. Pada penelitian ini diketahui bahwa dengan adanya variasi konsentrasi larutan dan voltase diperoleh bahwa nilai kuat geser tertinggi terjadi pada sampel X34 dengan variasi konsentrasi larutan kalsium klorida (CaCl2) sebesar 15% dan variasi voltase sebesar 15 volt dengan nilai kuat geser sebelumnya adalah 3.07 kN/m­2 menjadi sebesar 5.11 kN/m2. Lalu nilai CBR kondisi terendam tertinggi terjadi pada sampel X33 dengan variasi konsentrasi larutan kalsium klorida (CaCl2) sebesar 10% dan variasi voltase sebesar 24 volt dengan nilai sebelumnya 0.093% menjadi 2.60% pada penetrasi 0.1” dan pada penetrasi 0.2” dengan nilai awal sebesar 0.186% menjadi 3.25%. Sedangkan nilai penurunan potensi pengembangan tertinggi terjadi pada sampel X33 dengan variasi konsentrasi larutan kalsium klorida (CaCl2) sebesar 10% dan variasi voltase sebesar 24 volt, dengan nilai potensi pengembangan sebelumnya 6.48% menjadi 0.02 %.   Kata kunci : injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, CBR, potensi pengembangan.
Pengaruh Debit Aliran terhadap Karakteristik Aliran di Sekitar Pilar Jembatan Kalitawing, Trenggalek dengan Pemodelan Numerik Luthfya Rini Handayani; Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, ST., M.Eng. (Prac.), IPU., ASEAN Eng.; Prof. Ir. Agus Suharyanto, M.Eng., Ph.D.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai sebagai saluran terbuka memiliki karakteristik aliran yang dinamis dipengaruhi oleh debit dan morfologi sungai. Interaksi antara peningkatan debit ekstrem dengan struktur pilar jembatan dapat memicu perubahan pola aliran, turbulensi, dan risiko gerusan yang membahayakan stabilitas struktur. Kegagalan struktur pilar dalam menahan gerusan arus deras terjadi pada dua jembatan di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2016 dan 2024 sehingga penelitian ini dilakukan pada sekitar pilar Jembatan Kalitawing, Trenggalek. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan hidrograf debit banjir rancangan dengan kala ulang 2 tahun sampai 100 tahun yang dihitung berdasarkan data curah hujan. Kemudian dilakukan perbandingan dari hasil simulasi menggunakan software HEC-RAS 6.6. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan adanya peningkatan debit aliran, maka beberapa karakteristik aliran tersebut juga mengalami peningkatan. Akan tetapi, jenis aliran pada setiap debit tidak terdapat perbedaan yaitu aliran subkritis. Hasil analisis gambar pola aliran menunjukkan bahwa bentuk pilar persegi berkontribusi terhadap kenaikan kecepatan aliran di samping pilar akibat adanya penyempitan saluran, serta bentuk pilar triple column circular menyebabkan terjadinya zona wake vortex di belakang (hilir) pilar. Kata kunci : debit aliran, kecepatan aliran, kedalaman aliran, bilangan froude, pilar jembatan, HEC-RAS.
Analisis Kondisi Jalan dan Perencanaan Perbaikan Ruas Jalan Plembon-Sugio Kabupaten Lamongan Baihaqi Kurniawan, Muhammad Daffa; Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU.; Rahayu Kusumaningrum, ST., MT., M.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perkerasan Ruas Jalan Plembon–Sugio, Kabupaten Lamongan, yang merupakan jalan kolektor primer sekaligus jalur alternatif Lamongan Bojonegoro dengan volume lalu lintas kendaraan berat yang cukup tinggi. Evaluasi dilakukan menggunakan kombinasi metode Surface Distress Index (SDI) dan International Roughness Index (IRI), di mana SDI digunakan untuk menilai kerusakan permukaan jalan secara visual, sedangkan IRI digunakan untuk mengukur tingkat kekasaran jalan secara kuantitatif menggunakan aplikasi Roadroid pada sepeda kayuh dan mobil. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Wilcoxon Signed Rank, analisis scatterplot, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar segmen jalan berada pada kondisi rusak ringan hingga rusak berat berdasarkan nilai SDI dengan nilai rata-rata sebesar 146,91, sementara nilai IRI sepeda rata-rata sebesar 7,15 m/km yang termasuk kategori sedang. Secara umum, kombinasi hasil SDI dan IRI mengindikasikan bahwa kondisi Ruas Jalan Plembon–Sugio berada pada kategori rusak ringan, sehingga berdasarkan pedoman Bina Marga (2011) direkomendasikan penanganan berupa pemeliharaan berkala seperti overlay tipis untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Penentuan Prioritas Pembangunan Jalan Desa Menggunakan Metode RAI (Studi Kasus Kecamatan Wagir, Pakisaji,  Karangploso) -, Athallariq Gayo; Nanda Satria Apriyanto; Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU.; Lasmini Ambarwati, ST., M.Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan desa memiliki peran penting dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat perdesaan terhadap pusat kegiatan ekonomi dan layanan publik. Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Pakisaji, Wagir, dan Karangploso, masih menghadapi permasalahan keterbatasan akses jalan desa akibat kondisi jalan yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas pembangunan jalan desa dengan menggunakan metode Rural Access Index (RAI) serta mengevaluasi kelayakan ekonomi berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Metode RAI digunakan untuk mengukur tingkat aksesibilitas penduduk perdesaan terhadap jalan yang dapat dilalui sepanjang tahun. Data yang digunakan meliputi data primer hasil survei lapangan dan data sekunder berupa data kependudukan serta jaringan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat aksesibilitas antar ruas jalan desa, sehingga prioritas pembangunan dapat ditetapkan secara objektif. Analisis BOK menunjukkan bahwa peningkatan kondisi jalan berpotensi menurunkan biaya operasional kendaraan secara signifikan. Dengan demikian, penerapan metode RAI dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan jalan desa yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Optimalisasi Debit pada Pintu Pengambilan Bebas Saluran Irigasi dengan Mempertimbangkan Elevasi Ambang Pengambilan dan Konsentrasi Sedimen (Studi Kasus: Irigasi Pengambilan Bebas Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta) Rahmawati, Suci; Pujiraharjo, Alwafi; Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sistem irigasi pengambilan bebas yang ada di Indonesia adalah intake Kalibawang, sungai Progo, Yogyakarta. Salah satu permasalahan yang terjadi pada intake Kalibawang Adalah debit yang masuk ke intake tersebut berada di bawah kebutuhan minimum yaitu 7 m3/detik, fenomena ini terjadi akibat perubahan morfologi sungai di sekitar intake karena lokasinya yang berada pada tikungan luar sehingga dasar sungai di depan intake mengalami gerusan pada saat megaliri debit tinggi. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan elevasi ambang pengambilan optimal untuk meningkatkan debit aliran yang masuk ke intake dengan pertimbangan kondisi sedimen yang dapat masuk ke intake. Analisis dilakukan dengan pemodelan numerik Delft3D 4-Flow menggunakan debit andalan (Q80%) sungai Progo sebesar 23,09 m3/detik dan waktu simulasi selama 16 hari. Variasi pemodelan dilakukan dengan penurunan bertahap sebesar 10 cm pada elevasi ambang intake. Hasil simulasi menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara penurunan elevasi ambang terhadap peningkatan debit yang masuk dengan debit maksimum yang dapat dihasilkan adalah 10,1 m3/detik dan konsentrasi sedimen layang di intake sebesar 2,82655 kg/m3. Berdasarkan analisis komparatif disimpulkan bahwa solusi optimal penurunan elevasi ambang intake sebesar 30 cm, yaitu dari +157 m menjadi +156,7 m. Elevasi ambang rencana ini mampu menghasilkan debit sebesar 7,9 m3/detik yang telah memenuhi kebutuhan debit operasional intake. Temuan ini merekomendasikan penyesuaian elevasi ambang intake pada bangunan pengambilan bebas Kalibawang sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan ketersediaan air irigasi. Kata Kunci: Optimalisasi Debit, Elevasi Ambang Intake, Debit Andalan, Konsentrasi Sedimen, Irigasi Kalibawang, Delft3D
Optimasi Konfigurasi Kolom Deep Soil Mixing terhadap Daya Dukung dan Penurunan Tanah Lempung Lunak: Studi Model Fisik dan Numerik Rafly, Naufal; As'ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi efektivitas metode Deep Soil Mixing (DSM) berbasis semen untuk meningkatkan perkuatan dan memitigasi risiko penurunan berlebih pada tanah lempung lunak. Evaluasi dilakukan secara komprehensif melalui pengujian sifat fisik-mekanik, uji beban pelat (plate load test) dengan variasi jumlah serta spasi kolom, dan validasi numerik menggunakan PLAXIS 3D. Hasil studi menunjukkan peningkatan performa tanah yang signifikan, dengan nilai Bearing Capacity Improvement (BCI) maksimum mencapai 195% dibandingkan kondisi tanah asli. Daya dukung tertinggi tercatat pada konfigurasi spasi 1,5D, yang menghasilkan nilai beban puncak 0,634 kg/cm² untuk pelat 6 cm dan 0,647 kg/cm² untuk pelat 10 cm. Analisis menyimpulkan bahwa konfigurasi optimum tercapai pada penggunaan empat kolom untuk pelat 6 cm dan enam kolom untuk pelat 10 cm berdasarkan parameter penurunan dan daya dukung.